• Tidak ada hasil yang ditemukan

III. METODE PENELITIAN

4.8. Deskripsi Efektivitas Pelatihan

Deskripsi efektivitas pelatihan bertujuan untuk menggambarkan persepsi pegawai/responden terhadap efektivitas pelatihan perancang perundang-undangan. Persepsi pegawai juga merepakan sebuah parameter untuk mengukur keberhasilan pelatihan. Efektivitas pelatihan diukur dalam 4 variabel yaitu reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil.

31 1 1

Responden berdasarkan

golongan

3a 3c 3d

36

Berdasarkan Tabel 4, variabel reaksi dapat diketahui bahwa 66,7% peserta pelatihan setuju dan menganggap materi yang disampaikan ke peserta pelatihan sudah sesuai dengan program pelatihan, pandangan ini didasarkan atas kurikulum yang telah dibuat yang menjadi acuan dalam program pelatihan perancang peraturan perundang-undangan. Kurikulum tersebut terdiri dari kelompok dasar, kelompok inti, dan kelompok lainnya.

Dari Tabel 4, dapat diketahui widyaiswara menguasai bidang ilmu hukum yang mendalam sebanyak 78,85%, pandangan ini didasarkan atas latar belakang pendidikan widyaiswara yang memiliki gelar Professor, Doktor, Pasca sarjana

Tabel 4 Persepsi pegawai terhadap efektivitas pelatihan pada variabel reaksi

Indikator SS S TS STS Modus Frekuensi(%)

Materi yang diberikan sesuai dengan program pelatihan

11 22 0 0 22 66,7

Widyaiswara/Pengajar menguasai bidang ilmu Hukum yang mendalam

2 26 5 0 26 78,8

Instruktur melibatkan serta partisipasi peserta dalam kegiatan

7 22 4 0 22 66,7

Peserta diberikan tugas/latihan agar lebih mendalami materi yang diberikan

8 24 1 0 24 72,7

Kondisi waktu saat pelatihan tidak menggangu kegiatan

2 29 2 0 29 87,9

Waktu yang disediakan sudah efektif

1 23 9 0 23 69,7

Pelatihan berjalan tepat waktu

3 20 10 0 20 60,6

Ruangan yang digunakan nyaman dan mampu

menampung seluruh peserta diklat

6 22 5 0 22 66,7

Modul/Handout pelatihan mampu membantu peserta dalam memahami materi

3 14 14 2 14 42,4

Kualitas dan kuantitas konsumsi dapat memenuhi keinginan peserta

5 6 15 7 15 45,5

37

baik dari dalam maupun luar negeri. Tenaga pengajar memiliki kompetensi di bidang hukum yang berasal dari widyaiswara di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, Ditjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM, Makamah Agung RI, Departemen Agama, Departemen Dalam Negeri, Sekretariat Negara, Universitas Indonesia, Departemen Luar Negeri, serta para pakar di bidang hukum perundang-undangan.

Dari Tabel 4,dapat diketahui instruktur melibatkan partisipasi dari peserta pelatihan sebanyak 66,7%, hal ini dikarenakan semua peserta ikut terlibat dalam semua kegiatan pelatihan baik di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Dari tabel diatas dapat diketahui peserta diberikan tugas/latihan agar lebih mendalami materi yang diberikan sebanyak 72,7%, hal ini dikarenakan terkait dengan kompetensi perancang peraturan perundang-undangan tingkat pertama yang harus mampu menguasai penyusunan perancangan peraturan perundang-undangan sehingga para instruktur sering memberikan tugas dan latihan kepada peserta pelatihan.

Dari Tabel 4, kondisi waktu pelatihan tidak mengganggu kegiatan sebanyak 87,9%, hal ini dikarenakan penyelenggaraan pelatihan sudah memiliki jadwal untuk setiap hari selama kegiatan pelatihan. Jadwal pelatihan juga masih dapat berubah (tentative) harus disesuiakan dengan kondisi pada saat pelatihan.Dari tabel diatas waktu yang disediakan sudah efektif sebanyak 69,7%, hal ini dikarenakan waktu pelatihan yang cukup lama yaitu 612 jam pelajaran sekitar 77 hari atau sama dengan 3 bulan. Lamanya waktu pelatihan dikarenakan materi dan proses dalam merancang peraturan prundang-undangan kompleks dan dinamis.

Dari Tabel 4, persepsi peserta terhadap pelatihan berjalan tepat waktu sebanyak 60,6%, hal ini dikarenakan penetapan jadwal sudah disesuikan dengan kurikulum pelatihan, tetapi terkadang masih ada perubahan jawdal dalam pelatihan.Dari tabel diatas ruangan yang digunakan dalam pelatihan nyaman dan mampu menampung seluruh peserta diklat sebanyak 66,7%, hal ini dikarenakan lokasi pelatihan yang mampu menampung peserta, dengan luas 12 hektar area dan memiliki banyak pepohonan yang rindang serta fasilitas-fasilitas yang memadai dalam menunjang pelaksanaan pelatihan.

38

Dari Tabel 4, modul/Handout pelatihan mampu membantu peserta dalam memahami materi hanya sebanyak 42,4%, hal ini disebabkan modul pelatihan yang diberikan dalam pelatihan tidak mencakup semua materi/kurikulum yang seharusnya diberikan sehingga banyak peserta yang meminta bahan kepada widyaiswara/pengajar. Dari Tabel 4, kualitas dan kuantitas konsumsi dapat memenuhi keinginan peserta sebanyak 45,5% tidak setuju, hal ini dikarenakan konsumsi yang kurang bervarian sehingga menyebabkan para peserta pelatihan merasa bosan dengan konsumsi yang hampir sama dari hari ke hari, dengan waktu pelatihan yang lama ini juga menyebabkan para peserta merasa bosan dengan konsumsi yang diberikan oleh panitia. Keberagaman suku asal daerah juga menyebabkan konsumsi menjadi kurang efektif.

Tabel 5 Persepsi pegawai terhadap efektivitas pelatihan pada variabel pembelajaran

Indikator SS S TS STS Modus Frekuensi (%)

Setelah mengikuti pelatihan peserta semakin mengetahui sumber dan bahan yang terkait dengan penyusunan peraturan perundang-undangan

12 21 0 0 21 63,6

Setelah mengikuti pelatihan peserta semakin mampu mengolah dan menyajikan data informasi penyusunan peraturan perundang-undangan secara kualitatif

5 26 2 0 26 78,8

Setelah mengikuti pelatihan pesertasemakin mampu

mengolah dan menyajikan data informasi penyusunan peraturan perundang-undangan secara kuantitatif 6 26 1 0 26 78,8 Setelah mengikuti pelatihanpeserta memahami dasar-dasar pembentukan peraturan perundang-undangan 11 22 0 0 22 66,7

Setelah mengikuti pelatihan pesertamampu memahami konsep perencanaan hukum

39

Lanjutan Tabel 5

Indikator SS S TS STS Modus Frekuensi (%)

Setelah mengikuti pelatihan pesertamampu mengetahui program kebijakan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang di bidang hukum

2 23 7 1 23 69,7

Setelah mengikuti pelatihan pesertamampu mengetahui jenis- jenis peraturan perundang- undangan

10 22 1 0 22 66,7

Setelah mengikuti pelatihan peserta mampu memahami teknik penyusunan peraturan

perundang-undangan

10 21 2 0 21 63,6

Setelah mengikuti pelatihan peserta mampumemahami proses Peradilan Tata Usaha Negara dan Mahkamah Konstitusi

3 22 6 2 22 66,7

Setelah mengikuti pelatihan peserta mampumemahami penuangan kebijakan ke dalam peraturan perundang-undangan

3 25 5 0 25 75,8

Pembelajaran 12 26 7 2 26 78,8

Dari Tabel 5, persepsi peserta setelah mengikuti pelatihan/diklat, peserta semakin mengetahui sumber dan bahan yang terkait dengan penyusunan peraturan perundang-undangan sebanyak 63,6% ini dikarenakan widyaiswara banyak memberikan pengetahuan akan sumber-sumber dan bahan-bahan yang digunakan dalam mempersiapkan pembuatan peraturan perundang-undangan.

Persepsi peserta pelatihan semakin mampu mengolah dan menyajikan data informasi penyusunan peraturan perundang-undangan secara kualitatif dan kuantitatif sebanyak 78,8%, hal ini dikarenakan peserta telah diajarkan cara mengolah data dan informasi yang di dapat dari berbagai macam sumber oleh para widyaiswara.Persepsi peserta pelatihan semakin memahami dasar-dasar pembentukan peraturan perundang-undangan sebanyak 66,7% hal ini dapat dipahami dalam pemberian materi pelatihan tingkat pertama diberikan materi dasar-dasar pembentukan peraturan perundang-undangan dengan berbagai macam proses perancangan, legislasi sampai dengan proses harmonisasi dan penerapan

40

peraturan perundang-undangan. Sehingga diharapkan para peserta setelah mengikuti pelatihan ini dapat memahami tata cara dan proses pembentukan peraturan perundang-undangan.Persepsi peserta pelatihan dalam memahami konsep perencanaan hukum adalah sebanyak 75,8% hal ini dapat dipahami dalam membuat sebuah konsep perencanaan hukum harus melihat dari aspek dampak dari peraturan hukum yang akan dibuat dengan tidak mengurangi sebuah hak-hak sebagai warga negaranya.

Persepsi peserta pelatihan dalam mengetahui program dan kebijakan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang di bidang hukum adalah sebanyak 69,7% hal ini dapat dipahami karena dalam merancang peraturan harus selaras dan sejalan dengan program pemerintah baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar tidak terlalu banyak terjadinya perubahan-perubahan peraturan yang mengikat dimasa yang akan datang. Persepsi peserta pelatihan dalam mengetahui jenis-jenis peraturan perundang-undangan adalah sebanyak 66,7% hal ini dapat dipahami bahwa dengan mengetahui jenis-jenis peraturan peserta dapat mengelompokan peraturan berdasarkan jenis peraturan yang akan dibuat.

Persepsi peserta pelatihan dalam memahami teknik penyusunan peraturan perundang-undangan adalah sebanyak 63,6% hal ini dapat dipahami bahwa dalam memahami teknik penyusunan peraturan harus dapat membuat kerangka peraturan perundang-undangan serta bentuk rancangan peraturan perundang-undangan. Dalam hal ini para widyaiswara memberikan pembelajaran kepada peserta tentang teknik penyusunan peraaturan perundang-undangan.Persepsi peserta pelatihan dapat memahami proses Peradilan Tata Usaha Negara dan Mahkamah Konstitusi adalah sebanyak 66,7% hal ini dapat dipahami karena dalam proses belajar mengajar pada pelatihan ini peserta dapat memahami proses Peradilan Tata Usaha Negara dan Mahkamah Konstitusi yang disampaikan oleh widyaiswara yang bersangkutan.Persepsi peserta pelatihan dapat memahami penuangan kebijakan ke dalam peraturan perundang-undangan adalah sebanyak 75,8% hal ini dapat dipahami karena penuangan kebijakan ke dalam peraturan perundang-undangan dapat menjadi landasan hukum yang kuat dalam melaksanakan kebijakan- kebijakan yang dibuat.

41

Tabel 6 Persepsi pegawai terhadap efektivitas pelatihan pada variabel perilaku

Indikator SS S TS STS Modus Frekuensi (%)

Selama mengikuti pelatihan peserta selalu berpakain rapih dan sopan

16 17 0 0 17 51,5

Selama mengikuti pelatihan peserta selalu disiplin dan selalu mengikuti semua kegiatan

14 15 4 0 15 45,5

Selama mengikuti pelatihan peserta selalu bersungguh- sungguh dalam mengikuti semua kegiatan

15 17 1 0 17 51,5

Selama mengikuti pelatihan peserta selalu jujur dan bertanggung jawab terhadap kegiatan pelatihan

15 18 0 0 18 54,5

Selama mengikuti pelatihan peserta mampu bekerjasama dan mampu menerima pendapat dari orang lain

14 19 0 0 19 57,6

Selama mengikuti pelatihan peserta mampu menciptakan suasana yng kondusif dan memberikan saran agar pelatihan dapat berjalan lancar dan efektif

15 18 0 18 54,5

Perilaku 16 19 4 0 19 57,6

Berdasarkan Tabel 6, persepsi perilaku pegawai dalam mengikuti pelatihan selalu berpakaian rapih dan sopan adalah sebanyak 51,5% hal ini dapat dipahami bahwa aturan berpakaian telah ditetapkan oleh BPSDM Hukum dan HAM yaitu setiap kegiatan pelatihan yang ada di BPSDM Hukum dan HAM wajib menggunakan pakaian yang rapih (kemeja putih, dasi, celana panjang, sepatu) hal ini bertujuan agar peserta memiliki perilaku kebiasan untuk selalu menjaga kerapihannya baik dalam pelatihan maupun pada saat bekerja.Persepsi peserta pelatihan dapat selalu disiplin dan selalu mengikuti semua kegiatan adalah sebanyak 45,5% hal ini dapat dipahami bahwa agar peserta pelatihan dapat memahami seluruh kegiatan diklat maka peserta diklat selalu menjaga kedisiplinan dan mengikuti seluruh kegiatan agar perilaku ini dapat di implementasikan dalam lingkungan kerja para peserta pelatihan.

42

Persepsi peserta pelatihan dalam bersungguh-sungguh dalam mengikuti semua kegiatan adalah sebanyak 51,5% hal ini dapat dipahami bahwa dengan kesungguh-sungguhan peserta dalam mengikuti pelatihan maka tujuan dari pelatihan ini akan tercapai yaitu menciptakan para perancang peraturan perundang-undangan yang memiliki kompetensi yang baik dalam membuat peraturan.Persepsi peserta pelatihan yang selalu jujur dan bertanggung jawab terhadap kegiatan pelatihan adalah sebanyak 54,5% hal ini dapat dipahami bahwa dengan kejujuran serta tanggung jawab maka pelatihan ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan yang diharapkan yaitu mencetak para perancang undang- undang yang berkompeten dan memiliki integritas, tanggung jawab serta jujur dalam melaksanakan pekerjaanya.

Persepsi peserta pelatihan mampu bekerjasama dan mampu menerima pendapat orang lain adalah sebanyak 57,6% hal ini dapat dipahami bahwa pelatihan ini juga membentuk perilaku peserta pelatihan untuk bekerja secara tim dan mampu menerima pendapat orang lain.Persepsi peserta pelatihan mampu menciptakan suasana yang kondusif dan memberikan saran agar pelatihan dapat berjalan lancar dan efektif adalah sebanyak 54,5% hal ini dapat dipahami bahwa dengan suasana yang kondusif serta peserta yang proaktif dalam proses pelatihan dapat memeberikan dampak yang baik dalam proses pelatihan.

Tabel 7 Persepsi pegawai terhadap efektivitas pelatihan pada variabel hasil

Indikator SS S TS STS Modus Frekuensi (%)

Pelatihan Perancang undang- undang telah meningkatkan produktivitas kerja di unit kerja

12 21 0 0 21 63,6

Pelatihan Perancang undang- undang telah meningkatkan Kualitas Kerja

13 20 0 0 20 60,6

Pelatihan Perancang undang- undang telah meningkatkan kompetensi

11 22 0 0 22 66,7

Hasil 16 22 4 0 22 66,7

Berdasarkan Tabel 7, persepsi peserta pelatihan telah meningkatkan produktivitas kerja di unit kerja adalah 63,6% hal ini dapat dipahami bahwa peserta percaya dengan adanya pelatihan perancang peraturan perundang- undangan dapat meningkatkan produktivitas kerja para peserta nantinya di unit

43

kerja mereka masing-masing.Persepsi peserta pelatihan telah meningkatkan kualitas kerja adalah sebanyak 60,6% hal ini dapat dipahami bahwa dengan kompetensi yang dimiliki oleh para peserta setelah mengikuti pelatihan akan meningkatkan kualitas kerja para peserta pada saat kembali ke tempat unit kerja.Persepsi peserta pelatihan telah meningkatkan kompetensi peserta pelatihan sebanyak 66,7% hal ini dapat dipahami bahwa peserta merasa dengan adanya

Dokumen terkait