BAB II TINJAUAN PUSTAKA
D. Deskripsi Fokus Penelitian
1. Peran Pemerintah adalah sejauh mana fungsi pemerintah dalam menunjang usaha pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
2. Fasilitator adalah Orang yang memberikan bantuan dan member narasumber yang baik untuk berbagai permasalahan serta memfasilitasi kegiatan-kegiatan pembanguna desa/kelurahan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses pembangunan.
3. Pengertian modal usaha adalah uang/modal yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah pemasukan.
4. Perbaikan rumah merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperbaharui, memperbaiki atau mengganti sebagian bangunan rumah untuk mencapai kondisi yang lebih baik.
5. Tingkat Pendidikan keluarga adalah tahapan pendidikan yang ditempuh oleh keluarga.
6. Kesehatan keluarga adalah pengetahuan tentang keadaan sehat fisik, jasmani dan sosial dari individu-individu yang terdapat dalam satu keluarga.
7. Serta Kesejahteraan Masyarakat adalah terpenuhinya segala kebutuhan-kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Waktu dan lokasi penelitian
Waktu penelitian yang direncanakan 2 bulan setelah seminar proposal.
Lokasi penelitian dilaksanakan di Kabupaten Takalar, Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui Peran Pemerintah Dalam Menigkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Kelurahan Takalar Kabupaten Takalar.
B. Tipe dan Jenis Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kata, kalimat, dan sesuai dengan keadaan mengenai Peran Pemerintah Dalam Menigkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Kelurahan Takalar Kabupaten Takalar.
2. Tipe Penelitian
Tipe penelitian ini adalah tipe penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi pada objek penelitian selama penelitian berlangsung.
C. Sumber Data
Ada dua sumber data dalam penelitian ini yaitu : 1. Data Primer
Data primer adalah data yang di peroleh langsung dari informan penelitian tentang Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan
Masyarakat Di Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
2. Data Sekunder
Data sekunder yaitu data yang diperoleh bukan dari sumber asli atau pertama tetapi bersumber dari bahan bacaan atau dokumentasi yang berhubungan dengan objek penelitian.
D. Informan Penelitian
Pemilihan informan didasarkan pada tujuan penelitian dan pertimbangan dapat memberikan informasi tentang peranan pemerintah Kelurahan Takalar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kelurahan Takalar. Adapun tabel informan dalam penelitian ini sebagai berikut :
Tabel 1 Informan Penelitian
No. Nama/Jabatan Keterangan
1 Kepala Kelurahan Takalar 1 orang
2 Staf Kelurahan 1 orang
3 Kepala Lingkungan/RW 1 orang
4 Ketua RT 1 orang
6 Tokoh Masyarakat 6 orang
Jumlah 10 orang
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang di gunakan antara lain : 1. Observasi
Observasi merupakan penelitian dengan cara mengamati secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan masalah Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
2. Wawancara
Wawancara atau interview merupakan teknik pengumpulan data secara langsung dengan informan yang mengacu tentang Peran Pemerintah Dalam Menigkatkan Kesejahteraan Masyarakat Di Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
3. Dokumentasi
Dokumentasi Merupakan suatu informasi tertulis, visual atau fakta yang bisa dinyatakan dalam bentuk dokumen-dokumen, buku yang mengenai dengan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Di Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
F. Teknik Analisis Data
Data yang telah dikumpulkan oleh peneliti diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam bentuk reduksi data, sajian data serta penarikan kesimpulan dengan menggunakan proses siklus serta pengambilan kesimpulan akhir dengan menggunakan penalaran sistematik kemudian penulis
menginterprestasikan menjadi seperangkat informasi yang menjabarkan mengenai peran pemerintah dalam menigkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
G. Keabsahan Data
Menurut Sugiyono (2009:366), teknik pengumpulan data triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Menurut Sugiono (2009:368), ada 3 macam triangulasi yaitu :
1. Triangulasi Sumber
Triangulasi sumber berarti membandingkan dengan cara mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda. Misalnya membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, membandingkan antara apa yang dikatakan secara umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi dan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.
2. Triangulasi Teknik
Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Misalnya data yang diperoleh dengan wawancara, lalu di cek dengan observasi dan dokumentasi.
3. Triangulasi Waktu
Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data. Data yang dikumpul dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar, belum banyak masalah akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu, dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi, atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga ditemukan kepastian datanya.
BAB IV
HASIL PENELITIAN A. Profil Kelurahan Takalar.
1. Kondisi Geografis dan Sosial Ekonomi
Kondisi geografis Kelurahan Takalar yang berada pada Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar dan sebagian wilayah berada di pantai barat Selat Makassar secara administratif memiliki 6 (enam) wilayah lingkungan yakni Lingkungan Masalleng, Lingkungan Cilallang, Lingkungan Pattitangngang, Lingkungan Takalar, Lingkungan Kampung Beru dan Lingkungan Kunjungmae.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Kelurahan Takalar bahwa Kelurahan Takalar Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar mempunyai luas wilayah ±7,21 km2, dengan batas wilayah sebagai berikut:
a. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Patani Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar.
b. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Banggae Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar.
c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Makassar.
d. Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar.
Wilayah Kelurahan Takalar memiliki jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 959 KK dengan jumlah penduduk 3.960 jiwa dimana jumlah penduduk memiliki pekerjaan sebagai petani sebanyak 154 orang, nelayan sebanyak 475, Pegawai Negeri Sipil (PNS) 870 serta lain-lain seperti usaha jual beli, perdagangan, jasa dan usaha kecil-kecilan. Hal ini digambarkan pada tabel dibawah ini :
Tabel 2
Pekerjaan Pokok Kepala Keluarga Wilayah Kelurahan Takalar Jenis Pekerjaan Pokok Jumlah Kepala Keluarga Persentase %
PNS 870 22%
Nelayan 871 22%
Petani 175 4%
Peternak 1499 37%
TNI/POLRI 15 1%
Wiraswasta 282 7%
Lain-lain 278 7%
Sumber : Sensus Perangkat Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Takalar
Menurut catatan data kependudukan Kelurahan Takalar hingga akhir tahun 2013 memiliki total kependudukan sejumlah 3960 jiwa dengan 959 Kepala Keluarga pada tahun 2014 rata-rata kepadatan penduduk du Keluarahan Takalar tidak merata ditiap lingkungan, fakta ini tentu direspon dengan kebijakan pengentasan kemiskinan bagi keluarga-keluarga miskin tersebut.
SEKERTARIS A MAULANA ARIF, S.SoS NIP. 19690107 200701 1012 LURAH
NASRAH, S.SoS NIP 19700413 200701 2 023
URUSAN UMUM
URUSAN KEUANGAN RATNASARI DEWI, A.MPd
NIP 19840801 201101 2 014
SEKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT WARDANA DJAMAL, SE NIP. 19733010 199003 1001 SEKSI PEMBANGUNAN
DJOHAR MANIKANG, SE NIP. 19720804 200701 2 015 SEKSI TRANTIB
H. EDI BADANG, S. Sos. M.Si NIP. 19720113 200604 1 009 SEKSI PEMERINTAHAN
MUHAMMAD YUSUF, S.Sos NIP. 19720705 200701 1 043
LPM PANGERAN TUTU
Berdasarkan potensi permasalahan serta berbagai keterbatasan yang dihadapi Kelurahan Takalar tahun 2014-2018 maka visi Kelurahan Takalar adalah “Terwujudnya masyarakat yang berbudaya, maju sehat, berbudi dan tetap memelihara nilai sejarah pendahulunya.
Berangkat dari visi tersebut diangkat 6 misi Pembangunan Kelurahan Takalar sebagai berikut :
a. Mendorong terbangunnya prasarana jalanan dan memperlancar operasional angkutan penumpang di dalam wilayah Kelurahan Takalar.
b. Membangun tata ruang wilayah Kelurahan Takalar dalam membangun Kelurahan Mandiri.
c. Mendorong meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pengembangan ekonomi kecil dan sosial budaya dipertahankan
d. Mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungannya.
e. Menciptakan secara bersama pertanian dan alat produksi agar pendapatan masyarakat meningkat.
f. Menggiatkan kegiatan-kegiatan kelahragaan dan pemeliharaan seni dan budaya masyarakat lokal.
Bertolak dari potensi dan kemampuan yang dimiliki Kelurahan Takalar untuk melaksanakan misi pembangunan Kelurahan Takalar maka ditetapkan isu strategis yang dihadapi pada periode 2010-2015 sebagai berikut :
a. Bagaimana agar pihak berwenang Kabupaten Takalar dapat mengeluarkan kebijakan yang mendukung rencana pembangunan kelurahan dalam membangun ruang wilayah yang sinergis dengan perpaduan antara daratan dan kawasan pantai yang berasas pada sejarah Kelurahan Takalar.
b. Bagaimana membangun dan menciptakan tata ruang yang terpadu.
c. Bagaimana menyediakan pendidikan yang berkualitas.
d. Bagaimana mendorong dan mendukung pelaksanaan pola hidup sehat dalam kehidupan setiap rumah tangga.
e. Bagaimana menciptakan secara besama-sama agar masyarakat merasa aman dan sejahtera.
f. Bagaimana agar intesifikasi dan ekstensifikasi dalam penanganan sarana dan prasarana pertanian dan perikanan, agar sistem pemasaran hasil pertanian dapat dilaksanakan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.
2. Pokok-pokok Program dan Kegiatan Kelurahan
Pokok kegiatan yang direncanakan pada Kelurahan Takalar tahun 2014-2018 merupakan penjabaran dari agenda pokok pembangunan kelurahan Takalar yang dikelompokkan dalam bidang masing-masing pada program pembangunan akan dilakukan sebagai berikut :
a. Sektor infrastruktur dan perhubungan
- Sektor pembangunan jalan baru dan perintisan jalan - Pemasangan dan pembuatan paving block
- Pembuatan plat deker - Perbaikan jalan setapak
- Pembanguna jembatan penghubung - Pemasangan gorong-gorong
- Pembuatan talud - Pembuatan jalan tani - Pembuatan drainase
- Pemeliharaan bangunan cagar budaya masyarakat - Pengaspalan jalan melingkar
b. Sektor tata ruang
- Pengerukan sungai ke muara - Pembangunan saluran dan pintu air - Pembuatan tanggul dan drainase
c. Sektor bidang kesehatan dan kebersihan lingkungan - Pembuatan MCK
- Pengadaan alat semprot nyamuk - Pembangunan posyandu
- Pengadaan tempat pembuangan sampah 3. Isu- isu Strategis dan Pembangunan Kelurahan
Strategis pokok dalam rangka menjalankan misi untuk mewujudkan visi pembangunan Kelurahan Takalar diarahkan untuk membangun aspek manusia, ekonomi, fisik, alam dan aspek sosial terutama dalam hubungannya dengan
pemenuhan hak-hak dasar masyarakat dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, pertanian, prasarana jalan pada jalur perhubungan dan sarana transportasi.
Agenda pokok berdasarkan isu strategis pembangunan Kelurahan Takalar yang akan datang mencakup pembangunan berdimensi fisik dengan pembangunan sosial kemasyarakatan, yang berdasar pada sistem tata ruang dan daya dukung lingkungan, maka ditetapkan beberapa pokok pembangunan Kelurahan Takalar tahun 2014-2018 kedepan tanpa mengabaikan potensi pembangunan yang belum terkafer pada rencana pembangunan kelurahan Takalar :
a. Mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungannya.
b. Meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
c. Mendorong peningkatan pendapatan msyarakat melalui sektor pertanian dan usaha lainnya.
d. Membangun dan menciptakan masyarakat yang religius dan terbangunnya kebersamaan sesama warga masyarakat.
e. Mendorong terbangunnya prasarana jalan agar jalur perhubungan semakin terdepan.
f. Menggiatkan kegiatan-kegiatan keolahragaan dan pemeliharaan seni dan budaya masyarakat lokal.
Selanjutnya agenda pokok pembangunan kelurahan Takalar tersebut dikelompokkan kedalam bidang pembangunan kelurahan terdiri dari bidang pendidikan, bidang kesehatan, dan pembangunan sumber daya manusia, bidang
prasarana pertanian dan perikanan, bidang keagamaan, bidang olahraga dan pemuda dan pendidikan yang berkualitas.
B. Peran Pemerintah Kelurahan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kelurahan Takalar
1. Bentuk Fisik a. Perbaikan Rumah
Pemerintah kelurahan merupakan pemegang kendali dalam pembangunan di wilayah kelurahan. Oleh karena itu lurah beserta jajarannya merupakan penanggung jawab atas jalannya roda pemerintahan dan roda pembangunan sehingga maju mundurnya pembangunan di kelurahan tergantung dari kinerja pemerintah kelurahan dalam mempengaruhi masyarakatnya untuk turut serta di dalam pembangunan. Sebagaimana penyelenggaraan pemerintahan di desa yang merupakan wilayah setingkat dengan kelurahan, yang diatur dalam pasal 14 ayat (1) PP Nomor 72 Tahun 2005 ditegaskan bahwa Kepala Desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan.
Salah satu rencana strategis (Renstra) Kelurahan Takalar di bidang sosial budaya yang mengacu kepada kesejahteraan materil masyarakat Kelurahan Takalar adalah perbaikan rumah tidak layak huni di setiap lingkungan.
Sebagaimana dikemukakan oleh Lurah Kelurahan Takalar :
“ Kami telah mengusulkan kepada pemerintah Kabupaten perbaikan rumah tidak layak huni di setiap lingkungan dengan sasaran rumah tidak layak huni di kelurahan kami sebanyak 76 unit agar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat” (NH, 8 Juni 2015)
Hal yang sama dikemukakan oleh staf Kelurahan :
“Program dari kelurahan yang berhubungan dengan rumah warga di Kelurahan Takalar adalah bedah rumah yang dilaksanakan oleh pemerintah dari dana yang dikucurkan oleh Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara dengan biaya Rp 532.000.000.” (H.EB, 8 Juni 2015) Pemerintah Kelurahan Takalar sebagai komponen penyelenggara pemerintahan yang paling bawah hanya bisa mengusulkan kepada pemerintah Kabupaten sementara pelaksanaannya dilakukan oleh pemerintah Kabupaten, pemerintah kelurahan hanya bertugas menunjukkan dan mengawal pelaksanaan kegiatan yang direalisasikan oleh pemerintah kabupaten.
Oleh sebab itu peran pemerintah kelurahan dalam masyarakat sangatlah penting di dalam kelancaran pembangunan sehingga mengharuskan pemerintah kelurahan mempunyai aparatur dan pemimpin yang ahli di bidangnya, sehingga program dan tugas pemerintah dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Sesuai dengan pegamatan penulis yang merupakan warga masyarakat Kelurahan Takalar bahwa peranan lurah dan aparatnya sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama dalam melaksanakan sosialisasi bagi warga sasaran bedah rumah. Sebelum mengusulkan ke tingkat pemerintahan kabupaten program-program pemerintah kelurahan terlebih dulu diadakan sosialisasi atau pertemuan dengan warga masyarakat sehingga usulan dan masukan dari warga jadi pedoman bagi perintah kelurahan.
b. Pengadaan Sampan Mesin dan Alat tangkap Nelayan
Program peningkatan kesejahteraan ekonomi yang lain di Kelurahan Takalar di sektor perikanan adalah pengadaan sampan mesin dan alat tangkap nelayan sebanyak 120 unit serta pengadaan bibit nener dan benur dengan
sasarannya adalah nelayan dan tani tambak. Manfaat dari program ini agar pendapatan warga yang berprofesi sebagai nelayan dan tani tambak lebih meningkat dan adanya peningkatan kualitas hasil tambak. Hal ini dapat dilihat dari tabel Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kelurahan Takala i di bawah ini :
Tabel 3
Rencana Strategis Kelurahan Takalar tahun 2015
Bidang Jenis Kegiatan Sasaran/Manfaat Sumber Klp SPP + UEP Mencegah masyarakat
meminjam modal dari
Rehab TK dan mobiller Meningkatkan mutu pendidikan anak-anak balita.
APBD
Honor guru TK Meningkatkan
kesejahteraan guru TK APBD Sumber : Renstra Kalurahan Takalar 2014-2018
Dalam wawancara dengan salah satu warga yang mata pencahariannya sebagai nelayan:
“Bantuan yang kami terima dari pemerintah adalah mesin tempel, dan ini sangat berguna bagi kami sebagai nelayan karena mempermudah kami dalam melakukan pekerjaan kami sehari-hari” (D.T, 9 Juni 2015) Selain bantuan alat sampan nelayan pemerintah kelurahan Takalar memfasilitasi pemberian bantuan bibit kepada petani tambak yang banyak ditemukan di Kelurahan Takalar.
Hal yang sama dikemukakan oleh warga masyarakat setempat :
“Saya sangat senang dengan bantuan bibit nener yang diberikan, pengeluaran untuk modal pengadaan bibit saya sangat terbantu dan hasil tambak saya juga meningkat” (A.H, 9 Juni 2015)
Berdasarkan hasil wawancara diatas penulis menyimpulkan bahwa peran pemerintah kelurahan dalam memfasilitasi pemberian bantuan alat-alat nelayan juga sangat membantu dalam peningkatan produksinya.
c. Bantuan Modal Usaha
Usaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Takalar dibidang perekonomian Pemerintah Kelurahan Takalar bekerja sama dengan PNPM Mandiri Pedesaan. PNPM Mandiri Perdesaan merupakan program pemerintah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan yang pada prinsipnya meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin perdesaan secara mandiri melalui peningkatan partisipasi masyarakat (terutama masyarakat miskin, kelompok perempuan dan komunitas/kelompok yang termarginalkan), meningkatnya kapasitas kelembagaan masyarakat dan pemerintah, meningkatnya modal sosial
masyarakat serta inovasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna di perdesaan dengan mendorong kemandirian dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan pembangunan.
Sasaran program adalah rumah tangga miskin yang prokduktif yang memerlukan pendanaan kegiatan usaha ataupun kebutuhan sosial dasar melalui kelompok simpan pinjam perempuan yang ada di masyarakat. Salah satu tugas pemerintah Kelurahan (Peran Lurah) dalam implementasi penanggulangan kemiskinan adalah melalui system komunikasi yakni melalui proses kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh TPK (Tim Pengelola Kegiatan).
Kegiatan SPP (Simpan Pinjam Perempuan) merupakan kegiatan pemberian permodalan untuk kelompok perempuan yang mempunyai kegiatan simpan pinjam yang bertujuan untuk mengembangkan potensi kegiatan simpan pinjam perdesaan, kemudahan akses pendanaan usaha skala mikro, pemenuhan kebutuhan pendanaan sosial dasar, memperkuat kelembagaan kegiatan kaum perempuan, mendorong pengurangan rumah tangga miskin dan penciptaan lapangan kerja serta memberikan kesempatan kaum perempuan meningkatkan ekonomi rumah tangga melalui pendanaan modal usaha.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan menunjukkan bahwa peran serta kaum perempuan di Kelurahan Takalar cukup baik dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dapat dilihat dengan peran aktif kaum perempuan dalam setiap kegiatan PNPM-MP mulai dari tahap perencanaan sampai tahap pengembangan.
Meskipun secara kuantitas, partisipasi kaum perempuan apabila dibandingkan dengan kaum laki-laki tergolong lebih kecil. Ini terlihat dari akumulasi partisipasi masyarakat secara umum, baik laki-laki maupun perempuan dalam beberapa kegiatan seperti musyawarah-musyawarah ditingkat dusun, desa maupun kecamatan.
Salah seorang ketua kelompok simpan pinjam perempuan (SPP) mengatakan :
“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya Program Simpan Pinjam Khusus Perempuan ini, karena dengan adanya program ini keadaaan ekonomi keluarga juga semakin baik dan kami akan berusaha semampu kami agar program ini dapat tetap berjalan dengan baik”.
(H.S, 9 Juni 2015).
Hal yang sama dikatakan penjual coto :
“Saya merasa sangat terbantu dengan adanya Program Simpan Pinjam Khusus Perempuan ini, sejak istri saya menjadi anggota kelompok SPP usaha saya sangat terbantu dan pemasukan keluarga kami jadi bertambah”. (K.S, 10 Juni 2015)
Dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa peran Pemerintah Kelurahan melalui kerjasama dengan PNPM Mandiri sangatlah membantu masyarakat dalam mensejahterahkan masyarakatnya secara materiil.
Indikator kesejahteraan secara materil menurut penulis dapat dilihat dengan banyaknya rumah warga yang sudah permanen serta pengembalian/bergulirnya dana usaha simpan pinjam perempuan yang berjalan dengan lancar.
2. Bantuan Non Fisik a. Bidang Kesehatan
Bentuk nyata peranan aparatur pemerintah Kelurahan Takalar dalam bidang kesehatan adalah memberikan pembinaan dalam bidang kesehatan.
Perhatian pemerintah kelurahan di bidang kesehatan terbukti di setiap lingkungan yang ada di kelurahan ini di adakan posyandu yang mana di tempat ini disetiap bulan di adakan penimbangan balita dan penyuluhan kepada ibu baik ibu-ibu menyusui, nifas, dan juga tempat pemberian makanan tambahan bagi anak-anak usia dini dan pemberian vitamin, imunisasi baik imunisasi campak, BCG, DPT, oleh tenaga kesehatan yang bekerjasama dengan kader posyandu yang dipandu oleh tim penggerak PKK.
Kerjasama antara bidan dan dukun di Kelurahan Takalar dilakukan dimana setiap ibu hamil yang akan melahirkan telah diberi pengertian dan pembinaan agar bila nanti melahirkan ibu hamil tersebut melaporkan kepada dukunnya dan dukun tersebut menyampaikan kepada bidan karena yang akan melayani persalinan adalah tenaga medis dan yang melaksanakan adat atau kebiasaan masyarakat adalah dukun.
Jadi proses melahirkan ditangani oleh bidan dan prosesi jampi-jampi dilakukan oleh dukun tersebut. Ini juga membuktikan bahwa pemerintah kelurahan sangat peduli bagaimana pentingnya kebersamaan dalam melaksanakan segala kegiatan terutama dalam hal peningkatan kesehatan masyarakat dan di kelurahan Takalar juga di adakan penyuluhan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) yang dilaksanakan oleh kader-kader
kesehatan bekerjasama dengan bagian Sanitarian Dinas Kesehatan Kabupaten Umum, dimana dalam pembinaan ini masyarakat diajak untuk membuat jambang agar BAB pada tempatnya dan cuci tangan sebelum makan, makanan harus ditutup, bak mandi harus dibersihkan dan masalah kesehatan yang lain yang dapat merusak kesehatan masyarakat.
Upaya lain yang dilakukan pemerintah kelurahan dalam bidang kesehatan adalah kerjasama dengan Puskesmas kecamatan Mappakasunggu yang terletak di Kelurahan Takalar adalah pengusulan warga masyarakat yang berhak mendapat BPJS Jamkesmas dan kartu Jamkesda. Hal ini dikatakan oleh kepala lingkungan :
“Bentuk nyata peran pemerintah kelurahan di bidang kesehatan adalah pemberian BPJS jamkesmas dan kartu jamkesda serta pembanguna MCK kepada warga masyarakat yang benar-benar membutuhkan melalui usulan kami sebagai kepala lingkungan.” (H.S, 18 Mei 2015)
Dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa peran pemerintah kelurahan sudah sangat membantu terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan melalui kerjasama yang baik antara pemerintah kelurahan dan aparat-aparat yang dibawahinya.
b. Pendidikan
Pendidikan adalah hal yang sangat penting pengaruhnya dalam peningkatan kesejahteraan keluarga. Karena dengan latar belakang pendidikan yang baik dan tinggi maka masyarakat akan berpikir maju dan akan mudah menghasilkan suatu pekerjaan. Untuk itu pemerintah Kelurahan Takalar di dalam rencana strategisnya untuk tahun 2015 di sektor pendidikan mengajukan usulan rehab sekolah, TK, SD yang ada di Kelurahan Takalar serta pengadaan
mobiler TK dan SD. Disamping pengadaan mobiler TK pemerintah kelurahan Takalar ikut juga memperhatikan kesejahteraan guru-guru TK dengan memasukan kenaikan honor/upah guru TK sebagai salah satu program bidang pendidikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kelurahan Takalar.
Pemerintah Kelurahan tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi akan pentingnya pendidikan bagi setiap warga melalui pertemuan-pertemuan dengan masyarakat.
Menurut pengamatan penulis di Kelurahan Takalar pemberantasan buta aksara di Kelurahan Takalar sudah berhasil dengan baik, hal ini dapat dilihat dengan tidak adanya lagi warga masyarakat yang buta aksara serta jenjang pendidikan tertinggi yang diikuti oleh warga masyarakat Kelurahan Takalar adalah S2, kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi setiap warga sangat tinggi. Demikian pula dengan kesadaran akan pentingnya pendidikan dari warga masyarakat yang memiliki anak cacat fisik maupun mental. Penulis mengamati bahwa Sekolah Luar Biasa yang ada di Kelurahan Takalar tidak sepi dari siswa.
Mengutip pernyataan salah satu masyarakat (Guru SD) mengatakan :
“Saya rasa sudah tidak ada lagi warga Takalar yang tidak bersekolah di
“Saya rasa sudah tidak ada lagi warga Takalar yang tidak bersekolah di