• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Peningkatan Kesejahteraan

Kesejahteraan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.

Todaro dalam Suryadi (2008:17) mengemukakan bahwa kesejahteraan masyarakat menengah kebawah dapat dipresentasikan dari tingkat hidup masyarakat. Tingkat hidup masyarakat ditandai dengan terentaskannya dari kemiskinan, tingkat kesehatan yang lebih baik, perolehan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan tingkat produktivitas masyarakat.

Menurut pengamatan penulis di Kelurahan Takalar kesejahteraan masyarakat secara materil sudah bisa dikatakan sebagai Keluarga Sejahtera III (KS III), hal ini dapat dilihat dengan pemenuhan materi pada hampir setiap keluarga yang sebagian besar sudah terpenuhi seperti penggunaan alat-alat

kebutuhan rumah tangga yang sudah moderen dan canggih disamping itu rumah tinggal yang sudah layak dan bisa dikatakan sebagian besar rumah yang ada di Kelurahan Takalar secara umum adalah rumah permanen.

Menurut Website Tunas Muda, ( diakses pada tanggal 24 Januari 2015.

Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya

Pengamatan penulis diperkuat dengan hasil wawancara yang dikemukakan oleh kepala lingkungan :

“Rata-rata rumah di Lingkungan Cilallang bisa dikatakan adalah rumah permanen yang mewah disamping itu kita dapat temui kendaraan beroda dua yang ada dimiliki oleh pemilik rumah,” (H.S, 18 Mei 2015)

Hasil wawancara lain yang penulis lakukan kepada penjual coto juga memperkuat opini penulis yang mengatakan “

“Saya lihat rata-rata rumah di Takalar ini memiliki TV keluaran terbaru, serta kendaraan roda dua keluaran terbaru, sehingga saya pikir kalau warga bisa membeli motor meskipun dicicil itu berarti warga sudah bisa memenuhi kebutuhan tambahannya disamping kebutuhan pangannya sehari-hari warga sudah bisa dikatakan warga mampu” (K.S, 10 Juni 2015)

2. Non materi

Secara materi kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Takalar sudah bisa dikatakan Keluarga Sejahtera III (KS III) akan tetapi secara non materi menurut pengamatan penulis belum bisa dikatakan sejahtera. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan BPJS Askeskin dan Jamkesda (jaminan kesehatan daerah) pada Puskesmas Kecamatan Mappakasunggu yang dari Kelurahan Takalar yang masih tinggi.

Menurut Friedlander dalam Agus (2011:20) Kesejahteraan sosial adalah system yang terorganisasi dari pelayanan-pelayanan sosial dan institusi-institusi yang dirancang untuk membantu individu-individu dan kelompok-kelompok guna mencapai standar hidup dan kesehatan yang memadai dan relasi-relasi personal dan sosial sehingga memungkinkan mereka dapat mengembangkan kemampuan dan kesejahteraan sepenuhnya selaras dengan kebutuhan-kebutuhan keluarga dan masyarakatnya.

Wawancara yang dilakukan penulis terhadap Staf Kelurahan mengatakan:

“Masih banyak warga di Kelurahan Takalar yang meminta rekomendasi dari pihak Kelurahan untuk mengurus Jamkesda yang dipergunakan untuk berobat di RS. H Padjonga Dg Ngalle Kabupaten Takalar” (H.EB, 4 Mei 2015)

Hal senada dikatakan Lurah Kelurahan Takalar dalam wawancaranya :

“Kami akan terus memfasilitasi warga yang akan mengurus Jamkesda dan BPJS Askeskin sehingga tingkat kesehatan warga meningkat di Kelurahan Takalar” (N.P, 8 Juni 2015)

Disamping itu, sebagian besar tingkat pendidikan tertinggi warga pada Kelurahan Takalar adalah SMA, bahkan masih ada warga yang tingkat pendidikan tertinggi hanya di SD.

Oleh karena itu tingkat hidup masyarakat yang sejatera secara non materi ditandai dengan terentaskannya dari kemiskinan, tingkat kesehatan yang lebih baik, perolehan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan tingkat produktivitas masyarakat.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan terhadap data-data penelitian guna mengungkap dan menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang berhubungan dengan peran pemerintah Kelurahan Takalar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Takalar Kabupaten Takalar, maka dapat disimpulkan bahwa pemerintah Kelurahan Takalar sangat berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya terutama sebagai fasilitator dengan pemerintah kabupaten dan program-program pemberdayaan nasional, karena pemerintah kelurahan merupakan level pemerintahan terbawah yang mengetahui keadaan sebenarnya dari warga masyarakatnya terutama di bidang sosial budaya dan ekonomi, kesehatan maupun pendidikan, akan tetapi tingkat pendidikan warga masyarakat yang tinggi belum menjamin kesejahteraan warga dibidang pendidikan.

B. Saran

Berdasarkan hasil interpretasi data dan kesimpulan diatas, maka untuk bermanfaatnya tulisan ini, maka penulis mencoba merekomendasikan beberapa hal dalam rangka terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Takalar antara lain :

1. Pendekatanpendekatan yang dilakukan oleh aparat kelurahan dan kader -kadernya dalam penggalian gagasan dalam rangka mencari usulan dari

masyarakat harus lebih baik lagi dengan tetap mengedepankan azas kekeluargaan, kegotongroyongan dengan metode persuasif dan partisipatif.

2. Penentuan usulan yang diprioritaskan untuk diajukan sebagai program andalan harus benar-benar yang dianggap sangat mendesak dan betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat setempat dan bukan karena faktor intervensi oleh pihak-pihak tertentu, apalagi karena faktor kepentingan pribadi maupun golongan tertentu.

3. Selama ini program yang diusulkan dan dijalankan di Kelurahan adalah lebih banyak dan lebih sering yang sifatnya menyentuh fisik saja dan jarang sekali menjurus kepada yang sifatnya pembinaan ataupun peningkatan sumber daya manusia. Sehingga melalui tulisan ini penulis menyarankan juga supaya bidang peningkatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian.

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmita, Rahardjo. 2006. Membangun Desa Partisipatif. Graha Ilmu.

Yogyakarta

Adisasmita, Rahardjo. 2006. Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan. Graha Ilmu.

Yogyakarta

Affandi, Anwar dan Setia Hadi. 1996. Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan. Prisma, Jakarta

Agus, Dwiyanto. 1995. Pelayanan Organisasi Pelayanan Publik. Yogyakarta University Press, Yogyakarta

Agus. M. B, 2011. Peran Pemerintah Kelurahan dalam Pembangunan di Kelurahan Siwa Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo. FISIP Universitas Hasanuddin Makassar

Albrow, Martin, 1989. Brokrasi, Yogyakarta : PT.Tiara Wacana.

Amiruddin, Muhammad. 2012. Konsep Dasar Fasilitasi Masyarakat. Artikel.

http://kpmbwi.blogspot.com/2012/06

Arikunto. S., 2005, Manajemen Penelitian Edisi Revisi, Rineka Cipta, Jakarta.

---, 2005. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta. Bina Aksara.

Bayu Suryaningrat. 1976. Pemerintahan dan Administrasi Desa. Yayasan Beringin Korpri Unit Depdagri, Jakarta

Beratha, I Nyoman, Drs. 1991. Pembangunan Desa Berwawasan Lingkungan.

Bumi Aksara, Jakarta

---. 1982. Desa, Masyarakat dan Pembangunan Desa. Ghalia Indonesia, Jakarta

Badan Pusat Statistik Indonesia, 2002. Panduan Kepala BPJS Propinvinsi dan Kabupaten Kota. Katalog BPS, Badan Pusat Statistik.

Fahrudin, Adi, 2012, Pengantar Kesejahteraan Sosial, bandung : Refika Aditama.

Jamasy Owin, 2004. Keadilan, Pemberdayaan dan Penanggulangan Kemiskinan, Blantika Mizan.

Juriati, 2013. Pemberdayaan Aparatur pemerintah dalam Kegiatan Pelayanan Publik pada Bidang Catatan Sipil dan Kependudukan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Takalar. FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Koentjaraningrat. 2002. Kebudayaan Mentalis dan Pembangunan, PT.Gramedia Utama, Jakarta

Koentjaraningrat. 1991. Metode-metode Penelitian Masyarakat. PT.Gramedia Pustaka, Jakarta

Kencana, Inu. 2001. Pengantar Ilmu Pemerintahan. PT.Rafika Aditama, Bandung Labolo, Muhadam. 2007. Memahami Ilmu Pemerintahan. PT.Raja Grafindo

Persada, jakarta

Maskun, Sumitro. 1993. Pembangunan Masyarakat Desa. Media widya Mandala, Yogyakarta

Mas’oed, Mohtar, 1994. Politik, Birokrasi dan Pembangunan, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Mubyarto, 1984. Strategi Pembangunan Pedesaan, P3PK UGM, Yogyakarta.

Ndraha Talijuduhu, 1999. Dimensi-dimensi Pemerintahan Desa. Jakarta : Bumi Aksara

Nurdjaman, Progo, 2004. Pokok-pokok penyelenggaraan pemerintahan umum, Direktur Jenderal Pemerintahan Umum.

Poltak Sinambela, Lijan dkk, Reformasi Pelayanan Publik, Jakarta : Bumi Aksara.

Prasadja, Buddy. 1982. Pembangunan Desa dan Masalah Kepemimpinannya.

CV.Rajawali, Jakarta

Sangarimbun, Masri dan Sofian Effendi. 1987. Metode Penelitian Survai. LP3ES, Yogyakarta

Sarman Mukhtar dan Sajogjo, 2000. Masalah Penanggulangan Kemiskinan, Puspa Swara, Kawasan Timur Indonesia.

Sudirwo, 1981. Pokok-pokok Pemerintahan Di Daerah dan Pemerintagan Desa, Bandung : Angkasa Bandung.

Sugiyono, 2004. Metode Penelitian Administrasi. Edisi ke-14: Alfabeta, Bandung

---, 2011. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

---, 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D, Bandung:

Alfabeta.

Sumodiningra, Gunawan, 1998. Membangun Ekonomi Rakyat, Yogyakarta : Pustaka pelajar.

Suriyadi Efendi, 2008. Upaya pemerintah Desa dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Taman Rahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi. FISIP Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta Suparjo, Unang, 1998. Pemerintah Desa dan Kelurahan, Jakarta: Bumi Aksara Syarifin, Pipin dkk, Pemerintah Daerah Indonesia, Bandung : Pustaka Setia.

Undang – Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial.

Wikipedia, 2015. Pemerintahan Daerah Di Indonesia.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintahan_daerah_di_Indonesia). Diakses pada tanggal, 21 Januari 2015.

Wikipedia, 2015. Kelurahan.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Kelurahan). Diakses pada Tanggal, 22 Januari 2015.

Wikipedia, 2015. Kabupaten Takalar.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Takalar). Diakses pada Tanggal, 23 Januari 2015.

Wikipedia, 2015. Kecamatan Mappakasunggu.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Mappakasunggu,_Takalar). Diakses pada Tanggal, 23 Januari 2015.

Website Fisip UI, 2012. Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

(http://www.socialwelfare.fisip.ui.ac.id/). Diakses pada Tanggal,3 Januari 2015.

Website Tunas Muda, 2015. Tujuan dan Sasaran Kesejahteraan Sosial.

(https://tunas63.wordpress.com/2011/11/03/tujuan-dan-sasaran-kesejahteraan-sosial/). Diakses pada Tanggal, 24 Januari 2015.

Dokumen terkait