BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Data Penelitian
Penelitian ekperimen terdapat tiga tahapan yang perlu dilakukakan, yaitu pra-ekperimen, ekperimen dan pasca-eksperimen. Pada tahap pra-eksperimen dilakukan sebelum melakasanakan treatment. Dalam pra-ekperimen terdapat beberapa tahap yang akan dilaksanakan, pertama menetapkan permasalahan yang terjadi dan menentukan metode Quiz Team sebagai treatment yang akan digunakan untuk upaya meningkatkan minat baca siswa. Tahap kedua yaitu menentukan sampel yang akan dijadikan subjek penelitian, selanjutnya menentukan kelompok kontrol dan kelompok ekperimen. Sampel atau subjek penelitian ini didapatkan berdasarkan hasil kuesioner yang sudah diberikan pada saat observasi. Berdasarkan rekomendasi oleh Guru BK maka dipilihlah kelas XI IPS 1 sebagai kelompok kontrol dengan jumlah siswa 26 orang dan kelas XI IPS 2 sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah siswa 29 orang. Setelah melakukan penentuan sampel, tahap ketiga selanjutnya membuat pre-test dan post-test dengan menggunakan skala likert yang berjumah 40 soal pernyataan dengan rentang skor 1-4. Kategorisasi dibagi menjadi tiga kategori yaitu kategori tinggi, sedang, rendah untuk mengukur tingkat minat baca siswa. Setelah pembuatan skala likert dilakukan uji coba instrumen skala tersebut. Pelakasanaan uji
59
coba dilakukan pada tanggal 7 Mei 2015 pada pukul 09.00 – 10. 30 WIB.
Tahapan-tahapan awal dalam pra-eksperimen setelah dilaksanakan, yaitu berdiskusi dengan guru BK tentang persiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk berjalannya treatment serta menentukan waktu pelaksanaan treatment. Selanjutnya, yaitu pembentukan kelompok eksperimen menjadi tiga kelompok besar. 2. Deskripsi Pelaksanaan dan Hasil Penelitian
a. Pre-test
1) Distribusi Data
Pada hari Kamis, 21 Mei 2015 pukul 09.15 – 10.00 WIB dilaksanakan pretest terhadap kelompok eksperimen dan pukul 10.15 – 10.45 WIB dilaksanakan pretest terhadap kelompok kontrol. Dari data pretest tersebut kemudian didapatkan distribusi data. Data yang diperoleh sebelum dilakukan perlakuan (treatment) pada kelompok eksperimen dari keseluruhan siswa yang berjumlah 29 orang,terdapat 25 siswa (86,2%) berada pada skor antara 81-120, 4 siswa (13,8%) berada pada skor antara 121-160.
Perbandingan distribusi data yang didapat dari hasil pretest kelompok kontrol dari keseluruhan jumlah siswa sebanyak 26 orang. Data yang diperoleh yaitu tidak terdapat siswa pada skor kurang dari 80, terdapat 24 siswa (92,3%) berada pada skor antara 81-120, 2 siswa (7,7%) berada pada skor antara
60
121-160. Perbandingan distribusi data frekuensi antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3. Distribusi Data Minat Baca sebelum Diberikan Quiz Team
skor Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Frekuensi Persentase (%) Frekuensi Persentase (%)
< 80 0 0 0 0
81-120 25 86,2 24 92,3
121-160 4 13,8 2 7,7
Total 29 100,00 26 100,00
2) Kategorisasi Data
Minat baca siswa yang merupakan variabel dependent dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala minat baca model skala Likert yang berjumah 40 item pernyataan dengan rentang skor 1-4. Kategorisasi dibagi menjadi tiga kategori yaitu kategori tinggi, sedang dan rendah. Kategori tersebut digunakan untuk mengetahui tingkat minat baca siswa. Berikut adalah Kategori skor pre-test dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut.
Tabel 4. Kategori Skor P re-test
Skor Maksimal 4 X 40 = 160 Skor Minimal 1 X 40 = 40 Mean Ideal (µ) 200 / 2 = 100 St. Deviasi (α) 120 / 6 = 20 Kategori Batasan Tinggi = x> Mi+SDi = > 100 + 20 = > 120
Sedang = (Mi-SDi) < x < (Mi+SDi) = 80 – 120
61
Tabel 5. Kategorisasi Minat Baca sebelum Diberikan Quiz Team
Kategori Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol Frekuensi Persentase (%) Frekuensi Persentase (%)
Rendah 0 0 0 0
Sedang 25 86,2 24 92,3
Tinggi 4 13,8 2 7,7
Total 29 100,00 26 100,00
Sebelum mendapatkan quiz team, kelompok eksperimen termasuk dalam kategori sedang berjumlah 25 siswa (86,2%), sedangkan pada kategori sedang kelompok kontrol terdapat 24 siswa (92,3%). Siswa dalam kategori tinggi pada kelompok eksperimen terdapat 4 siswa (13,8%), sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 2 siswa (7,7%).
Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa minat baca siswa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen tergolong rendah dapat dilihat dalam grafik pada Gambar 1 di bawah ini.
Gambar 1. Grafik Perbedaaan Kategori Hasil Pre-test Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol.
0 5 10 15 20 25 eksperimen kontrol sedang tinggi
62 3) Tendensi Nilai Sentral
Sebelum diberikan pre-test, kelompok eksperimen memiliki mean, median, modus berturut-turut 108,27, 107,00, dan 99. Sementara mean, median dan modus untuk kelompok kontrol adalah 107,42, 109,00, dan 104 dicantumkan pada tabel berikut ini.
Tabel 6. Tendensi Nilai Sentral Minat Baca setelah pre-test Parameter Kel. Eksperimen Kelompok Kontrol
Mean 108,27 107,42 Median 107,00 109,00 Mode 99 104 Simpang Baku 9,812 8,528 Minimum 90 85 Maximum 128 126
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa, nilai rata-rata (mean) pada kelompok eksperimen sebesar 108,27 dan 107,42 pada kelompok kontrol. Untuk nilai median pada kelompok eksperimen sebesar 107,00 dan 109,00 pada kelompok kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, sebelum diberikan quiz team kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki tendensi nilai sentral yang hampir sama yang mengindikasikan bahwa minat baca pada kedua kelompok ini mendekati sama.
4) Hasil Uji-t Pre-test
Sebelum diberikan perlakuan dengan metode quiz team diharapkan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak berbeda secara signifikan. Hasil analisis uji-t pretest kelompok
63
eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
Tabel 7. Hasil Uji t Pre-test Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol
Pre-test t p Keterangan
-0,342 0,734 Tidak signifikan
Hasil uji beda dengan uji t antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada saat sebelum diberikan metode quiz team memberikan hasil t hitung = -0,342 dengan signifikansi p = 0,734. Karena p (0,734) > 0,05 maka tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol pada saat pretest.
b. Pelaksanaan 1. Treatment I
Treatment pertama dilaksanakan pada hari Senin, 25 Mei 2015 dimulai pada pukul 09.00 hingga pukul 09.45 WIB. Kegiatan dilaksanakan di dalam kelas XI IPS II sebagai kelas eksperimen (treatment). Pada pertemuan pertama berkolaborasi dengan Guru BK dalam menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan.
64 a) Pembuka
(1) Kegiatan dibuka dengan memberi salam dan doa, kemudian dilanjutkan dengan presensi kelas, siswa yang hadir terdapat 29 anak.
(2) Setelah dilakukan presensi kelas siswa diminta tenang, karena suasana kelas masih sangat gaduh.
b) Tahap pelaksanaan
(1) Setelah kelas sudah kondusif masing-masing siswa dibagikan 3 halaman kertas berisi materi yang akan digunakan dalam proses treatment. Topik yang akan digunakan dalam treatment ini adalah definisi konflik sosial, sebab-sebab konflik, dan karakteristik konflik. (2) Setelah masing-masing siswa mendapatkan topik materi
siswa dibagi ke dalam kelompok besar, yaitu tim A, tim B, dan tim C. Tim A berjumlah 10 siswa terdiri dari anggota bernama An, Hs, Tn, Ls, As, Nr, Vi, St, Dn, dan Wd. Tim B berjumlah 10 siswa terdiri dari anggota bernama Rd, Tc, Hu, Ad, Sn, Fn, Jn, Va, Ki, dan Yn. Sedangkan Tim C berjumlah 9 siswa terdiri dari anggota bernama Dk, Av, Dv, Yo, Gn, Ty, Ab, Rr, dan Ft
(3) Setelah siswa diminta untuk duduk berdasarkan timnya, siswa diberi sedikit penjelasan mengenai kegiatan bimbingan klasikan dengan menggunakan metode Quiz Team yang akan berlangsung. Siswa diberi penjelasan
65
bahwa quiz team merupakan suatu kegiatan belajar secara aktif dengan cara membaca kemudian saling memberikan pertanyaan serta jawaban dari anggota tim kepada anggota pada tim yang berbeda. Seusai diberi penjelasan secara singkat tampaknya siswa sangat antusias untuk mengikuti quiz team. Setelah itu siswa ditugaskan untuk membaca materi yang sudah dibagikan kepada masing-masing siswa dan hanya diberi waktu 10 menit untuk membaca secara seksama.
(4) Setelah selesai membaca tim A diberi waktu 5 menit untuk menyiapkan pertanyaan sebagai pemandu kuis, sementara tim B dan tim C masih diberi kesempatan untuk menyimak kembali materi yang sudah dibaca. (5) Setelah 5 menit semua siswa diminta untuk menutup
semua materi, kemudian Tim A sebagi pemandu Tim memulai memberikan pertanyaan kepada Tim B, pertanyaan pertama siswa dari Tim A tampak berebut, kesempatan bertanya diberikan kepada Hs dengan pertanyaan “Sebutkan definisi konflik secara sosiologis.” Kemudian kuis dijawab oleh Sn dari Tim B dengan jawaban “suatu proses sosial yang terjadi antara dua orang atau lebih dengan tujuan menyingkitkan pihak lain.” Kuis kedua oleh Nr dengan pertanyaan “sebutkan pengertian konflik secara umum.” Kuis dijawab oleh Dv
66
dari Tim C dengan jawaban “konflik adalah bentuk pertentangan atau perselisihan, dapat disertai ancaman dan kekerasan.” Pertanyaan ketiga dari Tim A oleh Vi dengan pertanyaan “sebutkan faktor-faktor penyebab konflik.” Siswa berebut dalam menjawab namun kesempatan dijawab oleh Fn dari Tim B dengan jawaban “perbedaan antar indiviu, perbedaan agama, perbedaan budaya, perbedaan ras.” Kuis keempat untuk Tim C oleh Ls dengan pertanyaan “ Jelaskan arti dari Cultural lag.” Kemudian dijawab oleh Ty dengan jawaban “hilangnya beberapa unsur sosial, budaya pada generasi muda.” Jawaban salah sehingga Tim C masih diberi kesempatan untuk menjawab tetapi tidak terdapat siswa yang dapat menjawab pertanyaan, maka Tim B diberi kesempatan untuk menjawab sehingga dijawab oleh Jn dengan jawaban “ketertinggalan system norma dan nilai.” Kuis kelima anggota Tim A tampak berebut ingin memberikan pertanyaan, kesempatan diberikan kepada Wd dengan pertanyaan “jelaskan arti konsumerisme.” Pertanyaan dijawab oleh Ad dari Tim B dengan jawaban “pemakaian barang-barang mewah secara berlebihan.” Kuis keenam oleh St ditujukan untuk Tim C dengan pertanyaan “apakah semua konflik akan berdampak negatif?berikan penjelasanya” awalnya siswa dari Tim C tampak bingung
67
untuk menjawab, pada saat kuis akan diberikan kepada Tim B salah satu anggota Tim C menunjukan jari kemudian dijawab oleh Ft dengan jawaban “Tidak, karena terdapat konflik ringan yang dapat ditanggulangi dan diselesaikan.” Kuis ketujuh oleh Tn untuk Tim B dengan pertanyaan “sebutkan 3 karakteristik konflik.” Terdaat dua siswa yang ingin menjawab namun kesempatan menjawab diberikan kepada Rd dengan jawaban “konflik tidak selamanya berdampak negative, konflik bertentangan dengan integrasi, dan konflik dapat menciptakan perubahan.” Kuis kedelapan oleh Vi untuk Tim C dengan pertanyaan “jelaskan yang dimaksud konflik positif.” Kuis dijawab oleh Ab dengan jawaban “konflik positif adalah konflik persaingan sehat dan terjadi secara sportif.”
c) Penutup
Seusai kegiatan Quiz Team pertama siswa diminta untuk memberikan kesimpulan terhadap kegiatan yang baru saja dilaksanakan, salah satu siswa menjawab bahwa kegiatan quiz team menyenangkan tetapi membuat kelas menjadi sedikit gaduh karena saling berebut untuk menjawab. Maka dapat ambil kesimpulan bahwa dalam kegiatan pertama siswa siswa antusias dalam mengikuti kegiatan, tetapi keadaan kelas masih sedikit gaduh karena
68
siswa berebut untuk menjawab tanpa menunjukkan jari terlebih dahulu. Selanjutnya kegiatan ditutup dengan ucapan terimakasih serta salam.
2. Treatment II
Treatment kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 28 Mei 2015 dimulai pada pukul 11.00 hingga pukul 11.45 WIB. Kegiatan dilaksanakan di dalam kelas XI IPS II sebagai kelas eksperimen (treatment). Pada kegiataan kedua Guru BK menyerahkan sepenuhnya untuk treatment.
a) Pembuka
(1) Kegiatan dibuka dengan memberi salam dan doa, kemudian dilanjutkan dengan presensi kelas, siswa yang hadir terdapat 29 anak.
(2) Setelah dilakukan presensi kelas siswa diminta tenang, kelas belum kondusif karena masih ada beberapa siswa yang keluar masuk kelas.
b) Tahap pelaksanaan
(1) Setelah kelas sudah kondusif masing-masing siswa dibagikan 3 halaman kertas berisi materi yang akan digunakan dalam proses treatment. Topik yang akan digunakan pada treatment ini antara lain yaitu definisi kekerasan, faktor penyebab kekerasan, dan karakteristik kekerasan.
69
(2) Setelah masing-masing siswa mendapatkan topik materi siswa diminta duduk berdasarkan tim yang sudah dibagi pada pertemuan sebelumnya, yaitu tim A, tim B, dan tim C. Tim A berjumlah 10 siswa terdiri dari anggota bernama An, Hs, Tn, Ls, As, Nr, Vi, St, Dn, dan Wd. Tim B berjumlah 10 siswa terdiri dari anggota bernama Rd, Tc, Hu, Ad, Sn, Fn, Jn, Va, Ki, dan Yn. Sedangkan Tim C berjumlah 9 siswa terdiri dari anggota bernama Dk, Av, Dv, Yo, Gn, Ty, Ab, Rr, dan Ft.
(3) Setelah siswa diminta untuk duduk berdasarkan timnya, siswa diberikan sedikit penjelasan terkait treatmen kedua yang akan dilaksanakan. Setelah itu siswa ditugaskan untuk membaca materi yang sudah dibagikan kepada masing-masing siswa dan hanya diberi waktu 10 menit untuk membaca secara seksama.
(4) Seusai membaca tim B diberi waktu 5 menit untuk menyiapkan pertanyaan sebagai pemandu kuis, sementara tim A dan tim C masih diberi kesempatan untuk menyimak kembali materi yang sudah dibaca. (5) Setelah 5 menit semua siswa diminta untuk menutup
semua materi, kemudian Tim B memulai kuis untuk memberikan pertanyaan kepada Tim C, apabila Tim C tidak dapat menjawab maka kesempatan menjawab diberikan kepada Tim A. Kuis pertama ditujukan untuk
70
Tim C oleh Fn dengan pertanyaan “Jelaskan definisi kekerasan secara umum.” Beberapa siswa tampak berebut untuk menjawab, namun hanya 3 siswa yang diberi kesempatan untuk menjawab, Dk dari Tim C dengan jawaban “suatu perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cidera atau kerusakan terhadap orang lain.” jawaban kedua dijawab oleh Ty dengan jawaban “perilaku yang berawal dari konflik antara satu orang atau lebih yang melukai pihak lain.” jawaban ketiga oleh Dv dengan jawaban “Suatu tindakan yang melibatkan emosi dan fisik yang dapat menimbulkan kerusakan pada pihak lain.” Kuis kedua masih terdapat beberapa siswa untuk berebut mengajuan kuis untuk tim yang lain, kesempatan kuis kedua oleh Tc untuk Tim A dengan pertanyaan “jelaskan definisi kekerasan menurut James Rule.” Kuis dijawab oleh Dn dengan jawaban “perilaku kekerasan fisik, merusak, dan menyakiti orang lain.” jawaban Tim A belum benar sehingga Tim C diberi kesempatan untuk menjawab karena tidak ada siswa dari Tim A yang ingin membetulkan jawaban. Dijawab oleh Rr dari Tim C dengan jawaban “gerakan naluri bersama yang menciptakan kondisi gerakan massa.” Kuis ketiga untuk Tim C oleh Vq dengan pertanyaan “bagaimana pendapat
71
anda mengapa kekerasan dapat berkepanjangan ?” Tim C berebut untuk menjawab namun kesempatan menjawab diberikan oleh Dv dengan jawaban “kekerasan dapat berkepanjangan karena adanya persaingan sehingga ada kedua belah pihak atau lebih tidak ada yang mau mengalah.” Kuis keempat untuk Tim A oleh Ki dengan pertanyaan “jelaskan mengapa kekerasan tidak dibenarkan oleh norma.” Dua siswa berebut mendapatkan kesempatan menjawab, siswa bernama An dengan jawaban “Karena dapat menimbulkan permusuhan akibat dari dua pihak atau lebih tidak dapat mengontrol emosinya.” Sedangkan Ls menjawab “akan maraknya persaingan dan emosi yang tidak terkontrol.” Kuis kelima kepada Tim C oleh Hu dengan pertanyaan “sebutkan salah satu contoh kekerasan akibat frustasi.” Dua siswa berebut untuk menjawab, Ab memberikan jawaban “seorang anak tidak diturutin keinginannya oleh orang tua sehingga mengamuk terhadap orang tuanya.” Sedangkan Gn memberikan jawaban “seorang siswa yang tidak lulus ujian merasa frustasi sehingga enyakiti diri sendiri dan orang sekitarnya.” Kuis keenam untuk Tim A oleh Yn dengan pertanyaan “menurutu apa saja yang menyebabkan seseorang melakukan kekerasan?” Kuis
72
dijawab oleh As dengan jawaban “emosi, frustasi, dan dapat juga dibawah pengaruh minuman kras yang membuat seseorang tidak dapat mengontrol dirinya.” Kuis ke tujuh oleh Rd kepada Tim C dengan pertanyaan “jelaskan mnurut anda dampak dari kekerasan.” Tiga anggota Tim C berebut untuk diberikan kesempatan untuk menyampaikan jawabannya. Av menjawab “kekerasan akan merugikan pihak lain, sehingga tidak menutup kemungkinan mengakibatkan timbulnya dendam.” Jab kedua oleh Yo dengan jawaban “akan terjadi kerusakan dalam hubungan anatar individu maupun antar kelompok sehingga merusak keutuhan dalam kemasyarakatan.” Jawaban ketiga oleh Ls dengan jawaban “Emosi berdampak melukai orang lain sehingga seseorang yang tidak terlibat merasa terganggu sehingga emosi akan menyebar luas termasuk kekerasan, maka lingkungan menjadi tidak sehat.”
c) Penutup
Selesai treatment kedua salah satu siswa menyampaikan kesimpulan bahwa quiz team sangat menyenangkan untuk kegiatan di kelas. Sehingga diambil kesimpulan bahwa siswa semakin antusias dan sudah terlihat banyak siswa aktif terkait dengan membaca. Dapat dibuktikan dengan semakin bertambah siswa yang bertanya
73
dan menjawab meskipun jawaban masih ada yang salah, tetapi mereka berusaha mencoba. Peneliti memberi apresiasi kepada siswa atas keaktifan dalam treatment dan menunjukan kemajuan yang baik. Selanjutnya kegiatan ditutup dengan ucapan terimakasih dan salam.
3. Treatment III
Treatment ketiga dilaksanakan pada hari Senin, 1 Juni 2015 dimulai pada pukul 09.00 hingga pukul 09.45 WIB. Kegiatan dilaksanakan di dalam kelas XI IPS II sebagai kelas eksperimen (treatment). Pada kegiataan kedua Guru BK menyerahkan sepenuhnya untuk treatment.
a) Pembuka
(1) Kegiatan dibuka dengan memberi salam dan doa, kemudian dilanjutkan dengan presensi kelas, siswa yang hadir terdapat 29 anak.
(2) Setelah dilakukan presensi kelas siswa diminta tenang, dikarenakan usai mengikuti kegiatan dilapangan.
(3) Setelah masing-masing siswa mendapatkan topik materi siswa diminta duduk berdasarkan tim yang sudah dibagi pada pertemuan sebelumnya, yaitu tim A, tim B, dan tim C.
74 b) Tahap pelaksanaan
(1) Setelah kelas sudah kondusif masing-masing siswa dibagikan 3 halaman kertas berisi materi yang akan digunakan dalam proses treatment. Topic yang digunakan dalam treatment ini antara lain yaitu definisi integritas sosial, faktor penentu integritas sosial, dan faktor pendorong integritas sosial.
(2) Setelah masing-masing siswa mendapatkan topik materi siswa diminta duduk berdasarkan tim yang sudah dibagi pada pertemuan sebelumnya, yaitu tim A, tim B, dan tim C. Tim A berjumlah 10 siswa terdiri dari anggota bernama An, Hs, Tn, Ls, As, Nr, Vi, St, Dn, dan Wd. Tim B berjumlah 10 siswa terdiri dari anggota bernama Rd, Tc, Hu, Ad, Sn, Fn, Jn, Va, Ki, dan Yn. Sedangkan Tim C berjumlah 9 siswa terdiri dari anggota bernama Dk, Av, Dv, Yo, Gn, Ty, Ab, Rr, dan Ft.
(3) Setelah siswa diminta untuk duduk berdasarkan timnya, siswa diberikan sedikit penjelasan terkait treatmen ketiga yang akan dilaksanakan. Setelah itu siswa ditugaskan untuk membaca materi yang sudah dibagikan kepada masing-masing siswa dan hanya diberi waktu 10 menit untuk membaca secara seksama.
75
(4) Seusai membaca tim B diberi waktu 5 menit untuk menyiapkan pertanyaan sebagai pemandu kuis, sementara tim A dan tim C masih diberi kesempatan untuk menyimak kembali materi yang sudah dibaca. (5) Setelah 5 menit semua siswa diminta untuk
menutup semua materi, kemudian diawali oleh Tim C untuk memberikan pertanyaan kepada Tim A, apabila Tim A tidak dapat menjawab maka kesempatan menjawab diberikan kepada Tim B. Kuis pertama Tim C kepada Tim A oleh Ty dengan pertanyaan “jelaskan definisi integrasi sosial menurut Yudoyoko.” Dua siswa berebut ingin mendapatkan kesempatan menjawab, An menjawab “Proses dimana perbedaan dalam suatu masyarakat menjadi suatu kesatuan.” Sedangkan Vi menjawab “ Suatu perbedaan yang semakin tidak terlihat seningga menjadikan kesatuan pada kehidupan bermasyarakat.” Kuis kedua untuk Tim B oleh Ls dengan pertanyaan “jelaskan arti toleransi.” Kuis dijawab dengan sigap oleh Ad dengan jawaban “toleransi adalah mampu menahan diri dan mampu menerima segala sesuatu keadaan bermasyarakat maupun pribadi.” Kuis ketiga kepada Tim A oleh Ab dengan pertanyaan “sebutkan satu saja faktor
76
yang dapat mendorong integritas sosial.” Dua siswa ingin mendapatkan kesempatan untuk menjawab, jawaban pertama oleh Ls dengan jawaban “unsur kebudayaan yang sama akan melahirkan sifat integritas sosial contohnya gotong royong.” Jawaban kedua oleh Wd dengan jawaban “sikap saling rendah hati, sabar, dan ramah akan menimbulkan komunikasi.” Kuis keempat untuk Tim B oleh Av dengan pertanyaan “Sebutkan yang kamu ketahui hal-hal yang terkait dalam integrasi sosial menurut Paulus Wirutomo.” Terlihat tiga siswa berebut untuk menjawab, ketiganya diberi kesempatan untuk menjawab. Jawaban pertama oleh Rd dengan jawaban “stabilitas, toleransi, kedamaian, kohesi, solidaritas, harmoni. Jawaban kedua oleh Sn dengan jawaban “keseimbangan, toleransi, harmoni, stabilitas, kesetiakawanan, komproi, solidaritas. Jawaban ketiga oleh Fn dengan jawaban “saya akan melengkapi jawaban yang belum disebutkan anatara lain stabilitas, konformitas, kohesi, dan sinergi.” Kuis kelima kepada Tim A oleh Yo dengan pertanyaan “apakah yang dimaksud terisolasi kebudayan?” tampaknya Tim A tidak ada yang dapat menjawab, sehingga
77
kesempatan menjawab diberikan kepada Tim B, tampak anggota Tim B masih memikirkan jawaban. Satu siswa dapat menjawab yaitu Hu dengan jawaban “terisolasi kebudayaan menurut saya seseorang terlepas dari pengetahuan mengenai kebudayaan, sehingga dapat dikatakan seseorang tersebut tidak memiliki komunikasi yang baik dengan yang lain, karena itulah akan memicu perbedaan yang mengakibatkan konflik.” Kuis keenam kepada Tim A oleh Li dengan pertanyaan “jelaskan yang dimaksud efektifitas komunikasi.” Jawaban dijawab dengan sigap oleh An dengan jawaban “kondisi dimana terdapat integritas sosial yang berlangsung pada masyarakat dengan sangat baik, dibandingakan dengan masyarakat yang memilii kesadaran akan pentingnya berkomunikasi.” Kuis ke tujuh kepada Tim B oleh Dv dengan pertanyaan “sebutkan 3 saja faktor penentu lambat atau tidaknya integritas sosial.” Dua siswa berebut untuk mendapatkan kesempatan pertama untuk menjawab. Jawaban pertama oleh Yn dengan jawaban “efektifitas komunikasi, seberapa besar kelompok, homogenitas kelompok.” Jawaban kedua oleh Tc dengan jawaban “homogenitas
78
kelompok, besar kecilnya kelompok, mobilitas geografis, efektifitas komunikasi.”
c) Penutup
Treatment ketiga beberapa siswa menyampaikan kesimpulan bahwa quiz team membuat semanagt untuk membaca karena didorong oleh saling bersaing. Kesimpulan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam tiga pertemuan bahwa siswa tampak semakin antusias dalam saling memberikan kuis dan jawaban, siswa terlihat sanagt sungguh-sunggu dalam menyipak isi topik materi yang disajikan untuk kuis. Selanjutnya kegiatan ditutup dengan mengucapkan terimakasih kepada siswa dan