BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
2. Deskripsi Hasil
Hasil dari penelitian memberikan gambaran secara umum
mengenai konsep sensualitas pada wanita maupun pria dalam konteks
seksualitas khususnya hasrat seksual. Gambaran konsep sensualitas
yang dimaksud meliputi interaksi emosional, emosi positif, keinginan
interaksi seksual, ketertarikan fisik, dan tempat privat.
Aspek interaksi emosional meliputi respon terhadap emosi
positif yang membuat seseorang ingin melakukan aktivitas yang
menunjukkan keintiman dengan orang lain. Aspek emosi positif
merupakan respon perasaan seseorang terhadap sesuatu yang
menguntungkannya dan memotivasi untuk bertindak sesuatu hal.
membangkitkan gairah seksual sehingga memunculkan keinginan
untuk melakukan aktivitas seksual. Apek ketertarikan fisik merupakan
kesukaan atau ketertarikan pada fisik atau bagian tubuh tertentu.
Aspek tempat privat meliputi tempat yang dapat menjaga kepentingan
pribadi seseorang dengan pasangannya.
a. Sensualitas Wanita
1) Interaksi Emosional
Kategori Interaksi Emosional pada wanita terdiri
dari Interaksi Akrab yang Melibatkan Penjiwaan, Posisi
Sangat Dekat, Hubungan Spesial yang Dekat, Ekspresi
Positif, Keintiman, Interaksi yang Melibatkan Emosi
Positif, dan Kontak Fisik yang Melibatkan Emosi Positif.
Tabel II.
Kategori dalam Interaksi Emosional Wanita Interaksi Akrab yang Melibatkan Penjiwaan Posisi Sangat Dekat Hubungan Spesial yang Dekat Interaksi yang Dekat Kontak Mata yang Dalam Menjiwai Posisi Tidur Posisi Dekat Terjalin Hubungan Khusus Ketertarikan
Ekspresi Positif Keintiman
Kontak Fisik yang Melibatkan Emosi Positif Ekspresi Positif Mesra Keintiman Perhatian Bersentuhan Kontak Fisik Memeluk
Kategori Interaksi Akrab yang Melibatkan
Penjiwaan terkait dengan topik yang menunjukkan adanya
interaksi yang mendalam pada sepasang kekasih. Topik –
topik yang terkait yaitu interaksi yang dekat, kontak mata
yang dalam, dan menjiwai.
“Menunjukkan wanita ke pasangannya sangat dekat,
dan ingin mengatakan lebih dengan tindakan.”
(Sensualitas Wanita, A.1.1.1. Tindakan/ Perilaku, 177/P1/17/F)
“Ada kontak mata yang intens dan dalam”
(Sensualitas Wanita, A.1.2.3. Kontak Mata, 003/P1/12/F)
“Dilihat dari gambar kedua-duanya saling bisa merasakan(mood red)” (Sensualitas Wanita,
A.1.3.4. Saling Merasakan, 039/P1/21/F)
Kategori kedua adalah Posisi yang Dekat. Kategori
ini menunjukkan bahwa sensualitas berkaitan dengan
kedekatan fisik. Topik yang termasuk dalam kategori ini
yaitu posisi tidur dan posisi dekat.
“Posisinya tidur dan berpelukan” (Sensualitas
Wanita, A.2.1.1.Posisi Tidur, 147/P3/29/F)
“Unsur keintiman mereka yang membuat foto
terlihat sensual, cara mereka memegang pasangan, bersentuhan, dan jarak di antara mereka sangat dekat.” (Sensualitas Wanita, A.2.2.1.Dekat,
071/P2/20/F)
Selanjutnya adalah kategori Hubungan Spesial yang
karena adanya hubungan khusus yang terjalin diantara
seorang dengan yang lain. Topik yang muncul adalah
terjalin hubungan khusus dan ketertarikan.
“Menunjukkan hubungan yang sangat dekat, dan
sudah seperti suami istri.” (Sensualitas Wanita, A.3.1.5.Seperti Suami-Istri, 121/P1/13/F)
“Kedua pasangan menunjukkan bahwa mereka
saling tertarik, bukan karena fisik” (Sensualitas
Wanita, A.3.2.4.Tertarik, 177/P3/25/F)
Kategori Ekspresi Positif menjelaskan bahwa di
dalam konsep sensualitas melibatkan ekspresi positif
seseorang. Topik yang temasuk ekspresi positif adalah
topik ekspresi positif.
“Gambar menunjukkan wajah yang berseri-seri”
(Sensualitas Wanita, A.4.1.1.1.Wajah Berseri, 036/P2/15/F)
“Sederhana, membuatku ingin juga tertawa
bersama dengan pasangan yang dicintai.”
(Sensualitas Wanita, A.4.1.3.Tertawa, 074/P3/30/F)
Selanjutnya, kategori Keintiman. Kategori ini
meliputi interaksi pasangan yang intim dan kemesraan.
Topik yang terkait dengan kategori ini yaitu mesra,
keintiman, dan perhatian.
“Di gambar ini, pasangan tersebut tampak sedang bermesraan. Mereka saling menyentuh dan menatap satu sama lain. Setelah itu, mereka juga saling berpelukan sambil berbaring” (Sensualitas Wanita,
“Unsur keintiman mereka yang membuat foto terlihat sensual, cara mereka memegang pasangan, bersentuhan, dan jarak di antara mereka sangat
dekat” (Sensualitas wanita, A.5.2.1.Keintiman,
071/P2/20/F)
“Pasangan itu menunjukkan kemesraannya dan
perhatian” (Sensualitas Wanita, A.5.3.1.Perhatian, 006/P3/08/F)
Kategori terakhir yaitu Kontak Fisik yang
Melibatkan Emosi Positif. Kategori ini menunjukkan
bahwa sensualitas bukan hanya semata-mata terdapat
kontak fisik, melainkan terdapat emosi positif yang
menstimulasi kontak fisik tersebut. Topik yang termasuk
dalam kategori ini yaitu bersentuhan, kontak fisik, dan
memeluk.
“gambar ini, pasangan tersebut tampak mesra dan
saling menatap. Si laki-laki menatap dan
memeluk/menyentuh dengan hangat pasangannya”
(Sensualitas Wanita, A.6.1.1.Bersentuhan, 011/P1/25/F)
“Adanya bahasa tubuh yang akan mengarah pada kontak fisik. Hal itu juga tampak dari pandangan
mereka yang terkesan ingin “menyentuh dan
disentuh” (Sensualitas Wanita, A.6.2.1.Kontak Fisik,
176/P1/26/F)
“Di gambar ini, pasangan tersebut tampak mesra dan saling menatap. Si laki-laki menatap dan memeluk/menyentuh dengan hangat pasangannya”
(Sensualitas Wanita, A.6.3.3.Memeluk, 011/P1/25/F)
2) Emosi Positif
Konsep sensualitas pada wanita berkaitan dengan
Emosi Positif. Berdasarkan hasil penelitian, kategori yang
masuk ke dalam kategori Emosi Positif yaitu Melibatkan
Emosi Positif yang Dalam dan Keadaan Positif.
Tabel III.
Kategori dalam Emosi Positif Wanita Melibatkan Emosi
Positif yang Dalam Keadaan Positif Kedekatan Emosi
Perasaan Bahagia
Melibatkan Emosi
Kasih Sayang
Situasi Akrab dan Nyaman
Kategori Melibatkan Emosi Positif yang Dalam
meliputi topik kedekatan emosi, perasaan bahagia,
melibatkan emosi, dan kasih sayang.
“menunjukkan kedekatan yang perilakunya
mengarah pada sensualitas” (Sensualitas Wanita,
B.1.1.2.Kedekatan, 070/P1/05/F)
“Menunjukkan ekspresi wajah yang sangat
bahagia” (Sensualitas Wanita, B.1.2.1.Sangat Bahagia, 036/P1/01/F)
“secara fisik dekat, melibatkan perasaan dan
emosi” (Sensualitas Wanita, B.1.3.1.Melibatkan
Perasaan, 001/P1/05/F)
“Pasangan suami istri menunjukkan penuh cinta kasih.” (Sensualitas Wanita,B.1.4.2.Cinta Kasih,
047/P2/20/F)
“Sang suami dengan kasih sayang mencium sang istri.” (Sensualitas Wanita, B.1.4.3.Kasih Sayang,
Kategori selanjutnya adalah Keadaan Positif yang
merupakan situasi yang dianggap dapat mendukung
munculnya sensualitas. Topik yang termasuk dalam
kategori ini yaitu situasi akrab dan nyaman.
“Gambar di ranjang dengan wanita menutup badan
bagian atas jadi bikin penasaran dengan tangan si
pria merangkul. Jadi kelihatan ayem dan sensual)”
(Sensualitas Wanita, B.2.1.2. Nyaman, 042/P3/08/F)
“Kedua model terlihat saling menikmati dan
interaksinya menghasilkan rasa sensual yang akrab.” (Sensualitas Wanita, B.2.1.1.Akrab, 179/P3/23/F)
3) Keinginan Interaksi Seksual
Kategori Keinginan Interaksi Seksual pada wanita
meliputi Interaksi Menggoda, Posisi dan Kesan yang
Menstimulasi Gairah Seksual, Interaksi Seksual yang
Distimulasi Gairah Seksual, Kontak Fisik yang
Melibatkan Gairah Seksual, dan Pose yang Mengarah ke
Perilaku Seksual.
Tabel IV.
Kategori dalam Keinginan Interaksi Seksual Wanita
Interaksi Menggoda
Posisi dan Kesan yang Menstimulasi Gairah Seksual Interaksi Seksual yang Distimulasi Gairah Seksual Menggoda Kontak Mata Posisi Seronok Seksi Interaksi Seksual
Menggoda Manja Gairah Seksual Kenikmatan Seksual
Kontak Fisik yang Melibatkan Gairah Seksual
Pose yang Mengarah ke Perilaku Seksual Sentuhan Erotis
Berciuman
Pose Menantang
Gestur
Kategori Interaksi Menggoda meliputi topik
menggoda, kontak mata yang menggoda, dan manja.
“Masing-masing orang itu menunjukkan perilaku
menggoda pasangannya.” (Sensualitas Wanita, C.1.1.3.Menggoda, 060/P1/05/F)
“Kontak fisik mengarah ke area privat; ekspresi wajah menunjukkan ada hasrat seksual (terutama cara memandang pasangan)” (Sensualitas Wanita, C.1.2.2.Pandangan, 008/P2/27/F)
“Perempuannya manja.” (Sensualitas Wanita,
C.1.3.1.Manja, 079/P2/13/F)
Selanjutnya, kategori Posisi dan Kesan yang
Menstimulasi Gairah Seksual. Topik yang masuk ke dalam
kategori ini yaitu posisi seronok dan seksi.
“Terlihat posisinya sangat seronok” (Sensualitas Wanita, C.2.1.3.Posisi Seronok, 073/P3/28/F)
“Si perempuan terlihat begitu seksi dengan gayanya yang terlihat pada gambar 26 tersebut” (Sensualitas
Wanita, C.2.2.2.Seksi, 092/P3/26/F)
Kategori ketiga yaitu Interaksi Seksual yang
Distimulasi Gairah Seksual. Kategori ini menunjukkan
perilaku yang mengarah ke ranah seksual didasari oleh
gairah seksual. Topik yang terkait dengan kategori ini
yaitu interaksi seksual, gairah seksual, dan Kenikmatan
Seksual.
“Wanita hanya memakai tank top, baju laki-lakinya terbuka, mereka berciuman dan terlihat seperti Ingin berhubungan seksual” (Sensualitas Wanita, C.3.1.3.Hubungan Seks, 004/P1/05/F)
“Kontak fisik mengarah ke area privat; ekspresi wajah menunjukkan ada hasrat seksual (terutama
cara memandang pasangan” (Sensualitas Wanita,
C.3.2.4.Hasrat Seksual, 008/P2/27/F)
“Posisi akan berciuman, saling melihat bibir/bagian tubuh sehingga meningkatkan hasrat seksual. Sikap badan (termasuk tangan) seperti ingin
memberikan/mendapat kenikmatan sex.”
(Sensualitas Wanita, C.3.3.1.Memberikan Kenikmatan Seksual, 174/P1/03/F)
Kategori Kontak Fisik yang Melibatkan Gairah
Seksual meliputi topik sentuhan erotis dan berciuman.
“Karena model saling grepe-grepe” (Sensualitas Wanita, C.4.1.1.Grepe-grepe, 188/P3/27/F)
“Berciuman, sikap badan saling merengkuh, pakaian saling terbuka menunjukkan saling ingin
menikmati rangsangan seksual” (Sensualitas,
C.4.2.1.Cium, 174/P2/05/F)
Kategori terakhir yaitu Pose yang Mengarah ke
Perilaku Seksual. Topik yang masuk ke dalam kategori ini
yaitu pose menantang dan gestur.
“Pose yang menantang dan terlihat seperti pasangan yang hangat membuat foto tersebut
terlihat sensual” (Sensualitas Wanita, C.5.1.1.Pose yang Menantang, 219/P2/05/F)
“Perilaku, pada gambar tersebut menunjukkan pada
arah seksualitas cewek maupun cowok, si cewek dengan seperti memancing cowok dengan gerakan-gerakan yang ditunjukkan pada gambar tersebut, mata mereka juga tidak menunjukkan kehangatan”
(Sensualitas Wanita, C.5.2.1.Gerak Tubuh, 150/P3/14/F)
4) Ketertarikan Fisik
Kategori Ketertarikan Fisik dibagi menjadi dua
kategori yaitu Bagian Tubuh yang Menstimulasi Gairah
Seksual dan Pakaian Terbuka.
Tabel V.
Kategori dalam Ketertarikan Fisik Wanita Bagian Tubuh yang
Menstimulasi Gairah Seksual
Pakaian Terbuka Area Privasi Pakaian Terbuka
Kategori Bagian Tubuh yang Menstimulasi Gairah
Seksual meliputi topik area privasi
“Kontak fisik mengarah ke area privat; ekspresi wajah menunjukkan ada hasrat seksual (terutama
cara memandang pasangan” (Sensualitas Wanita,
D.1.1.1.Ke Area Privat, 008/P2/27/F)
“Karena ada sentuhan di leher yg merupakan
bagian sensitive.” (Sensualitas Wanita, D.1.1.2.Bagian Sensitif, 112/P3/25/F)
Selanjutnya, Kategori Pakaian Terbuka meliputi
“Kelihatan sensual karena si wanita pakai handuk saja, di kamar mandi bersama pria. Jadi kelihatan
sensual banget.” (Sensualitas Wanita,
D.2.1.1.Menggunakan Handuk, 042/P1/25/F)
“Kedua objek pada foto terlihat mendekatkan wajah,
tetapi objek perempuan menggunakan pakaian
yang bisa dikatakan pakaian yang agak terbuka.”
(Sensualitas Wanita, D.2.1.4.Pakaian Terbuka, 024/P1/05/F)
5) Tempat Privasi
Menurut hasil penelitian konsep sensualitas wanita
berkaitan dengan kategori Tempat Privat. Kategori yang
masuk di dalamnya yaitu Melibatkan Tempat yang Privasi.
Tabel VI.
Kategori dalam Tempat Privasi Wanita Melibatkan Tempat yang
Privasi
Setting Tempat
Kategori Setting Tempat menunjukkan tempat
dimana sensualitas pada wanita dapat terjadi. Topik yang
masuk ke dalam kategori ini yaitu setting tempat.
“Gambar di ranjang dengan wanita menutup badan bagian atas jadi bikin penasaran dengan tangan si pria merangkul. Jadi kelihatan ayem dan sensual.”
(Sensualitas Wanita, E.1.1.2.Di Ranjang, 042/P3/08/F)
“Tempat gambarnya diambil di kamar mandi dan perempuan di gambar tersebut kalau tidak salah hanya memakai pakaian dalam, menurutku itu
terlalu sensual” (Sensualitas Wanita, E.1.1.1.Kamar
Mandi, 075/P2/14/F)
b. Sensualitas Pria
1) Interaksi Emosional
Interaksi Emosional pada laki-laki terdiri dari
Interaksi Akrab dan Mendalam, Posisi Sangat Dekat,
Hubungan Spesial yang Dekat, Ekspresi Positif,
Keintiman, Interaksi yang Melibatkan Emosi Positif, dan
Kontak Fisik yang Melibatkan Emosi Positif.
Tabel VII.
Kategori dalam Interaksi Emosional Pria Interaksi Akrab dan Mendalam Posisi yang Sangat Dekat Hubungan Spesial yang Dekat Menikmati Kontak Mata yang Dalam Komunikasi Akrab Posisi Badan Saling Bertindihan Posisi Tidur Posisi Dekat Terjalin Hubungan Khusus
Ekspresi Positif Keintiman
Interaksi yang Melibatkan Emosi Positif Senyum Perhatian Keintiman Mesra Kelembutan Ketulusan
Kontak Fisik yang Melibatkan Emosi Positif Kontak Fisik Intens
Berpelukan
Memegang
Membelai
Kategori Interaksi Akrab dan Dalam terkait dengan
topik yang menunjukkan adanya interaksi yang mendalam
pada sepasang kekasih. Topik – topik yang terkait yaitu menikmati, kontak mata yang dalam, dan komunikasi
akrab.
“Gambar tersebut sungguh sensual dimana tampak
sepasang pasutri sedang menikmati sebuah
kemesraan dan keintiman dalam hubungan”
(Sensualitas Pria, A.1.1.2.Menikmati, 099/P2/15/M)
“Gambar ini diperoleh atau dipilih karena tatapan yang cukup dalam dan sentuhan fisik yang cukup
menggambarkan kedekatan” (Sensualitas Pria,
A.1.2.4.Tatapan Mata, 072/P2/29/M)
“Menunjukkan hal yang sangat sensual dimana ada
adegan bercengkrama di suatu ruangan”
(Sensualitas Pria, A.1.3.2.Bercengkrama, 099/P1/05/M)
Kategori kedua adalah Posisi yang Dekat. Kategori
ini menunjukkan bahwa sensualitas berkaitan dengan
kedekatan fisik. Topik yang termasuk dalam kategori ini
yaitu posisi badan saling bertindihan, posisi tidur dan
posisi dekat.
“Posisi kedua pasangan bertumpang tindih tapi saya memberikan persepsi bahwa mereka sedang berbagi kehangatan dan merasakan kenyamanan
dari kedua pasangan.” (Sensualitas Pria,
A.2.1.1.Saling Menindih, 124/P3/29/M)
“Posisi tertidur si pria terlihat memeluk tubuh wanita dan tangan kirinya membelai wanita di dahinya, terlihat nuansa kedekatan yang sensual”
(Sensualitas Pria, A.2.2.1.Posisi Tidur, 122/P2/27/M)
“Berasa sangat dekat jarak diantara mereka”
(Sensualitas Pria, A.2.3.5.Dekat, 138/P1/12/M)
Selanjutnya adalah kategori Hubungan Spesial yang
Dekat. Kategori menjelaskan bahwa sensualitas pada pria
terjadi karena adanya hubungan khusus yang terjalin
diantara seorang dengan yang lain. Topik yang muncul
adalah terjalin hubungan khusus.
“Gambar yang dimaksud sunggu sensual dimana
pasutri dalam gambar melakukan adegan yang lebih dalam lagi atau mungkin juga hal itu merupakan implementasi dari suatu keintiman” (Sensualitas
Pria, A.3.1.8.Pasangan Suami Istri, 099/P3/25/M)
“Karena kemesraan yang ditunjukkan gambar
tersebut adalah kemesraan yang dilakukan sepasang kekasih dan bukan seperti teman biasa” (Sensualitas
Pria, A.3.1.5.Sepasang Kekasih, 129/P3/12/M)
Kategori Ekspresi Positif menjelaskan bahwa di
dalam konsep sensualitas melibatkan ekspresi positif
seseorang. Topik yang temasuk ekspresi positif adalah
topik senyum.
“Senyum yang tulus, cara memandang, dan bentuk bibir.” (Sensualitas Pria, A.4.1.2.Senyum yang
Tulus, 057/P1/01/M)
“Karena keduanya tersenyum.” (Sensualitas Pria, A.4.1.1.Senyum, 201/P1/30/M)
Selanjutnya, kategori Keintiman. Kategori ini
meliputi interaksi pasangan yang intim dan kemesraan.
Topik yang terkait dengan kategori ini yaitu perhatian,
keintiman, dan mesra.
“Adanya sentuhan yang penuh perhatian pada
wanita dan ibu cukup menarik” (Sensualitas Pria,
A.5.1.1.Perhatian, 128/P2/28/M)
“Gambar tersebut sungguh sensual dimana tampak
sepasang pasutri sedang menikmati sebuah
kemesraan dan keintiman dalam hubungan.”
(Sensualitas Pria, A.5.2.1.Keintiman, 099/P2/15/M)
“Sikap kedua orang sangat mesra” (Sensualitas
Pria, A.5.3.1.Mesra,066/P3/08/M)
Kategori selanjutnya adalah Interaksi yang
Melibatkan Emosi Positif yang menunjukkan bahwa topik
yang terkait merupakan emosi positif yang dalam ketika
pasangan sedang berinteraksi. Topik yang dimaksud
adalah kelembutan dan ketulusan.
“Perasaan yang sangat lembut terpancar dari wajah” (Sensualitas Pria, A.6.1.1.Perasaan Lembut,
136/P2/15/M)
“Mereka saling merasakan kemesraan dengan hati yang tulus.” (Sensualitas Pria, A.6.2.5.Hati yang Tulus, 045/P1/07/M)
Kategori terakhir yaitu Kontak Fisik yang
Melibatkan Emosi Positif. Kategori ini menunjukkan
bahwa sensualitas bukan hanya semata-mata terdapat
kontak fisik, melainkat terdapat emosi positif yang
dalam kategori ini yaitu kontak fisik intens, berpelukan,
memegang, membelai, dan bersentuhan.
“Suatu aktivitas pasangan di atas ranjang selslu
menunjukkan sensualitas, dipertegas dengan
ekspresi dan kontak fisik yang intens.” (Sensualitas Pria, A.7.1.1.Kontak Fisik Intens, 207/P2/15/M)
“Berpelukan, saling menatap dengan tatapan
seakan mau ciuman.” (Sensualitas Pria,
A.7.2.2.Pelukan, 068/P1/15/M)
“Wanita mendekap pria diatas tubuh pria, seolah
ingin mencium pria. Tangan pria memegang
pinggul wanita.” (Sensualitas Pria, A.7.3.4.Memegang Pinggang/Pinggul, 122/P1/20/M)
“Biasa dilakukan orang pacaran kalau cuman
belai-belai dan cium pipi dan kening.” (Sensualitas Pria,
A.7.4.2.Belai-belai, 083/P3/00/M)
“Gambar ini diperoleh atau dipilih karena tatapan yang cukup dalam dan sentuhan fisik yang cukup
menggambarkan kedekatan.” (Sensualitas Pria,
A.7.5.1. Sentuhan, 072/P2/29/M)
2) Emosi Positif
Konsep sensualitas pada pria berkaitan dengan
Emosi Positif. Berdasarkan hasil penelitian, kategori yang
masuk ke dalam kategori Emosi Positif yaitu Melibatkan
Emosi Positif yang Dalam dan Keadaan Positif.
Tabel VIII.
Kategori dalam Emosi Positif Pria Melibatkan Emosi
Positif yang Dalam Keadaan Positif Kasih Sayang
Melibatkan Perasaan yang Dalam
Perasaan Senang dan Bahagia
Kategori Melibatkan Emosi Positif yang Dalam meliputi topik kasih sayang, melibatkan perasaan yang dalam dan perasaan senang dan bahagia.
“Ini menandakan bahwa kasih yang diberikan
begitu besar dalam kebahagiaan dalam kehidupan”
(Sensualitas Pria, B.1.1.2.Kasih Sayang, 096/P1/24/M)
“Terdapat perasaan yang sangat dalam dan care
yang sangat antusias” (Sensualitas Pria,
B.1.2.2.Perasaan yang Sangat Dalam, 136/P3/27/M)
“Ini menentukan rasa kegembiraan dalam
mengetahui tingkah laku seseorang sebab
kegembiraan membuat kebahagiaan selalu
menghibur dalam kesepian.” (Sensualitas Pria,
B.1.3.4.Kebahagiaan, 096/P3/30/M)
Kategori selanjutnya adalah Keadaan Positif yang
merupakan situasi yang dianggap dapat mendukung
munculnya sensualitas. Topik yang termasuk dalam
kategori ini yaitu kenyamanan.
“Posisi kedua pasangan bertumpang tindihm tapi saya memberikan persepsi bahwa mereka sedang
berbagi kehangatan dan merasakan kenyamanan
dari kedua pasangan” (Sensualitas Pria,
B.2.1.3.Kenyamanan, 124/P3/29/M)
“Kondisi kedua model tampak nyaman satu sama lain seperti habis tidur bersama.” (Sensualitas Pria,
3) Keinginan Interaksi Seksual
Kategori Keinginan Interaksi Seksual pada pria
meliputi Interaksi Menggoda, Posisi dan Kesan yang
Menstimulasi Gairah Seksual, Interaksi Seksual yang
Distimulasi Gairah Seksual, Kontak Fisik yang
Melibatkan Gairah Seksual, Ekspresi Seksual dan
Menahan Gejolak Gairah Seksual.
Tabel IX.
Kategori dalam Keinginan Interaksi Seksual Pria
Interaksi Menggoda
Posisi dan Kesan yang Menstimulasi Gairah Seksual Interaksi Seksual yang Distimulasi Gairah Seksual Menarik Perhatian Menggoda Kontak Mata yang Menggoda Vulgar Kepuasan Seksual Gairah Seksual Interaksi Seksual Keinginan Mengulang Interaksi Seksual Kontak Fisik yang Melibatkan Gairah Seksual Ekspresi Seksual Menahan Gejolak Gairah Seksual Sentuhan Erotis Berciuman Mata Tertutup Ekspresi Seksual Menahan Gejolak
Kategori Interaksi Menggoda meliputi topik menarik
“Tertutup malah terkadang bikin penasaran.”
(Sensualitas Pria, C.1.1.1.Membuat Penasaran, 202/P1/08/M)
“Wanita tersebut terlihat sangat pasrah dan
menikmati senyumnya sangat sensual dan
menggoda” (Sensualitas Pria, C.1.2.5.Menggoda, 102/P3/27/M)
“Terlentang diatas tempat tidur, pria memeluk dan tatapan mata tajam kea rah mata pasangannya tanpa ekspresi senyum seolah ingin melampiaskan gairah.” (Sensualitas Pria, C.1.3.4.Tatapan Mata
Tajam, 002/P3/27/M)
Selanjutnya, kategori Posisi dan Kesan yang
Menstimulasi Gairah Seksual. Topik yang masuk ke dalam
kategori ini yaitu vulgar.
“Gambar yang diambil oleh kedua pasangan yang sedang di kamar mandi menunjuukkan rasa porno dan seksualitas.”( Sensualitas Pria, C.2.1.1.Rasa Porno, 200/P1/25/M)
“Wanita tersebut tidak mengenal busana yang utuh sehingga unsur vulgar lebih nampak dalam gambar
tersebut” (Sensualitas Pria, C.2.1.2.Vulgar,
102/P1/05/M)
Kategori ketiga yaitu Interaksi Seksual yang
Distimulasi Gairah Seksual. Kategori ini menunjukkan
bahwa keinginan untuk melakukan hubungan seksual atau
perilaku yang mengarah ke ranah seksual didasari oleh
gairah seksual. Topik yang terkait dengan kategori ini
yaitu kepuasan seksual, gairah seksual, interaksi seksual,
“Untuk mengungkapkan rasa sayang antara pasangan, bukan dilihat dari luarnya tapi kedua hati harus bisa menyatu, dan untuk memulai memadu cinta harus saling memahami dan mengerti. Gambar 20 sangat cocok karena pihak cewe akan sangat mengerti kebutuhan batin pasangannya jika si cewe yang mulai duluan, untuk memberi kasih sayang pada pasangannya dan nanti akan dibalas kenikmatan yang luar biasa oleh pasangannya, lebih hot dan selalu bikin ketagihan. Jangan sampai gagal dalam berorgasme karena akan berakibat fatal.” (Sensualitas Pria, A.3.1.2.Jangan Gagal Orgasme, 085/P1/20/M)
“Gambar ini terlihat bergairah” (Sensualitas Pria, C.3.2.1.Bergairah, 232/P3/20/M)
“Terlihat keduanya cowok dan cewek yang
sama-sama ingin melakukan hubungan dengan wajah
yang mupeng/sensual.”( Sensualitas Pria,
C.3.3.4.Hubungan Seks, 195/P1/14/M)
“Untuk mengungkapkan rasa sayang antara
pasangan, bukan dilihat dari luarnya tapi kedua hati harus bisa menyatu, dan untuk memulai memadu cinta harus saling memahami dan mengerti. Gambar 20 sangat cocok karena pihak cewe akan sangat mengerti kebutuhan batin pasangannya jika si cewe yang mulai duluan, untuk memberi kasih sayang pada pasangannya dan nanti akan dibalas kenikmatan yang luar biasa oleh pasangannya, lebih hot dan selalu bikin ketagihan. Jangan sampai gagal dalam berorgasme karena akan berakibat fatal” (Sensualitas Pria, C.3.4.5.Bikin Ketagihan,
085/P1/20/M)
Kategori Kontak Fisik yang Melibatkan Gairah
Seksual meliputi topik sentuhan erotis dan berciuman.
“Sensualitas muncul ketika terlihat pasangan
tersebut melakukan sentuhan erotis, didukung dengan posisi kedua pasangan, tangan laki-laki terlihat seperti membelai bahu wanitanya. Dan busana yang digunakan kedua pasangan mendorong
(Sensualitas Pria, C.4.1.1.Sentuhan Erotis, 124/P1/05/M)
“Gambar ini menunjukkan sepasang yang saling
tidur yang laki-laki di bawah dan perempuan di atas. Di mana seakan wanita ingin berhubungan seks dengan cara melakukan ciuman.”(Sensualitas
Pria, C.4.2.1.Cium, 069/P1/29/M)
Kategori selanjutnya yaitu Ekspresi Seksual. Topik
yang masuk ke dalam kategori ini yaitu mata tertutup dan
ekspresi seksual.
“Pakaian yang terbuka, tidak ada senyuman
padahal saling beradu wajah, mata tertutup seolah
menahan gejolak kelihatan sangat sensual.”
(Sensualitas Pria, C.5.1.1.Mata Tertutup, 002/P1/05/M)
“Terlihat keduanya cowok dan cewek yang
sama-sama ingin melakukan hubungan dengan wajah
yang mupeng/sensual.” (Sensualitas Pria,
C.5.3.4.Mupeng, 195/P1/14/M)
Kategori terakhir adalah Menahan Gejolak Gairah
Seksual. Topik yang masuk ke dalam kategori ini yaitu
menahan gejolak.
“Pakaian yang terbuka, tidak ada senyuman
padahal saling beradu wajah, mata tertutup seolah menahan gejolak kelihatan sangat
sensual.”(Sensualitas Pria, C.6.1.2.Menahan
Gejolak, 002/P1/05/M)
4) Ketertarikan Fisik
Kategori Ketertarikan Fisik dibagi menjadi dua
Seksual dan Pakaian Terbuka yang Menstimulasi Gairah
Seksual.
Tabel X.
Kategori dalam Ketertarikan Fisik Pria Bagian Tubuh yang
Menstimulasi Gairah Seksual
Pakaian Terbuka yang Menstimulasi Gairah
Seksual. Bagian Tubuh yang
Menstimulasi Gairah Seksual
Pakaian Terbuka yang Menstimulasi Gairah Seksual
Tidak Mengenakan Pakaian (Telanjang)
Dalam kategori Bagian Tubuh yang Menstimulasi
Gairah Seksual, topik yang terkait adalah bagian tubuh