• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

B. Deskripsi Hasil Penelitian

Suatu buku teks harus memenuhi prinsip konsistensi dan prinsip kecukupan. Prinsip konsistensi artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa empat macam, maka bahan ajar yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam. Misalnya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa adalah mendeskripsikan pengertian, menganalisis peranan, menunjukkan sikap, menganalisis upaya, maka materi yang harus diajarkan sesuai dengan kompetensi dasar tersebut.

Prinsip kecukupan berarti materi yang diajarkan hendaknya cukup memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak. Jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebaliknya, jika terlalu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.

Dalam penelitian ini peneliti menguji prinsip konsistensi dan prinsip kecukupan pada materi sistem hukum dan peradilan nasional. Materi ini merupakan materi pokok bahasan kedua untuk mata pelajaran kewarganegaraan yang diberikan pada siswa/siswi pada jenjang pendidikan menengah khususnya kelas X berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Kepala Sekolah

Karyawan

commit to user

Adapun buku teks yang diteliti adalah buku Kewarganegaraan untuk SMA kelas X terbitan Erlangga karangan Budiyanto dan buku Kewarganegaraan SMA kelas X terbitan Ganeca karangan Sujiyanto Muhlisin. Peneliti menggunakan kedua buku teks tersebut karena kedua buku teks tersebut digunakan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

Dalam meneliti prinsip konsistensi dan prinsip kecukupan bahan ajar materi sistem hukum dan peradilan nasional pada buku teks kelas X di SMA Negeri 6 Surakarta, peneliti menggunakan metode pengumpulan data analisis data, observasi dan FGD (Focus Group Discusion). Melalui teknik Focus Group Discusion (FGD) peneliti melakukan penilaian terhadap buku Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan instrument penilaian dan sebagai responden guru PKN kelas X yang ada di SMA Negeri 6 Surakarta dan seorang ahli materi dalam penulisan buku. Peneliti menyediakan 9 butir pernyataan untuk prinsip kecukupan dan 3 butir pernyataan untuk prinsip konsistensi. Dan setiap butir pernyataan terdapat skor 1 sampai dengan 4, dimana:

Skor 4 berarti sangat baik Skor 3 berarti cukup baik Skor 2 berarti kurang baik Skor 1 berarti sangat tidak baik.

Hasil penelitian yang telah peneliti lakukan sebagai berikut:

Tabel 2. Prinsip Kecukupan untuk Buku Ganeca pada Materi Sistem Hukum dan Peradilan Nasional.

No Butir Skor

Rata-rata

Komponen Ahli Guru 1 Guru 2 Peneliti

A 1

Cakupan Materi

Memuat pengetahuan, sikap, dan keterampilan

Kewarganegaraan secara komprehensif

3 3 4 3 3,25

2 Materi dimulai dari pengenalan fakta, konsep/teori,

prinsip/hukum, prosedur, nilai/norma sampai hubungan antarkonsep yang mencakup sesuai dengan SK dan

KD tiap-tiap satuan pendidikan.

3 3 4 4 3,5

C 3

Keterkaitan dengan Panca sila Pembahasan materi dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila 4 3 4 3 3,5 D 4 Ketepatan Fakta

Fakta yang disajikan sesuai dengan kenyataan empiris dan sesuai dengan materi

Sajian

3 3 3 3 3

E 5

Ketepatan Konsep

Konsep yang disajikan tidak menimbulkan salah pengertian dan sesuai dengan kajian kewarganegaraan

3 3 3 3 3

F 6

Ketepatan Teori

Teori yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sesuai dengan kajian kewarganegaraan 2 3 4 3 3 G 7 Ketepatan Prinsip

Prinsip/hukum yang disajikan memiliki legitimasi keilmuan sesuai dengan kajian

commit to user

kewarganegaraan

H 8

Ketepatan Prosedur

Prosedur yang disajikan runtut (memiliki tahapan yang logis dan sistematis) dan

sesuai dengan kajian kewarganegaraan

2 3 4 2 2,75

I 9

Kebenaran Nilai

Nilai yang disajikan sesuai dengan filosofi bangsa (Pancasila) dan sesuai dengan pokok bahasan tiap bab/subbab

3 4 3 3 3,25

Rata-rata 3,22 (Sumber: BSNP 2007)

Dari penilaian yang diberikan oleh para informan dapat disimpulkan bahwa didalam buku Ganeca belum sepenuhnya memuat prinsip kecukupan karena teori yang disajikan belum tepat dengan kajian kewarganegaraan dan prosedur yang disajikan belum runtut dan sesuai dengan kajian kewarganegaraan

Pada buku Pendidikan Kewarganegaraan terbitan Ganeca seluruh butir memuat prinsip kecukupan memiliki nilai rata-rata 3,22 yang berarti kategori baik. Dari tabel dapat dilihat skor tertinggi adalah 3,75 dan skor terendah adalah 2,75. Skor tertinggi pada terdapat pada butir ke-7 yang berisi tentang prinsip / hukum yang disajikan memiliki legitimasi keilmuan sesuai dengan kajian Kewarganegaraan, sedangkan skor terendah terdapat pada butir ke-8 yang berisi tentang prosedur yang disajikan runtut (memiliki tahapan yang logis dan sistematis) dan sesuai dengan kajian Kewarganegaraan.

Para informan memberikan skor tertinggi pada butir ke- 7 memiliki pendapat tersendiri, adapun pendapat mereka yang diambil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada hari Sabtu tanggal 4 September 2010. Menurut

Informan ahli, ”pada butir ke-7 memberikan skor 3 karena materi hukum yang disajikan diambil dari sumber-sumber pokok”. Menurut informan Guru I, menjelaskan bahwa:

Pada butir ke-7 jika dilihat dari daftar pustaka yang ada pada buku Ganeca, buku rujukan yang digunakan bersumber pada buku-buku induk/ buku yang membahas khusus materi hukum atau politik sehingga prinsip hukum yang disajikan benar-benar memiliki legitimasi keilmuan sesuai dengan kajian kewarganegaraan.

Menurut informan Guru II, menjelaskan bahwa:

Pada butir ke-7 dilihat dari materi yang disajikan dengan menggunakan pendapat para tokoh ilmu hukum didalamnya sudah pasti buku Ganeca ini menggunakan rujukan buku yang pengarangnya sudah ahli dalam bidangnya, jika kita lihat didaftar pustakanya terdapat buku karangan Miriam Budiardjo yang menulis buku tentang dasar-dasar ilmu politik, kemudian Chainur Arrasyid yang menulis tentang dasar-dasar ilmu hukum.

Dari hasil wawancara para responden, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pada butir ke-7 ini mendapat skor tertinggi karena teori atau sumber digunakan telah merujuk pada sumber-sumber primer atau sumber pokok dari materi tersebut, kemudian prinsip/hukum yang disajikan memiliki legitimasi keilmuan sesuai dengan kajian kewarganegaraan hal ini dapat dilihat pada daftar pustaka yang ada dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan terbitan Ganeca buku-buku rujukan/ materi yang diambil berasal dari buku-buku yang digunakan oleh para mahasiswa PPKn dalam perkuliahan.

Para responden memberikan skor terendah pada butir ke- 8 memiliki pendapat tersendiri, adapun pendapat mereka yang diambil dari wawancara yang dilakukan oleh penulis. Menurut informan ahli menjelaskan bahwa ” pada butir ke-8 ini penjelasan pada buku Ganeca ini belum komprehensif dalam perspektif kewarganegaraan, dalam artian belum mencakup tentang civic knowledge, civic skill, dan civic disposition”. Informan Guru I menjelasakn bahwa, ”Pada buku Ganeca ini penyajian materinya sudah urut namun kesesuaian dalam kajian kewarganegaraannya masih kurang.” Menurut informan Guru II, menjelaskan bahwa: ” Materi pada buku ini sudah bagus dalam penyajiannya runtut dari bahasan fakta, konsep, prinsip, prosedur, dan kajiannya sudah sesuai dengan

commit to user

kajian kewarganegaraan karena merujuk pada sumber-sumber buku yang membahas khusus tentang materi tersebut”.

Dari hasil wawancara para informan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pada butir ke-8 ini mendapat skor terendah dikarenakan penjelasan belum komprehensif dalam perspektif kewarganegaraan yaitu tiga komponen utama yang perlu dipelajari dalam PKn, yaitu civic knowledge, civic skills, dan civic dispositions disamping itu penyajian materi dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan terbitan Ganeca prosedur yang disajikan sudah runtut.

Tabel 3. Prinsip Kecukupan pada Buku Erlangga pada Materi Sistem Hukum dan Peradilan Nasional.

No Butir Skor

Rata-rata

Komponen Ahli Guru 1 Guru 2 Peneliti

A 1

Cakupan Materi

Memuat pengetahuan, sikap, dan keterampilan Kewarganegaraan secara komprehensif 3 3 4 3 3,25 B 2 Kedalaman Materi

Materi dimulai dari pengenalan fakta, konsep/teori,

prinsip/hukum, prosedur, nilai/norma sampai hubungan antarkonsep yang mencakup sesuai dengan SK dan KD tiap-tiap satuan pendidikan.

2 4 4 4 3,5

C 3

Keterkaitan dengan Pancasila Pembahasan materi dikaitkan dengan nilai-nilai

Pancasila D

4

Ketepatan Fakta

Fakta yang disajikan sesuai dengan kenyataan empiris dan sesuai dengan materi

sajian

2 4 4 3 3,25

E 5

Ketepatan Konsep

Konsep yang disajikan tidak menimbulkan salah pengertian dan sesuai dengan kajian kewarganegaraan

2 3 4 2 2,75

F 6

Ketepatan Teori

Teori yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sesuai dengan kajian kewarganegaraan

3 4 4 3 3,5

G 7

Ketepatan Prinsip

Prinsip/hukum yang disajikan memiliki legitimasi keilmuan sesuai dengan kajian

kewarganegaraan

3 4 4 3 3,5

H 8

Ketepatan Prosedur

Prosedur yang disajikan runtut (memiliki tahapan yang logis dan sistematis) dan

sesuai dengan kajian kewarganegaraan

commit to user

I 9

Kebenaran Nilai

Nilai yang disajikan sesuai dengan filosofi bangsa

(Pancasila) dan sesuai dengan pokok bahasan tiap bab/subbab

3 4 4 3 3,5

Rata-rata 3,49 (Sumber: BSNP 2007)

Dari penilaian yang diberikan oleh para informan dapat disimpulkan bahwa buku Erlangga belum memenuhi prinsip kecukupan karena materi belum diurutkan sesuai dengan fakta, konsep, prinsip hukum, prosedur, nilai dan terdapat kesalahan dalam penulisan konsep sehingga dapat menimbulkan salah pengertian

Pada buku pendidikan Kewarganegaraan terbitan Erlangga seluruh butir memuat prinsip kecukupan memiliki nilai rata-rata 3,49 yang berarti kategori baik. Dari tabel dapat dilihat skor tertinggi adalah 3,75 dan skor terendah adalah 2,75. Skor tertinggi terdapat pada butir ke-8 yang berisi tentang prosedur yang disajikan runtut (memiliki tahapan yang logis dan sistematis) dan sesuai dengan kajian Kewarganegaraan, sedangkan skor terendah terdapat pada butir ke-5 yang berisi tentang konsep yang disajikan tidak menimbulkan salah pengertian dan sesuai dengan kajian Kewarganegaraan.

Para informan memberikan skor tertinggi pada butir ke- 8 memiliki pendapat tersendiri, adapun pendapat mereka yang diambil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti hari Sabtu tanggal 4 September 2010. Menurut informan ahli menjelaskan bahwa,”Pada butir ke-8 ini penjelasan pada buku Erlangga ini belum komprehensif dalam perspektif kewarganegaraan, dalam artian belum mencakup tentang civic knowledge, civic skill, dan civic disposition”. Menurut informan Guru I menjelaskan bahwa, ”Penyajian materinya sudah urut dan kesesuaian dalam kajian kewarganegaraannya lebih baik dibandingkan dengan buku Ganeca.” Menurut informan Guru II menjelaskan bahwa, ”Sama dengan pendapat saya yang tadi, bahwa buku Erlangga sama halnya dengan buku Ganeca keduanya telah memiliki penyajian materi yang urut dan sesuai dengan kajian kewarganegaraan”.

Dari hasil wawancara para informan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pada butir ke-8 ini mendapat skor tertinggi karena materi yang disajikan sudah urut yakni mulai dari fakta, konsep, prosedur, hingga prinsip selain itu penjelasan dalam buku Erlangga cakupan perspektif kewarganegaraan yaitu tiga komponen utama yang perlu dipelajari dalam PKn, yaitu civic knowledge, civic skills, dan civic disposition lebih baik.

Para informan memberikan skor terendah pada butir ke-5 memiliki pendapat tersendiri, adapun pendapat mereka yang diambil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti hari Sabtu tanggal 4 September 2010. Menurut informan ahli, ”konsep yang disajikan pada buku Erlangga tidak kontekstual/ tidak sesuai dengan dinamika yang berkembang dan dimungkinkan dapat mengakibatkan pemahaman siswa keliru”. Menurut informan Guru I, ” konsep yang disajikan pada buku erlangga secara menyeluruh sudah bagus, namun penulis buku harus lebih teliti dalam menulis atau dalam membuat peta konsep”. Menurut informan Guru II, ”konsep yang disajikan pada buku ini sudah bagus karena pengarang bukunya juga mengutip dari sumber-sumber yang dapat dipercaya”.

Dari hasil wawancara para informan peneliti dapat menyimpulkan skor terendah terdapat pada butir ke-5 dikarenakan konsep yang disajikan tidak kontekstual dan tidak sesuai dengan dinamika yang berkembang selain itu terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan dalam peta konsep sehingga dimungkinkan dapat menimbulkan pemahaman yang keliru pada siswa.

Tabel 4. Prinsip Konsistensi pada Buku Ganeca pada Materi Sistem Hukum dan Peradilan Nasional.

No Butir Skor

Rata-rata

Komponen Ahli Guru 1 Guru 2 Peneliti

A 1 Keseimbangan Materi Uraian substansi antarbab dan antarsubbab proporsional dengan 2 4 4 3 3,25

commit to user

mempertimbangkan SK dan KD. B 2 Keluasan Materi Materi yang disajikan mencerminkan jabaran substansi materi yang terkandung dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) tiap-tiap satuan pendidikan . 2 4 4 4 3,5 C 3 Penyajian Materi Penyajian materi bersifat interaktif dan partisipatif yang memotivasi peserta didik terlibat secara mental dan emosional untuk belajar secara mandiri dan kelompok dalam pencapaian SK dan KD.

3 4 4 3 3,5

Rata-rata 3,42 (Sumber: BSNP 2007)

Dari penilaian yang diberikan oleh para informan dapat disimpulkan bahwa pada buku Ganeca prinsip konsistensi belum terpenuhi karena uraian substansi antarbab dan antarsubbab belum proporsional dan materi yang dijabarkan belum sesuai dengan SK dan KD.

Pada buku Pendidikan Kewarganegaraan terbitan Ganeca seluruh butir yang memuat prinsip konsistensi memiliki nilai rata-rata 3,42 yang berarti

kategori baik. Dari tabel dapat dilihat skor tertinggi adalah 3,5 dan skor terendah adalah 3,25. Skor tertinggi terdapat pada butir ke-2 yang berisi tentang materi yang disajikan mencerminkan jabaran substansi materi yang terkandung dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetansi Dasar (KD) tiap-tiap satuan pendidikan dan butir ke-3 yakni penyajian materi bersifat interaktif dan partisipatif yang memotivasi peserta didik terlibat secara mental dan emosional untuk belajar secara mandiri dan kelompok dalam pencapaian SK dan KD, sedangkan skor terendah terdapat pada butir ke-1 yang berisi tentang uraian substansi antar bab dan antar sub bab proporsional dengan mempertimbangkan SK dan KD.

Para informan memberikan skor tertinggi pada butir ke-2 dan 3 memiliki pendapat tersendiri, adapun pendapat mereka yang diambil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada hari Sabtu tanggal 4 September 2010. Menurut informan ahli, ” Pada butir ke- 2 materi belum mencakup kompetensi sehingga diberi skor 2 kemudian pada butir ke 3 penyajian materi masih kaku dan monoton”. Menurut informan Guru I, ” Pada butir ke-2 dan butir ke- 3 diberi nilai 4 pada buku Ganeca materi yang disajikan sudah cukup menjabarkan SK dan KD yang telah ditentukan selain itu buku ganeca ini telah berusaha memberkan materi yang dapat menambah keinginan siswa untuk belajar”. Menurut informan Guru II, menjelaskan bahwa:

Setiap penulis buku pelajaran pasti memperhatikan SK dan KD tentang materi yang akan ditulis jadi sudah dapat dipastikan bahwa pada buku ganeca ini materinya sesuai SK dan KD yang telah ditentukan. Kemudian untuk butir ke-3 dengan adanya peta konsep kemudian ada cetak biru untuk poin-poin tambahan yang dianggap penting ini membuktikan bahwa buku Ganeca berusaha untuk menyajikan materi yang bersifat interaktif dan partisipatif.

Dari hasil wawancara para informan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pada butir ke-2 dan ke-3 ini mendapat skor tertinggi karena penyajian materi dengan adanya peta konsep, kolom fokus kewarganegaraan dengan cetakan berwarna, dapat menambah keinginan siswa untuk mempelajari materi sistem hukum dan peradilan nasional dan materi yang ditulis dibuku Pendidikan

commit to user

kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan pada tiap-tiap satuan pendidikan.

Para informan memberikan skor terendah pada butir ke-1 memiliki pendapat tersendiri, adapun pendapat mereka yang diambil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada hari Sabtu tanggal 4 September 2010. Menurut informan ahli, ”Pada buku Ganeca ini kurang cukup mencakup konsistensi dan indikator yang terdapat dalam buku tersebut harus lebih rinci dan bisa ditambahkan”. Menurut informan Guru I, ”Untuk masalah uraian setiap substansi antar sub babnya sudah proporsional karena sudah berpatokan pada SK dan KD yang benar”. Menurut informan Guru II, ”Substansi antar sub bab sudah bagus penjabarannya pun sudah proporsional tidak ada yang berlebihan”.

Dari hasil wawancara informan peneliti dapat menyimpulkan bahwa skor terendah terdapat pada butir ke-1 dikarenakan uraian substansi antar subbab kurang mencakup konsistensi dan kurang proporsional, sehingga harus disesuaikan dengan kajian kewarganegaraan.

Tabel 5. Prinsip Konsistensi pada buku Erlangga pada Materi Sistem Hukum dan Peradilan Nasional.

No Butir Skor

Rata-rata

Komponen Ahli Guru 1 Guru 2 Peneliti

A 1 Keseimbangan Materi Uraian antarsubbab proporsional dengan mempertimbangkan SK dan KD. 2 4 4 3 3,25 B 2 Keluasan Materi Materi yang disajikan mencerminkan jabaran substansi materi yang terkandung dalam Standar Kompetensi

(SK) dan Kompetensi Dasar (KD) tiap-tiap satuan pendidikan . C 3 Penyajian Materi Penyajian materi bersifat interaktif dan partisipatif yang memotivasi peserta didik terlibat secara mental dan emosional untuk belajar secara mandiri dan kelompok dalam pencapaian SK dan KD.

2 4 4 3 3,25

Rata-rata 3,25 (Sumber: BSNP 2007)

Dari penilaian yang diberikan oleh para informan dapat disimpulkan bahwa Buku Erlangga belum sepenuhnya memenuhi prinsip konsistensi karena materi belum bersifat interaktif dan komunikatif hal ini dapat dilihat dari penyajiannya yang masih bersifat naratif.

Pada buku Pendidikan Kewarganegaraan terbitan Erlangga seluruh butir memuat prinsip konsistensi memiliki nilai rata-rata 3,25 yang berarti kategori baik. Dari tabel dapat dilihat skor tertinggi adalah 3,5 dan skor terendah adalah 3,25. Skor tertinggi terdapat pada butir ke-2 yang berisi tentang, materi yang disajikan mencerminkan jabaran substansi materi yang terkandung dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetansi Dasar (KD) pada tiap-tiap satuan pendidikan. Sedangkan skor terendah terdapat pada butir ke- 1 yakni uraian substansi antar bab dan antar subbab proporsional dengan mempertimbangkan SK dan KD dan butir ke-3 yang berisi tentang penyajian materi bersifat interaktif dan partisipatif yang memotivasi peserta didik terlibat secara mental dan emosional untuk belajar secara mandiri dan kelompok dalam pencapaian SK dan KD.

commit to user

Para informan memberikan skor tertinggi pada butir ke-2 memiliki pendapat tersendiri, adapun pendapat mereka yang diambil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada hari Sabtu tanggal 4 September 2010. Menurut informan ahli, ”Materi yang disajikan pada buku Erlangga sudah lebih baik dibandingkan dengan buku Ganeca tapi tetap perlu adanya penambahan indikator sehingga materinya pun dapat lebih berkembang.” Menurut informan Guru I, ”Untuk masalah uraian setiap substansi antarsubbabnya sudah proporsional karena sudah berpatokan pada SK dan KD yang benar”. Menurut informan Guru II, ”Substansi antarsubbab sudah bagus penjabarannya pun sudah proporsional tidak ada yang berlebihan.”

Dari hasil wawancara para informan, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pada butir ke-2 ini mendapat skor tertinggi karena pada buku Pendidikan Kewarganegaraan terbitan Erlangga materi yang dijabarkan sudah mencakup standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan pada tiap-tiap satuan pendidikan.

Para informan memberikan skor terendah pada butir ke- 1 dan ke-3 memiliki pendapat tersendiri, adapun pendapat mereka yang diambil dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada hari Sabtu tanggal 4 September 2010. Menururt informan Ahli menjelaskan bahwa:

Pada butir ke-1 keterkaitan antar sub bab kurang tampak dan butir ke-3 pada buku Erlangga sama halnya dengan buku Ganeca penyajiannya masih bersifat kaku dan monoton hal ini dapat dilihat dari cara bertutur dalam menyajikan materi dan diharapkan dalam penyajiannya disesuaikan dengan cara berpikir siswa.

Menurut informan Guru I, menjelaskan bahwa:

Pada butir ke- 1 uraian substansi antar subbabnya sudah proporsional, sama dengan buku Ganeca tadi bahwa butir ke- 3 diberi nilai 4 karena pada buku Erlangga materi yang disajikan sudah cukup menjabarkan SK dan KD yang telah ditentukan selain itu buku ganeca ini telah berusaha memberikan materi yang dapat menambah keinginan siswa untuk belajar. Menurut informan Guru II, menjelaskan bahwa:

Untuk uraian substansi antar subbabnya sudah cukup proporsional sudah sesuai dngan SK dan KD, untuk yang butir ke- 3 sama aja dengan

komentar pada buku Ganeca tadi bedanya kalau dibuku Ganeca dicetak biru kalau di buku Erlangga dicetak hijau.Warna-warna tersebut secara tidak langsung dapat menambah minat siswa dalam membaca buku tersebut.

Dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa skor terendah terdapat pada butir ke-1 dan ke-3 dikarenakan uraian substansi antar sub bab kurang proporsional hal ini dapat dilihat dengan banyaknya pembahasan tentang KD 1 dan KD 2 dibandingkan dengan KD 3,4,dan 5, selain itu penyajiannya masih bersifat kaku dan monoton hal ini dapat dilihat dari cara bertutur dalam menyajikan materi.

Dari hasil analisis buku yang berpedoman dengan prinsip konsistensi dan prinsip kecukupan, pada buku terbitan Ganeca mempunyai beberapa poin yang perlu dikaji dalam penyajiannya antara lain sebagai berikut:

1. Keterkaitan dengan kajian kewarganegaraan. Seperti pendapat informan ahli dengan informan Guru I bahwa buku Ganeca belum mencakup kajian kewarganegaraan secara komprehensif, berdasarkan kompetensi kewarganegaraan yang diperlukan, terdapat tiga komponen utama yang perlu dipelajari dalam PKn, yaitu civic knowledge, civic skills, dan civic disposition. Pada buku Ganeca yang ditonjolkan adalah civic knowledge dan civic disposition. Sedangkan civic skillnya belum sepenuhnya disajikan.

a. Civic knowledge (pengetahuan kewarganegaraan) berkaitan dengan kandungan atau apa yang seharusnya diketahui oleh warganegara. Pada sub bab pengertian sistem hukum dan peradilan nasional sudah mencakup tentang pengetahuan kewarganegaraan yang seharusnya diketahui tentang seluruh materi yang berkaitan dengan sistem hukum dan peradilan nasional. b. Civic disposition, dimana (watak kewarganegaran) mengisyaratkan pada

karakter publik maupun privat yang penting bagi pemeliharaaan dan pengembangan demokrasi konstitusional. Karakter privat seperti tanggung jawab moral, disiplin diri dan penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia dari setiap individu adalah wajib. Karakter publik seperti

commit to user

(rule of law), berpikir kritis, dan kemauan untuk mendengar, bernegosiasi, dan berkompromi merupakan karakter yang sangat diperlukan agar demokrasi berjalan sukses. Pada buku Ganeca civic disposition ditunjukkan pada sub bab sikap terhadap hukum yang berlaku namun pada pembahasan materi sub bab tersebut tidak menunjukkan kesesuaian dari sub bab tersebut.

Dokumen terkait