• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN

B. Deskripsi Hasil Tes dan Pembahasan

Hasil tes siswa disajikan pada Tabel 4.1. Nilai total dalam soal tes ini adalah jumlah skor semua nomor dikalikan dengan dua. Berikut adalah skor untuk setiap nomor, skor total, dan nilai untuk setiap subjek.

Tabel 4. 1 Nilai Tes Siswa Subjek

S16 8 10 9 9 7 43 86 diperoleh dari hasil tes tersebut adalah 100, sedangkan nilai terendah berdasarkan hasil tersebut adalah 12. Rata-rata nilai dari ke-32 siswa adalah 61,56. Dari data ini terlihat bahwa siswa masih mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal-soal cerita yang berkaitan dengan materi luas dan keliling segitiga.

Pada soal nomor 1 terdapat 6 siswa yang menjawab soal dengan benar dan mendapatkan nilai maksimal dengan rata-rata skor 5,5. Sedangkan pada soal nomor 2 terdapat 16 siswa yang menjawab dengan benar. Hal ini menunjukkan bahwa setengah dari jumlah keseluruhan siswa dapat mengerjakan soal nomor 2 dengan benar dan memperoleh nilai yang maksimal serta rata-rata skor 7,53. Akan tetapi, pada soal nomor 2 terdapat satu siswa yang tidak mengerjakan soal sehingga diberikan nilai nol.

Pada soal nomor 3 dan 4 terdapat 6 siswa yang menjawab soal dengan benar. Rata-rata skor untuk nomor 3 dan nomor 4, berturut-turut, adalah 6,31 dan 6,65. Akan tetapi terdapat 2 siswa untuk nomor 3 dan terdapat 1 siswa untuk nomor 4 yang tidak mengerjakan soal sehingga tidak memperoleh skor.

Berdasarkan Tabel 4.1 juga dapat dilihat bahwa soal nomor 5 memiliki paling sedikit siswa yang menjawab dengan benar dibandingkan dengan soal-soal lainnya. Hanya tiga dari 32 siswa yang menjawab benar. Rata-rata skor untuk soal nomor 5 adalah 4,87. Siswa masih mengalami kesulitan untuk menentukan konsep matematika yang harus dipergunakan dalam menjawab sebuah persoalan. Dalam soal ini, banyak siswa yang menggunakan konsep keliling segitiga, padahal seharusnya menggunakan konsep luas segitiga.

Berdasarkan hasil dalam Tabel 4.1, peneliti selanjutnya membuat pengelompokan nilai dalam bentuk rentang dari kurang dari nilai 20 hingga nilai 100. Hasil pengelompokan peneliti sajikan pada Tabel 4.2 berikut.

Tabel 4. 2 Ringkasan Nilai Tes Rentang Total Nilai Banyak siswa

4

Selain itu, untuk menentukan subjek penelitian yang akan diwawancarai, peneliti juga mengelompokkan nilai siswa ke dalam kategori tuntas dan tidak tuntas. Ketentuan tuntas dan tidak tuntas didasarkan pada KKM mata pelajaran matematika kelas VII, yaitu nilai 65. Pada Tabel 4.3 di bawah disajikan banyak siswa yang termasuk dalam kategori tuntas dan tidak tuntas.

Tabel 4. 3 Rata-rata Keseluruhan Tuntas dan Tidak Tuntas

Rentang Total Nilai Banyak siswa Keterangan

13 Tuntas

19 Tidak Tuntas

Total 32

Berdasarkan Tabel 4.3 di atas diperoleh informasi bahwa terdapat 13 siswa yang memperoleh nilai dalam rentang . Dengan

demikian, terdapat 13 siswa mendapat nilai melebihi nilai KKM.

Jadi, terdapat 13 siswa yang dinyatakan tuntas dalam mengerjakan soal tes dan terdapat 19 siswa yang belum tuntas dalam mengerjakan soal tes.

Setelah melakukan analisis secara umum berkaitan dengan hasil tes siswa, peneliti selanjutnya melakukan analisis hasil pekerjaan siswa untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan siswa dalam mengerjakan soal berdasarkan tahapan teori Newman. Seperti yang telah dibahas pada bab II, menurut Teori Newman, terdapat lima tahapan yang harus dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Berdasarkan kelima tahapan tersebut, terdapat lima kesalahan menurut teori Newman sebagai berikut.

Tabel 4. 4 Kesalahan-kesalahan Siswa Menurut Prosedur Newman

Tahap Kategori

1 Kesalahan Membaca soal 2 Kesalahan Memahami soal 3 Kesalahan Transformasi

4 Kesalahan Keterampilan Proses 5 Kesalahan Penulisan Jawaban Akhir

Berdasarkan jenis kesalahan menurut teori Newman, Tabel 4.5 menyajikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan subjek penelitian untuk setiap nomor. Penulisan 4,5” berarti siswa melakukan kesalahan pada tahap 4 dan tahap 5. Siswa yang tidak melakukan kesalahan diberikan tanda - . Tanda TD” berarti bahwa siswa tidak mengerjakan soal tersebut.

Tabel 4. 5 Kesalahan Siswa Menurut Teori Newman Untuk Setiap Nomor

6. S06 2, 5 - 2, 4 3, 4 1, 2, 4

Berdasarkan Tabel 4.5, dapat dilihat siswa banyak melakukan kesalahan pada soal nomor 5. Hanya ada tiga siswa yang menjawab dengan benar. Sebaliknya, terlihat bahwa soal nomor 2 memiliki sedikit kesalahan.

Hal ini berarti sebagian besar siswa dapat menjawab dengan benar soal nomor 2.

Tabel 4.6 menyajikan jumlah skor banyaknya jenis kesalahan untuk semua soal untuk setiap subjek. Skor 2 untuk kesalahan transformasi, misalnya, berarti subjek tersebut, dari kelima soal yang dikerjakan, melakukan dua kesalahan transformasi.

Tabel 4. 6 Jumlah Kesalahan Siswa Berdasarkan Tahapan Newman

No Subjek

Jumlah Kesalahan Berdasarkan Tahapan Newman Kesalahan kesalahan membaca soal paling sedikit siswa yang mengalami kesalahan di tahap pertama ini dengan jumlah 15 kali. Kedua, jumlah kesalahan

memahami soal siswa mengalami kesalahan dengan jumlah 26 kali.

Selanjutnya, ketiga jumlah kesalahan yang dilakukan oleh siswa pada tahap kesalahan transformasi sebanyak 73 kali. Keempat, kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa yakni kesalahan keterampilan proses sebanyak 89 kali. Kemudian, terakhir tahapan kelima yakni tahapan kesalahan penulisan jawaban akhir siswa mengalami kesalahan sebanyak 35 kali.

Sehingga jumlah keseluruhan kesalahan yang dialami oleh siswa adalah 238.

Berkaitan dengan jenis-jenis kesalahan, sebagian besar siswa tidak mengalami kesulitan dalam membaca soal (tahap 1). Pada tahap 3 dan 4 beberapa siswa melakukan kesalahan, serta sebagian siswa terdapat yang tidak mengerjakan soal dan peneliti tidak dapat menganalisis hasil pekerjaan siswa.

Pada tabel 4.7 menyajikan persentase jumlah kesalahan untuk setiap tahapan teori Newman sebagai berikut.

Tabel 4. 7 Persentase Kesalahan Setiap Tahapan

Tahapan Kategori Jumlah Kesalahan Persentase

1. Kesalahan Membaca soal 15 6,30 %

5. Kesalahan Penulisan Jawaban Akhir

35 14,71 %

Jumlah Kesalahan 238 100 %

Berdasarkan tabel-tabel diatas peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa terdapat 6,30% kesalahan pada tahap pertama membaca soal.

Persentase kesalahan pada tahap membaca soal merupakan persentase terkecil dibandingkan dengan persentase pada tahapan lainnya. Kemudian pada tahap kedua yaitu tahap memahami soal terdapat 10,92% kesalahan. Tahap ketiga

yaitu tahap transformasi terdapat 30,67% kesalahan. Tahap keempat merupakan tahapan yang paling banyak siswa melakukan kesalahan yaitu tahap keterampilan proses sebesar 37,40% kesalahan. Pada tahap terakhir yaitu penulisan jawaban akhir terdapat 14,71% kesalahan.

Berdasarkan tabel 4.7 bahwa siswa banyak mengalami kesalahan pada tahap 3 kesalahan transformasi dan tahap 4 kesalahan keterampilan proses.

Kesalahan keterampilan proses dengan jumlah 89 kesalahan, persentase kesalahan 37,40%. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa karena terburu-buru saat mengerjakan dan tidak teliti saat menghitung. Berikutnya pada tahap 3 kesalahan transformasi dengan jumlah 73 kesalahan, persentase kesalahan 30,67%. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa karena siswa mengalami kesulitan menentukan konsep yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut dan siswa terbolak-balik dengan rumus yang akan digunakan menyelesaikannya.

Jika pada tabel 4.6 dan 4.7 menyajikan analisis kesalahan secara keseluruhan. Berikutnya pada tabel 4.8 menyajikan analisis jenis kesalahan untuk setiap nomor.

Tabel 4. 8 Banyak Kesalahan untuk Setiap Soal

Soal

Total Kesalahan Berdasarkan Tahapan Newman Kesalahan

Berdasarkan Tabel 4.8, kesalahan yang seringkali dilakukan siswa tahap membaca soal terdapat pada nomor 1 sebanyak 5 dan nomor 3 sebanyak 4 kesalahan. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan soal nomor 5 terdapat 3 kesalahan dan nomor 2 terdapat 2 kesalahan. Untuk kesalahan membaca paling sedikit yaitu soal nomor 4 yaitu terdapat 1 kesalahan.

Sehingga keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terdapat 15 kesalahan tahapan Newman yang pertama yaitu kesalahan membaca soal.

Pada tahap memahami soal, terdapat kesalahan paling banyak pada nomor 5, yaitu sebanyak 10 kesalahan. Soal nomor 3 terdapat juga kesalahan yang cukup banyak yaitu 8 kesalahan. Selanjutnya terdapat 5 kesalahan yang dilakukan siswa pada soal nomor 1 dan 2 kesalahan pada soal nomor 2.

Sedangkan kesalahan paling sedikit pada tahap memahami soal yaitu soal nomor 4 terdapat 1 kesalahan. Secara keseluruhan tahapan Newman yang kedua terdapat 26 kesalahan memahami soal.

Pada tahap transformasi, terdapat kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa. Kesalahan paling banyak pada soal nomor 4 yaitu sebanyak 20 kesalahan. Berikutnya soal nomor 1 sebanyak 18 kesalahan, nomor 5 sebanyak 16 kesalahan. Sedangkan untuk soal nomor 3 banyaknya siswa yang mengalami kesalahan sebanyak 10 kesalahan dan soal nomor 2 sebanyak 9 kesalahan. Secara keseluruhan total kesalahan transformasi yang dialami oleh siswa sebanyak 73 kesalahan.

Tahap keempat dari tahapan Newman yaitu keterampilan proses.

Tahap ini merupakan kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa yaitu dengan total 89 kesalahan, berikut merupakan penjabaran kesalahan

tahap empat berdasarkan setiap nomor soal. Kesalahan paling banyak dilakukan oleh siswa ada soal nomor 5 yaitu sebanyak 23 kesalahan.

Berikutnya soal nomor 1 sebanyak 20 kesalahan, soal nomor 4 terdapat 19 kesalahan. Soal nomor 3 siswa terdapat 15 kesalahan dan soal nomor 2 paling sedikit siswa mengalami kesalahan untuk tahap keterampilan proses yaitu 12 kesalahan.

Pada tahap penulisan jawaban akhir terdapat paling banyak kesalahan pada soal nomor 5, yaitu sebanyak 9 kesalahan. Nomor 1 terdapat 8 kesalahan dan soal nomor 3 terdapat 7 kesalahan yang dilakukan siswa. Berikutnya terdapat 6 kesalahan pada soal nomor 4. Kemudian pada nomor 2 terdapat paling sedikit kesalahan yaitu 5 kesalahan. Sehingga total kesalahan pada tahap penulisan jawaban akhir yaitu 35 kesalahan.

Tabel 4.9 menyajikan tahap menurut prosedur Newman yang berhasil dicapai oleh siswa untuk setiap nomor soal. Jika siswa berhasil mengerjakan soal dengan benar, maka siswa tersebut telah melakukan kelima tahap dalam prosedur Newman dengan benar. Jika siswa benar mengerjakan soal sampai tahap memahami soal, maka siswa tersebut hanya berhasil melakukan prosedur Newman dengan benar sampai tahap kedua. Begitu pula, Jika siswa tidak mengerjakan soal maka siswa tersebut tidak berhasil melakukan prosedur Newman sama sekali.

Tabel 4. 9 Tahap Menurut Prosedur Newman yang Berhasil Dicapai oleh Siswa

No Subjek Tahapan Berdasarkan Prosedur Newman

Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5

1. S01 2 5 2 2 2

2. S02 5 5 5 5 3

3. S03 3 5 5 2 1

4. S04 1 2 2 2 2

5. S05 5 2 5 5 2 Newman tidak dapat diidentifikasikan karena siswa tidak menuliskan jawaban dilembar pekerjaannya. Selanjutnya angka 0” yang artinya siswa menuliskan jawaban akan tetapi tidak sesuai dengan semua tahapan.

Pada data yang akan ditampilkan dalam Tabel 4.9 diolah menjadi Tabel 4.10 yakni tabel yang menyajikan banyak siswa yang berhasil mencapai tahap tertentu untuk setiap nomor soal.

Tabel 4. 10 Rekapitulasi Pencapaian tahap Newman oleh Siswa

Berdasarkan Tabel 4.10,dapat dilihat bahwa untuk soal 1 yang berkaitan dengan keliling segitiga, sebagian besar siswa sudah berhasil mencapai tahap kedua yaitu 10 siswa. Berikutnya terdapat sebagian besar siswa berhasil mencapai tahap ketiga yaitu 8 siswa. Pada soal nomor 2, yang berkaitan dengan luas segitiga terdapat paling banyak siswa berhasil mencapai pada tahap kelima yaitu 16 siswa. Selanjutnya siswa yang mampu mencapai pada tahap kedua yaitu 7 siswa. Namun pada tahap keempat tidak ada siswa yang berhasil mencapai pada tahapan tersebut.

Pada soal nomor 3 berkaitan dengan keliling segitiga, siswa yang mampu mencapai pada tahap kedua dan ketiga yaitu sama 8 siswa. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan siswa yang mampu mencapai pada tahap kelima yaitu 5 siswa. Selanjutnya untuk soal nomor 4 yang berkaitan dengan keliling segitiga, siswa yang mampu mencapai paling banyak dari pencapaian yang lain yaitu tahap kedua dengan jumlah 17 siswa.

Penacapaian yang cukup banyak yaitu tahap ketiga dengan jumlah 8 siswa.

Pada soal terakhir nomor 5 berkaitan dengan luas segitiga, terdapat siswa yang berhasil mencapai pada tahap kedua yaitu 13 siswa. Pada soal ini siswa yang mencapai tahap keempat hanya sedikit yaitu 1 siswa.

Secara umum dari kelima tahapan tersebut, paling banyak siswa mampu melalui pada tahap kedua yaitu tahap memahami soal dengan jumlah 55 total jawaban siswa. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan tahap kelima yaitu penulisan jawaban akhir dengan jumlah 34 total jawaban siswa dan tahap ketiga transformasi dengan jumlah 33 total jawaban siswa. Berikutnya dilanjutkan tahap pertama membaca soal terdapat 16 total jawaban siswa.

Kemudian terdapat 7 jawaban siswa yang belum dapat melalui tahap apapun sehingga diberikan tahap ke-0 dan paling sedikit 6 total jawaban siswa yang belum dapat melalui tahap keempat keterampilan proses.

Setelah peneliti memaparkan hasil berupa tabel-tabel diatas, berikut ini peneliti akan menampilkan beberapa contoh hasil pekerjaan siswa yang sudah tepat dan yang masih salah. Berikut beberapa ilustrasi jawaban siswa.

Gambar 4. 1 Ilustrasi jawaban siswa yang tepat pada soal nomor 1 Gambar 4.1 memberikan ilustrasi siswa yang bisa menjawab soal dengan benar dan memperoleh skor maksimal pada soal nomor 1. Pada gambar 4.1 terlihat bahwa siswa dapat menyelesaikan soal dengan tepat dan lengkap.

Gambar 4. 2 Ilustrasi jawaban siswa yang tepat pada soal nomor 2 Gambar 4.2 yang menampilkan hasil pekerjaan siswa dengan jawaban yang benar dan lengkap. Siswa mampu mengerjakan soal dengan lengkap sesuai dengan jawaban yang diminta oleh siswa.

Gambar 4. 3 Ilustrasi kesalahan S17 pada tahap membaca soal nomor 5 Gambar 4.3 merupakan ilustrasi kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tahap membaca soal pada nomor 5. Siswa menuliskan alas 8 cm dan tinggi 9 cm pada bagian diketahui, akan tetapi alas dan tinggi yang benar adalah alas 6 m dan tinggi 9 m. Sehingga siswa tersebut melakukan kesalahan pada tahap pertama yakni kesalahan tahap membaca soal.

Gambar 4. 4 Ilustrasi kesalahan S17 pada tahap memahami soal nomor 1 Gambar 4.4 menyajikan kesalahan pada soal nomor 1. Siswa melakukan kesalahan saat memahami soal yang ditanyakan pada soal nomor 1. Siswa tersebut menulis yang ditanyakan adalah luas pohon singkong pak Slamet. Seharusnya yang benar pada bagian ditanyakan pada soal nomor 1 adalah banyak pohon singkong yang harus disediakan oleh Pak Slamet. Hal tersebut berkaitan dengan konsep keliling segitiga bukan luas segitiga.

Gambar 4. 5 Ilustrasi kesalahan S10 pada tahap transformasi soal nomor 1 Gambar 4.5 memberikan ilustrasi kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam proses transformasi untuk soal nomor 1. Siswa sudah menuliskan informasi-informasi yang terdapat pada soal dengan benar dan tepat. Siswa melakukan kesalahan dalam menentukan konsep yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal nomor 1. Siswa mengerjakan soal nomor 1 dengan menggunakan konsep luas segitiga, akan tetapi yang benar dengan menggunakan konsep keliling segitiga.

Gambar 4. 6 Ilustrasi kesalahan S08 pada tahap transformasi soal nomor 1

Pada gambar 4.6 memberikan ilustrasi lain mengenai kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tahap transformasi pada soal nomor 1. Siswa sudah menuliskan informasi-informasi yang terdapat pada soal dengan benar dan tepat. Pada gambar terlihat jelas bahwa siswa paham dengan konsep yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal nomor 1. Konsep yang digunakan di soal nomor 1 adalah keliling segitiga, akan tetapi siswa mengalami kesalahan pada saat menuliskan konsep keliling segitiga.

Gambar 4. 7 Ilustrasi kesalahan S03 pada tahap transformasi soal nomor 5 Ilustrasi pada gambar 4.7 menampilkan hasil pekerjaan siswa soal nomor 5 yang melakukan kesalahan pada tahap transformasi. Terlihat bahwa siswa sudah menuliskan informasi-informasi yang terdapat pada soal dengan benar dan tepat. Akan tetapi siswa melakukan kesalahan menuliskan rumus

luas segitiga yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal nomor 5.

Konsep rumus yang seharusnya digunakan adalah setengah dikalikan dengan panjang alas dikalikan dengan tinggi.

Gambar 4. 8 Ilustrasi kesalahan S30 pada tahap transformasi soal nomor 5 Gambar 4.8 memberikan ilustrasi kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tahap transformasi untuk soal nomor 5. Siswa sudah dapat menuliskan informasi diketahui dan ditanyakan dengan benar, tetapi siswa melakukan kesalahan dalam memodelkan permasalahan kedalam bentuk matematika.

Gambar 4. 9 Ilustrasi kesalahan S03 pada tahap keterampilan soal nomor 1 Pada gambar 4.9 terdapat ilustrasi kesalahan siswa pada tahap keterampilan untuk soal nomor 1. Siswa mengalami kesalahan saat mengkonversikan satuan dari meter ke dalam cm. Terlihat pada gambar siswa menuliskan 24 m sama dengan 576 cm. Padahal hasil konversi yang benar adalah 24 m sama dengan 2400 cm.

Gambar 4. 10 Ilustrasi kesalahan S05 pada tahap keterampilan soal nomor 2 Ilustrasi pada gambar 4.10 menampilkan hasil pekerjaan siswa yang melakukan kesalahan pada tahap keterampilan untuk soal nomor 2. Terlihat bahwa siswa mampu menuliskan informasi-informasi dan siswa dapat memodelkan soal tersebut ke dalam model matematika. Akan tetapi siswa melakukan kesalahan dalam penghitungan luas segitiga. Pada bagian kotak merah terlihat bahwa siswa menuliskan 5 dikalikan dengan 2 sama dengan 11.

Padahal, hasil perkalian yang benar adalah 𝑚 . Hasil perhitungan ini sangat mempengaruhi penghitungan pada langkah berikutnya sehingga hasil akhir yang didapatkan oleh siswa juga mengalami kesalahan.

Gambar 4. 11 Ilustrasi kesalahan S17 pada tahap keterampilan soal nomor 3

Pada gambar 4.11 terdapat ilustrasi kesalahan siswa pada tahap keterampilan untuk soal nomor 3. Siswa melakukan kesalahan saat menghitung penjumlahan dari 110, 80, dan 60. Siswa menuliskan hasilnya adalah 450 m, padahal hasil yang benar adalah 250 m. Selain itu, siswa melakukan kesalahan pada bagian konversi satuan dari meter ke kilometer. Hasil perhitungan dan konversi yang dilakukan oleh siswa sangat mempengaruhi penghitungan langkah berikutnya sehingga hasil akhir yang didapatkan oleh siswa tentunya mengalami kesalahan.

Gambar 4. 12 Ilustrasi kesalahan S26 pada tahap keterampilan soal nomor 4 Ilustrasi lain yang diberikan pada gambar 4.12 yang menampilkan hasil pekerjaan siswa yang melakukan kesalahan pada tahap keterampilan untuk soal nomor 4. Terlihat bahwa siswa menuliskan informasi yang terdapat pada soal belum lengkap, hal tersebut terlihat siswa belum menuliskan ditanyakan. Selain itu, siswa melakukan kesalahan pada bagian penghitungan. Kesalahan perhitungan saat siswa menjumlahkan panjang semua sisi. Siswa menuliskan hasilnya 156 m. Padahal hasil penjumlahan yang benar adalah 56 m. Hasil perhitungan yang dilakukan oleh siswa sangat mempengaruhi penghitungan

langkah berikutnya sehingga hasil akhir yang didapatkan oleh siswa tentunya mengalami kesalahan.

Gambar 4. 13 Ilustrasi kesalahan S09 pada tahap keterampilan soal nomor 4 Pada gambar 4.13 terdapat ilustrasi kesalahan siswa pada tahap keterampilan untuk soal nomor 4. Terlihat bahwa siswa mampu menuliskan informasi-informasi dan siswa dapat memodelkan soal tersebut ke dalam model matematika. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa pada langkah terakhir perhitungan yaitu saat mengurangkan hasil keliling 56 m dikurangi 3 m sama dengan 5 m. Seharusnya hasil perhitungannya adalah 53 m.

Gambar 4. 14 Ilustrasi kesalahan S11 pada tahap keterampilan soal nomor 5 Ilustrasi pada gambar 4.14 menampilkan hasil pekerjaan siswa yang melakukan kesalahan pada tahap keterampilan untuk soal nomor 5. Terlihat bahwa siswa mampu mengubah ke dalam model matematika. Pada hasil

pekerjaan siswa terdapat dua kesalahan yang muncul yaitu kesalahan memahami soal (tidak diberikan diketahui dan ditanya) dan kesalahan keterampilan khususnya pada bagian konversi satuan dari meter ke dalam centimeter. Siswa menuliskan bahwa 𝑚 sama dengan 𝑚 , padahal hasil yang benar adalah 𝑚 sama dengan 𝑚 Hasil konversi satuan yang dilakukan oleh siswa sangat mempengaruhi pada langkah berikutnya sehingga hasil akhir yang didapatkan oleh siswa tentunya mengalami kesalahan.

Gambar 4. 15 Ilustrasi kesalahan S23 pada tahap jawaban akhir nomor 4

Pada gambar 4.15 terdapat ilustrasi kesalahan siswa pada tahap penulisan jawaban akhir untuk soal nomor 4. Terlihat bahwa siswa mampu menuliskan informasi-informasi dan dapat memodelkan soal tersebut ke dalam model matematika. Siswa menuliskan kesimpulan bahwa terdapat 53 kawat yang dibutuhkan. Hal tersebut salah seharusnya satuan dalam panjang yakni meter.

Dokumen terkait