BAB III METODE PENELITIAN
H. Prosedur Pelaksanaan Penelitian
Berikut adalah prosedur pelaksanaan penelitian.
1. Tahap Persiapan Pengambilan Data a. Menentukan Masalah Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti menentukan masalah penelitian berdasarkan pengamatan, dan sumber pustaka yang terpercaya. Berdasarkan hasil pengamatan dan sumber pustaka tersebut, peneliti menuliskan
rumusan-rumusan masalah yang digunakan sebagai pedoman dalam penelitian ini.
b. Mempelajari Teori Terkait
Pada tahap ini, peneliti menentukan kerangka teori yang sesuai untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan. Selain itu, kajian teori tersebut juga dilakukan untuk membuat instrumen penelitian.
c. Penyusunan Instrumen Penelitian 1) Penyusunan Tes Tertulis
Dalam penelitian ini, peneliti menyusun soal tes tertulis yang berkaitan dengan soal cerita materi luas dan keliling segitiga. Dalam penyusunan soal tes tertulis, peneliti membuat 5 soal tes essay dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda dari yang paling mudah, sedang dan sulit.
2) Penyusunan Pedoman Wawancara
Dalam penelitian ini, peneliti menyusun pedoman wawancara yang akan digunakan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa mengalami kesalahan. Peneliti hanya mengambil 5 subjek untuk peneliti wawancara. Pemilihan subjek wawancara berdasarkan hasil pekerjaan siswa yang mengalami kesalahan yang cukup banyak.
3) Penyusunan Lembar Validasi Tes Tertulis dan Pedoman Wawancara Berdasarkan instrumen yang digunakan dalam penelitian hanya dua yaitu dengan soal tes dan wawancara. Sebelum soal tes dan pedoman wawancara digunakan perlunya untuk divalidasi terlebih dahulu oleh dosen maupun guru mata pelajaran matematika. Tujuan dari validasi
soal tes dan pedoman wawancara untuk memeriksa kelayakan soal yang sudah peneliti susun.
2. Tahap Pengambilan Data
Tahap pengambilan data dalam penelitian ini, dengan menggunakan tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis digunakan untuk mengetahui kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika materi luas dan keliling segitiga. Peneliti juga melakukan wawancara dengan subjek untuk mendapatkan data yang dibutuhkan untuk dianalisis.
Data wawancara berkaitan dengan faktor-faktor penyebab siswa mengalami kesalahan.
3. Tahap Pengolahan Data
Pada tahap pengolahan data, peneliti menganalisis data yang telah diperoleh dari hasil pekerjaan siswa. Tujuan peneliti guna mengetahui kesalahan yang dialami oleh siswa dalam menjawab soal tes. Peneliti juga melakukan analisis hasil wawancara untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita materi luas dan keliling segitiga.
4. Tahap Penyusunan Laporan Penelitian
Tahap ini merupakan tahap akhir dalam penelitian. Pada tahap ini, peneliti melakukan penyusunan laporan penelitian berdasarkan data-data yang diperoleh dan hasil dari analisis data. Dalam laporan penelitian ini, peneliti menuliskan hasil-hasil penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian.
45 BAB IV
ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN
Pada bab ini, peneliti akan memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan. Bab ini berisikan deskripsi pengambilan data, hasil analisis data yang diperoleh dari tes, dan hasil wawancara dengan subyek penelitian.
A. Deskripsi Pengambilan Data
Sebelum pengambilan data dilakukan, peneliti mempersiapkan instrumen penelitian yang akan digunakan. Instrumen penelitian yang peneliti gunakan adalah lembar soal tes dan pedoman wawancara. Setelah peneliti mempersiapkan instrumen penelitian, langkah berikutnya adalah proses validasi. Pada saat proses validasi peneliti memilih dua validator. Validator pertama adalah salah satu dosen program studi Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan validator kedua adalah guru mata pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Wonosari. Setelah instrumen penelitian dinyatakan valid, peneliti selanjutnya melakukan proses pengambilan data.
Pengambilan data dilakukan di SMP Negeri 2 Wonosari kelas VII G Tahun Ajaran 2020/2021 yang memiliki siswa berjumlah 32 orang dengan rincian 16 siswa laki-laki dan 16 siswi perempuan. Karena situasi masih dalam pandemi covid-19, sekolah belum melakukan pembelajaran secara tatap muka. Oleh sebab itu, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp baik pada saat pengambilan data soal tes maupun untuk wawancara.
Pelaksanaan pengambilan data soal tes dilakukan pada hari Senin, 5 April 2021 dengan mengirimkan soal tes melalui WhatsApp Group Matematika kelas VII G. Instrumen tersebut memiliki lima soal dengan waktu pengerjaan selama 90 menit. Setelah siswa mengerjakan soal, siswa menyerahkan jawaban tersebut melalui WhatsApp secara personal kepada peneliti.
Setelah proses pengambilan data selesai, peneliti memeriksa dan menganalisis hasil pekerjaan siswa. Setelah pekerjaan siswa diperiksa, peneliti selanjutnya menentukan subjek penelitian untuk wawancara.
Wawancara bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kesalahan siswa dalam mengerjakan soal tes. Pemilihan siswa yang akan diwawancarai didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM). Nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) di SMP Negeri 2 Wonosari pada mata pelajaran matematika adalah 65. Dalam penelitian ini, dari 19 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM terdapat lima siswa yang bersedia untuk diwawancarai dari 32 siswa kelas VII G.
Wawancara terhadap kelima siswa dilakukan pada hari Rabu, 7 April 2021 dan Kamis, 8 April 2021. Peneliti melakukan wawancara dengan siswa di luar Kegiatan Belajar Mengajar. Hal ini bertujuan agar tidak mengganggu siswa pada saat mengikuti mata pelajaran yang lain. Karena situasi masih dalam pandemi Covid-19, pelaksanaan wawancara juga dilakukan dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Secara teknis, peneliti mengajukan pertanyaan melalui chat dan voice note serta mengirimkan gambar lembar pekerjaan siswa. Peneliti memberikan kesempatan 10 menit kepada siswa
untuk mengamati hasil pekerjaannya. Selanjutnya peneliti menggali informasi-informasi yang menyebabkan siswa mengalami kesalahan dan faktor-faktor siswa. Beberapa siswa menjawab dengan menggunakan voice note dan beberapa menjawab dengan menggunakan chat.
B. Deskripsi Hasil Tes dan Pembahasan
Hasil tes siswa disajikan pada Tabel 4.1. Nilai total dalam soal tes ini adalah jumlah skor semua nomor dikalikan dengan dua. Berikut adalah skor untuk setiap nomor, skor total, dan nilai untuk setiap subjek.
Tabel 4. 1 Nilai Tes Siswa Subjek
S16 8 10 9 9 7 43 86 diperoleh dari hasil tes tersebut adalah 100, sedangkan nilai terendah berdasarkan hasil tersebut adalah 12. Rata-rata nilai dari ke-32 siswa adalah 61,56. Dari data ini terlihat bahwa siswa masih mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal-soal cerita yang berkaitan dengan materi luas dan keliling segitiga.
Pada soal nomor 1 terdapat 6 siswa yang menjawab soal dengan benar dan mendapatkan nilai maksimal dengan rata-rata skor 5,5. Sedangkan pada soal nomor 2 terdapat 16 siswa yang menjawab dengan benar. Hal ini menunjukkan bahwa setengah dari jumlah keseluruhan siswa dapat mengerjakan soal nomor 2 dengan benar dan memperoleh nilai yang maksimal serta rata-rata skor 7,53. Akan tetapi, pada soal nomor 2 terdapat satu siswa yang tidak mengerjakan soal sehingga diberikan nilai nol.
Pada soal nomor 3 dan 4 terdapat 6 siswa yang menjawab soal dengan benar. Rata-rata skor untuk nomor 3 dan nomor 4, berturut-turut, adalah 6,31 dan 6,65. Akan tetapi terdapat 2 siswa untuk nomor 3 dan terdapat 1 siswa untuk nomor 4 yang tidak mengerjakan soal sehingga tidak memperoleh skor.
Berdasarkan Tabel 4.1 juga dapat dilihat bahwa soal nomor 5 memiliki paling sedikit siswa yang menjawab dengan benar dibandingkan dengan soal-soal lainnya. Hanya tiga dari 32 siswa yang menjawab benar. Rata-rata skor untuk soal nomor 5 adalah 4,87. Siswa masih mengalami kesulitan untuk menentukan konsep matematika yang harus dipergunakan dalam menjawab sebuah persoalan. Dalam soal ini, banyak siswa yang menggunakan konsep keliling segitiga, padahal seharusnya menggunakan konsep luas segitiga.
Berdasarkan hasil dalam Tabel 4.1, peneliti selanjutnya membuat pengelompokan nilai dalam bentuk rentang dari kurang dari nilai 20 hingga nilai 100. Hasil pengelompokan peneliti sajikan pada Tabel 4.2 berikut.
Tabel 4. 2 Ringkasan Nilai Tes Rentang Total Nilai Banyak siswa
4
Selain itu, untuk menentukan subjek penelitian yang akan diwawancarai, peneliti juga mengelompokkan nilai siswa ke dalam kategori tuntas dan tidak tuntas. Ketentuan tuntas dan tidak tuntas didasarkan pada KKM mata pelajaran matematika kelas VII, yaitu nilai 65. Pada Tabel 4.3 di bawah disajikan banyak siswa yang termasuk dalam kategori tuntas dan tidak tuntas.
Tabel 4. 3 Rata-rata Keseluruhan Tuntas dan Tidak Tuntas
Rentang Total Nilai Banyak siswa Keterangan
13 Tuntas
19 Tidak Tuntas
Total 32
Berdasarkan Tabel 4.3 di atas diperoleh informasi bahwa terdapat 13 siswa yang memperoleh nilai dalam rentang . Dengan
demikian, terdapat 13 siswa mendapat nilai melebihi nilai KKM.
Jadi, terdapat 13 siswa yang dinyatakan tuntas dalam mengerjakan soal tes dan terdapat 19 siswa yang belum tuntas dalam mengerjakan soal tes.
Setelah melakukan analisis secara umum berkaitan dengan hasil tes siswa, peneliti selanjutnya melakukan analisis hasil pekerjaan siswa untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan siswa dalam mengerjakan soal berdasarkan tahapan teori Newman. Seperti yang telah dibahas pada bab II, menurut Teori Newman, terdapat lima tahapan yang harus dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Berdasarkan kelima tahapan tersebut, terdapat lima kesalahan menurut teori Newman sebagai berikut.
Tabel 4. 4 Kesalahan-kesalahan Siswa Menurut Prosedur Newman
Tahap Kategori
1 Kesalahan Membaca soal 2 Kesalahan Memahami soal 3 Kesalahan Transformasi
4 Kesalahan Keterampilan Proses 5 Kesalahan Penulisan Jawaban Akhir
Berdasarkan jenis kesalahan menurut teori Newman, Tabel 4.5 menyajikan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan subjek penelitian untuk setiap nomor. Penulisan 4,5” berarti siswa melakukan kesalahan pada tahap 4 dan tahap 5. Siswa yang tidak melakukan kesalahan diberikan tanda - . Tanda TD” berarti bahwa siswa tidak mengerjakan soal tersebut.
Tabel 4. 5 Kesalahan Siswa Menurut Teori Newman Untuk Setiap Nomor
6. S06 2, 5 - 2, 4 3, 4 1, 2, 4
Berdasarkan Tabel 4.5, dapat dilihat siswa banyak melakukan kesalahan pada soal nomor 5. Hanya ada tiga siswa yang menjawab dengan benar. Sebaliknya, terlihat bahwa soal nomor 2 memiliki sedikit kesalahan.
Hal ini berarti sebagian besar siswa dapat menjawab dengan benar soal nomor 2.
Tabel 4.6 menyajikan jumlah skor banyaknya jenis kesalahan untuk semua soal untuk setiap subjek. Skor 2 untuk kesalahan transformasi, misalnya, berarti subjek tersebut, dari kelima soal yang dikerjakan, melakukan dua kesalahan transformasi.
Tabel 4. 6 Jumlah Kesalahan Siswa Berdasarkan Tahapan Newman
No Subjek
Jumlah Kesalahan Berdasarkan Tahapan Newman Kesalahan kesalahan membaca soal paling sedikit siswa yang mengalami kesalahan di tahap pertama ini dengan jumlah 15 kali. Kedua, jumlah kesalahan
memahami soal siswa mengalami kesalahan dengan jumlah 26 kali.
Selanjutnya, ketiga jumlah kesalahan yang dilakukan oleh siswa pada tahap kesalahan transformasi sebanyak 73 kali. Keempat, kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa yakni kesalahan keterampilan proses sebanyak 89 kali. Kemudian, terakhir tahapan kelima yakni tahapan kesalahan penulisan jawaban akhir siswa mengalami kesalahan sebanyak 35 kali.
Sehingga jumlah keseluruhan kesalahan yang dialami oleh siswa adalah 238.
Berkaitan dengan jenis-jenis kesalahan, sebagian besar siswa tidak mengalami kesulitan dalam membaca soal (tahap 1). Pada tahap 3 dan 4 beberapa siswa melakukan kesalahan, serta sebagian siswa terdapat yang tidak mengerjakan soal dan peneliti tidak dapat menganalisis hasil pekerjaan siswa.
Pada tabel 4.7 menyajikan persentase jumlah kesalahan untuk setiap tahapan teori Newman sebagai berikut.
Tabel 4. 7 Persentase Kesalahan Setiap Tahapan
Tahapan Kategori Jumlah Kesalahan Persentase
1. Kesalahan Membaca soal 15 6,30 %
5. Kesalahan Penulisan Jawaban Akhir
35 14,71 %
Jumlah Kesalahan 238 100 %
Berdasarkan tabel-tabel diatas peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa terdapat 6,30% kesalahan pada tahap pertama membaca soal.
Persentase kesalahan pada tahap membaca soal merupakan persentase terkecil dibandingkan dengan persentase pada tahapan lainnya. Kemudian pada tahap kedua yaitu tahap memahami soal terdapat 10,92% kesalahan. Tahap ketiga
yaitu tahap transformasi terdapat 30,67% kesalahan. Tahap keempat merupakan tahapan yang paling banyak siswa melakukan kesalahan yaitu tahap keterampilan proses sebesar 37,40% kesalahan. Pada tahap terakhir yaitu penulisan jawaban akhir terdapat 14,71% kesalahan.
Berdasarkan tabel 4.7 bahwa siswa banyak mengalami kesalahan pada tahap 3 kesalahan transformasi dan tahap 4 kesalahan keterampilan proses.
Kesalahan keterampilan proses dengan jumlah 89 kesalahan, persentase kesalahan 37,40%. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa karena terburu-buru saat mengerjakan dan tidak teliti saat menghitung. Berikutnya pada tahap 3 kesalahan transformasi dengan jumlah 73 kesalahan, persentase kesalahan 30,67%. Kesalahan yang dilakukan oleh siswa karena siswa mengalami kesulitan menentukan konsep yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut dan siswa terbolak-balik dengan rumus yang akan digunakan menyelesaikannya.
Jika pada tabel 4.6 dan 4.7 menyajikan analisis kesalahan secara keseluruhan. Berikutnya pada tabel 4.8 menyajikan analisis jenis kesalahan untuk setiap nomor.
Tabel 4. 8 Banyak Kesalahan untuk Setiap Soal
Soal
Total Kesalahan Berdasarkan Tahapan Newman Kesalahan
Berdasarkan Tabel 4.8, kesalahan yang seringkali dilakukan siswa tahap membaca soal terdapat pada nomor 1 sebanyak 5 dan nomor 3 sebanyak 4 kesalahan. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan soal nomor 5 terdapat 3 kesalahan dan nomor 2 terdapat 2 kesalahan. Untuk kesalahan membaca paling sedikit yaitu soal nomor 4 yaitu terdapat 1 kesalahan.
Sehingga keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terdapat 15 kesalahan tahapan Newman yang pertama yaitu kesalahan membaca soal.
Pada tahap memahami soal, terdapat kesalahan paling banyak pada nomor 5, yaitu sebanyak 10 kesalahan. Soal nomor 3 terdapat juga kesalahan yang cukup banyak yaitu 8 kesalahan. Selanjutnya terdapat 5 kesalahan yang dilakukan siswa pada soal nomor 1 dan 2 kesalahan pada soal nomor 2.
Sedangkan kesalahan paling sedikit pada tahap memahami soal yaitu soal nomor 4 terdapat 1 kesalahan. Secara keseluruhan tahapan Newman yang kedua terdapat 26 kesalahan memahami soal.
Pada tahap transformasi, terdapat kesalahan yang sering dilakukan oleh siswa. Kesalahan paling banyak pada soal nomor 4 yaitu sebanyak 20 kesalahan. Berikutnya soal nomor 1 sebanyak 18 kesalahan, nomor 5 sebanyak 16 kesalahan. Sedangkan untuk soal nomor 3 banyaknya siswa yang mengalami kesalahan sebanyak 10 kesalahan dan soal nomor 2 sebanyak 9 kesalahan. Secara keseluruhan total kesalahan transformasi yang dialami oleh siswa sebanyak 73 kesalahan.
Tahap keempat dari tahapan Newman yaitu keterampilan proses.
Tahap ini merupakan kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa yaitu dengan total 89 kesalahan, berikut merupakan penjabaran kesalahan
tahap empat berdasarkan setiap nomor soal. Kesalahan paling banyak dilakukan oleh siswa ada soal nomor 5 yaitu sebanyak 23 kesalahan.
Berikutnya soal nomor 1 sebanyak 20 kesalahan, soal nomor 4 terdapat 19 kesalahan. Soal nomor 3 siswa terdapat 15 kesalahan dan soal nomor 2 paling sedikit siswa mengalami kesalahan untuk tahap keterampilan proses yaitu 12 kesalahan.
Pada tahap penulisan jawaban akhir terdapat paling banyak kesalahan pada soal nomor 5, yaitu sebanyak 9 kesalahan. Nomor 1 terdapat 8 kesalahan dan soal nomor 3 terdapat 7 kesalahan yang dilakukan siswa. Berikutnya terdapat 6 kesalahan pada soal nomor 4. Kemudian pada nomor 2 terdapat paling sedikit kesalahan yaitu 5 kesalahan. Sehingga total kesalahan pada tahap penulisan jawaban akhir yaitu 35 kesalahan.
Tabel 4.9 menyajikan tahap menurut prosedur Newman yang berhasil dicapai oleh siswa untuk setiap nomor soal. Jika siswa berhasil mengerjakan soal dengan benar, maka siswa tersebut telah melakukan kelima tahap dalam prosedur Newman dengan benar. Jika siswa benar mengerjakan soal sampai tahap memahami soal, maka siswa tersebut hanya berhasil melakukan prosedur Newman dengan benar sampai tahap kedua. Begitu pula, Jika siswa tidak mengerjakan soal maka siswa tersebut tidak berhasil melakukan prosedur Newman sama sekali.
Tabel 4. 9 Tahap Menurut Prosedur Newman yang Berhasil Dicapai oleh Siswa
No Subjek Tahapan Berdasarkan Prosedur Newman
Soal 1 Soal 2 Soal 3 Soal 4 Soal 5
1. S01 2 5 2 2 2
2. S02 5 5 5 5 3
3. S03 3 5 5 2 1
4. S04 1 2 2 2 2
5. S05 5 2 5 5 2 Newman tidak dapat diidentifikasikan karena siswa tidak menuliskan jawaban dilembar pekerjaannya. Selanjutnya angka 0” yang artinya siswa menuliskan jawaban akan tetapi tidak sesuai dengan semua tahapan.
Pada data yang akan ditampilkan dalam Tabel 4.9 diolah menjadi Tabel 4.10 yakni tabel yang menyajikan banyak siswa yang berhasil mencapai tahap tertentu untuk setiap nomor soal.
Tabel 4. 10 Rekapitulasi Pencapaian tahap Newman oleh Siswa
Berdasarkan Tabel 4.10,dapat dilihat bahwa untuk soal 1 yang berkaitan dengan keliling segitiga, sebagian besar siswa sudah berhasil mencapai tahap kedua yaitu 10 siswa. Berikutnya terdapat sebagian besar siswa berhasil mencapai tahap ketiga yaitu 8 siswa. Pada soal nomor 2, yang berkaitan dengan luas segitiga terdapat paling banyak siswa berhasil mencapai pada tahap kelima yaitu 16 siswa. Selanjutnya siswa yang mampu mencapai pada tahap kedua yaitu 7 siswa. Namun pada tahap keempat tidak ada siswa yang berhasil mencapai pada tahapan tersebut.
Pada soal nomor 3 berkaitan dengan keliling segitiga, siswa yang mampu mencapai pada tahap kedua dan ketiga yaitu sama 8 siswa. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan siswa yang mampu mencapai pada tahap kelima yaitu 5 siswa. Selanjutnya untuk soal nomor 4 yang berkaitan dengan keliling segitiga, siswa yang mampu mencapai paling banyak dari pencapaian yang lain yaitu tahap kedua dengan jumlah 17 siswa.
Penacapaian yang cukup banyak yaitu tahap ketiga dengan jumlah 8 siswa.
Pada soal terakhir nomor 5 berkaitan dengan luas segitiga, terdapat siswa yang berhasil mencapai pada tahap kedua yaitu 13 siswa. Pada soal ini siswa yang mencapai tahap keempat hanya sedikit yaitu 1 siswa.
Secara umum dari kelima tahapan tersebut, paling banyak siswa mampu melalui pada tahap kedua yaitu tahap memahami soal dengan jumlah 55 total jawaban siswa. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan tahap kelima yaitu penulisan jawaban akhir dengan jumlah 34 total jawaban siswa dan tahap ketiga transformasi dengan jumlah 33 total jawaban siswa. Berikutnya dilanjutkan tahap pertama membaca soal terdapat 16 total jawaban siswa.
Kemudian terdapat 7 jawaban siswa yang belum dapat melalui tahap apapun sehingga diberikan tahap ke-0 dan paling sedikit 6 total jawaban siswa yang belum dapat melalui tahap keempat keterampilan proses.
Setelah peneliti memaparkan hasil berupa tabel-tabel diatas, berikut ini peneliti akan menampilkan beberapa contoh hasil pekerjaan siswa yang sudah tepat dan yang masih salah. Berikut beberapa ilustrasi jawaban siswa.
Gambar 4. 1 Ilustrasi jawaban siswa yang tepat pada soal nomor 1 Gambar 4.1 memberikan ilustrasi siswa yang bisa menjawab soal dengan benar dan memperoleh skor maksimal pada soal nomor 1. Pada gambar 4.1 terlihat bahwa siswa dapat menyelesaikan soal dengan tepat dan lengkap.
Gambar 4. 2 Ilustrasi jawaban siswa yang tepat pada soal nomor 2 Gambar 4.2 yang menampilkan hasil pekerjaan siswa dengan jawaban yang benar dan lengkap. Siswa mampu mengerjakan soal dengan lengkap sesuai dengan jawaban yang diminta oleh siswa.
Gambar 4. 3 Ilustrasi kesalahan S17 pada tahap membaca soal nomor 5 Gambar 4.3 merupakan ilustrasi kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tahap membaca soal pada nomor 5. Siswa menuliskan alas 8 cm dan tinggi 9 cm pada bagian diketahui, akan tetapi alas dan tinggi yang benar adalah alas 6 m dan tinggi 9 m. Sehingga siswa tersebut melakukan kesalahan pada tahap pertama yakni kesalahan tahap membaca soal.
Gambar 4. 4 Ilustrasi kesalahan S17 pada tahap memahami soal nomor 1 Gambar 4.4 menyajikan kesalahan pada soal nomor 1. Siswa melakukan kesalahan saat memahami soal yang ditanyakan pada soal nomor 1. Siswa tersebut menulis yang ditanyakan adalah luas pohon singkong pak Slamet. Seharusnya yang benar pada bagian ditanyakan pada soal nomor 1 adalah banyak pohon singkong yang harus disediakan oleh Pak Slamet. Hal tersebut berkaitan dengan konsep keliling segitiga bukan luas segitiga.
Gambar 4. 5 Ilustrasi kesalahan S10 pada tahap transformasi soal nomor 1 Gambar 4.5 memberikan ilustrasi kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam proses transformasi untuk soal nomor 1. Siswa sudah menuliskan informasi-informasi yang terdapat pada soal dengan benar dan tepat. Siswa melakukan kesalahan dalam menentukan konsep yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal nomor 1. Siswa mengerjakan soal nomor 1 dengan menggunakan konsep luas segitiga, akan tetapi yang benar dengan menggunakan konsep keliling segitiga.
Gambar 4. 6 Ilustrasi kesalahan S08 pada tahap transformasi soal nomor 1
Pada gambar 4.6 memberikan ilustrasi lain mengenai kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tahap transformasi pada soal nomor 1. Siswa sudah menuliskan informasi-informasi yang terdapat pada soal dengan benar dan tepat. Pada gambar terlihat jelas bahwa siswa paham dengan konsep yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal nomor 1. Konsep yang digunakan di soal nomor 1 adalah keliling segitiga, akan tetapi siswa mengalami kesalahan pada saat menuliskan konsep keliling segitiga.
Gambar 4. 7 Ilustrasi kesalahan S03 pada tahap transformasi soal nomor 5 Ilustrasi pada gambar 4.7 menampilkan hasil pekerjaan siswa soal nomor 5 yang melakukan kesalahan pada tahap transformasi. Terlihat bahwa siswa sudah menuliskan informasi-informasi yang terdapat pada soal dengan benar dan tepat. Akan tetapi siswa melakukan kesalahan menuliskan rumus
luas segitiga yang akan digunakan untuk menyelesaikan soal nomor 5.
Konsep rumus yang seharusnya digunakan adalah setengah dikalikan dengan panjang alas dikalikan dengan tinggi.
Gambar 4. 8 Ilustrasi kesalahan S30 pada tahap transformasi soal nomor 5 Gambar 4.8 memberikan ilustrasi kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam tahap transformasi untuk soal nomor 5. Siswa sudah dapat menuliskan informasi diketahui dan ditanyakan dengan benar, tetapi siswa melakukan kesalahan dalam memodelkan permasalahan kedalam bentuk matematika.
Gambar 4. 9 Ilustrasi kesalahan S03 pada tahap keterampilan soal nomor 1 Pada gambar 4.9 terdapat ilustrasi kesalahan siswa pada tahap keterampilan untuk soal nomor 1. Siswa mengalami kesalahan saat mengkonversikan satuan dari meter ke dalam cm. Terlihat pada gambar siswa menuliskan 24 m sama dengan 576 cm. Padahal hasil konversi yang benar adalah 24 m sama dengan 2400 cm.
Gambar 4. 10 Ilustrasi kesalahan S05 pada tahap keterampilan soal nomor 2 Ilustrasi pada gambar 4.10 menampilkan hasil pekerjaan siswa yang melakukan kesalahan pada tahap keterampilan untuk soal nomor 2. Terlihat bahwa siswa mampu menuliskan informasi-informasi dan siswa dapat memodelkan soal tersebut ke dalam model matematika. Akan tetapi siswa
Gambar 4. 10 Ilustrasi kesalahan S05 pada tahap keterampilan soal nomor 2 Ilustrasi pada gambar 4.10 menampilkan hasil pekerjaan siswa yang melakukan kesalahan pada tahap keterampilan untuk soal nomor 2. Terlihat bahwa siswa mampu menuliskan informasi-informasi dan siswa dapat memodelkan soal tersebut ke dalam model matematika. Akan tetapi siswa