BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Penyajian Data
4.2.2 Deskripsi Informan Pada Penelitian
Pada penelitian ini terdapat dua jenis informan yaitu informan utama dan informan kunci yang menjadi sumber informasi utama. Dalam penelitian ini yang menjadi informan utama dan informan kunci ialah para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan beserta para pekerja pada UMKM tersebut. Berikut deskripsi mengenai data Pemilik dan pekerja pada UMKM Rujak Kolam Medan:
Tabel.4.2
Data pemilik UMKM Rujak Kolam Medan
No Nama Jenis
Kelamin Usia Pendidikan Terakhir
Sudah/Belum Menikah 1 Amri Husni
Harahap Laki-laki 40 Tahun SMP Sudah Menikah (4 anak)
Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa seluruh pemilik UMKM Rujak Kolam Medan memiliki status sudah berkeluarga atau menikah dengan jumlah anak atau tanggungan antara 2 anak sampai 6 anak.
Tabel 4.3
Data pekerja UMKM Rujak Kolam Medan
No Nama Jenis
Kelamin Usia Pendidikan Terakhir
Sayudinur Laki-laki 32 Tahun SMP Sudah Menikah (2 anak)
4 Endri Laki-laki 42 tahun SMA Sudah Menikah
(6 anak)
5 Saiful Laki-laki 37 Tahun SMP
Belum Menikah (tanggungan 1
keponakan)
6 Eni Perempuan 48 Tahun SD Sudah Menikah
(3 anak) Sumber: Diolah Peneliti, 2019.
Berdasarkan tabel 4.3 dapat dilihat bahwa para pekerja pada UMKM Rujak Kolam Medan didominasi oleh pekerja yang sudah menikah atau berkeluarga dengan jumlah anak atau tanggungan yang dimiliki antara 1 anak sampai 6 anak.
Penelitian ini dilakukan dengan mendapatkan sumber informasi dari Informan utama dan informan kunci yang merupakan para pemilik dan pekerja pada UMKM Rujak Kolam Medan. Pada Penelitian ini terdapat lima orang pemilik dan enam pekerja sehingga jumlah keseluruhan informan pada penelitian ini sebanyak sebelas orang.
4.2.3 Hasil Temuan Lapangan Peran UMKM dalam Penyerapan Tenaga Kerja
Berikut ini merupakan hasil temuan lapangan yang diperoleh melalui teknik wawancara dan observasi. Teknik wawancara yang digunakan ialah teknik wawancara terstruktur. Data berikut ini merupakan penjelasan atau jawaban langsung yang diperoleh dari informan utama sekaligus informan kunci dalam penelitian ini yaitu para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan yang terdiri dari pemilik UMKM Rujak Sri Deli, UMKM Rujak Bahagia, UMKM Rujak Sederhana, UMKM Rujak Takana Juo dan UMKM Rujak Gumarang. Data yang disajikan mengenai peran UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja ialah
meliputi peran UMKM dan penyerapan tenaga kerja. Berikut adalah hasil penelitian atau data yang diperoleh:
Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM)
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor usaha yang cukup berperan dalam meningkatkan perekonomian. Berbagai jenis UMKM telah banyak dijumpai saat ini. Salah satunya ialah UMKM yang bergerak dibidang kuliner seperti UMKM Rujak Kolam Medan. UMKM Rujak Kolam Medan merupakan UMKM yang terkenal dengan produk olahan rujaknya.
UMKM Rujak Kolam Medan saat ini terdiri dari lima kepemilikan usaha rujak yang berbeda-beda, diantaranya Rujak Sri Deli, Rujak Bahagia, Rujak Sederhana, Rujak Takana Juo dan Rujak Gumarang. Keberadaan UMKM tentu diharapkan dapat memberikan berbagai dampak positif, salah satunya ialah keberadaan UMKM diharapkan dapat memberikan kesempatan serta peluang terciptanya lapangan pekerjaan sehingga dapat menyerap tenaga kerja. Data yang disajikan mengenai peran UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja ialah meliputi peran UMKM dan penyerapan tenaga kerja.
UMKM Rujak Kolam Medan rata-rata telah berdiri sejak belasan bahkan puluhan tahun dan menjadi salah satu wisata kuliner diKota Medan. UMKM rujak ini juga telah dijadikan usaha keluarga yang diturunkan dari generasi ke generasi untuk kembali dilanjutkan. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh para informan diantaranya pemilik UMKM Rujak Sri Deli yang mengatakan bahwa:“Kalau usaha ini sudah cukup lama, sudah dari tahun 2000” hal yang serupa juga disampaikan oleh pemilik Rujak Bahagia “Usaha saya ini sudah lama, sudah mulai tahun 1973”. Tidak jauh berbeda hal yang serupa juga disampaikan
oleh pemilik UMKM Rujak Sederhana “Kalau usaha ini sudah lama sekali, usaha rujak ini dulunya milik orang tua saya tetapi sekarang saya yang melanjutkan, kurang lebih sudah 30 tahun saya menjalankan usaha rujak ini”. Pemilik UMKM Rujak Takana Juo dan Rujak Gumarang juga mengatakan “Kalau usaha rujak ini sudah ada kurang lebih 50 tahun. Pertama kali rujak ini dijalankan oleh orang tua saya kemudian dilanjutkan oleh kakak saya dan sekarang saya yang melanjutkan.
Saya sendiri sudah menjalankan usaha ini kurang lebih sudah 25 tahun”.
Para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan, diawal memulai usahanya menggunakan modal dikisaran angka 10 sampai 20 juta rupiah untuk membangun usaha mereka. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari para pemilik UMKM diantaranya: Pemilik UMKM Rujak Sri Deli “Modal pertama kali sekitar 20 juta tetapi sudah termasuk kursi dengan meja”. Dan pemilik UMKM Rujak Bahagia, Rujak Sederhana, Rujak Takana Juo serta Rujak Gumarang menyatakan bahwa modal awal yang mereka gunakan ialah sekitar 10 juta rupiah.
Dengan modal awal yang rata-rata sama, Rujak Kolam Medan mampu berdiri sebagai UMKM kuliner yang hadir sebagai salah satu icon kuliner Kota Medan. Terkenal dengan olahan rujaknya membuat para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan semakin memiliki banyak konsumen, seiring dengan mulai meningkatnya jumlah konsumen membuat UMKM Rujak Kolam Medan ini memperkerjakan beberapa tenaga kerja.
Penyerapan Tenaga Kerja
Keberadaan UMKM Rujak Kolam Medan sebagai salah satu icon kuliner yang cukup diminati membuat pemilik-pemilik UMKM merasa kerepotan apabila harus mempersiapkan pesanan dan melayani konsumen sendiri tanpa bantuan
pekerja. Hal ini mendorong pemilik UMKM untuk mencari tenaga kerja yang dapat membantu mereka dalam menjalankan UMKM rujak mereka. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan Pemilik UMKM Rujak Sri Deli “Tidak bisa juga kalau harus mengurusi sendiri dek, kan yang di jual juga gak cuma satu macam, jadi memang kayaknya perlu tenaga kerjalah. Usahanya juga lumayan berkembanglah dek jadi memang butuhlah tenaga tambahan”.Pemilik UMKM Rujak Bahagia “Kalau jualan sendiri kerepotan juga karena seperti menggiling bumbu itu kan sekali menggiling langsung dalam jumlah banyak”. Pemilik UMKM Rujak Sederhana“Karena kalau harus jualan sendirian pasti akan sangat kerepotan. Apalagi seperti menggiling bumbu kan selalu dalam jumlah yang banyak untuk setiap gilingnya dan dalam satu hari bisa lebih dari satu kali menggiling bumbu”. Pemilik UMKM Rujak Takana Juo “Karena tidak bisa kalau hanya sendirian yang melakukan semua pekerjaan disini karena pasti sangat kerepotan”. Pemilik UMKM Rujak Gumarang “Kita butuh pegawai karena cukup kerepotan jika tidak ada yang membantu, terutama untuk melayani konsumen dan menggiling bumbu”.
Semua pemilik UMKM Rujak Kolam Medan merasa membutuhkan bantuan tenaga kerja untuk memperlancar usahanya karena cukup banyaknya jenis pekerjaan yang tidak akan berjalan dengan baik apabila mereka mengerjakan seluruhnya sendiri. Jumlah tenaga kerja yang ada pada setiap UMKM Rujak Kolam Medan juga beragam. Diantaranya terdapat 3 (tiga) orang sampai dengan 6 (enam) orang tenaga kerja yang ada pada masing-masing UMKM Rujak Kolam Medan. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan, yaitu:
Pemilik UMKM sri deli
“Kalau disini itu ada 6 orang pekerjanya, yaitu ada 4 (empat) perempuan dan 2 laki-laki. Kalau yang perempuan itu biasanya yang jadi pelayannya dan satu laki-laki itu yang masak atau yang menyiapkan pesanan karena disini kita tidak cuma nyediakan atau ngejual rujak aja, ada menu lain kayak nasi goreng ifu mie, indomie dan jus dan satu pekerja laki-laki itu bertugas buat ngangkat kursi sama meja dek karna kan kalo disini itu kita ada cukup banyak lah kursi dan mejanya”.
Pemilik UMKM Rujak Bahagia “Di usaha rujak ini kita ada 3 orang pekerja yaitu 2 (dua) orang perempuan dan 1 (satu) orang laki-laki. Kalau tugasnya ya saling bergantian, terkadang yang satu menyiapkan pesanan yang lainya menggiling bumbu dan lainnya lagi mengupas buah”. Pemilik UMKM Rujak Sederhana: “Di usaha rujak milik saya ini ada 4 tenaga kerjanya, yaitu ada 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Pembangian tugasnya itu satu orang laki-laki yang mengiling bumbu rujak, satu orang laki-laki mengupas buah, dan sisanya mereka bertugas untuk melayani pembeli”. Pemilik UMKM Rujak Takana Juo: “Di usaha rujak milik saya ini ada enam pekerja, tiga pekerja perempuan dan tiga pekerja laki-laki. Kalau dulu saya sempat memiliki 10 pekerja namun karena pendapatan yang juga semakin menurun jadi sampai saat ini saya hanya bisa menggaji untuk enam pekerja”. Pemilik UMKM Rujak Gumarang: “Di usaha rujak ini hanya ada 3 pekerja, yaitu satu perempuan dan dua laki-laki”.
Banyaknya jenis pekerjaan yang harus dilakukan itulah yang mendorong para pemilik UMKM ini merasa perlu dibantu dengan adanya tenaga kerja.
Seperti kita ketahui pada saat ini persaingan untuk mendapatkan pekerjaan sangat sulit ditambah dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah sumber daya manusia. Tidak hanya itu minimnya keahlian yang dimiliki serta rendahnya tingkat pendidikan. UMKM Rujak Medan juga tidak memiliki syarat khusus dalam memilih tenaga kerja. Hal ini sesuai dengan
pernyataan yang diberikan oleh para pemilik UMKM. Pemilik UMKM Rujak Sri Deli, Pemilik UMKM Rujak Bahagia, Pemilik UMKM Rujak Sederhana, Pemilik UMKM Rujak Takana Juo, Pemilik UMKM Rujak Gumarang mengatakan bahwa: “Tidak ada syarat khusus yang kami tetapkan untuk bekerja di UMKM rujak kami”. Dari pernyataan tersebut terlihat bahwa untuk bisa bekerja di UMKM rujak kolam ini tidaklah memilik syarat khusus. Disampaikan bahwa siapa saja bisa menjadi tenaga kerja di UMKM Rujak Kolam Medan.
Upah
Upah merupakan suatu tanda balas jasa yang diberikan oleh pemilik usaha kepada pekerja atau tenaga kerja di usaha mereka sebagai bentuk imbalan atas pekerjaan yang telah dilakukan. Pada UMKM Rujak Kolam Medan, para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan memberikan upah kepada pekerja atau tenaga kerja mereka dengan memberikan sistem upah per hari, namun pada hasil penelitian ini dikalkulasikan menjadi perbulan. Berikut pernyataan dari para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan: Pemilik UMKM Rujak Sri Deli “Penghasilan perbulan pegawainya disini sekitaran 3 jutaan perbulan dek tergantung juga pendapatan karna disini itu sistem gajinya perhari”. Hal serupa juga dikatakan oleh para pemilik UMKM Rujak Bahagia, Rujak Sederhana, Rujak Takana Juo yang mengatakan bahwa upah pekerja di UMKM milik mereka sekitar 3 juta rupiah.
Namun sedikit berbeda dengan UMKM rujak lainnya, pemilik UMKM Rujak Gumarang menyatakan bahwa “Kalau gaji yang pekerja terima dari kita itu sekitar 2,1 juta”.
Upah yang diberikan para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan rata-rata sama yaitu sekitar 3 (tiga) juta rupiah jika dihitung perbulan atau sama dengan
100 ribu rupiah perharinya, namun terdapat sedikit perbedaan pada pemilik UMKM Rujak Gumarang yaitu dengan memberikan upah jika dihitung perbulannya hanya sebesar 2,1 juta rupiah atau jika di upah perhari sama dengan sebesar 70 ribu rupiah. Hal ini di sampaikan pemilik UMKM Rujak Gumarang karena tenaga kerja mereka seluruhnya adalah anak sendiri.
4.2.4 Hasil Temuan Lapangan Peran UMKM Terhadap Kesejateraan Pemilik dan Pekerja UMKM Rujak Kolam Medan
Data atau hasil penelitian ini merupakan hasil wawancara dengan informan utama dan informan kunci yaitu para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan diantaranya pemilik UMKM Rujak Sri Deli, pemilik UMKM Rujak Bahagia, pemilik UMKM Rujak Sederhana, pemilik UMKM Rujak Takana Juo, dan pemilik UMKM Rujak Gumarang serta para pekerja pada UMKM Rujak Kolam Medan. Kesejateraan pemilik UMKM serta pekerja UMKM yang dimaksud pada penelitian ini ialah kesejateraan yang bisa dirasakan oleh pemilik UMKM dan pekerja UMKM setelah membuka usaha sendiri dan sebagai pekerja di UMKM Rujak Kolam Medan yang memberikan dampak perubahan pada kehidupan para pemilik dan pekerja UMKM Rujak Kolam Medan. Data kesejateraan yang disajikan dalam penelitian ini yaitu meliputi, pendapatan, pendidikan, kesehatan serta sandang/pangan/papan.
Pendapatan
Pendapatan merupakan penghasilan yang diterima oleh pemilik UMKM setelah menjalankan usahanya dan penghasilan yang diterima para pekerja UMKM. Berikut hasil wawancara yang dilakukan dengan para pemilik UMKM
dan para pekerja pada UMKM Rujak Kolam Medan untuk mengetahui berapa pendapatan mereka:
Pemilik UMKM Rujak Sri Deli “Sekitaran 2,9 juta dari penghasilan saya kerja didinas kebersihan kalau digabung dari sini yah lumayan lah”. Pemilik UMKM Rujak Bahagia “Penghasilan dari sini itu yah sekitaran 3-4 juta an lebih lah kalau bersihnya. Saya juga cuma dari sini saja penghasilannya dek gak ada yang lain”. Pemilik UMKM Rujak Sederhana“Kalau penghasilan perbulan mungkin bersihnya sekitaran 5 jutaan”. Pemilik UMKM Rujak Takana Juo
“Kalau penghasilan dari sini sekitaran 5-10 juta”. Pemilik UMKM Rujak Gumarang “Kalau penghasilan dari sini bersihnya sekitar 4-5 juta perbulan”.
Berikut pernyataan yang disampaikan oleh para pekerja UMKM Rujak Kolam Medan. Pekerja 1 “Kalau satu bulannya sekitar 3 juta dek, tapi itu juga udah pendapatan kita yang paling besar ya dek kalo pas ramai pengunjungnya”.
Pekerja 2 “Sekitaran 2 juta lah dek karena ini juga gak menentu dek, karena disini sisitemnya kita dapat persenan aja gitu dari setiap pesanan yang kita layani perharinya. Jadi kalau saat ramai ya alhamdulilah banyak tapi kalo pas sepi yah tidak seberapa”. Pekerja 3 “Gaji saya itu satu harinya 150 ribu, tapi kami ada 4 hari tidak dagang atau semacam hari liburnya lah gitu yaitu setiap hari jumat kami libur. Jadi, kalau ditotalin sekitar 3.9 juta yang penghasilan saya dari sini”.
Pekerja 4, Pekerja 5, dan Pekerja 6 menyatakan bahwa penghasilan yang mereka dapat sekitar 3 juta rupiah perbula “Penghasilan saya dari sini itu 100 ribu perhari kalau sebulannya sekitar 3 juta”.
Dari wawancara tersebut dapat dilihat bahwa kisaran pendapatan pemilik UMKM Rujak Kolam Medan berkisar antara 3-10 juta rupiah perbulan.
Sedangkan pendapatan pekerja UMKM Rujak Kolam Medan berkisar antara 2-3 juta rupiah. Dan hampir seluruh pemilik dan pekerja di UMKM Rujak Kolam Medan menggantungkan hidupnya hanya dari pekerjaan sebagai pemilik dan pekerja di UMKM Rujak Kolam Medan. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang diberikan oleh pemilik dan pekerja UMKM Rujak Kolam Medan, yaitu: Pemilik UMKM Rujak Sri Deli “saya juga bekerja di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan”. Sedangkan pemilik UMKM Rujak Bahagia, pemilik UMKM Rujak Sederhana, pemilik UMKM Rujak Takana Juo pemilik UMKM Rujak Gumarang dan seluruh pekerja di UMKM Rujak Kolam Medan menyatakan bahwa “bekerja di UMKM Rujak Kolam Medan adalah satu-satunya sumber penghasilan untuk mereka”.
Dari wawancara ini dapat dilihat bahwa diantara seluruh informan hanya satu orang yang memiliki pekerjaan lain selain bekerja di UMKM Rujak Kolam Medan. Itu artinya hampir seluruh pemilik dan pekerja yang seluruh pendapatan mereka berasal dari hasil menjalankan usaha dan bekerja di UMKM Rujak Kolam Medan.
Pendidikan
Pendidikan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendidikan yang dapat para pemilik UMKM dan pekerja UMKM berikan kepada anak atau anggota keluarga mereka. Pada penelitian ini menurut pemilik UMKM dan pekerja UMKM bahwa mereka bisa memberikan pendidikan sekolah kepada anak atau anggota keluarga mereka. Hal itu dapat dilihat dari pernyataan para pemilik UMKM dan pekerja UMKM Rujak Kolam Medan yaitu: Pemilik UMKM Rujak Sri Deli mengatakan “Iya alhamdulilah ketiga anak bapak sekolah semua”.
Pemilik UMKM Rujak Bahagia, UMKM Rujak Sederhana, UMKM Rujak Takana Juo, UMKM Rujak Gumarang juga menyatakan bahwa dari hasil yang mereka dapatkan dari UMKM Rujak Kolam Medan, mereka dapat memberikan atau membiayai pendidikan anak-anak mereka. Hal yang sama juga turut disampaikan oleh para pekerja yang menjadi informan dalam penelitian di UMKM Rujak Kolam Medan. Mereka menyatakan bahwa anak-anak mereka mendapatkan pendidikan sekolah.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa seluruh anak-anak dari pemilik UMKM dan pekerja UMKM Rujak Kolam Medan rata-rata dapat bersekolah. Walaupun Pada penelitian dapat dilihat bahwa hanya anak dari pemilik UMKM saja yang sudah ada sampai mendapatkan pendidikan hingga keperguruan tinggi. Hal itu dapat dilihat dari hasil wawancara berikut ini: Pemilik UMKM Rujak Sri Deli “Kalau anak saya yang bersekolah itu ada 3 orang dan ketiganya memang sekolah disekolah swasta ketiganya baru di jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama”. Sedangkan pemilik UMKM Rujak Sederhana dan Rujak Takana Juo menyatakan bahwa anak mereka telah selesai menempuh pendidikan dijenjang perguruan tinggi. Disisi lain pemilik UMKM Rujak Bahagia dan pemilik UMKM Rujak Gumarang menyatakan bahwa anak-anak mereka hanya menempuh pendidikan sampai jenjang sekolah menengah atas dikarenakan keinginan dari anak-anak mereka sendiri yang tidak bersedia melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Sedangkan anak-anak para pekerja UMKM Rujak Kolam Medan rata-rata baru berada di jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Hanya satu pekerja yang telah memiliki
anak yang sudah bekerja namun hanya memiliki pendidikan sampai tingkat sekolah menengah atas.
Pada penelitian ini para pemilik dan pekerja UMKM mengatakan bahwa dari bekerja di UMKM Rujak Kolam Medan ini mereka telah bisa mencukupi biaya pendidikan atau memberikan pendidikan kepada anak-anak atau anggota keluarga mereka. Berikut pernyataan langsung yang disampaikan oleh para pemilik UMKM dan pekerja UMKM Rujak Kolam Medan: pemilik UMKM Rujak Sri Deli“Alhamdulillah cukup, yah bisalah buat biayai anak-anak sekolah dari usaha ini karna juga kan untungnya dibantu sama istri yang juga bekerja sebagai pedagang”. Hal yang sama juga turut disampaikan oleh pemilik UMKM Rujak Bahagia, UMKM Rujak Takana Juo, dan UMKM Rujak Gumarang bahwa mereka cukup bersyukur karena penghasilan yang didapatkan dari UMKM Rujak Kolam Medan ini dapat mencukupi biaya pendidikan anak-anak meraka.
Sedangkan dari enam pekerja yang menjadi informan dalam penelitian ini, empat pekerja menyatakan bahwa penghasilan mereka dari bekerja di UMKM Rujak Kolam Medan dapat mencukupi untuk biaya sekolah atau penndidikan anak-anak mereka dan dua orang pekerja lagi menyatakan bahwa dari penghasilan mereka bekerja di UMKM Rujak Kolam Medan ini terkadang dapat mencukupi dan terkadang lagi tidak.
Kesehatan
Kesehatan yang dimaksud pada penelitian ini ialah mengenai kemampuan dari para pemilik dan pekerja UMKM Rujak Kolam Medan setelah membangun usaha dan bekerja di UMKM Rujak Kolam Medan dalam membiayai atau menjamin kesehatan para pemilik UMKM dan pekerja UMKM Rujak Kolam
Medan beserta keluarga mereka. Berikut data yang diperoleh pada saat melakukan wawancara dengan para pemilik dan pekerja UMKM Rujak Kolam Medan:
Dalam penelitian ini para pemilik UMKM dan pekerja UMKM Rujak Kolam Medan selalu berusaha memutuskan untuk langsung pergi ke layanan kesehatan atau semacamnya apabila diri mereka sendiri atau keluarga mereka mengalami sakit. Hal ini sesuai dengan pernyataan langsung yang disampaikan oleh para pemilik dan pekerja pada UMKM Rujak Kolam Medan, yaitu: Pemilik UMKM Rujak Sri Deli “Kalau sakit-sakit biasa kayak pusing enggak, tetapi kalo sudah sampai demam tinggi misalnya, ya kita langsung berobat karenakan kesehatan itu yang nomor satu. Selain itu saya juga pakek BPJS jadi sangat membantu biaya pengobatan”. Hal serupa juga disampaikan oleh Pemilik UMKM Rujak Bahagia, Rujak Sederhana, Rujak Takana Juo dan Rujak Gumarang, mereka menyatakan bahwa akan memutuskan pergi kelayanan kesehatan apabila mereka ataupun keluarga mereka mengalami sakit, namun apabila penyakitnya sudah cukup serius jika hanya penyakit biasa mereka mengatakan akan memikirkan kembali apakah akan memutuskan pergi ke layanan kesehatan atau tidak. Hal yang sama juga disampaikan oleh enam pekerja UMKM Rujak Kolam Medan yang menjadi informan dalam penelitian ini, mereka menyatakan akan memutuskan langsung pergi ke layanan kesehatan apabila mereka atau keluarga mereka mengalami sakit. Pekerja 1 “Syukurnya saya dapat BPJS, jadi misalnya ada yang sakit kalau memang sudah harus ke layanan kesehatan yah langsung mutusin saja buat berobat”. Pekerja 2, pekerja 3, pekerja 4, pekerja 5 dan pekerja 6 juga menyatakan hal yang sama yaitu “Kalau sakit sebisa mungkin saya
langsung pergi untuk berobat karena saya kan harus kerja jadi memang harus sehat”.
Dari pernyataan yang diperoleh saat wawancara dengan para pemilik dan pekerja UMKM Rujak Kolam Medan, mereka mengatakan akan langsung memutuskan pergi ke layanan kesehatan apabila mereka atau keluarga mereka
Dari pernyataan yang diperoleh saat wawancara dengan para pemilik dan pekerja UMKM Rujak Kolam Medan, mereka mengatakan akan langsung memutuskan pergi ke layanan kesehatan apabila mereka atau keluarga mereka