• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian berlokasi pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rujak Kolam Medan yang terletak di jalan Mahkamah Kota Medan Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan mulai maret 2019 sampai dengan april 2019.

3.3 Informan Penelitian

Penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk membuat generalisasi dari penelitiannya. Oleh karena itu pada penelitian kualitatif tidak dikenal adanya populasi dan sampel. Subjek penelitian akan memberikan informasi yang diperlukan selama penelitian dilakukan (Suyanto dan Sutinah, 2008:172).

Informan penelitian diharapkan mempunyai banyak pengalaman mengenai latar dari penelitian yang dilakukan.

Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah :

1. Informan kunci, (key informan), yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian (Suyanto dan Sutinah, 2008:172). Pada penelitian ini yang menjadi informan kunci adalah pemilik dan tenaga kerja pada UMKM Rujak Kolam Medan. Informan ini ditetapkan secara purpossive atau sesuai dengan dan kebutuhan yang ditetapkan oleh penulis.

a. Kriteria: Pekerja yang menjadi informan memiliki kriteria yang sudah bekerja diatas 5 (lima) tahun.

2. Informan utama, yaitu mereka yang terlibat secara langsung dalam interaksi sosial yang diteliti (Suyanto dan Sutinah, 2008:172). Pada penelitian ini yang menjadi informan utama adalah pemilik UMKM Rujak Kolam Medan.

3.4 Data dan Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sarwono (2007) dalam (Putra, 2017). Sumber data kualitatif dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu data primer dan data sekunder.

1. Data primer adalah data yang berupa teks hasil wawancara dan diperoleh melalui wawancara dengan informan yang sedang dijadikan sampel dalam penelitiannya, data tersebut dapat direkam atau dicatat.

2. Data sekuder adalah data berupa data-data yang sudah tersedia dan dapat diperoleh dengan cara membaca, melihat dan mendengarkan.

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama penelitian adalah mendapatkan data (Sugiyono,

2008:62). Menurut Sugiyono (2008) bila dilihat dari sumber datanya yang digunakan dapat berasal dari sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data dan sumber sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen.

Metode pengumpulan data dapat dikelompokkan dalam dua kategori yang dapat dilihat dari sumbernya, yaitu:

1. Teknik Pengumpulan data primer

Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah:

a. Wawancara Terstruktur yaitu menurut Esterberg (Sugiyono, 2008:73) wawacara jenis ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data dimana pengumpul data telah mempersiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya juga telah dipersiapkan.

b. Observasi (pengamatan) ialah deskripsi secara sistematis tentang kejadian dan tingkah laku dalam setting sosial yang dipilih untuk diteliti (Marshall &

Rossman, 1989:79). Pada penelitian ini penulis melakukan observasi dengan mengunjungi beberapa informan penelitian yaitu pemilik dan pekerja pada UMKM Rujak Kolam Medan sebelum melakukan wawancara untuk memperoleh jawaban dalam penelitian. Kunjungan yang dilakukan ialah seputar untuk mengetahui beberapa informasi yang mendukung penelitian yang diperoleh dari pemilik dan pekerja pada UMKM Rujak Kolam Medan

2. Teknik pengumpulan data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung yang dapat diambil dari sumber lain atau instansi yang berkaitan dengan penelitian. Teknik yang dilakukan adalah:

a. Studi kepustakaan yaitu pengumpulan data melalui buku-buku, makalah, literature terkait yang relevan dengan masalah yang diteliti.

b. Dokumentasi yaitu pengumpulan data berbentuk surat, catatan harian, arsip foto, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data jenis ini mempunyai sifat utama tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga bisa dipakai untuk menggali informasi di masa silam.

c. Penelusuran data online, yaitu data diperoleh dengan akses internet untuk mencari sumber data yang berhubungan dengan penelitian yang dilaksanakan.

3.5 Definisi Konsep

Untuk memberikan batasan-batasan yang lebih jelas dari masing-masing konsep guna menghindari salah pengertian, maka definisi konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Peranan UMKM dalam penyerapan tenaga kerja yang dimaksud dalam penelitian ini adalah dengan adanya UMKM sebagai sektor penggerak ekonomi diharapkan dapat membantu mengatasi masalah pengangguran dengan cara menyerap tenaga kerja yang dapat melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat.

2. Kesejateraan pemilik dan tenaga kerja (pegawai) yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kesejateraan yang dapat dirasakan oleh pemilik dan tenaga kerja UMKM Rujak Kolam Medan dengan adanya UMKM, baik

berupa terpenuhinya kebutuhan baik jasmani maupun rohani, tercapainya rasa aman, terjangkaunya pendidikan, tempat tinggal yang layak, dapat menabung, maupun kesehatan sehingga dapat tercapai tingkat kehidupan yang layak dan tingkat pendapatan yang lebih baik untuk menunjang kehidupan yang sejahtera.

3. Strategi bersaing diantara para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan agar menjadi usaha yang berkelanjutan yang dimaksud dalam penelitian ini ialah strategi yang digunakan oleh para pemilik UMKM guna dapat saling bersaing satu sama dengan jenis UMKM yang sama. Dimana dalam bisnis ini ditemui seluruh pemilik usaha menjual dan memasarkan produk yang sejenis.

Strategi bersaing digunakan untuk mempertahankan atau mengungguli pesaing, terutama dibutuhkan apabila produk yang dipasarkan antar pesaing adalah produk sejenis.

3.6 Teknik Analisis Data

1. Teknik Analisis Data yang digunakan pada rumusan masalah pertama dan rumusan masalah kedua.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dalam menganalisis data. Untuk menganalisi rumusan masalah pertama dan kedua dalam penelitian ini maka data yang diperoleh melalui wawancara dalam penelitian ini di analisis dengan menggunakan analisis deskritif kualitatif yaitu dengan cara data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan informan dideskriptifkan secara menyeluruh. Data wawancara dalam penelitian adalah sumber data utama yang menjadi bahan analisis data untuk menjawab masalah penelitian. Analisis data dimulai dengan melakukan wawancara mendalam dengan

informan. Setelah melakukan wawancara, peneliti membuat transkrip hasil wawancara dengan cara memutar kembali rekaman wawancara kemudian menuliskan kata- kata yang sesuai dengan apa yang ada direkaman tersebut.

Setelah peneliti menulis hasil wawancara kedalam transkrip, selanjutnya peneliti membuat reduksi data dengan cara abstraksi, yaitu mengambil data yang sesuai dengan konteks penelitian dan mengabaikan data yang tidak diperlukan.

Penelitian kualitatif harus memiliki kredibilitas sehingga dapat dipertanggung jawabkan. Kredibilitas adalah keberhasilan mencapai maksud mengeplorasikan masalah yang majemuk atau keterpercayaan terhadap hasil data penelitian. Upaya untuk menjaga kredibilitas dalam penelitian adalah melalui langkah-langkah sebagai berikut (Sugiyono, 2008 :121):

a. Perpanjangan pengamatan

Peneliti kembali ke lapangan untuk melakukan pengamatan untuk mengetahui kebenaran data yang diperoleh maupun menemukan data baru.

b. Meningkatkan ketekunan

Melakukan pengamatan secara lebih cermat. Dengan meningkatakan ketekunan, peneliti dapat melakukan pengecekan kembali apakah data yang ditemukan benar atau salah.

c. Triangulasi

Pengecekan data dari beberapa sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.

d. Analisis kasus negatif

Peneliti mencari data yang berbeda dengan data yang ditemukan. Apabila tidak ada data yang berbeda maka data yang ditemukan sudah dapat dipercaya.

e. Menggunakan bahan referensi

f. Bahan referensi yang dimaksud adalah sebagai pendukung data yang ditemukan, sebagai contoh data hasil wawancara perlu didukung adanya rekaman wawancara.

g. Menggunakan member check

Mengadakan kesepakatan dengan informan bahwa data yang telah diterima sudah sesuai dengan hasil wawancara. Apabila data sudah benar maka data sudah dianggap valid, maka peneliti perlu melakukan diskusi dengan pemberi data agar penafsiran akan data yang diperoleh dapat disepakati.

2. Teknik Analisis data pada rumusan masalah yang ketiga

Untuk menganalisis rumusan masalah yang ketiga dalam penelitian ini maka penulis menggunakan analisis SWOT. Adapun alat bantu analisis yang digunakan dalam merumuskan strategi perusahaan adalah dengan menggunakan matrik IFAS (Internal Strategic Factor Summary), matrik EFAS (Eksternal Strategic Factor Summary) dan matrik SWOT.

a. Tahapan menetukan Matrik IFAS dan EFAS

Menurut Rangkuti (2014:24) tabel IFAS dan EFAS disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategis internal dalam kerangka Strength dan Weaknesses perusahaan dan faktor-faktor strategis eksternal dalam kerangka Opportunities dan Threats dengan tahapan sebagai berikut:

1) Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahan dalam kolom 1 tabel IFAS dan faktor-faktor peluang dan ancaman pada kolom 1 tabel EFAS.

2) Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 0,1 (paling penting) sampa 0,0 (tidak penting). Dengan ketentuan semua bobot tersebt jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00.

3) Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan.

4) Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobota dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor).

5) Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktor-faktor tertentu dipilih dan bagaimana skor pembobotanya dihitung.

6) Jumlahkan skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternalnya. Total skor ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama.

7) Menurut Umar (2005:205) dalam (Khusnita, 2011:63) Penentuan isian bobot ditentukan sebagai berikut:

Bobot Keterangan

0,20 sangat kuat

0,15 diatas rata-rata

0,10 rata-rata

0,50 dibawah rata-rata

Rating ditentukan sebagai berikut:

Rating Keterangan

4 major strength

3 minor strength

2 minor weakness

1 mayor weakness

8) Melakkukan pengurangan antara:

Total S – Total W = x (menjadi nilai titik sumbu X)

Serta Total O- Total T = y (menjadi nilai atau titik pada sumbu Y)

Berikut merupakan contoh tabel IFAS dan EFAS serta gambar posisi kuadran dari hasil analisis SWOT.

Tabel 3.1 Contoh Tabel IFAS Faktor-Faktor Strategi

Internal

Bobot Rating Bobot x Rating

Kekuatan:

Kekuatan 1 Kekuatan 2 Kekuatan 3 Kelemahan:

Kelemahan 1 Kelemahan 2 Kelemahan 3 Total

Sumber: Rangkuti (2016:25)

Tabel 3.2

b. Menurut Rangkuti (2016:31). Matrik SWOT dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat kemungkinan alternatif strategis.

Tabel 3.3 Matrik SWOT

IFAS

EFAS

STRENGTHS (S) WEAKNESSES (W)

OPPORTUNIES (O) STRATEGI SO Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang

STRATEGI WO Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang

TREATHS (T) STRATEGI ST Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman.

STRATEGI WT Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman.

Sumber: Rangkuti (2016:31)

a. Strategi SO (Strengths-Opportunies)

Menurut Rangkuti (2016:31) strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

b. Strategi ST (Strengths-Threaths)

Menurut Rangkuti (2016:31) Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.

c. Strategi WO (Weaknesses-Opportunies)

Menurut Rangkuti (2016:31) strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.

d. Strategi WT (Weaknesses-Threats)

Menurut Rangkuti (2016:31) strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif da berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Rujak Kolam Medan 4.1.1 Sejarah Singat Rujak Kolam Medan

Rujak Kolam Medan merupakan salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang terkenal dengan produk rujaknya. Rujak Kolam Medan adalah salah satu jajanan kuliner yang cukup diminati baik oleh masyarakat medan maupun masyarakat yang berasal dari luar medan. Alasan mengapa disebut Rujak Kolam Medan karena usaha-usaha rujak ini berada dekat dari kolam deli.

Rujak Kolam Medan telah menjadi salah satu kuliner yang menjadi ciri khas dari Kota Medan. UMKM Rujak Kolam Medan sendiri sudah berdiri sejak puluhan tahun, ini terbukti dari pengakuan beberapa pedangang Rujak Kolam Medan bahwa mereka merupakan generasi kedua bahkan ketiga yang melanjutkan usaha Rujak Kolam Medan yang sebelumnya telah dirintis oleh orang tua mereka. Rujak Kolam Medan sudah sangat melegenda saat ini, hal ini dapat dilihat dari ditemukannya usaha rujak dengan nama Rujak Kolam Medan yang berada di Kota Jakarta tepatnya di kawasan belanja ITC Mangga Dua, Jakarta Utara walaupun belum diketahui dengan pasti apakah usaha rujak dengan nama Rujak Kolam Medan yang berada di Jakarta itu masih merupakan cabang atau milik salah satu keluarga dari pemilik UMKM Rujak Kolam Medan yang berada di Kota Medan sumatera utara atau tidak. Saat ini terdapat lima UMKM Rujak Kolam Medan yang ada di Kota Medan dengan nama usaha diantaranya Rujak Sri Deli, Rujak Bahagia, Rujak Sederhana, Rujak Takana Juo dan Rujak Gumarang.

Rujak Kolam Medan merupakan usaha kuliner khusus rujak yang dimiliki oleh beberapa pemilik yang berbeda. Rujak yang ditawarkan disini sekilas akan tampak biasa atau sama saja dengan rujak-rujak lain yang dijual pada umumnya.

Namun, terdapat perbedaan yang menjadikan Rujak Kolam Medan mempunyai ciri khas tersendiri. Dikutip dari Medan Bisnis Daily “Menurut penuturan salah satu pemilik UMKM Rujak Kolam Medan bahwa terdapat ciri khas dari rujak yang ada pada UMKM Rujak Kolam Medan dibandingkan dengan rujak yang lainnya yaitu Rujak Kolam Medan memiliki citarasa yang unik dari olahan bumbu yang khas, yakni asam manis dan sedikit kelat. Rasa kelat tersebut berasal dari buah pisang batu yang masih muda yang turut dicampur ke dalam bumbu”. Rujak Kolam Medan selain memiliki cita rasa yang berbeda dari rujak pada umumnya, rujak yang di jual pada UMKM Rujak Kolam Medan ini juga memiliki perbedaan harga dibandingkan rujak pada umumnya. Olahan rujak dari UMKM Rujak Kolam Medan ini dijual dengan harga Rp20.000.

Rujak Kolam Medan ini sendiri berada di lokasi yang strategis yaitu berada di jalan mahkamah Kota Medan yang berada didekat kolam deli, masjid raya al-mashun, istana maimun serta sebuah mall yang turut memberikan dampak baik kepada keberadaan UMKM Rujak Kolam Medan ini. Hal ini dikarenakan apabila ada acara-acara besar atau musim liburan maka akan banyak wisatawan lokal maupun yang berasal dari luar Kota Medan yang berpotensi menjadi konsumen bagi UMKM Rujak Kolam Medan.

4.1.2 Lokasi UMKM Rujak Kolam Medan

UMKM Rujak Kolam Medan terletak di jalan Mahkamah, Medan Kota, Kota Medan, Sumatera Utara 20214.

4.2 Penyajian Data

4.2.1 Data UMKM Rujak Kolam Medan

UMKM Rujak Kolam Medan terdiri dari lima UMKM rujak dengan kepemilikan yang berbeda-beda, masing-masing UMKM rujak tersebut sudah ada sejak puluhan tahun dan memiliki beberapa pekerja pada setiap UMKMnya.

Tabel 4.1

Data UMKM Rujak Kolam Medan

No Nama UMKM Nama Pemilik Tahun Berdiri Jumlah Pekerja 1 Rujak Kolam Sri

Deli

Amri Husni Harahap

± Tahun 2000 6 Orang

2 Rujak Bahagia Jasmani ± Tahun 1973 3 Orang

3 Rujak Sederhana Antoni ± Tahun 1989 5 Orang

4 Rujak Takana Juo Erna ± Tahun 1969 6 Orang

5 Rujak Gumarang Murni ± Tahun 1969 3 Orang

Sumber: Hasil Penelitian, 2019.

4.2.2 Deskripsi Informan Pada Penelitian

Pada penelitian ini terdapat dua jenis informan yaitu informan utama dan informan kunci yang menjadi sumber informasi utama. Dalam penelitian ini yang menjadi informan utama dan informan kunci ialah para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan beserta para pekerja pada UMKM tersebut. Berikut deskripsi mengenai data Pemilik dan pekerja pada UMKM Rujak Kolam Medan:

Tabel.4.2

Data pemilik UMKM Rujak Kolam Medan

No Nama Jenis

Kelamin Usia Pendidikan Terakhir

Sudah/Belum Menikah 1 Amri Husni

Harahap Laki-laki 40 Tahun SMP Sudah Menikah (4 anak)

Berdasarkan tabel 4.2 dapat dilihat bahwa seluruh pemilik UMKM Rujak Kolam Medan memiliki status sudah berkeluarga atau menikah dengan jumlah anak atau tanggungan antara 2 anak sampai 6 anak.

Tabel 4.3

Data pekerja UMKM Rujak Kolam Medan

No Nama Jenis

Kelamin Usia Pendidikan Terakhir

Sayudinur Laki-laki 32 Tahun SMP Sudah Menikah (2 anak)

4 Endri Laki-laki 42 tahun SMA Sudah Menikah

(6 anak)

5 Saiful Laki-laki 37 Tahun SMP

Belum Menikah (tanggungan 1

keponakan)

6 Eni Perempuan 48 Tahun SD Sudah Menikah

(3 anak) Sumber: Diolah Peneliti, 2019.

Berdasarkan tabel 4.3 dapat dilihat bahwa para pekerja pada UMKM Rujak Kolam Medan didominasi oleh pekerja yang sudah menikah atau berkeluarga dengan jumlah anak atau tanggungan yang dimiliki antara 1 anak sampai 6 anak.

Penelitian ini dilakukan dengan mendapatkan sumber informasi dari Informan utama dan informan kunci yang merupakan para pemilik dan pekerja pada UMKM Rujak Kolam Medan. Pada Penelitian ini terdapat lima orang pemilik dan enam pekerja sehingga jumlah keseluruhan informan pada penelitian ini sebanyak sebelas orang.

4.2.3 Hasil Temuan Lapangan Peran UMKM dalam Penyerapan Tenaga Kerja

Berikut ini merupakan hasil temuan lapangan yang diperoleh melalui teknik wawancara dan observasi. Teknik wawancara yang digunakan ialah teknik wawancara terstruktur. Data berikut ini merupakan penjelasan atau jawaban langsung yang diperoleh dari informan utama sekaligus informan kunci dalam penelitian ini yaitu para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan yang terdiri dari pemilik UMKM Rujak Sri Deli, UMKM Rujak Bahagia, UMKM Rujak Sederhana, UMKM Rujak Takana Juo dan UMKM Rujak Gumarang. Data yang disajikan mengenai peran UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja ialah

meliputi peran UMKM dan penyerapan tenaga kerja. Berikut adalah hasil penelitian atau data yang diperoleh:

Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM)

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor usaha yang cukup berperan dalam meningkatkan perekonomian. Berbagai jenis UMKM telah banyak dijumpai saat ini. Salah satunya ialah UMKM yang bergerak dibidang kuliner seperti UMKM Rujak Kolam Medan. UMKM Rujak Kolam Medan merupakan UMKM yang terkenal dengan produk olahan rujaknya.

UMKM Rujak Kolam Medan saat ini terdiri dari lima kepemilikan usaha rujak yang berbeda-beda, diantaranya Rujak Sri Deli, Rujak Bahagia, Rujak Sederhana, Rujak Takana Juo dan Rujak Gumarang. Keberadaan UMKM tentu diharapkan dapat memberikan berbagai dampak positif, salah satunya ialah keberadaan UMKM diharapkan dapat memberikan kesempatan serta peluang terciptanya lapangan pekerjaan sehingga dapat menyerap tenaga kerja. Data yang disajikan mengenai peran UMKM terhadap penyerapan tenaga kerja ialah meliputi peran UMKM dan penyerapan tenaga kerja.

UMKM Rujak Kolam Medan rata-rata telah berdiri sejak belasan bahkan puluhan tahun dan menjadi salah satu wisata kuliner diKota Medan. UMKM rujak ini juga telah dijadikan usaha keluarga yang diturunkan dari generasi ke generasi untuk kembali dilanjutkan. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh para informan diantaranya pemilik UMKM Rujak Sri Deli yang mengatakan bahwa:“Kalau usaha ini sudah cukup lama, sudah dari tahun 2000” hal yang serupa juga disampaikan oleh pemilik Rujak Bahagia “Usaha saya ini sudah lama, sudah mulai tahun 1973”. Tidak jauh berbeda hal yang serupa juga disampaikan

oleh pemilik UMKM Rujak Sederhana “Kalau usaha ini sudah lama sekali, usaha rujak ini dulunya milik orang tua saya tetapi sekarang saya yang melanjutkan, kurang lebih sudah 30 tahun saya menjalankan usaha rujak ini”. Pemilik UMKM Rujak Takana Juo dan Rujak Gumarang juga mengatakan “Kalau usaha rujak ini sudah ada kurang lebih 50 tahun. Pertama kali rujak ini dijalankan oleh orang tua saya kemudian dilanjutkan oleh kakak saya dan sekarang saya yang melanjutkan.

Saya sendiri sudah menjalankan usaha ini kurang lebih sudah 25 tahun”.

Para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan, diawal memulai usahanya menggunakan modal dikisaran angka 10 sampai 20 juta rupiah untuk membangun usaha mereka. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari para pemilik UMKM diantaranya: Pemilik UMKM Rujak Sri Deli “Modal pertama kali sekitar 20 juta tetapi sudah termasuk kursi dengan meja”. Dan pemilik UMKM Rujak Bahagia, Rujak Sederhana, Rujak Takana Juo serta Rujak Gumarang menyatakan bahwa modal awal yang mereka gunakan ialah sekitar 10 juta rupiah.

Dengan modal awal yang rata-rata sama, Rujak Kolam Medan mampu berdiri sebagai UMKM kuliner yang hadir sebagai salah satu icon kuliner Kota Medan. Terkenal dengan olahan rujaknya membuat para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan semakin memiliki banyak konsumen, seiring dengan mulai meningkatnya jumlah konsumen membuat UMKM Rujak Kolam Medan ini memperkerjakan beberapa tenaga kerja.

Penyerapan Tenaga Kerja

Keberadaan UMKM Rujak Kolam Medan sebagai salah satu icon kuliner yang cukup diminati membuat pemilik-pemilik UMKM merasa kerepotan apabila harus mempersiapkan pesanan dan melayani konsumen sendiri tanpa bantuan

pekerja. Hal ini mendorong pemilik UMKM untuk mencari tenaga kerja yang dapat membantu mereka dalam menjalankan UMKM rujak mereka. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan Pemilik UMKM Rujak Sri Deli “Tidak bisa juga kalau harus mengurusi sendiri dek, kan yang di jual juga gak cuma satu macam, jadi memang kayaknya perlu tenaga kerjalah. Usahanya juga lumayan berkembanglah dek jadi memang butuhlah tenaga tambahan”.Pemilik UMKM Rujak Bahagia “Kalau jualan sendiri kerepotan juga karena seperti menggiling bumbu itu kan sekali menggiling langsung dalam jumlah banyak”. Pemilik UMKM Rujak Sederhana“Karena kalau

pekerja. Hal ini mendorong pemilik UMKM untuk mencari tenaga kerja yang dapat membantu mereka dalam menjalankan UMKM rujak mereka. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh para pemilik UMKM Rujak Kolam Medan Pemilik UMKM Rujak Sri Deli “Tidak bisa juga kalau harus mengurusi sendiri dek, kan yang di jual juga gak cuma satu macam, jadi memang kayaknya perlu tenaga kerjalah. Usahanya juga lumayan berkembanglah dek jadi memang butuhlah tenaga tambahan”.Pemilik UMKM Rujak Bahagia “Kalau jualan sendiri kerepotan juga karena seperti menggiling bumbu itu kan sekali menggiling langsung dalam jumlah banyak”. Pemilik UMKM Rujak Sederhana“Karena kalau