• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi jawaban Responden Variabel

Dalam dokumen EVI NURTIANA S.991102011 (Halaman 92-127)

B. Deskripsi Data

2. Deskripsi jawaban Responden Variabel

a. Kompetensi Kepribadian

Hasil wawancara terhadap informan untuk kompetensi kepribadian, seorang guru harus mempunyai kemampuan yang berkaitan dengan kemantapan dan integritas kepribadian seorang guru diantaranya adalah kepribadian yang mantap, stabil, dan dewasa, disiplin, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Informan 2 menyatakan bahwa:

menjadi seorang guru yang harus mampu mendidik dan mengajar, karena selain memberi materi guru harus memberi pendidikan aklak yang baik dan itu tidak mudah .Seorang guru harus menjaga tingkah laku dan emosi ketika berada di sekolah maupun di lingkungan masyarakat baik ucapan maupun tingkah laku. Ketika di sekolah guru harus disiplin menjalankan aturan agar anak didik juga bisa disiplin. Kita juga harus Bersabar dan

menjadi guru yang selalu menjadi contoh dan panutan di depan siswa tidaklah mudah, karena seorang guru juga mempunyai kekurangan dalam dirinya ,jadi ketika ada masalah dalam kehidupan

commit to user

mengajar di depan kelas atau di depan siswa. Tapi kita juga harus pandai-pandai dalam menyikapinya. Ketika pada saat kita mengajar terdapat anak yang ramai sudah

berkali-(Wawancara 28 Juli 2012).

us mempunyai jiwa yang iklas dalam mendidik dan mengajar peserta didiknya, dengan begitu ketika menghadapi berbagai karakter siswanya seorang guru akan bijaksana dan mampu memberi solusi yang terbaik untuk peserta didiknya selain itu dengan jiwa yang ikhlas segala yang dilakukan guru akan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi guru itu sendiri dan bagi siswa. Guru juga harus membina kedekatan dengan siswa, dengan tetap tenang berusaha obyektif tapi jika memang perlu ditegakkan kedisiplinan ketika mendapati anak tidak disiplin, jika sudah ditegur beberapa kali tidak berubah tentu akan diberi perlakuan khusus, seperti dipanggil untuk

Dampak dari tunjangan profesi guru Wawancara dengan informan 3 danya kontribusi positif dengan beberapa guru membeli buku-buku keagamaan dan dari buku tersebut mendapatkan pencerahan sehingga

ini diperkuat informan 4 yang juga menyatakan bahwa :

peningkatan jumlah guru yang akan naik haji dengan adanya tunjangan profesi secara tidak langsung berdampak terhadap keiginan guru

commit to user

Depag jumlah kuota haji/umroh mengalami peningkatan karena banyak guru tersertifikasi menggunakan tunjangannya untuk umroh atau Menurut informan 5 beliau mengemukakan adanya tunjangan profesi dampaknya bagus karena ada beberapa guru yang mempunyai kesadaran, untuk mengunakan tunjangan seperti membeli buku keagamaan,bahkan menyisihkan sebagian uang tunjangan untuk berhaji.

digunakan untuk membayar SPP putranya, membeli motor, atau mobil tapi seiring berjalannya waktu karena sudah tersertifikasi dan mendapat tunjangan profesi yang jumlahnya tidak sedikit maka antar guru akan saling mengingatkan untuk mengunakan tunjangan tidak untuk kepentingan pribadi semata yang tidak menunjang profesionalisme guru. Ada rasa perkewuh jika secara pribadi tidak merubah diri ke hal yang lebih baik,sehingga tunjangan profesi bisa untuk memperbaiki penampilan yang menunjang pembelajaran membeli baju baru, sepatu, agar terlihat menarik dan menyenangkan dalam

Memang ada pendapat lain seperti yang dikemukakan informan 5 sebagai berikut :

yang baik atau buruk,ya memang ada guru yang telah mendapat tunjangan secara pribadi tidak melakukan perubahan tetap sama seperti dulu, semisal memakai baju seadanya tidak rapi terlihat kusut terlihat sudah aus atau lama penempilannya sama sajatida k ada perubahan yang signifikan sebelum dan sesudah menerima tunjangan profesi

2012)

Pendapat ini juga senada dengan pendapat Informan 4 menyatakan - ibu banyak yang merubah penampilan dalam artian merubah bukan untuk menunjang profesionalisme kerja tapi sebatas memenuhi keinginan

commit to user

makan ke restoran sekarang untuk menyenangkan hatinya ada peningkatan beberapa guru lebih sering dari sebelumnya makan-makan atau

jalan-(Wawancara 18 Juli 2012).

Dari deskripsi data-data di atas, maka guru harus selalu berusaha untuk menjadi teladan bagi siswanya serta menjadi figur yang dapat dicontoh siswanya. Seorang guru dituntut untuk selalu berusaha menjadi teladan bagi siswanya karena guru adalah sosok dan panutan yang akan dicontoh siswanya sehingga guru benar-benar harus bisa digugu dan ditiru atas semua tingkah laku dan tindak tanduknya.

Dilihat dari hasil wawancara di atas dampak dari tunjangan profesi secara langsung maupun tidak langsung ternyata berperan terhadap perubahan gaya hidup dari seorang guru yang telah tersertifikasi, hal ini tampak pada penampilan guru yang lebih modis, dengan gaya busana yang lebih rapi dan terlihat pemakaian aksesoris untuk menunjang penampilan, dengan kata lain guru tidak lagi berpenampilan kusut, lusuh didepan peserta didiknya.Sehingga dengan perubahan sekarang ini menambah rasa percaya diri bagi guru, wibawa guru dan lebih meningkat citra guru di depan peserta didiknya.

Di sisi lain guru yang telah tersertifikasi setelah menerima tunjangan profesi, ada yang menggunakannya sebagian dari uang hasil sertifikasi untuk menunaikan ibadah haji sehingga secara tidak langsung hal ini membuat figure seorang guru akan lebih agamis sehingga pada akhirnya di dalam bekerja bukan semata-mata mencari penghasilan akan tetapi juga menjadi sarana di dalam

commit to user

tunjangan profesi ternyata belum membuat semua guru melakukan suatu perubahan guna terciptanya guru yang professional belum mengalami perubahan besar seperti yang diharapkan oleh pemerintah, walaupun guru sudah mendapat tunjangan profesi.

Untuk hasil questioner yang mendukung wawancara di atas telah dibagikan kepada para responden di dapatkan Rentang skor dari yang tertinggi sampai terendah adalah 49 40. Dari rentang skor tersebut selanjutnya dapat diketahui distribusi frekuensinya. Dengan membagi menjadi 3 kelas, dapat

diketahui intervalnya, yaitu:

3 40 49 K Xr Xt

= 39 sedangkan untuk skoring

terdiri dari 3 skor yaitu Rendah, Sedang dan Tinggi. Hasil distribusi frekuensi variabel profesionalisme guru dilihat dari Kompetensi Kepribadian dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4. Distribusi Frekuensi Variabel Profesionalisme Guru Dilihat dari Kompetensi Kepribadian

Interval Frekuensi Prosentase sebesar (%)

40 42 8 25,00%

43 45 15 46,87%

46 49 9 28,13%

Jumlah 32 100%

commit to user

Gambar 4. Profesional Guru Kompetensi Kepribadian

Berdasarkan gambar grafik di atas, terlihat bahwa kompetensi guru IPS yang tersertifikasi dan mendapat tunjangan profesi ternyata dari 32 responden, hasil kompetensi kepribadiannya sedang terdapat pada 15 responden dengan prosentase sebesar 46,87 % . Untuk hasil tinggi terdapat pada 9 responden dengan prosentase sebesar 28,13% dan hasil rendah dengan 8 responden prosentase sebesar 25,00%. Hasil secara umum, dampak tunjangan profesi terhadap Kompetensi Kepribadian adalah Sedang hasilnya.

b. Kompetensi Pedagogik

Hasil wawancara terhadap informan untuk Kompetensi pedagogik yang menjelaskan tentang kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi berbagai hal, diantaranya adalah :

commit to user

perancangan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran yang mendidik, kreatif dan inovatif, pemanfaatan teknologi pembelajaran, evaluasi hasil belajar, pengembangan peserta didik. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

a. Kemampuan mengelola pembelajaran.

Dalam kemampuan mengelola pembelajaran ada beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai patokan dalam mengukur kemampuan guru serta dalam penguasaan kemampuan mengelola pembelajaran, yakni:

1) Penetapan tujuan pembelajaran

Penetapan tujuan pembelajaran adalah hal pertama yang dilakukankan dalam pembelajaran. Dengan adanya tujuan yang jelas dan berdasarkan dengan silabus maka pelaksanaan pembelajaran akan berjalan dengan baik.

Informan 2 menyatakan bahwa :

RPP yang saya buat terdapat tujuan pembelajaran dimana tujuan pembelajaran tersebut disesuaikan dengan keadaan siswa dan silabus, karena jika hanya mendasarkan pada silabus terkadang siswa menjadi terabaikan tingkat pemahamannya terhadap materi

2012).

Informan 7 menyatakan bahwa:

aran terarah tidak melenceng dari tujuan pembelajaran yang diharapkan, tetapi itu juga melihat situasi dan kondisi, dikarenakan kemampuan pemahaman siswa satu dengan yang lainnya berbeda,sehingga kadang tidak sesuai dengan waktu yang

a 28 Juli 2012)

Dalam pengelolaan pembelajaran pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan tujuan dimana tujuan tersebut

commit to user

dengan kebutuhan siswa akan materi

Di dalam mengelola pembelajaran seorang guru dapat melakukan suatu tindakan dan kegiatan dalam rangka menetapkan tujuan pembelajarannya yaitu menetapkan tujuan pembelajaran itu sendiri dengan menyesuaikan keadaan siswa serta mendasarkan pada silabus dan KTSP agar pada akhirnya kebutuhan siswa akan suatu materi dapat terpenuhi. Fenomena di lapangan masih terdapat guru dalam menggunakan silabus sebagai acuan untuk menetapkan tujuan pembelajarannya menggunakan silabus yang telah disusun oleh guru-guru sebelumnya atau dengan kata lain mencontoh persis silabus guru-guru senior tanpa melakukan perubahan walaupun yang terjadi dilapangan perkembangan pengetahuan dan perkembangan peserta didik semakin berkembang.

2). Penetapan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran

Penetapan kompetensi adalah hal yang sangat penting dilakukan karena kompetensi adalah suatu hasil yang harus dicapai dalam pelaksanaan suatu kegiatan. Dengan adanya kompetensi dalam pembelajaran maka pembelajaran yang dilakukan mempunyai patokan apa yang harus dicapai. Informan 2

didasarkan pada Standart kompetensi yatakan :

Berdasarkan hasil observasi di lapangan didapatkan hasil, bahwa sebagian guru telah melakukan penyesuaian kompetensi dasar pada RPP dengan standar

commit to user

Silabus, dari lampiran tersebut dapat terlihat adanya kesamaan antara kompetensi dasar yang ada di dalam RPP dengan kompetensi dasar yang ada di dalam Silabus. Sehingga pada akhirnya, dari hasil wawancara dan dokumentasi tersebut dapat disimpulkan bahwa penetapan kompetensi dasar dalam RPP didasarkan pada standar kompetensi yang ada dalam silabus, dan pelaksanaan kompetensi disesuaikan dengan realita yang ada di lapangan.

3). Penetapan cara mencapai tujuan dan kompetensi pembelajaran

Di dalam mencapai suatu tujuan dan kompetensi pembelajaran seorang guru dituntut untuk dapat menetapkan suatu cara atau metode yang dapat diterapkan pada proses pembelajaran. Hasil dari observasi di lapangan, diperoleh hasil bahwa sudah semua guru mempunyai program tahunan (prota) dan program semester (promes) yang dapat dilihat pada lampiran, progam-program ini disusun dalam rangka kelancaran suatu proses pembelajaran kepada siswa didik.

Hasil wawancara dengan Informan 2 menyatakan bahwa :

kompetensi sesuai yang telah ditetapkan dalam program semester, meskipun tidak bisa tercapai secara menyeluruh, minimal bisa mendekati pencapaiannya, hal ini terjadi karena banyak kendala ya waktu ya kemampuan siswa yang berbeda, akan tetapi yang ini mending mbak, ada juga guru yang mengajar hanya melihat buku paket tanpa melihat tujuan 2012)

Informan 6 menya

untuk membaca dan memahami mempelajari materi dirumah, kemudian kita sesuaikan dengan tujuan dan kompetensi yang telah ditetapkan guru. Karena ini membantu dalam mempercepat mencapai tujuan dan kompetensi dari suatu

commit to user

Di dalam mencapai suatu tujuan dan kompetensi yang ingin dicapai oleh guru, guru dapat melakukan beberapa tindakan yang diantaranya adalah dengan memberi tugas dan memberi kesempatan kepada anak untuk bertanya materi yang belum dikuasai ketika guru membahas materi tersebut sehingga pada akhirnya tujuan dan kompetensi yang telah ditetapkannya dapat tercapai.

4) Pelaksanaan delapan keterampilan mengajar

Salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang guru dalam mengajar adalah kompetensi dasar mengajar. Delapan keterampilan mengajar yaitu :

(1) membuka dan menutup pelajaran, (2) bertanya, (3) menjelaskan, (4) mengelola kelas, (5) memberi penguatan, (6) memberi variasi, (7) mengelola diskusi kelompok kecil, (8) membimbing perorangan.

Hasil observasi di lapangan dengan melakukan wawancara dengan peserta didik menyatakan bahwa guru di dalam proses pengajarannya sebagian besar telah melakukan delapan ketrampilan tersebut, walaupun dalam kompetensi mengajar tersebut masih pula terdapat beberapa hal yang tidak dilaksanakan secara berkala. Hasil yang hampir sama yang didapatkan pada saat observasi langsung di lapangan, banyak guru di dalam proses pengajarannya telah menerapkan ketrampilan mengajarnya hal ini didukung oleh RPP yang dimiliki oleh para guru, akan tetapi hal ini kadang tidak dilakukan pada saat guru harus mencapai standar kompetensi beberapa ketrampilan mengajar seperti tercantum di atas kadang diabaikan.

commit to user

selanjutnya dan menarik kesimpulan suatu materi di akhir pembelajaran agar anak lebih paham.Menurut pengamatan saya, ya ada yang belum melakukan secara konsisten.

Di dalam pemberian materi ajar kepada peserta didik, terdapat beberapa guru yang sering kali mengulang terlebih dahulu materi-materi yang telah diberikan pada hari sebelumnya setelah itu baru dilanjutkan dengan memberikan materi yang baru, akan tetapi ternyata juga tidak semua guru melakukan hal tersebut, hal ini diperkuat oleh pernyataan informan 6.

Informan 6 menyatakan bahwa Iya..selalu saya lakukan dengan membuka dan menarik kesimpulan suatu materi pelajaran agar anak lebih paham.Tapi ada juga guru yang tidak melakukan hal ini karena dalam pengelolaan waktu kurang tepat. Contohnya adalah begitu masuk langsung kemateri dan menerangkan tanpa ada pembukaan dulu atau waktu sudah habis masih m

tergantung situasi dan kondisi di kelas, kadang bisa diterapkan, kadang juga tidak bisa karena waktu yang tidak memungkinkan.

Berdasarkan hasil data tersebut dapat terlihat masih terdapat sebagian guru yang belum melakukan delapan keterampilan mengajar secara penuh dalam pembelajaran. Beberapa keterampilan tidak dilakukan dengan alasan keterbatasan waktu dan kondisi kelas yang tidak mendukung .

commit to user

dilakukan menjadi menarik di mata siswa dan membangkitkan semangat siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.

Informan 2 menyatakan : Dalam menyampaikan materi saya biasanya dengan cara yang tidak monoton tapi bervariasi. Informan 6 menyatakan : Anak saya motivasi dulu kemudian dalam menyampaikan materi dengan cara bervariasi ( kadang saya menggunakan fasilitas internet, BSE, gambar peta/gambar yang mendukung materi) Informan 7 menyatakan : dengan memberikan contoh orang-orang yang berhasil dalam hidupnya.

Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa banyak cara yang dilakukan oleh guru untuk membangkitkan semangat siswa dimana cara tersebut berbeda antara guru yang satu dengan guru yang lain. Cara yang digunakan diantaranya adalah dengan menggunakan metode yang bervariasi, dengan memberi gambaran orang-orang sukses agar anak termotivasi.

6) Pelaksanaan evaluasi terhadap hasil pembelajaran siswa

Evaluasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa. Di dalam program sekolah, dimana setiap tengah semester genap dan ganjil serta semester genap dan ganjil dilakukan suatu proses pengukuran kemampuan siswa dengan melaksanakan kegiatan ulangan secara tertulis, Ulangan tertulis ini dilaksanakan secara serentak oleh pihak sekolah. Selain itu setiap guru juga melakukan pengujian kemampuan peserta didik dengan pre tes dan post tes untuk mengukur ke dalaman materi yang telah diterima oleh pesert

commit to user

Seorang guru dalam rangka mengevaluasi keberhasilan pemberian materi kepada peserta didik dan juga kemampuan peserta didik dalam menyerap ilmu yang disampaikan oleh guru apakah telah sesuai dengan Kritreria Ketuntasan Minimum (KKM) yang harus dicapai oleh peserta didik tersebut maka guru dapat mengevaluasinya dengan cara memberikan tes tertulis yakni dengan pre test, post test, ulangan harian, tugas individu, serta tugas kelompok.

b. Pemahaman terhadap peserta didik.

Pemahaman terhadap peserta didik merupakan salah satu kompetensi pedagogik yang harus dimiliki guru. Sedikitnya terdapat empat hal yang harus dipahami guru dari peserta didiknya, yaitu tingkat kecerdasan, kreativitas, cacat fisik, dan perkembangan kognitif.

(1) Pemahaman guru terhadap kecerdasan dan kreativitas siswanya.

Guru yang berkompetensi harus mempunyai pemahaman yang baik terhadap siapa saja siswa yang cerdas dan kreatif, serta siapa saja siswa yang memiliki kemampuan yang lemah dalam menangkap pembelajaran agar guru tersebut bisa memberikan penanganan khusus terhadap siswa tersebut.

idaklah sulit mbak, menghafal siswa-siswa yang paling menonjol di kelas, siswa-siswa yang paling nakal dan paling pintar

a hafal betul, Informan 6 menyatakan Ya..kebanyakan guru pasti hafal anak didiknya yang pintar atau yang

commit to user

Dengan melihat hasil penilaian dari hasil ulangan,keaktifan siswa dikelas dan rapor dari setiap peserta didik dapat dengan mudah diketahui kecerdasan dan kreativitas dari masing-masing peserta didik ditambah lagi dengan jumlah siswa yang tidak banyak disetiap kelasnya sehingga memungkinkan guru untuk dapat mengidentifikasikan murid-murid mana yang mempunyai kemampuan kecerdasan yang tinggi maupun rendah sehingga masing-masing akan mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kemampuannya.

2) Pemahaman guru terhadap kondisi fisik siswa.

Pembelajaran di kelas dapat berjalan dengan lancar apabila semua siswa mempunyai kondisi fisik yang sehat. Kemampuan memahami kondisi fisik siswa tergantung pada kebiasaan yang dilakukan oleh guru pada saat mengawali pembelajaran, apabila langsung masuk ke dalam materi pembelajaran maka akan dimungkinkan guru tersebut tidak tahu dengan kondisi siswa didiknya, apakah terdapat siswa yang ijin, sakit ataupun alpa. Hal ini berbeda apabila guru melakukan pengamatan terlebih dahulu dengan melakukan absensi ataupun bertanya kepada ketua kelas mengenai jumlah dan kondisi peserta didik. Seorang guru telah mempunyai kiat sendiri untuk mengetahui kondisi fisik siswanya dan mempunyai cara yang berbeda dalam memahami dan mengatasi kondisi fisik jika ada anak yang tidak sehat biasanya temanya akan memberitahu saya, kalau ada yang tidak siap menerima pelajaran pasti tidak konsentrasi. Tapi ada juga guru tidak

commit to user

memerintahkan anak membuka buku tanpa memperhatikan kondisi anak terlebih dahulu, bahkan langsung ke materi pembelajaran.

3) Pemahaman guru terhadap pertumbuhan dan perkembangan kognitif siswanya.

Pemahaman terhadap pertumbuhan dan perkembangan kognitif siswa adalah hal yang sangat penting bagi guru untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Informan 7 menyatakan dengan mengamati mereka ketika saya memberi materi, memanggil nama anak yang tidak konsentrasi atau belum siap menerima materi bisa kita panggil namanya. Informan 6 m

tes dan post tes.

Perkembangan kognitif anak erat kaitannya dengan kondisi yang ada di dalam diri siswa tersebut sehingga seorang guru harus mempunyai cara yang bervariasi untuk memantau perkembangan kognitif siswanya ketika mengikuti pembelajaran. Diantaranya adalah dengan menggunakan nilai sebagai alat untuk memantau perkembangan kognitif siswanya, atau pengamatan siswa ketika awal pembelajaran dan saat pelajaran berlangsung serta pada sikap siswa ketika mengikuti pembelajaran.

4) Pengelompokan peserta didik dalam pembelajaran.

Pengelompokan siswa dalam pembelajaran bertujuan untuk membantu proses pembelajaran agar dapat berjalan dengan lancar. Dengan adanya pengelompokan maka membantu siswa berinteraksi lebih efektif dengan teman

commit to user

baik sebelum dibentuk kelompok atau sudah, pre test maupun post test, kalau anak bisa menjawab dengan baik berarti anak tersebut belajar, kadang juga disela materi anak-anak ada yang saya beri pertanyaan supaya tahu seberapa paham

mbak, supaya anak bisa saling membantu dalam pembelajaran dan mudah untuk memecahkan masalah yang ada. Informan 7 menyataka

kelompokkan anak untuk mengerjakan tugas kelompok, jika materinya cocok dan cukup waktu.

Suatu cara yang dapat dilakukan untuk membantu proses pembelajaran dapat diserap oleh semua siswa didik adalah dengan pengelompokan siswa dalam mengerjakan tugas-tugasnya, karena dengan cara ini dapat terjadi interaksi antara siswa yang tidak mampu dan paham dengan siswa yang sudah dan memahami materi yang disampaikan oleh guru. Tapi hal ini dapat dilakukan hanya pada materi-materi yang memungkinkan dilakukan secara kelompok, untuk materi dan tugas individu hal ini tidak dapat dilaksanakan.

c. Perancangan pembelajaran.

Perancangan pembelajaran dilakukan guru supaya pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan target yang ditentukan. Informan 2

saya mengajar. Ada juga yang tidak merubah perangkatnya terutama RPP dan

commit to user

melakukan perubahan menyesuaikan perubahan.

-sama guru IPS yang tergabung

bahwa Secara umum guru telah menguasai materi tapi tingkat kedalaman materi tergantung guru yang bersangkutan. Dalam mengembangkan metode pembelajaran, ada yang sudah mengembangkan materi pelajaran tetapi ada pula yang belum menggembangkan. Bahkan ada guru yang masih monoton dalam membuat perangkat pembelajaran, dimana beliau dari tahun ketahun ada yang tidak melakukan perubahan dalam RPP nya secara yang berarti sesuai perkembangan jaman. RPP hanya diganti nama, tanggal dan tahunnya saja. Apa

bahwa:

m membuat perangkat pembelajaran belum secara mendiri Di awal semester ada suatu kewajiban untuk guru yang mana mereka dituntut untuk membuat suatu rancangan pembelajaran, yang pada akhirnya akan berguna untuk terlaksana dan tercapainya tujuan pembelajaran tersebut. Dari hasil studi dokumen didapatkan fakta bahwa rancangan pembelajaran sudah dibuat oleh semua guru. Terlihat ada beberapa guru yang sudah membuat perubahan RPP mengikuti perkembangan jaman dan kebutuhan peserta didiknya, hal ini bisa dilihat pada lampiran.

commit to user

membuat pembelajaran berjalan dengan efektif dan siswa mudah menangkap serta mengingat apa yang guru sampaikan,

kita mengajar seperti apa. Standar saja mbak, ya paling laptop. Tapi ya ada pegang mouse aja masih latihan mbak-mbak ,kadang karena merasa sudah Informan 6 menyatakan: memberikan materi dengan metode yang tepat Laptop, LCD, BSE kadang internet .

Informan 7 menyatakan Dengan memberikan

Dalam dokumen EVI NURTIANA S.991102011 (Halaman 92-127)

Dokumen terkait