• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

4.1. Deskripsi Kabupaten Labuhanbatu

4.1.1. Geografis dan Demografi Kabupaten Labuhanbatu

Kabupaten Labuhanbatu merupakan salah satu kabupaten di Propinsi

Sumatera Utara, yang terletak diantara 1°26’-2°11’ Lintang Utara dan 91°07’-98°53’

Bujur Timur. Luas wilayah 922.318 Ha atau 12,87% dari luas wilayah Propinsi

Sumatera Utara dan merupakan Kabupaten terluas nomor 2 (dua) setelah Kabupaten

Tapanuli Selatan.

Kabupaten Labuhanbatu berada pada ketinggian berkisar 0-1.685 meter di

atas permukaan laut, dengan komposisi dataran rendah ± 40%, dataran alluvial sungai

dan gambut ± 30%, perbukitan dan pegunungan 20% serta daerah maritim / jalur

pantai ± 10%. Berdasarkan topografi tersebut Labuhanbatu dapat pula dibedakan

dalam 2 (dua) kawasan yaitu kawasan pedalaman dan kawasan pantai.

Posisi Kabupaten Labuhanbatu memiliki akses darat yang cukup strategi

karena: berada pada jalur yang menghubungkan pusat-pusat perkembangan wilayah

yang ada di Sumatera Utara, bahkan mempunyai akses keluar Propinsi maupun keluar

negeri (berbatasan dengan Selat Malaka); Berdekatan dengan wilayah Propinsi

Sumatera Barat dan Riau. Kedudukan ini dapat menguntungkan wilayah

perencanaan dalam hal distribusi produksi kegiatan perekonomian atau keterkaitan

Administrasi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu terdiri dari 22 kecamatan,

27 Kelurahan dan 215 Desa dengan jumlah penduduk 951.773 jiwa. Batas wilayah

Kabupaten Labuhanbatu sebagai berikut :

• Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Asahan dan Selat Malaka. • Sebelah Timur berbatasan dengan Propinsi Riau.

• Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan.

• Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tobasa dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Jumlah penduduk Kabupaten Labuhanbatu dari tahun ke tahun mengalami

peningkatan yang cukup berarti. Sebagai gambaran, hasil Sensus penduduk pada

tahun 1990 berjumlah 733.183 jiwa, data terakhir Susenas tahun 2003 sebanyak

910.502 jiwa, dan jumlah penduduk tahun 2005 sebanyak 926.550 jiwa sedangkan

jumlah penduduk untuk tahun 2007 meningkat menjadi 951.773 jiwa. Walaupun

jumlah penduduk Labuhanbatu dari periode ke periode mengalami pertambahan,

namun laju pertumbuhan penduduknya mengalami penurunan. Pada periode

1971-1980 rata-rata pertumbuhan penduduk setiap tahunnya sebesar 4,70% turun menjadi

2,97% pada periode 1980-1990. angka ini turun lagi pada periode 1990-2000

menjadi sekitar 1,47% tiap tahunnya. Akan tetapi laju pertumbuhan penduduk

kembali mengalami kenaikan pada tahun 2007 sebesar 2,72%.

Perbandingan jenis kelamin di Kabupaten Labuhanbatu berdasarkan hasil

perhitungan proyeksi BPS tahun 2005 menunjukkan angka sex ratio mengalami

penduduk perempuan kembali lebih banyak dari laki-laki dengan perbandingan setiap

100 orang perempuan terdapat 99,58 orang laki-laki.

Berdasarkan lima jenis agama yang dianut penduduk Kabupaten

Labuhanbatu, mayoritas penduduk beragama Islam yaitu 83,72%, persentase

penduduk yang menganut agama Kristen (Protestan dan Katolik) yaitu 15,19%.

Sisanya adalah penduduk yang menganut agama Hindu dan Buddha masing-masing

sebesar 0,06% dan 1,03%. Ditinjau dari suku bangsa, persentase suku bangsa terbesar

sampai terkecil berturut-turut adalah sebagai berikut : Suku Batak 45,50%, suku Jawa

44,83%, suku-suku lainnya 5,82%, dan suku Melayu 3,85%.

Penduduk Kabupaten Labuhanbatu yang tidak/belum pernah sekolah adalah

1,5%, yang masih sekolah sebanyak 14,81%, yang berpendidikan Sekolah Dasar (SD/

MI) adalah 28,46%, yang berpendidikan SLTP/MTs sebesar 26,67%, dengan

pendidikan SMU/SMK/MA sebanyak 27,22%. Serta berpendidikan Diploma/

Universitas sebanyak 1,37%, dan tidak bersekolah lagi sebesar 1,48 persen.

4.1.2. Pembangunan Kesehatan Daerah Kabupaten Labuhanbatu

4.1.2.1. Visi Pembangunan Kesehatan Daerah Kabupaten Labuhanbatu

Visi Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu yaitu: “Masyarakat Sehat 2010

menuju Labuhanbatu Sejahtera dan Mandiri”. Visi tersebut merupakan gambaran

dan kondisi Kesehatan Masyarakat Labuhanbatu pada tahun 2010, sekaligus sebagai

salah satu upaya terwujudnya visi Kabupaten Labuhanbatu ke masa yang akan datang

sejahtera, mandiri serta beriman dan bertaqwa dengan dilandasi semboyan Ika Bina

en Pabolo yang artinya “Ini dibangun itu diperbaiki”.

4.1.2.2. Misi Pembangunan Kesehatan Daerah

Untuk mewujudkan visi perlu dijabarkan menjadi misi yang merupakan

sesuatu yang harus dilaksanakan instansi pemerintah agar tujuan organisasi dapat

terlaksana dan berhasil dengan baik. Misi pembangunan kesehatan daerah Kabupaten

Labuhanbatu adalah : 1)Memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat dan

lingkungan; 2)Mendorong peran serta masyarakat untuk meningkatkan kesehatan dan

gizi; 3)Meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau

masyarakat; 4)Mengembangkan institusi pendidikan tinggi potensi yang ada dan

partisipasi masyarakat.

4.1.2.3. Tujuan Pembangunan Kesehatan Daerah

Tujuan pembangunan kesehatan daerah Kabupaten Labuhanbatu adalah:

1)Meningkatkan derajat kesehatan melalui akses kesehatan terhadap pelayanan

kesehatan dan pengendalian vektor penyakit; 2)Mewujudkan mutu lingkungan hidup

yang lebih sehat agar dapat melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang

berasal dari lingkungan; 3)Meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan kesehatan

secara merata; 4)Mewujudkan perilaku masyarakat terhadap pola hidup bersih dan

sehat.

4.1.2.4. Program Pokok dan Kegiatan Pembangunan Kesehatan Daerah

Program strategi pembangunan kesehatan daerah Kabupaten Labuhanbatu

1. Program upaya kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat, dengan pokok-pokok

kegiatan sebagai berikut : (a) Meningkatkan kemampuan pusat-pusat pelayanan

dasar, (b) Mencegah terjadinya penyakit menular dan penyakit tidak menular

dengan upaya kesehatan terpadu sesuai Paradigma sehat. (c). Meningkatkan

penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang pola perilaku hidup bersih dan

sehat serta perbaikan gizi masyarakat, (d). Meningkatkan kesehatan ibu, anak dan

keluarga.

2. Program sumber daya kesehatan, dengan pokok-pokok kegiatan sebagai berikut :

a. Meningkatkan status puskesmas menjadi puskesmas model, c. Meningkatkan

pendidikan dan latihan tenaga kesehatan secara berkelanjutan, c.Mengembangkan

prasarana, sarana, dan dukungan logistik terhadap penyediaan pelayanan

kesehatan.

4.1.3. Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan di Kabupaten Labuhanbatu

Program jaminan pemeliharaan kesehatan di Kabupaten Labuhanbatu

dikembangkan dengan berbagai cara pembiayaan kesehatan, antara lain dana sehat,

asuransi kesehatan, asuransi tenaga kerja (Jamsostek), Jaminan Pemeliharaan

Kesehatan Masyarakat (JPKM), Jaminan Kesehatan Masyarakat, dan asuransi jiwa

lainnya. Sebagai jaminan pemeliharaan kesehatan bagi masyarakat miskin disediakan

Kartu Sehat, sehingga mereka tidak perlu membayar pelayanan kesehatan yang

Pada tahun 2007, di Kabupaten Labuhanbatu cakupan atau kepesertaan

masyarakat terhadap berbagai jaminan pembiayaan kesehatan sebesar 4,8% dengan

uraian persentase penduduk yang memiliki kartu sehat sebanyak 9360 orang (0,98%).

Jumlah KK Miskin di Kabupaten Labuhanbatu sebanyak 32.825 KK, dan semua KK

miskin mendapat pelayanan kesehatan (100%).

Alokasi anggaran kesehatan di Kabupaten Labuhanbatu sebesar

Rp.49.456.087.064 dari total ABD Rp. 393.469.389.917 dengan uraian sebagai

berikut: APBD Kabupaten Labuhanbatu untuk kesehatan Rp.41.265.951.167, APBD

Propinsi sebesar Rp. 868.663.312., dana bersumber APBN sebesar Rp.2.827.207.000

dan bersumber dari Pinjaman / Hibah Luar Negeri (PHLN) sebesar Rp.4.494.265.585

Dan Diperhitungkan persentase Anggaran APBD Kesehatan terhadap APBD

Kabupaten Labuhanbatu sebesar 10.51%, dengan anggaran kesehatan per kapita

sebesar Rp. 51.962.- (Dinkes Kabupaten Labuhanbatu, 2008).

Dokumen terkait