• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian

5.1.2 Deskripsi Karakteristik Data

Tabel 5.1 Distribusi Pasien Kanker BerdasarkanUmur dan Jenis Kelamin Jenis Kelamin

Berdasarkan tabel 5.1 dapat dilihat dari 62 orang pasien yang menjadi responden penelitian, sebanyak 3 orang (4.8%) tergolong dalam kelompok umur remaja akhir, sementara itu sebanyak 5 orang (8%) tergolong dalam kelompok usia dewasa awal dan sebanyak 10 orang (16.1%) orang tergolong dalam dewasa akhir. Didapati pasien terbanyak pada kelompok umur lansia awal yaitu sebanyak 26 orang (42%), diikuti lansia akhir berjumlah 13 orang (21%), sementara kelompok usia manula didapati berjumlah 5 orang (8%). Berdasarkan distribusi jenis kelamin didapatkan jumlah pasien laki-laki sebanyak 18 orang (29%) dan perempuan sebagai responden terbanyak yaitu 44 orang (71%).

Tabel 5.2Distribusi Pasien Kanker Berdasarkan Jenis Kanker Diagnosa

Berdasarkan tabel 5.2, didapatkan distribusi penggolongan kanker berdasarkan jenisnya yaitu kanker payudara dengan prevalensi terbanyak yaitu 24 orang (38.7%), sementara itu kanker ginekologi memiliki jumlah koresponden yang sama dengan kanker kepala dan leher yaitu masing-masing berjumlah 11 orang (17.7%), dan diikuti dengan jumlah pasien kanker hematologi yang berjumlah 7 orang (11.3%), serta jenis kanker lainnya didapatkan dengan jumlah 9 orang (14.6%).

Penggolongan kanker ini disesuaikan dengan jenis kanker yang didapat secara terperici. Berdasarkan tabel 5.2, peneliti mendapatkan jenis-jenis kanker yang termasuk kanker ginekologi yaitu kanker serviks sebanyak 9 orang (14.5%), kanker ovarium sebanyak 1 orang (1.6%), dan Penyakit Trofoblas Ganas (PTG) sebanyak 1 orang (1.6%). Sementara itu yang tergolong dalam kanker kepala dan leher menurut jenisnya yaitu, kanker nasofaring dengan jumlah terbanyak yaitu 7 orang (11.3), diikuti kanker laring sebanyak 2 orang (3.2%), serta kanker mulut dan kanker lidah yang masing- masing berjumlah 1 orang (1.6%). Jenis kanker darah yang ditemukan adalah Non Hodkin Limfoma yang berjumlah 7 orang (11.3%). Adapun penggolongan berdasarkan jenis kanker lainnya yang didapatkan yaitu kanker kolonsebanyak 4 orang (6.5%), kanker paru sebanyak 3 orang (4.6%), kanker kulit dan prostat masing-masing sebanyak 1 orang (1.6%).

Tabel 5.3 Distribusi Pasien Kanker Berdasarkan Stadium dan Jenis Terapi

Variabel Total

Frekuensi (n) Presentase (%) Stadium

Pada tabel 5.3 diperoleh distribusi pasien kanker dalam empat stadium berbeda. Pada stadium I terdapat 2 orang pasien (3.2%), stadium II sebanyak 18 orang (29%), stadium III sebanyak 22 orang (35.5%), dan stadium VI sebanyak 20 orang (32.3%). Diantara keempat stadium ini stadium III tampak secara jelas memiliki jumlah yang paling besar, sementara stadium I adalah stadium dengan jumlah responden terkecil.

Pasien kanker banyak melakukan usaha dalam mencapai kesembuhan penyakitnya, terbukti dalam penelitian tabel 5.3 juga dijumpai bahwa sangat jarang pasien kanker mendapatkan tatalaksana tunggal. Didapatkan hasil tidak ada pasien yang menggunakan pengobatan herbal secara tunggal, hal ini dikarenakan sebagian besar pasien sudah mendapat terapi di rumah sakit. Sementara itu, pasien yang mendapatkan tatalaksana tunggal operasi sebanyak 1 orang (1.6%) dan tatalaksana kemoterapi sebagai tatalaksana tunggal sebanyak 19 orang (30.6%).

Tatalaksana kombinasi merupakan terapi campuran, baik antara herbal, operasi, kemoterapi, atau radiasi yang merupakan tatalaksana yang paling banyak didapat oleh pasien kanker yang berjumlah 42 pasien (62.7%).

Tabel 5.4 Distribusi Pasien Kanker Berdasarkan Nyeri

Keluhan Nyeri Total

Frekuensi (n) Presentase (%) Tidak nyeri

Dari penelitian yang dilakukan berdasarkan tabel 5.4, didapatkan 15 orang (24.2%) tidak mengalami gangguan nyeri, sementara itu terdapat 22 orang (35.5%) mengalami nyeri ringan yang merupakan jumlah terbanyak untuk derajat nyeri pada pasien, dan sebanyak 18 orang (29%) mengalami nyeri sedang dan sisanya 17 orang pasien (11.3%) mengalami nyeri berat.

Tabel 5.5 Distribusi Pasien Kanker Berdasarkan Kualitas Tidur

Kualitas Tidur Total

Frekuensi (n) Presentase (%) Baik

Berdasarkan tabel 5.5didapatkan distribusi pasien kanker dengan kualitas tidur baik adalah sebanyak 21 orang (33.9%), sementara itu 41 orang (66.1%) mengalami kualitas tidur yang buruk.

Tabel 5.6.Distribusi Kualitas Tidur Berdasarkan PSQI

No. Komponen

Berdasarkan tabel 5.6 terdapat 7 komponen dari penilaian kualitas tidur menurut PSQI. Dari hasil penelitian berdasarkan komponen-komponen ini didapatkan, komponen 1 yang merupakan kualitas tidur subjektive pasien dengan nilai cukup baik sebanyak 41.9 %, diikuti 33.9% pasien merasa kualitas tidurnya kurang baik, 17.7% pasien merasa sangat baik, dan sisanya 6.5% pasien merasa kualitas tidurnya sangat buruk.

Dari segi komponen 2 atau latensi tidur, yang merupakan waktu yang dibutuhkan pasien dari persiapan tidur sampai terjadinya tidur, didapatkan sebanyak 33.9% pasien mengalami latensi tidur yang cukup baik, diikuti 30.6%

pasien kurang baik, 29% pasien latensinya buruk, dan 6.5% pasien memiliki latensi tidur yang sangat baik.

Komponen 3, yaitu penilaian lama tidur pasien kanker, didapatkan 32.3%

pasien kanker memililiki lama tidur yang cukup baik (6-7 jam), 27.4% pasien dengan lama tidur sangat baik (>7 jam), 22.6% pasien kurang baik (5-6 jam), serta 17.7% pasien dengan lama tidur yang buruk (<5 jam).

Penilaian komponen 4, efisiensi tidur yaitu total waktu yang dihabiskan di tempat tidur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, sebanyak 75.8% pasien mengalami effisiensi tidur yang sangat baik diikuti 8.1% masing-masing untuk kualitas effisiensi yang cukup, kurang, dan sangat buruk.

Gangguan tidur merupakan komponen 5 dari PSQI, didapatkan 53.2% pasien mengalami gangguan tidur yang cukup, diikuti 45.2% pasien mengalami kualitas tidur kurang, dan 1.6% pasien mengalami kualitas tidur sangat baik. Tidak terdapat gangguan tidur yang sangat buruk berdasarkan perhitungan yang dilakukan.

Komponen 6 merupakan komponen sejauh mana pasien menggunakan obat tidur sebagai pereda gangguan tidurnya. Menurut tabel 5.7 dikatakan penilaian akan semakin baik bila tidak menggunakan atau ketergantungan obat tidur. Dari 62 pasien, sebanyak 88.7% pasien tidak menggunakan obat tidur sebagai terapi gangguan tidurnya. Sebagian besar pasien mengaku tidak mengeluhkan gangguan tidurnya pada dokter sehingga tidak mendapatkan obat tidur. Sementara itu sebanyak 9.7% pasien menggunakan obat tidur secara terus menerus dan 1.6%

pernah menggunakan obat tidur namun jarang.

Komponen yang terakhir atau komponen 7 adalah disfungsi siang hari, yaitu seberapa besar pasien mengeluhkan terjadinya gangguan aktivitas disiang hari akibat gangguan tidur yang dirasakannya. Berdasarkan tabel 5.6, sebagian besar pasien 41.9% tidak mengalami disfungsi siang hari, diikuti 40.3% pasien cukup mengalami disfungsi siang hari, serta masing-masing 11.3% pasien kurang mengalami dan mengalami disfungsi siang hari yang berat.

Tabel 5.7.Distribusi Kualitas Tidur Pasien Kanker Berdasarkan Umur

Berdasarkan tabel 5.7 didapatkan distribusi kualitas tidur baik paling banyak pada kelompok umur lansia awal yaitu 6 orang (9.6%), diikuti kelompok umur dewasa akhir dan lansia akhir masing-masing sebanyak 5 orang (8%), manula sebanyak 3 orang (4.8%), serta remaja akhir dan dewasa awal masing-masing sebanyak 1 orang (1.6%). Sementara itu, kualitas tidur buruk paling banyak dialami kelompok umur lansia yaitu 20 orang (32.2%) pada lansia awal dan sebanyak 8 orang (13%) pada lansia akhir, diikuti kelompok umur dewasa akhir sebanyak 5 orang (8%), dan dewasa awal sebanyak 4 orang (6.4%). Kualitas tidur buruk paling sedikit ditemukan pada kelompok umur remaja akhir dan manula yaitu masing-masing berjumlah 2 orang (3.2%).

Tabel 5.8.Distribusi Kualitas Tidur Berdasarkan Stadium Kualitas Tidur

Berdasarkan tabel 5.8, didapatkan pasien pada stadium II mengalami kualitas tidur baik dalam jumlah terbesar yaitu sebanyak 10 orang (16.1%), diikuti

stadium IV sebanyak 5 orang (8%), dan stadium III sebanyak 4 orang (6.4%).

Stadium I merupakan stadium dimana pasien yang mengalami kualitas tidur baik paling sedikit yaitu sebanyak 2 orang (3.2%). Sementara itu, kualitas tidur buruk paling banyak dialami oleh pasien stadium III yaitu 18 orang (29%), diikuti stadium IV sebanyak 15 orang (24.2%), dan stadium II sebanyak 8 orang (13%).

Stadium I merupakan stadium dengan kualitas tidur buruk yang paling sedikit yaitu sebanyak 2 orang (3.2%).

Tabel 5.9.Distribusi Kualitas Tidur Berdasarkan Jenis Terapi Kualitas Tidur

Total Presentase Baik (n) Buruk (n) (%)

Terapi

Herbal 0 0 0 0

Operasi 0 1 1 1.6

Kemoterapi 9 10 19 31

Radioterapi 0 0 0 0

Kombinasi 12 30 42 67.7

Total 21 41 62 100

Berdasarkan tabel 5.9 didapatkan pasien yang mendapatkan jenis terapi kombinasi memiliki kualitas tidur baik terbanyak yaitu berjumlah 12 orang (19.3%) diikuti kemoterapi sebanyak 9 orang (14.5%). Jenis terapi herbal dan radioterapi tidak didapati memiliki kualitas tidur baik maupun buruk dikarenakan tidak adanya dijumpai pasien yang menggunakan terapi ini secara tunggal. Pasien yang mendapat terapi operasi secara tunggal seluruhnya mengalami kualitas tidur buruk yaitu sebanyak 1 orang (1.6%). Kualitas tidur buruk paling banyak dijumpai pada jenis terapi kombinasi yaitu sebanyak 30 orang (48%), diikuti jenis terapi kemoterapi yaitu 19 orang (31%).

Tabel 5.10.Distribusi Kualitas Tidur Berdasarkan Nyeri

Berdasarkan tabel 5.10 didapati paling banyak pasien mengalami kualitas tidur baik pada nyeri ringan yaitu sebanyak 10 orang (16.1%), diikuti tidak nyeri sebanyak 7 orang (11.2%), dan nyeri sedang sebanyak 4 orang (6.4%). Tidak ada pasien dalam ambang sangat nyeri mengalami kualitas tidur baik. Kualitas tidur buruk paling banyak dialami pasien pada nyeri sedang yaitu sebanyak 14 orang (22.6%), diikuti nyeri ringan sebanyak 12 orang (19.3%), tidak nyeri sebanyak 8 orang (13%), serta sangat nyeri sebanyak 7 orang (11.3%).

Dokumen terkait