• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.2 Deskripsi Karakteristik Responden

Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk mengukur pengetahuan subjek penelitian. Subjek dalam penelitian ini adalah Dokter Spesialis yang aktif mengajar di Fakultas Kedokteran USU sebanyak 71 dokter yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Karakteristik yang diamati pada responden meliputi usia, jenis kelamin, lama praktik, pendidikan terakhir akademik, pendidikan terakhir spesialis dan tingkat pengetahuan.

Karakteristik sampel penelitian dijabarkan sebagai berikut :

Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi (n) Persentase (%)

Laki-laki 29 40.8

Perempuan 42 59.2

Total 71 100

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, dapat dilihat bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 29 orang (40.8%) sedangkan yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 42 orang (59.2%).

Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Frekuensi (n) Persentase (%)

26-35 tahun 10 14.1 penelitian, mayoritas responden dalam penelitian ini berusia 36-45 tahun sebanyak 39 orang (54.9%), diiikuti usia 46-55 tahun sebanyak 17 orang (23.9%), usia 26-35 tahun sebanyak 10 orang (14.1%), dan paling sedikit usia 56-65 tahun sebanyak 5 orang (7%).

Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tempat dan Lama Praktik

Tempat Praktik Frekuensi (f) Persentase (%)

Rumah Sakit Umum 57 80.3

Lama Praktik Frekuensi (n) Persentase (%)

<10 tahun 32 45.1

10-20 tahun 30 42.3

>20 tahun 9 12.7

Berdasarkan hasil tabel 4.3 di atas, dapat dilihat bahwa dari 71 orang responden yang memberikan jawaban terhadap pertanyaan mengenai tempat praktik, diperolehlah 124 jawaban untuk pertanyaan tersebut. Responden paling banyak melakukan praktik di Rumah Sakit Umum, yaitu sebanyak 57 jawaban (80.3%), diikuti dengan Rumah Sakit Swasta (76.1%), Pribadi (16.9%), dan lain-lain (1.4%).

Didapatkan juga bahwa mayoritas responden menjalankan praktik kurang dari 10 tahun, yaitu sebanyak 32 orang (45.1%), 10-20 tahun sebanyak 30 orang (42.3%), dan lebih dari 20 tahun sebanyak 9 orang (12.7%). Hal ini menunjukkan semua responden masih aktif dalam menjalankan profesinya sebagai dokter.

Tabel 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Akademik

Pendidikan Terakhir Akademik

Frekuensi (n) Persentase (%)

S1 7 9.9

S2 44 62

S3 20 28.2

Total 71 100

Berdasarkan hasil tabel 4.4 diatas, dapat dilihat dari 71 responden penelitian, mayoritas dokter berpendidikan terakhir akademik S2 sebanyak 44 dokter (62%), 20 dokter (28.2%) berpendidikan terakhir akademik S3 dan 7 dokter (9.9%) berpendidikan terakhir akademik S1.

Tabel 4.5 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Spesialis

Pendidikan Terakhir Spesialis Frekuensi (n) Persentase (%)

SP-1 (Spesialis) 31 43.7

SP-2 (Subspesialis/Konsultan) 40 56.3

Total 71 100

Berdasarkan hasil tabel 4.5 diatas, dapat dilihat bahwa responden terbanyak berpendidikan terakhir subspesialis/konsultan dengan jumlah 40 dokter (56.3%) sedangkan 31 dokter (43.7%) berpendidikan terakhir spesialis saja

4.1.3 TINGKAT PENGETAHUAN

Tabel 4.6 Distribusi frekuensi responden terhadap tingkat pengetahuan

Tingkat Pengetahuan Frekuensi (n) Persentase (%)

Baik 59 83.1

Cukup 10 14.1

Kurang 2 2.8

Total 71 100

Berdasarkan hasil tabel 4.6 diatas, didapati bahwa mayoritas dokter memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai komunikasi dokter-pasien dan hanya sebagian kecil dokter yang tingkat pengetahuannya kurang. Sebanyak 59 dokter memiliki tingkat pengetahuan baik (83.1%), kemudian 10 dokter memiliki tingkat pengetahuan cukup (14.1%), diikuti 2 dokter memiliki tingkat pengetahuan kurang (2.8%).

Tabel 4.7 Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan responden berdasarkan jenis kelamin

Jenis Kelamin

Tingkat Pengetahuan

Baik Cukup Kurang Total

n % n % n % n %

Laki-laki 21 72.4 6 20.7 2 6.9 29 100

Perempuan 38 90.5 4 9.5 0 0 42 100

Total 59 83.1 10 14.1 2 2.8 71 100

Berdasarkan hasil tabel 4.7 diatas, untuk jenis kelamin laki-laki, terdapat 21 dokter (72.4%) dengan tingkat pengetahuan baik, 6 dokter (20.7%) dengan tingkat pengetahuan cukup dan 2 dokter (6.9%) dengan tingkat pengetahuan kurang.

Sedangkan untuk jenis kelamin perempuan, terdapat 38 dokter (90.5%) dengan tingkat pengetahuan baik, 4 dokter (9.5%) dengan tingkat pengetahuan cukup dan tidak terdapat dokter dengan tingkat pengetahuan kurang.

Tabel 4.8 Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan responden berdasarkan usia

Berdasarkan hasil tabel 4.8 diatas, diketahui responden yang berusia 26-35 tahun yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 8 (80%) dokter, tingkat pengetahuan cukup sebanyak 1 (10%) dokter, dan untuk tingkat pengetahuan kurang sebanyak 1 (10%) dokter. Usia 36-45 tahun yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 32 (82.1%) dokter, tingkat pengetahuan cukup sebanyak 7 (17.9%) dokter, dan tidak terdapat tingkat pengetahuan yang kurang.

Usia 46-55 tahun yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 14 (82.4%) dokter, tingkat pengetahuan cukup sebanyak 2 (11.8%) dokter, dan untuk tingkat pengetahuan kurang sebanyak 1 (5.9%) dokter. Untuk usia 56-65 tahun, seluruh responden memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 5 (100%) dokter.

Tabel 4.9 Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan responden berdasarkan pendidikan terakhir akademik

Berdasarkan hasil tabel 4.9 diatas, dapat dilihat bahwa responden dengan tingkat pendidikan terakhir akademik S1 terdapat 7 dokter dan seluruhnya memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Responden dengan tingkat pendidikan terakhir akademik S2 terdapat 44 dokter, dimana 35 dokter (79.5%) dengan pengetahuan baik, 8 dokter (18.2%) dengan pengetahuan sedang, 1 dokter (2.3%) dengan pengetahuan kurang.

Sedangkan responden dengan tingkat pendidikan terakhir akademik S3 terdapat 20 dokter, dimana 17 dokter (85%) dengan pengetahuan baik, 2 dokter (10%) dengan pengetahuan sedang, 1 dokter (5%) dengan pengetahuan kurang.

Tabel 4.10 Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan responden berdasarkan pendidikan terakhir spesialis

Pendidikan Terakhir

Spesialis

Tingkat Pengetahuan

Baik Cukup Kurang Total

n % n % n % n %

SP-1 26 83.9 4 12.9 1 3.2 31 100

SP-2 33 82.5 6 15 1 2.5 40 100

Total 59 83.1 10 14.1 2 2.8 71 100

Berdasarkan hasil tabel 4.10 diatas, dari total responden dengan tingkat pendidikan terakhir SP-1, lebih banyak yang memiliki tingkat pengetahuan baik yaitu 26 dokter (83.9%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 4 dokter (12.9%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 1 dokter (3.2%). Sedangkan dari total responden dengan tingkat pendidikan terakhir SP-2, lebih banyak yang memiliki tingkat pengetahuan baik juga yaitu sebanyak 33 dokter (82.5%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 6 dokter (15%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 1 dokter (2.5%).

Tabel 4.11 Distribusi frekuensi tingkat pengetahuan responden berdasarkan lama praktik

Berdasarkan hasil tabel 4.11 diatas, diperoleh tingkat pengetahuan baik pada responden dengan lama praktik 10-20 tahun memiliki persentase terbesar sebanyak 26 dokter (86.7%), diikuti responden dengan lama praktik <10 tahun sebanyak 26 dokter (81.3%) dan responden dengan lama praktik >20 tahun sebanyak 7 dokter (77.8%). Demikian juga tingkat pengetahuan cukup pada responden dengan lama praktik <10 tahun memiliki persentase terbesar sebanyak 5 dokter (15.6%), diikuti responden dengan lama praktik 10-20 tahun sebanyak 4 dokter (13.3%) dan responden dengan lama praktik >20 tahun sebanyak 1 dokter (11.1%). Tingkat pengetahuan kurang tidak dijumpai pada responden dengan lama praktik 10-20 tahun, namun dijumpai pada kelompok dengan lama praktik <10 tahun dan >20 tahun dengan masing-masing diperoleh sebanyak 1 dokter.

Tabel 4.12 Distribusi frekuensi pengetahuan responden terhadap komunikasi dokter-pasien

No Materi

Pertanyaan

Benar Salah

n % n %

1 Komunikator yang baik sebagai syarat 5 star doctor menurut WHO

71 100 0 0

2 Komunikasi dokter-pasien yang baik berlangsung secara superior-inferior

62 87.3 9 12.7

3 Perlunya melibatkan empati dalam komunikasi dokter-pasien

60 84.5 11 15.5

4 Pihak pemberi dan penerima pesan dalam komunikasi dokter-pasien

70 98.6 1 1.4

5 Orientasi komunikasi dokter-pasien dalam dunia kedokteran

49 69 22 31

6 Aspek verbal dan non-verbal dalam komunikasi dokter-pasien

61 85.9 10 14.1

7 Pengertian komunikasi yang berorientasi pada pasien

68 95.8 3 4.2

8 Contoh komunikasi dokter-pasien yang telah berjalan dengan baik

68 95.8 3 4.2

9 Pengertian komunikasi yang berorientasi pada dokter

48 67.6 23 32.4

10 Dengan mengaplikasikan komunikasi dokter-pasien, maka waktu yang dihabiskan akan lebih lama

26 36.6 45 63.4

11 Waktu yang moderat untuk bertatap muka dengan pasien menurut IDI

64 90.1 7 9.9

12 Penggunaan pertanyaan tertutup dalam komunikasi dokter-pasien

45 63.4 26 36.6

13 Dalam berkomunikasi dengan pasien, dokter sebaiknya memperhatikan bahasa tubuh pasien, menghindari tampak lelah, duduk bersandar pada kursi supaya rileks

2 2.8 69 97.2

14 Komunikasi yang berorientasi pada dokter lebih direkomendasikan dibandingkan komunikasi yang berorientasi pada pasien

68 95.8 3 4.2

15 Indikator bahwa komunikasi dokter-pasien yang baik telah tercapai

68 95.8 3 4.2

Berdasarkan Tabel 4.11 di atas, pertanyaan yang dijawab dengan benar oleh seluruh responden adalah pertanyaan nomor 1 sebanyak 71 orang (100%) sedangkan pertanyaan yang paling sering dijawab salah oleh responden adalah pertanyaan nomor 13 sebanyak 69 orang (97.2%).

Dokumen terkait