BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
3. Deskripsi Kegiatan Siklus II
Siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan selama empat jam pelajaran (2 x 35 menit) pada tanggal 10 Agustus 2015 diikuti oleh 33 siswa dan tanggal 11 Agustus 2015 yang diikuti oleh 33 siswa. Adapun rincian tiap tahapan kegiatan yang dilakukan selama proses pembelajaran pada siklus II adalah sebagai berikut :
65 a. Tahap Perencanaan (Planning)
Pada tahap perencanaan PTK dilaksanakan beberapa hal sebagai berikut :
1) Studi pendahuluan dan observasi terhadap proses pembelajaran di kelas serta hasil belajar siswa
2) Merencanakan pembelajaran dengan membuat silabus dan RPP. 3) Mempersiapkan sumber dan media pembelajaran.
4) Membuat lembar kerja siswa dan alat evaluasi hasil belajar berupa tes tertulis.
5) Membuat kunci jawaban dari soal-soal evaluasi.
6) Membuat lembar pengamatan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA.
7) Membuat lembar pengamatan keterampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
8) Membuat lembar pengamatan aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA.
9) Melakukan dokumentasi.
Kompetensi dasar (KD) yang dipelajari pada Siklus II ialah mendeskripsikan Kebutuhan Makhluk Hidup.
b. Tahap Pelaksanaan (Acting)
Pada siklus II membahas materi Kebutuhan Makhluk Hidup. Tiap pertemuan selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit).
66
Dalam proses pembelajaran siklus II peneliti memfokuskan agar siswa dapat mengetahui Kebutuhan Makhluk Hidup yang diajarkan oleh peneliti. Peneliti menggunakan media dan membentuk kelompok yang beranggotakan 6-7 siswa. Jadi, ada 5 kelompok dalam satu kelas. Tiap kelompok diberi nama dengan menggunakan nama Pahlawan yang diletakkan di atas meja. Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan tindakan sebagai berikut :
1) Kegiatan Awal
(a) Peneliti menyiapkan dan mengkondisikan siswa agar siap mengikuti kegiatan pembelajaran.
(b) Peneliti memberi salam dan mengajak siswa berdoa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
(c) Peneliti mengabsen siswa.
(d) Peneliti menyampaikan semua tujuan pembelajaran, kemudian peneliti memberikan apersepsi dengan cara bertanya jawab seputar materi yang akan dipelajari. Selain itu, untuk memancing semangat siswa dalam belajar.
2) Kegiatan Inti Tahap Eksplorasi
a) Secara klasikal siswa memperhatikan penjelasan guru tentang kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media visual.
67
b) Guru memimpin untuk melakukan tanya jawab kepada siswa siswi tetang kebutuhan makhluk hidup.
c) Setelah selesai tanya jawab guru memberikan tugas secara kelompok untuk mendisuksikan dengan temannya terkait dengan materi Kebutuhan Makhluk Hidup.
Tahap Elaborasi
(a) Membagi siswa menjadi beberapa kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari 6-7 siswa.
(b) Perwakilan setiap kelompok mengambil bahan atau tema digunakan dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media visual, serta lembar kerja kelompok (LKK) yang di dalamnya memuat langkah-langkah yang akan ditempuh dalam melakukan pembelajaran dengan menggunakan media visual.
(c) Setiap kelompok melakukan diskusi sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang tertera dalam LKK dan mencatat hal-hal yang ditemukan selama proses pembelajaran dengan menggunakan media visual. Di samping itu, guru mengarahkan dan membimbing kelompok yang mengalami kesulitan dalam melakukan diskusi dengan menggunakan media visual.
68
(d) Setiap kelompok melakukan diskusi antar siswa dalam kelompok untuk membahas temuan-temuan dalam eksperimen, selanjutnya membuat kesimpulan.
(e) Melakukan diskusi antar kelompok dimana guru bertindak sebagai moderator. Diskusi dilakukan dengan cara memberikan kesempatan kepada perwakilan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya, kemudian kelompok lain menanggapinya.
Tahap Konfirmasi
(a) Guru memberikan pujian terhadap siswa yang menang. (b) Siswa bersama guru menyimpulkan materi pelajaran dan
mencatat hal-hal yang penting.
(c) Guru memberi umpan balik hasil pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari dengan mengadakan evaluasi hasil dari diskusi kelompok.
(d) Guru memberikan tindak lanjut. 3) Kegiatan Akhir
a) Guru dan siswa membuat kesimpulan tentang Kebutuhan Makhluk Hidup yang telah diajarkan.
b) Guru memberikan evaluasi dengan tes. c) Guru menilai hasil evaluasi.
d) Guru meminta siswa mengulang materi pelajaran yang baru diberikan di rumah masing-masing.
69
e) Guru menutup pelajaran dengan bacaan Hamdalah dan berdoa bersama-sama.
Sedangkan pada pertemuan kedua peneliti menerangkan kembali dan memberi kebebasan anak untuk bertanya tentang materi sebelumnya yang kurang jelas dan siswa mengerjakan tes hasil belajar siklus II. Peneliti memberikan tes evaluasi siklus II sebanyak 10 soal dalam bentuk pilihan ganda dan 5 soal dalam bentuk essy, dan 5 soal alam bentuk uraian. Dari hasil tes tersebut diketahui ada 6 anak yang mendapat nilai di bawah KKM (75) dan 27 siswa mendapat nilai di atas KKM (75).
c. Tahap Pengamatan (Observation)
Observasi pada siklus II ini dilakukan oleh teman sejawat. Pengamatan dilakukan selama kegiatan pembelajaran menggunakan media visual. Pengamatan yang dilakukan dalam siklus dua ini adalah pengamatan terhadap keterampilan guru dalam proses pembelajaran menggunakan media visual dan pengamatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran.
Pengamatan aktivitas peneliti dalam pengelolaan pembelajaran IPA menggunakan media visual dilakukan oleh observer yaitu guru kelas IPA.
Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa pada aspek mempersiapkan siswa dalam belajar, peneliti sangat baik dalam melakukannya. Peneliti mengatur tempat duduk siswa dan
70
mengabsen kehadiran siswa. Sebelum memulai pelajaran, peneliti
juga mengajak siswa untuk berdo‟a terlebih dahulu. Aspek
melakukan kegiatan apersepsi, peneliti mengajak siswa untuk tanya jawab tentang materi yang akan diajarkan. Hal ini memotivasi siswa untuk belajar dan mengingatkan siswa tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya. Aspek menyampaikan cakupan materi, peneliti menyampaikan materi dengan jelas dan memberikan contoh yang ada di lingkungan siswa. Aspek melakukan tanya jawab, siswa diberi kesempatan untuk bertanya hal yang belum diketahui, tetapi hanya ada beberapa siswa yang bertanya.
Pada aspek menyampaikan materi, peneliti menjelaskan materi sesuai dengan keadaan lingkungan siswa sehingga siswa mudah untuk memahaminya. Namun, ada 6 orang siswa yang tidak merespon pertanyaan peneliti karena mereka kurang fokus dalam mengikuti pembelajaran. Aspek pembagian kelompok secara heterogen, peneliti membagi kelompok sama dengan siklus I. Aspek menjelaskan soal dan bahan yang digunakan dalam diskusi, peneliti menjelaskan alat dan bahan dalam LKK yang dibagikan kepada setiap kelompok. Aspek menjelaskan langkah-langkah yang harus dikerjakan siswa, peneliti menuliskannya dalam LKK yang dibagikan siswa sehingga siswa tidak kebingungan dalam melakukan kegiatan diskusi. Pada siklus II ini, siswa membaca langkah-langkah dengan cermat sehingga tidak banyak pertanyaan yang diajukan
71
siswa. Aspek membimbing siswa dalam mempresentasikan hasil percobaan, peneliti menunjuk kelompok yang maju ke depan kelas. Sedangkan perwakilan kelompok yang mempresentasikan hasil diskusinya, dipilih oleh kelompok itu sendiri. Ada siswa yang belum berani untuk mempresentasikannya, tetapi motivasi dari peneliti dapat membangkitkan keberanian siswa itu. Aspek membimbing siswa dalam menyimpulkan hasil diskusi, peneliti berkeliling ke semua kelompok untuk membimbing siswa dalam menyimpulkan hasil diskusi dengan menggunakan media visual. Hal ini dikarenakan siswa masih ragu-ragu dalam menyimpulkan hasil diskusinya.
Aspek memberi kesempatan siswa untuk bertanya, peneliti memberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang kurang dimengerti dari diskusi yang telah dilakukan. Aspek memberi penguatan dan umpan balik, peneliti menuliskan hal-hal yang penting di papan tulis. Siswa mengungkapkan pendapatnya tentang apa yang telah dipelajari. Aspek menyimpulkan hasil pembelajaran, peneliti menyimpulkan pembelajaran berdasarkan apa yang disimpulkan oleh setiap kelompok. Aspek melakukan evaluasi, peneliti memberikan evaluasi berupa soal pilihan ganda dan soal uraian. Kemudian setelah evaluasi selesai, peneliti mencocokkan jawabannya bersama-sama dengan siswa agar siswa mengetahui jawaban yang benar. Aspek memberikan tindak lanjut, peneliti
72
menilai hasil evaluasi siswa kemudian membagikan hasilnya kepada masing-masing siswa.
Pengamatan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dilakukan oleh observer yaitu guru pengampu IPA. Siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media visual cukup tertarik dengan pembelajaran yang dilakukan.
Kesiapan belajar siswa pada siklus II lebih baik dari pada siklus sebelumnya. Siswa menyiapkan buku sumber dan alat yang digunakan dalam percobaan. Sebagian siswa berani menjawab setiap pertanyaan yang diajukan guru. Sebagian siswa berani mengungkapkan pendapatnya. Aspek mendengarkan penjelasan peneliti, sebagian siswa memperhatikan penjelasan peneliti tentang soal dan bahan yang digunakan dalam berdiskusi. Sebagian siswa berinisiatif untuk mengambil soal dan bahan yang telah disediakan peneliti untuk diskusi.
Beberapa siswa antusias dalam melakukan diskusi. Hal itu ditunjukkan dengan adanya kerjasama antar siswa dalam melakukan diskusi dan siswa tidak memusatkan kegiatan diskusi pada salah satu siswa. Peran aktif antar anggota kelompok sangat baik dan optimal. Mereka saling membagi tugas dalam melakukan diskusi ada yang bertugas mencatat hasil diskusi, mencari bahan yang diperlukan, dan ada yang melakukan diskusi. Keberanian dan keterampilan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi berkembang dengan baik,
73
siswa sudah tidak malu-malu untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
Aspek menyimpulkan hasil diskusi, sebagian siswa memperhatikan rangkuman yang disampaikan peneliti dan mencatatnya. Siswa juga bertanya tentang hal-hal yang belum dimengerti siswa.
d. Tahap Refleksi (Reflection)
Setelah proses pembelajaran selesai peneliti dan pengamat melakukan refleksi. Peneliti dan pengamat mendiskusikan hasil pembelajaran siklus II dengan membandingkan hasil belajar siklus I dan siklus II serta kelebihan dan kekurangan yang ditemukan dalam pembelajaran siklus II.