• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Deskripsi Kondisi Awal

Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian tindakan kelas yang diperoleh dari hasil tes dan nontes. Hasil tes meliputi prasiklus, siklus I dan siklus II.Hasil prasiklus adalah hasil tes keterampilanmenulis karangan narasi sebelum pembelajaran menulis karangan narasi dengan model pembelajaran CTL

commit to user

dilakukan.Hasil tes siklus I dan siklus II adalah hasil tes menulis karangan narasi setelah pembelajaran menulis karangan narasi dengan model pembelajaran CTL.Hasil nontes berupa hasil observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi foto.

Hasil tes prasiklus adalah tindakan awal keterampilan menulis karangan narasi siswa sebelum dilakukan tindakan penelitian.Hasil tes prasiklus dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keadaan awal keterampilanmenulis karangan narasi siswa kelas VASD Negeri Sukoharjo 01 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo tahun ajaran 2011/2012.Tes prasiklus yang dilakukan sebelum model pembelajaran CTL diberikan kepada siswadan tes yang diberikan adalah menulis karangan narasi ekspositoris dengan tema bebas berdasarkan pengalamn yang dialami siswa.

Berdasarkan lampiran 23 dapat diketahui bahwa tingkat ketuntasan klasikal hanya mencapai 8% atau 2 orang siswa, sehingga masih terdapat 23 siswa atau 92% siswa yang belum tuntas KKM. Untuk lebih jelas dalam mengetahui tingkat keterampilanmenulis narasi awal pada siswa berikut disajikan data nilai menulis narasi siswa kelasn Va dalam bentuk data interval sebelum dilakukan tindakan atau pra-siklus :

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Hasil Tes Keterampilan Menulis Karangan Narasi Prasiklus

Rata-rata Kelas = 1654:25 = 66,16

Berdasarkan hasil observasi terhadap proses dan tes prasiklus hasil pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VA sebelum tindakan, dapat diperoleh

commit to user

informasi sebagai data awal. Dari siswa kelas V yang berjumlah 25 siswa, hanya terdapat 2 peserta didik yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75 atau sebesar 8%.Selanjutnya, dalam bab 3 indikator yang menunjukkan bahwa penelitian ini telah berhasil adalah jika 75% siswa mendapatkan nilai 75 ke atas.

Jika melihat tabel pra siklus di atas tercatat bahwa hanya 2 siswa atau 8% siswa saja yang sampai pada standar ketuntasan minimal yang dipatok oleh penulis.Padahal, seharusnya standar ketuntasan minimal tersebut harus dicapai oleh 75% siswa.

Hasil tes siswa dalam menulis karangan narasi pada tabel merupakan gabungan dari lima (5) aspek keterampilan menulis karangan narasi oleh Burhan Nurgiyantoro, 2001: 307-308. Lima aspek yang dinilai dalam tes keterampilan menulis karangan narasiyaitu, (1) aspek isi; (2) aspek organisasi; (3) aspek kosakata; (4) aspek penggunaan bahasa; (5) aspek mekanik.

Tabel 4. Hasil Penilaian Karangan Tiap Aspek NO ASPEK PENILAIAN NILAI

RATA-RATA KATEGORI

1 Isi 22.2 Cukup-baik

2 Organisasi 13.48 Sedang-cukup

3 Kosakata 12.56 Sedang-cukup

4 Penggunaan Bahasa 15.2 Sedang-cukup

5 Mekanik 3.08 Sedang-cukup

Jumlah 66.52

Data tersebut menunjukkan bahwa kelas VA SD Negeri Sukoharjo 01 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Sukoharjo tahun ajaran 2011/2012 memiliki keterampilan menulis karangan narasi yang relatif rendah. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai klasikal sebesar 66,52, yang termasuk dalam kategori cukup baik yaitu berada pada rentang nilai antara 60-74. Rendahnya keterampilan menulis karangan narasi tersebut tampak dalam hal siswa masih rendah dalam keterampilanmenuangkan ide dalam bentuk karangan narasi.Para siswa juga masih rendah dalam menceritakan pengalaman atau gagasan secara tertulis.Pada waktu pelajaran menulis karangan narasi para siswa mengalami kesulitan untuk

commit to user

memulai menuliskan gagasan-gagasan, waktu yang sudah ditentukan dalam pelajaran menulis karangan narasi dirasa masih rendah.Ini terbukti pada umumnya siswa tidak dapat menyelesaikan hasil dalam menulis karangan narasi itu tepat waktu sehingga banyak diantara karangan mereka yang belum lengkap.

Pemerolehan nilai pada aspek isi termasuk dalam kategori cukup-baik dengan skor rata-rata sebesar 22,50.Hal ini dibuktikan dengan judul yang dibuat oleh siswa sesuai dengan isi karangan dan relevan, tetapi rendahnya informasi siswa mengenai hal yang dinarasikan juga terlihat dalam penceritaannya sehingga menyebabkan rendah berkembangnnya pengembangan tesis dan tidak terlihatnya detail-detail subtansi yang ingin ditonjolkan oleh siswa.

Pemerolehan nilai pada aspek pemilihan organisasi sudah termasuk dalam kategori sedang-cukup dengan skor rata-rata sebesar 13,48, dalam aspek ini biasanya siswa melakukan kesalahan pada pengorganisasian kalimat. Walaupun demikian, ide utama sudah terlihat dan dinarasikan secara logis, meski ada beberapa bagian yang terlihat rendah jelas diceritakan.

Pemerolehan nilai pada aspek kosakata termasuk dalam kategori sedang-cukup dengan skor rata-rata sebesar 13.60.Hal ini dibuktikan dengan pemanfaatan kata yang masih terbatas sehingga mengakibatkan pengulangan kata, kesalahan yang sering dilakukan siswa pada penggunaan kosakata dapat merusak makna.

Pemerolehan nilai pada aspek penggunaan bahasa termasuk dalam kategori sedang-cukup dengan nilai rata-rata sebesar 15,20. Kesalahan yang dilakukan siswa pada aspek ini biasanya siswa terlalu asyik menulis sehinngga yang seharusnya tidak memperhatikan konstruksi kalimat dan memasukkan kalimat kalimat yang mengaburkan inti dari pokok cerita. Hal ini akan mengakibatkan keterpaduan isi antar kalimat tidak jelas.

Pemerolehan nilai pada aspek mekanik termasuk dalam kategori sedang-cukup dengan skor rata-rata sebesar 3,08. Hal ini dibuktikan dengan kesalahan yang sering dilakukan siswa pada aspek ejaan dan tanda baca yaitu biasanya siswa

commit to user

Untuk lebih jelas mengenai hasil tes keterampilan menulis karangan narasi prasiklus pada siswa juga dapat dilihat pada grafik gambar 5 berikut ini.

Gambar 6.Grafik prosentase keterampilanmenulis karangan narasi pra siklus Berdasarkan grafik pada gambar 5 di atas, keterampilanmenulis karangan pnarasi siswa kelas VA sebelum diterapkan penggunaan model pembelajaran CTLdiperoleh rata-rata kelas sebesar 66,16. Siswa yang memperoleh nilai 50 56 sebanyak dua siswa atau 8,00%. Siswa yang memperoleh nilai 57 63 sebanyak enam siswa atau 24,00%. Siswa yang memperoleh nilai 64 70 sebanyak sebelas siswa atau 44,00%. siswa yang memperoleh nilai 71 77 sebanyak lima siswa atau 20,00%. Siswa yang memperoleh nilai 78-84 sebanyak satu siswa atau 4,00%. Siswa yang mendapat nilai di bawah 75 (KKM) yaitu sebanyak dua puluh tiga siswa siswa atau 92,00%

dan hanya dua siswa yang mampu mencapai KKM (75). Hal ini dapat diartikan bahwa ketuntasan klasikal sebesar 8,00% masih berada di bawah ketuntasan engan kata lain keterampilanmenulis karangan narasi siswa kelas Va SD Negeri Sukoharjo 01masih rendah dan masih belum mencapai keberhasilan indikator

71-77 50-56 57-63 64-70 71-77 78-84

commit to user

kinerja yang dipatok oleh guru. Maka, berdasarkan hasil pada prasiklus tersebut peneliti ingin meningkatkan lagi hasil keterampilanmenulis karangan narasi siswa kelas VA SD Negeri Sukoharjo 01.Peningkatan tindakan tersebut dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II dengan pembelajaran menggunakan model Contekstual Teaching and Learning (CTL).

3. DeskripsiPermasalahan Penelitian