• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. KAJIAN TEORI DAN RUMUSAN HIPOTESIS

D. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kajian teori dan kerangka berpikir, maka penulis membuat hipotesis bahwa penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas V SD Negeri Sukoharjo 01 tahun 2012.

Kondisi

37 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian di Sekolah Dasar Negeri Sukoharjo 01 (kelas Va). SD Negeri 01 Sukoharjo beralamat di jalan Jenderal Gatot Subroto No. 23, Sukoharjo.

Sekolah ini, sekarang dipimpin Tentrem Rahayu, S.Pd bertindak sebagai kepala sekolah yang membawahi 17 staf pengajar. Sekolah merupakan sekolah negeri yang memiliki sejumlah ruangan yang terdiri dari 9 ruang kelas dan 11 rombongan belajar, sehingga siswa kelas 2 terpaksa belajar setelah kelas 1 usai.

Penelitian ini dilaksanakan di ruang kelas Va.

Alasan pemilihan sekolah ini sebagai lokasi penelitian karena pertama peneliti sudah memiliki hubungan baik dengan sekolah yang bersangkutan sebab penulis merupakan salah satu staff pengajar di sekolah tersebut, sehingga sangat memudahkan dalam urusan pemerolehan ijin di sekolah yang bersangkutan.

Kedua karena peneliti merupakan wali kelas dari kelas tersebut, sehingga penulis mengenal karakteristik siswa sebab mengajar sebagai guru kelas, dan ketiga sekolah tersebut bisa terbuka dengan penelitian yang memajukan pendidikan siswa siswinya.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di dalam ruangan kelas Va dikarenakan peneliti merasa siswa kelas tersebut sangat familiar dengan peneliti yang merupakan wali kelasnya, sehingga berdasarkan hal tersebut di atas peneliti merasa lebih cocok dan leluasa dalam proses penelitian. Satu hal yang membuat peneliti memilih kelas Va sebagai lokasi penelitian, karena berdasarkan pemerolehan pelajaran bahasa Indonesia pada materi menulis masih perlu diperbaiki.

Waktu penelitian adalah bulan Juli 2011 sampai dengan bulan Desember 2011. Penyusunan proposal dilaksanakan mulai pada bulan November untuk

commit to user

proses penelitian dan penyusunan laporan. Berikut ini adalah waktu pelaksanaan kegiatan dalam penelitian ini.

Tabel 1. Jadwal Kegiatan dan Waktu Penelitian

No Kegiatan

Bulan dan Tahun (2011)

Juli Agustus September November Desember 1. Persiapan survai awal

sampai penyusunan proposal

Xxxx

2. Seleksi informan, penyiapan instrumen dan alat

xx---

3. Pengumpulan data --xx

4. Analisis data -xx-

5. Penyusunan laporan ---x xx-

B. Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research) yang bersifat kualitatif dan partisipasif-kolaboratif, yakni dengan melibatkan semua orang yang berpartisipasi dan berkolaborasi dalam seluruh fase proses penelitian: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi

C. Bentuk dan Strategi Penelitian 1. Bentuk Penelitian

Penelitian memperoleh hasil yang baik dan maksimal, apabila pada prosesnya menggunakan metode yang tepat. Metode penelitian yang sesuai akan mengarahkan penelitian mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

commit to user

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi siswa SD Negeri Sukoharjo 01 melalui model pembelajaran CTL.

Bentuk pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karena data yang akan diperoleh berupa data langsung tercatat dari kegiatan di lapangan. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK)

2. Strategi Penelitian

k Peningkatan Kualitas

-ciri pokok Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu:

1. Inkuiri reflektif, kegiatan penelitian didasarkan pada pelaksanaan tugas (practice driven) dan pengambilan tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi (action driven).

2. Kolaboratif, penelitian tindakan kelas merupakan upaya bersama dari berbagai pihak untuk mewujudkan perbaikan yang diinginkan.

3. Reflektif, penelitian tindakan kelas lebih menekankan pada proses refleksi terhadap proses dan hasil penelitian secara terus menerus untuk mendapatkan penjelasan dan justifikasi tentang kemajuan, peningkatan, kemunduran, kerendahefektivan, dan sebagainya.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK),

Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Penelitian Tindakan Kelas (2005;2), sebagai berikut:

1. Perencanaan tindakan (planning)

Perencanaan merupakan tindakan yang dibangun dan akan dilaksanakan. Masalah proses belajar mengajar adalah masalah yang tidak bisa diprediksi secara akurat sebelumnya. Oleh karenanya harus dipikirkan dan benar benar dicermati hal hal yang mungkin terjadi dengan adanya tindakan (Pardjono, dkk, 2007 : 28).

commit to user

2. Penerapan tindakan (action)

Tahap kedua dari penelitian tindakan, yaitu tahap yang menggambarkan tindakan sesungguhnya, yaitu menggambarkan realisasi dari apa yang dibuat dalam tahap perencanaan (Suharsimi Arikunto, 2010 : 108).

3. Mengobservasi dan mengevaluasi proses dan hasil tindakan (observation and evaluation)

Pengamatan berfungsi sebagai proses pendokumentasian dampak dari tindakan dan menyediakan informasi untuk tahap refleksi. Pengamatan akan mencatat perilaku guru apakah sesuai dengan Action Plan atau tidak, dan dampak tindakan terhadap siswa (sebatas yang menjadi fokus penelitian) (Pardjono, dkk, 2007 : 29 - 30).

4. Refleksi (reflection)

Refleksi adalah upaya evaluasi diri yang secara kritis dilakukan oleh tim peneliti, kolaborator,outsiders, dan orang orang yang terlibat dalam penelitian. Refleksi dilakukan pada akhir setiap siklus dan berdasarkan refleksi ini lalu dilakukan revisi pada Rencana Tindakan (action plan), dan dibuat kembali Rencana Tindakan yang baru (replaning), untuk diimplementasikan pada siklus berikutnya (Pardjono, dkk, 2007 : 30).

Strategi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan atau menggambarkan realita kenyataan yang ada.

Adapun rancangan (desain) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan model Kemmis dan McTaggart.

Menurut Kemmis dan McTaggart (Depdiknas, 2004:2), pelaksanaan tindakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi empat alur (langkah) yang digambarkan dalam desain berikut:

commit to user

Gambar 3. Langkah penelitian tindakan kelas (PTK)

Strategi yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif.

Penelitian dengan metode kulitatif berarti bahwa penelitian yang telah dilakukan tersebut, mulai dari proses penelitian peneliti berinteraksi dengan sumber-sumber data yang ada dengan hasil data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan..

D. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas Va SD Negeri I Sukoharjo 01 Tahun Pelajaran 2011. Adapun jumlah siswa 25 orang yang terdiri atas 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas Va, dari 25 siswa yang diteliti tidak terdapat siswa yang diindikasi merupakan ABK. Pemilihan kelas juga didasari atas pertimbangan, bahwa peneliti merupakan wali kelas di kelas Va sehingga peneliti merasa lebih akrab dengan siswa-siswanya sehingga dapat memudahkan untuk mengadakan penelitian dan menggali data dari siswa yang bersangkutan.

Perencanaan

Observasi

Pelaksanaan Refleksi

commit to user

E. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini meliputi empat macam, yaitu: informan, tempat, peristiwa, dan dokumen atau arsip.

a. Informan adalah orang yang dapat memberikan informasi yang lebih rinci tentang hal yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Seorang informan atau nara sumber posisinya sangat penting dalam penelitian kualitatif, karena informan tersebut memiliki informasi secara rinci. Peneliti dan narasumber disini memiliki posisi yang sama dan narasumber bukan sekedar memberikan tanggapan pada yang diminta peneliti, tetapi ia tebih bisa memilih arah dan selera dalam menyajikan informasi yang dimiliki (H.B Sutopo, 2002: 50).

Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas dan siswa kelas Va.

b. Tempat atau lokasi adalah segala hal tempat yang dijadikan sasaran dalam penelitian ini. Informasi mengenai kondisi dari lokasi peristiwa atau aktivitas yang dilakukan bisa digali lewat sumber lokasinya, baik yang merupakan tempat maupun lingkungannya (H.B Sutopo, 2002: 52). Tempat atau lokasi penelitian meliputi sekolah dan ruang kelas Va.

c. Peristiwa sebagai sumber data memang sangat beragam, dari berbagai peristiwa, baik yang terjadi secara sengaja ataupun tidak, aktivitas rutin yang berulang atau hanya satu kali terjadi, aktivitas yang formal maupun yang tidak formal, dan juga yang tertutup ataupun yang terbuka untuk bisa diamati oleh siapa saja (H.B Sutopo 2002: 51). Peristiwa dalam penelitian ini adalah proses kegiatan belajar mengajar keterampilan menulis pada kelas Va.

d. Dokumen dan arsip adalah segala hal yang dapat dijadikan sumber data yang bersifat tertulis. Sutopo berpendapat bahwa dokumen dan arsip merupakan bahan tertulis yang bergayutan dengan suatu peristiwa atau aktivitas tertentu (H.B Sutopo, 2002:54). Dokumen atau arsip dalam penelitian ini adalah silabus, rencana pengajaran, materi tulisan siswa, dan hasil pekerjaan siswa.

commit to user

F. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian dapat menghasilkan data yang lengkap apabila didukung dengan teknik pengumpulan data yang tepat. Teknik pengumpulan data tersebut berupa teknik analisis isi dokumen, teknik in-dept interview (wawancara mendalam), observasi, kuesioner, angket, dan tes.

a. Dokumen tertulis atau arsip merupakan sumber data yang sering memiliki posisi penting dalam penelitian kualitatif (H.B Sutopo, 2002: 69). Penelitian menggunakan sumber data berupa buku pelajaran bahasa Indonesia, silabus mata pelajaran bahasa Indonesia, rencana pengajaran, dan hasil pekerjaan siswa. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan awal siswa dalam menulis karangan narasi sebelum dilaksanakan penelitian ini di samping data dari tes pra siklus.

b. Wawancara di dalam penelitian kualitatif pada umumnya tidak dilakukan secara terstruktur ketat dan dengan pertanyaan tertutup seperti didalam penelitian kualitatif, tetapi dilakukan secara tidak terstruktur atau sering disebut teknik wawancara mendalam (H.B Sutopo, 2002: 58).

Dalam penelitian ini menggunakan teknik in-dept interview (wawancara mendalam), karena untuk mendapatkan data informasi secara lebih mendalam dari informan dengan wawancara secara tidak formal tetapi terstruktur.

Wawancara dilakukan untuk menggali data mengenai kesulitan yang dialami siswa saat mengarangan, dan perbedaan yang dirasakan siswa dalam pembelajaran CTL dibandingkan dengan klasikal.

c. Observasi digunakan untuk menggali data dengan memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi, observasi dilakukan melalui penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba dan pengecap yaitu pengamatan langsung dengan tes, kuesioner, rekaman, gambar, dan rekaman suara (Suharsimi Arikunto 2002: 133). Dalam observasi peneliti bertindak sebagai pengamat dalam kelas tersebut. Berdasarkan pertimbangan dan kesepakatan dari guru bahasa Indonesia memberi waktu kepada peneliti

commit to user

untuk mengamati dan mengadakan penelitian di kelas tersebut. Guru mengajar tentang materi menulis dan peneliti mengamati respon dan sikap siswa terhadap model CTL yang digunakan dalam pembelajaran keterampilan menulis, jumlah siswa yang aktif dalam kegiatan belajar mengajar, serta siswa yang mampu menyelesaikan tugas menulis karangan narasi.

d. Tes / Pemberian Tugas

Usaha yang dilakukan oleh guru dalam rangka mengetahui hasil dari kegiatan pembelajaran siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan penelitian. Dalam penelitian ini, guru melaksanakan dua kali tes, yakni pre-tes untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis serta pos-tes untuk mengetahui kemampuan siswa setelah mengikuti pembelajaran menulis karangan narasi dengan model CTL.

G. Uji Validitas Data

Dalam penelitian ini, untuk menjamin kesahihan data dan mengembangkan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi data. Trianggulasi data yaitu mengumpulkan data yang sejenis dari berbagai sumber data yang berbeda. Adapun trianggulasi yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Trianggulasi data (sumber)

Triangulasi sumber data, yaitu membandingkan dan mengecek kembali derajat kepercayaan suatu informasi yang telah diperoleh, dengan cara mengumpulkan data yang sejenis dari sumber data yang berbeda. Dengan teknik trianggulasi data diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih cepat dan sesuai dengan keadaan siswa kelas V SD N Sukoharjo 01. Jenis data dalam penelitian ini adalah:

a). Nara sumber, yang terdiri dari siswa kelas V SD Negeri Sukoharjo 01.

commit to user

b). Dokumen atau arsip, yang berupa foto kegiatan siswa di dalam kelas, lembar observasi guru dan siswa, dan tes hasil belajar siswa kelas V SD Negeri Sukoharjo 01 pelajaran bahasa Indonesia.

Data-data di atas digunakan untuk membandingkan keadaan yang terjadi dalam kondisi KBM sehari-hari dan kondisi saat penelitian terjadi.

2. Trianggulasi metode

Yaitu dengan mengumpulkan data sejenis yang menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda. Dalam penelitian ini, ditekankan pada penggunaan teknik pengumpulan data yang berbeda yang mengarahkan pada sumber data yang sama untuk menguji kemantapan informasi tersebut. Data-data yang diperbandingkan adalah Data-data dari teknik konvensional dan CTL.

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah cara mengelola data yang sudah diperoleh dari dokumen. Supaya hasil penelitian dapat terwujud sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan model analisis interaktif. Adapun rincian model tersebut dapat diuraikan sebagai berikut ini.

1. Reduksi Data

Reduksi data adalah proses pemilihan pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari hal-hal yang terjadi di lapangan.

Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan dengan cara sedemikian rupa sehingga kesimpulan-kesimpulan finalnya dapat ditarik dan diverifikasi.

2. Penyajian Data

Yaitu sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dalam pelaksanaan

commit to user

penelitian, penyajian data yang lebih baik merupakan suatu cara yang utama bagi analisis kualitatif yang valid.

3. Menarik Kesimpulan (verifikasi)

Langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan atau verifikasi. Data-data yang telah didapatkan dari hasil penelitian kemudian diuji kebenarannya. Penarikan kesimpulan ini merupakan bagian dari konfigurasi utuh. Sehingga kesimpulan-kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung.

Berdasarkan uraian di atas maka reduksi data, penyajian data dan verifikasi adalah tiga hal yang saling berkaitan erat pada saat sebelum, selama dan sesudah pengumpulan data. Adapun hubungan interaksi antara unsur-unsur tersebut dapat divisualisasikan dengan gambar 4 berikut ini.

Gambar.4 : Komponen Analisis Data (Milles dan Huberman, 2000: 19)

I. Indikator Kinerja

Indikator kinerja merupakan rumusan kinerja yang akan dijadikan acuan dalam menentukan keberhasilan atau keefektifan penelitian. Indikator kinerja dalam penelitian ini adalah meningkatnya keterampilan menulis karangan narasi

Reduksi Data

Penarikan Kesimpulan /

verifikasi Penyajian Data Pengumpulan Data

commit to user

melalui model pembelajaran CTL. Indikator kinerja dalam penelitian ini berasal dari silabus Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Bahasa Indonesia kelas V dan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75. Untuk lebih jelasnya disajikan ke dalam tabel berikut ini.

Tabel 2. Indikator Keberhasilan Kinerja

60% Diamati saat pembelajaran dengan menggunakan lembar

Prosedur penelitian adalah suatu rangkaian tahap-tahap penelitian dari awal sampai akhir. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus.

commit to user

Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap tindakan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dan skemanya ada di gambar 5 berikut ini :

1. Siklus I a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti menyusun : 1) Rencana Pembelajaran; 2) Instrumen untuk evaluasi berdasarkan keaktifan siswa selama pembelajaran dan tugas menulis; 3) Menetapkan indikator ketercapaian tujuan sebagai berikut.

b. Tahap Pelaksanaan

Pada pertemuan ke-1 yang dilaksanakan pada tanggal 15 November 2011 pokok bahasan menulis narasi mempelajari tentang bagaimana pola bentukan paragraf yang baik dan benar, menarasikankan suatu kejadian

commit to user

dengan konstruksi kalimat yang sistematis dan runtut, menuliskan pokok-pokok pikiran dalam bentuk catatan sederhana/ konsep awal, serta mengembangkan catatan sederhana/konsep awal menjadi paragraf narasi.

Pada pertemuan ke-2 yang dilaksanakan pada tanggal 18 November 2011 siswa-siswa akan mendapat materi tentang bagaimana menyusun karangan narasi, yaitu meliputi pembelajaran mengenai pembelajaran menulis dengan memperhatikan kelima aspek menurut Burhan Nurgiyantoro dan mengkonstruksi bahasa lisan ke dalam bahasa tulis serta tugas evaluasi membuat karangan narasi dengan tema pengalaman. Pembelajaran pada pertemuan ke-2 ini menekankan pada aspek kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yaitu mengarang.

c. Tahap Observasi

Mengamati setiap aktivitas dan penerapan media pada proses menulis maupun pada hasil pembelajaran yang telah dilaksanakan sebelumnya untuk mendapatkan data tentang kerendahan dan kemajuan aplikasi tindakan pertama.

Dalam kegiatan observasi ini dilaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kontekstual (CTL) yang dilaksanakan dengan alat bantu lembar observasi dan foto. Observasi ini dilakukan guna mendapatkan data mengenai kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan rencana pembelajaran yang telah disusun, serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran ini dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas V SD N Sukoharjo 01. Pengamatan juga ditujukan pada aktivitas guru serta kondisi kelas selama pembelajaran berlangsung.

d. Tahap Refleksi

Menganalisis hasil observasi sehingga diperoleh kesimpulan bagaimana yang perlu diperbaiki atau disempurnakan dan yang mana yang telah memenuhi target.

Peningkatan yang cukup signifikan itu disebabkan oleh salah satunya adalah penggunaan model CTL yang membantu siswa dalam mengkonstruksikan pola pikirnya. Penerapan model tersebut menjadikan siswa

commit to user

lebih tertarik dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran dari guru.

Siswa merasa mendapatkan hal baru dan pengalaman yang berbeda selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajran ini.

Namun, yang perlu diperhatikan bahwa masih ada beberapa kelemahan pada pembelajaran yang diadakan pada siklus I, diantaranya yaitu:

1) penerapan model pembelajaran CTL ini belum sepenuhnya terlaksana secara maksimal. 2) pada saat diterapkannya model pembelajaran CTL siswa-siswa terlihat antusias, meskipun ada beberapa siswa yang belum mengerti makna pembelajaran yang sebenarnya. 3) ada beberapa siswa yang enggan untuk memperhatikan materi dengan serius meskipun beberapa di antarnya telah menunjukkan keantusiasannya. 4) kerja sama siswa dalam kelompok belum terjalin dengan baik, karena masih ada beberapa siswa yang individulisme.

2. Siklus II

Pada siklus II perencanaan tindakan dikaitkan berdasarkan hasil observasi dan hasil dari siklus I sebagai upaya perbaikan dari siklus tersebut, dengan materi pembelajaran yang sesuai dengan silabus mata pelajaran menulis.

Selain beberapa tahapan dalam setiap siklus penelitian, untuk memperoleh hasil yang diharapkan beberapa tahapan dalam setiap siklus, sebagai berikut:

1. Tahap Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan oleh peneliti pada tahap ini adalah mengidentifikasi masalah yang terjadi dari siklus II, Menganalisis masalah secara mendalam dengan mengacu pada teori-teori yang relevan, Menyusun bentuk tindakan yang sesuai. Pada tahap ini peneliti melakukan persiapan yang meliputi; (1) Penyusunan rencana pembelajaran; (2) Penyusunan soal evaluasi.

2. Tahap Pelaksanaan

Pada pertemuan ke-1 yang dilaksanakan 10 Desember 2011 pokok bahasan menulis narasi mempelajari tentang bagaimana pola bentukan paragraf

commit to user

yang baik dan benar, menarasikankan suatu kejadian dengan konstruksi kalimat yang sistematis dan runtut serta sesuai dengan EYD. Sedangkan aspek pembelajaran yang ditekankan pada pertemuan ke-1 ini adalah kemampuan siswa dalam meningkatkan penguasaan kosakatanya dan menghindari repetisi kata.

Pada pertemuan ke-2 yang dilaksanakan 13 Desember 2011 pokok bahasan menulis narasi mempelajari tentang bagaimana pola bentukan paragraf yang baik dan benar, menarasikankan suatu kejadian dengan konstruksi kalimat yang sistematis dan runtut serta sesuai dengan EYD. Sedangkan aspek pembelajaran yang ditekankan pada pertemuan ke-2 ini adalah kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas yakni mengarang.

3.Tahap Observasi

Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan terhadap siswa yang sedang melakukan kegiatan belajar mengajar dan guru sebagai pengajar dalam penelitian ini.

Dalam kegiatan observasi ini dilaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kontekstual (CTL) yang dilaksanakan dengan alat bantu lembar observasi dan foto. Observasi ini dilakukan guna mendapatkan data mengenai kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan rencana pembelajaran yang telah disusun, serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran ini dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas V SD N Sukoharjo 01.Pengamatan juga ditujukan pada aktivitas guru serta kondisi kelas selama pembelajaran berlangsung.

5. Tahap Refleksi

Pada tahap ini peneliti menyusun laporan dari semua kegiatan yang telah dilakukan selama penelitian. Data yang diperoleh selama pembelajaran menulis karangan narasi seluruhnya dikumpulkan, karena pada pertemuan pertama guru tidak melaksanakan evaluasi individu dan hanya memberikan

commit to user

tugas maka nilai yang dipergunakan adalah evaluasi pada pertemuan 2.

Berdasarkan hasil observasi selama proses pelaksanaan tindakan, pembelajaran menulis narasi telah mengalami peningkatan pada hasil belajar dibandingkan hasil siklus I yakni sekitar 6%-7%. Hasil yang dicapai cukup signifikan dan sudah mencapai batas ketuntasan yang diharapkan oleh indicator keberhasilan dimana 75 % siswa mencapai nilai lebih dari nilai KKM (75) dalam pembelajaran siklus II ini terdapat 84% siswa tuntas KKM yaitu 9% lebih tinggi dari indikator keberhasilan dan memiliki keterampilan menulis narasi dengan baik.

Peningkatan yang cukup signifikan itu disebabkanoleh salah satunya adalah penggunaan model CTL yang membantu siswa dalam mengkonstruksikan pola pikirnya. Penerapan model tersebut menjadikan siswa lebih tertarik dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran dari guru.

Siswa merasa mendapatkan hal baru dan pengalaman yang berbeda selama proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajran ini.

commit to user

53 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. HASIL PENELITIAN 1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Sekolah yang digunakan sebagai tempat penelitian adalah SD Negeri Sukoharjo 01 yang terletak di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Tepatnya berada di Jalan Jend.Gatot Subroto No. 23 Sukoharjo.Letak sekolah yang berada di jalan raya Sukoharjo-Wonogiri sehingga mempermudah akses transportasi dan komunikasi.Dari segi fisik, sekolah ini telah mengalami perubahan (renovasi) pada tahun 2010 lalu. Sarana dan prasarana sekolah juga cukup memadai, diantaranya ruang kelas, kantor kepala sekolah, kantor guru, perpustakaan, ruang UKS, ruang komputer, mushola, lahan parkir, kamar mandi, dan halaman sekolah. Halaman sekolah membentang luas di depan ruang-ruang yang ada. Di halaman inilah upacara setiap hari Senin, senam pagi setiap hari Selasa dan Jumat serta pelajaran olahraga dilaksanakan. Selain itu, halaman sekolah juga menjadi tempat yang tepat untuk bermain siswa dikala istirahat tiba.

Data personil ketenagaan SD Negeri Sukoharjo 01 terdiri dari seorang kepala sekolah, 9 orang guru, dan seorang penjaga sekolah. Dari kedelapan guru tersebut enam orang guru pns dan sisanya guru wiyata bakti.Antara kepala sekolah, guru dan penjaga sekolah terjalin kerjasama yang solit sehingga suasana kekeluargaan sangat terasa di sekolah ini.

Data personil ketenagaan SD Negeri Sukoharjo 01 terdiri dari seorang kepala sekolah, 9 orang guru, dan seorang penjaga sekolah. Dari kedelapan guru tersebut enam orang guru pns dan sisanya guru wiyata bakti.Antara kepala sekolah, guru dan penjaga sekolah terjalin kerjasama yang solit sehingga suasana kekeluargaan sangat terasa di sekolah ini.