• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Tempat yang digunakan untuk penelitian ini adalah SDN Karanggondang, Sewon, Bantul, D.I Yogyakarta. SD Karanggondang ini didirikan pada tahun 1975 di atas tanah seluas 2020 m2. Bangunan terdiri dari 7 bangunan. Bangunan 1 merupakan ruang kelas I sampai dengan kelas VI. Bangunan 2 terdiri dari ruang kepala sekolah, ruang kantor guru, dan ruang perpustakaan. Bangunan 3 merupakan laboratorium. Bangunan 4 merupakan ruang PKG, ruang komputer, ruang dewan sekolah, dan ruang koperasi. Bangunan 5 merupakan ruang UKS. Bangunan 6 merupakan kamar mandi dan WC. Bangunan 7 merupakan mushola. Luas bangunan 188 m2 dan tanah kosong untuk bermain anak seluas 932 m2 dengan jumlah anak 210 siswa dan guru berjumlah 7 (tujuh) orang. Sedangkan siswa kelas V berjumlah 37 siswa. 2. Deskripsi Penelitian Tindakan Siklus 1

a. Perencanaan penelitian tindakan siklus I

Perencanaan merupakan tahapan pertama yang dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang ada dilapangan. Dari hasil observasi awal bersama guru, maka dapat diketahui bahwa permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya partisipasi siswa dalam mata pelajaran PKn. Dari permasalahan yang dihadapi, peneliti bersama dengan guru kelas V

40

mempersiapkan langkah awal penelitian, yaitu dengan mempersiapkan hal-hal sebagai berikut:

1) Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menerapkan Problem Based Learning (PBL).

Rencana pelaksanaan pembelajaran selanjutnya disusun oleh peneliti dan didiskusikan bersama guru kelas V, selanjutnya dikonsultasikan kepada dosen ahli.

2) Perangkat pembelajaran yang akan diperlukan untuk penelitian tindakan kelas.

Perangkat pembelajaran yang perlu disiapkan oleh peneliti seperti media serta sumber pembelajaran. Media dan sumber yang digunakan pada proses pembelajaran ini adalah lembar wawancara dan mengkonfirmasi kepada narasumber tentang kesiapan narasumber terhadap wawancara siswa.

3) Menyiapkan instrumen penelitian yang berupa lembar observasi, dan alat dokumentasi.

4) Koordinasi dengan guru dan 2 observer lainnya. b. Tahap Pelaksanaan tindakan siklus I

Tindakan dalam tahap penelitian ini dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan dengan menyesuaikan materi dan jadwal mata pelajaran PKn kelas V SD Karanggondang. Tindakan siklus 1 ini dilakukan pada 24 Maret 2015 hingga 31 Maret 2015, yaitu setiap hari selasa.

41

Pelaksanaan tindakan dilakukan dengan menggunakan panduaan perencanaan yang telah disusun, dimana dalam pelaksanaannya bersifat fleksibel atau ada kemungkinan perubahan. Secara umum peneliti bersama dengan guru telah melaksanakan tindakan sesuai dengan RPP yang telah dibuat oleh peneliti dan guru. Berikut deskripsi langkah-langkah pelaksanaan tindakan pertemuan pertama siklus I:

a. Pertemuan pertama siklus I

Pertemuan pertama siklus I ini dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2015. Estimasi waktu dalam pertemuan pertama adalah 2x35 menit. Dalam pertemuan pertama ini materi yang dibahas berisi tentang materi kebebasan berorganisasi dengan fokus pembahasan tentang peran serta dalam memilih organisasi disekolah. Sebelum memulai pembelajaran, guru memberikan pengantar pelajaran tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya, yaitu tentang contoh-contoh organisasi yang ada dilingkungan sekolah. Setelah merefleksi materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya, kemudian guru menjelaskan tentang topik materi yang akan dipelajari, yaitu tentang peran serta siswa dalam memilih organisasi dalam lingkungan sekolah. Tahap selanjutnya guru melanjutkan dengan memberikan penjelasan singkat tentang jenis-jenis organisasi yang ada dilingkungan sekolah diantaranya koperasi siswa, kegiatan pramuka, dokter kecil, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), pengurus kelas, bidan

42

cilik, struktur piket mushola, perpustakaan, sekolah. Setiap kelompok diminta untuk mewawancarai narasumber dari masing-masing organisasi yang ada di lingkungan sekolah. Semua proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan metode Problem Based Learning (PBL) dengan langkah-langkah kegiatannya sebagai berikut:

Tahap-tahap pembelajaran metode Problem Based Learning (PBL) pada siklus I pertemuan pertama sebagai berikut:

1) Kegiatan awal

Pada kegiatan awal ini estimasi waktu yang dibutuhkan adalah 10 menit. Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam kegiatan awal ini adalah Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam pembuka, selanjutnya guru memeriksa kehadiran peserta didik. Setelah kegiatan pemeriksaan kehadiran selesai dilaksanakan kemudian kegiatan dilanjutkan dengan mengaitkan pengetahuan siswa dengan materi sebelumnya yaitu tentang contoh-contoh organisasi dilingkungan sekolah dan masyarakat. 2) Kegiatan inti

Waktu yang dibutuhkan dalam kegiatan inti ini adalah 55 Menit. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilaksanakan pada proses pembelajaran sesuai dengan tahapan Problem Based Learning (PBL) :

43 a) Menyajikan suatu masalah

Tahap pertama dalam proses pembelajarannya adalah siswa mendengarkan penjelasan singkat tentang materi yang akan dipelajari yaitu tentang organisasi yang ada dilingkungan sekolah, siswa diminta untuk menyebutkan organisasi yang ada disekolah, yaitu seperti organisasi koperasi siswa, pramuka, dokter kecil, UKS, pengurus kelas, bidan cilik,. Piket mushalla, perpustakaan, dan sekolah. Selanjutnya siswa disajikan suatu masalah tentang bagaimana peran dan fungsi organisasi yang ada di sekolah.

b) Pengelompokan siswa

Guru membagi siswa dalam Sembilan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa

Gambar 2. Proses siswa dibagi kedalam beberapa kelompok. Setelah siswa dibagi kedalam Sembilan kelompok, guru membagikan masing-masing kelompok satu organisasi yang

44

berbeda-beda, yaitu untuk kelompok satu koperasi siswa, kelompok dua pramuka, kelompok tiga dokter kecil, kelompok empat UKS, kelompok lima pengurus kelas, kelompok enam bidan cilik, kelompok tujuh piket musholla, kelompok delapan perpustakaan, dan kelompok Sembilan struktur sekolah.

c) Mencari penyelesaian dari masalah

Setelah masing-masing kelompok mendapatkan nama organisasi, siswa diminta untuk terlibat langsung dalam mencari penyelesaian dari masalah yang telah diberikan oleh guru melalui observasi, diskusi, dan wawancara narasumber yang ada di lingkungan sekolah supaya siswa mengetahui peran atau tugas dan fungsi dari masing-masing organisasi tersebut, selanjutnya guru memberikan lembar wawancara supaya hasil dari wawancara bersama narasumber bisa dituliskan kedalam lembar wawancara.

Sebelum siswa mewawancarai narasumber siswa terlebih dahulu berdiskusi dalam kelompok untuk membuat pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada narasumber

45

Gambar 3. Siswa berdiskusi untuk menyusun pertanyaan wawancara

dan guru memberikan kesempatan untuk bertanya apa yang belum dipahami atau dimengerti oleh siswa

Gambar 4. Perwakilan dari setiap kelompok diberi kesempatan bertanya

3) Kegiatan penutup

Waktu yang dibutuhkan dalam kegiatan penutup adalah 5 menit. Berikut adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan penutup, yaitu guru memberikan motivasi kepada seluruh siswa, selanjutnya, guru melakukan tindak lanjut tentang materi

46

yang akan dipelajari pada pertemuan yang akan datang. Setelah kegiatan tindakan lanjut kemudian guru menutup pelajaran.

b. Pertemuan kedua siklus I

Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2015 berisi tentang materi kebebasan berorganisasi dengan fokus pembahasan tentang peran serta dalam memilih organisasi disekolah karna melanjutkan materi minggu sebelumnya. Waktu yang dibutuhkan dalam pertemuan kedua adalah 2x35 Menit. Sebelum memulai pembelajaran, guru memberikan pengantar pelajaran tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya, yaitu tentang peran serta dalam memilih organisasi yang ada di sekolah. Setelah merefleksikan materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya, kemudian guru menjelaskan tentang topik materi yang akan dipelajari, yaitu tentang hasil dari masing-masing kelompok dalam menyusun pertanyaan tentang peran atau fungsi dan tugas dari masing-masing organisasi yang ada disekolah. Semua proses pembelajaran dilakukan dengan melanjutkan langkah-langkah Problem Based Learning (PBL) dari pertemuan pertama dengan langkah-langkah kegiatannya sebagai berikut:

1) Kegiatan awal

Waktu yang dibutuhkan dalam kegiatan awal ini adalah 10 Menit. Langkah-langkah yang dilaksankan guru dalam kegiatan

47

awal, yaitu untuk membuka pelajaran guru dengan memberikan salam pembuka. Selanjutnya guru memeriksa kehadiran setiap siswa. Kegiatan selanjutnya guru mengaitkan pengetahuan siswa dengan materi pelajaran yang telah diajarkan sebelumnya yaitu tentang format wawancara dengan sumber tentang peran atau fungsi dari organisasi yang ada di lingkungan sekolah.

2) Kegiatan inti

Waktu yang ditempuh dalam kegiatan inti ini adalah 55 Menit. Langkah-langkah yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan inti adalah sebagia berikut:

a) Mencari penyelesaian dari masalah

Setelah siswa membuat format pertanyaan wawancara, siswa diberikan kesempatan mencari penyelesaian masalah dengan mewawancarai narasumber dari masing-masing organisasi yang ada di sekolah tentang peran dan fungsi dari organisasi tersebut

48

Gambar 5. Kegiatan saat siswa mewawancarai narasumber. b) Penyajian solusi masalah

Setelah hasil wawancara narasumber diperoleh, siswa diminta untuk mendiskusikan hasil informasi yang diperoleh dilapangan tersebut untuk dipresentasikan di depan kelas

Gambar 6. Siswa berdiskusi tentang hasil dari wawancara. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan wawancara narasumber di depan kelas dan semua siswa diminta untuk memberikan pertanyaan kepada kelompok yang mempresentaikan hasil diskusi mareka

49

Gambar 7. Siswa diberikan kesempatan bertanya

Untuk pertemuan kedua ini kelompok yang presentasi ada tiga yaitu kelompok organisasi kopersi siswa, pramuka, dan dokter kecil. Dalam proses pembelajaran siswa telah ada yang ikut berpartisipasi secara aktif terutama pada saat presentasi kelompok dan mencari penyelesaian masalah, walaupun demikian masih ada juga siswa yang tidak berpartisipasi secara aktif dan masih butuh bimbingan dari guru.

50

Selama proses presentasi setiap siswa diberikan kesempatan untuk menambahkan, menjawab dan menyanggah jawaban yang ada

Gambar 9. Siswa menambah atau menyanggah jawaban. 3) Kegiatan penutup

Kegiatan penutup dilaksanakan selama 5 Menit. Langkah-langkah yang ditempuh guru, yaitu guru memberikan motivasi kepada para siswa. Guru memberikan tindak lanjut yaitu tentang materi yang akan dilanjutkan minggu depan. Setelah melaksankan tindak lanjut selanjutnya guru menutup pembelajaran.

c. Pertemuan ketiga siklus I

Pertemuan ketiga siklus I yaitu pada tanggal 07 April 2015 masih berisi tentang materi kebebasan berorganisasi dengan fokus pembahasan tentang peran serta dalam memilih organisasi di sekolah karna melanjutkan materi minggu sebelumnya. Waktu yang ditempuh dalam pertemuan ketiga ini adalah sebesar 2x35 Menit. Sebelum

51

memulai pembelajaran, guru memberikan pengantar pelajaran tentang materi yang telah dipelajari sebelumnya, yaitu tentang peran serta dalam memilih organisasi yang ada disekolah. Setelah merefleksi materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya, kemudian guru menjelaskan tentang topik materi yang akan dipelajari, yaitu melanjutkan presentasi kelompok tentang peran atau fungsi dan tugas dari masing-masing organisasi yang ada di sekolah. Semua proses pembelajaran dilakukan dengan melanjutkan penerapanProblem Based Learning (PBL) dengan langkah-langkah kegiatannya sebagai berikut:

Tahap-tahap pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebagai berikut:

1) Kegiatan awal

Waktu yang ditempuh pada kegiatan awal ini adalah 10 menit. Langkah-langkah yang dilaksanakan oleh guru, yaitu guru membuka pelajaran dengan memberikan salam pembuka, kemudian dilanjutkan dengan memeriksa kehadiran setiap siswa. Kegiatan selanjutnya guru mengaitkan pengetahuan siswa dengan materi sebelumnya yaitu tentang hasil wawancara dengan sumber tentang peran atau fungsi dari organisasi yang ada dilingkungan sekolah serta melanjutkan presentasi kelompok.

52 2) Kegiatan inti

Estimasi waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan inti ini adalah 55 menit. Langkah-langkah yang ditempuh untuk melaksanakan kegiatan inti oleh guru adalah sebagai berikut: a) Penyajian solusi masalah

Minggu sebelumnya siswa telah ada yang mempresentasikan hasil diskusi kelompok, sedangkan pada pembelajaran selanjutnya siswa diminta untuk melanjutkan presentasi kelompok yang belum presentasi yaitu kelompok Unit Kegiatan Siswa (UKS), pengurus kelas, bidan cilik, pengurus mushalla, perpustakaan, dan struktur sekolah

Gambar 10. Siswa mempresentasikan hasil diskusi. Dari setiap kelompok yang presentasi siswa diberikan kesempatan untuk bertanya

53

Gambar 11. Siswa diberi kesempatan bertanya.

Selama proses presentasi setiap siswa diberikan kesempatan untuk menambahkan, menjawab dan menyanggah jawaban yang ada.

b) Review proses pembelajaran

Setelah siswa mendengarkan hasil dari presentasi dari masing-masing kelompok, siswa bersama dengan guru mereview kembali proses pembelajaran yang telah dilaksanakan dan selanjutnya siswa diminta untuk menuliskan organisasi apa yang akan dipilih disertai dengan alasan mengapa memilih organisasi tersebut. Setelah pembelajaran selesai siswa bersama guru menarik kesimpulan dan mengerjakan soal evaluasi akan materi yang telah dipelajari. 3) Kegiatan penutup

Kegiatan penutup ditempuh selama 5 menit. Langkah-langkah yang dilaksankan oleh guru dalam kegiatan penutup, yaitu

54

guru memberikan motivasi kepada seluruh siswa sebelum mengakhiri pelajaran, kemudian guru melaksanakan tindak lanjut tentang materi yang akan dilanjutkan minggu depan. Setelah kegiatan tindak lanjut selesai, kemudian guru menutup pelajaran. c. Observasi/ Pengamatan siklus I

Selama kegiatan pembelajaran berlangsung peneliti dibantu 2 observer melakukan pengamatan aktivitas guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran yaitu dengan penerapan Problem Based Learning ( PBL) untuk meningkatkan participation skills siswa pada mata pelajaran PKn kelas V. Guru telah melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tahapan prosedur Problem Based Learning ( PBL) meskipun masih belum maksimal.

Kegiatan pengamatan juga dilakukan pada aktivitas atau kegiatan siswa selama pembelajaran, kegiatannya dilaksanakan dengan menggunakan pedoman lembar pengamatan siswa. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dan dibantu oleh 2 orang observer didapatkan bahwa siswa telah melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tahapan atau prosedur Problem Based Learning ( PBL). Dari pertemuan awal sampai dengan pertemuan ketiga pada siklus I menurut hasil pengamatan terjadi peningkatan dalam setiap pertemuan. Siswa cukup aktif dalam proses pembelajaran, walaupun ada beberapa siswa yang belum secara aktif mengikuti jalannya pembelajaran.

55

Peneliti dan 2 observer mengumpulkan data dari setiap pertemuan dengan mengamati keempat aspek participation skills yang meliputi (1) Bertanya, (2) Berdiskusi, (3) Bekerja sama, (4) Berbicara. Dalam proses pembelajaran aktivitas bertanya, berdiskusi, bekerja sama, maupun berbicara terjadi pada saat diskusi, presentasi dari setiap kelompok, dan siswa juga bertanya tentang hal-hal yang belum dipahami baik bertanya kepada guru maupun peneliti, dalam proses presentasi siswa juga mempunyai kesempatan untuk menjawab maupun menyanggah jawaban yang diberikan oleh kelompok yang presentasi. Peneliti memberikan klasifikasi nilai keterampilan berpartisipasi siswa yang dibagi menjadi empat kategori, yaitu baik sekali, baik, cukup dan kurang.

Berdasarkan hasil yang diamati melalui rubrik pengamatan participation skills yang dilaksanakan oleh peneliti (Lampiran 3-5 ), hasil peningkatan participation skills siswa pada setiap pertemuan dalam siklus I adalah sebagai berikut:

56

Tabel 3. Hasil Peningkatan Participation Skills Siswa Siklus I

No Pertemuan Kategori Jumlah Siswa pada Setiap Indikator

Bertanya Bekerja Sama Berdiskusi Berbicara

1 I Sangat Baik 0 0 0 0 Baik 0 4 0 0 Cukup 6 18 12 4 Kurang 31 15 25 33 2 II Sangat Baik 0 0 0 0 Baik 5 5 0 4 Cukup 22 30 16 13 Kurang 10 2 21 20

3 III Sangat Baik 0 1 2 0

Baik 12 9 7 8

Cukup 22 27 28 16

Kurang 3 0 0 13

a. Refleksi tindakan siklus I

Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang dijelaskan pada (Tabel 3.) di atas, tindakan siklus I pertemuan pertama menunjukan bahwa dari masing-masing indikator pencapaian belum mencapai kreteria ketuntasan. Pada pertemuan pertama pencapaian dalam kategori baik hanya terdapat pada indikator bekerja sama, yaitu sebanyak 4 siswa atau sebesar 10.8% siswa yang telah mencapai kategori baik, sedangkan pada kategori bekerja sama, berdiskusi, dan berbicara belum memenuhi kriteria.

Pertemuan kedua menunjukan hasil bahwa indikator pencapaian mengalami peningkatan. Indikator yang telah berada pada kategori baik,

57

yaitu bertanya sejumlah 5 siswa atau 13.5%, bekerja sama 5 siswa atau 13.5% dan berbicara 4 siswa atau 10.8%. Sedangkan indikator berdiskusi belum berada dikategori baik.

Pertemuan ketiga, siswa yang telah mencapai dalam kategori baik, yaitu bertanya sejumlah 12 siswa atau 32.4%, bekerja sama 9 siswa dalam kategori baik dan 1 siswa dalam kategori sangat baik atau 27%, berdiskusi 7 siswa dalam kategori baik dan 2 siswa dalam kategori sangat baik atau 24.3% dan berbicara 8 siswa atau 21.6%.

Berdasarkan hasil dari ketiga pertemuan pada siklus I maka dapat diketahui bahwa penelitian siklus I belum memenuhi indikator keberhasilan, yaitu 75% atau sejumlah 28 siswa dari masing-masing indikator belum dapat berpartisipasi secara baik dalam setiap indikator pencapaian. Dari hasil diskusi yang dilakukan oleh peneliti, guru dan 2 observer ditemukan beberapa permasalahaan yang menyebabkan ketidaktercapaian penelitian siklus I, beberapa permasalahan itu dijelaskan pada Tabel 4. dibawah ini:

58 Tabel 4. Hasil Refleksi Siklus I

No. Hasil Refleksi Rencana Perbaikan pada siklus II 1 Beberapa siswa masih malu

dalam menyampaikan pendapatnya.

Guru memberikan motivasi siswa untuk lebih aktif dan lebih percaya diri dalam mengemukakan

pendapat, bertanya maupun menjawab pertanyaan. 2 Terdapat beberapa siswa yang

membuat gaduh dengan mengganggu teman dalam proses pembelajaran.

Guru akan memberikan perhatian khusus berupa pengarahan kepada siswa yang bersangkutan agar tidak membuat gaduh didalam proses pembelajaran di kelas.

3 Terdapat siswa yang masih bercanda dengan temannya ketika proses diskusi dalam kelas.

Guru besama peneliti akan mendekati dan menasehati siswa yang bercanda dalam proses pembelajaran diskusi dalam kelas. Berdasarkan hasil refleksi yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa penelitian siklus 1 belum mencapai indikator keberhasilan. Oleh karena itu, penelitian ini akan dilanjutkan pada tindakan penelitian siklus II.

3. Deskripsi Penelitian Tindakan Siklus II

Dokumen terkait