BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Objek Penelitian
Kabupaten Gowa yang beribu kota Sungguminasa memiliki populasi sebanyak 652. 941 jiwa dengan kepadatan 346,7 jiwa/ km² dan memiliki luas 1.883,32 km², yang terbagi dalam 167 Desa/kelurahan dan 18 Kecamatan. Di mana 18 Kecamatan itu meliputi Kecamatan Bajeng, Bajeng Barat, Barombong, Biringbulu, Bontolempangan, Bontomarannu, Bontonompo, Bontonompo Selatan, Bungaya, Manuju, Pallangga, Pattalassang, Parangloe, Parigi, Somba Opu, Tinggi Moncong, Tombolo Pao, dan Tompobulu.
Kabupaten Gowa secara geografis terletak pada 12о38 6 - 13о15 17 BT dan antara 5о5 - 5о34 7 LS yang berbatasan dengan:
a. Sebelah Barat : Kota Makassar dan Takalar
b. Sebelah Timur : Kabupaten Sinjai, Bulukumba dan Bantaeng c. Sebelah Utara : Kota Makassar dan Kabupaten Maros d. Sebelah Selatan : Kabupaten Takalar dan Jeneponto.
2. Gambaran Umum KPUD Kabupaten Gowa
Objek penelitian penulis yaitu KPUD Kabupaten Gowa yang berkantor di Jalan Andi Mallombassang No. 6 Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki jumlah pegawai dan staf di lingkungan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Gowa per Juni 2014 adalah sebanyak 43 orang yang terdiri dari, Ketua dan anggota KPU 5 orang, Sekretaris 1 orang, Sub. Bagian Program dan Data 4 orang, Sub. Bagian Teknis Pemilu 5 orang, Sub. Bagian Hukum 6 orang, Sub. Bagian Keuangan, Umum dan Logistik 11 orang, serta Honorer non PNS sebanyak 11 orang. Pegawai Negeri Sipil yang ada di KPU Kabupaten Gowa terdiri dari 18 orang PNS Organik dan 9 orang PNS Daerah. Dari segi kepangkatan terdiri dari Adapun struktur organisasi di lingkungan Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Gowa dapat dilihat pada lampiran.
3. Visi dan Misi Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Gowa
Perencanaan Strategis merupakan serangkaian tindakan dan kegiatan mendasar yang dibuat secara bersama-sama antara pimpinan dan seluruh komponen organisasi untuk diimplementasikan dalam rangka pencapaian visi dan misi. Semua kegiatan penyelengaraan yang dilaksanakan di Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Gowa mengacu pada Rencana Strategis Komisi pemilihan Umum Pusat tahun 2010-2014.
a. Visi
Visi KPUD Kabupaten Gowa adalah “Terwujudnya Komisi Pemilihan Umum sebagai penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki integritas, profesional, mandiri, transparan dan akuntabel, demi terciptanya demokrasi Indonesia yang berkualitas berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia”.
b. Misi
1) Membangun lembaga penyelenggara Pemilihan Umum yang memiliki kompetensi, kredibilitas dan kapabilitas dalam menyelenggarakan Pemilihan Umum di Kabupaten gowa;
2) Menyelenggarakan Pemilihan Umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden serta Kepala Daerah secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, akuntabel, edukatif dan beradab di Kabupaten Gowa;
3) Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemilihan Umum yang bersih, efisien dan efektif di Kabupaten Gowa;
4) Melayani dan memperlakukan setiap peserta Pemilihan Umum secara adil dan setara, serta menegakkan peraturan Pemilihan umum secara konsisten sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
5) Meningkatkan kesadaran politik rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilihan Umum demi terwujudnya cita-cita masyarakat Indonesia yang demokratis;
4. Kedudukan Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Gowa
Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Gowa merupakan salah satu unsur pelaksana pemerintah pusat yang ada di Kabupaten Gowa, menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum mengamanatkan bahwa Pemilihan Umum merupakan sarana untuk mewujudkan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila, dan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Tujuannya untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, memilih Presiden dan Wakil Presiden serta memilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, guna membentuk pemerintahan yang demokratis. Sebagai wujud akuntabilitas kinerja, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa berkewajiban untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang diamanatkan masyarakat dan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Kewajiban tersebut dijabarkan dengan menyiapkan, menyusun dan menyampaikan laporan kinerja secara tertulis, periodik dan melembaga.
Pelaporan kinerja dimaksudkan untuk mengkomunikasikan capaian kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Gowa dalam satu tahun anggaran yang dikaitkan dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran serta menjelaskan
keberhasilan dan kegagalan tingkat kinerja yang dicapainya, serta tercapainya instansi pemerintahan yang akuntabel sebagai implementasi dari good governance.
Undang-Undang Nomor 28 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih, bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, pada Pasal 3 dinyatakan bahwa Asas-asas Umum Penyelenggaraan Negara meliputi Asas Kepastian Hukum, Asas Keterbukaan, Asas Proporsionalitas, Asas Profesionalitas dan Asas Akuntabilitas, sedangkan untuk menciptakan good governance diperlukan prinsip-prinsip partisipasi, penegakan hukum, transparansi, kesetaraan, daya tanggap, wawasan ke depan, akuntabilitas, pengawasan, efisien dan efektifitas, serta profesionalisme.
5. Tujuan dan Sasaran Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Gowa a. Tujuan
Tujuan Komisi Pemilihan Umum disusun berdasarkan hasil identifikasi potensi permasalahan yang akan dihadapi dalam rangka mewujudkan visi dan melaksanakan misi Komisi Pemilihan Umum yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut :
1) Meningkatnya kapasitas dan kualitas pelaksanaan Pemilihan Umum.
2) Meningkatkan pemahaman tentang hak dan kewajiban politik rakyat dalam Pemilihan Umum.
3) Melaksanakan Undang-Undang di bidang politik secara murni dan konsekwen.
4) Meningkatkan kesadaran rakyat yang tinggi tentang Pemilihan Umum yang demokratis.
5) Melaksanakan Pemilihan Umum secara LUBER dan JURDIL.
b. Sasaran
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan secara terukur yang akan dicapai secara nyata dalam jangka waktu tahunan, semesteran, triwulanan dan bulanan, dimana sasaran merupakan bagian internal dalam proses perencanaan strategis pemerintah daerah. Sasaran yang dibuat KPUD Kabupaten Gowa bersifat spesifik, dapat dinilai, diukur dan dapat dicapai.
Sasaran yang hendak dicapai KPUD Kabupaten Gowa adalah terwujudnya akuntabilitas lembaga demokrasi termasuk di dalamnya peran masyarakat sipil dan organisasi masyarakat sipil, peran partai politik, peran lembaga legislatif, penyelenggara Pemilihan Umum, dan lembaga penyelenggara negara lainnya, serta terlaksananya Pemilihan Umum 2014 yang adil dan demokratis.
Berdasarkan pengertian di atas dan memperhatikan tujuan dalam Perencanaan Strategis, maka sasaran-sasaran strategis Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Gowa yang hendak dicapai selama 2010-2014 dapat dijelaskan sebagai berikut : 1) Meningkatkan kesadaran dan partisipasi rakyat yang tinggi tentang Pemilihan
Umum yang demokratis;
2) Terjaminnya pemilih dalam menggunakan hak pilihnya secara bebas dan tertib:
3) Terjaminnya perilaku yang adil dan setara bagi peserta Pemilihan Umum, calon anggota legislatif, calon Presiden dan Wakil Presiden serta pejabat-pejabat publik lain sesuai Undang-undang;
4) Terwujudnya organisasi pelaksana Pemilihan Umum yang memiliki sistem administrasi yang efesien, efektif, dan memenuhi standar kerja professional di seluruh tingkatan yang didukung dengan sistem komunikasi dan teknologi yang menjangkau Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota;
5) Tersedianya peta logistik Pemilu dan Pilkada yang memadai.
6. Struktur Organisasi KPUD Kabupaten Gowa
Sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum nomor: 22 Tahun 2008 tentang Perubahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 06 Tahun 2008 Tentang: Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, maka KPUD Kabupaten Gowa mempunyai 6 (Enam) Bidang dan 1 (satu) Sekretariat, yaitu sebagai berikut :
1. Bagian Program Data Organisasi dan SDM a. Sub. Bagian Program dan Data
b. Sub. Bagian Organisasi dan SDM
2. Bagian Hukum Teknis dan Hubungan Partisipasi Masyarakat a. Sub. Bagian Hukum dan Teknis
b. Sub. Bagian Hubungan Partisipasi Masyarakat 3. Bagian Logistik Umum dan Keuangan :
a. Sub. Bagian Keuangan
b. Sub. Bagian Logistik dan Umum
B. Implementasi Kegiatan Sosialisasi KPUD dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Gowa
KPU memiliki target yang ingin di capai di dalam pemilu, yaitu agar tersebar luasnya informasi mengenai program, tahapan, jadwal, dan hasil pemilu, dan beberapa teknis dalam penyelelenggaraan pemilu kepada masyarakat secara integral dan terpadu dengan mengikutsertakan pemangku kepentingan, meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya pemilih untuk berperan serta dalam setiap tahapan pemilu pilpres, meningkatkan partisipasi pemilih dalam menggunakan hak pilihnya dengan benar pada pemilu Presiden.
KPU pada hakikatnya dibutuhkan untuk membantu pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang betapa pentingnya ikut serta atau ikut berpartisipasi dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, karena satu suara sangat menentukan nasib bangsa Indonesia dalam kurung waktu 5 tahun masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, sedangkan yang kita ketahui bahwa daya tarik masyarakat untuk pemilu itu sangat minim atau masih banyaknya masyarakat yang tidak peduli dengan pemilu itu sendiri. Banyak hal yang menjadi latar belakang mengapa masyarakat enggan menggunakan hak pilih mereka diantaranya yaitu banyak dari pemilih yang tidak mengetahui tata cara pemilihan, siapa capres dan cawapres yang akan mereka pilih, dan mereka juga beranggapan bahwa pemilu hanya membuang waktu mereka apalagi bagi mereka yang memiliki rutinitas yang padat. Berikut hasil wawancara dengan salah seorang informan
“KPU Kabupaten Gowa sudah berusaha keras dalam menyampaikan informasi kepada masyarat tentang pentingnya menggunakan hak pilih mereka, ikut atau tidaknya mereka menyalurkan hak suara mereka itu kembali lagi kepada individu masing-masing” (wawancara RI, 16 April 2014).
Berdasarkan hasil wawancara di atas bahwa KPU Kabupaten Gowa sudah berusaha dengan baik dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kabupaten Gowa, namun terlepas dari itu semua ikut atau tidaknya masyarakat menyalurkan hak suara mereka itu kembali lagi kepada kesadaran masing-masing individu. Seperti yang dikutip penulis juga dari hasil wawancara dengan salah seorang anggota KPUD Kabupaten Gowa:
“proses sosialisasi berjalan sesuai yang di harapkan artinya tujuan yang ingin dicapai sudah terlaksana namun tidak dapat dipungkiri bahwa hasilnya tidak 100% ” (wawancara AB, 15 April 2014)
Berdasarkan wawancara di atas membuktikan bahwa proses sosialisasi yang di lakukan oleh pihak KPU sudah berjalan sesuai dengan aturan yang ada, sebagaimana telah di jelaskan pada peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 11 tahun 2010 bab III pasal 3 tentang pedoman pelaksanaan sosialisasi penyelenggaraan pemilihan umum presiden dan wakil presiden, (2010: 5). Walaupun KPU Kabupaten Gowa sudah berusaha dengan baik dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kabupaten Gowa namun tidak dapat dipungkiri bahwa hasilnya tidak 100%
terlaksana dengan baik. Berikut hasil wawancara yang dikutip penulis dengan salah satu informan dari kalangan masyarakat Kabupaten Gowa:
“sebenarnya harus ada kerjasama dan komunikasi yang baik antara masyarakat dan anggota KPU itu sendiri agar tujuan yang ingin dicapai bisa terwujud”. (wawancara SS, 18 April 2014)
Terlepas dari sukses tidaknya sosialisasi yang dilakukan oleh KPU kembali lagi kepada kinerja KPU itu sendiri apakah semua perangkat yang ada di KPU sudah menjalankan tugasnya masing-masing atau tidak, jadi penulis di sini ingin melihat bagaimana implementasi sosialisasi KPU di dalam pemilihan Presiden, apakah pemilih yang sudah di tetapkan semua memilih atau ada yang tidak menggunakan hak suaranya atau golput, di sini kita mengukur sejauh mana pihak KPU di dalam mensosialisasikan pemilihan Presiden.
1. Komunikasi dan Informasi
Salah satu faktor utama dalam mensosialisasikan atau menyebarluaskan informasi tentang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden adalah komunikasi.
Komunikasi merupakan sebuah indikator terpenting di dalam menyampaikan informasi mengenai sosialisasi kegiatan KPU dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden agar hasil pemilihan sesuai dengan yang di harapkan oleh pemerintah khususnya KPU Kabupaten Gowa, pada pemilihan Presiden yang di laksanakan secara priodik setiap lima tahun sekali dan sekaligus merupakan konsekuensi logis dari sebuah negara demokrasi. Melalui pemilihan langsung ini agar berjalan lancar semua pemilih yang terdaftar di KPU ikut serta di dalam pemilihan maka di butuhkan komunikasi dalam menunjang kegiatan sosialisasi pemilihan Presiden. Komunikasi yang baik akan menghasilkan informasi yang baik pula.
Dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 23 Tahun 2004 tentang pedoman pelaksanaan sosialisasi atau penyampaian informasi pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) Menjelaskan bahwa, ”Sosialisasi
Penyelenggaraan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) adalah proses penyampaian informasi dan sosialisasi tentang tahapan dan program penyelenggaraan pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres)”. Berikut hasil wawancara penulis dengan salah satu informan:
“kami masyarakat sebenarnya butuh yang namanya informasi dalam tata cara dan siapa-siapa saja calon yang akan kami pilih, jadi peran lembaga yang mengurus hal itu harus menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat dalam menyampaikan informasi” (wawancara A, 15 April 2014)
Dalam mensosialisasikan atau menyampaikan informasi mengenai pilpres, KPU Kabupaten Gowa menggunakan beberapa metode, diantaranya yaitu:
a. Metode komunikasi tatap muka (face to face), di mana pegawai dan anggota KPU Kabupaten Gowa menyampaikan informasi tentang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dengan cara terjun langsung atau berbicara langsung dengan masyarakat pemilih baik dalam bentuk diskusi, seminar, workshop, rapat kerja, ceramah, maupun simulasi. Seperti yang dikutip penulis dari hasil wawancara salah seorang anggota KPU Kabupaten Gowa:
“dalam mensosialisasikan informasi mengenai pemilu Pilpres di Kabupaten Gowa
“kami” anggota KPU tak jarang terjun langsung ke lapangan guna bertemu dan berdiskusi dengan masyarakat secara langsung” (wawancara EH, 15 April 2014)
b. Metode komunikasi melalui media massa, metode ini dilakukan dengan menyampaikan informasi di media massa, baik di media cetak (surat kabar, baliho/spanduk, selebaran, brosur, pamflet,dll), eloktronik baik visual maupun
audio visual, seperti yang dikatakan oleh salah seorang anggota KPU Kabupaten Gowa melalui wawancara dengan penulis.
“selain terjun langsung atau berdiskusi langsung dengan masyarakat pemilih di Kabupaten Gowa “kami” juga mensosialisasikan informasi tentang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di media massa, baik media cetak/tulis maupun media eloktronik” (wawancara PB, 15 April 2014)
2. Mobilisasi Massa
Mobilisasi massa yaitu pendekatan sosialisasi dengan cara mengajak atau mengikut sertakan seluruh komponen masyarakat yang ada, baik organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, adat, LSM, instansi pemerintah, maupun partai politik yang ada di Kabupaten Gowa guna membantu KPU Kabupaten Gowa dalam mensosialisasikan dan mengawal pemilihan Presiden dan Wakil Presiden agar dapat berjalan dengan baik dan terciptanya pemilu yang aman dan damai. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara salah seorang anggota KPU Kabupaten Gowa:
“pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya kerjasama antara KPU dengan seluruh komponen masyarakat yang ada di Kabupaten Gowa” (Wawancara LK, 25 April 2014).
Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kerjasama yang baik antara KPU dan masyarakat Kabupaten Gowa merupakan salah satu faktor penunjang berhasil atau tidaknya kegiatan sosialisasi dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
3. Data Pemilih
Salah satu faktor penunjang KPU Kabupaten Gowa dalam mensosialisasikan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yaitu data pemilih. Di mana dengan
mengetahui seberapa banyak pemilih yang terdaftar di KPU Kabupaten Gowa maka kita dapat mengukur hasil pemilihan apakah masih banyak masyarakat pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya atau golput ataukah semua sudah ikut berpatisipasi di dalam memberikan hak suara pada pemilihan Presiden dan wakil Presiden di Kabupaten Gowa. Dengan melihat data pemilih yang telah memberikan hak suaranya maka dapat dilihat pula berhasil tidaknya kegiatan sosialisasi yang dilakukan KPU terhadap maksyarakat Kabupaten Gowa. Seperti yang diungkapkan kepala Sub.
Bagian Program dan Data.
“KPU Kabupaten Gowa berusaha keras melakukan pendataan terhadap masyarakat wajib pilih yang ada di Kabupaten Gowa agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya” (wawancara RH, 15 April 2014)
Data pemilih merupakan faktor penunjang KPU dalam mensosialisasikan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, tetapi terkadang di lapangan masih saja ada masyarakat wajib pilih yang tidak terdaftar sebagai peserta pemilih. Hal ini sejalan dengan hasil wawancara salah seorang masyarakat Kabupaten Gowa:
“di lingkungan saya masih ada saja masyarakat wajib pilih yang tidak terdata sebagai pemilih, padahal mereka mau memberikan hak suaranya atau mau ikut serta dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden” (wawancara KH, 16 April 2014)
C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi KPU Kabupaten Gowa dalam Kegiatan Sosialisasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
Dalam pemilihan umum, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan Presiden itu tidak selalu berjalan dengan baik atau tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak, khususnya pihak KPU. Ada hal-hal atau
faktor-faktor yang menyebabkan hal tersebut tidak dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Begitupun yang dialami KPU Kabupaten Gowa dalam melakukan kegiatan sosialisasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Gowa, KPU juga memiliki faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan kegiatan sosialisasi tersebut, yaitu:
1. Faktor Pendukung a. Sumber Daya Manusia
Keterbatasan sumber daya manusia mempengaruhi keberhasilan kegiatan sosialisasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Meski perintah-perintah implementasi disampaikan secara akurat, jelas dan konsisten, tetapi jika sumber daya manusia yang digunakan untuk menjalankan kegiatan sosialisasi pemilihan Presiden dan Wakil Presiden kurang memadai, maka hasilnyapun tidak akan sesuai dengan yang diinginkan atau tidak berjalan dengan baik.
Tersedianya Sumber Daya Manusia yang relatif proporsional dari berbagai disiplin ilmu dan jenjang pendidikan sangat menunjang tugas pokok dan fungsi KPU itu sendiri. Peningkatan kualitas SDM yang telah ada masih dibutuhkan penambahan pengembangan pendidikan maupun penyegaran-penyegaran kembali melalui berbagai kursus/diklat teknis dan fungsional yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah atau Pusat. Distribusi pegawai pada bidang kerja semestinya sesuai dengan kemampuan dan kualitas pegawai, sehingga dapat menunjang tugas dan meningkatkan produktivitas kerja. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan bagian
program, data, organisasi dan SDM melalui wawancara dengan penulis:
“Sumber daya manusia yang kompeten yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik akan menunjang kegiatan sosialisasi dalam memberikan informasi kepada masyarakat”. (wawancara RH, 16 April 2014)
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa pihak KPU sangat memerlukan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang baik karena hal ini akan menunjang keberhasilan kegiatan sosialisasi KPU dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Hal yang sama juga diungkapkan salah satu anggota KPU Kabupaten Gowa, yang mengatakan bahwa:
“jika sumber daya manusia yang dimiliki tidak memadai dan keahliannya juga tidak tepat sesuai dengan bidangnya, maka dapat dipastikan bahwa produktivitas dalam program tersebut tidak dapat berjalan dengan baik”. (wawancara SM, 16 April 2014)
Berdasarkan pernyataan di atas, maka disimpulkan bahwa sumber daya manusia yang proporsional adalah sumber daya manusia yang keahliannya betul-betul menunjang tugas pokok dan fungsi KPU itu sendiri.
b. Alokasi Anggaran
Suatu kegiatan yang dilakukan oleh suatu lembaga atau institusi baik dalam bentuk program maupun sistem tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa didukung oleh ketersediaan anggaran yang memadai. Dalam setiap kegiatan sudah tentu memiliki besaran biaya operasional yang harus dipenuhi, apalagi menyangkut tentang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
Keberhasilan suatu program erat kaitannya dengan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya dan penetapan anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan
program tersebut. Program yang ditetapkan untuk mencapai tujuan dan sasaran didasari dan berpedoman pada Rencana Strategis dan rencana kerja Komisi Pemilihan Umum pada tahun anggaran berjalan dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Gowa pada Tahun Anggaran berjalan.
Pembiayaan dan anggaran sebaiknya mengacu pada program-program yang ada di Rencana Strategis Komisi Pemilihan Umum, sehingga poin-poin untuk kegiatan yang sangat mempengaruhi dalam pelaksanaan pekerjaan sebaiknya lebih dipertimbangkan anggarannya agar dalam pelaksanaan pekerjaan akan selesai sesuai jadwal. Hal ini sejalan dengan yang diungkapkan Kasub. Bagian Keuangan, Umum dan Logistik dalam wawancara yang mengatakan bahwa:
“kelancaran penyelenggaraan pemilu ditentukan oleh kebijakan penyediaan anggaran, program-program yang berkaitan dengan anggaranpun harus ditentukan jauh hari agar dapat diketahui seberapa banyak anggaran yang dibutuhkan”. (wawancara SA, 18 April 2014)
Berdasarkan hasil wawancara di atas disimpulkan bahwa Pemilu Presiden dan Wakil Presiden akan berjalan dengan lancar jika anggaran yang dibutuhkan tersedia.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang anggota KPU Kabupaten Gowa yang mengatakan bahwa:
“Setiap pelaksanaan kegiatan tentunya memerlukan biaya, ini pula yang dialami KPU Kabupaten Gowa dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
Keterbatasan anggaran akan membatasi kami dalam kegiatan sosialisasi”.
(wawancara PB, 18 April 2014)
Berdasarkan wawancara di atas disimpulkan bahwa alokasi anggaran yang tepat dan sesuai akan menunjang keberhasilan kegiatan sosialisasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum.
2. Faktor Penghambat
a. Kurangnya Kesadaran masyarakat
KPU Kabupaten Gowa telah berusaha dengan baik dalam memberikan pemahaman atau membangun kesadaran kepada masyarakat pemilih yang ada di Kabupaten Gowa agar memberikan hak pilihnya dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden mengingat pentingnya pemilu itu sendiri, tetapi tetap saja masih ada pemilih yang tidak ikut serta atau memberikan hak suaranya dalam pemilihan Presiden dan Wakil presiden. Banyak hal yang menjadi latar belakang mengapa masyarakat enggan menggunakan hak pilih mereka diantaranya yaitu banyak dari pemilih yang tidak mengetahui tata cara pemilihan, siapa capres dan cawapres yang akan mereka pilih, dan mereka juga beranggapan bahwa pemilu hanya membuang waktu mereka apalagi
KPU Kabupaten Gowa telah berusaha dengan baik dalam memberikan pemahaman atau membangun kesadaran kepada masyarakat pemilih yang ada di Kabupaten Gowa agar memberikan hak pilihnya dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden mengingat pentingnya pemilu itu sendiri, tetapi tetap saja masih ada pemilih yang tidak ikut serta atau memberikan hak suaranya dalam pemilihan Presiden dan Wakil presiden. Banyak hal yang menjadi latar belakang mengapa masyarakat enggan menggunakan hak pilih mereka diantaranya yaitu banyak dari pemilih yang tidak mengetahui tata cara pemilihan, siapa capres dan cawapres yang akan mereka pilih, dan mereka juga beranggapan bahwa pemilu hanya membuang waktu mereka apalagi