• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data Penelitian 1. Deskripsi Lokasi Penelitian

3. Deskripsi Pembelajaran IPA Sebelum Tindakan

Pada awal penelitian, peneliti selaku observer beserta teman observer lain melakukan pengamatan pembelajaran IPA di kelas VB. Ditemukan permasalahan sebagai berikut: beberapa siswa yang masih kurang memperhatikan penjelasan guru, berbicara dengan teman sebangku, dan tidak mengerjakan tugas dengan baik. Keseriusan siswa dalam belajar kurang dan juga siswa sering bosan dengan kegiatan pembelajaran yang selalu mendengarkan guru dan mengerjakan soal latihan dari buku modulnya. (buku latihan siswa)

Berdasarkan permasahan di atas, selanjutnya guru dan peneliti melakukan diskusi yang digunakan sebagai dasar penentuan langkah tindakan dalam proses pembelajaran IPA dikelas VB, yaitu melakukan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan metode inkuiri terbimbing menggunakan metode yang dikembangkan oleh Kemmis Tagart yaitu meliputi empat tindakan yaitu meliputi perencanaan, pelaksanaan, obsevasi, dan refleksi untuk setiap siklus.

55 a. Siklus I

1. Perencanaan

Penentuan materi pembelajaran yang digunakan untuk melaksanakan penelitian ini berdasarkan pada kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Perencanaan pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di SD tersebut dan kemudian dikonsultasikan kepada kepala sekolah dan guru kelas. Serta Standar Kompetensi yang harus dikuasai siswa kelas VB sekolah dasar terkait dengan hasil belajar yang bersifat yang bersifat kognitif ini adalah pembentukan tanah karena pelapukan. Pemahaman tentang pembentukan tanah karena pelapukan didalam kehidupan sehari-hari. Untuk melakukan tindakan ini diperlukan suatu rancangan tindakan yang akan digunakan sebagai bahan intervensi yaitu penyusunan rencana pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing. Rancangan kegiatan ini mengoptimalkan peran siswa untuk dapat menemukan sendiri pada materi yang yang sedang dipelajari. Guru merancang untuk seminimal mungkin terlibat dala proses pembelajaran agar siswa dapat menemukan sendiri jawaban yang mereka bahas kepada teman-teman dikelasnya.

Kegiatan pembelajaran dalam siklus I dengan menggunakan metode pembelajaran inkuiri terbimbing ini. Siswa bekerja sama didalam kelompok untuk berusaha menemukan hal yang belum mereka ketahui dan memahami materi yang sedang

56

dipelajari dari guru dengan menggunakan percobaan. Peran guru mengajar dan mengondisikan siswa dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang belum jelas dalam proses pelaksanaan pembelajaran.

Pelaksanaan siklus I ini dengan dua kali pertemuan pertama mempelajari jenis batuan. Pertemuan kedua mempelajari jenis-jenis pelapukan batuan pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan melakukan percobaan dengan benda-benda yang sudah disiapkan oleh guru. Dan siswa melakukan percobaan secara berkelompok dan menuliskan hasil pengamatan kedalam LKS (lembar kerja siswa). 2. Pelaksanaan

a) Pertemuan pertama

Pertemuan pertama dalam siklus I menggunakan metode inkuiri terbimbing ini mempelajari jenis-jenis batuan. Pembelajaran dimulai dengan apersepsi atau bahan pengait yang sesuai dengan tema yang akan dipelajari yaitu jenis-jenis batuan karena pelapukan. Dalam kegiatan apersepsi guru menanyakan

kepada siswa “ apakah siswa sering melihat jenis-jenis batu yang

ada disekitar rumah?”. Dari pertanyaan guru tentang batuan, siswa

diarahkan kepada topik yang akan dipelajari yaitu “jenis-jenis

batuan”. Dari kondisi tersebut guru mengondisikan siswa

membentuk kelompok kerja yang ada. Setelah kelompok kerja terkondisikan, guru meminta perwakilan untuk mengambil

benda-57

benda untuk melakukan percobaan yang telah disiapkan guru. Pada saat siswa melakukan percobaan guru membagikan LKS untuk di kerjakan siswa secara berkelompok.

Dalam pelaksanaan percobaan siswa diajak bekerja sama dalam kelompoknya masing-masing. Siswa terlihat aktif dalam melakukan percobaan dan pengamatan serta siswa mencari tahu jawaban sendiri dibuku modul siswa. Walaupun sekali-kali siswa bertanya kepada guru tentang hal yang belum mereka mengerti dan belum jelas. Kemudian siswa menuliskan hasil percobaan dan pengamatan kedalam LKS tersebut. Hasil pengamatan dipresentasikan didepan kelas secara berkelompok.

b)Pertemuan Kedua

Pelaksanaan penelitian pada pertemuan kedua mempelajari tentang jenis-jenis pelapukan pelaksanaan pembelajaran berawal dari apersepsi dengan cara guru mengulang materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, kemudian guru member pertanyaan kepada siswa “apakah kalian pernah melihat batu dan kayu yang lapuk disekitar rumah?” dengan serentak siswa, menjawab pernah.

Setelah apersepsi selesai dilakukan, guru meminta siswa membentuk kelompok sesuai dengan kelompok kerja kelas. Siswa kemudian mengkondisikan untuk dapat membentuk kelompok

58

dengan tertib. Pada saat siswa bekerja berkelompok guru membagikan LKS (lembar kerja siswa).

3. Observasi

Peneliti bersama observer yang lain melakukan observasi pada saat proses pembelajaran hasil observasi ditemukan guru melaksanakan pembelajaran dengan metode inkuiri terbimbing dimulai dengan apersepsi dilanjutkan kegiatan inti yaitu siswa aktif melakukan percobaan/pengamatan tentang jenis-jenis batuan dan jenis pelapukan dilanjutkan diskusi mengerjakan LKS, kemudian wakil kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok. Siswa nampak antusias mengikuti proses pembelajaran. Namun tidak seluruh siswa dapat bekerja sama dalam kelompok, masih ada beberapa siswa yang sibuk sendiri. Setelah dilakukan tes hasil belajar hasilnya belum memenuhi kriteria keberhasilan.

Hasil Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Menggunakan Inkuiri Terbimbing. Keterlaksanaan pembelajaran yaitu . Hasil observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran menerapkan inkuiri terbimbing, keterlaksanaan pembelajaran, yaitu

Data hasil belajar siklus I. Pada siklus I tes dilaksanakan diakhir pertemuan kedua dengan hasil tes disajikan pada lampiran 4 hal 88 berikut rekap hasil tes siklus I disajikan pada tabel 6.

59

Tabel 4. Data Hasil Bejalar Siswa Siklus I

No Data hasil belajar Keterangan

1. Nilai total 1250

2. Rata-rata 73,82

3. Nilai tertinggi 55

4. Nilai terendah 80

5. Jumlah siswa yang tuntas 6

6. Jumlah siswa yang belum tuntas 11 7. Persentase siswa yang tuntas 35,29% 8. Persentase siswa yang tidak tuntas 64,70%

Berdasarkan tabel 6. dapat dibaca nilai rata-rata dari tes hasil belajar pada siklus I adalah 73,82. Dari data tes hasil belajar ada 6 orang siswa (35,29%) yang tuntas dan 11 orang siswa (64,70%) yang tidak tuntas.

Perbandingan nilai tes sebelum siklus I dan nilai tes hasil belajar siklus I dapat dibaca pada tabel 7.

Tabel 5. Perbandingan Tes Hasil Belajar Pra Tindakan dan Siklus I

No Data Hasil Belajar Pra

Tindakan Siklus I 1. Nilai Total 1184 1250 2. Rata-Rata 69,64 73,82 3. Nilai Tertinggi 50 55 4. Nilai Terendah 80 80

5. Jumlah Siswa Yang Tuntas 4 6

6. Jumlah Siswa Yang Belum

Dokumen terkait