• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Keceme 1. Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 beralamatkan di Desa Keceme, Caturharjo, Sleman, Yogyakarta, 55515. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas IV. Siswa kelas IV di Sekolah Dasar Negeri Keceme 1 keseluruhan berjumlah 51 siswa. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan kotak pecahan.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, perangkat pembelajaran, dan soal tes prestasi yang berbentuk 10 soal essai. Semua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji validitas dan reliabilitasnya dan dinyatakan layak untuk digunakan. Validitas isi dilakukan oleh dua validator, yaitu oleh satu dosen matematika dan satu guru kelas. Validitas muka dilakukan oleh siswa yang pernah mendapatkan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan yaitu kelas V (lima). Validitas konstruk dilakukan dengan cara uji empiris kepada siswa kelas V (lima) pula. Kelas V (lima) dipilih karena

siswa tersebut pernah mendapatkan materi penjumlahan dan pengurangan pecahan dalam waktu yang relatif tidak lama.

Penelitian dilakukan dengan cara memberikan pre-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah kelas yang diberi perlakuan yaitu menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan, sedangkan kelompok kontrol tidak menggunakan alat peraga. Kelas yang dipilih sebagai kelompok kontrol adalah kelas IV A dengan siswa yang berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 8 siswa perempuan dan 18 siswa laki-laki. Kelas yang dipilih sebagai kelas eksperimen adalah kelas IV B dengan siswa yang berjumlah 25 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan selama tiga kali pertemuan atau setara dengan enam jam pelajaran. Setelah kedua kelompok mendapatkan pre-test, selanjutnya adalah pembelajaran dan memberikan post-test. Pre-test dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa baik siswa kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Pemberian post-test bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan.

Penelitian dilaksanakan dalam tiga pertemuan pembelajaran. Proses penelitian yang peneliti laksanakan dapat dilihat pada tabel 4.1.

Tabel 4.1 Proses Penelitian Kelompok Eksperimen

Tanggal Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

24 Februari 2014

1) Bertanya jawab dan

melakukan apersepsi dengan memotong roti.

2) Menyampaikan materi yang akan dipelajari (penjumlahan dan pengurangan pecahan). 3) Membagikan LKS.

4) Mendemonstrasikan penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

5) Mengelola kelas dengan baik walau sempat merasa

kesulitan.

6) Menggunakan bahasa yang baik.

7) Menutup pembelajaran dengan baik.

8) Menjawab pertanyaan guru mengenai materi yang lalu. 9) Memotong roti di depan kelas. 10) Menyimak demonstrasi

guru mengenai penggunaan alat peraga matematika.

11) Mencoba menggunakan

kotak pecahan sesuai perintah guru secara berkelompok. 12) Mengerjakan LKS dengan

menggunakan alat peraga kotak pecahan secara berkelompok. 13) Mengerjakan soal evaluasi

secara individu.

25 Februari 2014

- Bertanya jawab dengan siswa mengenai materi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama.

- Menjelaskan materi yang akan dipelajari yaitu

penjumlahan dan pengurangan berbeda penyebut.

- Mendemonstrasikan alat peraga kotak pecahan sesuai materi.

- Membagikan LKS. - Menutup pembelajaran dengan baik.

- Menjawab pertanyaan guru mengenai materi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama.

- Mengerjakan soal yang diinstruksikan guru mengenai penjumlahan dan pegurangan pecahan berpenyebut sama dengan kotak pecahan secara berkelompok. - Menyimak demonstrasi guru mengenai penggunaan alat peraga kotak pecahan untuk materi penjumlahan dan pengurangan pecahan berbeda penyebut. - Mengerjakan LKS dengan menggunakan kotak pecahan secara berkelompok.

- Presentasi pengerjaan LKS dengan kotak pecahan.

- Mengerjakan soal evaluasi secara individu.

26 Februari 2014

- Mencocokkan pekerjaan soal evaluasi pertemuan kemarin

- Mencocokkan pekerjaan evaluasi pertemuan kemarin bersama guru.

- Bertanya jawab mengenai hal yang belum dipahami pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan baik yang berpenyebut sama atau berbeda.

- Menjelaskan kembali atas pertanyaan siswa

menggunakan alat peraga kotak pecahan.

- Mengelompokkan siswa untuk berlatih secara berkelompok menggunakan alat peraga kotak pecahan.

belum dipahami.

- Menyimak penjelasan guru menggunakan alat peraga kotak pecahan mengenai hal yang ditanyakan.

- Mengerjakan soal-soal pada kartu soal secara bergantian dalam kelompok.

Kelompok Kontrol 25 Februari

2014

14) Bertanya jawab dan melakukan apersepsi dengan memotong roti.

15) Menyampaikan materi yang akan dipelajari

(penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama). 16) Memberi penjelasan

mengenai materi (KPK) menggunakan papan tulis.

17) Membagikan LKS.

18) Mengelola kelas dengan baik walau sempat merasa kesulitan.

19) Menggunakan bahasa yang baik.

20) Menutup pembelajaran dengan baik.

21) Menjawab pertanyaan guru mengenai materi yang lalu. 22) Memotong roti di depan

kelas.

23) Menyimak penjelasan guru mengenai materi pembelajaran. 24) Mengerjakan LKS secara

berkelompok.

25) Mengerjakan soal evaluasi secara individu.

26 Februari 2014

- Bertanya mengenai hal yang belum dipahami pada materi penjumlahan dan pengurangan pecahan baik yang berpenyebut sama atau berbeda.

- Membagi LKS untuk siswa. - Membahas hasil pekerjaan LKS siswa.

- Membagikan soal evaluasi tentang materi yang dipelajari.

- Bertanya mengenai materi yang belum dipaham.

- Menyimak penjelasan guru mengenai materi penjumlahan dan pengurangan pecahan.

- Mengerjakan LKS yang telah divalidasi.

- Mengerjakan soal evaluasi tentang materi – Membahas hasil pengerjaan LKS.

1 Maret 2014

- Mengulang materi tentang penjumlahan dan pengurangan pecahan berbeda penyebut. - Memberikan soal di papan tulis untuk dikerjakan siswa. - Merasa sedikit kesulitan dalam mengelola kelas namun segera teratasi dengan baik. - Mencocokkan soal yang diberikan bersama siswa.

- Menyimak penjelasan guru mengenai materi penjumlahan dan pengurangan pecahan baik yang berbeda penyebut atau sama. - Mengerjakan soal yang diberikan guru secara individu.

- Sedikit tidak kondusif kondisi kelasnya karena siswa yang telah selesai mengerjakan soal berbicara sendiri.

- Mencocokkan hasil pekerjaan soal yang diberikan guru.

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran dalam proses penelitian dilaksanakan masing-masing tiga kali pertemuan pada masing-masing kelas. Pembelajaran yang terlaksana pada kelompok eksperimen secara keseluruhan sudah berjalan baik. Siswa dalam kelompok eksperimen menunjukkan antusiasnya dalam mengikuti pembelajaran dan telah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori secara berkelompok. Guru telah memberikan pembelajaran yang cukup sesuai dengan RPP. Kendala yang dihadapi guru ialah dalam hal mengelola kelas pada beberapa waktu. Pembelajaran di kelompok kontrol juga terlaksana dengan baik dan sesuai RPP. Siswa pada kelompok kontrol mengikuti pembelajaran dengan baik hanya saja para siswa di kelompok kotntrol cenderung terlihat bosan dengan pembelajaran yangberlangsung. Guru juga mengalami sedikit kendala dalam hal pengelolaan kelas ketika pembelajaran berlangsung. Pengelolaan kelas memang menjadi kendala yang dialami guru ketika mengajar di kedua kelompok yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, namun, guru dapat sesegera mungkin mengembalikan kondisi pembelajaran yang kondusif dan melnjutkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan RPP.

Dokumen terkait