• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental dengan rumusan

masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?”.

Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah skor hasil pre-test dan skor hasil post-test. Analisis statistik merupakan langkah atau cara yang digunakan untuk mengukur signifikansi data. Signifikansi data dalam penelitian ini dilihat dari perbedaan hasil skor pre-test dan post-test antara kedua kelompok yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan terhadap variabel terikat yaitu prestasi belajar siswa atas variabel bebas yaitu penggunaan alat peraga matematika berbasis metode montessori terhadap variabel terikat yaitu prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini memiliki hipotesis sementara yaitu Ha terdapat perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dan Ho tidak terdapat perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

Penelitian menggunakan 10 item soal essai yang digunakan sebagai instrumen pre-test dan post-test di kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Item soal essai yang digunakan pada pre-test sama dengan item soal essai yang digunakan pada postest. Pengujian pre-test dan postest dilakukan dalam waktu yang berbeda. Item Pre-test diujikan pada awal penelitian dan item post-test

diujikan pada akhir penelitian. Item soal yang berjumlah sepuluh tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya sehingga telah terbukti bahwa item tersebut valid

dan reliabel sebagai alat ukur prestasi belajar matematika. Hasil pre-test dan

post-test ini digunakan sebagai dasar dalam analisis data. Deskripsi hasil pre-test dan

post-test untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dapat dilihat pada

tabel 4.2.

Tabel 4.2 Deskripsi Hasil Pre-test dan Post-test

N Range Min. Max. Mean

Std. Deviation Varianc e Statis

tic Statistic Statistic Statistic Statistic Std.

Error Statistic Statistic pre_kontrol 26 30,00 4,00 34,00 15,85 1,53 7,81 60,94 post_kontrol 26 30,00 10,00 40,00 26,46 1,67 8,51 72,42 pre_eksperi men 25 38,00 2,00 40,00 16,56 2,09 10,44 108,92 post_eksperi men 25 28,00 12,00 40,00 31,28 1,69 8,44 71,29

Tabel 4.2 berisi tentang mean, standar deviation, skor maximum dan

minimum dari skor pre-test dan post-test kelompok kontrol dan kelompok

eksperimen. Rata-rata skor pre-test untuk kelas kontrol adalah 15,85 dengan SE sebesar 1,53 dan untuk kelas eksperimen adalah 16,56 dengan SE sebesar 2,09. Rata-rata skor post-test kelompok kontrol adalah 26,46, sedangkan rata-rata skor

post-test kelompok eksperimen adalah 31,28. Data tersebut menunjukkan bahwa

rata-rata skor post-test kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol. Skor maksimum post-test untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen adalah 40 dan skor terendah post-test kelompok kontrol dan eksperimen masing-masing 10 dan 12. Data mengenai hasil pre-test dan post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dirangkum dalam tabel 4.3.

Tabel 4.3 Perbandingan Skor pre-test dan post-test kelompok kontrol dan eksperimen

Keterangan

Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Skor Hasil Pre-test Skor Hasil Post-test Skor Hasil Pre-test Skor Hasil Post-test Rata-rata 15,85 26,46 16,56 31,28 Skor tertinggi 34 40 40 40 Skor terendah 4 2 2 12 Kenaikan 10,61 % 14,72%

Tabel 4.3 menjelaskan rata-rata, skor tertinggi, skor terendah dan persentase kenaikan skor. Persentase kenaikan skor diperoleh dari menghitung selisih skor

pre-test dan skor post-test lalu dikalikan dengan 100%. Kelompok kontrol

mengalami kenaikan sebesar 10,61% dan kelompok eksperimen mengalami kenaikan sebesar 14,72%. Kenaikan skor pre-test ke post-test pada kelompok eksperimen lebih besar daripada kelompok kontrol. Peningkatan atau penurunan dapat diketahui lebih mudah menggunakan grafik (Sudjana, 2002: 52). Grafik kenaikan skor pre-test dan post-test kedua kelompok pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar 4.1.

Gambar 4.1 Grafik Rata-rata perolehan skor pre-test dan post-test

0 10 20 30 40 Pretest Posttest Kontrol Eksperimen

Gambar 4.1 merupakan grafik yang menunjukkan perbandingan hasil rata-rata skor pre-test dan post-test antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kedua kelompok sama-sama mengalami kenaikan dari pre-test ke

post-test nya. Kelompok kontrol mengalami kenaikan rata-rata skor sebesar 10,61

dari 15,85 pada pre-test menjadi 26,46 pada post-test. Kelompok eksperimen juga mengalami kenaikan rata-rata skor sebesar 14,72 dari 16,56 pada pre-test menjadi 31,28 pada post-test.

1. Menguji Skor Pre-test

a. Menguji normalitas skor pre-test

Pengujian normalitas dilakukan untuk mengetahui normal tidaknya distribusi data pre-test. Teknik yang digunakan dalam pengujian normalitas pada penelitin ini adalah teknik Kolmogorov-Smirnov menggunakan SPSS Statistic 20. Hipotesis untuk uji normalitas ini adalah:

Ho: sebaran data tidak sesuai dengan curve normal atau data tidak normal. Ha : sebaran data sesuai dengan curve normal atau data normal.

Kriteria pengambilan keputusan:

1) Jika harga Sig.(2-tailed) >0.05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak, artinya data skor pre-test terdistribusi normal.

2) Jika harga Sig. (2-tailed) <0.05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak, artinya data skor pre-test tidak terdistribusi normal.

Hasil uji normalitas skor pre-test pada kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 4.4.

Tabel 4.4 Hasil uji normalitas pre-test kelompok kontrol

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

pre_kontrol

N 26

Normal Parametersa,b Mean 15.8462 Std. Deviation 7.80611

Most Extreme Differences

Absolute .143 Positive .143 Negative -.090 Kolmogorov-Smirnov Z .732 Asymp. Sig. (2-tailed) .658 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Tabel 4.4 merupakan hasil perhitungan normalitas skor pre-test pada kelompok kontrol menggunakan SPSS Statistic 20. Tabel 4.4 menunjukkan harga

Sig.(2-tailed) p 0,05 yaitu 0,658. Kesimpulan yang dapat diambil adalah Ho

ditolak atau data skor pre-test kelompok kontrol terdistribusi dengan normal. Normalitas skor pre-test untuk kelompok kontrol juga diuji menggunakan visualisasi P-P plot menggunakan SPSS Statistic 20. Kriteria pengambilan keputusan uji normalitas menggunakan P-P plot adalah:

1) Jika titik-titik data pada grafik P-P plot berada atau mendekati garis diagonal yang ideal, artinya data skor pre-test normal.

2) Jika titik-titik data pada grafik P-P plot tidak berada atau menjauhi garis diagonal yang ideal, artinya data skor pre-test tidak normal.

Hasil uji normalitas menggunakan visualisasi P-P plot dapat dilihat pada gambar 4.2.

Gambar 4.2 Grafik histogram (kiri) dan P-P plot (kanan) skor pre-test kelompok kontrol

Gambar 4.2 merupakan hasil pemgujian normalitas menggunakan grafik histogram dan visualisasi P-P plot. Data yang diuji normalitasnya adalah data skor

pre-test kelompok kontrol. Curve pada grafik histogram menunjukkan

curvenormal. Titik-titik pada grafik P-P plot menyebar dan mendekati garis

diagonal atau mendekati angka 0, maka data skor pre-test kelompok kontrol telah terdistribusi secara normal.

Pengujian normalitas selanjutnya dilakukan pada skor pre-test kelompok eksperimen. Pengujian normalitas ini menggunakan teknik Kolmogorov Smirnov

dan visualisasi P-P plot menggunakan SPSS Statistic 20. Hasil pengujian normalitas menggunakan teknik Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada tabel 4.5 dan grafik visualisasi P-P plot dapat dilihat pada gambar 4.3.

Tabel 4.5 Hasil uji normalitas skor pre-test kelompok eksperimen

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

pre_eksperimen

N 25

Normal Parametersa,b Mean 16.5600 Std. Deviation 10.43663

Most Extreme Differences

Absolute .197 Positive .197 Negative -.113 Kolmogorov-Smirnov Z .984 Asymp. Sig. (2-tailed) .287 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data. b. Calculated from data.

Tabel 4.5 menunjukkan hasil uji normalitas skor pre-test kelompok eksperimen yang dihitung menggunakan SPSS 20 Statistic. Hasil uji normalitas menunjukkan harga Sig.(2-tailed) adalah 0,287 sehingga Ho ditolak atau dapat dikatakan data pre-test kelompok kontrol terdistribusi secara normal. Hal tersebut dikarenakan harga Sig.(2-tailed) p 0,05 sehingga data pre-test kelompok eksperimen telah terdistribusi secara normal. Pengujian normalitas skor pre-test

kelompok eksperimen juga dilakukan dengan uji visualisasi P-P plot. Hasil pengujian normalitas dengan uji visualisasi P-P plot dapat dilihat pada gambar 4.3.

Gambar 4.3 Grafik histogram (kiri) dan P-P plot (kanan) skor pre-test kelompok eksperimen

Gambar 4.3 merupakan grafik hasil pengujian normalitas menggunakan visualisasi P-P plot. Data yang diuji normalitasnya adalah data skor pre-test

kelompok eksperimen. Grafik pada gambar 4.3 menunjukkan bahwa curve pada grafik histogram menunjukkan curve yang normal dan grafik P-P plot

menunjukkan titik-titik menyebar dan mengikuti garis diagonal atau mendekati angka 0, maka data skor pre-test kelompok eksperimen telah terdistribusi secara normal.

b. Menguji homogenitas skor pre-test

Pengujian homogenitas skor pre-test dilakukan untuk melihat kemampuan awal kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengujian homogenitas

pre-test juga digunakan sebagai syarat untuk menentukan langkah analisis data

Ho : Tidak ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok adalah homogen (

).

Ha : Ada perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok tidak homogen (

). Kriteria pengambilan keputusan:

1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Ho gagal ditolak, artinya data homogen dan tidak terdapat perbedaan varian antara skor pre-test

kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok memiliki persamaan data.

2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 maka Ho ditolak, artinya data tidak homogen dan terdapat perbedaan varian antara skor pre-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok tidak memiliki persamaan data.

Hasil analisis homogenitas menggunakan Lavene‟s Test dapat dilihat pada tabel 4.6.

Tabel 4.6 Hasil Uji Homogenitas Skor Pre-test

Test of Homogenity of Variances

Levene's Test for Equality of Variances

F Sig. Prestasi_Belajar Equal variances assumed 2.612 .112 Equal variances not

Tabel 4.6 menunjukkan hasil perhitungan homogenitas pre-test pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Nilai sig. pada tabel 4.4 menunjukkan angka 0,112 sehingga Ho gagal ditolak atau dapat dikatakan data bersifat homogen. Hal ini dikarenakan p value 0,05. Kesimpulan yang dapat ditarik dari tabel 4.6 adalah kelompok kontrol dan kelompok eksperimen memiliki taraf kemampuan yang sama.

c. Menguji independet t-test skor pre-test

Pengujian independent t-test dilakukan terhadap skor pre-test. Pengujian ini dilakukan untuk menentukan prosedur analisis selanjutnya.

Hipotesis untuk independent t-test skor pre-test pada penelitian ini adalah:

Ho : Ada perbedaan rerata skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau 1 2.

Ha : Tidak ada perbedaan rerata skor pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau 1 = 2.

Kriteria pengambilan keputusan adalah:

1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0.05 artinya Ho ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest

kelompok eksperimen.

2) Jika harga Sig.(2-tailed) < 0.05 artinya Ho gagal ditolak, artinya artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor

pretest kelompok eksperimen.

Tabel 4.7 Hasil uji independent sample t-test skor pre-test Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

T Df Sig. (2-tailed) Mean Differe nce Std. Error Differenc e 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Prestasi_Belaj ar Equal variance s assume d -,277 49 ,783 -,714 2,574 -5,886 4,459 Equal variance s not assume d -,276 44,424 ,784 -,714 2,589 -5,929 4,502

Tabel 4.7 menunjukkan bahwa t hitung pada kepercayaan 95% untuk skor

pre-test pada baris Equal variance assumned adalah -0,277 dengan Sig.(2-tailed)

= 0,783, yang berarti p val. 0,05. Hasil tersebut p value 0,05 sehingga Ho ditolak atau dapat dikatakan tidak ada perbedaan yang signifikan skor pre-test

kelompok kontrol dan skor pre-test kelompok eksperimen. Hasil pengujian

independent sample t-test pada pre-test merupakan salah satu yang menentukan

analisis yang dilakukan peneliti selanjutnya yaitu melaksanakan uji independent

sample t-test pada skor post-test.

2. Menguji Prasyarat Analisis

Pengujian prasyarat analisis terdiri dari tiga jenis uji yaitu uji normalitas skor post-test, uji homogenitas skor post-test dan independence. Uji normalitas skor post-test dilakukan untuk mengetahui apakah data dari kedua kelompok sampel yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdistribusi secara normal atau tidak. Jika data telah terdistribusi secara normal, maka uji yang

dilakukan selanjutnya adalah uji homogenitas post-test. Uji homogenitas skor

post-test dilakukan untuk melihat apakah terdapat perbedaan antara skor post-test

antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. a. Menguji normalitas skor post-test

Pengujian normalitas skor post-test terhadap kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan dengan rumus Kolmogorov-Smirnov

menggunakan program SPSS Statistic 20. Uji normalitas dilakukan untuk menentukan jenis uji statistik yang akan dilakukan untuk menganalisis data responden berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hipotesis untuk uji normalitas ini adalah:

Ho: sebaran data tidak sesuai dengan curve normal atau data tidak normal. Ha : sebaran data sesuai dengan curve normal atau data normal.

Kriteria pengambilan keputusan:

1) Jika harga Sig.(2-tailed) >0.05, maka Ho ditolak dan Ha gagal ditolak., artinya data skor post-test terdistribusi normal.

2) Jika harga Sig. (2-tailed)<0.05, maka Ho gagal ditolak dan Ha ditolak., artinya data skor post-test tidak terdistribusi normal.

Pengujian normalitas skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen juga dilakukan dengan visualisasi P-P plot. Hasil pengujian normalitas skor post-test pada kelompok kontrol menggunakan teknik

Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada tabel 4.8 dan visualisasi P-P plot pada

Tabel 4.8 Hasil uji normalitas skor post-test kelompok kontrol

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

post_kontrol

N 26

Normal Parametersa,b Mean 26.54 Std. Deviation 8.58

Most Extreme Differences

Absolute .161 Positive .109 Negative -.161 Kolmogorov-Smirnov Z .820 Asymp. Sig. (2-tailed) .512 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Tabel 4.8 menunjukkan hasil pengujian normalitas post-test pada kelompok kontrol. Harga Sig.(2-tailed) adalah 0,512 sehingga Ho ditolak atau dapat dikatakan data post-test kelompok kontrol terdistribusi secara normal. Hal tersebut dikarenakan harga Sig.(2-tailed) p 0.05.

Gambar 4.4 Grafik histogram (kiri) dan P-P plot (kanan) skor post-test kelompok kontrol

Gambar 4.4 merupakan grafik hasil pengujian normalitas menggunakan visualisasi P-P plot. Data yang diuji normalitasnya adalah data skor post-test

kelompok kontrol. Grafik pada gambar 4.4 menunjukkan bahwa curve pada grafik histogram menunjukkan curve yang normal dan grafik P-P plot menunjukkan titik-titik menyebar dan mengikuti garis diagonal atau mendekati angka 0, maka data skor post-test kelompok kontrol telah terdistribusi secara normal.

Data post-test kelompok eksperimen juga diuji normalitasnya. Pengujian normalitas data post-test kelompok eksperimen juga dilakukan dengan

Kolmogorov Smirnov dan visualisasi P-P plot menggunakan program SPSS

Statistics 20. Hasil uji normalitas skor post-test untuk kelompok eksperimen

menggunakan Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada tabel 4.9 dan grafik hasil visualisasi P-P plot dapat dilihat pada gambar 4.5.

Tabel 4.9 Hasil uji normalitas skor post-test kelompok eksperimen

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Eksperimen

N 25

Normal Parametersa,b Mean 31.28 Std. Deviation 8.44 Most Extreme Differences

Absolute .152 Positive .151 Negative -.152 Kolmogorov-Smirnov Z .760 Asymp. Sig. (2-tailed) .611 a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Tabel 4.9 menunjukkan hasil uji normalitas skor post-test kelompok eksperimen yang dihitung menggunakan SPSS 20 Statistic. Hasil uji normalitas menunjukkan harga Sig.(2-tailed) adalah 0,611 sehingga Ho ditolak atau dapat dikatakan data post-test kelompok kontrol terdistribusi secara normal. Hal tersebut

dikarenakan 0,611 p 0.05 sehingga data post-test kelompok eksperimen telah terdistribusi secara normal.

Gambar 4.5 Grafik histogram (kiri) dan P-P plot (kanan) skor post-test kelompok eksperimen

Gambar 4.5 merupakan grafik hasil pengujian normalitas menggunakan visualisasi P-P plot. Data yang diuji normalitasnya adalah data skor post-test

kelompok eksperimen. Grafik pada gambar 4.3 menunjukkan bahwa curve pada grafik histogram menunjukkan curve yang normal dan grafik P-P plot

menunjukkan titik-titik menyebar dan mengikuti garis diagonal atau mendekati angka 0, maka data skor post-test kelompok eksperimen telah terdistribusi secara normal.

Kesimpulan yang dapat diambil dari tabel 4.8, tabel 4.9, gambar 4.4 dan gambar 4.5 adalah skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen telah terdistribusi secara normal. Jika kedua data telah terdistribusi secara normal maka analisis data yang selanjutnya adalah menguji homogenitasnya.

b. Menguji homogenitas skor post-test

Analisis selanjutnya adalah menguji homogenitas skor post-test yang dilakukan untuk mengetahui apakah data skor post-test kelompok eksperimen dan skor post-test kelompok kontrol homogen atau tidak homogen. Hipotesis untuk uji homogenitas skor post-test ini adalah:

Ho : Tidak ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok adalah homogen

( ).

Ha : Ada perbedaan varian antara skor post-test kelompok kontrol dan kelompok ekperimen atau kedua kelompok tidak homogen (

).

Kriteria pengambilan keputusan ialah sebagai berikut:

1) Jika harga sig. (2-tailed) > 0.05 maka artinya Ho gagal ditolak atau data homogen sehingga tidak terdapat perbedaan antara post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok memiliki persamaan data.

2) Jika harga sig. (2-tailed) < 0.05 maka artinya Ho ditolak atau data tidak homogen sehingga terdapat perbedaan antara post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen atau dapat dikatakan kedua kelompok tidak memiliki persamaan data.

Tabel 4.10 Hasil uji homogenitas skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen

Levene's Test for Equality of Variances F Sig. Prestasi_MTK Equal variances assumed ,008 ,931 Equal variances not assumed

Tabel 4.10 memperlihatkan besar signifikansi untuk uji homogenitas menggunakan Lavene‟s test adalah 0,931. Hasil signifikansi tersebut p value

0.05 artinya, Ho ditolak atau dapat dikatakan bahwa hasil homogen atau tidak terdapat perbedaan antara skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

c. Independence

Pengujian prasyarat analisis yang ketiga untuk menggunakan independent t-test adalah independence. Analisis independence pada penelitian ini dilakukan tidak menggunakan program SPSS Statistic 20. Data hasil penelitian telah memenuhi kriteria independence karna data yang yang diperoleh berasal dari dua kelompok yang terpisah yakni kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol tidak diberi perlakuan penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dan kelompok eksperimen diberi perlakuan menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kedua kelompok merupakan kelompok terpisah dan menerima perlakuan berbeda maka

3. Uji Hipotesis

Uji hipotesis pada penelitian ini menggunakan independent t-test. Syarat yang harus dipenuhi pada penggunaan uji ini adalah skor post-test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen terdistribusi normal dan homogen. Skor

post-test antara kedua kelompok dalam penelitian ini telah terdistribusi secara normal.

Hasil uji homogenitas skor post-test kelompok kontrol dan eksperimen juga menunjukkan bahwa kedua kelompok homogen. Hipotesis untuk uji t-test pada penelitian ini ialah sebagai berikut:

Ho : Tidak ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori atau 1 = 2.

Ha : Ada perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori atau 1 2.

Kriteria pengambilan keputusan adalah:

1) Jika harga Sig.(2-tailed) > 0.05 artinya Ho gagal ditolak, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar siswa atau dapat dikatakan bahwa penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa.

2) Jika harga Sig.(2-tailed)< 0.05 artinya Ho ditolak, artinya ada perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar siswa atau dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada prestasi belajar atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan.

Tabel 4.11 Hasil perhitungan t-test

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

t Df Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Prestasi_MTK Equal variances assumed -2,029 49 ,048 -4,82 2,37 -9,59 -0,05 Equal variances not assumed -2,029 48,949 ,048 -4,82 2,37 -9,59 -0,05

Tabel 4.11 menunjukkan bahwa t hitung pada kepercayaan 95% untuk hasil

postest pada baris Equal variance assumned adalah -2,029 dengan Sig.(2-tailed) =

0,048, yang berarti <p val. 0,05 sehingga Ho ditolak atau ada perbedaan prestasi belajar atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan.

Pada hitungan manual, mengacu pada gambar 3.7 dapat dijelaskan sebagai berikut. Jumlah sampel kelompok kontrol ( ) = 26 dan jumlah sampel kelompok

eksperimen ( ) = 25. Rata-rata skor post-test kelompok kontrol ( ) = 26,46, sedangkan rata-rata skor post-test kelompok eksperimen ( ) = 31,28 sehingga ( ) = - 4,7. Standar deviasi kelompok kontrol ( ) = 72,25 dan kelompok

eksperimen ( ) = 71,23 sehingga nilai = 71,75. Hasil perhitungan t secara manual adalah:

Hasil perhitungan secara manual menunjukkan t hitung manual = t hitung menggunakan SPSS Statistic 20 yaitu -2,03 mendekati -2,029.

4. Menguji Besar Efek

Hasil uji t-test skor post-test untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan adanya perbedaan prestasi belajar siswa atas penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan maka, selanjutnya dilakukan uji besar efek. Pengujian besar efek dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui besarnya efek yang disebabkan oleh penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kotak pecahan. Peneliti menggunakan rumus effect size untuk analisis besarnya efek tersebut.

Effect size is simply a way of quantifying the difference between two groups. For example, if one group has had an „experimental treatment‟ and the other has not (the„control‟), then the Effect Size is a measure of the

effectiveness of the treatment (Coe, 2000: 1).

(Coe, 2000: 1 dalam Cohen, dkk 2007). Effect size sangat penting dalam mengukur keefektifan suatu perlakuan dalam kelompok eksperimen. Pada penelitian ini effect size dilakukan untuk mengukur seberapa besar keberhasilan

Dokumen terkait