• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

B. Deskripsi Data

1. Deskripsi Penelitian Siklus I

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus I dilaksanakan pada minggu ke-1 bulan Maret 2016 pada semester genap tahun ajaran 2015/2016.Kegiatan dalam tahap perencanaan dilakukan berdasarkan seluruh informasi dari analisis kebutuhan. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini antara lain merencanakan pembelajaran yang akan digunakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode Jigsaw yang dituangkan ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), menentukan konsep bahasan, membuat format-format observasi (pedoman observasi siswa, lembar observasi guru, catatan lapangan) dan instrument tes soal pilihan ganda untuk pretest dan postest serta membentuk kelompok belajar siswa. Pembelajaran siklus I dilakukan dalam dua kali pertemuan berlangsung selama 2 x 35 menit.Indikator pada pembelajaran pada materi permasalahan sosial.

b. Tahapan Pelaksanaan Tindakan

pada tahap ini, guru berusaha menerapkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif metode Jigsaw yang telah disusun dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Langkah-langkah tindakan disajikan pada tabel berikut :

Tabel 4.3

Kegiatan Guru dan Siswa Pada Siklus I

No Kegiatan

Guru Siswa

I Pendahuluan

1. Memberi salam dan menyapa siswa

2. Mengabsen siswa 3. Apresiasi

1. Menjawab salam dan sapaan guru 2. Mengacungkan jari saat namanya

disebut sekaligus mempersiapkan diri untuk belajar.

4. Membangkitkan minat atau rasa ingin tahu siswa (motivasi) 5. Menjelaskan secara singkat materi yang akan diajarkan sesuai dengan kompetensi dasar yang hendak dicapai mengenai permasalahan sosial

mengungkapkan pendapat. 4. Siswa termotivasi

5. Memperhatikan dan

mendengarkan penjelasan yang disampaikan.

II Kegiatan Inti

1. Memberikan soal pre-test

2. Menjelaskan materi yang akan dipelajari.

3. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. 4. Menjelaskan langkah-langkah

metode Jigsaw .

5. Membagi siswa menjasi 4-5 kelompok .

6. Memberikan tugas kepada masing-masing kelompok untuk berdiskusi.

7. Setiap siswa harus membaca tugas yang sudah dikasih kepada siswa.

8. Setiap kelompok membuat ketua, lalu ketua kelompok membuat kelompok yang disebut kelompok ahli. 9. Setelah membuat kelompok

ahli. Ketua kelompok

berkumpul kembali ke masing-masing kelompok.

1. Menjawab soal dengan baik. 2. Mendengarkan dengan baik. 3. Siswa aktif bertanya.

4. Siswa menyimak penjelasan guru. 5. Siswa membuat kelompok.

6. Masing-masing kelompok membaca tugas yang diberikan oleh guru.

7. Masing-masing kelompok berdiskusi.

8. Ketua kelompok membuat kelompok lalu kembali kepada kelompok asal.

9. Mendengarkan dengan baik dan mencatat poin-poin penting dari materi yang dipelajari.

10.Memberikan soal post-test.

III Penutup

1. Guru memberikan kesimpulan pelajaran.

2. Mengingat dan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar. 3. Mengakhiri proses

pembelajaran dengan mengucap lafadz hamdalah, sekaligus mengucap salam.

1. Mendengarkan dengan baik. 2. Mengucap lafadz hamdalah dan

menjawab salam.

c. Tahap Pengamatan

1) Lembar Observasi Guru Siklus I

Tabel 4.4 Data Observasi Kegiatan Guru Siklus I

No Tahapan kooperatif jigsaw %

1 Mengkondisikan situasi pembelajaran dan kesiapan siswa mengikuti proses pembelajaran

70

2 Melaksanakan apersepsi 55

3 Melaksanakan kegiatan inti 75

4 Penutup 62

Persentase Siklus I 65,5 Kategori Cukup

Pada tabel 4.1 menunjukan kesesuaian cara mengajar guru dalam menerapkan rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) berkategori cukup. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata pencapaian indikator kooperatif jigsaw pada tahapan mengkondisikan situasi pembelajaran dan kesiapan siswa mengikuti proses pembelajaran 70%, pada tahap melaksanakan apersepsi rata-rata mencapai 55%, pada tahap melaksanakan kegiatan inti rata-rata mencapai 75%, pada tahap penutup rata-rata mencapai 62%. Hasil ini menunjukan bahwa rata-rata persentase observasi kegiatan guru pada siklus I sebanyak 65,5% berkategori cukup.

2.Lembar Observasi Siswa Siklus I

Tabel 4.5

Data Observasi Kegiatan Siswa Siklus I

Kelompok

Rata-rata No Tahapan Pembelajaran

Kooperatif Learning Jigsaw

1 2 3 4 5 Kategori

% % % % % %

1 Mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang disampaikan.

60 56 63 60 70 61,8 Cukup

2 Tumbuh semangat dan antusias untuk mengikuti pembelajaran

63 50 60 70 63 61.2 Cukup

3 Komunikasi dan kerjasama terjalin baik antar siswa

70 68 70 65 70 68.6 Cukup

4 Mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode kooperatif jigsaw dengan baik

50 63 50 65 50 55.6 Cukup

5 Aktif dalam menjelaskan submateri yang telah dipelajari masing-masing kepada temannya.

63 58 58 63 63 61 Cukup

Persentase Siklus I 61.6 Cukup

Pada tabel 4.5 menunjukan bahwa rata-rata pencapaian indikator metode pembelajaran Kooperatif jigsaw pada tahapan mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang disampaiakan guru 61,8 % (kategori cukup), pada tahap tumbuh semangat dan antusias untuk mengikuti pembelajaran rata-rata mencapai 61,2% (berkategori cukup), pada tahap komunikasi dan kerjasama terjalin baik antar siswa rata-rata mencapai 68,6% (berkategori cukup), pada tahap mengikuti kegiatan pembelajaran dengan metode Kooperatif Jigsaw dengan baik rata-rata mencapai 55,6% (berkategori cukup), pada tahap Aktif dalam menjelaskan submateri yang telah dipelajari masing-masing kepada teman-temannya rat-rata mencapai 61% (berkategori cukup). Hal ini menunjukan bahwa rata-rata persentase pada observasi kegiatan siswa pada siklus I sebanyak 61,6% berkategori cukup. Hal ini menunjukan

sebagian besar siswa memunculkan indikator-indikator tersebut selama proses pembelajaran berlangsung.

2) Hasil Belajar Siswa Siklus I

Pembelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw pada materi permasalahan sosial dengan tujuan meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Dan lembar observasi guru pada siklus I adalah sebagai berikut :

Tabel 4.6 Hasil Belajar Siklus I

No Nama Siswa Siklus I N-Gain Kategori

Prestest Postest

1 Abdillah Herman 30 50 0,2 Kurang

2 Alif Fauzan 50 70 0,4 Sedang

3 Andra Wiratama 60 80 0,1 Kurang

4 Anisa 40 60 0,4 Sedang

5 Atha Rasyid Rizka 40 60 0,3 Sedang

6 Alfin 50 70 0,4 Sedang

7 Cantika 60 80 0,5 Sedang

8 Dewi Aryani 40 70 0,4 Sedang

9 Evan 60 70 0,2 Kurang

10 Farah Nadia 30 60 0,4 Sedang

11 Gilang Ramadhan 40 60 0,2 Kurang

12 Hiro Saputra 30 60 0,4 Sedang

13 Indah Sari 40 60 0,3 Sedang

14 Khalisa Sukma Ayu 50 70 0,5 Sedang

15 Khumairah 30 60 0,4 Sedang

16 Maya puspita Sari 40 50 0,2 Kurang

17 Mia Anggraini 50 80 0,6 Sedang

18 Muhammad Faqih 40 60 0,3 Sedang

20 Nabila Az-Zahra 30 50 0,2 Kurang

21 Nadia Safira 40 60 0,3 Sedang

22 Naura Alilla 50 70 0,2 Kurang

23 Qiara Dewi Larasati 60 70 0,1 Kurang

24 Ranaya Ramadhani 20 50 0,3 Sedang

25 Raisya Putri 50 70 0,4 Sedang

26 Rifki Saputra 60 80 0,5 Sedang

27 Saskia 60 80 0,4 Sedang

28 Yearly fairuzzizuan 30 50 0,2 Kurang

29 Zahra Nur Ramadhani 50 70 0,4 Sedang

30 Zahrotun Khoirunnisa 40 70 0,6 Sedang

Jumlah 1318 1905 10,5

Rata-rata 44 64 0,3 Sedang

Presentase KKM 50%

Catatan menghitung rata-rata ketuntasan yaitu dengan rumus :

Keterangan :

F : Frekuensi ketuntasan

P : Nilai posttest yang melebihi KKM = 15 orang N : Jumalah siswa yaitu 30 orang

F = 15 X 100% 30

F = 50 %

Berdasarkan tabel 4.5, Agar lebih jelas hasil belajar IPS yang diproleh siswa, maka dapat dillihat dalam grafik dibawah ini.

F = P X 100%

N

Grafik 4.1 N-gain Siklus I

Hasil belajar siswa siklus I masih harus ditingkatkan.Hal itu dapat dibuktikan dengan masih banyak nilai siswa yang berada di bawah rata-rata.9 siswa N-gainnya tergolong rendah dan 21 siswa N-gainnya tergolong sedang. Hasil observasi kegiatan guru pada siklus I sebanyak 65,5% berkategori cukup dan rata-rata persentase pada observasi kegiatan siswa pada siklus I sebanyak 61,6% berkategori cukup Hal ini terjadi karena siswa banyak berdiri di depan kelas kurang memberikan pengarahan kepada siswa bagaimana melakukan pembelajaran secara kooperatif dengan metode Jigsaw.

3) Hasil evaluasi siklus I mengenai penguasaan konsep siswa terhadap materi pembelajaran

Penguasaan konsep siswa terhadap materi pembelajaran masih tergolong rendah. Dan skor ideal hasil belajar 100% skor perolehan rata-rata pretest hanya 44 dan pada saat postest rata-ratanya 64 N-gain siklus I hanya 0,3. 0 5 10 15 20 25 30

rendah sedang tinggi

Pada pelaksanaan proses pembelajaran siklus I, masih terdapat beberapa kekurangan. Beberapa kejadian yang terpantau oleh penelitian dan teman sejawat antara lain :

a) Guru belum terbiasa menciptakan suasana pembelajaran dengan metode Jigsaw.

b) Terdengar suara ribut dari masing masing kelompok kooperatif. Hal ini dikarenakan mereka masih bingung harus memposisikan diri dalam kelompok dan bagaimana menjalankan metode Jigsaw dengan baik.

c) Banyak siswa yang masih belum dapat bekerja sama dengan kelompoknya. Siswa yang memiliki kemampuan lebih cenderung mendominasi kegiatan diskusi, sementara itu siswa yang merasa memiliki kemampuan kurang mengerjakan tugas dan masih ada kelompok yang kurang mampu dalam mempresentasikan kegiatan.

d) Beberapa orang siswa masih terlihat asyik bercanda saat guru menerangkan dan mengerjakan tugas.

e) Alokasi waktu untuk pengerjaan tugas , pembahasan dan penarikan kesimpulan belum optimal.

f) Berdasarkan hasil tes yang dilakukan pada siklus I, diproleh rata-rata pretest 44 dan postest 64.

d. Tahaf Refleksi

Hasil analisis dan evaluasi pada siklus I mendeskripsikan secara garis besar kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Beberapa hal yang harus diperbaiki, antara lain :

1) Perlu diberikan motivasi kepada siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan kooperatif, sehingga tidak hanya siswa berkemampuan lebih saja yang dominan dalam kegiatan diskusi.

2) Peningkaan pengawasan dari peniliti, dengan memantau dari dekat setiap kelompok koperatif saat kegiatan diskusi. Hal ini dilakukan

untuk meminimalisir siswa yang mengobrol dan bercanda saat kegiatan kegiatan diskusi berlangsung.

3) Perlu dibuat aturan yang jelas dan tegas, seperti ketika siswa bertanya kepada guru harus dengan tertib.

4) Perlu diatur secara proposional pembagian waktu dalam pengerjaan tugas, diskusi dan kesimpulan hasil diskusi.

5) Memberikan pengakuan atau penghargaan (reword )

Dari hasil refleksi yang telah dilakukan pada siklus pertama dapat diambil keputusan sebagai berikut :

Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada materi permasalahan sosial indikatornya yaitu (1) Menjelaskan Pengertian Masalah Sosial, (2) Membedakan Masalah Sosial dengan Masalah Pribadi, (3) Menyebutkan Masalah-masalah Sosial belum memenuhi indikator yang diiharapkan.Indikator yang ditetapkan oleh peneliti yaitu sebanyak 100% siswa memiliki nilai diatas KKM sekolah yaitu 70 tetapi pada siklus I ini hanya mencapai nilai rata-rata yaitu 64. Perlu dilakukan tindak lanjut proses pembelajaran untuk perbaikan hasil belajar siswa. Oleh karna itu peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian tindakan kelas ini ke siklus II. Adapun perbaikan-perbaikan pada siklus II yang dianggap perlu oleh peneliti antara lain :

1) Memperbaiki desain pembelajaran yang dapat mengoptimalkan keaktifan siswa, kretivitas siswa dan efektifitas proses pembelajaran. Selain itu, pembelajaran tetap memperhatian kondisi yang menyenangkan bagi siswa dengan melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran.

2) Guru harus lebih berinteraksi lagi dengan siswa dan dapat membimbing disikusi secara optimal. Selain itu, guru harus mampu mengatur waktu yang tersedia sehingga efektif selama proses pembelajaran.

Dokumen terkait