• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Deskripsi Per Siklus

Siklus I terdiri dari dua kali pertemuan. Alokasi disetiap pertemuan selama 2 x 35 menit. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 4 Februari 2020 yang dimulai pukul 10.30-12.30. Sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 5 Februari 2020 yang dimulai pukul 11.30-13.30.

1) Perencanaan

Sebelum melakukan penelitian peneliti terlebih dahulu mempersiapakan perangkat pembelajaran yang meliputi RPP, LKPD, soal evaluasi siklus I, alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan yang akan dilakukan, dan media pembelajaran. Selain itu peneliti juga menyiapkan lembar observasi untuk mendapatkan data kreativitas yang dimiliki siswa kelas V SDN Deresan.

2) Pelaksanaan

Penelitian pada siklus I ini dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Pelaksanaan penelitian siklus I diuraikan sebagai berikut:

(a) Pertemuan 1

Peneliti bertindak sebagai guru Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi yang dipelajari adalah kalor dapat mengubah suhu benda. Dikegiatan awal, guru mengajak

siswa untuk melakukan tepuk semangat, setelah itu guru melakukan tanya jawab tentang pengalaman siswa yang dihubungkan dengan materi yang akan dipelajari yaitu kegiatan mencamurkan air panas dan air dingin.

Memasuki kegiatan inti peneliti menggunakan langkah-langkah model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam pembelajaran, langkah pertama yakni orientasi siswa pada masalah, siswa diminta untuk menyaksikan video mengenai bagian tubuh manusia yang terbakar karena seluncuran besi yang panas. Setelah itu siswa melakukan tanya jawab bersama guru mengenai video. Langkah kedua yaitu mengorganisasikan siswa untuk belajar, siswa dibentuk ke dalam beberapa kelompok secara heterogen untuk melakukan percobaan. Siswa dibagikan modul percobaan dan LKPD yang akan digunakan. Setelah mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan kelompok dalam percobaaan, selanjutnya adalah langkah ketiga yaitu membimbing penyelidikan individu dan kelompok, siswa mengamati kegiatan memasak air yang dilakukan bersama kelompok dan masing-masing siswa mencatat hasil pengamtannya pada lembar LKPD yang sudah disediakan.

Setelah diperoleh data hasil percobaan, memasuki tahap keempat yaitu mengembangkan dan menyajikan hasil karya, siswa merancang hasil karya buklet yang akan dibuatnya secara mandiri. Dalam kegiatan membuat buklet ini siswa diperbolehkan untuk berdiskusi bersama kelompoknya. Siswa menuliskan materi pembelajaran hari ini dan hasil dari percobaan yang sudah dilakukannya dalam buklet tersebut. Siswa juga menambahkan hiasan pada buklet tersebut menggunakan alat dan bahan yang tersedia. Setelah pembuatan buklet ini selesai selanjutnya adalah tahap kelima yaitu menganaisis dan mengevaluasi proses

pemecahan masalah, siswa mempresentasikan hasil karya bukletnya bersama kelompok, kemudian siswa bersama guru mengevaluasi hasil belajar dari penyelidikan yang mereka lakukan dan proses yang mereka gunakan.

Dalam kegiatan penutup siswa membuat kesimpulan bersama guru, setelah itu siswa diberikan soal evaluasi dan melakukan refleksi mengenai pembelajaran yang sudah dilakukan hari ini. Setelah itu siswa dipersilahkan untuk istirahat.

(b) Pertemuan 2

Pada pertemuan ke dua ini peneliti bertindak sebagai guru Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi yang dipelajari adalah kalor dapat mengubah wujud benda yaitu mencair. Dikegiatan awal, guru mengajak siswa untuk melakukan tepuk semangat. Setelah itu siswa melakukan tanya jawab bersama guru mengenai pengalaman siswa yang dihubungkan dengan materi yang akan dipelajari hari ini.

Memasuki kegiatan inti peneliti menggunakan langkah-langkah model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam pembelajaran, langkah pertama yakni orientasi siswa pada masalah, siswa disajikan video mengenai es krim yang mencair. Setelah itu siswa melakukan tanya jawab mengenai video tersebut. Langkah kedua yaitu mengorganisasikan siswa untuk belajar, siswa dibentuk ke dalam beberapa kelompok secara heterogen untuk melakukan percobaan. Siswa dibagikan modul percobaan dan LKPD yang akan digunakan. Setelah mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan kelompok dalam percobaaan. Selanjutnya adalah langkah ketiga yaitu membimbing penyelidikan individu dan kelompok, siswa mengamati proses mencairnya es batu yang dilakukan di lapangan sekolah. Kegiatan ini dilakukan bersama

kelompok dan masing-masing siswa mencatat hasil pengamtannya pada lembar LKPD yang sudah disediakan.

Setelah diperoleh data hasil percobaan selanjutnya memasuki tahap keempat yaitu mengembangkan dan menyajikan hasil karya, siswa diminta untuk menuangkan hasilnya dan materi yang sudah dipelajari hari ini dalam bentuk sebuah buklet. Buklet ini dibuat secara mandiri tetapi siswa diperbolehkan untuk berdiskusi dalam kelompok yang sudah dibuat. Siswa juga menambahkan hiasan pada buklet tersebut menggunakan alat dan bahan yang tersedia. Setelah pembuatan buklet ini selesai selanjutnya adalah tahap kelima yaitu menganaisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah, siswa mempresentasikan hasil karya bukletnya bersama kelompok, kemudian siswa bersama guru mengevaluasi hasil belajar dari penyelidikan yang mereka lakukan dan proses yang mereka gunakan.

Di kegiatan penutup siswa membuat kesimpulan bersama guru, setelah itu siswa diberikan soal evaluasi siklus I siswa juga melakukan refleksi mengenai pembelajaran yang sudah dilakukan hari ini. Setelah itu siswa dipersilahkan untuk istirahat.

3) Observasi

Dalam penelitian ini observasi dilakukan oleh guru kelas. Observasi ini dilakukan berdasarkan lembar observasi yang sudah peneliti sediakan. Observasi ini dilakukan untuk mendapatkan data kreativitas siswa. Dalam lembar observasi ini terdapat indikator-indikator kreativitas yang sudah peneliti tentukan. Observer memberikan nilai yang sesuai dengan apa yan diamatinya mengenai ketercapaian kreativitas siswa. Selain itu peneliti juga dibantu oleh teman peneliti untuk mengambil foto sebagai dokumentasi selama pembelajaran berlangsung.

4) Refleksi

Refleksi yang dilakukan berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus I dengan materi pembelajaran kalor dapat mengubah suhu benda dan peubahan wujud benda karena kalor yaitu mencair. Hasil yang diperoleh pada siklus I menjadi pertimbangan peneliti untuk melaksanakan siklus II atau tidak. Kendala yang dihadapi ketika proses pembelajaran siklus I berlangsung diantaranya ada beberapa kelompok yang kesulitan untuk membuat tungku karena lilin yang digunakan sulit untuk didirikan, proses pengamatan berlangsung cukup lama sehingga waktu untuk mengisi LKPD kurang dan hasilnya tidak maksimal. Saat proses pembuatan buklet siswa duduk melingkar dilantai bersama kelompok, banyak siswa yang memainkan kertas dan hiasan dengan tidak semestinya, misalnya dengan menggunting kertas dan menumpahkan gliter terlalu banyak, hal ini membuat lantai kelas menjadi kotor. Pada pelaksanaan siklus I ini sudah ada peningkatan untuk hasil belajar IPA dan kreativitas siswa. Untuk rata-rata hasil belajar IPA yang dimiliki siswa mencapai 70,90 dan kreativitas siswa mencapai 77,50 masuk ke dalam kategori cukup. Tetapi hasil belajar IPA dan kreativitas siswa pada siklus I ini belum mencapai target akhir dalam penelitian ini, maka peneliti selanjutnya akan melakukan siklus II. Pada siklus II ini materi yang akan dibahas adalah kalor dapat mengubah suhu benda yaitu menguap dan mengembun. Pada siklus II peneliti akan melaksanakan pembelajaran sebanyak 2 pertemuan dengan alokasi waktu 2 JP (2 x 35) untuk masing-masing pertemuannya. b) Pelaksanaan siklus II

Siklus II terdiri dari dua kali pertemuan. Alokasi disetiap pertemuan selama 2 x 35 menit. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 11 Februari 2020 yang dimulai pukul 10.30-12.30.

Sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Kamis, 13 Februari 2020 yang dimulai pukul 11.30-13.30.

1) Perencanaan

Sebelum melakukan penelitian peneliti terlebih dahulu mempersiapakan perangkat pembelajaran yang meliputi RPP, LKPD, soal evaluasi siklus II, alat dan bahan yang diperlukan dalam percobaan yang akan dilakukan, dan media pembelajaran. Selain itu peneliti juga menyiapkan lembar observasi untuk mendapatkan data kreativitas yang dimiliki siswa kelas V SDN Deresan.

2) Pelaksanaan

Penelitian pada siklus II ini dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Pelaksanaan penelitian siklus II diuraikan sebagai berikut:

(a) Pertemuan 1

Peneliti bertindak sebagai guru Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi yang dipelajari adalah kalor dapat mengubah wujud benda yaitu mengembun. Dikegiatan awal, guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu “perubahan Wujud Benda” dengan nada dasar pelangi-pelangi. Setelah itu guru melakukan tanya jawab tentang pengalaman siswa yang dihubungkan dengan materi yang akan dipelajari.

Memasuki kegiatan inti peneliti menggunakan langkah-langkah model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam pembelajaran. Langkah pertama yakni orientasi siswa pada masalah, siswa diminta untuk menyaksikan video mengenai sepatu yang basah bila terkena rumput dipagi hari. Setelah itu siswa melakukan tanya jawab bersama guru mengenai video. Langkah kedua yaitu mengorganisasikan siswa untuk belajar, siswa dibentuk ke dalam beberapa kelompok secara heterogen untuk

melakukan percobaan. Siswa dibagikan modul percobaan dan LKPD yang akan digunakan. Setelah mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan kelompok dalam percobaaan, Selanjutnya adalah langkah ketiga yaitu membimbing penyelidikan individu dan kelompok. Siswa mengamati perubahan wujud benda yang terjadi pada permukaan luar gelas kaca yang berisi air es. Masing-masing siswa mencatat hasil pengamtannya pada lembar LKPD yang sudah disediakan.

Setelah diperoleh data hasil percobaan selanjutnya memasuki tahap keempat yaitu mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Siswa merancang hasil karya buklet yang akan dibuatnya secara mandiri. Dalam kegiatan membuat poster ini siswa diperbolehkan untuk berdiskusi bersama kelompoknya. Siswa menuliskan materi pembelajaran hari ini dan hasil dari percobaan yang sudah dilakukannya dalam poster tersebut. Siswa juga menambahkan hiasan pada poster tersebut menggunakan alat dan bahan yang tersedia. Setelah pembuatan poster ini selesai selanjutnya adalah tahap kelima yaitu menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Siswa mempresentasikan hasil karya posternya bersama kelompok. Setelah selesai melakukan presentasi siswa bersama guru mengevaluasi hasil belajar dari penyelidikan yang mereka lakukan dan proses yang mereka gunakan. Kelompok yang mendapatkan nilai terbaik dari hasil karya dan presentasi mendapatkan penghargaan berupa tepuk salut dan reward bintang.

Dalam kegiatan penutup siswa membuat kesimpulan bersama guru, setelah itu siswa diberikan soal evaluasi dan melakukan refleksi mengenai pembelajaran yang sudah

dilakukan hari ini. Setelah itu siswa dipersilahkan untuk istirahat.

(b) Pertemuan 2

Peneliti bertindak sebagai guru Ilmu Pengetahuan Alam dengan materi yang dipelajari adalah kalor dapat mengubah wujud benda yaitu menguap. Dikegiatan awal, guru mengajak siswa untuk melakukan tepuk “Anak Rapi”. Setelah itu guru melakukan tanya jawab tentang pengalaman siswa yang dihubungkan dengan materi yang akan dipelajari melalui gambar pakaian yang dijemur.

Memasuki kegiatan inti peneliti menggunakan langkah-langkah model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam pembelajaran. Langkah pertama yakni orientasi siswa pada masalah, siswa diminta untuk menyaksikan video mengenai danau yang kering karena musim kemarau. Setelah itu siswa melakukan tanya jawab bersama guru mengenai video. Langkah kedua yaitu mengorganisasikan siswa untuk belajar, siswa dibentuk ke dalam beberapa kelompok secara heterogen untuk melakukan percobaan. Siswa dibagikan modul percobaan dan LKPD yang akan digunakan. Setelah mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan kelompok dalam percobaaan selanjutnya adalah langkah ketiga yaitu membimbing penyelidikan individu dan kelompok. Siswa mengamati perubahan wujud benda yang terjadi pada air yang menguap. Masing-masing siswa mencatat hasil pengamtannya pada lembar LKPD yang sudah disediakan.

Setelah diperoleh data hasil percobaan selanjutnya memasuki tahap keempat yaitu mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Siswa merancang hasil karya poster yang akan dibuatnya secara mandiri. Dalam kegiatan membuat poster ini siswa diperbolehkan untuk berdiskusi

bersama kelompoknya. Siswa menuliskan materi pembelajaran hari ini dan hasil dari percobaan yang sudah dilakukannya dalam poster tersebut. Siswa juga menambahkan hiasan pada poster tersebut menggunakan alat dan bahan yang tersedia. Setelah pembuatan poster ini selesai selanjutnya adalah tahap kelima yaitu menganaisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Siswa mempresentasikan hasil karya posternya bersama kelompok. Kemudian siswa bersama guru mengevaluasi hasil belajar dari penyelidikan yang mereka lakukan dan proses yang mereka gunakan. Kelompok yang mendapatkan nilai terbaik dari hasil karya dan presentasi mendapatkan penghargaan berupa tepuk salut dan reward bintang.

Dalam kegiatan penutup siswa membuat kesimpulan bersama guru, setelah itu siswa diberikan soal evaluasi siklus II. Setelah itu siswa melakukan refleksi mengenai pembelajaran yang sudah dilakukan hari ini. Setelah itu siswa dipersilahkan untuk istirahat.

3) Observasi

Dalam penelitian ini observasi dilakukan oleh guru kelas. Observasi ini dilakukan berdasarkan lembar observasi yang sudah peneliti sediakan. Observasi ini dilakukan untuk mendapatkan data kreativitas siswa. Dalam lembar observasi ini terdapat indikator-indikator kreativitas yang sudah peneliti tentukan. Observer memberikan nilai yang sesuai dengan apa yang diamatinya mengenai ketercapaian kreativitas siswa. Selain itu peneliti juga dibantu oleh teman peneliti untuk mengambil foto sebagai dokumentasi selama pembelajaran berlangsung. 4) Refleksi

Refleksi yang dilakukan berkaitan dengan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan pada siklus II dengan materi pembelajaran kalor dapat mengubah wujud benda yaitu

mengembun dan menguap. Kendala yang dihadapi ketika proses pembelajaran siklus I sudah berkurang pada pembelajaran di siklus II. Peneliti dapat mengatur alokasi waktu dengan tepat sehingga waktu yang diperlukan untuk percobaan dan mengisi LKPD menjadi efektif. Saat pembuatan poster siswa duduk dikursi masing-masing, hal ini membuat kelas tenang dan kondusif. Ketika kelas dapat terkontrol dengan baik maka tidak ada lagi siswa yang memainkan hiasan dan kertas origami dengan tidak semestinya. Siswa dapat mengerjakan soal evaluasi secara mandiri dan duduk dengan tenang. Perolehan rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus II ini sangat baik menjadi 84,20 dan perolehan rata-rata kreativitas yang dimiliki siswa pada siklus II ini adalah 85,80 dengan kategori baik. Berdasarkan rata-rata hasil belajar IPA dan rata-rata kreativitas siswa pada siklus II ini maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) berhasil meningkatkan hasil belajar IPA dan kreativitas siswa kelas V SDN Deresan dalam materi suhu dan kalor, maka dari itu penelitian ini dihentikan pada siklus II.

Dokumen terkait