BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Rencana Tindakan Setiap Siklus
2. Siklus II
Siklus II ini dilaksanakan selama dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 4 x 35 menit untuk 2 pertemuan dan setiap pertemuan 2 x 35 menit. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: a) Perencanaan
Pada tahap perencanaan peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam proses penelitian. Siklus II ini dipersiapkan dengan menyertakan hasil refleksi dari kegiatan pembelajaran pada siklus I. Perangkat pembelajaran ini berupa Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), materi ajar, media pembelajaran, dan soal prestasi. Untuk mengukur ketercapaian keterampilan kreativitas, peneliti menyiapkan instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar kuesioner mengenai kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA.
b) Pelaksanaan Tindakan
Pada tahap ini peneliti berperan sebagai guru kelas yang mengajar dengan menggunakan panduan pembelajaran yang sudah dibuat. Dalam proses pembelajaran guru menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM).
langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam pembelajaran sebagai sebagai berikut:
1) Pertemuan I Kegiatan Awal (a) Salam pembuka.
(b) Motivasi: Siswa bernyanyi “Perubahan wujud benda” nada dasar: pelangi-pelangi
(mencair, menguap, menyublim mengkristal ada juga tentang membeku, mengembun perubahan wujud terjadi disitu
kalorlah-kalorlah mengubah wujud)
(c) Apersepsi: guru melakukan tanya jawab tentang pengalaman peserta didik yang dihubungkan dengan materi yang akan dipelajari melalui gambar pakaian yang dijemur. Bagaimana bentuk pakaian tersebut sebelum dijemur ? Bagaimana bentuk pakaian tersebut sesudah dijemur? Apa yang mengakibatkan perubahan bentuk pada pada
pakaian tersebut ?
Hal apa saja yang dapat mempengaruhi proses pengeringan pakaian ?
(d) Orientasi: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan mempelajari tema 7. Peristiwa dalam kehidupan. Subtema 2. Peristiwa kebangsaan seputar proklamasi. Pada pembelajaran kelima. Kegiatan Inti
Langkah 1: Mengorientasikan Siswa pada Masalah
(a) Siswa diberi masalah mengenai: Olahraga di lapangan yang berumput pada pagi hari menyebabkan sepatu menjadi basah. Dalam bentuk video/gambar. (mengamati→ komunikatif)
(b) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai: Apa yang menempel di rumput dipagi hari?
Mengapa sepatu menjadi basah ketika menyentuh rumput dipagi hari?
Bagaimana proses pembuatan embun? (menanya → komunikatif)
Langkah 2: Mengorganisasikan Siswa agar Belajar
(a) Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok secara heterogen (4-5 orang).
(b) Siswa menempatkan diri sesuai dengan kelompok yang sudah terbentuk.
(c) Siswa bersama guru menentukan topik yang akan dibahas pada pembelajaran hari ini yaitu mengenai “Kalor dapat menyebabkan perubahan wujud benda yaitu mengembun”. (d) Siswa dibagikan Modul dan LKPD percobaan “Kalor dapat
mengubah wujud benda yaitu mengembun, dengan mengamati proses pengembunan”
Langkah 3: Membantu Menyelidiki Secara Individu Maupun Kelompok
(a) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai langkah-langkah percobaan yang akan dilakukan.
(b) Masing-masing kelompok menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk percobaan.
(c) Siswa melakukan percobaan mengenai perubahan wujud benda yang disebabkan oleh kalor. (mencoba → bekerja sama)
(d) Siswa mengamati perubahan wujud yang terjadi pada permukaan luar gelas yang berisi air es. (mengamati → berpikir kritis)
(e) Siswa menganalisis perubahan wujud benda yang terjadi dalam proses pengembunan. (menalar → kreativitas) (keluwesan)
(f) Siswa menanyakan hal yang belum dipahami kepada guru maupun teman sebagai sumber belajar. (menanya→ kreativitas) (rasa ingin tahu)
Langkah 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (a) Siswa menuliskan hasil pengamatannya pada lembar LKPD
(b) Siswa bersama kelompok mencatat informasi penting yang terkait dengan perubahan wujud yang terjadi pada es yang disebabkan oleh kalor.
(c) Siswa merancang poster yang akan disajikan mengenai perubahan wujud yang terjadi pada es yang disebabkan oleh kalor. (menalar → Kreativitas) (keaslian)
(d) Siswa menuangkan hasil pengamatannya dalam bentuk hasil karya poster. (Mencoba → Kreativitas) (elaborasi) (e) Siswa membuat poster semenarik mungkin. (Mencoba →
Kreativitas) (mempunyai rasa keindahan yang dalam) Langkah 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Hasil
(a) Siswa bersama kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan hasil karya berupa buklet. (Mengkomunikasikan → Komunikatif)
(b) Siswa dan kelompok menjawab pertanyaan dari guru dan siswa lain. (Mencoba → Komunikatif) (kelancaran)
(c) Siswa bersama guru menganalisis dan mengevaluasi hasil kerja kelompoknya.
(d) Kelompok yang memperoleh nilai terbaik mendapatkan penghargaan berupa tepuk salut dan reward bintang.
Kegiatan Penutup
(a) Kesimpulan: Siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari. (Menalar- Kreativitas → Kelancaran). (b) Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang
belum dipahami. (Menanya-komunikatif).
(c) Refleksi: Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung dengan bimbingan guru.
(d) Tindak lanjut: Siswa diingatkan untuk melaksanakan pesan moral yang diperoleh selama pembelajaran dan mempelajari kembali materi yang sudah dipelajari hari ini.
2) Pertemuan 2 Kegiatan Awal (a) Salam pembuka
(b) Motivasi: siswa diajak untuk tepuk “Anak Rapi”
(c) Apersepsi: guru melakukan tanya jawab tentang pengalaman siswa yang dihubungkan dengan materi yang akan dipelajari.
Pernahkah kalian melihat titik-titik air yang menempel pada daun dipagi hari?
Darimana asalnya air tersebut?
(e) Orientasi: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan mempelajari tema 7. Peristiwa dalam kehidupan. Subtema 2. Peristiwa mengisi kemerdekaan. Pada pembelajaran kedua.
Kegiatan Inti
Langkah 1: Mengorientasikan Siswa pada Masalah
(a) Siswa disajikan masalah melalui video mengenai: akibat yang ditimbulkan dari air danau yang kering karena musim kemarau.
(b) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai video:
Apa yang terjadi pada air danau dalam video tersebut? Bagaimana perubahan yang terjadi pada danau tersebut? Apa yang mengakibatkan air di danau tersebut
berkurang?
Kerugian apa saja yang diakibatkan mengeringnya air danau tersebut?
Langkah 2: Mengorganisasi Siswa untuk Belajar
(a) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok (4-5 kelompok). (b) Siswa menempatkan diri sesuai dengan kelompok yang
(c) Siswa bersama guru menentukan topik yang akan dibahas pada pembelajaran hari ini yaitu mengenai “Kalor dapat menyebabkan perubahan wujud benda yaitu menguap” (d) Siswa dalam kelompok dibagikan modul praktikum
mengenai kalor dapat mengubah wujud benda yaitu menguap beserta LKPD
Langkah 3: Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok. (a) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai langkah-langkah percobaan yang akan dilakukan. (Menalar-Berpikir Kritis).
(b) Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai penjelasan langkah percobaan dari guru yang belum dipahami. (Menanya-Kreativitas → Rasa ingin tahu)
(c) Masing-masing kelompok menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk percobaan.
(d) Siswa melakukan percobaan mengenai perubahan wujud benda yang disebabkan oleh kalor yaitu menguap. (Mencoba-bekerja sama)
(e) Siswa mengamati perubahan wujud yang terjadi pada air yang didihkan. (Mengamati-berpikir kritis)
(f) Siswa menganalisis penyebab jumlah air tersebut berkurang. (Menalar-Kreativitas → Keluwesan)
Langkah 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya. (a) Siswa menuliskan hasil pengamatannya pada lembar LKPD
yang disediakan guru.
(b) Siswa bersama kelompok mencatat informasi penting yang terkait dengan perubahan wujud yang terjadi pada air yang disebabkan oleh kalor.
(c) Siswa merancang poster yang akan disajikan mengenai perubahan wujud yang terjadi pada air yang disebabkan oleh kalor. (Menalar-Kreativitas → Keaslian)
(d) Siswa menuangkan hasil pengamatannya dalam bentuk hasil karya poster. (Mencoba-Kreativitas → Elaborasi) (e) Siswa menambahkan hiasan dan mewarnai poster sesuai
dengan kreativitasnya. (Mencoba-Kreativitas → Mempunyai rasa keindahan yang dalam)
Langkah 5: Menganaisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah.
(a) Siswa bersama kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan hasil karya berupa poster. (Mengkomunikasikan- Kreativitas → Kelancaran).
(b) Siswa dan kelompok menjawab pertanyaan dari guru dan siswa lain. (Mencoba → Komunikatif) (kelancaran)
(c) Siswa bersama guru menganalisis dan mengevaluasi hasil kerja kelompoknya. (Mencoba- Berpikir Kritis).
(d) Kelompok yang memperoleh nilai terbaik mendapatkan penghargaan berupa tepuk salut dan reward bintang
Kegiatan Penutup:
(a) Kesimpulan: Siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari selama satu pertemuan (menalar berpikir kreatif)
(b) Evaluasai: dalam kegiatan penutup siswa diberikan soal evaluasi siklus II. (Soal Terlampir).
(c) Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. (menanya komunikatif)
(d) Refleksi: Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung dengan bimbingan guru. (menalar komunikatif).
(e) Siswa bersama guru merayakan keberhasilan pembelajaran dengan melakukan seruan “Aku Anak Hebat”
c) Observasi
Pada penelitian siklus II peneliti dibantu oleh guru kelas yang bertindak sebagai pengamat selama pembelajaran berlangsung. pengamat menggunakan pedoman observasi yang sudah peneliti sediakan. Peneliti mengamati proses pembelajaran dan hasil belajar pembelajaran IPA menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM).
d) Refleksi
Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi mengenai tahap-tahap yang sudah dilakukan mulai dari tahap-tahap perencanaan, tahap-tahap pelaksanaan, dan tahap pengamatan. Refleksi dilakukan pada saat akhir siklus dengan mengidentifikasi kesulitan dan hambatan selama proses pembelajaran berlangsung. Peneliti akan mengevaluasi keberhasilan yang telah dicapai serta kesulitan dan hambatan yang dihadapi, setelah mendapatkan hasil evaluasi peneliti bisa melakukan perbaikan untuk pertemuan yang akan datang. Hal ini bertujuan untuk memutuskan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.