• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Kesimpulan

(b) Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami.

(c) Evaluasi: Dalam kegiatan penutup siswa diberikan beberapa soal oleh guru untuk mengevaluasi hasil pembelajaran yang sudah dilakukan.

(d) Refleksi: Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung dengan bimbingan guru.

(e) Tindak lanjut: Siswa diingatkan untuk melaksanakan pesan moral yang diperoleh selama pembelajaran dan mempelajari kembali materi yang sudah dipelajari hari ini.

(f) Siswa dipersilahkan untuk istirahat. 2) Pertemuan Kedua

Kegiatan awal

(a) Salam pembuka, doa dan presensi

(b) Literasi: siswa membaca buku di pojok baca. (c) Motivasi: siswa melakukan tepuk “semangat”

(e) Apersepsi: Guru melakukan tanya jawab tentang pengalaman siswa yang dihubungkan dengan materi yang akan dipelajari mengenai video es krim mencair.

 Apa yang akan terjadi pada es krim bila diletakan saja diatas meja?

 Apakah es krim tersebut akan tetap membeku?

 Kira-kira apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi?

(d) Orientasi: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan mempelajari tema 7. Peristiwa dalam kehidupan. Subtema 2. Peristiwa kebangsaan seputar proklamasi. Pada pembelajaran kedua.

Kegiatan Inti

Langkah 1: Mengorientasikan Siswa pada Masalah

(a) Siswa diberi masalah melalui video mengenai: es krim yang mencair karena dibiarkan diudara yang terbuka.

(b) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai video:  Apa yang terjadi pada es krim tersebut?

 Bagaimana perubahan bentuk yang terjadi pada es tersebut?

 Apa yang menyebabkan es krim tersebut mencair? Langkah 2: Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar

(a) Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok secara heterogen (4-5 orang).

(b) Siswa menempatkan diri sesuai dengan kelompok yang sudah terbentuk.

(c) Siswa bersama guru menentukan topik yang akan dibahas pada pembelajaran hari ini yaitu mengenai “Kalor dapat menyebabkan perubahan wujud benda yaitu mencair” (d) Siswa diberi Modul dan LKPD percobaan “Kalor dapat

mengubah wujud benda, dengan mengamati es mencair” oleh guru.

Langkah 3: Memandu Menyelidiki secara Mandiri atau Kelompok

(a) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai langkah-langkah percobaan yang akan dilakukan.

(b) Masing-masing kelompok menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk percobaan.

(c) Siswa melakukan percobaan mengenai perubahan wujud benda yang disebabkan oleh kalor. (mencoba → bekerja sama)

(d) Siswa mengamati perubahan wujud yang terjadi pada es yang digunakan dalam percobaan (mengamati → berpikir kritis)

(e) Siswa menganalisis penyebab es tersebut mencair. (menalar → kreativitas) (keluwesan)

(f) Siswa menanyakan hal yang belum dipahami kepada guru maupun teman sebagai sumber belajar lain (menanya → kreativitas) (rasa ingin tahu)

Langkah 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (a) Siswa menuliskan hasil pengamataanya pada lembar LKPD

yang disediakan guru.

(b) Siswa bersama kelompok mencatat informasi penting yang terkait dengan perubahan wujud yang terjadi pada es yang disebabkan oleh kalor.

(c) Siswa merancang buklet yang akan disajikan mengenai perubahan wujud yang terjadi pada es yang disebabkan oleh kalor. (menalar → Kreativitas) (keaslian)

(d) Siswa menuangkan hasil pengamatannya dalam bentuk hasil karya buklet. (Mencoba → Kreativitas) (elaborasi) (e) Siswa membuat buklet semenarik mungkin. (Mencoba →

Kreativitas) (mempunyai rasa keindahan yang dalam) Langkah 5: Menganalisi dan Mengevaluasi Hasil

(a) Siswa bersama kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan hasil karya berupa poster. (Mengkomunikasikan→ Komunikatif)

(b) Siswa dan kelompok menjawab pertanyaan dari siswa lain (Mencoba → Komunikatif) (kelancaran)

(c) Bersama guru menganalisis dan mengevaluasi hasil kerja kelompoknya.

Kegiatan Akhir

(a) Kesimpulan: Siswa bersama guru merangkum kegiatan yang sudah dilakukan.

(b) Refleksi: Siswa bersama guru melakukan refleksi atas kegiatan yang baru saja mereka lakukan (bagaimana perasaan siswa, apa manfaat pelajaran hari ini, dan kesulitan yang dialami siswa)

(c) Guru memberikan soal evaluasi siklus 1 untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi.

(d) Tindak lanjut: Guru memberikan tugas kepada siswa diberikan untuk mencari contoh lain dari perubahan wujud benda yang disebabkan oleh kalor.

(e) Guru mempersilahkan siswa untuk istirahat. c) Observasi

Pada penelitian siklus I peneliti dibantu oleh guru kelas yang bertindak sebagai pengamat selama pembelajaran berlangsung. pengamat menggunakan pedoman observasi yang sudah peneliti sediakan. Peneliti mengamati proses pembelajaran dan hasil belajar pembelajaran IPA menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM).

d) Refleksi

Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi mengenai tahap-tahap yang sudah dilakukan mulai dari tahap-tahap perencanaan, tahap-tahap pelaksanaan, dan tahap pengamatan. Refleksi dilakukan pada saat akhir siklus dengan mengidentifikasi kesulitan dan hambatan selama

proses pembelajaran berlangsung. Peneliti akan mengevaluasi keberhasilan yang telah dicapai serta kesulitan dan hambatan yang dihadapi. Peneliti juga membandingkan hasil rata-rata kreativitas dan hasil belajar sebelum menggunakan model PBM maupun sesudah menggunakan model PBM. Selanjutnya peneliti melihat peningkatan rata-rata kreativitas dan hasil belajar siswa pada siklus I.

2. Siklus II

Siklus II ini dilaksanakan selama dua kali pertemuan dengan alokasi waktu 4 x 35 menit untuk 2 pertemuan dan setiap pertemuan 2 x 35 menit. Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut: a) Perencanaan

Pada tahap perencanaan peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam proses penelitian. Siklus II ini dipersiapkan dengan menyertakan hasil refleksi dari kegiatan pembelajaran pada siklus I. Perangkat pembelajaran ini berupa Rencana pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), materi ajar, media pembelajaran, dan soal prestasi. Untuk mengukur ketercapaian keterampilan kreativitas, peneliti menyiapkan instrumen penelitian berupa lembar observasi dan lembar kuesioner mengenai kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA.

b) Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap ini peneliti berperan sebagai guru kelas yang mengajar dengan menggunakan panduan pembelajaran yang sudah dibuat. Dalam proses pembelajaran guru menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM).

langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam pembelajaran sebagai sebagai berikut:

1) Pertemuan I Kegiatan Awal (a) Salam pembuka.

(b) Motivasi: Siswa bernyanyi “Perubahan wujud benda” nada dasar: pelangi-pelangi

(mencair, menguap, menyublim mengkristal ada juga tentang membeku, mengembun perubahan wujud terjadi disitu

kalorlah-kalorlah mengubah wujud)

(c) Apersepsi: guru melakukan tanya jawab tentang pengalaman peserta didik yang dihubungkan dengan materi yang akan dipelajari melalui gambar pakaian yang dijemur.  Bagaimana bentuk pakaian tersebut sebelum dijemur ?  Bagaimana bentuk pakaian tersebut sesudah dijemur?  Apa yang mengakibatkan perubahan bentuk pada pada

pakaian tersebut ?

 Hal apa saja yang dapat mempengaruhi proses pengeringan pakaian ?

(d) Orientasi: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan mempelajari tema 7. Peristiwa dalam kehidupan. Subtema 2. Peristiwa kebangsaan seputar proklamasi. Pada pembelajaran kelima. Kegiatan Inti

Langkah 1: Mengorientasikan Siswa pada Masalah

(a) Siswa diberi masalah mengenai: Olahraga di lapangan yang berumput pada pagi hari menyebabkan sepatu menjadi basah. Dalam bentuk video/gambar. (mengamati→ komunikatif)

(b) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai:  Apa yang menempel di rumput dipagi hari?

 Mengapa sepatu menjadi basah ketika menyentuh rumput dipagi hari?

 Bagaimana proses pembuatan embun? (menanya → komunikatif)

Langkah 2: Mengorganisasikan Siswa agar Belajar

(a) Siswa dibentuk dalam beberapa kelompok secara heterogen (4-5 orang).

(b) Siswa menempatkan diri sesuai dengan kelompok yang sudah terbentuk.

(c) Siswa bersama guru menentukan topik yang akan dibahas pada pembelajaran hari ini yaitu mengenai “Kalor dapat menyebabkan perubahan wujud benda yaitu mengembun”. (d) Siswa dibagikan Modul dan LKPD percobaan “Kalor dapat

mengubah wujud benda yaitu mengembun, dengan mengamati proses pengembunan”

Langkah 3: Membantu Menyelidiki Secara Individu Maupun Kelompok

(a) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai langkah-langkah percobaan yang akan dilakukan.

(b) Masing-masing kelompok menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk percobaan.

(c) Siswa melakukan percobaan mengenai perubahan wujud benda yang disebabkan oleh kalor. (mencoba → bekerja sama)

(d) Siswa mengamati perubahan wujud yang terjadi pada permukaan luar gelas yang berisi air es. (mengamati → berpikir kritis)

(e) Siswa menganalisis perubahan wujud benda yang terjadi dalam proses pengembunan. (menalar → kreativitas) (keluwesan)

(f) Siswa menanyakan hal yang belum dipahami kepada guru maupun teman sebagai sumber belajar. (menanya→ kreativitas) (rasa ingin tahu)

Langkah 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya (a) Siswa menuliskan hasil pengamatannya pada lembar LKPD

(b) Siswa bersama kelompok mencatat informasi penting yang terkait dengan perubahan wujud yang terjadi pada es yang disebabkan oleh kalor.

(c) Siswa merancang poster yang akan disajikan mengenai perubahan wujud yang terjadi pada es yang disebabkan oleh kalor. (menalar → Kreativitas) (keaslian)

(d) Siswa menuangkan hasil pengamatannya dalam bentuk hasil karya poster. (Mencoba → Kreativitas) (elaborasi) (e) Siswa membuat poster semenarik mungkin. (Mencoba →

Kreativitas) (mempunyai rasa keindahan yang dalam) Langkah 5: Menganalisis dan Mengevaluasi Hasil

(a) Siswa bersama kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan hasil karya berupa buklet. (Mengkomunikasikan → Komunikatif)

(b) Siswa dan kelompok menjawab pertanyaan dari guru dan siswa lain. (Mencoba → Komunikatif) (kelancaran)

(c) Siswa bersama guru menganalisis dan mengevaluasi hasil kerja kelompoknya.

(d) Kelompok yang memperoleh nilai terbaik mendapatkan penghargaan berupa tepuk salut dan reward bintang.

Kegiatan Penutup

(a) Kesimpulan: Siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari. (Menalar- Kreativitas → Kelancaran). (b) Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang

belum dipahami. (Menanya-komunikatif).

(c) Refleksi: Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung dengan bimbingan guru.

(d) Tindak lanjut: Siswa diingatkan untuk melaksanakan pesan moral yang diperoleh selama pembelajaran dan mempelajari kembali materi yang sudah dipelajari hari ini.

2) Pertemuan 2 Kegiatan Awal (a) Salam pembuka

(b) Motivasi: siswa diajak untuk tepuk “Anak Rapi”

(c) Apersepsi: guru melakukan tanya jawab tentang pengalaman siswa yang dihubungkan dengan materi yang akan dipelajari.

 Pernahkah kalian melihat titik-titik air yang menempel pada daun dipagi hari?

 Darimana asalnya air tersebut?

(e) Orientasi: Guru menyampaikan bahwa hari ini akan mempelajari tema 7. Peristiwa dalam kehidupan. Subtema 2. Peristiwa mengisi kemerdekaan. Pada pembelajaran kedua.

Kegiatan Inti

Langkah 1: Mengorientasikan Siswa pada Masalah

(a) Siswa disajikan masalah melalui video mengenai: akibat yang ditimbulkan dari air danau yang kering karena musim kemarau.

(b) Siswa melakukan tanya jawab dengan guru mengenai video:

 Apa yang terjadi pada air danau dalam video tersebut?  Bagaimana perubahan yang terjadi pada danau tersebut?  Apa yang mengakibatkan air di danau tersebut

berkurang?

 Kerugian apa saja yang diakibatkan mengeringnya air danau tersebut?

Langkah 2: Mengorganisasi Siswa untuk Belajar

(a) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok (4-5 kelompok). (b) Siswa menempatkan diri sesuai dengan kelompok yang

(c) Siswa bersama guru menentukan topik yang akan dibahas pada pembelajaran hari ini yaitu mengenai “Kalor dapat menyebabkan perubahan wujud benda yaitu menguap” (d) Siswa dalam kelompok dibagikan modul praktikum

mengenai kalor dapat mengubah wujud benda yaitu menguap beserta LKPD

Langkah 3: Membimbing Penyelidikan Individu dan Kelompok. (a) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai langkah-langkah percobaan yang akan dilakukan. (Menalar-Berpikir Kritis).

(b) Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai penjelasan langkah percobaan dari guru yang belum dipahami. (Menanya-Kreativitas → Rasa ingin tahu)

(c) Masing-masing kelompok menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk percobaan.

(d) Siswa melakukan percobaan mengenai perubahan wujud benda yang disebabkan oleh kalor yaitu menguap. (Mencoba-bekerja sama)

(e) Siswa mengamati perubahan wujud yang terjadi pada air yang didihkan. (Mengamati-berpikir kritis)

(f) Siswa menganalisis penyebab jumlah air tersebut berkurang. (Menalar-Kreativitas → Keluwesan)

Langkah 4: Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya. (a) Siswa menuliskan hasil pengamatannya pada lembar LKPD

yang disediakan guru.

(b) Siswa bersama kelompok mencatat informasi penting yang terkait dengan perubahan wujud yang terjadi pada air yang disebabkan oleh kalor.

(c) Siswa merancang poster yang akan disajikan mengenai perubahan wujud yang terjadi pada air yang disebabkan oleh kalor. (Menalar-Kreativitas → Keaslian)

(d) Siswa menuangkan hasil pengamatannya dalam bentuk hasil karya poster. (Mencoba-Kreativitas → Elaborasi) (e) Siswa menambahkan hiasan dan mewarnai poster sesuai

dengan kreativitasnya. (Mencoba-Kreativitas → Mempunyai rasa keindahan yang dalam)

Langkah 5: Menganaisis dan Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah.

(a) Siswa bersama kelompok mempresentasikan hasil percobaan dan hasil karya berupa poster. (Mengkomunikasikan- Kreativitas → Kelancaran).

(b) Siswa dan kelompok menjawab pertanyaan dari guru dan siswa lain. (Mencoba → Komunikatif) (kelancaran)

(c) Siswa bersama guru menganalisis dan mengevaluasi hasil kerja kelompoknya. (Mencoba- Berpikir Kritis).

(d) Kelompok yang memperoleh nilai terbaik mendapatkan penghargaan berupa tepuk salut dan reward bintang

Kegiatan Penutup:

(a) Kesimpulan: Siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari selama satu pertemuan (menalar berpikir kreatif)

(b) Evaluasai: dalam kegiatan penutup siswa diberikan soal evaluasi siklus II. (Soal Terlampir).

(c) Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan materi yang belum dipahami. (menanya  komunikatif)

(d) Refleksi: Siswa merefleksikan pembelajaran yang telah berlangsung dengan bimbingan guru. (menalar komunikatif).

(e) Siswa bersama guru merayakan keberhasilan pembelajaran dengan melakukan seruan “Aku Anak Hebat”

c) Observasi

Pada penelitian siklus II peneliti dibantu oleh guru kelas yang bertindak sebagai pengamat selama pembelajaran berlangsung. pengamat menggunakan pedoman observasi yang sudah peneliti sediakan. Peneliti mengamati proses pembelajaran dan hasil belajar pembelajaran IPA menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM).

d) Refleksi

Pada tahap ini peneliti melakukan refleksi mengenai tahap-tahap yang sudah dilakukan mulai dari tahap-tahap perencanaan, tahap-tahap pelaksanaan, dan tahap pengamatan. Refleksi dilakukan pada saat akhir siklus dengan mengidentifikasi kesulitan dan hambatan selama proses pembelajaran berlangsung. Peneliti akan mengevaluasi keberhasilan yang telah dicapai serta kesulitan dan hambatan yang dihadapi, setelah mendapatkan hasil evaluasi peneliti bisa melakukan perbaikan untuk pertemuan yang akan datang. Hal ini bertujuan untuk memutuskan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.

E. Teknik Pengumpulan Data

Sesuai dengan judul penelitian yaitu penigkatan kreativitas dan hasil belajar menggunakan model PBM pada mata pelajaran IPA materi kalor dapat merubah suhu benda siswa kelas V SD Negeri Deresan, maka pengumpulan data yang digunakan dengan dua teknik yaitu tes dan non tes. Alat pengumpulan data dapat dibedakan menjadi wawancara, observasi, tes dan dokumentasi.

1. Tes

Tes merupakan cara yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pengukuran, yang didalamnya terdapat berbagai pertanyaan (Arifin, 2016:118). Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Sanjaya (2011: 99) bahwa tes adalah instrumen pengumpulan data untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif, atau tingkat penguasaan materi pembelajaran. Dari kedua pendapat ahli ini dapat

disimpulkan bahwa tes berisi sejumlah pertanyaan yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan siswa dalam bidang kognitif.

Arifin (2016: 135-145) mengungkapkan bahwa tes dibedakan menjadi beberapa tipe yaitu: a) pilihan ganda (multiple choice), b) benar salah (true-flase), c) menjodohkan (matching), d) jawaban singkat (short answer). Dalam penelitian ini digunakan tes pilihan ganda berjumlah 30 soal untuk setiap siklus. Tes dilakukan di setiap akhir siklus atau pada pertemuan kedua disetiap siklus.

2. Non Tes

Pengumpulan data dengan teknik non tes digunakan untuk mengetahui kualitas proses dan produk dari suatu pekerjaan yang berkenaan dengan ranah sikap, minat, dan bakat (Arifin, 2016: 152). Teknik non tes yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan kuesioner.

a) Observasi

Kusmah (2010: 66) menyatakan bahwa observasi adalah proses pengambilan data dalam penelitian dimana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian. Tipe dalam pengamatan dibagi menjadi dua yaitu pengamatan terstruktur (menggunakan pedoman) dan pengamatan tidak terstruktur (tidak menggunakan pedoman). Supaya pencapaian indikator dapat diukur dalam penelitian ini digunakan pengamatan terstruktur. Observasi bertujuan untuk mendapatkan data kreativitas yang dimiliki siswa dalam kegiatan pembelajaran IPA menggunakan model PBM yang dilakukan. Dalam penelitian ini observasi dilakukan oleh peneliti dibantu oleh guru.

b) Wawancara

Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada subjek yang diteliti (Kusmah, 2010: 77). Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur. Pada wawancara ini peneliti diberi kebebasan dalam bertanya dan memiliki kebebasan

dalam mengatur alur wawancara (Edi, 2016: 23). Pada penelitian ini wawancara dilakukan oleh peneliti dengan narasumber yaitu guru kelas. Wawancara ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran IPA selama ini dilakukan, kesulitan apa saja yang dialami dan bagaimana hasil belajarnya.

c) Dokumentasi

Dokumentasi adalah suatu cara untuk mengetahui sesuatu dengan melihat catatan-catatan, arsip-arsip, dokumen-dokumen, yang berhubungan dengan orang yang diselidiki (Djamarah, 2011: 247). Pada penelitian ini peneliti mengambil foto sebagai bukti konkert dari dokumentasi. Peneliti dibantu oleh teman untuk mengambil foto-foto selama pembelajaran berlangsung.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan dalam suatu penelitian untuk mengumpulkan data dengan cara pengukuran. Instrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah panduan wawancara, lembar observasi, lembar kuesioner, dan tes pilihan ganda.

1. Kisi-kisi Soal

Instrumen soal yang digunakan adalah jenis soal pilihan ganda. Soal pilihan ganda adalah soal yang memiliki konstruksi pokok soal (item) dan alternatif jawaban (option) (Latip, 2018: 161). Tes ini digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam ranah kognitif dalam pembelajaran. Tes dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada akhir pembelajaran siklus I dan siklus II. Dalam penelitian ini digunakan 14 soal disetiap siklusnya. Pemberian skor pada soal pilihan ganda dilakukan dengan ketentuan jika benar maka memperoleh skor 1 dan jika salah memperoleh skor 0. Berikut adalah kisi-kisi dari soal evaluasi siklus I yang diberikan:

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Soal Siklus I Kompetensi Dasar

3.7 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator Item Soal

3.7.1 Menganalisis kalor dapat mengubah suhu benda.

1, 2, 3, 4

3.7.2 Membuktikan pengaruh kalor terhadap perubahan suhu benda.

5, 6, 7 3.7.3 Menganalisis pengaruh kalor terhadap

perubahan wujud benda melalui proses pencairan.

8, 9, 10, 11

3.7.4 Membuktikan pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda melalui proses pencairan.

12, 13, 14

Jumlah soal 14

Jadi soal evaluasi yang diberikan pada siklus I ini berjumlah 14 soal dengan 4 indikator. Di bawah ini akan dijabarkan kisi-kisi dari soal evaluasi siklus II sebagai berikut:

Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Siklus II Kompetensi Dasar

3.7 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan suhu dan wujud benda dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator Item Soal

3.7.5 Menganalisis kalor dapat mengubah wujud benda melalui proses penguapan.

1, 2, 3, 4 3.7.6 Membuktikan pengaruh kalor terhadap

perubahan wujud benda melalui proses penguapan.

5, 6, 7

3.7.7 Menganalisis pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda melalui peristiwa pengembunan.

8, 9, 10, 11

3.7.8 Membuktikan pengaruh kalor terhadap perubahan wujud benda melalui peristiwa pengembunan.

12, 13, 14

Jumlah soal 14

Jadi soal evaluasi yang diberikan pada siklus II ini berjumlah 14 soal dengan 4 indikator.

2. Instrumen Perangkat Pembelajaran (terlampir)

Instrumen perangkat pembelajaran pada penelitian ini berupa 2 RPP yang digunakan selama proses pembelajaran siklus I dan siklus II. Disetiap siklus terdapat masing-masing 2 pertemuan.

3. Pedoman observasi

Lembar observasi disusun untuk memperoleh data kreativitas siswa pada kondisi awal, siklus 1 dan siklus 2. Pada lembar observasi, observer memberikan rentang nilai 4-1 pada ke-5 indikator kreativitas yang diamati.

Tabel 3.3 Kisi-kisi Observasi Kreativitas Siswa

Variabel No Aspek Indikator

Kreativitas

1 Kelancaran Memberikan jawaban dan atau mengemukakan pendapat atau ide-ide 2 Keaslian Kemampuan untuk menghasilkan

berbagai ide atau karya yang asli hasil pemikiran sendiri

3 Mempunyai rasa keindahan yang dalam

Mampu menghasilkan suatu karya yang menarik, baik dari segi komposisi, warna, bentuk, dan susunan.

4 Keluwesan/ kelenturan

Kemampuan untuk mengemukakan berbagai alternatif dalam memecahkan masalah

5 Rasa ingin tahu

Tertarik untuk mempelajari lebih dalam sesuatu yang sedang dipelajari

Jadi indikator kreativitas yang digunakan dalam observasi ini ada lima yaitu, kelancaran, keaslian, mempunyai rasa keindahan yang dalam, keluwesan/ kelenturan, dan rasa ingin tahu.

4. Pedoman Wawancara

Dalam penelitian ini pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan kreativitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Berikut adalah pedoman wawancara yang digunakan oleh peneliti:

Tabel 3.4 Pedoman Wawancara

No Pertanyaan Jawaban

1 Bagaimana proses pembelajaran IPA di kelas ? 2 Apakah guru menggunakan sumber belajar lain

selain buku guru dan buku peserta didik? 3 Apakah siswa aktif mengajukan pertanyaan saat

pembelajaran IPA berlangsung?

No Pertanyaan Jawaban Inovatif dalam pembelajaran IPA?

5 Apakah ada siswa yang merasa kesulitan dalam memahami materi pembalajaran IPA? bagaimana Ibu mengatasinya?

6 Bagaimana hasil belajar IPA siswa kelas V? 7 Bagaimana kreativitas siswa kelas V secara

umum?

8 Apakah dalam pembelajaran IPA pernah dirancang khusus untuk meningkatkan kreativitas siswa?

9 Apa contoh kegiatan yang pernah dilakukan untuk menumbuhkan kreativitas siswa?

10 Apakah siswa mampu menciptakan ide-ide atau hasil karya yang berbeda dan baru ?

11 Apakah siswa mampu menghasilkan suatu karya yang menarik, baik dari segi komposisi warna, bentuk, dan susunan.?

12 Apakah Ibu ikut serta berperan dalam mengembangkan kreativitas siswa?

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berkaitan dengan pembelajaran IPA dan kreatvitas siswa.

G. Teknik Pengujian Instrumen 1. Validitas

Arikunto (dalam Prijowuntato, 2016:130) berpendapat bahwa validitas adalah tingkat suatu tes mampu mengukur apa yang hendak diukur. Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Azwar (2018:8) yang menyatakan bahwa validitas memiliki arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu tes atau alat ukur dalam menjalankan fungsi pengukurannya pada sebuah proses penelitian. Dari pendapat kedua ahli ini dapat disimpulkan bahwa validitas berkaitan dengan kelayakan suatu alat ukur dapat digunakan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini digunakan tiga validitas untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan yaitu: validitas isi, validitas konstruk, dan validitas empiris.

a. Validitas Isi

Menurut Suryani dan Hendryadi (2015:145) validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap kelayakan atau relevansi isi tes melalui analisis rasional yang dilakukan oleh penilaian ahli. Peneliti melakukan validitas ini sebelum melakukan penelitian. Instrumen yang diujikan dalam validitas isi adalah instrumen RPP, instrumen tes berupa soal evaluasi siklus I dan siklus II, dan instrumen non tes berupa lembar observasi mengenai kreativitas siswa. Validitas isi dilakukan dengan cara memberikan instrumen pembelajaran, instrumen tes dan non tes beserta lembar penilaian kepada expert. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan uji validitas isi kepada dosen dan guru. Dosen dan guru diminta memberi nilai dan komentar mengenai instrumen yang dibuat oleh peneliti. Apabila nilai yang diperoleh dari dosen

Dokumen terkait