PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN A.Tempat Penelitian
B. Deskripsi Perilaku Sosial Masyarakat Banyukuning
Adapun perilaku sosial yang berlaku dimasyarakat yang seolah sudah bukan menjadi beban adalah:
1. Menjenguk orang sakit
Menjenguk orang sakit biasanya dilakukan bersama-sama, apabila orang sakit itu berada di rumah sakit. Namun apabila dirumah masyarakat lebih sering beragkat sendiri-sendiri.
2. Takziyah
Adapun ramkaian takziyah yang dilakukan masyarakat Banyukuning adalah:
a. Memandikan, mengkafani, merupakan tugas dari modin atau orang yang dipercaya.
b. Menggali kubur dilakukan oleh bapak-bapak secara suka rela.
67
d. Membaca Alqur‟an 30 Juz saat sore hari, dilakukan oleh bapak-bapak.
e. Sonjo, sonjo adalah tahlil saat malam, dilaksanakan dari hari pertama sampai hari ketuju.
3. Berangkat pengajian
Pengajian lebih sering dilaksanakan untuk umum, namun masih banyak masyarakat yang tidak berangkat. Yang berangkat dalam satu pengajian denan pengajian yang lain, biasanya hanya orang-orang yang sama. Kebanyakan masyarakat lebih berat meninggalkan pekerjaannya.
4. Memberi shodaqoh saat bulan sura
Shadaqoh dibulan as-sura biasanya rutin dilaksanakan satiap satu tahun sekali. Shodaqoh ini diikuti oleh masyarakat umum. Yang diberikan untuk anak-anak yatim atau tidak mampu.
5. Membayar zakat fitrah dan zakat mall di masjid saat bulan ramadhan
Zakat fitrah dan zakat mall dikumpulkan menjadi satu pada saat bulan ramadhan. Namum pembagiannya berbeda, zakat fitrah akan dibagiakan, pembagiannya dibagi kembali untuk semua KK, karena pernah ada suatu kejadian hanya
68
orang miskin yang diberi, namun menjadi masalah yang tidak diinginkan.
Zakat mal lebih diarahkan ke masjid, pembangunan madrasah atau disimpankan lembaga, zakat mall yang ada di desa Banyukuning juga akan di berikan untuk membantu orang yang tidak mampu yang sedang sakit di rumah sakit, hal ini untuk meringankan beban masyarakat.
6. Nyumbang (kondangan)
Istilah nyumbang diperuntukkan untuk kondangan orang yang sedan memiliki hajatan, baik diperuntukkan orang menikah, sunat ataupun acara lain, yang mana tetangga sedang ada perlu.
7. Tilek Bayi
Tilek bayi berarti menjenguk bayi, namun arti sebenarnya dalam masyarakat adalah menenok orang yang baru saja melahirkan.
69 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Setelah dilakukan pembahasan dan analisis dari Bab I sampai dengan Bab IV, guna menjawab pokok permasalahan dalam penelitian yang dilakukan, maka ada beberapa hal yang menjadi titik tekan pada skripsi ini, yaitu:
1. Sejarah tarikat Sadzaliyah di Desa Banyukuning
Tarekat Sadzaliyah diamalkan warga pertama kali kurang lebih pada Tahun 1960an oleh salah seorang kyai di desa itu. Beliau bernama Kyai Khumaidi. Sepeninggal beliau Tarekat Sadzaliyah mati suri di daerah ini, bahkan putra putri beliau pada masa itu belum mengamalkannya
Tarekat Sadzaliyah kembali ada di desa ini setelah adanya akhirussanah Madrasah Ainul Anwar yang pertama kali, yaitu pada Tahun 1987. Seorang kyai dari Parakan Temanggung bernama Muhaimin Gunardo menjadi pembicara dalam Akhirussanah ini. Tahun 1988 Ighfirli kembali sowan kerumah kyai Muhaimin Gunardo bersama Ihsan yang merupakan salah seorang tetangga Ighfirli. Sesampainya di rumah beliau mengamalkan. dari amalan keduanya menumbuhkan keinginan tetangganya. Khasbun Aziz dan Sugi mengikuti ajarn tarikat ini, kemudian ikut baiat. Dari kegiatan mujahadah yang di amalkan, banyak orang tertarik mengikuti amalnya tak jarang jam‟ah mengajak sanak saudara dan
70
kerabatnya, sehingga tarekat sadzaliyah dapat kembali berlangsung di desa Banyukuning.
2. Pokok-Pokok Ajaran Tarikat Sadzaliyah
a. Tidak menganjurkan kepada murid-muridnya untuk meninggalkan profesi dunia mereka.
b. Tidak mengabaikan dalam menjalankan syariat Islam.
c. Zuhud tidak berarti harus menjauhi dunia karena pada dasarnya zuhud adalah mengosongkan hati dari selain Tuhan. d. Tidak ada larangan bagi kaum salik untuk menjadi miliuner
yang kaya raya, asalkan hatinya tidak bergantung pada harta yang dimilikinya.
e. Berusaha merespons apa yang sedang mengancam kehidupan ummat, berusaha menjembatani antara kekeringan spiritual yang dialami oleh banyak orang yang hanya sibuk dengan urusan duniawi, dengan sikap pasif yang banyak dialami oleh para salik.
f. Tasawuf adalah latihan-latihan jiwa dalam rangka ibadah dan menempatkan diri sesuai dengan ketentuan Allah SWT. g. Ma‟rifat
3. Perilaku Sosial Masyarakat Yang Di Ajarkan Dalam Kegiatan Tarikat
71
b. Wara‟ adalah salah satu sifat untuk tidak terlalu terkait dengan keperluan dunia.
c. Tawadhu adalah sifat rendah hati, dan tidak sombong.
d. Zakat menurut istilah agama islam artinya” kadar harta yang tertentu yang diberikan kepada yang berhak menerimanya, dengan beberapa syarat.
Silaturrahmi berasal dari dua kata yaitu silahun dan rahim. Shilah artinya hubungan dan rahmi artinya kasih sayang, persaudaraan, Rahmad Allah ta‟ala.
B. Saran
Berdasarkan permasalahan yang peneliti bahas dalam skripsi ini yaitu mengenai Perilaku Sosial Anggota Jama‟ahtarikat Sadzaliayah Desa Banyukuning Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, maka peneliti hendak menampaikan saran:
1. Untuk Anggota Jama‟ah Tarikat Sadzaliayah
Tetap menjalankan ibadah ritual denagn baik, baik secara syariat atau pun jalan tarikat yang telah di tempuh. Tidak memisahkan antara syari‟at dengan tarikat. Namun menjalankan ibadah berdasarkan tingkatan yang telah mereka jalani. Mengikuti tarikat bukan hanya sekedar ikut-ikutan ataupun mengisi waktu senggang. Namun harus memahami antara orang yang hanya berpegangan pada jalur syaria‟at saja dan tanggung jawab mereka terhadap jalan yang ia tempuh.
72 2. Untuk Mursyid
Memberi pendidikan secara universal, baik pendidikan syari‟at yang menjadi pondasi seseorang dalam menjalankan ibadah mahdhohnya. Mursyid diharapkan tidak hanya mengenalkan tentang kebahagiaan akhirat saja, namun harus mengenalkan pada aspek lain yang fundamenta; dalam kehidupannya di dunia. Pendidikan tarikat yang merupakan tahapan lebih tinggi dalam mengenal Allah, memahami arti yang berada dalam syaria‟at secara lebih. Pendidikan Akhalak dan adab, baik akhlak terhadap Roobnya maupun terhadap sesama. Mengenalkan makna tarikat secara makna maupun contoh yang nyata.