• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Pratindakan

Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 02 Borongan Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Sekolah ini berdiri pada tahun 1972 dan berstatus negeri. Secara geografis SD Negeri 02 Borongan terletak di desa Jimus, Kelurahan Borongan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

SD Negeri 02 Borongan memiliki 6 runag kelas yaitu kelas I, kelas II, kelas III, kelas IV, kelas V, dan kelas VI. Bangunan lain diantaranya adalah 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru, 1 mushola, 1 ruang perpustakaan dan 1 ruang UKS, 1 kantin, tempat parkir, 2 kamar mandi siswa dan 1 kamar mandi guru. SD Negeri 02 Borongan juga memiliki halaman sekolah yang cukup luas yang bisa digunakan sebagai tempat upacara, olahraga, dan bermain siswa.

Kepala SD Negeri 02 Borongan saat ini adalah Bapak Sumardja, S.Pd personil ketenagaan di SD ini terdiri dari satu kepala sekolah, enam guru kelas, satu guru agama Islam, satu guru penjaskes, satu guru Bahasa Inggris, satu pegawai perpustakaan, dan satu penjaga sekolah. Semua personil sudah melaksanakan tugasnya dengan baik sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing sehingga semua kegiatan sekolah dapat berjalan dengan baik demi kemajuan di sekolah ini.

Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 02 Borongan, Polanharjo, Klaten. Lokasi kelas IV berada di antara kelas V dan Kelas VI kondisi kelasnya cukup baik. Pencahayaan dan siklus udaranya baik sehingga keadaannya nyaman jika digunakan untuk belajar. Kondisi meja dan kursi yang ada di kelas IV tergolong baik karena bersih dari coret-coretan. Dinding kelas banyak terdapat gambar-gamabr pahlawan. Namun, tidaj ada alat peraga atau alat peraga atau media untuk pembelajaran menulis deskripsi pada Bahasa Indonesia.

2. Deskripsi Kondisi Awal ( Prasiklus )

Sebelum melaksanakan tindakan, terlebih dahulu peneliti melaksanakan kegiatan survei awal dengan tujuan mengetahui keadaan nyata yang ada di lapangan.

Berdasarkan hasil wawancara sebelum adanya tindakan (lampiran 1) dengan guru

commit to user

yang dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Januari 2012, juga dengan siswa yang dilaksanakan pada hari Rabu, 15 Januari 2012, dapat diketahui pemahaman siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi menulis karangan deskripsi masih rendah. Keadaan seperti ini terjadi pada siswa kelas IV SD Negeri 02 Borongan. Siswa masih mengalami kesulitan karena guru belum mengupayakan media pembelajaran yang tepat dan menarik untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sehingga hasil yang diperoleh pun juga belum maksimal. Hal ini ditunjukkan pada nilai keterampilan menulis deskripsi siswa pada kondisi awal (lampiran 22) masih adanya 9 siswa atau sekitar 56,25% siswa yang nilainya belum dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70 dan hanya 7 siswa atau 43,75% siswa yang nilainya diatas batas KKM. Sedangkan rata-rata nilai kelas 65. Untuk mengatasi hal tersebut maka peneliti mengadakan penelitian di kelas IV dengan menggunakan media poster diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa.

Agar lebih jelas maka kondisi awal hasil belajar Keterampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas IV SD Negeri 02 Borongan dapat dilihat dari Tabel 4.1. dan Gambar 4.1.

Tabel 4.1. Daftar distributif nilai pra siklus menulis deskripsi siswa kelas IV SD 02 Borongan

No Interval Nilai

Frekuensi (fi)

Nilai Tengah

(xi) fi.xi Prosentase

(%) Ket.

1 48-54 4 51 204 25 BT

2 55-61 2 58 116 12,5 BT

3 62-68 3 65 195 18,75 BT

4 69-75 4 72 288 25 T

commit to user

5 76-82 3 79 237 18,75 T

Jumlah 16 1040 100

Nilai rata-rata = 1040 : 16 = 65

Ketuntasan klasikal = (7:16) x 100 % = 43,75%

Nilai Di bawah KKM = (9:16) x 100% = 56,25%

Nilai Tertinggi =80 Nilai Terendah = 48

Dari tabel nilai Bahasa Indonesia materi keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas IV SD Negeri 02 Borongan sebelum diadakan tindakan melalui penerapkan media poster, dapat disajikan dalam bentuk Grafik 4.1.

Gambar 4.1. Grafik Nilai Keterampilan Menulis Deskripsi Siswa Kelas IV SD Negeri 02 Borongan Kondisi Awal

Berdasarkan tabel 4.1 dan gambar 4.1 tentang nilai keterampilan menulis karangan deskripsi pada tahap pra siklus dan diperoleh nilai rata-rata kelas sebesar 65 dan pada gambar 4.1 yang ada grafik nilai menulis karangan deskripsi menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan nilai 48-54 sebanyak 4 siswa atau sebesar 25 %.

Siswa yang mendapatkan nilai 55-61 sebanyak 2 siswa atau sebesar 12,5 %. Siswa yang mendapatkan nilai 62-68 sebanyak 3 siswa atau sebesar 18,25 %. Siswa yang mendapatkan nilai 69-75 sebanyak 4 siswa atau sebesar 25%. Siswa yang

Nilai Awal

commit to user

mendapatkan nilai 76-82 sebanyak 3 siswa atau sebesar 18,25 %. Sehingga dapat dibuat tabel ketuntasan belajar siswa seperti tabel 4.2 sebagai berikut:

Tabel 4.2. Nilai Keterampilan Menulis Deskripsi Sebelum Tindakan

No Keterangan Sebelum Tindakan

1 Nilai terendah 48

2 Nilai tertinggi 80

3 Rata-rata kelas 65

4 Siswa belajar tuntas 43,75%

Dari hasil nilai keterampilan siswa dapat disimpulkan bahwa nilai keterampilan siswa kelas IV SD Negeri 02 Borongan dalam menulis deskripsi masih rendah.

Rendahnya nilai keterampilan siswa ini memerlukan suatu tindak lanjut agar tidak terus berlanjut. Alternatif pemecahan yang dilakukan yaitu denagn penggunaan media poster. Melalui penggunaan media ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis deskripsi.

B. Deskipsi Hasil Tindakan Setiap Siklus 1. Siklus I

Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Dimana setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan dan 4 tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan atau observasi, dan (4) refleksi. Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan

Informasi yang diperoleh dari data awal siswa sebagai subjek penelitian sebanyak 9 siswa dari 16 siswa mendapatkan nilai keterampilan menulis deskripsi dibawah 65, sehingga belum mencapai ketuntasan minimal yang telah ditetapkan yaitu 70. Selain itu, hasil wawancara dengan guru kelas menyatakan bahwa keterampilan menulis deskripsi siswa masih rendah. Oleh karena itu, perlu diadakan pembelajaran dengan media gambar poster untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam keterampilan menulis deskripsi.

commit to user

Tahap perencanaan ini dipersiapkan beberapa hal antara lain:

1) Mengidentifikasi masalah belajar siswa terutama dalam proses pembelajaran menulis dskripsi.

2) Mengkaji materi pembelajaran menulis kelas IV semester II dengan indikator:

Menjawab pertanyaan berdasarkan teks karangan, mengidentifikasi unsur-unsur karangan, dan menyimpulkan isi karangan.

3) Merumuskan rencana pembelajaran RPP siklus 1 terdapat pada (lampiran 19) 4) Merancang pelaksanaan kegiatan serta mempersiapkan sarana dan prasarana

yang digunakan untuk pembelajaran menulis deskripsi yang berupa: lembar pengamatan kinerja guru (lampiran 6), menyiapkan teks karangan deskripsi, menyiapkan tes formatif untuk penilaian hasil belajar. Kegiatan dirancang dan dikoordinasi dengan guru kelas IV sebagai observer.

b. Pelaksanaan Tindakan

Setelah rencana tindakan dibuat, dilanjutkan tindakan penelitian dengan melakukan pembelajaran bahasa Indonesia menulis deskripsi dengan media poster untuk meningkatkan hasil pembelajaran keterampilan menulis deskripsi.

Pelaksanaan siklus I ini dilaksanakan pada tanggal 25 dan 27 April 2012.

1) Pertemuan pertama

Pertemuan pertama pada pelajaran menulis yang diajarkan yaitu menulis deskripsi dengan indikator dapat menentukan tema, menyusun kerangka karangan. Sebagai kegiatan awal guru mengkondisikan kelas dan melakukan apersepsi.

Pada kegiatan inti:

a) Kegiatan Awal 1) Berdoa

2) Salam pembuka dan presensi 3) Mengondisikan kelas

4) Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa siapa yang pernah melihat poster?

5) Motivasi

commit to user

6) Orientasi

b) Eksplorasi

1) Guru menunjukkan contoh contoh karangan deskripsi 2) Guru menunjukkan gambar poster kepada siswa.

3) Guru menjelaskan kepada siswa tentang pengertian karangan deskripsi.

4) Guru melakukan Tanya jawab kepada siswa tentang langkah-langkah menulis karangan dskripsi menggunakan media poster.

c) Elaborasi

1) Guru menunjukkan gambar-gambar poster tentang membuang sampah sembarangan.

2) Guru membimbing siswa untuk menentukkan tema berdasarkan gambar poster yang telah ditunjukkan oleh guru.

3) Siswa diminta untuk membuat kerangka karangan berdasarkan gambar poster yang telah ditunjukkan oleh guru.

4) Konfirmasi

1) Siswa diberi kesempatan bertanya apabila terdapat materi yang belum dipahami.

2) Guru bersama-sama siswa membuat kesimpulan materi yang telah dipelajari

3) Guru memberikan pengutana kepada siswa.

Selanjutnya, guru memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru.

2) Pertemuan kedua

Pertemuan kedua guru memberikan pembelajaran dengan materi yang sama namun kegiatannya yang berbeda. Pertemuan kedua, guru melanjutkan kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama yaitu mengarang deskripsi dan bertanya jawab tentang tanda baca yang benar dalam kalimat. Sebagai kegiatan awal guru melakukan apersepsi tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya yaitu tentang karangan deskripsi dengan tujuan

commit to user

memberikan penguatan dan mengingat kembali pelajaran yang telah dilaksanakan.

Kegiatan intinya sebagai berikut:

a) Kegiata Awal 1) Berdoa

2) Salam pembuka dan presensi 3) Mengondisikan kelas

4) Apersepsi: Guru bertanya kepada siswa pengertian deskripsi.

5) Motivasi 6) Orientasi b) Eksplorasi

1) Siswa menyebutkan tanda baca yang ada dan mereka kenal.

2) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai penggunaan huruf kapital, tanda titik, tanda koma dalam kalimat

c) Elaborasi

3) Siswa diminta untuk mengeluarkan hasil pekerjaan berupa kerangka karangan pada pertemuan sebelumnya

4) Siswa dibimbing untuk mengembangkan kerangka karangan menjadi sebuah paragraf deskripsi yang baik sesuai dengan ejaan dan tanda baca yang benar.

5) Guru membimbing siswa untuk mengerjakan tugas.

6) Beberapa siswa maju ke depan untuk membacakan hasil karangan deskripsi yang telah dikerjakan.

d) Konfirmasi

7) Siswa bersama guru mengevaluasi hasil pekerjaan siswa yang maju.

8) Siswa yang aktif diberi penguatan baik lisan maupun hadiah.

9) Siswa yang belum aktif diberikan motivasi agar dapat berpartisipasi Kegiatan akhir diberikan penguatan materi dan siswa diajak membuat kesimpulan atas materi pembelajaran secara keseluruhan. Kemudian siswa mengerjakan evaluasi secara individu untuk mengetahui tingkat pemahaman

commit to user

siswa dan guru memberikan tugas kepada siswa untuk mepelajari tentang karangan anak lainnya.

Pertemuan 1 dan 2 di atas merupakan rangkaian kegiatan tindakan pada siklus I. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai keterampilan siswa dalam menulis deskripsi mengalami peningkatan yang cukup baik. Berdasarkan daftar nilai keterampilan menulis deskripsi siklus I ( lampiran 23 ) dapat dibuat tabel distributive frekuensi mengenai nilai keterampilan siswa dalam menulis deskripsi pada siklus I seperti tabel 4.3 sebagai berikut:

Tabel 4.3. Nilai Keterampilan Menulis Deskripsi Kelas IV SD Negeri 02 Borongan Siklus I

Jika dibuat menjadi sebuah grafik tentang hasil keterampilan siswa dalam menulis deskripsi pada siklus I maka akan menjadi bentuk grafik seperti pada gambar 4.2 berikut ini:.

commit to user

Gambar 4.2. Grafik Nilai Keterampilan Menulis Deskripsi Siklus I Tabel 4.3 dan gambar 4.2 dapat dijelaskan bahwa nilai keterampilan menulis deskripsi pada siklus 1 mencapai rata-rata klasikal sebesar 72 dengan nilai tertinggi 96 dan nilai terendah 53. Siswa yang memperoleh nilai 53-61 sebanyak 2 siswa atau 12,5%. Siswa yang memperoleh nilai 62-70 sebanyak 3 siswa atau 18,75%. Siswa yang memperoleh nilai 71-79 paling banyak yakni sebanyak 6 siswa atau 37,5%. Siswa yang memperoleh nilai 80-88 sebanyak 3 siswa atau 18,75%. Siswa yang memperoleh nilai Nilai 89-97 sebanyak 2 siswa 12,5%. Jumlah siswa yang memenuhi KKM sebanyak 10 siswa atau 62,5%. Kemudian data tentang nilai menulis deskripsi siklus I tersebut dapat dibuat tabel ketuntasan belajar siswa seperti tabel 4.4 berikut:

Tabel 4.4. Nilai Keterampilan Menulis Deskripsi Siklus I

No Keterangan Siklus I

1 Nilai terendah 53

commit to user

2 Nilai tertinggi 96

3 Rata-rata kelas 75

4 Siswa belajar tuntas 62,5 %

Data hasil perkembangan nilai siswa yang diambil dari tabel 4.1 yang berisi nilai hasil keterampilan menulis deskripsi sebelum tindakan dan tabel 4.3 yang berisi nilai hasil keterampilan menulis deskripsi siklus I dapat dibuat tabel perkembangan nilai siswa dan dapat dilihat pada tabel 4.5 sebagai berikut

Tabel 4.5. Peningkatan Nilai Keterampilan Menulis Deskripsi Sebelum Tindakan dan Siklus I

Keterangan Sebelum tindakan Siklus I

Nilai terendah 48 53

Nilai tertinggi 80 96

Rata- rata nilai 65 75

Ketuntasan Klasikal 43,75% 62,5 %

Tabel 4.5 yang berisi data mengenai perkembangan nilai keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas IV SD Negeri 02 Borongan, Polanharjo,Klaten sebelum dilaksanakan tindakan menggunkana media poster dan setelah dilaksanakan tindakan pada siklus I di depan, kemudian dapat digambarkan dalam grafik seperti pada gambar 4.3 sebagai berikut:

commit to user

Gambar 4.3. Grafik Peningkatan Nilai Keterampilan Menulis Deskripsi Sebelum Tindakan dan siklus I

c. Observasi

Pada tahap observasi dilaksanakan pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia tentang menulis deskripsi dengan menggunakan media poster. Observasi dilkasanakan dengan mengguakan lembar observasi.

Lembar observasi diarahkan pada poin-poin dalam pedoman yang telah dirumuskan oleh peneliti dan guru kelas. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai kesesuain pelaksanaan pembelajaran menggunkan media poster dengan Rencana Pelakanaan Pembelajaran ( RPP ) yang telah disusun serta untuk mengetahui seberapa besar pebelajaran dengan menggunakan media poster dapat menghasilkan peubahan pada keterampilan siswa dlam menulis deskripsi. Observasi dilakukan oleh guru kelas denga melakukan penilaian terhadap aktivitas siswa serta terhadap peneliti sebagai guru.

1) Kegiatan Siswa

Kegiatan siswa dalam pembelajaran doibservasi secara klasikal atau keseluruhan. Observasi dilakukan pada berbagai aspek seperti yang tercamtum pada (lampiran 12) dan ( lampiran 13) jika dibuat uraian

Nilai Terendah Nilai tertinggi Rata-rata Nilai Ketuntasan Maksimal

Pra Siklus Siklus

commit to user

a) Kedisplinan siswa mendapat nilai rata-rata 3,25 yang tergolong dalam kategori baik. Siswa sudah dating tepat waktu dan mematuhi tata tertib didalam kelas.

b) Perhatian siswa pada kegiatan pembelajaran mendapat nlai rata-rata 3 yang tergolong dalam kategori cukup baik.

Sebagaian besar siswa memperhatikan saat guru menyampaikan materi dan sudah memperhatikan saat guru memberikan insteruksi.

c) Keaktifaan siswa dalam pembelajaran mendapat nilai rata-rata 3,25 yang tergolong dalam kategori baik. Siswa aktif dalam memanfaatkan media pembelajaran dan siswa melaksanakan dengan baik kegiatan yang telah dirancang oleh guru.

d) Interaksi siswa yaitu siswa-guru dan siswa-siswa dalam kegiatan pembelajaran mendapat nilai rata-rata 3. Yang tergolong dalam kategori baik.

e) Kerjasama siswa dalam pembelajaran mendapat nilai rata-rata 3,5. Yang tergolong baik, siswa sudah dapat berdiskusi satu sama lain meskipun kadang-kadang berdebat antara satu sama lain.

f) Keberanian siswa mendapat nilai rata-rata 2,33. Sehingga tergolong cukup baik. Sebagaian besar siswa sudah berani menjawab pertanyaan yang diajukkan oleh guru secara bersama-sama ataupun sendiri, akan tetapi meeka jarang bertanya maupun berpendapat saat pembelajaran.

g) Kepatuhan dan kesungguhan siswa dalam mengikuti pembelajaran mendapat nilai rata-rata 3. Yang tergolong dalam kategori baik.

Rata-rata akhir hasil observasi kegiatan siswa pada siklus I adalah 3.05 sehingga tergolong dalam kategori baik. Hasil pengamatan terhadap siswa pada siklus I menunjukkan bahwa peran dan keikutsertaan siswa dalm proses pembelajaran sudah bertambah, meskipunada beberapa

commit to user

hal yang masih kurang. Seiring meningkatnya keaktifan siswa pada proses pembelajaran, diharapkan ada peningkatan keterampilan siswa dalam hal menulis deskripsi.

2) Kinerja Guru

Pada kegiatan pembelajaran, kinerja peneliti sebagai guru juga diobservasi untuk mengetahui kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran yang telah dirancang. Uraian hasil observasi kinerja guru pada siklus I seperti yang tercamtum pada (lampiran 6) dan (lampiran 7) adalah sebagai berikut:

a) Kegiatan pra pembelajaran yang mencakup salam dan doa, persiapan ruang, alat, media, dan melakukan absensi mendapat nilai rata-rata 3,67 . Yang tergolong baik.

b) Kinerja guru dalam mengelola kegiatan awal seperti melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan maupun melakukan orientasi mendapat nilai rata-rata 3. Yang termasuk dalam kategori baik.

c) Kinerja guru dalam melaksanakan kegiatan inti pembelajaran mendapat nilai rata-rata 3,27. Yang tergolong dalam kategori baik.

Pembelajaran sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan tujuan yang ingin dicapai, meskipun demikian ada beberapa hal yang masih kurang maksimal, misalnya dalam hal pengelolaan waktu dan melibatkan partisipasi aktif siswa dalam memanfaatkan waktu.

d) Kinerja guru dalam menghakiri kegiatan pembelajaran antara lain melakukan refleksi, penilaian akhir, dan pemberian tindak lanjut mendapat nilai rata-rata 3,17. Yang tergolong baik.

Rata-rata hasil observasi kinerja guru pada siklus I adalah 3,28 Sehingga tergolong dalam kategori baik. Hasil pengamatan terhadap kinerja peneliti sebagai guru pada siklus I menunjukkan bahwa guru sudah berusaha untuk melaksanakan kinerjanya dengan baik, meskipun pada pelaksanaanya masih ada beberapa hala yang perlu dibenahai.

Setelah melakukan pengamatan, dapat diketahui bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia tentang menulis deskripsi yang

commit to user

dilaksanakan dengan menggunakan media poster pada siklus I sudah berjalan dengan cukup baik.

d. Refleksi

Analisis hasil tindakan pada siklus I direflesikan sesuai dengan proses pembelajaran yang dilakukan. Data yang diperoleh melalui observasi dikumpulkan kemudian dianalisis. Berdaarkan hasil observasi ynag dilakukan selama proses pelaksanaan tindakan, peneliti melakukan refleksi sebagai berikut:

1) Seluruh siswa mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan menulis deskripsi. Hasil evaluasi rata-rata pada siklus I yaitu 75.

2) Berdasarkan hasil evluasi menulis deskripsi pada siklus I ini, siswa yang belum tuntas atau memperoleh nilai <70 ( KKM) ada 6 siswa at

10 siswa atau 62,5 %. Setelah melihat hasil analisa data perkembangan evaluasi siswa pada nilai awal sebelum tindakan dengan tes siklus I dapat disimpulkan bahwa presentasi hasil tes siswa yang tuntas naik 18, 75 %dengan nilai batas tuntas 70 ke atas, siswa yang tuntas belajar di siklus I sebesar 62,5 % yang semula pada pra siklus hanya terdapat 43,75% mencapai batas tuntas . Besarnya nilai terendah pada pra siklus sebesar 48 dan pada siklus I menjadi 53. Untuk nilai tertinggi terdapat kenaikan yaitu dari nilai 80 naik menjadi 96 dan nilai rata-rata kelas yang pada pra siklus sebesar 65 naik pada tes siklus I menjadi 75.

3) Meskipun terjadi peningkatan dalam nilai menulis deskripsi siswa, akan tetapi indikator kinerja yang diharapkna sebesar 80% atau 16 siswa yang mencapai batas tuntas sebesar 37.5% Belum tercapai.

Ketuntasan klasikal baru mencapai 62,5% atau baru 10 siswa anak saja yang telah tuntas atau memenuhi KKM. Masih terdapat beberapa kekurangan dalam pembelajaran yang perlu dicari solusinya. Permasalahanya tersebut antara lain:

commit to user

a) Keseriusan siswa mengikuti pembelajaran masih kurang. Hal ini bisa dilihat dari adanya beberapa siswa yang ramai sendiri saat pembelajaran berlangsung.

b) Beberapa siswa masih sulit untuk menentukan tema dari gambar poster.

c) Siswa cenderung meniru teman sebangku atau menulis seenaknya sendiri tanpa melihat gambar.

d) Sedangkan dalam hal keterampilan menulis deskripsi, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu: siswa kurang dapat menggunakan kalimat-kalimat yang baik dalam menulis deskripsi, siswa masih banyak menggunakan kalimat-kalimat bermakna langsung atau kalimat yang biasa;ada beberapa siswa mengunakan judul yang kurang sesuai dengan tema atau isi dari gambar poster; dan masih ditemui penulisan deskripsi dengan tata tulis yang kurang benar.

Berdasarkan analisis di atas, maka dapat disimpulkan refleksi dari kekerungan yang terdapat dalam proses pembelajaran , yaitu:

pembelajaran perlu dibuat lebih menarik lagi dengan memasukkan permainan atau kegiatan yang menarik minat siswa sehingga tidak ramai sendiri. Mendorong siswa untuk tidak malu-malu ketika membacakan hasil pekerjaan di depan kelas; dan memberikan penekanan atau pemberian penjelasan yang lebih pada bagian penggunaan kalimat, pemilihan judul, dan penulisan deskripsi dengan tata tulis deskripsi yang benar.

Berdasarkan hasil analisis dan refleksi di atas, tindakan yang dilakukan pada siklus I belaum mencapai indikator kinerja yang diharapkan penelitian dikatakan berhasil apabila indikator keberhasilan ketuntasan siswa mencapai 80%,namun pada tindakan siklus I ini baru mencapai 62,5%. Hasil yang diperoleh belum mencapai hasil yang maksimal karena masih ada siswa yang nilainya di bawah KKM dan

commit to user

masih ada hambatan pada pelaksanaan tindakan siklus I maka perlu adanya perbaiakan yang dilanjutkan pada penelitian siklus II.

2. Siklus II

Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Dimana setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan dan 4 tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan atau observasi, dan (4) refleksi. Adapun tahapan yang dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Perencanaan

Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa indikator ketercapaian belum tercapai. Oleh karena itu, penelitian ini dilanjutkan ke siklius II. Siklus II dilaksanakan dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan di siklus I. Hasil penelitian siklus I memang sudah meningkat, tetapi belum memenuhi indikator kinerja. Penelitian di siklus II dilaksanakan dengan indikator yang sama tetapi dengan tahapan yang sudah disempurnakan. Berikut perencanaan yang dilakukan:

1. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk pertemuan 1 dan pertemuan 2 siklus II. RPP siklus II (lihat lampiran 20).

2. Mempersiapkan lembar observasi seperti pada siklus I untuk mengamati kegiatan aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran. (lembar observasi pada lampiran 9, 10,15 dan 16) 3. Membuat lembar evaluasi sebagai alat untuk mengevaluasi hasil

belajar siswa.

4. Mempersiapkan perlengkapan media yang akan digunakan, yaitu:

menyiapkan LCD, gambar poster tentang larangan merokok, dan materi tentang karangan deskripsi yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap pelaksanaan ini dilakukan dengan mengadakan pembelajaran sesuai dengan tahap perencanaan yaitu dalam satu siklus ada 2 kali tatap muka (pertemuan) yang masing-masing 2 x 35 menit, sesuai skenario pembelajaran

commit to user

dan RPP yang disusun. Langkah kegiatan pembelajaran pada masing-masing pertemuan adalah sebagai berikut:

1) Pertemuan pertama

Pertemuan pertama dilaksanaan pada hari Selasa tanggal 15 Mei 2012.

Guru mengawali pembelajaran dengan berdoa bersama, mengabsen siswa serta mengkondisikan kelas dan memberikan apersepsi mengingat pelajaran sebelumnya dengan media poster.

a) Kegiatan Awal a) Berdoa

b) Salam pembuka dan presensi c) Mengkondisikan kelas

d)Apersepsi: Guru bertanya jawab kepada siswa siapa yang masih ingat pengertian deskripsi?

e) Motivasi f) Orientasi b) Eksplorasi

1) Guru menunjukkan contoh-contoh. gambar poster di depan kelas

2) Guru menunjukkan gambar poster kepada siswa yang berupa larangan merokok.

3) Guru menjelaskan kepada siswa tentang pengertian karangan deskripsi.

4) Guru melakukan Tanya jawab kepada siswa tentang langkah-langkah menulis karangan deskripsi

c) Elaborasi

1) Guru menunjukkan gambar poster tentang larangan merokok 2) Guru membimbing siswa untuk menentukkan tema

berdasarkan gambar poster yang telah ditunjukkan oleh guru.

berdasarkan gambar poster yang telah ditunjukkan oleh guru.