• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hubungan Antarsiklus

Peningkatan keterampilan menulis deskripsi pada siswa terlihat mulai dari nilai terendah siswa, nilai tertinggi, rata-rata kelas maupun persentase ketuntasan. Peningkatan dapat dilihat dengan membandingkan data-data sebelum diadakan tindakan, setelah tindakan siklus I, dan tindakan siklus II yang masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Peningkatan nilai hasil keterampilan menulis deskripsi seperti yang tercantum pada tabel 4.1 tentang nilai hasil keterampilan menulis deskripsi sebelum tindakan, tabel 4.3 tentang nilai hasil keterampilan menulis deskripsi siklus I, dan tabel 4.6 tentang nilai hasil keterampilan menulis deskripsi siklus II dapat disajika dalam bentuk tabel perbandingan antar siklus tabel 4.9 berikut ini:

commit to user

Tabel 4.9. Perbandingan Nilai Keterampilan Menulis Deskripsi Antarsiklus

No Ket KKM Nilai

Dari tabel 4.9 tentang perbandingan nilai keterampilan menulis deskripsi sebelum dan setelah tindakan tersebut dapat digambarkan grafik seperti pada gambar 4.6 berikut:

Gambar 4.6 Grafik Perbandingan Nilai Keterampilan Menulis Deskripsi Antar Siklus

Nilai Rata-rata keterampilan menulis Deskripsi pada siswa mengalami peningkatan antara sebelum diadakan tindakan dengan setelah diadakan siklus I dan II. Adapun rinciannya digambarkan pada tabel 4.10 berikut:

Nilai

commit to user

Tabel 4.10. Rata-rata Nilai Keterampilan Menulis Deskripsi Antar Siklus N

o Pelaksanaan Tindakan Kriteria Ketuntasan

Minimal (KKM) Rata-rata Nilai

1 Sebelum Tindakan 70 65

2 Siklus I 70 75

3 Siklus II 70 78

Dari tabel 4.10 tentang rata-rata nilai sebelum dan setelah tindakan dapat dilihat bahwa nilai rata-rata sebelum dilaksanakan tindakan adalah 65 pada siklus I nilai rata-rata meningkat menjadi 75, dan siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi

78. Peningkatan rata-rata nilai keterampilan menulis deskripsi dapat digambarkan ke dalam grafik seperti gambar 4.7 berikut:

Gambar 4.7. Grafik Rata-rata Keterampilan Menulis deskripsi Antar Siklus

Selain terdapat peningkatan pada nilai rata-rata kelas ketuntasan belajar secara klasikal siswa kelas IV SD Negeri 02 Borongan dalm menulis deskripsi juga semakin meningkat. Persentase ketuntasan klasikal pada hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 4.11 berikut ini:

Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II

commit to user

Tabel 4.11. Persentase Ketuntasan Klasikal Siswa Kelas IV SD Negeri 02 Borongan dalam Menulis Deskripsi

No Pelaksanaan Tindakan

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Persentase Ketuntasan

1 Sebelum Tindakan 70 43,75%

2 Siklus I 70 62,5%

3 Siklus II 70 87,5%

Dari tabel 4.11 tentang persentase ketuntasan klasikal sebelum dan setelah tindakan dapat dilihat bahwa persentase ketuntasan klasikal sebelum tindakan hanya 43,75%. Pada siklus I terdapat peningkatan persentase ketuntasan klasikal menjadi 62,5% dan pada siklus II semakin meningkat menjadi 87,5%.

Sehingga jika data-data tersebut dapat digambarkan ke dalam grafik menjadi seperti pada gambar 4.8 berikut

Gambar 4.8. Grafik Presentase ketuntasan Klasikal Menulis Deskripsi

Sebelum Tindakan Siklus I Siklus II

commit to user

Keterampilan menulis deskripsi pada siswa mengalami peningkatan dengan penggunaan media poster ( tercantum pada gambar 4.6 tentang perbandingan nilai keterampilan menulis deskripsi antar siklus). Setelah dilaksanakan tindakan berupa kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media poster pada siklus I dan siklus II, juga didapatkan peningkatan pada keaktifan siswa dan kinerja guru. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran, dapat dilihat adanya peningkatan keaktifan siswa dan kinerja guru dalam proses pembelajaran.

2. Kinerja Guru

Kinerja Guru dalam pembelajaran menulis deskripsi dinilai dengan menggunakan lembar observasi yang terdiri dari aspek (1) (Pra pembelajaran, (2) membuka pembelajaran, (3) kegiatan inti pembelajaran yang terdiri dari (a) penguasaan materi pelajaran, (b) pendekatan/strategi pembelajaran,(c) pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran, (d) pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa, (e) penilaian proses dan hasil , (f) penggunaan bahasa, (4) penutup.

Berikut adalah tabel 4.12 tentang perbandingan rata-rata hasil observasi kegiatan siswa secara klasikal serta kinerja guru untuk masing-masing siklus seperti pada (lampiran 6,7, 12 dan 13.)

Tabel 4.12. Perbandingan Nilai Rata-rata Hasil Observasi Aktivitas Siswa dan Kinerja Guru selama Pembelajaran Menulis Deskripsi

No Hal yang Diobservasi

Pembelajaran Siklus I Siklus II

1 Aktivitas siswa 3,05 3,51

2 Kinerja Guru 3,28 3,75

commit to user

Berdasarkan Tabel 4.12 tentang perbandingan nilai rata-rata hasil observasi siswa dan guru pada siklus I dan II dapat digambarkan dalam grafik seperti pada gambar berikut:

Gambar 4.9. Grafik Perbandingan Nilai Rata-rata Hasil Observasi Aktivitas Siswa dan Kinerja Guru selama Pembelajaran Menulis Deskripsi.

B. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

1 . Kondisi Awal

Kondisi keterampilan awal siswa dalam menulis deskripsi dapat digolongkan masih rendah. Seperti yang tercantum pada tabel 4.1 dan gambar 4.1, dapat dilihat perbandingan nilai siswa antara rentang nilai satu dengan yang lain.

3.05 3.28

3.51 3.75

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4

Aktivitas siswa Kinerja Guru

Siklus I Siklus II

commit to user

Siswa yang mendapat nilai antara 48-54 sebanyak 4 siswa atau persentasenya 25%.

Siswa yang mendapat nilai antara 55-61 sebanyak 2 siswa atau persentasenya 12,5%.

Siswa yang mendapat nilai antara62-68 sebanyak 3 siswa atau 18,75%.Siswa yang mendapat nilai antara 69-75 sebanyak 4 siswa atau 25%. Siswa yang mendapat nilai antara 76-82 sebanyak 3 siswa atau 18,75%. Seperti yang tercantum pada (lampiran 22).dapat diketahui bahwa siswa yang mendapat nilai dibawah 70 ( KKM ) sebanyak 9 siswa atau persentasenya 56,25%. Siswa yang mendapatkan nilai sama dengan atau di atas 70 yaitu sebanyak 7 siswa atau persentasenya 43,75%.

Setelah meninjau hasil analisis nilai hasil keterampilan siswa sebelum tindakan ada beberapa hal yang diketahui. Nilai rata-rata siswa dalam menulis deskripsi yaitu 65 dimana hasil tersebut masih di bawah KKM ( 70 ). Dari persentase ketuntasan secara klasikal juga masih rendah, yaitu 43,75 %.

2. Siklus I

Seperti yang terdapat pada tabel 4.3 dan gambar 4.2, dapat dilihat perbandingan nilai siswa antara rentang nilai satu dengan yang lain. Siswa yang mendapat nilai antara 53-61 sebanyak 2 siswa atau persentasenya 12,5 %. Siswa yang mendapat nilai antara 62-70 sebanyak 3 siswa atau persentasenya 18,75%. Siswa yang mendapat nilai antara 71-79 sebanyak 6 siswa atau persentasenya 37,5%. Siswa yang mendapat nilai antara 80-88 sebanyak 3 siswa atau persentasenya 18,75%.

Siswa yang mendapat nilai 89-97 sebanyak 2 siswa atau 12,5%.

Berdasarkan daftar nilai keterampilan menulis deskripsi siklus I (tecantum pada lampiran 24) dapat diketahui bahwa siswa yang mendapat nilai dibawah 70 (KKM) yaitu sebanyak 6 siswa atau persentasenya 37,5%. Siswa yang mendapatkan nilai sama dengan atau di atas 70 yaitu sebanyak 10 siswa atau 62,5%. Nilai rata-rata siswa pada siklus I yaitu 75. Jika dibandingkan dengan hasil yang didapatkan siswa sebelum tindakan maka pada siklus I ini sudah mengalami peningkatan.

Peningkatan hasil nilai siswa juga diikuti dengan aktivitas siswa serta kinerja guru yang baik. Hasil observasi aktivitas siswa diperoleh hasil niali rata-rata aktivitas siswa pada siklus I yaitu 3.05 sehingga tergolong dalam kategori baik.

Sedangkan nilai rata-rata kinerja peneliti sebagai guru pada siklus I yaiu 3,28 yang termasuk dalam kategori baik.

commit to user

3. Siklus II

Seperti yang terdapat pada tabel 4.6 dan gambar 4.4, dapat dilihat perbandingan nilai siswa antara rentang nilai satu dengan yang lain. Siswa yang mendapat nilai antara 60-66 sebanyak 2 siswa atau persentasennya 12 ,5%. Siswa yang mendapat nilai antara 66-73 sebanyak 2 siswa atau persentasennya 12,5%.

Siswa yang mendapat nilai antara 74-80 sebanyak 6 siswa atau persentasenya 37,5%.

Siswa yang mendapat nilai antara 81-87 sebanyak 2 siswa atau persentasennya 12,5%. Siswa yang mendapat nilai 88-94 sebanyak 4 siswa atau persentasenya 25%.

Berdasarkan daftar nilai keterampilan menulis deskripsi siklus II seperti yang tercantum dalam (lampiran 24) dapat diketahui bahwa siswa yang mendapat nilai dibawah 70 (KKM) yaitu sebanyak 2 siswa atau persentasenya 12,5%. Setelah melakukan wawncara dan pengamatan terhadap 2 siswa yang mendapat nilai dibawah KKM, dapat diketahui bahwa 2 siswa cenderung mengalami kesulitan dalm belajar yang ditandai pada kondisi awal, siklus I, dan siklus II. Penurunan tersebut diakibatkan karena siswa tersebut kurang bersungguh-sungguh pada saat pembelajaran siklus II. Kedua siswa tersebut yang belum mencapai KKM kemudian diberi pengarahan dan nesehat secara singkat. Siswa yang mendapatkan nilai sama dengan atau di atas 70 yaitu sebanyak 14 siswa atau persentasenya 87,5%. Nilai rata-rata kelas pada siklus II juga mengalami kenaikan yaitu menjadi 78 %.

Peningkatan hasil nilai siswa juga diikuti dengan aktivitas siswa serta kinerja guu yang baik. Hasil observasi aktivitas siswa diperoleh hasil niali rata-rata aktivitas siswa pada siklus II yaitu 3,51 yang termasuk katagori sangat baik.

Sedangkan nilai rata-rata kinerja peneliti sebagai guru pada siklus I yaitu 3,75 sehingga masuk ke dalam katagori sangat baik.

4. Hubungan Antarsiklus

Keterampilan menulis deskripsi pada siswa mengalami peningkatan dengan menggunakan media poster ( tercantum pada lampiran 25) siswa yang sebelumnya kurang berminat dalam kegiatan pembelajaran menulis deskripsi menjadi bersemangat untuk belajar, hal ini terjadi karena dukungan media pembelajaran yang menarik seperti yang dipaparkan oleh Denny Setiawan dkk (2011: 29) yaitu bahwa poster adalah bersifat persuasif yang

commit to user

artinya bermaksud menarik perhatian dengan menyatukan gambar, warna tulisan dan kata-kata. Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa ( tercantum pada lampiran 4) juga menyatakan bahwa mereka menyukai kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media poster.

Pembelajaran menulis deskripsi di kelas IV yaitu tentang menulis karangan deskripsi yang diajarkan dengan menggunakan media poster pelaksanaannya baik karena poster tersebut mempunyai manfat dalam pembelajaran ( Sudjana dan Rivai 2010: 56 ) manfaat poster tersebut dalam pembelajarn yaitu untuk motivasi, sebagai peringatan, dan pengalaman yang kreatif. Pada pembelajaran menulis deskripsi menggunakan media poster, materi menulis deskripsi ditampilkan dengan menarik, singkat, dan jelas.

Menarik karena disertai dengan gambar yang menarik perhatian siswa.

Singkat dan jelas karena langkah-langkah menulis deskripsi dan kata-kata kunci diuraikan dengan singkat tetapi mudah dipahami siswa.

Berdasarkan perbandingan nilai rata-rata hasil observasi aktivitas siswa dan kinerja guru pada gambar 4.9, dapat diketahui bahwa baik aktivitas siswa maupun kinerja guru pada masing-masing siklus mengalmi peningkatan yang cukup baik. Setelah melaksanakan tindakan penelitian dilakukan juga wawancara dengan guru kelas IV mengenai kegiatan pembelajaran yang dilakukan serta prediksi keberhasilannya. Berdasarkan hasil wawancara ( tercantum pada lampiran 2) guru kelas IV juga menyampaikan jika aktivitas siswa sudah mengalami banyak peningkatan dan peningktan keterampilan menulis deskripsi pada siswa itu mungkin terjadi. Penggunaan media poster untuk pembelajaran menulis deskripsi adalah langkah yang tepat karena dapat meningkatkan keteramplan menulis deskripsi pada siswa sesuai dengan hakikat manfaat media pembelajaran yang disampaikan oleh Hamalik dalam Azhar Arsyad ( 2011: 15 ) bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologi terhadap siswa.

commit to user

Berdasrkan hasil penilaian yang didapatkan,dapat diketahui bahwa penggunaan media poster dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas IV SD Negeri 02 Borongan Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten.

commit to user

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan yang telah dilakukan pada siklus I dan siklus II, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media poster dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi siswa kelas IV SD Negeri 02 Borongan tahun pelajaran 2011/2012. Peningkatan tersebut dapat dibuktikan dengan meningkatnya nilai keterampilan menulis deskripsi pada setiap siklus yang dilaksanakan. Pada tahap prasiklus nilai rata-rata keterampilan menulis deskripsi siswa yaitu 65% dengan persentase klasikal sebesar 43,75 % atau sebanyak 7 siswa. Pada siklus I nilai rata-rata keterampilan menulis deskripsi siswa mengalami peningkatan yaitu 75% dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 62,5% atau sebanyak 10 siswa. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata keterampilan menulis deskripsi siswa mengalami peningkatan kembali menjadi 78 dengan persentase ketuntasan kalsikal 87,5% atau sebanyak 14 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan ketuntasan klasikal dari tindakan pra siklus ke tindakan siklus I sebesar 18,75%, peningkatan ketuntasan klasikal dari tindakan siklus I ke tindakan siklus II sebesar 25%, dan penigkatan ketuntasan klasikal dari tindakan pra siklus ke tindakan siklus II sebesar 43,75%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media poster dapat digunakan untuk meningktakan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia pada kelas IV, khusunya pada pembelajaran keterampilan menulis deskripsi.

B. Implikasi

Pada penelitian ini, penerapan media poster pada pembelajaran keterampilan menulis deskripsi terdiri dari 2 siklus yang pada setiap siklusnya dilaksanakan sebanyak dua pertemuan. Dalam peaksanaan siklus tersebut terdapat empat tahapan yang dilakukan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaa tindakan, tahap observasi, dan tahap analisis dan refleksi. Keberhasilan yang

commit to user

didapatkan, berasal dari refleksi pada siklus yang telah dilaksanakan dan perencanaan yang matang untuk tindakan pada siklus selanjutnya.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, terbukti bahwa keteramplan menulis deskripsi dapat ditingkatkan melalui media poster. Sehubungan dengan hal tersebut, maka implikasi yang didapatkan dari penelitian yang telah dilaksanakan, antara lain:

1. Implikasi Teoritis

Penelitian ini mrnunjukkan bahwa penggunaan media poster dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SD Negeri 02 Borongan. Hal tersebut dapat ditinjau berdasarkan hal-hal berikut:

Pada saat penyampaian materi pembelajaran, pemilihan media yang tepat dapat membantu siswa untuk menguasai konsep maupun materi yang diberikan. Guru seharusnya bias memilih media yang sesuai dengan hierarki belajar para siswa. Pembelajaran yang dilakukan dengan media poster dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa karena pada media ini dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, sehingga ada antusiasme untuk mengikuti pembelajaran dan menerima materi yang disampaikan dengan baik, selain itu media poster juga melatih siswa untuk berfikir secara logis dan sistematis mengenai suatu topic dan membuat siswa lebih kreatif dalam menuangkan ide maupun gagasannya baik melalui tulisan atau ucapan.

2. Implikasi Praktis

Hasil penelitian ini, dapat digunakan oleh guru dalam menentukan media yang tepat pada saat melaksanakan pembelajaran khusunya pada pembelajaran bahasa Indonesia sehubungan dengn tujuan yang hendak dicapai oleh siska kelas IV SD Negeri 02 Borongan. Berdasarkan pada hasil pembahasan penelitian pada bab IV< maka penelitian ini juga dapat digunakan dan dikembangkan guru untuk melaksanakan pembelajaran keterampilan menulis karangan deskripsi atau digunakan guru untuk menghadapi permasalahan yang sejenis. Adanyan kendala yang dihadapi pada pembelajaran keterampilan menulis karangan deskripsi sebisa mungkin dapat diatasi, agar dapat

commit to user

mrnumbuhkanantusiasme dan motivasi dalam diri siswa serta tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

C, Saran

Berdasarkan simpulan dan implikasi hasil penelitian ada beberapa saran yang dapat digunakan untuk menyambungkan pemikiran bagi guru dalam meningkatkan keyerampilan menulis karangan deskripsi, di antaranya:

1. Bagi Siswa

Pada pelaksanaan pembelajaran, siswa seharusnya lebih aktif, kreatif, dan bisa mengembangkan ide maupun gagasannya baik berupa tulisan maupun lisan dan membaca teks atau buku-buku untuk memperbanyak kosakata sehingga dapat mengurangi kesulitan maupun kesalahan ketika menulis. Mengingat aspek yang harus dikuasai oleh siswa tidak hanya aspek kognitif saja melainkan juga aspek afektif dan psikomotor. Apabila ketiga aspek tersebut dikuasai, kualitas siswa pada proses pembelajaran dapat meningkat dengan baik.

2. Bagi Guru

a) Pemilihan media pembelajaran yang tepat berkaitan dengan materi yang akan diberikan oleh guru kepada siswa sangat penting, karena dengan media yang tepat sasaran dengan materi akan mempermudah siswa dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru serta memperlancar proses pembelajaran. Oleh karena itu hendaknya guru lebih selektif dalam menggunakan media pembelajaran yang akan digunakan.

b) Guru hendaknya lebih banyak memberikan latihan dalam pembelajaran menulis kepada siswa dengan menggunakan teknik, metode, maupun media pembelajaran yang bervariatif, menarik, dan menyenangkan agar siswa lebih termotivasi untuk belajar.

c) Sebaiknya ada tindak lanjut dari guru terhadap media poster agar diterapkan dalam pembelajaran kebahasaan, khususnya dalam pembelajaran menulis.

commit to user

3. Bagi Sekolah

Penerapan media disesuaikan dengan materi yang hendak disampaikan oleh guru agar siswa lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini dimaksudkan agar para siswa tidak cepat merasa bosan dan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan pemahaman materi siswa..

4. Bagi Peneliti Lain

Peneliti yang akan mengkaji permasalahan yang sama hendaknya dapat mengembangkan penelitian ini lebih mendalam lagi dan lebih mengupayakan teori yang berkaitan dengan media poster, mengingat kajian teori tentang media poster belum banyak berkembang. Kajian teori yang lebih mendalam dapat digunakan untuk memperbaiki kekurangan dalam penerapannya sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan keterampilan menulis karangan deskripsi agar dapat diperoleh hasil yang lebih baik.