BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.3 Deskripsi Profil Informan
Ahmad Hidayat adalah salah satu staf PR Satuan Komunikasi Korporat PLN Kantor Pusat. Ahmad Hidayat yang dikenal dengan nama panggilannya Ahmed lahir pada tanggal 24 April 1989. Beliau adalah salah satu lulusan S1 jurusan Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Bandung. Beliau mulai bergabung menjadi salah satu pegawai divisi public relations sejak tahun 2015 hingga sekarang.Beliau bekerja di bagian internal PR PLN yang menjaga hubungan antar pegawai juga melakukan publikasi yang bersifat internal.
Peneliti sudah pernah bertemu dan berkenalan disaat melakukan Praktek Kerja Lapangan pada bulan Juli 2016. Peneliti melihat beliau adalah seseorang
yang santai namun, sangat menguasai bidang pekerjannya yaitu sebagai salah satu staf public relations bagian eksternal. Selama peneliti melakukan praktek kerja lapangan di public relations Satuan Komunikasi Korporat PLN Kantor Pusat membangun hubungan yang baik dengan informan pertama ini. Sifatnya yang ramah dan menyambut baik para pemagang yang ada di kantor menjadikannya sebagai staf yang dikenal paling ramah dan supel. Beliau memiliki hubungan yang baik dengan wartawan, dan mengerti jalan kerja dengan wartawan media. Peneliti memilih Ahmed sebagai informan pertama dikarenakan rekomendasi dari staf lainnya dan juga beliau langsung menerima dan bersedia memberikan waktunya ditengah kesibukannya.
Saat ditemui untuk melakukan wawancara pada tanggal 27 Desember 2016 pada jam 13.00 WIB peneliti menunggu di depan ruang rapat yang dihadiri oleh beliau. Sekitar 3 menit kemudian, beliau keluar dari ruangan rapat menggunakan kemeja putih polos dengan celana berwarna coklat muda berjalan dengan sepatu kulit yang terlihat nyaman berjalan ke arah peneliti dan mulai bersalaman. Keramahan beliau mulai terlihat dengan menanyakan kabar peneliti setelah lama tidak berjumpa. Menanyakan kabar masing-masing adalah salah satu hal yang dilakukan sebelum memulai wawancara dengan beliau. Wawancara yang dilakukan selama 40 menit tersebut sangatlah berharga, peneliti banyak mendapatkan informasi penting dalam wawancara tersebut. Staf PR lainnya mengaku bahwa beliau adalah orang yang tepat untuk mengetahui informasi mengenai krisis yang terjadi pada awal bulan September 2016 itu. Saat peneliti melakukan wawancara, beliau dapat menjawab pertanyaan dengan santai dan lancar. Beliau adalah salah satu PR yang menangani krisis tersebut, sehingga dapat dipercaya sebagai informan yang memberikan informasi yang kredibel.
4.1.3.2 Informan Kedua
Sampurno Marnoto adalah pegawai PLN yang bekerja di bagian public relations Satuan Komunikasi Korporat PLN Kantor Pusat yang menjabat sebagai deputi manajer hubungan masyarakat. Sampurno Marnoto yang dikenal dengan panggilan Sam lahir pada tanggal 12 Agustus 2016. Beliau adalah alumni Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada. Informan kedua ini sudah menjadi bagian
PR PLN sejak tahun 1995 sampai sekarang. Peneliti mengenal informan kedua sejak memulai Praktek Kerja Lapangan pada bulan Juli 2016 lalu. Beliau sangat ramah, dan memberikan kepercayaan kepada peneliti untuk mengerjakan beberapa tugas seperti merekap data berita-berita di media mengenai PLN.
Peneliti memiliki hubungan yang baik dengan beliau. Beliau juga bersedia menceritakan kesehatannya kepada peneliti saat waktu senggang. Ia memiliki penyakit diabetes yang juga diderita oleh ibunda peneliti. Sejak berbagi pengalaman, beliau semakin ramah dan juga sering mengajak makan siang bersama staf lainnya untuk membangun hubungan yang lebih baik antara pemagang juga staf PR PLN. Keramahan yang ditunjukkan memberanikan diri peneliti untuk menjadikan beliau sebagai informan kedua untuk penelitian skripsi ini.
Peneliti menghubungi informan kedua melaui whatsapp meminta kesediaan beliau untuk memberikan beberapa informasi mengenai krisis pulsa listrikyang terjadi pada bulan September 2015 tersebut. Beliau menyambut hangat permintaan peneliti, seperti biasa ia juga menanyakan kabar dan kondisi kesehatan orangtua peneliti.
Tanggal 28 Desember 2016, tepatnya pukul 12:30 WIB peneliti sudah berada di ruang tunggu divisi PR. Peneliti menunggu sekitar satu jam setelah jadwal makan siang, beliau berjalan kearah peneliti dengan memakai kemeja batik berwarna coklat keemasan, dan juga menggunakan celana hitam yang kelihatan longer setelah bersalamaan beliau mempersilahkan peneliti untuk masuk ke ruangan beliau dan bersiap untuk melakukan wawancara. Wawancara tersebut berlangsung selama kurang lebih 60 menit, wawancara yang tergolong memakan waktu yang lama itu juga memberikan informasi-informasi yang berarti untuk skripsi peneliti. Peneliti dapat menilai bahwa informan kedua menjawab setiap pertanyaan dengan baik dan professional. Beliau juga termasuk salah satu yang menangani krisis mafia pulsa listrik tersebut, sehingga peneliti menilai bahwa informan kedua ini memberikan informasi yang kredibel.
4.1.3.3 Informan Ketiga
Dian Mandasari atau yang dikenal dengan panggilan Manda ini lahir di kota Semarang pada tanggal 21 Oktober 1991. Manda adalah salah satu alumni Hubungan Internasional di Universitas Diponegoro. Informan ketiga ini adalah seorang staf divisi PR sejak tahun 2015 hingga sekarang.Beliau bekerja di bagian eksternal PR PLN sehingga beliau berinteraksi langsung dengan media dan menjembatani antara PLN juga publik.
Beliau dikenal sebagai perempuan yang ramah dan periang dikarenakan beliau sering melakukan hal lucu yang membuat orang disekitarnya tertawa dan senang. Berdasarkan pengalaman peneliti saat melakukan Praktek Kerja Lapangan informan ketiga ini memiliki selera humor yang unik, beliau sangat menyukai musik dangdut dan bisa menari dangdut untuk menghibur ditengah kepenatan suasana kantor. Beliau mampu mengubah suasana sepi dan serius menjadi suasana yang nyaman dan menyenangkan.
Peneliti selama melaksanakan Praktek Kerja Lapangan, duduk disebelah beliau sehingga peneliti lebih banyak berkomunikasi dengan informan ketiga.
Beliau menceritakan banyak hal tentang pngalamannya selama dia berada di divisi public relations Satuan Komunikasi Korporat. Beliau mengaku bahwa banyaknya jobdesk tiap staf membuatnya lebih sering lembur namun, beliau tidak mengeluhkan hal tersebut dikarenakan ia mengerjakan yang sesuai dengan kemampuannya.
Pada saat peneliti melakukan wawancara dengan informan ketiga ini terlihat memakai baju atasan putih dipadukan dengan blazer warna hitam, celana kain hitam, sepasang sepatu high heels juga lengkap dengan ID Card PLN yang menggantung di leher menandakan seorang pekerja yang professional. Beliau berjalan menuju ruang tunggu divisi PR yang hanya dipergunakan untuk melayani dan bertemu para tamu yang berkepentingan dengan pegawai, menunjukkan senyum yang hangat dan juga keramahannya terlihat dari sapaan dan juga menanyakan kabar peneliti. Keramahannya adalah salah satu ciri khas beliau, sehingga membuat susasana yang nyaman selama wawancara berlangsung.
Wawancara yang berlangsung selama kurang lebih 20 menit juga sangat berarti bagi peneliti. Infomasi yang diberikan informan ketiga melengkapi informasi-informasi yang diberikan oleh informan pertama dan kedua. Alasan
peneliti memilih beliau menjadi informan ketiga dikarenakan beliau juga ikut dalam penanganan krisis mafia pulsa listrik tersebut, sehingga peneliti menganggap bahwa informasi yang diberikan adalah kredibel.
4.1.3.4 Informan Keempat
Hasti Triana Putri atau yang biasa dipanggil dengan Hasti lahir di kota Jakarta pada tanggal 4 Agustus 1989. Beliau adalah salah satu alumni S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia. Informan keempat ini adalah salah satu staf yang bekerja di divisi public relations PLN Kantor Pusat. Beliau sudah bekerja di divisi PR PLN sejak tahun 2014 sampai sekarang. Beliau bekerja di bagian internal dan eksternal PR sehingga beliau lebih mengenal banyak pegawai PLN seluruh Indonesia daripada staf PR PLN lainnya.Selain memiiki koneksi yang baik dengan antar pegawai beliau juga memiliki hubungan yang baik dengan para media, sehingga Kepala Satuan Komunikasi Korporat, I Made Suprateka menunjuk informan keempat untuk menjadi editor majalah internal perusahaan karena beliau dianggap memiliki pengetahuan yang cukup dalam bidang media sehingga dianggap mampu dalam membuat media sendiri dalam internal perusahaan.
Beliau sudah bekerja di divisi PR PLN sejak tahun 2014 sampai sekarang.
Beliau banyak melakukan komunikasi terutama dengan PR yang berada di unit-unit seluruh Indonesia. Hasti dikenal sebagai perempuan yang memiliki sifat pekerja keras, dapat terlihat saat peneliti melakukan Praktek Kerja Lapangan.
Beliau terlihat sangat sibuk mulai dari pagi hingga menjelang malam. Peneliti melihat bahwa kerja kerasnya tersebut membuahkan hasil yang baik. Beliau memiliki peranan yang penting dalam mengerjakan in house journal / majalah internal PLN. Nama Hasti sangat dikenal di kalangan PR unit terbukti saat peneliti juga pernah berkunjung di PR PLN Wilayah Sumatera Utara. Mereka mengenal Hasti dengan baik, dikarenakan permasalahan unit yang terjadi sering dikomunikasikan dengan beliau dan disampaikan kepada manajer public relations. Cantik, modis, pekerja keras sangat menggambarkan sosok Hasti Triana Putri yang dijadikan sebagai informan keempat penelitian ini.
Saat akan melakukan wawancara, beliau berjalan dengan menggunakan kemeja santai berwarna biru muda dan juga celana hitam yang memberikan kesan modis dan tetap terlihat profesional. Wawancara berlangsung selama kurang lebih 30 menit, dan beliau memberikan informasi yang juga melengkapi pernyataan informasi lainnya.
Gaya komunikasi yang ditunjukkan santai namun tetap dapat memberikan pesan yang singkat, padat dan jelas pada wawancara yang peneliti lakukan dengan beliau. Gaya komunikasi yang santai dapat dilihat saat beliau mempersilahkan peneliti duduk dengan santai dan tidak perlu tegang, beliau juga memberikan kesan santai pada saat wawancara berlangsung sehingga membuat peneliti dapat tetap memiliki focus yang baik kepada setiap informasi yang diiberikan oleh beliau.Peneliti memilih Hasti menjadi informan keempat dikarenakan beliau juga menjadi salah satu yang menangani krisis mafia pulsa listrik sehingga peneliti menganggap informasi yang diberikan adalah informasi yang kredibel.