Deskripsi Rancangan Proses Pembelajaran Menggunakan Pembelajaran

Dalam dokumen SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika (Halaman 79-89)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Rancangan Proses Pembelajaran Menggunakan Pembelajaran

Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti merancang persiapan penelitian yang meliputi mengurus surat ijin penelitian dan menyerahkannya ke sekolah, wawancara dan berdiskusi dengan guru mata pelajaran matematika kelasi X IPA, dan menyiapkan instrumen penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan tes tertulis kemampuan pemecahan masalah.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran matematika di SMA Sedes Sapientiae Jambu kemampuan siswa dalam memecahkan masalah masih kurang terutama pada materi trigonometri. Hal ini ditunjukkan juga pada tes awal yang peneliti lakukan terlebih dahulu di kelas XI SMA Sedes Sapientiae Jambu. Berdasarkan hasil tes tersebut dari semua siswa tidak ada siswa yang menjawab permasalahan yang telah diberikan dengan tepat. Pada tahap selanjutnya peneliti Menyusun rancangan pembelajaran secara daring melalui aplikasi WhatsApp yang akan dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan. Pembelajaran yang akan dilakukan menggunakan model Pembelajaran

Berbasis Masalah (PBM) dimana pembelajaran akan dimulai dengan memberikan masalah kepada siswa dan dari permasalahan tersebut siswa diminta untuk menemukan konsep matematika yaitu mengenai aturan sinus dan cosinus. Maka dari itu RPP yang dibuat menggunakan sintaks dari model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM). Lalu selanjutnya peneliti membuat Lembar Kerja siswa (LKS) yang terdiri dari LKS I-IV. LKS I membahas mengenai pembuktian aturan sinus dan luas segitiga, LKS II membahas penerapan konsep aturan sinus dan luas segitiga yang telah dibuktikan sebelumnya, LKS III membahas mengenai pembuktian aturan cosinus dan LKS IV membahas penerapan konsep aturan sinus yang telah dibuktikan sebelumnya. lalu peneliti juga menyusun tes tertulis yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah. Tes tertulis ini dibuat berdasarkan indikator yang telah dirumuskan saat merancang RPP. Setelah itu peneliti melakukan validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan tes tertulis kepada dosen pembimbing. Berikut merupakan rancangan proses pembelajaran dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah.

1. Pertemuan Pertama

a. Orientasi siswa pada masalah

Sebelum masuk pada masalah guru akan mengingatkan Kembali mengenai perbandingan trigonometri pada segitiga

siku-siku dengan cara bertanya kepada siswa apa saja perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku serta memberikan dua buah soal terkait perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku. Lalu setelah itu guru memberikan suatu permasalahan pada siswa yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari atau masalah kontekstual sebagai berikut.

Sebuah satelit televisi berada di antara kota A dan B. Jarak kota A dan kota B adalah 2400 km. Untuk mendapatkan sinyal yang maksimal dari satelit televisi tersebut, maka antena televisi yang terletak di kota A diatur menghadap satelit

tersebut dengan sudut elevasi 85°. Jika jarak dari satelit televisi ke kota B adalah 15000 km, tentukan:

a. Besar sudut elevasi yang harus diatur di kota B agar mendapatkan sinyal yang maksimal!

b. Jarak antara satelit televisi dengan kota A! Hitunglah luas segitiga yang terbentuk!

Guru mengantar masuk pada permasalahan tersebut dengan menggunakan materi yang sudah dipelajari oleh siswa sebelumnya, yaitu mengenai perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku. Tujuan dari pemberian permasalahan ini pada siswa yaitu untuk membuktikan aturan sinus dan luas segitiga dengan menggunakan definisi sinus. Usaha yang dilakukan oleh guru agar siswa mampu untuk memahami masalah yang diberikan yaitu meminta siswa untuk menggambarkan sketsa dari permasalahan tersebut lalu guru juga memancing siswa agar menemukan ide untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan

mengingatkan kembali siswa terkait materi garis tinggi pada segitiga dan perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku. b. Mengorganisasi siswa untuk belajar

Setelah siswa diberikan permasalahan untuk membuktikan aturan sinus dan luas segitiga dengan definisi sinus guru mengorganisasi atau menata siswa untuk mengerjakan secara individu. Siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang telah diberikan secara individu karena jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran ini hanya 10 siswa saja dan pembelajaran dilakukan secara daring. Jadi karena jumlah siswa tidak terlalu banyak maka dirasa tidak perlu dibagi menjadi beberapa kelompok, karena guru dapat membimbing setiap siswa dalam mecahkan masalah. Lalu alasan selanjutnya adalah pembelajaran dilakukan secara daring, maka dari itu akan lebih mudah menata siswa atau mengorganisasikan siswa untuk belajar dalam satu kelompok belajar saja. Selain itu jika siswa mengerjakan atau menyelesaikan masalah secara individu, pengalaman belajar siswa dalam memecahkan permasalahan tersebut akan lebih bermakna karena mereka dapat menemukan sendiri suatu konsep matematika.

c. Membimbing pengalaman individual/kelompok

Setelah siswa mulai memecahkan masalah yang diberikan guru akan membimbing proses pemecahan masalah yang

dilakukan oleh siswa secara individu. Dari masalah yang telah diberikan kesulitan yang mungkin akan dihadapi oleh siswa yaitu pada bagian bagaimana menggunakan perbandingan trigonometri pada segitiga sebarang. Lalu cara guru untuk mengatasi kesulitan tersebut yaitu dengan mengarahkan siswa untuk membuat garis tinggi pada segitiga sebarang tersebut sehingga akan terbentuk segitiga siku-siku. Cara guru untuk mengarahkan siswa yaitu memancing siswa dengan menanyakan apakah dari segitiga tersebut tidak dapat dibentuk suatu segitiga siku-siku. Setelah itu guru akan membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah tersebut sehingga siswa berhasil menemukan konsep aturan sinus dan luas segitiga dengan menggunakan definisi sinus.

d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Setelah siswa menyelesaikan masalah secara individu dengan bimbingan guru, beberapa siswa diminta untuk menyampaikan ide atau jawabannya dalam menemukan konsep aturan sinus dan luas segitiga. Guru memilih siswa yang memiliki jawaban yang dirasa kurang tepat dan siswa yang menjawab dengan tepat sehingga semua siswa dapat mengetahui jawaban yang tepat dan kurang tepat. Selain itu siswa yang mungkin menjawab kurang tepat dapat memperbaiki kesalahannya.

e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Setelah siswa menyelesaikan masalah yang diberikan dan beberapa siswa sudah menyampaikan hasil dari penyelesaian masalah tersebut guru mengevaluasi atau mengkoreksi jawaban siswa yang kurang tepat dan memberi tahu dimana letak kesalahannya serta meminta siswa untuk memperbaikinya dengan mengingatkan kembali materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Setelah siswa menyelesaikan masalah tersebut guru akan menyimpulkan dari kegiatan yang telah dilakukan oleh siswa yaitu siswa telah memperoleh atau membuktikan aturan sinus dan luas segitiga dari masalah kontekstual. Dalam menyimpulkan hasil dari kegiatan pada pertemuan pertama guru meminta siswa untuk mengutarakan atau menuliskan kesimpulan dari kegiatan pada pertemuan pertama lalu guru memberikan penguatan dari kesimpulan siswa tersebut.

2. Pertemuan Kedua

a. Orientasi siswa pada masalah

Pada pertemuan kedua ini guru memberikan suatu permasalahan pada siswa yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari atau masalah kontekstual terkait pembuktian aturan cosinus sebagai berikut.

Agung, Bona dan Cristo sedang bermain di sebuah taman yang mendatar. Pada situasi tertentu posisi Agung, Bona dan Cristo membentuk sebuah segitiga. Jarak antara Agung dan Bona adalah 10 m, jarak Agung dan Cristo adalah 8 m dan jarak Bona

dan Cristo adalah 12 m. tentukanlah besar setiap sudut pada segitiga tersebut!

Guru mengantar masuk pada permasalahan tersebut dengan menggunakan materi yang sudah dipelajari oleh siswa sebelumnya, yaitu mengenai Teorema Pythagoras dan perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku dengan menanyakan kepada siswa apakan masih ingat apa saja perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku dan Teorema Pythagoras. Tujuan dari pemberian permasalahan ini pada siswa yaitu untuk membuktikan aturan cosinus. Usaha yang dilakukan oleh guru agar siswa mampu untuk memahami masalah yang diberikan yaitu meminta siswa untuk menggambarkan sketsa dari permasalahan tersebut lalu guru juga memancing siswa agar menemukan ide untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan mengingatkan kembali siswa terkait materi garis tinggi pada segitiga seperti pada pertemuan pertama dengan cara memancing siswa dengan memberikan pertanyaan “bagaimana caranya supaya kalian bisa menggunakan teorema Pythagoras dan perbandingan trigonometri pada segitiga sebarang?”. Lalu siswa diminta untuk menyelesaikannya dengan menggunakan Teorema Pythagoras dan perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku.

Setelah siswa diberikan permasalahan untuk membuktikan aturan cosinus guru mengorganisasi atau menata siswa untuk mengerjakan secara individu. Seperti pada pertemuan pertama siswa diminta untuk menyelesaikan masalah yang telah diberikan secara individu karena jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran ini hanya 10 siswa saja dan pembelajaran dilakukan secara daring. Jadi karena jumlah siswa tidak terlalu banyak maka dirasa tidak perlu dibagi menjadi beberapa kelompok, karena guru dapat membimbing setiap siswa dalam memecahkan masalah. Lalu alasan selanjutnya adalah pembelajaran dilakukan secara daring, maka dari itu akan lebih mudah menata siswa atau mengorganisasikan siswa untuk belajar dalam satu kelompok belajar saja. Selain itu jika siswa mengerjakan atau menyelesaikan masalah secara individu, pengalaman belajar siswa dalam memecahkan permasalahan tersebut akan lebih bermakna karena mereka dapat menemukan sendiri suatu konsep matematika.

c. Membimbing pengalaman individual/kelompok

Setelah siswa mulai memecahkan masalah yang diberikan guru akan membimbing proses pemecahan masalah yang dilakukan oleh siswa secara individu. Dari masalah yang telah diberikan kesulitan yang mungkin akan dihadapi oleh siswa yaitu pada bagian penggunaan Teorema Pythagoras dan

perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku jika sudah dibuat garis tinggi pada segitiga tersebut. Lalu cara guru untuk mengatasi kesulitan tersebut yaitu dengan mengarahkan siswa dengan membuat garis tinggi pada segitiga sebarang tersebut sehingga akan terbentuk segitiga siku-siku. Cara guru untuk mengarahkan siswa dalam menggunakan Teorema Pythagoras dan perbandingan trigonometri pada segitiga tersebut. Setelah itu guru akan membimbing siswa dalam menyelesaikan masalah tersebut sehingga siswa berhasil menemukan konsep aturan cosinus.

d. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Setelah siswa menyelesaikan masalah secara individu dengan bimbingan guru, beberapa siswa diminta untuk menyampaikan ide atau jawabannya dalam menemukan konsep aturan cosinus. Sama seperti pertemuan pertama guru memilih siswa yang memiliki jawaban yang dirasa kurang tepat dan siswa yang menjawab dengan tepat sehingga semua siswa dapat mengetahui jawaban yang tepat dan kurang tepat. Selain itu siswa yang mungkin menjawab kurang tepat dapat memperbaiki kesalahannya.

e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Setelah siswa menyelesaikan masalah yang diberikan dan beberapa siswa sudah menyampaikan hasil dari penyelesaian

masalah tersebut guru mengevaluasi atau mengkoreksi jawaban siswa yang kurang tepat dan memberi tahu dimana letak kesalahannya serta meminta siswa untuk memperbaikinya dengan mengingatkan kembali materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Setelah siswa menyelesaikan masalah tersebut guru akan menyimpulkan dari kegiatan yang telah dilakukan oleh siswa yaitu siswa telah memperoleh atau membuktikan aturan cosinus dari masalah kontekstual. Dalam menyimpulkan hasil dari kegiatan pada pertemuan pertama guru meminta siswa untuk mengutarakan atau menuliskan kesimpulan dari kegiatan pada pertemuan pertama lalu guru memberikan penguatan dari kesimpulan siswa tersebut.

Berikut rincian kegiatan pengambilan data dalam penelitian ini.

Tabel 4. 1 Kegiatan Pelaksanaan Penelitian No Tanggal Waktu Kegiatan

1. Jumat, 22 Mei 2020 09.00-10.30 Melaksanakan kegiatan pembelajaran pertemuan pertama

2. Jumat, 22 Mei 2020 14.00-15.30 Melaksanakan kegiatan pembelajaran pertemuan kedua

3. Sabtu, 23 Mei 2020 10.00-11.30 Melaksanakan tes tertulis kemampuan pemecahan masalah

B. Deskripsi Proses Pembelajaran dengan Menggunakan Model

Dalam dokumen SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Matematika (Halaman 79-89)