BAB III METODE PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Siklus I
a. Perencanaan Siklus I
Perencanaan pelaksanaan tindakan dilakukan secara kolaboratif oleh peneliti sebagai pelaksana tindakan bersama dengan wali kelas sebagai observer. Pelaksanaan didesain sedemikian rupa dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan tetap mengacu pada pencapaian kompetensi dasar dan indikator-indikator tertentu dari
42
43
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah sebagai berikut:
1) Menelaah materi pelajaran IPS kelas V SD Negeri 35 Sangtempe.
2) Menentukan materi yang akan diajarkan pada pelaksanaan siklus I.
3) Menyiapkan daftar hadir murid.
4) Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran.
5) Menyiapkan buku sumber dan alat peraga.
6) Menyiapkan soal untuk evaluasi siklus I.
Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah murid dapat menyerap isi dan dapat memberikan tanggapan yang diperolehnya.
Berdasarkan tujuan pembelajaran yang dirumuskan maka diharapkan: 1) murid mampu menjelaskan masa penjajahan Belanda di Indonesia, 2) murid mampu menjelaskan pergerakan nasional Indonesia,3) murid mampu menjelaskan peranan sumpah pemuda 4) murid mampu menjelaskan pendudukan Jepang di Indonesia.
b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Kegiatan pelaksanaan tindakan mengacu pada perencanaan yang didesain dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Proses pembelajaran pendekatan keterampilan proses dilakukan dengan tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.
1) Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal ini guru mengecek kesiapan murid, ruang kelas, menciptakan suasana belajar menyenangkan dan memotivasi murid untuk
44
belajar melalui apersepsi dengan merangsang pengetahuan awal tentang materi yang akan dibahas sebagai pendahuluan sebelum memasuki inti pembelajaran. Selanjutnya guru menyampaikan pokok bahasan pembelajaran dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
2) Kegiatan Inti
Pada kegiatan ini murid dapat mengetahui peranan para tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui penerapan pendekatan keterampilan proses. Adapun aktivitas pada pembelajaran yaitu mengungkapkan pengetahuan awal murid dengan cara guru memberikan penjelasan secara singkat tentang materi pelajaran, kemudian guru mengorganisasikan murid dalam beberapa kelompok belajar. Setiap kelompok mengerjakan tugas yang telah diberikan dalam bentuk Lembar Kerja Murid (LKM).
Dalam mengerjakan tugas tersebut guru membimbing murid secara kelompok untuk mengamati, menggolongkan, menafsirkan, mengkomunikasikan, serta menyimpulkan.
Dari hasil kerja kelompok masing-masing kelompok diberi kesempatan membacakan hasil kerjanya di depan kelas kemudian kelompok lain menanggapi jawaban tersebut.
3) Kegiatan Akhir
Pada kegiatan akhir guru membimbing murid untuk menyimpulkan hasil dari proses-proses kegiatan pembelajaran yang mereka lakukan,
45
menyampaikan pesan-pesan moral dan memotivasi murid untuk giat belajar agar hasil belajarnya dapat meningkat.
c. Observasi Siklus I
Data kualitatif merupakan data sikap murid kelas V SD Negeri 35 Sangtempe Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang dalam mengikuti proses pembelajaran melalui penerapan pendekatan keterampilan proses.
Hasil pengamatan dicacat pada lembar observasi. Lembar observasi terdiri atas lembar observasi aktivitas murid selama melaksanakan proses pembelajaran dan lembar observasi aktivitas guru yang dilaksanakan pada siklus I.
Observasi terhadap kegiatan murid terangkum dalam hasil pengamatan observasi yang merupakan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti yang bertindak sebagai observer selama berlangsungnya penelitian.
1) Hasil Observasi Selama Proses Pembelajaran pada Siklus I
Data hasil observasi selama proses pelaksanaan siklus I tercermin pada lembar observasi di bawah ini:
Table 4.1 Distribusi Hasil Observasi Aktivitas Murid Siklus I
No Aspek Yang Diamati
Pertemuan
Rata-Rata
I II III
F % F % F % F %
1. Murid mengobservasi data atau informasi sesuai dengan materi
9 40,9 12 54,5 13 59,1 11,33 51,5 2. Murid menggolongkan masalah
berdasarkan data dan informasi awal yang diketahiu
11 50 13 59,1 16 72,7 13,33 60,6
3. Murid mengkomunikasikan melalui pengaplikasian
46
pemahaman dalam sikap dan tingkah laku dengan melakukan kegiatan bertanya, menjelaskan serta membuat laporan
11 50 15 68,2 14 63,6 13,33 60,6
4. Murid menafsirkan pemahaman
sementara yang diperoleh 7 31,8 10 45,5 12 54,5 9,67 43,95
Berdasarkan tabel observasi murid pada siklus I selanjutnya dapat dilihat pada grafik berikut:
Keterangan :
1. Murid mengobservasi data atau informasi sesuai dengan materi
2. Murid menggolongkan masalah berdasarkan data dan informasi awal yang diketahui
3. Murid mengkomunikasikan berdasarkan pengaplikasian pemahaman dalam sikap dan tingkah laku dengan melakukan kegiatan bertanya dan menjelaskan
4. Murid menafsirkan pemahaman sementera yang diperoleh 5. Murid yang aktif dalam kelompok
6. Murid yang membuat kesimpulan berdasarkan hasil dari proses kegiatan pembelajaran
Gambar 4.1 Grafik Distribusi Hasil Observasi Aktivitas Murid Siklus I
Aktifitas Murid
Murid
47
Berdasarkan hasil observasi siklus I. Pada aspek pertama pertemuan pertama, murid mengobservasi data atau informasi yang sesuai dengan materi adalah 9 murid dengan persentase 40,9%, pertemuan kedua 12 murid dengan persentase 54,5% dan pertemuan ketiga 13 murid dengan persentase 59,1%. Pada aspek kedua pertemuan pertama, murid menggolongkan masalah berdasarkan data dan informasi awal yang diketahui adalah 11 murid dengan persentase 50%, pertemuan kedua 13 murid dengan persentase 59,1% dan pertemuan ketiga 16 murid dengan persentase 72,7%. Pada aspek ketiga pertemuan pertama, murid mengkomunikasikan melalui pengaplikasian pemahamannya dalam sikap dan tingkah laku dengan melakukan kegiatan bertanya, menjelaskan, serta membuat laporan adalah 11 murid dengan persentase 50%, pertemuan kedua 15 murid dengan persentase 68,2% dan pertemuan ketiga 14 murid dengan persentase 63,6%.
Pada aspek keempat pertemuan pertama, murid menafsirkan pemahaman sementara yang diperoleh adalah 7 murid dengan persentase 31,8%, pertemuan kedua 10 murid dengan persentase 45,5% dan pertemuan ketiga 12 murid dengan persentase 54,5%. Pada aspek kelima pertemuan pertama, murid yang aktif dalam kelompok adalah 12 murid dengan persentase 54,5%, pertemuan kedua 14 murid dengan persentase 63,6% dan pertemuan ketiga 15 murid dengan persentase 68,2%. Pada aspek keenam pertemuan pertama, murid membuat kesimpulan berdasarkan hasil dari proses kegiatan pembelajaran adalah 13 murid
48
dengan persentase 59,1%, pertemuan kedua 11 murid dengan persentase 50% dan pertemuan ketiga 15 murid dengan persentase 68,2%.
2) Deskripsi Hasil Belajar Siklus I
Deskripsi secara kuantitatif hasil belajar Murid berdasarkan hasil belajar pada siklus I dapat dilihat dalam table di bawah ini:
Tabel 4.2 Distribusi Data Tes Hasil Belajar Murid Siklus I
Sumber : Data analisis hasil belajar IPS (lampiran 18)
Dari tabel di atas tampak bahwa dari 22 orang murid kelas V SD Negeri 35 Sangtempe kecamatan Curio Kabupaten Enrekang, skor rata-rata nilai Murid yang diperoleh adalah 60,40 dengan nilai tertinggi 80,00 dan nilai terendah 45,00 serta jumlah nilai 1329. Hal ini menujukkan bahwa tingkat kemampuan murid atau hasil belajar murid cukup bervariasi.
Apabila skor hasil belajar dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi pada tabel dan grafik berikut ini:
Statistik Nilai Statistik
Subjek 22
Skor Ideal 100,00
Skor Terendah 45,00
Skor Tertinggi 80,00
Skor Rata-rata 60,40
Jumlah Nilai 1329
49
Tabel 4.3 Analisis Data Berdasarkan Skala Lima Siklus I
Interval Kategori
Sumber : Olah data Tes Hasil Belajar Murid (Lampiran 20)
0
Gambar 4.2. Grafik Distribusi Frekuensi Kategori Hasil Belajar Murid Siklus I Berdasarkan tabel dan grafik di atas maka dapat ditemukan bahwa hasil observasi murid dengan penggunaaan pendekatan keterampilan proses pada siklus I berada dalam kategori rendah dengan skor rata-rata 60,40 dan KKM 65,00 dengan skor ideal 100.
50
Apabila hasil belajar murid pada siklus I dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.4 Deskripsi Ketuntasan Belajar Murid kelas IV SD Negeri 35 Sangtempe Kecamatan Curio kabupaten Enrekang
Sumber: Analisis data hasil tes Murid (Lampiran 19) Dari tabel di atas selanjutnya dapat dilihat pada grafik di bawah ini:
Gambar 4.3.Grafik Deskripsi Ketuntasan Belajar Murid Siklus I
Grafik di atas menunjukkan bahwa pada siklus I murid yang tuntas belajar hanya 7 orang dan yang tidak tuntas 15 orang, artinya masih banyak Murid yang memerlukan perbaikan, dalam hal ini akan diusahakan pada pembelajaran siklus II.
Standar KKM Kategori Frekuensi Persentase (%) 0 – 64
65 – 100
Tidak tuntas Tuntas
15 7
68 32
Jumlah 22 100
51
d. Refleksi Siklus I
Setelah diberikan tindakan berupa pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses, kejadian yang dapat dicatat selama proses pembelajaran berlangsung pada siklus I adalah murid masih menunjukkan kurang antusias dalam mengikuti pelajaran terutama dalam merespon materi yang disajikan. Apabila diajukan pertanyaan ada kecenderungan murid untuk menjawab pertanyaan secara serempak, dan pada saat pembahasan contoh latihan, murid yang aktif dan menjawab pertanyaan hanya terbatas pada murid yang pintar saja. Banyaknya murid yang enggan dan malu bertanya langsung pada guru jika ada materi yang belum dimengerti .
Hal ini berdampak pada hasil belajar murid yang tidak mencapai KKM. Oleh karena itu perlu upaya selanjutnya untuk perbaikan. Hasil refleksi tersebut menjadi dasar acuan dilanjutkannya pelaksanaan tindakan ke siklus II dengan mengupayakan perbaikan melalui penerapan pendekatan keterampilan proses.
Adapun upaya yang dilakukan, yaitu dengan membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, memberi tugas kelompok yang dicatat pada lembar kerja murid (LKM), tiap anggota dalam kelompok diberi tugas masing-masing agar semua murid dalam kelompok dapat aktif. Memberikan kesempatan pada murid untuk bertanya dan menjawab mengenai materi pelajaran. Guru melakukan tanya jawab pada awal pembelajaran dan melakukan tanya jawab pada saat pembelajaran
52
berlangsung dan pada tiap akhir pembelajaran. Memberi tugas untuk dikerjakan di rumah setiap selesai pembelajaran. Memberikan bimbingan khusus bagi murid yang nilainya tidak mencapai KKM. Pada akhir pembelajaran menyampaikan pesan moral dan memotivasi murid agar giat belajar.