• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

A. Hasil Penelitian

2. Deskripsi Siklus II

Langkah-langkah yang dilakukan dalam siklus II ini pada umumnya merupakan hasil refleksi siklus I, selanjutnya dikembangkan dan dimodifikasi tahapan-tahapan yang ada pada siklus I dengan beberapa perbaikan dan penambahan yang sesuai denagan kenyataan yang ada di lapangan.

Dalam siklus II ini guru memberikan perhatian dan pengarahan yang lebih kepada murid dalam proses pembelajaran, sehingga aktivitas murid diharapkan meningkat.

a. Perencanaan Siklus II

Pada tahap ini dirumuskan perencanaan siklus II sama dengan pelaksanaan siklus I dengan memperhatikan beberapa kesulitan yang dialami oleh murid pada siklus I.

Perencanaan pelaksanaan tindakan dilakukan secara kolaboratif oleh peneliti sebagai pelaksana tindakan bersama dengan wali kelas sebagai observer. Pelaksanaan didesain sedemikian rupa dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan tetap mengacu pada pencapaian kompetensi dasar dan indikator-indikator tertentu dari

53

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah sebagai berikut:

1) Menelaah materi pelajaran IPS kelas V SD Negeri 35 Sangtempe.

2) Menentukan materi yang akan diajarkan pada pelaksanaan siklus II.

3) Menyiapkan daftar hadir murid.

4) Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran.

5) Menyiapkan buku sumber.

6) Menyiapkan soal untuk evaluasi siklus II.

Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah murid dapat menyerap isi dan dapat memberikan tanggapan yang diperolehnya.

Berdasarkan tujuan pembelajaran yang dirumuskan maka diharapkan:

1) murid mampu menjelaskan masa penjajahan Belanda di Indonesia, 2) murid mampu menjelaskan pergerakan nasional Indonesia,3) murid mampu menjelaskan peranan sumpah pemuda 4) murid mampu menjelaskan pendudukan Jepang di Indonesia

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II

Kegiatan pelaksanaan tindakan mengacu pada perencanaan yang didesain dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Proses pembelajaran dengan penggunaan pendekatan keterampilan proses dilakukan dengan tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir.

54

1) Kegiatan Awal

Pada kegiatan awal ini guru mengecek kesiapan murid, ruang kelas, menciptakan suasana belajar menyenangkan dan memotivasi murid untuk belajar melalui apersepsi dengan merangsang pengetahuan awal tentang materi yang akan dibahas sebagai pendahuluan sebelum memasuki inti pembelajaran. Selanjutnya guru menyampaikan pokok bahasan pembelajaran dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

2) Kegiatan Inti

Pada kegiatan ini murid dapat mengetahui peranan para tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui penerapan pendekatan keterampilan proses. Adapun aktivitas pada pembelajaran yaitu mengungkapkan pengetahuan awal murid dengan cara guru memberikan penjelasan secara singkat tentang materi pelajaran, kemudian guru mengorganisasikan murid dalam beberapa kelompok belajar. Setiap kelompok mengerjakan tugas yang telah diberikan dalam bentuk Lembar Kerja Murid (LKM).

Dalam mengerjakan tugas tersebut guru membimbing murid secara kelompok untuk mengamati, menggolongkan, menafsirkan, mengkomunikasikan, serta menyimpulkan.

Dari hasil kerja kelompok masing-masing kelompok diberi kesempatan membacakan hasil kerjanya di depan kelas kemudian kelompok lain menanggapi jawaban tersebut.

55

3) Kegiatan Akhir

Pada kegiatan akhir guru membimbing murid untuk menyimpulkan hasil dari proses-proses kegiatan pembelajaran yang mereka lakukan, menyampaikan pesan-pesan moral dan memotivasi murid untuk giat belajar agar hasil belajarnya dapat meningkat.

c. Observasi Siklus II

Data kualitatif merupakan data sikap murid kelas V SD Negeri 35 Sangtempe Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang dalam mengikuti proses pembelajaran melalui penerapan pendekatan keterampilan proses.

Hasil pengamatan dicatat pada lembar observasi. Lembar observasi terdiri atas lembar observasi aktivitas murid selama melaksanakan proses pembelajaran dan lembar observasi aktivitas guru yang dilaksanakan pada siklus II.

Observasi terhadap kegiatan murid terangkum dalam hasil pengamatan observasi yang merupakan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti yang bertindak sebagai observer selama berlangsungnya penelitian.

1) Hasil Observasi Selama Proses Pembelajaran pada Siklus II

Data hasil observasi selama proses pelaksanaan siklus II tercermin pada lembar observasi berikut ini:

56

Tabel 4.5 Distribusi Hasil Observasi Aktivitas Murid Siklus II

No Aspek Yang Diamati

Pertemuan

Rata-Rata

I II III

F % F % F % F %

1. Murid mengobservasi data atau informasi sesuai dengan materi

16 72,7 19 86,4 19 86,4 18 81,8

2. Murid menggolongkan masalah berdasarkan data dan informasi awal yang diketahiu

15 68,2 17 72,3 19 86,4 17 77,3

3. Murid mengkomunikasikan melalui pengaplikasian pemahaman dalam sikap dan tingkah laku dengan melakukan kegiatan bertanya, menjelaskan serta membuat laporan

18 81,8 20 90,9 21 95,45 19, 67

89,4

4. Murid menafsirkan pemahaman

sementara yang diperoleh 16 72,7 18 81,8 20 90,9 18 81,8

Sumber: format observasi ceklist aktivitas murid siklus II (lampiran 15,16,17) Berdasarkan tabel observasi murid pada siklus II selanjutnya dapat dilihat pada grafik berikut:

57

Keterangan :

1. Murid mengobservasi data atau informasi sesuai dengan materi 2. Murid menggolongkan masalah berdasarkan data dan informasi awal

yang diketahui

3. Murid mengkomunikasikan berdasarkan pengaplikasian pemahaman dalam sikap dan tingkah laku dengan melakukan kegiatan bertanya dan menjelaskan

4. Murid menafsirkan pemahaman sementera yang diperoleh 5. Murid yang aktif dalam kelompok

6. Murid yang membuat kesimpulan berdasarkan hasil dari proses kegiatan pembelajaran

Gambar 4.4 Grafik Distribusi Hasil Observasi Aktivitas Murid Siklus II

Berdasarkan hasil observasi siklus II. Pada aspek pertama pertemuan pertama, murid mengobservasi data atau informasi yang sesuai dengan materi adalah 16 murid dengan persentase 72,7%, pertemuan kedua 19 murid dengan persentase 86,4% dan pertemuan ketiga 19 murid dengan persentase 86,4%. Pada aspek kedua pertemuan pertama, murid menggolongkan masalah berdasarkan data dan informasi awal yang diketahui adalah 15 murid dengan persentase 68,2%, pertemuan kedua 17 murid dengan persentase 72,3% dan pertemuan ketiga 19 murid dengan persentase 86,4%. Pada aspek ketiga pertemuan pertama, murid

Aktifitas Murid

Murid

58

mengkomunikasikan melalui pengaplikasian pemahamannya dalam sikap dan tingkah laku dengan melakukan kegiatan bertanya, menjelaskan, serta membuat laporan adalah 18 murid dengan persentase 81,8%, pertemuan kedua 20 murid dengan persentase 90,9% dan pertemuan ketiga 21 murid dengan persentase 95,45%.

Pada aspek keempat pertemuan pertama, murid menafsirkan pemahaman sementara yang diperoleh adalah 16 murid dengan persentase 72,7%, pertemuan kedua 18 murid dengan persentase 81,8% dan pertemuan ketiga 20 murid dengan persentase 90,9%. Pada aspek kelima pertemuan pertama, murid yang aktif dalam kelompok adalah 19 murid dengan persentase 86,4%, pertemuan kedua 21 murid dengan persentase 95,45% dan pertemuan ketiga 21 murid dengan persentase 95,45%. Pada aspek keenam pertemuan pertama, murid membuat kesimpulan berdasarkan hasil dari proses kegiatan pembelajaran adalah 20 murid dengan persentase 90,9%, pertemuan kedua 20 murid dengan persentase 90,9% dan pertemuan ketiga 22 murid dengan persentase 100%.

2) Deskripsi Hasil Belajar Siklus II

Deskripsi secara kuantitatif hasil belajar Murid berdasarkan hasil belajar pada siklus II dapat dilihat dalam table di bawah ini:

59

Tabel 4.6 Distribusi Data Tes Hasil Belajar Murid Siklus II

Sumber : Data analisis hasil belajar IPS (Lampiraan 18)

Dari tabel di atas tampak bahwa dari 22 orang Murid kelas IV SD Negeri 35 Sangtempe kecamatan Curio kabupaten Enrekang, skor rata-rata nilai Murid yang diperoleh adalah 83,27 dengan nilai tertinggi 95,00 dan nilai terendah 70,00 serta jumlah nilai 1832. Hal ini menujukkan bahwa tingkat kemampuan Murid atau hasil belajar Murid cukup bervariasi.

Apabila skor hasil belajar dikelompokkan ke dalam lima kategori , maka diperoleh distribusi frekuensi dan persentase pada tabel dan grafik di bawah ini:

Tabel 4.7 Analisis Data Berdasarkan Skala Lima Siklus II

Interval Kategori Jumlah (frekuensi)

Sumber: Data Analisis Hasil belajar Murid (Lampiran 20) Statistik Nilai Statistik

Subjek 22

Skor Ideal 100,00

Skor Terendah 70,00

Skor Tertinggi 95,00

Skor Rata-rata 83,27

Jumlah Nilai 1832

60

Gambar 4.5. Grafik Distribusi Frekuensi Kategori Hasil Belajar Murid Siklus II

Berdasarkan tabel dan grafik di atas maka dapat ditemukan bahwa hasil observasi murid dengan penggunaaan pendekatan keterampilan proses pada siklus II berada dalam kategori tinggi dengan skor rata-rata 83,27 dan KKM 65,00 dengan skor ideal 100.

Apabila hasil belajar Murid pada siklus II dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar Murid pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut :

Tabel 4.8 Deskripsi Ketuntasan Belajar Murid pada Siklus II

Sumber: Analisis data hasil tes Murid (Lampiran 19)

Standr KKM Kategori Frekuensi Persentase (%)

61

Dari tabel di atas selanjutnya dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Tuntas

Tidak Tuntas

0 5 10 15 20 25

Tuntas Tidak Tuntas

22

0

Tuntas Tidak Tuntas

Gambar 4.6.Grafik Deskripsi Ketuntasan Belajar Murid Siklus II

Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa persentase ketuntasan belajar Murid setelah diajar dengan penerapan pendekatan keterampilan proses sebesar 22 orang Murid termasuk dalam kategori tuntas, dengan kata lain semua Murid termasuk dalam kategori tuntas.

d. Refleksi Siklus II

Kegiatan pembelajaran pada siklus II tidak jauh berbeda dengan siklus I. Pada siklus II guru lebih terbuka dalam merespon pertanyaan murid dan lebih sigap dalam menyampaikan pengetahuan kepada murid sehingga dapat meningkatkan aktifitas murid dalam proses belajar. Hal ini ditandai dengan meningkatnya rasa ingin tahu murid tentang materi sehingga kemampuan murid dalam merespon dan memahami materi mengalami peningkatan.

62

Motivasi murid dalam belajar semakin baik , kemampuan bertanya dan menjawab pertanyaan juga mengalami peningkatan kualitas dan meningkatnya perhatian murid dalam menyimak penjelasan guru serta mampu menghargai dan bekerja sama dengan teman semakin terlihat dan berjalan dengan baik sangat membantu peningkatan hasil belajar murid.

Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar murid sudah dapat menyesuaikan diri dengan pembelajaran dengan penerapan pendekatan keterampilan proses yang diterapkan dalam belajar mengajar sampai akhir siklus.

Dokumen terkait