• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Verifikasi Hipotesis

1) Deskripsi Siklus I

Pada bagian ini akan dibahas tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada murid kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar selama penerapan model pembelajaran Make- A Match. Pembahasan yang dimaksud merupakan data kualitatif yang diperoleh dari lembar observasi murid yang dicatat oleh peneliti pada setiap pertemuan selama proses pembelajaran berlangsung dari tiap-tiap siklus.

Adapun perubahan-perubahan tersebut adalah:

Pertemuan Pertama

a. Perencanaan Tindakan siklus I pertemuan pertama

Materi pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus I adalah daur hidup hewan pokok bahasan tersebut diambil dari KTSP kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar. Perencanaan tersebut disusun dan dikembangkan oleh Peneliti serta

35

36

dikonsultasikan dengan guru kelas VI SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar.

Perencanaan siklus 1 dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan dengan alokasi waktu adalah 4 x 45 menit.

Tujuan pembelajaran pada materi daur hidup hewan adalah murid dapat menjelaskan daur hidup hewan disekitar kita beserta dengan contohnya dan murid dapat menjelaskan daur hidup beberapa hewan dilingkungan sekitar kita (daur hidup tanpa metamorfosis dan daur hidup dengan metamorphosis). Evaluasi yang diberikan adalah memberikan tes secara lisan dan tertulis. Secara lisan murid diberi pertanyaan tentang daur hidup hewan. Sedangkan secara tertulis diberi pertanyaan berdasarkan materi yang diajarkan yaitu daur hidup hewan. Sesuai dengan tahap-tahap pelaksanaan pembelajaran model pembelajaran Make- A Match, pelaksanaan tindakan dimulai dengan mempersiapkan pembelajaran. Dalam mempersiapkan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti adalah (1) Menelaah kurikulum KTSP kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar pada semester genap, (2) Membuat rencana pembelajaran untuk setiap pertemuan (3) Membuat media kartu yang berisi soal dan jawaban (5) Membuat instrument tes hasil belajar murid. Skor dasar diambil dari hasil tes pengetahuan awal dan nilai murid pada semester sebelumnya.

Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Make- A Match di kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar untuk tindakan siklus I

pertemuan I dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit pada tanggal 21 Maret 2012. Dalam pelaksanaan tindakan siklus I ini peneliti bertindak sebagai praktisi (guru) yang melaksanakan pembelajaran dan guru kelas IV bertindak sebagai observer. Proses pembelajaran dikelas IV dibagi menjadi 3 kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir pembelajaran.

37

b. Pelaksanaan Tindakan 1) Kegiatan awal

Pada kegiatan awal, guru memberi salam kepada murid, mengajak murid membaca do’a sebelum belajar, mengabsen murid dan memberi (penguatan) motivasi belajar.

2) Kegiatan inti

Pada tahap kegiatan inti untuk tindakan siklus I pertemuan pertama guru melaksanakan pembelajaran sebagai berikut:

Guru menyampaikan materi tentang daur hidup hewan tanpa metamorphosis misalnya ayam, kucing, kanguru selanjutnya guru menjelaskan langkah-langkah Make- A Match kemudian guru membagi murid kedalam 2 kelompok selanjunya

membagikan 6 kartu soal dan 6 kartu jawaban, guru memberikan kesempatan kepada setiap murid mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban), setiap murid mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point, setelah satu babak kartu dikocok lagi agar murid mendapatkan kartu yang berbeda dari sebelumnya.

3) Kegiatan Akhir

Pada tahap menarik kesimpulan, kegiatan yang dilakukan pada pembelajaran ini yaitu menyimpulkan materi pembelajaran. Selanjutnya guru mengadakan evaluasi yang bertujuan untuk mengecek apakah murid sudah benar-benar memahami materi pembelajaran. Guru memberiakn tes kepada seluruh murid sebagai akhir tindakan siklus I. Setelah membagikan tes kepada murid, guru

38

mempersilahkan kepada murid mengerjakan tes secara individu dan tidak diperkenankan bekerjasama.

Setelah beberapa waktu kemudian, menyatakan bahwa waktu untuk mengerjakan tes telah selesai, guru mengingatkan keadaan murid untuk mengecek kembali jawaban yang telah dikerjakan pada lembar jawaban yang dibagikan oleh guru, kemudian murid diminta mengumpulkan lembar jawabannya. Kemudian guru memberikan pesan-pesan moral, menutup pelajaran, dan melakukan refleksi

c. Hasil Observasi siklus I pertemuan pertama

Kegiatan observasi dalam pelaksanaan tindakan siklus I diamati oleh satu orang pengamat yaitu guru kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar. Siklus I pertemuan I dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit.

1) Hasil observasi guru

Berdasarkan hasil observasi guru yang dilakukan selama proses pelaksanaan tindakan pada siklus I pertemuan I dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit pada tanggal 21 Maret 2012 ada beberapa indikator penilaian pengamat melaporkan bahwa peneliti dalam pembelajaran tindakan siklus I pertemuan I dalam pelaksanaan pembelajaran masih ada beberapa indikator penilaian yang belum dilaksanakan yaitu:

a) Guru tidak memberi apersepsi tentang materi sebelumnya b) Guru tidak menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai c) Guru tidak menjelaskan langkah-langkah Make- A Matc

d) Guru tidak mengarahkan Setiap murid mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya

39

e) Guru tidak memberikan pengharagaan terhadap muri yang memiliki skor tertinggi

f) Guru tidak menyimpulkan materi

g) Guru tidak bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari dan disidkusikan

Indikator yang terlaksana dalam pembelajaran tindakan siklus I pertemuan pertama dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu:

a) Memberi salam kepada murid

b) Mengajak murid membaca do’a sebelum belajar c) Mengabsen murid

d) Guru menyampaikan materi tentang daur hidup hewan tanpa metamorphosis misalnya ayam, kucing, kanguru

e) Guru membagi murid atas 2 kelompok

f) Guru membagi 6 kartu soal dan 6 kartu jawaaban

g) Memberikan kesempatan kepada murid untuk memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang

h) Menutup pelajaran dengan doa 2) Hasil Observasi murid

Berdasarkan hasil observasi murid yang dilakukan pada kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar dengan menerapkan model pembelajaran Make- A Match pada siklus I pertemuan I dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit didapatkan data sebagai berikut:

40

Tabel 4.1 distribusi Frekuensi Aktifitas Murid pada Siklus I

No Kriteia Penilaian Pertemuan

I

F %

1 Murid yang memikirkan jawaban/soal dari

kartu yang dipegang 9 45

2 Murid yang dapat mencocokkan kartunya

sebelum batas waktu diberikan 9 45

3 Murid yang dapat mencocokkan kartunya

dengan benar 10 50

4 Murid yang tertib dalam proses

pembelajaran 10 50

Sumber:Hasil Lembar Obseravsi Murid, di Olah Dari Lampiran VI

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, diperoleh pada siklus I pertemuan I hanya 45%

atau 9 murid dari 20 orang jumlah murid secara keseluruhan, murid yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberikan pada pertemuan I hanya 45%

atau 9 murid dari 20 orang jumlah murid secara keseluruhan, murid yang dapat mencocokkan kartunya dengan benar pada pertemuan I hanya 50% atau 10 murid dari 20 orang jumlah murid secara keseluruhan, dan murid tertib dalam proses pembelajaran pada pertemuan I hanya 50% atau 10 murid dari 20 orang jumlah murid secara keseluruhan.

Dari hasil observasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas murid pada saat pelaksanaan proses pelaksanaan siklus pertama pertemuan pertama dengan penerapan model pembelajaran Make- A Match masih sangat rendah hal ini disebabkan karena guru kurang dalam mencampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, guru kurang menyampaikan materi, guru tidak memberi (penguatan)

41

motivasi belajar, guru tidak menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, guru tidak menjelaskan langkah-langkah pembelajaran, guru tidak mengarahkan Setiap murid mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya, guru tidak memberikan satu babak kartu dikocok lagi agar tiap murid mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, guru tidak memberikan pengharagaan terhadap muri yang memiliki skor tertinggi, guru tidak menyimpulkan materi, dan guru tidak bertanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari dan disidkusikan.

d. Refleksi siklus I pertemuan pertama

Pelaksanaan tindakan kegiatan siklus I difokuskan penerapan model pembelajaran Make- A Match dengan konsep daur hidup hewan. Untuk memperoleh data tentang pelaksanaan tindakan siklus I dilakukan pengamatan, tes, dan dokumentasi. Hasil pengamatan, tes, dan dokumentasi selama pelaksanaan tindakan dianalisis dan didiskusikan dengan pengamat sehingga diperoleh hal-hal sebagai berikut:

a) Pada kegiatan awal tidak memberikan apersepsi.

b) Pada kegiatan inti guru tidak memberikan satu babak dimana kartu dikocok lagi agar tiap murid mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnyadan tidak memberikan pengharagaan terhadap muri yang memiliki skor tertinggi. Selain itu murid juga masih merasa asing dengan proses pembelajaran penerapan model pembelajaran Make- A Match.

c) Kegiatan akhir, guru tidak melakukan tanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari dan disidkusikan setelah mengamati dalam mengerjakan soal yang diberikan maupun yang dibuat sendiri oleh murid masih

42

ditemukan murid yang belum sepenuhnya mengerti materi yang diajarkan sehingga murid dalam mengerjakan soal tes ditemukan juga beberapa murid yang belum memahami materi tersebut

Pertemuan kedua

a. Perencanaan tindakan siklus I pertemuan kedua

Perencanaan tindakan dimulai dengan mempersiapkan pembelajaran. Dalam mempersiapkan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti adalah (1) Membuat rencana pembelajaran untuk setiap pertemuan (3) Membuat media kartu yang berisi soal dan jawaban (5) Membuat instrument tes hasil belajar murid

Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Make- A Match di kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar untuk tindakan pada siklus I

pertemuan II dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit dengan alokasi waktu 2 x 45 menit. Dalam pelaksanaan tindakan siklus I ini peneliti bertindak sebagai praktisi (guru) yang melaksanakan pembelajaran dan guru kelas IV bertindak sebagai observer. Proses pembelajaran dikelas IV dibagi menjadi 3 kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir pembelajaran.

b. Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan kedua 1) Kegiatan awal

Pada kegiatan awal, guru memberi salam kepada murid, mengajak murid membaca do’a sebelum belajar, mengabsen murid dan memberi (penguatan) motivasi belajar.

2) Kegiatan inti

Pada tahap kegiatan inti untuk tindakan siklus I dengan melaksanakan dengan melalui 9 tahap yaitu Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai,

43

guru menyampaikan materi tentang daur hidup hewan tanpa metamorphosis misalnya ayam, kucing, kanguru, guru menjelaskan langkah-langkah Make- A Matc, guru membagi 2 kelompok, guru membagi 6 kartu soal dan 6 kartu jawaban, guru memberikan kesempatan kepada murid untuk memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang kemudian setiap murid mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban), setiap murid mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi point, setelah satu babak kartu dikocok lagi agar murid mendapatkan kartu yang berbeda dari sebelumnya, memberikan penghargaan terhadap murid yang memiliki skor tertinggi.

3) Kegiatan Akhir

Pada tahap menarik kesimpulan, kegiatan yang dilakukan pada pembelajaran ini yaitu menyimpulkan materi pembelajaran. Selanjutnya guru mengadakan evaluasi yang bertujuan untuk mengecek apakah murid sudah benar-benar memahami materi pembelajaran. Guru memberiakn tes kepada seluruh murid sebagai akhir tindakan siklus I. Setelah membagikan tes kepada murid, guru mempersilahkan kepada murid mengerjakan tes secara individu dan tidak diperkenankan bekerjasama.

Setelah beberapa waktu kemudian, menyatakan bahwa waktu untuk mengerjakan tes telah selesai, guru mengingatkan keadaan murid untuk mengecek kembali jawaban yang telah dikerjakan pada lembar jawaban yang dibagikan oleh guru, kemudian murid diminta mengumpulkan lembar jawabannya. Kemudian guru memberikan pesan-pesan moral, menutup pelajaran, dan melakukan refleksi

c. Hasil observasi siklus I pertemuan kedua

44

Berdasarkan hasil observasi guru yang dilakukan selama proses pelaksanaan tindakan pada siklus I pertemuan II dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit ada beberapa indikator penilaian yang belum dilaksanakan yaitu apat data sebagai berikut:

1) Hasil observasi guru

Berdasarkan hasil observasi guru pada saat proses pembelajaran dapat terlihat sebagai berikut:

a) Guru tidak memberi apersepsi tentang materi sebelumnya

b) Guru tidak memberikan satu babak dimana kartu dikocok lagi agar tiap murid mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya

c) Tidak memberikan pengharagaan terhadap muri yang memiliki skor tertinggi d) Guru tidak melakukan tanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi

yang telah dipelajari dan disidkusikan

Indikator yang terlaksana dalam pembelajaran tindakan siklus I dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu:

a) Memberi salam kepada murid

b) Mengajak murid membaca do’a sebelum belajar c) Mengabsen murid

d) Menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai

e) Guru menyampaikan materi tentang daur hidup hewan tanpa metamorphosis misalnya ayam, kucing, kanguru

f) Menjelaskan langkah-langkahMake- A Matc g) Guru membagi murid atas 2 kelompok h) Guru membagi kartu soal dan kartu jawaaban

45

i) Memberikan kesempatan kepada murid untuk memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang

j) Mengarahkan setiap murid mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya

k) Menyimpulkan materi pelajaran l) Menutup pelajaran dengan doa 2) Hasil observasi murid

Berdasarkan hasil observasi tersebut maka didapatkan hasil observasi murid pada siklus I pertemuan II dilaksanakan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit pada tanggal 28 Maret 2013.

Adapun hasil observasi murid selama proses pembelajaran siklus I dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.2 distribusi Frekuensi Aktifitas Murid pada Siklus I

No Kriteia Penilaian Pertemuan

II

F %

1 Murid yang memikirkan jawaban/soal dari

kartu yang dipegang 13 65

2 Murid yang dapat mencocokkan kartunya

sebelum batas waktu diberikan 12 60

3 Murid yang dapat mencocokkan kartunya

dengan benar 13 65

4 Murid yang tertib dalam proses pembelajaran 12 60 Sumber:Hasil Lembar Obseravsi Murid, di Olah Dari Lampiran VI

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, diperoleh pada siklus I pertemuan II, murid yang memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang pada pertemuan I hanya yaitu 65% atau 13 murid dari 20 orang jumlah murid secara keseluruhan, murid yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberikan pada pertemuan II

46

sebanyak 12% atau 60 murid dari 20 orang jumlah murid secara keseluruhan, murid yang dapat mencocokkan kartunya dengan benar pada pertemuan II 65% atau 13 murid dari 20 orang jumlah murid secara keseluruhan, dan murid tertib dalam proses pembelajaran pada pertemuan II sebanyak 12% atau 60 murid dari 20 orang jumlah murid secara keseluruhan.

Berdasarkan hasil observasi tersebut di atas disimpulkan bahwa pada siklus pertama pertemuan kedua sudah mengalami peningkatan dari pertemuan pertama.

Dalam proses pembelajaran pertemuan kedua ini peneliti memperbaiki kesalah-kesalah yang terjadi pada pertemuan pertama namun masih memerlukan perbaikan.

Hal ini terlihat banyaknya murid yang tidak dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberikan dalam proses pembelajaran berlangsung pada saat penerapan model pembelajaran Make- A Match.

d. Evaluasi Hasil Belajar siklus I

Pada akhir siklus I ini, diperoleh gambaran tentang hasil belajar IPA di kelas IV yang menjadi subjek penelitian dengan pokok bahasan konsep daur hidup hewan.

Tes akhir siklus ini diikuti oleh semua murid kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar yang berjumlah 20 orang. Adapun data nilai hasil tes murid pada tes akhir siklus I ini dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut ini:

Tabel 4.3. Statistik Hasil Tes Murid pada Siklus I

Statistik Nilai Statistik Sumber: Analisis data hasil tes murid, di olah dari lampiran VII

47

Tabel 4.3 diatas diperoleh informasi bahwa nilai rata-rata hasil belajar murid IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar setelah proses belajar mengajar dengan menerapka model pembelajaran Make- A Match yang dilaksanakan pada Siklus I adalah 67.00 dengan nilai ideal yang mungkin dicapai 100.

Sedangkan secara individual, nilai yang dicapai responden tersebar dari nilai terendah 45 dari nilai minimum ideal yang mungkin dicapai 0 sampai dengan nilai tertinggi 85 dari nilai ideal yang mungkin dicapai 100 dengan rentang nilai 40. Jika nilai penguasaan murid di atas dikelompokkan ke dalam lima kategori maka diperoleh distribusi frekuensi nilai seperti ditunjukkan pada Tabel 4.4 berikut ini.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi dan Persentase Nilai Hasil Belajar Murid kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar pada Siklus I

No Nilai Kategori Frekuensi Persen (%)

Sumber: Analisis data hasil tes murid, di olah dari lampiran VII

Berdasarkan tabel 4.4 di atas dapat dikemukakan bahwa dari 20 murid Kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar tidak terdapat murid yang masuk dalam kategori sangat tinggi, 15% masuk dalam kategori tinggi, 45% masuk dalam kategori sedang, 20% masuk dalam kategori rendah dan 20% masuk dalam kategori sangat rendah.

Nilai rata-rata hasil belajar murid yang diperoleh setelah proses belajar mengajar selama Siklus I berlangsung yaitu sebesar 67.00. Setelah dikategorisasikan

48

berdasarkan tabel di atas, mengetahui bahwa tingkat hasil belajar murid kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar berada ada kategori sedang.

Apabila tes hasil belajar murid pada Siklus I kemudian dikategorikan dalam kriteria ketuntasan minimum yang berlaku di SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar untuk mata pelajaran IPA konsep Daur Hidup Hewan maka diperoleh persentase ketuntasan belajar murid pada Siklus I seperti pada Tabel 4.5 berikut.

Tabel 4.5 Deskripsi Ketuntasan hasil Belajar murid kelas IV SD Inpres Kajenjeng Kota Makassar pada Siklus I

kriteria

Ketuntasan Kategori Frekuensi Persen (%) 0 – 64

Sumber: Analisis data hasil tes murid, di olah dari lampiran VII

Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa persentase ketuntasan belajar murid setelah diterapkannnya model pembelajaran Make- A Match sebesar 60% atau 12 orang murid dari 20 orang murid termasuk dalam kategori tuntas, dan 40% atau 8 orang murid dari 20 orang murid termasuk dalam kategori tidak tuntas.

Hal tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat 10 murid perlu perbaikan karena belum mencapai kriteria ketuntasan minimum yang ditetapkan yaitu 65.00.

e. Refleksi Siklus I pertemuan kedua

Pelaksanaan tindakan kegiatan siklus I pertemuan kedua difokuskan penerapan model pembelajaran Make- A Match dengan konsep daur hidup hewan.

Untuk memperoleh data tentang pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan kedua dilakukan pengamatan, tes, dan dokumentasi. Hasil pengamatan, tes, dan

49

dokumentasi selama pelaksanaan tindakan dianalisis dan didiskusikan dengan pengamat sehingga diperoleh hal-hal sebagai berikut:

a) Pada kegiatan awal tidak memberikan apersepsi.

b) Pada kegiatan inti guru tidak memberikan satu babak dimana kartu dikocok lagi agar tiap murid mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnyadan tidak memberikan pengharagaan terhadap muri yang memiliki skor tertinggi. Selain itu murid juga masih merasa asing dengan proses pembelajaran penerapan model pembelajaran Make- A Match.

c) Kegiatan akhir, guru tidak melakukan tanya jawab untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari dan disidkusikan setelah mengamati dalam mengerjakan soal yang diberikan maupun yang dibuat sendiri oleh murid masih ditemukan murid yang belum sepenuhnya mengerti materi yang diajarkan sehingga murid dalam mengerjakan soal tes ditemukan juga beberapa murid yang belum memahami materi tersebut

2. Deskripsi Siklus II

Dokumen terkait