Persentase Ketuntasan
2. Deskripsi Siklus II
Siklus kedua dilaksanakan setelah refleksi terhadap pelaksanaan siklus I. Siklus II pun dilaksanakan selama 3 kali pertemuan. Untuk lebih rincinya, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam penelitian ini diuraikan sebagai berikut:
a. Perencanaan
Setelah melakukan tindakan di siklus I, peneliti merefleksi hasil dari siklus I mengenai kekurangan-kekurangan yang terdapat di siklus I. Peneliti juga memperbaiki skenario unuk dilaksanakan pada siklus II. Sebelum melakukan tindakan di siklus II, peneliti menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Standar Kompetensi yang peneliti gunakan yaitu Memahami pecahan sederhana dan penggunaannya dalam pemecahan masalah. Sedangkan Kompetensi Dasar yang peneliti ingin capai yaitu Membandingkan pecahan sederhana.
Indikator yang ingin dicapai yaitu:
1) Pertemuan pertama, indikator yang peneliti ingin capai yaitu menyimpulkan hasil perbandingan pecahan sesuai gambar, menyimpulkan hasil perbandingan pecahan berdasarkan soal cerita.
menyimpulkan hasil perbandingan pecahan sesuai gambar, menyimpulkan gambar dan hasil perbandingan pecahan berdasarkan soal cerita.
3) Pertemuan ketiga, indikator yang peneliti ingin capai yaitu menyimpulkan hasil perbandingan pecahan sesuai gambar, menyimpulkan gambar dan hasil perbandingan pecahan berdasarkan soal cerita.
Siklus II direncanakan akan dilaksanakan selama tiga kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 16 Mei 2012, pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Mei 2012 dan pertemuan ketiga akan dilaksanakan pada hari Senin, 21 Mei 2012. Setiap pertemuan selama 2x35 menit (70 menit). Pada setiap pertemuan peneliti menyiapkan lembar observasi untuk ketiga observer bagi guru dan siswa. Selain itu peneliti juga lembar evaluasi dan dan pedoman wawancara untuk siswa kelas III. Observer pada pelaksanaan siklus II yaitu kepala sekolah, guru kelas IV, dan guru kelas VI.
b. Pelaksanaan Siklus II 1) Pertemuan I
Siklus dua pada pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu, 16 Mei 2012 dari pukul 07.50-09.00 WIB. Kegiatan awal selama ± 10 menit. Pada kegiatan awal guru mengucapkan salam, guru memimpin doa, mengecek kehadiran siswa, melakukan tes penjajagan, apersepsi dan acuan.
Kegiatan inti dilaksanakan selama ± 40 menit. Materi yang diajarkan tentang menyimpulkan hasil perbandingan pecahan sesuai gambar, menyimpulkan hasil perbandingan pecahan berdasarkan soal cerita. Kegiatan inti diawali dengan guru meminta siswa mempersiapkan bangun datar (persegi panjang atau lingkaran), siswa memperhatikan contoh pecahan menggunakan media bangun datar (persegi panjang dan
lingkaran) yang ditunjukkan guru. Siswa mempraktikkan 2 pecahan sederhana menggunakan media bangun datar (lingkaran), yaitu: a) siswa membagi lingkaran menjadi empat bagian sama besar, kemudian satu bagian diberi warna, b) siswa membagi lingkaran menjadi dua bagian sama besar, kemudian satu bagian diberi warna. Selanjutnya siswa membuat pecahan dan menggunakan persegi panjang, yaitu: a) siswa membagi persegi panjang menjadi 3 bagian sama besar, kemudian 1 bagian diberi warna, b) siswa membagi persegi panjang menjadi 3 bagian sama besar, kemudian 2 bagian diberi warna. Ketika menggambar pecahan, banyak siswa yang tidak memperhatikan arahan guru kalau menggambar pecahannya harus sama besar. Jadi, banyak siswa yang menggambar bagian pecahannya tidak sama besar. Siswa menyimpulkan hasil perbandingan pecahan sesuai gambar dan soal cerita pecahan. Ketika menyimpulkan hasil perbandingan pecahan, banyak siswa yang kebingungan karena gambar bagian pecahannya tidak sama besar. Guru menanggapi jawaban siswa, yaitu kesesuaian antara nilai pecahan dan gambar yang telah dibuat, siswa bersama guru membahas hasil pekerjaan siswa tentang pecahan sederhana. Guru hanya fokus menanggapi hasil pekerjaan siswa yang keliru dalam menyimpulkan hasil perbandingan pecahan, siswa yang lain tidak ditanggapi oleh guru.
Setelah kegiatan inti berakhir, dilanjutkan dengan kegiatan akhir ± 20 menit. Pada kegiatan akhir siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Siswa bersama guru menyimpulkan materi pelajaran. Siswa mencatat hal-hal yang penting dari guru. Guru membagikan lembar evaluasi untuk dikerjakan oleh siswa. Guru mengakhiri kegiatan dengan mengucapkan salam.
2) Pertemuan II
Pelaksanaan pertemuan kedua pada hari Sabtu, 19 Mei 2012 yang dimulai pada pukul 07.15-08.25 WIB. Kegiatan Awal dilaksanakan selama ± 10 menit. Pada kegiatan awal terdiri dari guru mengucapkan
commit to user
penjajagan, apersepsi, dan acuan.
Kegiatan inti dilaksanakan selama ± 40 menit. Materi yang diajarkan tentang menyimpulkan hasil perbandingan pecahan sesuai gambar, menyimpulkan gambar dan hasil perbandingan pecahan berdasarkan soal cerita. Kegiatan inti diawali dengan guru meminta siswa mempersiapkan bangun datar (persegi panjang atau lingkaran), siswa memperhatikan contoh pecahan menggunakan media bangun datar (persegi panjang dan lingkaran) yang ditunjukkan guru. Siswa mempraktikkan contoh pecahan sederhana menggunakan media bangun datar (lingkaran dan persegi panjang), yaitu: siswa membagi persegi panjang menjadi tujuh bagian sama besar kemudian tiga bagian diberi warna. Siswa menyelesaikan soal cerita pecahan sederhana menggunakan media bangun datar (lingkaran), yaitu: siswa membagi lingkaran menjadi 6 bagian sama besar, kemudian 1 bagian diberi warna. Ketika menggambar pecahan, masih ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan arahan guru kalau menggambar pecahannya harus sama besar. Siswa menyimpulkan hasil perbandingan pecahan sesuai gambar dan soal cerita pecahan. Ketika menyimpulkan hasil perbandingan pecahan, beberapa siswa masih kebingungan karena gambar bagian pecahannya tidak sama besar. Guru menanggapi jawaban siswa, yaitu kesesuaian antara nilai pecahan dan gambar yang telah dibuat, siswa bersama guru membahas hasil pekerjaan siswa tentang pecahan sederhana. Guru menanggapi hasil pekerjaan siswa yang keliru dalam menyimpulkan hasil perbandingan pecahan dan juga sudah memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menyimpulkan hasil perbandingan pecahan dengan tepat, tetapi belum semua siswa ditanggapi oleh guru.
Pada kegiatan akhir selama ±20 menit siswa diberi kesempatan untuk menuliskan materi yang disampaikan oleh guru. Siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas. Guru membagikan lembar evaluasi pada setiap siswa untuk dikerjakan.
3) Pertemuan III
Pertemuan ketiga pada siklus II dilaksanakan pada hari Senin, 21 Mei 2012. Waktu pelaksanaan mulai pukul 07.50-09.00 WIB. Kegiatan awal selama ±10 menit. Pelaksanaan kegiatan awal terdiri dari guru mengucapkan salam, berdoa, mengecek kehadiran siswa, melakukan tes penjajagan, apersepsi, dan acuan.
Kegiatan inti dilaksanankan selama ± 40 menit seperti yang direncanakan. Pada kegiatan inti guru bersama siswa mempersiapkan bangun datar (persegi panjang atau lingkaran), siswa membagi lingkaran menjadi delapan bagian sama besar, kemudian dua bagian diberi warna, siswa membagi persegi panjang menjadi 7 bagian sama besar, kemudian 4 bagian diberi warna. Siswa menyelesaikan soal cerita pecahan menggunakan persegi panjang, yaitu siswa membuat pecahan . Siswa membagi persegi panjang menjadi 3 bagian sama besar kemudian 2 bagian diberi warna, selanjutnya siswa membagi persegi panjang menjadi 4 bagian sama besar kemudian 3 bagian diberi warna. Siswa menyimpulkan hasil perbandingan pecahan berdasarkan gambar. Siswa menyimpulkan hasil perbandingan pecahan berdasarkan soal cerita. Guru menanggapi jawaban siswa, yaitu kesesuaian antara nilai pecahan dan gambar yang telah dibuat, serta jawaban siswa atas soal cerita pecahan sederhana, siswa bersama guru membahas hasil pekerjaan siswa tentang pecahan sederhana. Beberapa siswa masih belum ikut aktif dalam membahas hasil pekerjaan siswa. Ketika menggambar pecahan, sebagian besar siswa sudah menggambar bagian pecahan dengan sama besar, tetapi ada beberapa siswa yang menggambar pecahan antara yang satu dengan lainnya tidak sama besar sehingga keliru saat menyimpulkan hasil perbandingannya.
Setelah kegiatan inti berakhir dilanjutkan dengan kegiatan akhir selama ± 20 menit. Pada kegiatan akhir siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum jelas dan mencatat hal-hal yang penting dari materi yang disampaikan. Guru dan siswa menyimpulkan materi
commit to user
dikerjakan oleh siswa. Siswa mengerjakan lembar evaluasi.
c. Hasil Observasi 1) Pertemuan I
Hasil observasi yang diperoleh dari ketiga observer dalam pembelajaran bilangan pecahan menggunakan media bangun datar adalah sebagai berikut:
a) Penggunaan Media Bangun Datar bagi Guru dalam Pembelajaran Bilangan Pecahan
Pada pertemuan I siklus II kegiatan pembelajaran guru juga diamati dan dinilai oleh observer. Berikut ini adalah rata-rata hasil obervasi guru pada siklus II pertemuan I.
Tabel 4.14. Hasil Observasi Guru Siklus II Pertemuan I
Observer Nilai Observasi Keterangan
1 2,9 Cukup Baik
2 3,0 Cukup Baik
3 2,9 Cukup Baik
Rata-rata 2,93 Cukup Baik
Berdasarkan hasil observasi, rata-rata observasi kegiatan pembelajaran guru mulai meningkat pada pertemuan I siklus II yaitu 2,93 dengan kategori cukup baik. Penggunaan media bangun datar oleh guru dalam pembelajaran bilangan pecahan cukup baik. Guru cukup baik dalam memberikan pengertian kepada siswa tentang bilangan pecahan. Namun, guru masih kurang dalam menumbuhkan semangat belajar siswa sehingga sebagian besar siswa masih dibimbing guru. Hasil selengkapnya pada lampiran 10 halaman 189.
b) Penggunaan Media Bangun Datar bagi Siswa dalam Pembelajaran Bilangan Pecahan
Kegiatan pembelajaran bilangan pecahan menggunakan media bangun datar bagi siswa diperoleh melalui observasi. Berikut ini adalah hasil analisis observasi tentang penggunaan media bangun datar bagi siswa dalam pembelajaran bilangan pecahan.
Kegiatan pembelajaran siswa juga diamati dan dinilai oleh tiga observer. Berikut ini adalah rata-rata hasil obervasi siswa pada siklus II pertemuan I.
Tabel 4.15. Hasil Observasi Siswa Siklus II Pertemuan I
Observer Nilai Observasi Keterangan
1 3,0 Cukup Baik
2 2,9 Cukup Baik
3 2,9 Cukup Baik
Rata-rata 2,93 Cukup Baik
Berdasarkan hasil observasi, rata-rata hasil observasi siswa yang diperoleh dari tiga observer pada pertemuan I siklus II mulai meningkat yaitu 2,93 dengan kategori cukup baik. Siswa dapat menggunakan media bangun datar dengan baik, tetapi siswa kurang mandiri dalam belajar. Sebagian besar siswa masih mendapat arahan oleh guru dalam praktik membuat pecahan menggunakan media bangun datar. Hasil selengkapnya pada lampiran 11 halaman 190.
Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, guru cukup jelas dalam menjelaskan materi bilangan pecahan. Siswa menyukai pembelajaran bilangan pecahan menggunakan media bangun datar. Siswa dapat menggunakan media bangun datar dengan cukup baik. Ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam menyimpulkan perbandingan pecahan jika tidak dibimbing guru.
a) Penggunaan Media Bangun Datar bagi Guru dalam Pembelajaran Bilangan Pecahan
Pada pertemuan II siklus II kegiatan pembelajaran guru juga diamati dan dinilai oleh observer. Berikut ini adalah rata-rata hasil obervasi guru pada siklus II pertemuan II.
Tabel 4.16. Hasil Observasi Guru Siklus II Pertemuan II
Observer Nilai Observasi Keterangan
1 3,0 Cukup Baik
2 2,9 Cukup Baik
3 2,9 Cukup Baik
Rata-rata 2,93 Cukup Baik
Berdasarkan hasil observasi, kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah cukup baik. Hasil rata-rata observasi kegiatan pembelajaran guru pada pertemuan II siklus II sama sendan siklus II pertemuan I yaitu 2,93 dengan kategori cukup baik karena walaupun siswa mulai belajar mandiri dan guru cukup baik dalam menumbuhkan semangat belajar siswa, tetapi beberapa siswa masih mendapat bimbingan guru.. Hasil selengkapnya pada lampiran 10 halaman 189.
b) Penggunaan Media Bangun Datar bagi Siswa dalam Pembelajaran Bilangan Pecahan
Kegiatan pembelajaran bilangan pecahan menggunakan media bangun datar bagi siswa diperoleh melalui observasi. Berikut ini adalah hasil analisis observasi tentang penggunaan media bangun datara bagi siswa dalam pembelajaran bilangan pecahan.
Kegiatan pembelajaran siswa juga diamati dan dinilai oleh tiga observer. Berikut ini adalah rata-rata hasil obervasi siswa pada siklus II pertemuan II.
Tabel 4.17. Hasil Observasi Siswa Siklus II Pertemuan II
Observer Nilai Observasi Keterangan
1 3,0 Cukup Baik
2 3,0 Cukup Baik
3 2,9 Cukup Baik
Rata-rata 2,97 Cukup Baik
Berdasarkan hasil observasi, rata-rata hasil observasi yang diperoleh dari tiga observer pada pertemuan II siklus II adalah 2,97 dengan kategori cukup baik meningkat dari siklus II pertemuan I karena siswa sudah memperhatikan penjelasan guru tentang bilangan pecahan dengan cukup baik. Siswa juga mulai terbiasa menggunakan media bangun datar dalam pembelajaran bilangan pecahan tanpa bimbingan guru. Hasil selengkapnya pada lampiran 11 halaman 190.
Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, guru cukup jelas dalam menjelaskan materi bilangan pecahan. Siswa menyukai pembelajaran bilangan pecahan menggunakan media bangun datar. Siswa dapat menggunakan media bangun datar dengan cukup baik. Beberapa siswa mengalami kesulitan dalam menyimpulkan perbandingan pecahan berdasarkan soal cerita pecahan jika tidak dibimbing guru.
3) Pertemuan III
a) Penggunaan Media Bangun Datar bagi Guru dalam Pembelajaran Bilangan Pecahan
Pada pertemuan III siklus II kegiatan pembelajaran guru juga diamati dan dinilai oleh observer. Berikut ini adalah rata-rata hasil obervasi guru pada siklus II pertemuan III.
Observer Nilai Observasi Keterangan
1 3,0 Cukup Baik
2 3,0 Cukup Baik
3 2,9 Cukup Baik
Rata-rata 2,97 Cukup Baik
Berdasarkan hasil observasi, rata-rata observasi kegiatan pembelajaran guru pada pertemuan III siklus II adalah 2,97 dengan kategori cukup baik meningkat dari siklus II pertemuan II karena kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah cukup baik. Guru cukup baik dalam menumbuhkan semangat belajar siswa. Selain itu, siswa juga sudah belajar dengan cukup mandiri. Hasil selengkapnya pada lampiran 10 halaman 189.
b) Penggunaan Media Bangun Datar bagi Siswa dalam Pembelajaran Bilangan Pecahan
Kegiatan pembelajaran bilangan pecahan menggunakan media bangun datar bagi siswa diperoleh melalui observasi. Berikut ini adalah hasil analisis observasi tentang penggunaan media bangun datara bagi siswa dalam pembelajaran bilangan pecahan. Kegiatan pembelajaran siswa juga diamati dan dinilai oleh tiga observer. Berikut ini adalah rata-rata hasil obervasi siswa pada siklus II pertemuan III.
Tabel 4.19. Hasil Observasi Siswa Siklus II Pertemuan III
Observer Nilai Observasi Keterangan
1 3,0 Cukup Baik
2 3,0 Cukup Baik
3 2,9 Cukup Baik
Rata-rata 2,97 Cukup Baik
Berdasarkan hasil observasi, rata-rata hasil observasi yang diperoleh dari tiga observer pada pertemuan III siklus II adalah 2,97
dengan kategori cukup baik sama dengan siklus II pertemuan II karena walaupun siswa memperhatikan penjelasan guru tentang bilangan pecahan dengan baik, tetapi siswa masih belajar dengan cukup semangat dan mandiri. Hasil selengkapnya pada lampiran 11 halaman 190.
Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa, guru cukup jelas dalam menjelaskan materi bilangan pecahan. Siswa menyukai pembelajaran bilangan pecahan menggunakan media bangun datar. Siswa dapat menggunakan media bangun datar dengan cukup baik. Beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam menyimpulkan perbandingan pecahan jika tidak dibimbing guru.
Berdasarkan hasil observasi penggunaan media bangun datar bagi guru siklus II pertemuan I, II, dan III pada pembelajaran bilangan pecahan siswa kelas III SD Negeri Banjarsari diperoleh rata-rata sebagai berikut:
Tabel 4.20. Nilai Rata-rata Observasi Guru Siklus II Pertemuan Nilai Rata-rata Observer
Rata-rata Keterangan
1 2 3
1 2,9 3,0 2,9 2,93 Cukup baik
2 3,0 2,9 2,9 2,93 Cukup baik
3 3,0 3,0 2,9 2,97 Cukup baik
Rata-rata 2,97 2,97 2,9 2,95 Cukup baik
Berdasarkan tabel 4.20., guru telah melakukan kegiatan pembelajaran bilangan pecahan menggunakan media bangun datar dengan cukup baik. Rata-rata hasil observasi kegiatan pembelajaran guru adalah 2,95 dengan kategori cukup baik.
Berdasarkan hasil observasi penggunaan media bangun datar bagi siswa siklus II pertemuan I, II, dan III pada pembelajaran bilangan pecahan siswa kelas III SD Negeri Banjarsari diperoleh rata-rata sebagai berikut
Pertemuan Nilai Observer Rata-rata Keterangan 1 2 3 1 3,0 2,9 2,9 2,93 Cukup baik 2 3,0 3,0 2,9 2,97 Cukup baik 3 3,0 3,0 2,9 2,97 Cukup baik
Rata-rata 2,93 2,97 2,97 2,96 Cukup baik
Berdasarkan tabel 4.21., siswa telah melakukan kegiatan pembelajaran bilangan pecahan menggunakan media bangun datar dengan cukup baik. Rata-rata hasil observasi kegiatan pembelajaran guru adalah 2,96 dengan kategori cukup baik.
d. Hasil Tes Pemahaman Bilangan Pecahan Siswa
Tes hasil belajar untuk mengetahui pemahaman bilangan pecahan kelas III SD Negeri Banjarsari melalui evaluasi pada setiap pertemuan. Evaluasi dilakukan secara tertulis. Adapun hasil nilai tes belajar siswa siklus II terdiri atas nilai pada pertemuan I, pertemuan II dan pertemuan III yang ditunjukkan dengan tabel dan diagram sebagai berikut:
1) Pertemuan I
Hasil belajar siklus II pertemuan pertama diperoleh seperti pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.22. Hasil Tes Pemahaman Bilangan Pecahan Siklus II Pertemuan I
No. Absen Nilai (x) Keterangan
1 80 2 60 3 80 4 100 5 80 Tuntas = 62,5% 6 80 Belum Tuntas = 37,5% 7 40 8 40 9 60 10 20 11 80 12 100 13 80 14 60 15 60 16 40 17 80 18 100 19 100 20 80 21 80 22 100 23 80 24 80 Rata-rata 1760 : 24 = 73,33
Pada pertemuan pertama di siklus II hasil tes belajar seperti pada tabel 4.22. terdapat 37,5% (9 siswa) yang belum mencapai target. Sedangkan yang sudah mencapai target baru 62,5% (15 siswa). Rata-rata pada pertemuan pertama di siklus II baru mencapai 72,5. Hasil selengkapnya terdapat pada lampiran 15 halaman 196.
Berdasarkan tabel 4.10., di bawah ini adalah diagram persentase ketuntasan pada siklus II pertemuan pertama:
Gambar 4. 6. Diagram Persentase Ketuntasan Pemahaman Bilangan Pecahan Siklus II Pertemuan I
2) Pertemuan II
Hasil rata-rata tes pemahaman bilangan pecahan siklus II pertemuan kedua sebagai berikut:
Tabel 4.23. Rata-rata Tes Pemahaman Bilangan Pecahan Siklus II Pertemuan II
No. Absen Nilai Keterangan
1 80 2 80 3 80 4 80 5 80 Tuntas = 75% 6 60 Belum Tuntas = 25% 7 80 8 60 9 60 10 80 11 100 12 100 13 100 14 60 15 100 16 60 17 80 18 100 19 100 20 80 21 80 22 100 23 60 24 80 Rata-rata 1940 : 24 = 81 Ketuntasan Persentase Belum Tuntas
commit to user
Berdasarkan tabel 4.23., hasil belajar yang diperoleh pada pertemuan kedua di siklus II rata-ratanya mencapai 81. Siswa yang sudah
m siswa) dan yang belum
mendapatkan nilai 70 sebanyak 25% (6 siswa). Hasil selengkapnya terdapat pada lampiran 15 halaman 196.
Di bawah ini adalah gambar presentase ketuntasan siklus II pertemuan kedua. 75% 25% Persentase Ketuntasan Persentase Belum Tuntas
Gambar 4. 7. Diagram Persentase Ketuntasan Pemahaman Bilangan Pecahan Siklus II Pertemuan II
3) Pertemuan III
Hasil rata-rata tes pemahaman bilangan pecahan siklus II pertemuan kedua sebagai berikut:
Siklus II Pertemuan III
No. Absen Nilai (x) Keterangan
1 80 2 80 3 80 4 80 5 100 Tuntas = 79% 6 60 Belum Tuntas = 21% 7 80 8 60 9 60 10 80 11 100 12 100 13 100 14 80 15 100 16 60 17 80 18 100 19 100 20 80 21 80 22 100 23 80 24 100 2020 : 24 = 84,17
commit to user
Pada siklus II pertemuan ketiga seperti yang disajikan pada tabel 4.24., rata-ratanya mencapai 83. Terdapat 79% (19 siswa) sudah (5 siswa) lainnya masih mendapatkan nilai di bawah 70. Hasil selengkapnya terdapat pada lampiran 15 halaman 196. Persentase ketuntasan disajikan pada gambar di bawah ini. 79% 21% Persentase Ketuntasan Persentase Belum Tuntas
Gambar 4. 8. Diagram Persentase Ketuntasan Pemahaman Bilangan Pecahan Siklus II Pertemuan III
Hasil tes hasil belajar pada siklus II pertemuan I, II dan III setelah dirata-rata diperoleh sebagai berikut.
No. Absen Nilai Petemuan Rata-rata Keterangan I II III 1 80 80 80 80 2 60 80 80 73 3 80 80 80 80 4 100 80 80 87 5 80 80 100 87 Tuntas = 67% 6 80 60 60 67 Belum Tuntas = 33% 7 40 80 80 67 8 40 60 60 53 9 60 60 60 60 10 20 80 80 60 11 80 100 100 93 12 100 100 100 100 13 80 100 100 93 14 60 60 80 67 15 60 100 100 87 16 40 60 60 53 17 80 80 60 73 18 100 100 100 100 19 100 100 100 100 20 80 80 80 80 21 80 80 80 80 22 100 100 100 100 23 60 60 80 67 24 80 80 100 87 Rata-rata 73 81 83 78,92
Berdasarkan tabel 4.25., diperoleh bahwa sejumlah 67% (16 siswa) yang sudah mendapatkan nilai di ata
. Rata-rata yang diperoleh yaitu 79. Hasil selengkapnya terdapat pada lampiran 15 halaman 196. Ketuntasan rata-rata hasil tes siklus II disajikan pada gambar sebagai berikut:
Persentase Ketuntasan Persentase Belum Tuntas
Gambar 4. 9. Diagram Persentase Ketuntasan Rata-rata Tes Pemahaman Bilangan Pecahan Siklus II
e. Refleksi Siklus II
Tahap refleksi ini dimaksudkan untuk mengkaji secara menyeluruh tindakan yang telah dilakukan berdasarkan data yang terkumpul, kemudian dilakukan evaluasi untuk penyempurnaan tindakan berikutnya. Pada siklus II pertemuan 1, 2, dan 3 ini, peneliti menganalisis hasil observasi terhadap tindakan guru dan siswa serta evaluasi hasil belajar untuk mengambil kesimpulan.
Pada pelaksanaan pembelajaran masih banyak kendala yang dihadapi oleh guru. Beberapa siswa ada yang tidak memperhatikan arahan guru ketika menggambar pecahan menggunakan media bangun datar. Guru sudah memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menyimpulkan hasil perbandingan pecahan dengan tepat, tetapi belum semua siswa ditanggapi oleh guru. Guru masih fokus menanggapi hasil pekerjaan siswa yang keliru dalam menyimpulkan hasil perbandingan pecahan. Ketika menggambar pecahan, sebagian besar siswa sudah menggambar bagian pecahan dengan sama besar, tetapi ada beberapa siswa yang menggambar pecahan antara yang satu dengan lainnya tidak sama panjang sehingga keliru saat menyimpulkan hasil perbandingannya. Dari banyak kendala yang dialami pada siklus II tersebut guru akan menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti siswa, guru juga akan memberikan perhatian kepada siswa secara menyeluruh karena pada siklus I walaupun bahasa yang digunakan sudah jelas dan mudah dimengerti siswa, tetapi pandangan guru belum menyeluruh kepada siswa sehingga beberapa siswa ada yang tidak memperhatikan guru. Guru akan memotivasi siswa yang masih keliru
sehingga hasil pecahannya sama besar. Guru juga akan memberikan penguatan secara merata kepada semua siswa yang telah berhasil membuat pecahan.
Pada pelaksanaan pembelajaran bilangan pecahan pertemuan I, II dan III sudah berjalan lancar sesuai dengan skenario meskipun masih ada yang belum dilaksanakan. Pada pertemuan pertama ketika menggambar pecahan, banyak siswa yang tidak memperhatikan arahan guru kalau menggambar pecahannya harus sama besar. Jadi, banyak siswa yang menggambar bagian pecahannya tidak sama besar sehingga ketika banyak siswa yang bingung ketika menyimpulkan hasil perbandingannya. Selain itu, guru hanya fokus menanggapi hasil pekerjaan siswa yang keliru dalam menyimpulkan hasil perbandingan pecahan, siswa yang lain tidak ditanggapi oleh guru. Pada pertemuan kedua ketika menggambar pecahan, masih ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan arahan guru kalau menggambar pecahannya harus sama besar sehingga beberapa siswa masih bingung dalam menyimpulkan hasil perbandingan pecahan. Guru menanggapi hasil pekerjaan siswa yang keliru dalam menyimpulkan hasil perbandingan pecahan dan juga sudah memberikan penguatan kepada siswa yang dapat menyimpulkan hasil perbandingan pecahan dengan tepat, tetapi belum semua siswa ditanggapi oleh guru. Pada pertemuan ketiga beberapa siswa masih belum ikut aktif dalam membahas hasil pekerjaan siswa. Ketika menggambar pecahan, sebagian besar siswa sudah menggambar bagian pecahan dengan sama besar, tetapi ada beberapa