• Tidak ada hasil yang ditemukan

GRAMK I. PEROLEHAN NILAI PRA SIKLUS 20

0 40-49 50-59 60-69 70-79 80-89 90-100 Ren tang Nilai

4. Deskripsi Siklus III

Siklus III digunakan untuk mengetahui peningkatan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran setelah dilakukan perbaikan dalam kegiatan pembelajaran yang didasarkan ada refleksi siklus IT. Dalam siklus III terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan atau observasi, dan refleksi. Tahap-tahap dalam siklus III sebagai berikut:

a. Perencanaan

Tahap perencanaan siklus III ini di mulai pada tanggal 23 Juli 2009 sampai tanggal 26 Juli 2009. Pelaksanan siklus III mengacu dari hasil refleksi pada siklus II untuk dilakukan perbaikan pada pelaksanaan pembelajaran. Hal yang akan difokuskan pada siklus III ini adalah pada pengoptimalan pelaksanaan demonstrasi di masing-masing kelompok agar setiap siswa dapat benar-banar paham dan mengerti dengan materi pembelajaran. Selain itu, kerja sama dalam kelompok perlu untuk diperbaiki dan ditingkatkan kekompakannya.

Hal-hal yang direncanakan dalam siklus III ini sebagai berikut:

1) Perencanaan perbaikan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi pada siklus II.

2) Menyiapkan perlengkapan alat demonstrasi yang berupa peralatan Sholat bagi siswa putra dan siswa putri beserta tempat pelaksanaan pembelajaran.

76

Hasil dari observasi kepada siswa yang dikeijakan dalam lembar observasi dapat dilihat dalam lembar observasi dibawah ini.

Tabel 7. Lembar Observasi Unsur Perhatian dan Minat Siswa pada Siklus III

0. Kelompok Nama Siswa

Aspek yang Diamati

Nilai

Minat Keaktifan Pemahaman Praktek

[ Miftahul Huda V V V70

) Nurdin

S

S S 80

14 M. Yahya A. V VV 80 15 Sovie Novie W. VV 80 16 Anisa Erlianasari V 70 17 Sabit Bagus KS. S V 80 18 IV Anggoro Aji W. V V s V 90 19 Khanatur Rahmah V V s s 90 20 Candra Aji W. V s V 80

Pelaksanaan tindakan pada siklus III sudah memuaskan. Dari hasil tes formatif pada siklus III ini setelah dianalisa menunjukkan peningkatan pemahaman dan prestasi belajar. Kegiatan pembelajaran lebih terasa menyenangkan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran menjadi semakin aktif.

d. Refleksi

Dari hasil tes formatif pada siklus III ini menunjukan peningkatan yang signifikan. Ini berarti siswa mengalami peningkatan prestasi dan pemahaman terhadap materi pembelajaran. Hal ini dikarenakan oleh beberapa hal sebagai berikut:

1) Demonstrasi yang diiakukan oleh peneliti bersama siswa sudah tepat sesuai dengan materi pembelajaran.

2) Penggunaan metode demonstrasi membuat suasana pembelajaran menjadi menarik sehingga minat siswa meningkat.

3) Perhatian dan minat siswa pada materi pembelajaran akhimya meningkatkan prestasi belajar.

4) Selain penggunaan metode demonstrasi, sebaiknya dalam setiap pembelajaran selalu menggunakan metode-metode lain yang bisa meningkatkan minat, motivasi, dan prestasi belajar siswa.

C. Proses Analisa Data

Dari hasil yang diperoleh dari observasi awal ditemukan permasalahan yang menyebabkan tingkat prestasi siswa dalam pembelajaran Fikih masih rendah. Setelah menganalisa hasil observasi awal maka permasalahan yang timbul dalam proses pembelajaran di kelas dapat disimpulakan sebagai berikut:

1. Minat dan Keaktifan siswa masih rendah.

2. Penyampaian materi pembelajaran dari guru kurang menarik minat siswa dan masih monoton menggunakan metode ceraman.

3. Pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Dari permasalahan di atas, maka diperlukan sebuah perubahan cara mengajar yang lebih menekankan peran aktif siswa sehingga siswa benar- benar mampu menguasai dan memahami materi pembelajaran.

Setelah data-data hasil penelitian terkumpul dan diseleksi berdasarkan pada tingkat pentingnya suatu data tersebut, maka dilakukan proses analisis data yang meliputi tingkat minat, perhatian, dan prestasi belajar siswa dalm memahami materi Sholat Sunah Rawatib setelah dilaksanakan pembelajaran pada masing-masing suklus. Proses analisis data disajikan dalam 3 siklus berikut:

a. Interpretasi Siklus I

Pada pelaksanaan pembelajaran pada siklus I, penyampaian materi pembelajaran dilaksanakan dengan menjelaskan unsure-unsur dari materi Sholat Sunah Rawatib. Setelah itu baru dilaksanakan demosntrasi yang diikuti dengan pembahasan materi oleh masing- masing kelompok. Hasil penelitian pada siklus I ini memperlihatkan hasil sebagai berikut:.

1) Pelaksanaan demonstrasi yang dilakukan oleh peneliti belum maksimal.

2) Peneliti kurang aktif dalam membimbing dan mendampingi siswa selama pembelajaran.

3) Demonstrasi yang dicontohkan pada siswa he!um optimal.

4) Perhatian, minat dan konsentrasi siswa pada proses pembelajaran sudah meningkat meskipun beberapa siswa masih ada yang kurang memperhatikan materi pembelajaran.

5) Pelaksanaan demonstrasi yang dilakukan oleh siswa belum berjalan dengan baik.

6) Beberapa siswa belum mencatat mated pembelajaran yang disampaikan.

7) Siswa sudah mulai aktif dalam kelompok meski masih kurang dalam hal ketja sama kelompok.

8) Dalam mengeijakan soal tes formatif kurang maksimal.

9) Banyak siswa yang masih belum paham dengan pelaksanaan metode demonstrasi.

10) Tata tertib selama proses belajar mengajar sudah ditaati dengan baik.

11) Tugas yang diberikan sudali dikeijakan dengan sungguh-sungguh meski masih terdapat kekurangan dalam pengeijaannya.

12) Pertanyaan-pertanyaan dari peneliti belum sepenuhnya bisa di jawab dengan benar oleh siswa.

13) Keaktifan dalam bertanya tentang mated pembelajaran masih kurang.

Penjehsan dan penyampaian materi pembelajaran serta pelaksanan demonstrasi perlu untuk dilakukan uiang dan diperjelas dalam siklus selanjutnya karena masih belum dipahami oleh siswa dengan baik. Hal ini karena penggunan metode demonstrasi baru sekali

ini diberikan pada siswa sehingga siswa masih kesulitan untuk mengikuti proses pembelajaran sehingga hasilnya kurang memuaskan. Hasil yang belum baik ini dilihat dari hasil pengerjaan tes formatif di mana sebagian besar siswa belum menyelesaikan materi dengan baik. b. Interpretasi Siklus II

Proses pembelajaran pada siklus ini dilakukan dengan demonstrasi yang lebih terfokus pada masing-masing kelompok. Pembimbingan peneliti pada masing-masing kelompok intensif. Masing-masing kelompok lebih berperan aktif dalam pelaksanaan demonstrasi kemudian mengupas kekuragan-kekurangan yag masih terjadi. Hasil dari siklus II sebagai berikut:

1) Pelaksanaan demonstrasi yang dilakukan oleh peneliti sudah maksimal.

2) Peneliti sudah cukup aktif dalam membimbing dan mendampingi kelompok selama pembelajaran.

3) Demonstrasi yang dicontohkan terhadap masing-masing kelompok sudah optimal, akan tetapi belum setiap siswa dalam kelompok mendapat bimbingan yang sama.

4) Perhatian, minat, dan konsentrasi siswa pada proses pembelajaran sudah meningkat.

5) Pelaksanaan demonstrasi secara umum dalam kelompok berjalan dengan baik

6) Pelaksanaan demonstrasi di masing-masing kelompok sudah baik, namun masih ada beberapa siswa yang belum kompak dan belum memperhatikan dengan serius pelaksanaan demonstrasi.

7) Keaktifan siswa dalam kelompok sudah meningkat meskipun masih diperlukan bimbingan dan dorongan agar lebih aktif.

8) Kerjasama dalam kelompok sudah meningkat tetapi masih diperlukan bimbingan agar lebih meningkat lagi.

9) Dalam mengeijakan soal tes formatif di setiap kelompok kurang maksimal.

10) Pelaksanaan metode demonstrasi secara umum sudah dipahami oleh setiap kelompok, yang masih kurang adalah pemahaman oleh beberapa siswa dalam kelompok yang masih tertinggal dengan teman-temannya.

11) Siswa sebagian besar sudah mentaati tata tertib dalam pelaksanaan pembelajaran.

12) Tugas yang diberikan sudah dikerjakan dengan sungguh-sungguh. 13) Pertanyaan"pertanyaan dari peneliti sudah mulai dijawab dengan

benar meskipun masih ada beberapa siswa yang belum menjawab dengan sempuma dan baik.

14) Siswa sudah mulai aktif bertanya tentang materi pembelajaran yang belum dipahami.

Dari pengamatan siklus II ini, siswa sudah mulai mengalami peningkatan pemahaman terhadap materi pembelajaran. Akan tetapi pelaksanaan demonstrasi hanya beijalan dengan baik jika dilakukan dalam kelompok. Sedangkan secara individu masih ada beberapa siswa yang belum menguasai materi dengan baik. Hal ini karena bimbingan terhadap siswa di setiap kelompok masih kurang. Kekompakan kelompok sudah baik dan keija sama dalamelompok jaga meningkat jika dibar.dingkan dengan siklus sebelumnya. Untuk proses pada siklus selanjutnya bimbingan kepada setiap siswa dalam kelompok perlu ditingkatkan.

c. Interpretasi Siklus III

Mengacu hasil dari pelaksanaan siklus II, maka pada siklus III ini bimbingan dalam setiap kelompok dan khususnya kepada siswa yang belum menguasai materi pembelajaran dengan baik lebih ditingkatkan. Hasil dari siklus III sebagai berikut:

1) Pelaksanaan demonstrasi yang dilakukan ole’n peneliti sudah maksimal.

2) Peneliti sudah cukup aktif dalam membimbing dan mendampingi kelompok selama pembelajaran.

3) Demonstrasi yang dicontohkan terhadap masing-masing sudah optimal dan setiap siswa dalam kelompok mendapat bimbingan yang sama.

4) Penggunaan metode demonstrasi dirasa pas dalam proses pembelajaran.

5) Perhatian, minat, semangat dan konsentrasi siswa pada proses pembelajaran sudah meningkat dan cukup baik.

6) Tata tertib selama pembelajaran sudah ditaati dengan baik. 7) Tugas yang diberikan sudah dikerjakan secara sungguh-sungguh. 8) Setiap siswa sudah mempunyai kesadaran tentang pentingnya

pembelajaran sehingga setiap materi pembelajaran dicatat sesuai dengan apa yang disampaikan oleh peneliti.

9) Keija sama dalam kelompok sudah berjalan dengan baik. 10) Siswa sebagian besar sudah atif dalam kelompok.

11) Pelaksanaan demonstrasi di masing-masing kelompok sudah baik dan setiap siswa sudah bisa melaksanakan demonstrasi Sholat Sunah Rawatib dengan bagus.

12) Siswa sudah mulai berusaha memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi selama proses pembelajaran.

13) Pertanyaaan-pertanyaan dan tugas yanag diberikan peneliti sudah dilaksanakan dengan baik.

14) Siswa mengerjakan soal tes formatif dengan sunggnh-sungguh dan hasilnya sangat cukup dan baik.

15) Pelaksanaan metode demonstrasi secara umum sudah dipahami oleh setiap siswa.

Pelaksanaan pembelajaran pada siklus III ini menunjukkan hasil yang baik dan sudah memenuhi kriteria dari tujuan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi. Keaktifan dan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat sehingga penguasan terhadap materi pembelajaran serta pelaksanaan demonstrasi beijalan sesuai dengan tujuan awal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini yaitu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

BABY

Dokumen terkait