• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

2. Deskripsi Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah anak Kelompok A TK Sikamaseang.

Kelompok A berjumlah 19 anak yang terdiri dari 10 anak laki-laki dan 9 perempuan. Anak Kelompok A rata-rata berusia 4-5 tahun. Kelompok A merupakan anak kelompok A yang usianya paling muda dari Kelompok A yang lain. Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti lakukan terkait dengan perkembangan anak, permasalahan yang muncul pada anak Kelompok A TK

57

Sikamaseang yaitu pada aspek kognitif terutama pada kemampuan mengenal lambang bilangan. Anak usia 4-5 tahun berdasarkan Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 yaitu memiliki kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10.

Namun, kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 pada sebagian besar anak Kelompok A masih pada kriteria kurang mengetahui makna dari bilangan, sehingga anak dalam mengenal lambang bilangan masih berupa hafalan.

Ada sebagian anak Kelompok A yang baru mengenal lambang bilangan 1-5 dan ada juga anak yang belum mampu membedakan lambang bilangan 6 dan 9.

Kemampuan anak mengenal lambang bilangan juga masih berupa hafalan karena lambang bilangan yang dimiliki anak belum matang.

Kemampuan mengenal lambang bilangan 1-10 yang kurang baik pada anak Kelompok A TK Sikamaseang ini dikarenakan kurang sesuainya tahapan pembelajaran yang dilakukan dalam mengenalkan lambang bilangan.

Pembelajaran mengenalkan lambang bilangan memerlukan langkah- langkah yang sesuai dengan karakteristik berpikir anak. Langkah pembelajaran yang dilakukan harus bertahap seperti pendapat Piaget (dalam Pitadjeng, 2006:

28) yaitu mulai dari konkret, semi konkret, semi abstrak, dan abstrak. Selain itu, pembelajaran yang dilakukan membutuhkan media pembelajaran sebagai alat bantu pemahaman anak yang masih berpikir konkret. Selain media yang sesuai, proses pembelajaran yang dilakukan hendaknya bervariasi dan menyenangkan bagi anak. Namun dari hasil pengamatan di TK Sikamaseang, masih terlihat kurangnya penggunaan media sebagai alat bantu pemahaman anak akan lambang

58

bilangan dan kurang menariknya pembelajaran yang dilaksanakan terutama dalam mengenalkan lambang bilangan.

B. Pelaksanaan Penelitian 1. Deskripsi Pra Tindakan

Observasi yang dilakukan peneliti pertama kali pada bulan 07 Juni 2021 sebagai data penunjang dari penelitian yang sebenarnya. Dari data yang

diperolah peneliti dapat melihat bahwa kemampuan anak dalam mengenal lambang bilangan 1-10 pada kriteria kurang baik.

Sebagian anak Kelompok A masih belum mengenal lambang bilangan dengan baik. Anak dalam membilang masih kurang sesuai antara benda yang dihitung dengan pengucapannya, misalnya benda yang jumlahnya 8 dihitung sampai 9. Anak juga masih terbalik-balik dalam mengenal lambang bilangan, terutama untuk lambang bilangan 6 dan 9. Ada beberapa anak yang baru mengenal lambang bilangan 1-5 dengan penguasaan lambang bilangan yang anak masih belum memahami ketika diminta menunjukkan lambang bilangan yang disebutkan. Selain itu anak juga masih belum memahami ketika diminta mencocokkan lambang bilangan, terkadang anak masih kurang tepat dalam menuliskan lambang bilangan.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam pembelajaran megenal lambang bilangan pada anak belum di stimulasi secara optimal, Hal ini terlihat ketika pembelajaran anak dalam mengenalkan lambang bilangan, misalnya anak belajar tentang bilangan hanya dengan secara bersama-sama menyebutkan lambang bilangan setelah diminta guru.

59

Selain itu juga karena kurangnya variasi media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan.

Metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi awal anak dalam kemampuan mengenal lambang bilangan adalah metode observasi. Penelitian mulai dilaksanakan pada awal bulan Juni 2021 yang diawali komunikasi oleh peneliti selaku guru kelas dengan guru sentra yang akan anak kunjungi. Selanjutnya kegiatan awal yang dilakukan peneliti selaku guru kelas yaitu melakukan observasi terkait dengan

Adapun kegiatan pembelajaran yang dilakukan menurut Trianto (2011:

297) yaitu kegiatan awal, istirahat, kegiatan inti, dan penutup. Kegiatan pembelajaran diawali dengan anak berbaris bersama dengan anak Kelompok A yang lain di halaman sekolah. Anak melakukan do’a dan hafalan surat pendek serta hafalan do’a sehari-hari. Kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan fisik motorik dan bermain bersama di taman. Selanjutnya, anak diberi waktu 10 menit untuk cuci tangan dan minum. Anak dikondisikan duduk melingkar, anak diajak tepuk dan bernyanyi, kemudian bercakap-cakap atau bercerita yang mengandung nilai moral dan agama secara klasikal.

Kegiatan inti yang dilakukan diawali apersepsi yaitu salam, menyapa anak, menanyakan kabar, dan presensi. Anak diajak bernyanyi yang disesuaikan dengan tema dan bercakap-cakap tentang tema yang sedang dikembangkan. Anak diberi penjelasan beberapa permainan dalam bentuk kartu angka gambar yang telah disiapkan oleh guru secara klasikal. Selama anak melakukan kegiatan, guru mencatat

60

perkembangan anak dan membimbing anak yang masih kesulitan dalam menyelesaikan permainan kartu angka gambar yang telah disiapkan.

Setelah kegiatan inti selesai, anak diberi kesempatan untuk cuci tangan dan makan bersama menu makan yang sudah disediakan sekolah. Pada kegiatan akhir, anak dikondisikan duduk melingkar untuk do’a sesudah makan. Anak dan guru melakukan tanya jawab tentang kegiatan yang telah dilakukan, kemudian bernyanyi bersama dan do’a pulang

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sebelum dilakukan tindakan kelas diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 4.1

Hasil Observasi Pra tindakan kemampuan mengenal lambang bilangan No Nama Anak Nilai Pra Tindakan Persentase Kriteria

1 M 4 25,0% BB

61

19 M 4 25,0% BB

Jumlah Skor 80 Belum Berkembang

Rata-Rata 421

Persentase 22,15%

Berdasarkan tabel 4.1 Kemampuan mengenal lambang bilangan melalui bermain kartu angka bergambar pada anak usia dini kelompok A Di Tk Sikamaseang dapat dilihat dari 19 anak, anak yang menunjukkan kriteria belum berkembang (BB) berjumlah 17 anak dengan persentase (89,47%), anak yang menujukkan kriteria mulai berkembang (MB) berjumlah 3 anak dengan jumlah persentase (15,78%), anak yang menujukkan kriteria berkembang sesuai harapan (BSH) berjumlah 0 anak dengan jumlah persentase (0%), anak yang menujukkan kriteria berkembang sangat baik (BSB) berjumlah 0 anak dengan jumlah persentase (0%), dengan nilai rata-rata (421) dan jumlah skor 80.

Jadi jumlah persentase kemampuan megenal lambang bilangan pada anak usia dini Kelompok A Di TK Sikamaseang sebelum pra tindakan adalah (22,15%).

Berikut ini akan dijelaskan persentase kemampuan megenal lambang bilangan sebelum pra tindakan sebagai berikut ini

Tabel 4.2

Persentase Kemampuan Megenal Lambang Bilangan Pada Anak Usia Dini Kelompok A Di TK Sikamaseang Pra Tindakan

No Kriteria Jumlah Anak Persentase

1 Belum berkembang 17 89,47 %

2 Mulai berkembang 2 10,52%

3 Berkembang sesuai harapan 0 0%

4 Berkembang sangat baik 0 0%

Jumlah 19

62

Dari hasil persentase kemampuan megenal lambang bilangan pada anak (89,47%) maka kreteria tingkat kemampuan anak dalam megenal lambang bilangan pada prapenelitian adalah belum berkembang (BB). Hal ini sesuai dengan kreteria tingkat keberhasilan belajar anak yang ditetapkan oleh Devi, (2014:40) indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah anak mampu menyebutkan lambang bilangan 1-10, anak mampu menggunakan lambang bilangan untuk menghitung, anak mampu mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan, anak mampu menunjukan lambang bilangan 1-10.

63

Dokumen terkait