HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4. Deskripsi Tanaman Obat
Acorus calamus L.
Terna, tinggi kurang lebih 75 cm. Rimpang basah, pendek, warna putih kotor. Daun tunggal, lanset, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi rata, pertulangan sejajar, panjang ± 60 cm, lebar ± 5 cm, hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol, ujung meruncing, panjang ± 2,75 cm, putih. Nama daerah: jeringo. Gambar 4. 1. Acorus calamus
Ageratum conyzoides L.
Herba teresterial, batang lunak, bulat, berambut, hijau. Daun tunggal, tipis berbulu halus, bentuk bulat telur, agak bundar, ujung runcing, pangkal membulat, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, panjang 2-5 cm, lebar 1-3 cm, hijau. Bunga majemuk, berwarna ungu keputihan. Nama daerah: daun ratus.
Gambar 4.2. Ageratum conyzoides
Aleurites moluccana (L. ) Will.
Pohon, tinggi 10 – 40 m. Daun bertangkai panjang, helaian daun bulat telur sampai lanset, pangkal bertulang daun menjari, dengan bintik yang transparan dan tidak sama. Bunga dalam malai di ujung, bercabang melebar. Buah batu, bentuk telur bola yang lebar. Nama daerah: gambiri.
Allium cepa L.
Herba tahunan, batang semu, terbentuk dari susunan pelepah daun, bulat, hijau. Daun tunggal, berseling, bentuk pita, ujung runcing, panjang10-25 cm. Bunga majemuk, berbentuk tandan yang bertangkai dengan 50- 200 kuntum bunga, bunga sempurna. Biji agak pipih. Umbi terdiri dari sejumlah siung, terbungkus kulit tipis, ungu. Nama daerah: bawang merah.
Allium fistulosum L.
Herba semusim, tinggi 60-70 cm. Batang semu, beralur, tidak bercabang, hijau muda. Daun tunggal, berupa roset akar, lanset, tepi rata, ujung runcing, panjang ± 30 cm, lebar ± 5 mm, pertulangan sejajar, daging daun tipis, rata, hijau. Bunga majemuk, berkelamin dua, putih. Nama daerah: bawang batak.
Gambar 4. 4. Allium cepa
Gambar 4. 5. Allium Gambar 4. 3. Aleurites
Allium sativum L.
Herba tahunan, tinggi 30-75 cm, batang semu, terbentuk dari pelepah - pelepah daun. Helaian daun mirip pita, berbentuk pipih, memanjang. Akar terdiri dari serabut- serabut kecil, berjumlah banyak. Umbi terdiri dari sejumlah anak bawang (siung), setiap siungnya terbungkus kulit tipis berwarna putih. Nama daerah: bawang putih.
Alpinia galanga (L.) Willd.
Terna, tinggi batang 2 – 2,5 m. Batang terdiri dari susunan pelepah – pelepah daun. Daun berbentuk bulat panjang Bunga terminal, warna putih kehijauan. Rimpang berwarna pucat kemerahan, dengan garis – garis melintang berwarna cokelat kemerahan, berbentuk seperti cincin kecil. Bagian dalam pucat kemerahan, keras, berkayu. Nama daerah: halawas.
Ananas comosus (L.) Merr.
Herba menahun, dengan daun yang banyak, lebih kurang 30 helai, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal. Bunga majemuk, di ujung, bunga bersifat hermaprodit. Nama daerah: nanas.
Gambar 4. 8. Ananas comosus Gambar 4. 6. Allium sativum
Andropogon nardus L.
Herba tahunan, batang tidak berkayu, putih kotor. Daun tunggal bentuk lanset, berpelepah, pangkal pelepah memeluk batang, warna hijau. Perbungaan bentuk malai, karangan bunga berselubung, warna kuning keputihan. Nama daerah: sangge-sangge.
Gambar 4. 9. Andropogon nardus
Apium graveolus L.
Herba, tinggi sekitar 50 cm. Batang tidak berkayu, bersegi, beralur, bercabang, tegak dan berwarna hijau pucat. Berdaun majemuk, menyirip ganjil, pangkal dan ujung daun berbentuk runcing, serta tepi beringgit. Anak daun berjumlah 3 – 7 helai dengan panjang 2 – 7,5 cm dan lebar 2 – 5 cm, warna hijau keputih – putihan atau hijau., Nama daerah: daun sop.
Areca catechu L.
Pohon, berbatang langsing, tumbuh tegak, tinggi 10 – 30 m, diameter 15 – 20 cm, tidak bercabang dengan bekas daun yang lepas. Daun majemuk menyirip, tumbuh berkumpul di ujung batang membentuk roset batang. Pelepah daun berbentuk tabung, panjang 80 cm, tangkai daun pendek. Panjang helaian daun 1 – 1,8 m, anak daun mempunyai panjang 85 cm, lebar 5 cm, dengan ujung sobek dan bergigi. Tongkol bunga dengan serudang panjang yang mudah rontok, keluar dari bawah roset daun. Nama daerah: pining.
Gambar 4. 10. Apium graveolus
Arenga pinnata (Wurmb) Merrill.
Palma, tinggi ±25 m, berdiameter hingga 65 cm, kokoh dan pada bagian atas diselimuti oleh serabut berwarna hitam yang dikenal dengan ijuk. Daun majemuk menyirip, helaian daun panjangnya sampai 5 m, hijau tua. Buah bulat, tersusun bergerombol pada tandan buah, hijau tua. Nama daerah: nira.
Gambar 4. 12. Arenga pinnata
Averrhoa blimbi L.
Tinggi tanaman 5-10 m. Batang berkayu, bercabang, bulat, kecoklatan. Daun majemuk, anak daun bulat telur atau memanjang, hijau. Malai bunga menggantung panjang 5-20 cm. Bunga berwarna semuanya dengan panjang tangkai putik yang sama. Buah buni persegi membulat tumpul, kuning hijau, panjang 4-6,5 cm. Nama daerah: belimbing bosi.
Gambar 4.13. Averrhoa blimbi
Carica Papaya L.
Semak, berbatang tegak dan basah, bagian atas bercabang atau tidak, tinggi 8-10 cm. Daun tunggal, tersebar, menyirip 3, tangkai daun panjang, berlubang di tengah, hijau. Bunga berwarna putih, berkelamin satu atau berumah dua. Buah buni, bulat telur memanjang. Biji bulat, hitam. Nama daerah: botik.
Citrus aurantifolia Swingle.
Perdu, berkayu liat, keras, bercabang banyak, berduri. Daun tunggal, bulat telur memanjang, agak kaku, panjang 4-6 cm, tepi beringgit, ujung meruncing, tangkai daun ke arah ujung kadang-kadang bersayap sedikit, hijau. Buah bentuk bola, permukaan agak kasar, berwarna hijau atau kuning. Nama daerah: unte nipis.
Citrus histryx D. C.
Perdu, ranting berduri. Daun majemuk menyirip beranak daun satu, helai daun bulat telur sampai lonjong, pangkal membundar atau tumpul, ujung tumpul sampai meruncing, tepi beringgit, panjang 8-15 cm, lebar 2-6 cm, permukaan licin dengan bintik kecil berwarna jernih, jika diremas baunya harum. Bunga bentuk bintang, putih kemerahan atau putih kekuningan. Buah bulat telur, kulit hijau berkerut, berbenjol-benjol, asam agak pahit. Nama daerah: unte mukkur.
Cocos nucifera L.
Batang berdiri tegak, tidak bercabang, tinggi 10-14 m. Daun berpelepah, panjang 3-4 m dengan sirip-sirip lidi yang menopang tiap helaian. Buah bulat terbungkus serabut, dengan batok yang sangat kuat. Nama daerah: harambir.
Gambar 4. 17. Cocos nucifera Gambar 4. 15. Citrus
aurantifolia
Gambar 4. 16. Citrus histryx
Coleus amboinicus Lour.
Batang lunak, sering agak berkayu, beruas-ruas. Daun tunggal, tebal, berdaging, letak berhadapan, bentuk bulat telur agak bundar, ujung runcing, pangkal membulat, tepi bergerigi sampai beringgit, pertulangan menyirip dan bercabang-cabang seperti jala, panjang daun 5-7 cm, lebar 4-6 cm. Nama daerah: bangun- bangun.
Crassocephalum crepidioides (Benth.) S. Moore.
Terna, tinggi hingga 1 m, berbau harum, berbatang lunak beralur – alur dangkal, helaian daun jorong memanjang atau bundar telur terbalik. Bunga majemuk berupa bongkol – bongkol yang tersusun dalam malai, letak terminal. Bongkol hijau dengan ujung jingga coklat hingga merah bata. Nama daerah: poyonbaru.
Cucurbita hispida (Thunb) Cogn.
Herba semusim, panjang 3-5 m. Batang memanjat atau menjalar, bersegi, memiliki alat pembelit, hijau. Daun tunggal, tersebar, tangkai bulat, panjang 3-8 cm, hijau, helaian daun membulat dengan tepi berlekuk dalam, ujung runcing, panjang 5 - 10 cm, lebar 3 - 8 cm, pertulangan menjari, permukaan kasar, hijau. Bunga tunggal, di ketiak daun. Buah buni, bulat panjang, hijau berkapur. Nama daerah: gundur.
Gambar 4. 18. Coleus
Gambar 4. 19. Crassocephalum
Gambar 4. 20. Benincasa hispida
Cucurbita moschata Durch.
Batang merambat, basah, tidak berkayu, mempunyai kait seperti spiral, hijau, berbulu halus, panjang 3-6 m. Daun tunggal, tersebar, bentuk jantung, bertangkai, pertulangan menjari. Buah pipih, lonjong, atau panjang, beralur 15-30 alur, warna hijau sampai kuning kecoklatan. Biji pipih, bundar telur sampai bundar memanjang, bagian ujung membulat, pangkal meruncing, warna buram, licin. Nama daerah: jilok.
Curcuma domestica Val.
Semak perenial, dengan tinggi 40-100 cm, batang semu, tersusun dari pelepah daun yang agak lunak. Daun bulat telur memanjang, lebar daun sekitar 7-8 cm, hijau, bibir daun lurik kekuningan. Bunga berwarna putih. Nama daerah: huning.
Gambar 4. 22. Curcuma domestica
Curcuma xanthoriza Roxb.
Terna, tinggi mencapai 2,5 m. Batang terdiri dari pelepah daun yang tegak saling bertumpang tindih, hijau sampai cokelat gelap. Daun bundar memanjang sampai lanset, 2-9 helai, hijau sampai cokelat keunguan. Bunga kuning tua, bergerombol, lateral. Rimpang luar berwarna kuning muda, bagian dalam berwarna kuning, berbau tajam dan rasanya pahit. Nama daerah: temu lawak.
Gambar 4. 21. Cucurbita moschata
Gambar 4. 23. Curcuma xanthoriza
Datura metel L.
Perdu berkayu, banyak cabang, tinggi kurang dari 2 m. Daun berbentuk bulat telur, tepinya berlekuk tajam, berhadap-hadapan. Bunga menyerupai terompet, berwarna putih. Buahnya hampir bulat, salah satu ujungnya didukung oleh tangkai tandan yang pendek, melekat kuat, bagian luar dihiasi duri – duri, dan dalamnya berisi biji – biji kecil berwarna kuning kecoklatan. Nama daerah: tuyung pungar.
Etlingera elatior L.
Terna tahunan, tinggi mencapai 5 m. Batang semu bulat gilig, membesar di pangkalnya, tumbuh tegak dan banyak, berdekat-dekatan membentuk rumpun. Rimpang tegak, krem. Daun 15-30 helai tersusun dalam dua baris, berseling di batang semu. Bunga dalam karangan gasing, warna merah jambu. Buah berjejalan dalam bongkol, merah kehijauan. Nama daerah: asam siala.
Graptophyllum pictum (L.) Griff.
Perdu berkayu, batang tegak, ukurannya kecil dan tingginya hanya dapat mencapai 3 m. Batangnya berwarna ungu, penampang batangnya berbentuk mendekati segitiga tumpul. Posisi daun letaknya berhadap – hadapan. Bunga bersusun dalam satu rangkaian tandan yang berwarna merah tua. Nama daerah: silattom.
Gambar 4. 24. Datura metel
Gambar 4. 25. Etlingera elator
Gambar 4. 26. Graptophyllum pictum
Hibiscus rosa-sinensis L.
Perdu, tinggi 1-4 m. Daun bertangkai, bulat telur, meruncing, kebanyakan berlekuk, bergerigi kasar, dengan ujung runcing dan pangkal bertulang daun menjari, tangkai daun beruas. Bunga di ketiak, kelopak bentuk lanset, bercangkap 5, daun mahkota bulat telur terbalik, panjang 5,5-8,5 cm, merah dengan noda tua pada pangkal. Bakal buah beruang 5. Nama daerah: bunga-bunga.
Hymenocallis lithoralis (Jaqc.) Salisb.
Terna tak berbatang, berumbi lapis, tinggi 0,5-1 m. Daun tunggal, roset akar bentuk garis atau pita, tebal, ujung runcing, pangkal rata, tepi rata, panjang 30- 80 cm, lebar 4-8 cm, pertulangan sejajar, permukaan licin, hijau mengkilap. Bunga majemuk, di ketiak daun, bentuk payung, bunga sempurna, putih. Nama daerah: hatomba.
Imperata cylindrica (L.) Beauv
Herba, rumput merayap, dengan ketinggian 30-180 cm. Batang berbentuk rimpang, merayap di bawah tanah, batang tegak membentuk satu perbungaan, padat, Daun berbentuk tunggal, pangkal saling menutup. Bunga susunan majemuk, bulir majemuk, agak menguncup. Benang sari dengan kepala sari 2,5-3,5 mm, putih kekuningan atau ungu. Putik berbentuk bulu ayam. Buah tipe padi. Biji berbentuk jorong, panjang 1mm. Nama daerah: rih.
Gambar 4.27. Hibiscus rosa- sinensis Gambar 4. 28. Hymenocallis lithoralis Gambar 4. 29. Imperata cylindrica
Jatropha curcas L.
Perdu tahunan dengan tinggi 1 – 2 m. Berbatang tegak, berkayu, bulat, bekas menempel daun tampak jelas, percabangan simpodial, berwarna hijau. Daun tunggal, tersebar, lonjong, tepi bertoreh, ujung runcing, pangkal membulat, lebar 20 – 26 cm, panjang 25– 30 cm, pertulangan menyirip, berwarna hijau. Bunga majemuk, bentuk karang, berkelamin dua, Buah kendaga. Biji keras berbentuk ginjal, berwarna putih kehijauan. Nama daerah: lamua.
Kaempferia galanga L.
Terna kecil dengan rimpang lunak, tidak berserat. Daun tunggal, berhadapan, oval, panjang 5-10 cm, lebar 4-8 cm, hijau. Bunga tersusun setengah duduk, mahkota bunga 4-12 buah, bibir bunga berwarna lembayung dengan warna putih lebih dominan. Nama daerah: hasohor.
Lawsonia inermis L.
Batang perdu, tegak, bercabang, berkayu, cokelat. Daun tunggal, berhadapan, berbentuk jorong, atau jorong lanset, panjang 1,5-5 cm, tepi rata, ujung runcing, permukaan licin, hijau. Perbungaan berupa malai, keluar dari ujung cabang atau ketiak daun, panjang 4-20 cm, kuning muda, merah jambu, atau merah, harum. Buah kotak, bulat atau bulat pipih, berdiameter 0,5 cm. Nama daerah: pirangga.
Gambar 4.32. Lawsonia inermis Gambar 4. 30.
Jatropha curcas
Gambar 4. 31. Kaemfperia galanga
Manihot esculenta Crautz
Perdu tidak bercabang atau bercabang sedikit, tinggi 2 – 7 m. Batang dengan tanda berkas daun yang bertonjolan, bagian tengah bergabus. Helaian daun menyerupai telapak tangan, pertulangan menjari, warna hijau, tangkai daun panjang, berwarna hijau kemerahan. Umbi akar besar, memanjang dengan kulit berwarna coklat suram, bagian dalam berwarna putih. Nama daerah: gadung hayu.
Morinda citrifolia L.
Perdu atau pohon kecil, tinggi 3 – 8 m, cabang kaku, kasar, kulit batang berwarna coklat. Daun bertangkai, hijau tua, letak bersilang berhadapan, helai daun bulat telur lebar sampai elips, panjang 10 - 40 cm, lebar 5 - 17 cm, tebal, mengkilat, tepi daun rata, ujung meruncing, dengan pangkal daun menyempit, tulang daun menyirip. Bunga berbentuk bonggol, keluar dari ketiak daun, berbentuk tabung atau terompet, putih. Buah buni majemuk. Nama daerah: mengkudu.
Myristica fragrans Houtt.
Pohon, tinggi 5 – 19 m, daun bulat telur atau elips memanjang, pangkal runcing, ujung meruncing, sisi bawah hijau kebiruan atau hijau tua. Bunga kuning pada pangkal dengan daun pelindung yang membulat. Buah bentuk bulat, kuning kecoklatan. Biji bergaris – garis, harum, dibungkus oleh selubung biji merah. Nama daerah: pala.
Gambar 4. 35. Myristica fragrens Gambar 4. 33. Manihot esculenta
Gambar 4. 34. Morinda citrifolia
Nephelium lappaceum L.
Pohon, tinggi 15 – 25 m, mempunyai banyak cabang. Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2 – 4 pasang. Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, harum, kecil – kecil, warnanya hijau muda. Bunga jantan dan bunga betina terpisah dalam satu pohon. Buah bentuk bulat lonjong, panjang 4 – 5 cm, dengan duri tempel yang bengkok, lemas sampai kaku. Nama daerah: rambutan.
Ocimum basilicum L.
Herba tegak, tinggi 0,3 – 0,6 m. helaian daun bulat telur, elips atau memanjang, tangkai 0,5-2 cm. Karangan semu berbunga 6, berkumpul menjadi tandan ujung. Tangkai dari kelopak buah tegak, tertekan pada sumbu dari karangan bunga dengan ujung bentuk kait melingkar. Kelompok buah 6 – 9 mm panjangnya. Buah keras, coklat tua, gundul. Nama daerah: layam.
Orthosiphon aristatus (Blume) Mig.
Terna tegak, bagian bawah berakar pada buku – bukunya, tinggi 1 – 2 m. Batang segi empat, agak beralur, berbulu pendek. Daun tunggal, bundar telur lonjong. Bunga berupa tandan, keluar pada ujung cabang, berwarna ungu pucat, berwarna coklat gelap. Nama daerah: kumis kucing.
Gambar 4. 38. Orthosiphon aristatus Gambar 4. 36.
Nephelium lappaceum
Gambar 4. 37. Ocimum basilicum
Oryza sativa L.
Rumput, berumpun kuat, dari ruas keluar banyak batang yang berakar, tinggi 1,5 – 2 m. Helaian daun berbentuk garis, panjang 15 – 40 cm. Cabang malai kasar. Anak bulir sangat beraneka ragam, tidak berjarum, berjarum pendek atau panjang. Nama daerah: omei. Gambar 4. 39. Oryza sativa
Pandanus amaryllifolius Roxb.
Batang bulat dengan bekas duduk daun, bercabang, menjalar, akar tunjang keluar di sekitar pangkal batang dan cabang. Daun tunggal, duduk dengan pangkal memeluk batang, tersusun berbaris tiga dalam garis spiral. Helai daun berbentuk pita, tipis, licin, ujung runcing, tepi rata, bertulang sejajar, berduri tempel pada ibu tulang daun, warna hijau. Nama daerah: pandan.
Phaleria marcocarpa (Scheff.) Boerl.
Perdu menahun, tumbuh tegak dengan tinggi 1 - 2,5 m. Batang bulat, permukaan kasar, warna coklat, berkayu dan bergetah, percabangan simpodial. Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai pendek, bentuk lanset atau jorong. Bunga tersebar di batang atau di ketiak daun, bentuk tabung, berwarna putih dan harum. Buah bulat, permukan licin, beralur. Biji bulat, keras, berwarna coklat. Nama daerah: mahkota dewa.
Gambar 4. 40 Pandanus amaryllifolius
Gambar 4. 41. Phaleria marcoca rpa
Phylanthus urinaria L.
Batang basah, hijau, panjang 30-40 cm. Daun majemuk bersirip genap, anak daun berbulu mata pendek di tepinya, bentuk bulat, pada pangkal anak daun terdapat daun pelindung 2 selaput, hijau. Bunga tumbuh di ketiak daun, berseling dalam dua baris di setiap dahannya, bunga betina tunggal, berada di pangkal, bunga jantan dua atau tiga di ujung dahan. Buah kotak, berduri tempel pendek berkatup 3, buah pecah dan rata. Nama daerah: sidukung anak.
Piper betle L.
Tumbuhan memanjat. Batang panjang 5 – 15 m. Daun berseling atau tersebar, bulat lonjong, bertangkai, daun penumpu cepat rontok dan meninggalkan tanda bekas berbentuk cincin. Helaian daun bulat telur sampai memanjang, tepi rata, pangkal berbentuk jantung, ujung runcing, hijau. Nama daerah: demban.
Piper nigrum L.
Terna, tanaman pemanjat, daun tunggal, duduknya tersebar atau berkarang, dengan satu tanpa daun - daun penumpu. Bunga majemuk, kecil tanpa hiasan bunga. Buah buni. Daun beraroma pepper ketika diremas. Nama daerah: lada.
Gambar 4. 42. Phylanthus urinaria
Gambar 4. 43. Piper
Gambar 4. 44. Piper nigrum
Plantago mayor L.
Herba semusim, tinggi 6-50 cm, batang pendek, bulat, cokelat. Daun tunggal, bertangkai panjang, tersusun dalam roset akar, bulat telur sampai lanset melebar, tepi rata atau bergerigi kasar tak teratur, permukaan licin atau sedikit berambut, pertulangan melengkung, panjang 5-10 cm, lebar 4-9 cm, hijau. Perbungaan majemuk, tersusun dalam bulir-bulir kecil, warna putih. Buah lonjong atau bulat telur, berisi 2 - 4 biji, berwarna hitam, keriput. Nama daerah: sonduk-sonduk.
Persea gratissima Gaertn.
Pohon, tinggi 3-10 m, daun tunggal, bertangkai, panjang 1,5-5 cm, bentuk jorong sampai bundar telur memanjang, tebal seperti kulit, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, bertulang menyirip. Bunga majemuk, berkelamin dua, tersususn dalam malai yang keluar dekat ujung kehijauan. Buah buni, berbentuk bola atau bulat telur, panjang 5-20 cm, warna hijau atau hijau kekuningan. Nama daerah: pokat.
Psidium guajava L.
Semak, tinggi 3 – 10 meter, permukaan kulit batang halus, berwarna coklat, mudah mengelupas. Daun berhadapan, bertulang menyirip, berbintik, bundar telur, agak menjorong, panjang 6-14 cm, lebar 3-6 cm. Bunga tunggal, panjang gagang 2 – 4 cm, panjang kelopak 7 -10 mm, tajuk berbentuk bundar telur sungsang, panjang 1,5 – 2 cm. Buah berbentuk buat Gambar 4. 45. Plantago mayor
Gambar 4. 46. Persea gratissima
atau bulat telur, panjang 5 – 8,5 cm, berdaging yang menyelimuti biji – bijinya. Nama daerah: jambu batu.
Saurophus androgynus (L.) Merr.
Perdu, tinggi 2 - 5 m. Batang berkayu, bulat, bekas daun tampak jelas, tegak. Daun majemuk, bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, panjang 1-6 cm, lebar 1-4 cm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk payung, di ketiak daun, mahkota bulat telur, warna ungu. Buah buni, bulat, beruang tiga diameter ± 1, 5 mm, warna hijau keputih – putihan. Nama daerah: podom-podom.
Syzygium aromaticum (L.) Merr.
Pohon, tinggi 5-10 m. Daun bulat atau memanjang, dengan pangkal yang sangat runcing, bagian atas mengkilat. Malai rata hanya terminal, tabung kelopak sedikit memanjang di atas bakal buah, hijau kemerahan, panjang 1-1,5 cm. Buah buni, memanjang sampai bentuk telur terbalik. Nama daerah: cengkeh.
Stachytarpheta jamaicensis (L.) Vahl.
Terna tahunan, tumbuh tegak, tinggi ±50 cm. Daun letak berhadapan, bentuk bulat telur, tepi bergerigi, tidak berambut. Bunga duduk tanpa tangkai pada bulir – bulir yang berbentuk sepeti pecut, panjang 4 – 20 cm. Bunga mekar tidak bersamaan, kecil – kecil, warna ungu dan putih. Nama daerah: topu arang.
Gambar 4. 48. Saurophus
Gambar 4. 49. Syzygium
Urena lobata L.
Perdu tegak, bercabang banyak, liat, berambut halus, tinggi ±1 meter. Daun tunggal, berlekuk menjari 3, 5 atau 7, tumbuh berseling, panjang 3 – 8 cm, lebar 1 - 6 cm, tepi bergerigi, warna daun bagian atas hijau, bagian bawah hijau muda, pangkal daun membulat, ujung runcing. Bunga berwarna ungu, keluar dari ketiak daun. Buah bulat, penampang ± 5 mm, berambut seperti sikat, beruang 5, tiap ruangan berisi satu biji. Nama daerah: sapilulut.
Zingiber officinale Rosc.
Herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm, batang semu, beralur. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, hijau tua. Bunga majemuk, bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3,5-5 cm, mahkota bunga bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, ungu. Buah kotak, bulat panjang, cokelat. Rimpang kuning keputihan. Nama daerah: poge putih.
Zingiber officinale Roxb. Var Rubra
Herba semusim, tegak, tinggi 40-50 cm, batang semu, beralur, membentuk rimpang, warna hijau. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, warna hijau tua. Bunga majemuk, bentuk bulir, sempit, ujung runcing, panjang 3,5 - 5 cm, mahkota bunga bentuk corong, panjang 2-2,5 cm, warna ungu. Buah kotak, bulat panjang, warna cokelat. Nama daerah: poge jorlang. Gambar 4. 51. Urena lobata Gambar 4. 52. Zingiber officinale Gambar 4. 53. Zingiber officinale
Zingiber purpureum Roxb.
Herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1,5 m, membentuk rumpun, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang pinggirnya berambut sikat. Daun tunggal, letak berseling, helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing pangkal tumpul, tepi rata berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, lebar 20-40 mm, warna hijau. Bunga majemuk, bentuk tandan, keluar dari ujung batang. Rimpang menjalar dan berdaging kekuningan. Nama daerah: laja.
Zingiber zerumbet (L.) J.E. Smith.
Herba perenial, tinggi lebih dari 1 m. Batang semu berupa kumpulan pelepah daun yang berseling di atas tanah, hijau. Daun tunggal, berpelepah, duduk berseling, pelepah membentuk batang semu, helaian bentuk lanset sempit, terlebar di tengah atau di atas tengah, panjang 3 – 7 kali lebar, pangkal runcing atau tumpul, ujung sangat runcing atau meruncing, Bunga susunan majemuk bulir, bentuk bola atau memanjang, muncul di atas tanah, tegak, berambut halus. Rimpang merayap, berdaging, gemuk dan aromatik. Nama daerah: lampuyang.
Gambar 4. 54. Zingiber purpureum
Gambar 4. 55. Zingiber zerumbet