• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V Analisis Data dan Pembahasan

C. Deskripsi Tanggapan Responden Terhadap Variabel

< 1 1 – 5 > 5 3 26 1 10,0 86,7 3,3 Total 30 100,0 Sumber: Lampiran 4

Berdasarkan Tabel 7 dapat diketahui bahwa responden yang paling banyak adalah responden yang telah bekerja 1 sampai 5 tahun yaitu ada 26 orang (86,7%), responden yang memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun ada 3 orang (10%) dan responden yang memiliki masa kerja lebih dari 5 tahun ada 1 orang (3,3%). Hasil ini mengindikasikan sebagian besar tenaga penjual tetap di PT Columbia Klaten telah bekerja di perusahaan tersebut antara 1 sampai 5 tahun.

C. Deskripsi Tanggapan Responden Terhadap Variabel Penelitian

Deskripsi data penelitian ini merupakan gambaran tanggapan responden terhadap pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner yang meliputi variabel rasa saling percaya sesama anggota tim, variabel motivasi kerja, variabel peran supervisor, variabel volume penjualan dan variabel peningkatan penjualan. Deskripsi jawaban responden disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel 8. Deskripsi Data Variabel Penelitian Kisaran Skor Variabel

Teoritis Empiris Rata-rata

Rasa saling percaya sesama anggota tim 7 – 35 18 – 33 24,57

Motivasi kerja 5 – 25 16 – 25 20,60

Peran supervisor 7 – 35 24 – 35 29,70

Volume penjualan 1 – 5 1 – 5 2,70

Peningkatan penjualan 1 – 4 2 – 4 3,10

Variabel rasa saling percaya sesama anggota tim memiliki skor kisaran teoritis antara 7 sampai 35. Sedangkan skor tanggapan responden untuk variabel rasa saling percaya sesama anggota tim tersebut berkisar antara 18 sampai 33 dengan rata-rata skor 24,57. Rata rata tanggapan responden tersebut yaitu 24,57 menunjukkan tanggapan responden terletak pada jawaban netral (skala 3 x 7 = 21) mendekati jawaban setuju (skala 4 x 7 = 28) yang berarti sebagian besar responden memiliki rasa saling percaya sesama anggota tim yang tinggi.

Variabel motivasi kerja memiliki skor kisaran teoritis antara 5 sampai 25. Sedangkan skor tanggapan responden untuk variabel motivasi kerja tersebut berkisar antara 16 sampai 25 dengan rata-rata skor 20,60. Rata rata tanggapan responden tersebut yaitu 20,60 menunjukkan tanggapan responden terletak pada jawaban setuju (skala 4 x 5 = 20) mendekati jawaban sangat setuju (skala 5 x 5 = 25) yang berarti sebagian besar responden memiliki motivasi kerja yang sangat tinggi.

Variabel peran supervisor memiliki skor kisaran teoritis antara 7 sampai 35.

Sedangkan skor tanggapan responden untuk variabel peran supervisor tersebut

berkisar antara 24 sampai 35 dengan rata-rata skor 29,70. Rata rata tanggapan responden tersebut yaitu 29,70 menunjukkan tanggapan responden terletak pada jawaban setuju (skala 4 x 7 = 28) mendekati jawaban sangat setuju (skala 5 x 7 = 35) yang berarti sebagian besar responden menyatakan peran supervisor sangat tinggi.

Variabel volume penjualan memiliki skor kisaran teoritis antara 1 sampai 5. Sedangkan skor tanggapan responden untuk variabel volume penjualan tersebut berkisar antara 1 sampai 5 dengan rata-rata skor 2,70. Rata rata tanggapan responden tersebut yaitu 2,70 menunjukkan tanggapan responden terletak pada jawaban

Rp.1.000.000 – Rp.5.000.000 (skala 2) mendekati jawaban Rp.5.100.000 – Rp.7.000.000 (skala 3) yang berarti sebagian besar volume penjualan responden berkisar antara Rp.1.000.000 sampai Rp.7.000.000.

Variabel peningkatan penjualan memiliki skor kisaran teoritis antara 1 sampai 4. Sedangkan skor tanggapan responden untuk variabel peningkatan penjualan tersebut berkisar antara 2 sampai 4 dengan rata-rata skor 3,10. Rata rata tanggapan responden tersebut yaitu 3,10 menunjukkan tanggapan responden terletak pada jawaban konstan (skala 3) mendekati jawaban semakin meningkat (skala 4) yang berarti sebagian besar penjualan responden semakin meningkat.

D. Analisis Pengaruh Rasa Saling Percaya Sesama Anggota Tim Terhadap Volume Penjualan

Hipotesis pertama penelitian ini adalah rasa percaya kepada sesama anggota tim berpengaruh positif terhadap volume penjualan yang dicapai tenaga penjual. Untuk menganalisis pengaruh rasa percaya kepada sesama anggota tim tersebut terhadap volume penjualan yang dicapai tenaga penjual, digunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil uji pengaruh tersebut dapat dilihat pada Tabel 9 berikut ini.

Tabel 9. Hasil Uji Pengaruh Rasa Saling Percaya Sesama Anggota Tim Terhadap Volume Penjualan

Variabel Independen Koefisien

Regresi t hitung

Konstanta

Rasa percaya kepada sesama anggota tim

-2,073 0,194 -2,071** 4,863*** Sumber: Lampiran 6 Keterangan: **) : signifikan pada p ≤ 0,05 ***) : signifikan pada p ≤ 0,01

Hasil koefisien regresi pada Tabel 9 dapat dibuat persamaan regresinya yaitu: Y = -2,073** + 0,194 X*** + e

Berdasarkan Tabel 9 dapat diketahui koefisien regresi rasa percaya kepada sesama anggota tim sebesar +0,194. Tanda positif berarti rasa percaya kepada sesama anggota tim mempunyai pengaruh yang positif terhadap volume penjualan yang dicapai tenaga penjual. Artinya semakin tinggi rasa percaya seorang tenaga penjual kepada sesama anggota timnya maka volume penjualannya akan semakin meningkat, atau sebaliknya.

Untuk menguji apakah ada pengaruh yang positif dan signifikan antara rasa percaya kepada sesama anggota tim terhadap volume penjualan, digunakan uji t. Jika nilai t hitung > t tabel (t tabel = t (0,05; 28) = 1,701) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang positif dan signifikan antara rasa percaya kepada sesama anggota tim terhadap volume penjualan yang dicapai tenaga penjual. Daerah penerimaan atau penolakan Ho dapat dilihat pada Gambar 1 berikut ini.

1,701 4,863 Gambar 1.Daerah Penerimaan Hipotesis I

Berdasarkan Gambar 1 dapat diketahui bahwa Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa rasa percaya kepada sesama anggota tim berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan yang dicapai tenaga penjual.

Prinsip sistem kerja pemasaran di PT Columbia adalah kerjasama tim. Keberhasilan usaha di perusahaan tersebut tentu saja tidak terlepas dari kerjasama tim yang baik. Semakin baik kerjasama tim maka semakin baik pula hasil penjualan (volume penjualannya).

Kerjasama tim dapat berjalan dengan baik ditandai dengan adanya tim yang solid dimana tenaga penjual saling bertukar informasi tentang pelanggan, saling tukar menukar ide dan teknik penjual yang efektif dalam mempengaruhi pembeli, demi mencapai target penjualan. Sebab salah satu tugas tenaga penjual menurut Winardi (1991: 32-34) adalah diharapkan dapat berkomunikasi yaitu para tenaga penjual harus terampil dalam hal mengkomunikasikan informasi tentang produk dan servis perusahaan yang bersangkutan kepada para pembeli yang potensial. Selain itu, tenaga penjual juga diharapkan dapat menjual (selling) dimana para tenaga penjual hrus efektif dalam seni, keterampilan menjual, mendekati penjual, menyajikan barang-barang, menjawab keberatan-keberatan calon-calon pembelian dan menyelesaikan pembelian. Dengan saling bertukar informasi atau ide penjualan

maka skill atau teknik kemampuan tenaga penjual semakin meningkat. Dengan

adanya kemampuan menjual yang baik akan secara langsung dapat meningkatkan volume penjualan.

Dokumen terkait