• Tidak ada hasil yang ditemukan

Deskripsi Temuan Studi Penelitian

Dalam dokumen MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS SMK (Halaman 62-77)

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Deskripsi Temuan Studi Penelitian

Manajemen Pembelajaran Berbasis Sekolah di SMK (Studi Kasus Pembelajaran di PTS/B UNS), dari hasil penelitian di lapangan diperoleh data sebagai berikut :

1. Kesesuaian prinsip pembelajaran di PTS/B UNS dengan prinsip pembelajaran berdasarkan Manajemen Berbasis Sekolah di SMK

a. Hasil Pengumpulan Data di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan UNS 1). Hasil Wawancara

Dari hasil wawancara dosen konsentrasi bangunan gedung PTS/B, dosen konsentrasi gambar bangunan PTS/B dan dosen laboratorium PTS/B. Maka diperoleh hasil sebagai berikut :

a) Dalam pembelajaran, mahasiswa di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan dituntut untuk tanggap dengan ilmu pengetahuan, perkembangan tehnologi yang relevan dengan kebutuhan kehidupan, serta menanamkan nilai moral, beriman, jujur, disiplin, tanggung jawab, memiliki nalar yang tinggi, berjiwa entrepreneur mampu bersaing di era globalisasi, kreatif, kritis, mampu dalam pemecahan masalah, serta mengembangkan pendidikan yang mengedepankan multi intelegensi.

b) Pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan UNS dilaksanakan tidak membeda-bedakan antar mahasiswa satu dengan yang lainnya. Semua mahasiswa mendapatkan hak dan kewajiban yang sama. Dalam penugasan, dosen tidak menuntut hasil pekerjaan mahasiswa yang sama. Akan tetapi berdasarkan kemampuan individu mahasiswa dan keseriusannya. Maksudnya dalam pemberian tugas, dosen di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan tidak mewajibkan semua mahasiswa menggunakan alat bantu komputer. Akan tetapi bisa menggunakan cara manual. Sehingga dalam kelas, tidak terjadi kecemburuan sosial antar mahasiswa., tidak ada perbedaan antara si kaya atau si miskin. Sehingga terjadi pemerataan pembelajaran di

Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan.

c) Dalam pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan adanya tuntutan untuk dapat tampil dan terampil dalam perkembangan IPTEK.

Di PTS/B, menyediakan fasilitas-fasilitas pendukungnya. Contohnya, mahasiswa untuk mencari informasi apapun, sudah disediakan komputer dan fasilitas internet. Sehingga dalam pembelajarannya lebih efektif, efisien, kreatif dan mengikuti perkembangan IT. Selain itu, di laboratorium Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan, sebagian peralatannya sudah menggunakan alat-alat modern yang up to date.

Sehingga lulusan-lulusan dari Pendidikan Teknik Sipil/bangunan apabila ditempatkan di bidang produksi, sudah tidak gaptek (gagap teknologi) dan diharapkan sudah menjawab kebutuhan-kebutuhan kerja di bidang industri.

d) Pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah disesuaikan dengan kebutuhan Steakholders. Pembelajaran di PTS/B di konsentrasikan bahwa lulusannya diharapkan menjadi seorang pendidik yang profesional. Yang mana, seorang pendidik yang memiliki kemampuan intelektual yang memadai, kemampuan memahami visi dan misi pendidikan, keahlian mentrasfer ilmu pengetahuan atau metodelogi pembelajaran, memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan, kemampuan mengorganisir dan problem solving, kreatif dan memiliki seni dalam mendidik. Akan tetapi pengembangan pembelajaran di PTS/B, selain menjadi guru profesional diharapkan lulusannya menjadi Teknisi bidang bangunan yang handal dan profesional. Cakap dalam bekerja, kreatif dalam berkarya, cerdas mengatasi suatu permasalahan yang ada.

e) Pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan tidak hanya memperhatikan pembelajaran untuk satu kali pertemuan atau satu

dalam jangka panjang. Karena itu, ketika memilih bidang kajian akademis dan topik, dosen sering menargetkan dalam mengatasi kelemahan mahasiswa dalam belajar, memilih subjek terkini, misalnya aspek kebaharuan segi isi, teknologi, dan pendekatan pembelajaran, memusatkan perhatian pada hal terpenting yang mendasar yang berpengaruh terhadap pembelajaran lainnya. Selain itu, dosen di PTS/B juga membuat modul. Modul tersebut memuat tujuan jangka panjang yang ingin dicapai, filosofi pembelajaran yang dianut, rancangan pembelajaran dan rancangan seluruh unit, contoh hasil kerja mahasiswa, hasil refleksi mengenai kekuatan dan kesulitan dalam pembelajaran. Pembelajarannya pun mempertimbangkan kualitas ideal yang ingin dikuasai oleh mahasiswa pada saat mereka lulus, kualitas apa yang dimiliki mahasiswa saat sekarang, dan bagaimana mengatasi kesenjangan yang ada di antaranya.

f) Pembelajaran sepanjang hayat di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan, semua dosen belum bisa maksimal untuk melaksanakannya. Karena sangat kompleknya pembelajaran sepanjang hayat ini. Bisa dilihat bahwa pembelajaran sepanjang hayat tersebut dimulai dari bayi sampai meninggal dunia. Padahal aspek-aspek dari lahir sampai meninggal dunia ini sangatlah banyak. Mulai dari pembelajaran agama (hubungan antar manusia dan penciptaNya) sampai aturan-aturan hubungan antar manusia. Semua ini tidak dapat dikaji satu persatu. Akan tetapi, minimal ada sebagian pembelajaran tersebut disampaikan di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan. Dengan kondisi tersebut untuk saling melengkapi, mahasiswa diharapkan dapat menggali pembelajaran tersebut di lingkungan sekitar.

g) Pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil Bangunan kurang seimbang antara kepentingan global, nasional dan lokal. Orientasi pembelajarannya hanya mencakup lokal dan nasional saja. Pola pikir pembelajaran mahasiswa, maksimal arahnya hanya ke nasional. Dan lulusan dari Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan kurang mampu dan

tidak mampu bersaing di tingkat internasional. Karena pembekalan dan pendekatan pembelajarannya masih sangat kurang. Untuk penguasaan IT mahasiswa di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan mampu bersaing di internasional. Akan tetapi, apabila dihadapkan dengan bahasa dan keterampilan kerja, masih di bawah standar.

Mengapa demikian? Padahal menurut pengamatan dari peneliti, mayoritas mahasiswa di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan memiliki potensi-potensi yang besar. Akan tetapi, sistem pembelajaran yang ada, kurang digarap secara maksimal. Pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan diharapkan lebih mampu memfasilitasi dan menstimulasi potensi yang dimiliki mahasiswa agar menjadi kompetensi yang dapat digunakan untuk membangun lingkungannya di era global. Pembelajaran yang mampu menghasilkan mahasiswa yang kreatif dan inovatif, mampu mengangkat potensi diri mahasiswa dan daerahnya menjadi sesuatu yang bernilai tambah. Pembelajaran yang mampu mendidik mahasiswa untuk menghadapi tantangan globalisasi dan mengelolalnya sedemikian rupa sehingga menjadi peluang untuk mendapatkan manfaat yang besar dari kondisi tersebut.

Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan, yaitu potensi mahasiswa, kondisi lingkungan lokal, dan kondisi lingkungan global. Potensi yang dimiliki mahasiswa merupakan modal utama dalam pendidikan.

Pembelajaran yang dilaksanakan sesungguhnya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa menjadi kompetensi. Falsafahnya adalah mahasiswa belajar bukan untuk menjadi orang yang serba tahu; bukan untuk menjadi kamus berjalan;

bukan menjadi robot, tapi untuk menjadi dirinya sendiri dengan segala kekuatan dan kelemahannya. Oleh karena itu, pembelajaran yang dikembangkan harus memberi kesempatan kepada semua mahasiswa

berbeda dengan yang lain namun tetap memiliki kekuatan/kompetensi yang dapat diandalkan. Peradaban manusia berkembang karena kerja seseorang yang memiliki “kelainan” dalam hidupnya, yang mana seseorang yang berani “tampil beda”.

2. Kesesuaian pelaksanaan pembelajaran di program studi Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan UNS dengan kaidah pelaksanaan pembelajaran berdasarkan Manajemen Berbasis Sekolah di SMK.

a. Hasil Pengumpulan Data di Program Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan FKIP UNS

1). Hasil Observasi

(1). Persiapan pembelajaran

(a) Kompetensi yang dirumuskan mayoritas dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan dalam persiapan mengajar cukup jelas, cukup konkrit kompetensi sehingga mudah diamati, dan sudah tepat kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut. Akan tetapi masih ada sebagian kecil dosen belum tepat dalam pembentukan kompetensi.

(b) Persiapan mengajar dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah sederhana dan fleksibel serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik.

(c) Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam persiapan mengajar dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah cukup menunjang dan sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

(d) Persiapan mengajar yang dikembangkan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah cukup utuh dan menyeluruh serta jelas pencapaiannya.

(e) Di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah cukup ada koordinasi antarkomponen pelaksana, terutama apabila pembelajaran dilaksanakan secara tim (team teaching).

(2). Pengembangan silabus pembelajaran

(a) Strategi pembelajaran dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan yang dirancang dalam silabus sudah memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran dan teori pembelajaran

(b) Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan belum cukup disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta didik sehingga, dalam materi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran pada silabus dengan tingkat perkembangan peserta didik, belum mempengaruhi kebermaknaan pembelajaran.

(c) Komponen-komponen silabus yang dilakukan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah saling berhubungan secara fungsional dalam pencapaian kompetensi.

(d) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah mengadakan hubungan yang konsisten antara kopetensi dasar, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, serta teknik dan instrument penilaian.

(e) Cakupan indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian yang dilaksanakan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah cukup menunjang pencapaian kopetensi dasar.

(f) Cakupan indikator, materi pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian yang dilaksanakan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan masih kurang memperhatikan

(g) Keseluruhan komponen silabus yang disusun oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah cukup dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan kebutuhan masyarakat.

(h) Komponen silabus yang dilaksanakan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah mencakup keseluruhan ranah kompetensi, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor.

(3). Strategi pembelajaran

(a) Pembelajaran yang disampaikan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah memperhatikan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh peserta didik

(b) Pembelajaran yang disampaikan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan kurang ditekankan pada pemahaman.

(c) Pembelajaran yang disampaikan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan belum ditekankan pada upaya mempraktekan secara langsung apa-apa yang dipelajari. Akan tetapi hanya beberapa mata kuliah yang ada hubungannya dengan mata kuliah praktek saja yang di lakukan.

(d) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah mengadakan refleksi terhadap strategi pembelajaran dan pengembangan pengetahuan yang dipelajari.

(e) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah menciptakan suasana yang mendorong peserta didik siap belajar.

(f) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan mempunyai kelemahan dalam membantu peserta didik untuk menyusun kelompok, agar siap belajar dan membelajarkan

(g) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan mempunyai kemampuan dalam mendiagnosis dan menemukan kebutuhan belajar peserta didik.

(h) Sudah adanya bantuan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan kepada mahasiswa untuk menyusun tujuan belajar.

(i) Belum adanya bantuan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan kepada mahasiswa untuk merancang pola-pola pengalaman belajar.

(j) Sudah adanya bantuan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan kepada mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar.

(k) Sudah adanya bantuan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan kepada mahasiswa untuk melakukan evaluasi diri terhadap proses dan hasil belajar.

(l) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah menggunakan modul dalam pembelajaran

(m)Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah menggunakan media-media pembelajaran sehingga peserta didik lebih cepat memahami pembelajaran.

(4). Prosedur pembelajaran

(a) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah menciptakan kondisi awal pembelajaran yang meliputi: membina keakraban, menciptakan kesiapan belajar peserta didik dan menciptakan suasana belajar yang demokratis.

(b) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah melakukan apersepsi/pre test yang meliputi kegiatan mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan materi sebelumnya, memberikan komentar atas jawaban yang diberikan peserta didik dan membangkitkan motivasi dan perhatian peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

(c) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah menyampaikan tujuan yang ingin dicapai, baik secara lisan maupun tulisan.

(e) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah mengadakan pembahasan materi

(f) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah melakukan penilaian akhir pembelajaran, analisis hasil penilaian akhir; tindak lanjut; mengemukakan topik yang akan dibahas pada waktu yang akan datang; dan menutup kegiatan pembelajaran.

(5) Pengembangan bahan ajar

(a) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah menggunakan media pembelajaran

(b) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah mengembangkan cakupan bahan ajar seperti : Judul, Materi Pembelajaran, Standar Kopetensi, Kopetensi Dasar, Indikator, Tempat, Petunjuk belajar, Tujuan yang akan dicapai, Informasi pendukung, Latihan-latihan, Petunjuk kerja, Penilaian

(c) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan belum melakukan penyusunan peta bahan ajar. Mulai dari Standar Kopetensi, Kopetensi Dasar, sampai Materi Pembelajaran/Judul bahan ajar.

(d) Ada sebagian kecil dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan belum mengadakan alur analisis penyusunan bahan ajar. Mulai dari Standar Kopetensi, Kopetensi Dasar, Indikator, Materi Pembelajaran, Kegiatan pembelajaran, sampai penentuan bahan ajar.

(6) Model pembelajaran

(a) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan menghimbau kepada mahasiswanya untuk lebih peduli terhadap orang lain, sehingga mahasiswa mudah bergaul, bekerja sama, dan hidup secara harmonis dengan orang lain

(b) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan mengarahkan mahasiswanya untuk menyadari nilai-nilai yang mereka miliki,

memunculkan dan merefleksikannya, sehingga mahasiswa memiliki keterampilan proses menilai.

(c) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan membantu mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan mempertimbangkan nilai moral secara kognitif

(d) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan membantu mahasiswanya dalam mengaktualisasikan diri.

(7). Media pembelajaran

Beberapa pendidik sudah menggunakan :

(a) Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart.

(b) Audio Visual seperti: video/film,VCD (c) Audio seperti: radio, kaset, CD audio.

(d) Visual seperti: foto, gambar, model/maket.

(e) Multi Media seperti: CD interaktif, computer Based, Internet

(8). Sumber belajar untuk mengaktifkan pembelajaran peserta didik (a) Mayoritas dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah

meningkatkan produktivitas pembelajaran. Akan tetapi ada sebagian dosen belum meningkatkan produktivitas pembelajaran.

(b) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan memberikan pembelajaran yang memungkinkan pembelajaran yang sifatnya lebih individual

(c) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran

(d) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan memberikan sesuatu hal yang sifatnya lebih memantapkan pembelajaran

(e) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan belum melakukan

(f) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan melakukan pembelajaran yang memungkinkan penyajian pembelajaran yang lebih luas

(9). Teknik pengelolaan kelas

(a) Dalam proses pengelolaan kelas dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah mengadakan hubungan interpersonal yang baik antara mahasiswa - dosen dan atau mahasiswa – mahasiswa dan dosen menduduki posisi penting bagi terbentuknya iklim, sosio-emosional yang baik di dalam kelas.

(b) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan mengadakan keberlangsungan pembelajaran dalam konteks kelompok sosial dan tugas dosen adalah membina dan memelihara kelompok yang produktif dan kohesif.

(10) Team teaching

(a) Dalam pembelajaran, sebagian dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah melakukan penyusunan perencanaan pembelajaran dan metode pembelajaran secara bersama-sama (b) Dalam melakukan Team Teaching, dosen Pendidikan Teknik

Sipil/Bangunan saling memahami materi dan isi pembelajaran antar partnernya., dan adanya pembagian peran dan tanggung jawab secara jelas

2) Hasil Wawancara

Hasil wawancara di lapangan dari mahasiswa Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan FKIP UNS diperoleh beberapa pelaksanaan pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan FKIP UNS antara lain:

a) Sebelum pembelajaran di mulai, mayoritas dosen di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah menyiapkan materi-materi yang akan diajarkan kepada mahasiswa. Akan tetapi sarana-sarana pendukung untuk persiapan dalam

pembelajaran kurang maksimal. Karena adanya keterbatasan media pembelajaran, fasilitas pendukung yang kurang tertata rapi, kebersihan ruang kelas, serta kurang siapnya mahasiswa dalam menerima pembelajaran.

Faktor lain dari mahasiswa yang menyebabkan persiapan dalam pembelajaran terganggu dikarenakan adanya mahasiswa yang sering kali terlambat dalam mengikuti pembelajaran. Sehingga dosen yang sedang menjelaskan perkuliahan, sering kali terganggu akan kehadiran mahasiswa yang terlambat dan tidak sedikit mahasiswa lain terpecah konsentrasinya. Diharapkan adanya perubahan kebijakan yang diterapkan oleh dosen-dosen di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan untuk lebih mendisiplinkan waktu perkuliahan kepada mahasiswa.

b) Dalam hal pengembangan silabus pembelajaran, mayoritas dosen di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan kurang menyesuaikan kondisi dari mahasiswanya. Pemilihan materi yang disampaikan, strategi yang akan dilaksanakan, dan media-media pembelajaran yang akan diterapkan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan kurang sesuai dengan intelektual yang dimiliki oleh setiap mahasiswa, dapat dikatakan juga transfer ilmu dari dosen kepada mahasiswa kurang berjalan dengan baik.

c) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan mempunyai karakteristik sendiri-sendiri dalam melaksanakan strategi pembelajarannya. Mayoritas strategi pembelajaran yang di diterapkan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah mengena kepada tujuan dari pembelajaran. Mahasiswa banyak menyerap pembelajaran yang disampaikan. Akan tetapi ada sebagian kecil dosen dalam penerapan strategi pembelajarannya kurang. Sehingga dalam pembelajaran, mahasiswa kurang bisa menangkap informasi yang disampaikan oleh dosen tersebut. Pembelajarannya pun menjadi kurang maksimal.

d) Prosedur pembelajaran yang dilakukan oleh Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah melakukan pendekatan-pendekatan personal

suasana yang nyaman, mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut materi perkuliahan sebelumnya, mengukur pengetahuan mahasiswa tentang materi yang akan diajarkan, memberikan komentar jawaban dari tiap-tiap mahasiswa, memberikan tujuan dan motivasi dari pembelajaran yang akan disampaikan. Sehingga pembelajarannya pun terasa hidup dan ada aksi dan reaksi dalam suasana pembelajaran.

e) Dosen Pendidikan Teknik Sipil / Bangunan sudah melakukan pengembangan bahan ajar dalam hal media pembelajarannya, cakupan-cakupan bahan ajarnya, sampai penyusunan peta bahan ajarnya. Sehingga bahan ajar yang diberikan sudah representatif dengan tema pembelajarannya.

Dengan adanya pengembangan bahan ajar dan keterkaitan bahan ajar tersebut, mahasiswa lebih mudah memahami, menganalisi, dan menyimpulkan sesuatu permasalahan yang dihadapi oleh mata perkuliahan yang bersangkutan.

f) Dosen-dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan dalam melakukan pembelajaran, mahasiswa diarahkan untuk menyadari nilai-nilai yang dimilikinya, kemudian dari nilai-nilai itu diarahkan dan diasah supaya menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Baik bermanfaat bagi dirinya maupun orang disekitarnya. Sehingga aktualisasi yang dimiliki setiap mahasiswa berkembang.

g) Media-media pembelajaran yang telah diterapkan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah bagus. Mulai dari penggunaan audio sampai multi media, hampir semua dosen sudah menggunakan. Akan tetapi semua itu kurang didukung oleh kuantitas media yang ada. Satu buah media pembelaran bisa diperebutkan oleh banyak kelas yang akan menggunakan.

Sehingga dalam pembelajarannya pun sering kali terganggu karena media pembelajaran yang akan digunakan, tidak tersedia di tempat.

h) Sumber pembelajaran yang diterapkan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah representatif dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Sumber pembelajarannya tidak hanya terpatok oleh teks book. Akan tetapi lingkungan sekitar yang ada di kampus, juga digunakan dalam sumber

pembelajarannya.

i) Dalam pengelolaan kelas, dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan mengaktifkan kondisi pembelajaran yang sedang berjalan. Adanya selalu aksi dan reaksi dalam pembelajaran di kelas. Apabila ada penyimpangan-penyimpangan dalam pembelajaran di kelas, dosen segera menegur dan menyesuaikan ke kondisi yang telah ada. Sehingga dalam pengelolaan kelas dapat mudah diatasi.

j) Team Theaching yang dilakukan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan, kebanyakan dalam hal mata kuliah praktek. Team Theaching yang dijalankan pun berjalan dengan baik. Sudah adanya koordinasi antar dosen. Sehingga pembagian kerjanya pun sudah jelas.

3. Kesesuaian penilaian pembelajaran di program study Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan UNS dengan kaidah penilaiaan berdasarkan Manajemen Berbasis SMK.

a. Hasil Pengumpulan Data Di Program Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan UNS 1). Hasil Wawancara

Dari hasil wawancara dosen konsentrasi bangunan gedung PTS/B, dosen konsentrasi Gambar Bangunan PTS/B dan dosen Laboratorium PTS/B.

Maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Penilaian dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan kompetensi yang dinilai.

Penilaian yang dilaksanakan melalui:

a) Tes atau kuis.

Tes dapat berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja. Tes tertulis menuntut mahasiswa untuk memberikan jawaban secara tertulis.

Tes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung (tatap muka) antara peserta didik dengan pendidik. Pertanyaan dan jawaban diberikan secara

dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk melakukan perbaikan pembelajaran, memantau kemajuan dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik Kuis juga dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu kompetensi dasar (KD) atau lebih. Ujian tengah semester dilakukan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil /Bangunan untuk mengukur pencapaian kompetensi mahasiswa setelah melaksanakan 7–9 minggu kegiatan pembelajaran.

Cakupan ujian tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Ujian akhir semester dilakukan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan untuk mengukur pencapaian kompetensi mahasiswa pada akhir semester.

Cakupan ujian akhir semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.

b) Observasi

Observasi dilakukan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan untuk mengamati mahasiswa selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan kompetensi yang dinilai, dan dapat dilakukan baik secara formal maupun informal.

c) Penugasan

Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan memberikan tugas kepada mahasiswa baik secara perorangan maupun kelompok. Penilaian penugasan diberikan untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, dan dapat berupa praktik di laboratorium, tugas rumah, portofolio, projek, dan/atau produk.

d) Projek

Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan memberikan tugas kepada mahasiswa dalam kurun waktu tertentu. Mahasiswa dapat melakukan penelitian melalui pengumpulan, pengorganisasian, dan analisis data, serta

pelaporan hasil kerjanya. Penilaian projek dilaksanakan terhadap persiapan

pelaporan hasil kerjanya. Penilaian projek dilaksanakan terhadap persiapan

Dalam dokumen MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS SMK (Halaman 62-77)

Dokumen terkait