• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Sampling

Dalam dokumen MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS SMK (Halaman 49-0)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

D. Teknik Sampling

Sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian, tehnik pengambilan sample menggunakan tehnik purposive sampling (sample yang diambil berdasarkan tujuan tertentu). Dengan menggunakan tehnik peneliti berusaha memperoleh data dari informan yang dianggap mengetahui terhadap permasalahan yang diteliti serta pemilihan informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dalam proses pengumpulan data, adapun yang menjadi sampel dalam penelitian disini adalah dosen gambar bangunan, dosen struktur bangunan, dosen laboratorium dan mahasiswa Program Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Di dalam menentukan informan, peneliti menggunakan tehnik purposive snowball sampling, yaitu pertama kali peneliti menentukan beberapa orang yang dianggap mengetahui mengenai informasi yang relevan dengan penelitian, dan selanjutnya pemilihan informan ini dapat berkembang ke unit-unit yang berkaitan yang dianggap mengetahui suatu data informasi.

E. Tehnik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Teknik Wawancara

Wawancara jenis ini bersifat lentur dan terbuka, tidak terstruktur ketat, tidak dalam suasana formal, dan bisa dilakukan berulang berupa informan yang

kelenturan cara ini akan mampu mengorek kejujuran informan untuk memberikan informasi yang sebenarnya, terutama yang berkaitan dengan perasaan, sikap dan pandangan mereka terhadap pembelajaran di PTS/B. Teknik ini akan dilakukan pada semua informan oleh peneliti langsung sehingga diharapkan data yang diperoleh akan lebih valid.

2. Analisis Dokumen

Menurut Husaini Usman (2004 : 73) Tehnik pengumpulan data yang diperoleh melalui dokumen. Analisis dokumen, dilakukan dengan cara menganalisa dan mencatat arsip dan dokumen lain yang berkaitan degan permasalahan yang diteliti. Adapun data-data yang diperoleh merupakan data sekunder.

3. Tehnik Observasi

Menurut Husaini Usman (2004 : 54) menyatakan bahwa observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti.

“Obeservasi/pengamatan merupakan alat pengumpulan data yang dilakukan dengan mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang selidiki, sehingga peneliti dalam hal ini terjun langsung kelokasi penelitian” (Cholid Narbuko, 2002 :70)

F. Validitas Data

Menurut Patton sebagaimana telah dikutip oleh HB Sutopo (2002 : 78) menyatakan bahwa ada 4 teknik trianggulasi, yaitu :

1. Trianggulasi data (data trianggulation)

Tringgulasi data disebut juga trianggulasi sumber. Data yang sama atau sejenis akan lebih mantap kebenarannya bila digali dari beberapa sumber data yang berbeda. Dengan demikian apa yang diperoleh dari sumber satu bisa lebih teruji kebenarannya bila digali dari beberapa sumber.

2. Trianggulasi peneliti (investigator triangulation)

Trianggulasi ini dilakukan dengan jalan memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data.

Pemanfaatan pengamat lainnya membantu mengurangi kemencengan dalam pengumpulan data.

3. Trianggulasi Metode (methodoligal triangulation)

Trianggulasi ini dilakukan dengan mengumpulkan data sejenis tetapi dengan menggunakan teknik atau metode pengumpulan yang berbeda.

4. Trianggulasi teoritis (theoritical triangulation)

Trianggulasi dilakukan dengan menggunakan perspektif lebih dari satu teori dalam membahas permasalahan yang dikaji. Tehnik triangulasi data yang digunakan dalam peneltian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi peneliti sehingga diharapkan hasil penelitian ini valid dan bisa dipertanggung jawabkan.

G. Analisis Data

Menurut Matthew B Milles dan Michael Hubberman (1992 : 16-19) analisis data terdiri dari 3 kegiatan yaitu:

1. Reduksi Data

Proses pemilihan pemusatan perhatian pada penyerdahanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan yang terdapat dilapangan.

Menurut Lexy J. Moleong (2005 : 247) reduksi data dilakukan dengan jalan melakukan abstraksi. Abstraksi merupakan usaha membuat rangkuman yang inti, proses dan pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada didalamnya.

2. Penyajian Data

Penyajian data merupakan suatu kegiatan untuk menuyusun sekumpulan informasi yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan penentuan tindak lanjut. Untuk memudahkan peneliti dalam mengambil kesimpulan, maka data yang sudah diperoleh perlu disajikan dalam bentuk-bentuk tertentu guna menggabungkan infromasi yang tersusun dalam bentuk yang terpadu.

3. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi

Dalam melakukan penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan sejak pengumpulan data kemudian mencari makna data. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan alur kegiatan yang terjadi bersama-sama serta sebagai proses siklus dan interaktif.

Penarikan kesimpulan merupakan analisis rangkaian pengolahan data yang berupa gejala dan kasus yang didapat dilapangan. Penarikan kesimpulan bukanlah langkah final dari suatu kegiatan analisis, karena kesimpulan-kesimpulan tersebut terkadang masih belum jelas sehingga perlu diverifikasi.

Untuk memperjelas uraian mengenai analisa data di atas maka dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2 : Komponen analisis data model interaktif

Sumber : Mattew B Milles dan A. Hubberman yang dikutip oleh H.B. Sutopo Pengumpulan data

Penyajian Reduksi data

Penarikan (1)

(2) (3)

(4)

H. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian merupakan suatu proses tahapan/langkah-langkah penelitian yang dimulai dari persiapan sampai dengan pembuatan laporan.

Menurut Lexy J. Moleong (2002 : 85 – 108), tahap-tahap penelitian terdiri dari:

1. Tahap Persiapan Penelitian

Tahap persiapan penelitian ini terdiri dari penyusunan rancangan penelitian, pemilihan lapangan penelitian, mengurus perijinan penelitian, melihat dan menilai keadaan lapangan, memilih dan memanfaatkan informan, dan menyiapkan perlengkapan penelitian.

2. Tahap Pengumpulan Data

Tahap selanjutnya setelah persiapan peneliti langsung terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data. Dalam pengumpulan data ini peneliti menggunakan tehnik wawancara, observasi dan dokumentasi. Ketiga tehnik ini digunakan untuk melengkapi data yang lain sehingga data yang dikumpulkan benar-benar valid.

3. Tahap Analisis Data Awal

Analisis data awal dilakukan untuk mengetahui apakah data yang telah dikumpulkan tersebut sesuai dengan yang diharapkan sehingga akan dapat diketahui data-data yang diperlukan.

4. Tahap Analisis Data Akhir

Data yang dianalisis dalam tahap ini adalah seluruh yang diperoleh dalam mengumpulkan data dan merupakan data yang mendukung tujuan penelitian.

Pada tahap ini data yang dianalisis setelah melalui analisis data awal.

5. Tahap Penarikan Kesimpulan

Tahap selanjutnya setelah analisis data akhir adalah menarik kesimpulan

6. Tahap Penulisan dan Penggandaan Laporan

Setelah penarikan kesimpulan tahap selanjutnya adalah penulisan laporan hasil penelitian yang sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Untuk memperjelas uraian mengenai prosedur penelitian di atas maka dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3 : Skema Prosedur Penelitian Proposal

Persiapan

Pengumpulan Data dan Analisis Awal

Analisis Akhir

Penulisan dan Penggandaan

Laporan

Penarikan Kesimpulan

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian

1. Program Study Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan UNS a. Tinjauan Umum

Program Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan (PTS/B) merupakan salah satu program dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret yang bergerak dalam bidang kependidikan.

b. Visi

Terwujudnya Program Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan (PTS/B) yang berkualitas, kompetitif dan dapat menghasilkan tenaga kependidikan maupun teknisi dalam teknik bangunan yang siap bersaing dan berkembang, khususnya dalam bidang struktur dan gambar bangunan.

c. Misi

1) Mempersiapkan mahasiswa sebagai tenaga kependidikan (guru) dan teknisi di bidang struktur dan gambar bangunan yang siap berkembang ke arah profesional, mempunyai daya saing, dan mempunyai sikap mandiri.

2) Melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang teknik bangunan, khususnya struktur dan gambar bangunan.

3) Melatih mahasiswa untuk mendapatkan nilai tambah dalam meningkatkan daya saing di dunia kerja, baik sebagai tenaga kependidikan maupun sebagai tenaga teknisi serta dapat berusaha secara mandiri dalam bidang struktur, konstruksi dan gambar bangunan.

4) Memperpendek jangka waktu studi dan meningkatkan kualitas lulusan serta mengusahakan lulusan supaya dapat memperoleh pekerjaan dalam waktu secepatnya.

d. Sasaran

Sasaran program studi pendidikan teknik bangunan selaras dengan misi yang diemban, yaitu mendidik lulusan SMU/SMK dan sederajat sebagai tenaga kependidikan dan teknisi dalam bidang struktur dan gambar bangunan yang berkualitas, mempunyai daya saing, dan siap berkembang ke arah profesional dalam jangka waktu studi yang sesingkat-singkatnya.

e. Tujuan

1) Mengembangkan kurikulum untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan teknik bangunan dengan pendidikan kejuruan maupun dunia usaha dan industri.

2) Meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pengabdian yang dapat meningkatkan proses pembelajaran yang relevan dengan pendidikan kejuruan dan kebutuhan masyarakat.

3) Menghasilkan sarjana kependidikan dalam bidang teknik bangunan yang siap berkembang kearah profesional dan kompetitif, memiliki kecakapan hidup di bidang teknik bangunan untuk mendukung penciptaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

4) Menghasilkan sarjana kependidikan dengan masa studi yang pendek dan berkualitas.

f. Kurikulum

1) Mata Kuliah Pengembang Kepribadian 15 SKS 2) Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan 13 SKS 3) Mata Kuliah Keahlian Berkarya 112 SKS

4) Mata Kuliah Perilaku Berkarya 8 SKS

5) Mata Kuliah Berkehidupan Bermasyarakat 8 SKS TOTAL = 146 SKS

(Sumber : Buku Pedoman Akademik FKIP UNS Tahun 2007/2008)

g. Mata Kuliah Keahlian 1) Praktik Kayu I & II 2) Praktik Perabot & Desain 3) Praktik Batu

4) Praktik Plumbing & ME 5) Praktik Beton

6) Praktik Baja & Aluminium 7) Praktik Ukur Tanah 8) Praktik Mekanika Tanah

h. Data Administrasi 1)Nama Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan FKIP UNS Tabel 1. Daftar Nama Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan FKIP UNS No NamaNIPGolPangkatJabatan FungsionalTam 1 Abdul Haris Setyawan, S.Pd.198003242005011002III-a Penata MudaAsisten Ahli 01/01/2 2 Anis Rahmawati, ST.,MT. 197904262002122001III-a Penata MudaAsisten Ahli 31/12/2002 3 Aryanti Nur Hidayati, ST. 197907032006042002III-a Penata Muda Asisten Ahli 01/04/2006 4 Budi Siswanto, S.Pd.197202052005011001III-a Penata MudaAsisten Ahli 01/01/2005 5 Drs. Bambang Sulistyo Budhi195010041975011002III-c Penata Lektor01/04/2 6 Drs. AG. Tamrin, M.Pd.,M.Si.196701021991031002III-c Penata Lektor01/05/2000 7 Drs. Agus Efendi, M.Pd.196708191993031002III-c Penata Lektor Kep 01/10/2007 8 Drs. Guntur Siamsono195903241993011001III-bPenata Muda Tk.-1 Asisten Ahli 01/04/2000 9 Drs. H. Roemintoyo, ST.,M.Pd.195908261986011002III-d Penata Tk-1 Lektor Kep 01/04/2 10 Drs. H. Suhardjono, M.Si.195105051981031004IV-aPembina Lektor Kep 01/10/1996 11 Drs. Suradji, M.Pd.195110131978031002IV-b Pembina Tk.-1 Lektor Kep 01/04/1991 12 Drs. Sutrisno, ST.,M.Pd.195307271980031002IV-aPembinaLektor Kep01/04/1992 13 Drs. Waluyo196302192007011001III-a Penata Muda 01/01/2007 14 Eko Supri Murtiono, ST.,MT. 197605122005012001III-b Penata Muda Tk-1Asisten Ahli 01/04/2 15 Ernawati Sri Sunarsih, ST. 197605122005012001III-a Penata MudaAsisten Ahli 01/01/2005 16 Ida Nugroho Saputro, ST. 197209022005011001III-a Penata Muda Asisten Ahli 01/01/2 17 Ir. Chundaskus Habsya, M.SA. 197704141986031002IV-aPembinaLektor Kep01/04/2 18 Rima Sri Agustin, ST.,MT. 197906162006042002III-b Penata Muda Tk-1Asisten Ahli 01/04/2

(Sumber : Arsip Bagian Pengajaran Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan FKIP UNS) r Pengurus laboratorium PTS /B Ketua : Drs. Guntur Siamsono Administrasi: Anis Rahmawati, S.T , M.T Kordinator/Pembimbing a. Praktik Kayu I : Drs.A.G.Tamrin,M.Pd , M..Si b.Praktik Kayu II: H.Suharjdono,Drs.,M.Si c.Praktik Furniture & Desain : Drs. Bambang S . Budhi d.Praktik Batu : Anis Rahmawati, S.T , M.T e.Praktik Plumbing & ME: Sukatiman , S.T f.Praktik Beton : Taufiq Lilo Adi S, S.T , M.T

No NamaNIPGolPangkatJabatan FungsionalTam 19 Sri Sumarni, ST.,MT. 197907212002122001III-b Penata Muda Tk-1Lektor01/02/2008 20 Sukatiman, ST. 196401031992031001III-b Penata Muda Tk-1 Asisten Ahli 01/04/2004 21 Taufiq Lilo Adisucipto, ST.,MT. 196302192007011001III-bPenata Muda Tk-1 Lektor01/07/2

g.Praktik Ukur Tanah I : Rima Sri Agustin, S.T , M.T h.Praktik Ukur Tanah II : Eko Supri Martono, S.T , M.T i.Praktik Mekanika Tanah : Sri Sumarni, S.T , M.T 4.Laboran : Faturohman 5.Kebersihan : Suharno (Sumber : Data Adminitrasi Laboratorium PTS /B) 2)Study Lanjut dan Rencana Study Lanjut Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan FKIP UNS Tabel 2. Daftar Nama Study Lanjut dan Rencana Study Lanjut Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan FKIP UNS No NAMA DOSENN I PT A H U N 2008 2009 2010 2011 1 A.G. Tamrin,Drs,M.Pd.M.Si.196701021991031002 S3 S3 2 Abdul Haris Setiawan,S.Pd.198003242005011002 S2 S2 3 Agus Effendi. Drs,M.Pd.196708191993031002 S3S3 S3 4 Anis Rahmawati,ST.MT. 197904262002122001 5 Aryanti Nur hidayati,ST. 197907032006042002 S2 S2 6 Bambang Sulistyo Budhi,Drs. 195010041975011002S2S2 7 Budi Siswanto,S.Pd.197202052005011001 S2S2 8 Chundakus Habsya. Ir,MSA. 197704141986031002 No NAMA DOSENN I PT A H U N

20082009 2010 2011 9 Eko Supriyanto,ST,MT. 197605122005012001 S3S3S3 10 Ernawati Sri Sunarsih,ST197605122005012001 S2 11 Guntur Siamsono,Drs. 195903241993011001 S2S2 12 H. Roemintoyo,Drs,ST,M.Pd.195908261986011002 S3 S3 S3S3 13 H. Suhardjono,Drs.M.Si.195105051981031004 14 Ida Nugroho Saputro,ST. 197209022005011001 S2 15 Rima Sri agustin,ST,MT. 197906162006042002 16 Sri Sumarni,ST.MT. 197907212002122001 17 Sukatiman,ST. 196401031992031001 S2S2 18 Suradji,Drs,M.Pd.195110131978031002 19 Sutrisno,Drs,ST,M.Pd.195307271980031002 20 Taufiq Lilo Adisucipto,ST.MT. 197606182000031001 21 Waluyo, Drs 196302192007011001 S2 S2 (Sumber : Arsip Bagian Pengajaran Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan FKIP UNS)

B. Deskripsi Temuan Studi Penelitian

Manajemen Pembelajaran Berbasis Sekolah di SMK (Studi Kasus Pembelajaran di PTS/B UNS), dari hasil penelitian di lapangan diperoleh data sebagai berikut :

1. Kesesuaian prinsip pembelajaran di PTS/B UNS dengan prinsip pembelajaran berdasarkan Manajemen Berbasis Sekolah di SMK

a. Hasil Pengumpulan Data di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan UNS 1). Hasil Wawancara

Dari hasil wawancara dosen konsentrasi bangunan gedung PTS/B, dosen konsentrasi gambar bangunan PTS/B dan dosen laboratorium PTS/B. Maka diperoleh hasil sebagai berikut :

a) Dalam pembelajaran, mahasiswa di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan dituntut untuk tanggap dengan ilmu pengetahuan, perkembangan tehnologi yang relevan dengan kebutuhan kehidupan, serta menanamkan nilai moral, beriman, jujur, disiplin, tanggung jawab, memiliki nalar yang tinggi, berjiwa entrepreneur mampu bersaing di era globalisasi, kreatif, kritis, mampu dalam pemecahan masalah, serta mengembangkan pendidikan yang mengedepankan multi intelegensi.

b) Pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan UNS dilaksanakan tidak membeda-bedakan antar mahasiswa satu dengan yang lainnya. Semua mahasiswa mendapatkan hak dan kewajiban yang sama. Dalam penugasan, dosen tidak menuntut hasil pekerjaan mahasiswa yang sama. Akan tetapi berdasarkan kemampuan individu mahasiswa dan keseriusannya. Maksudnya dalam pemberian tugas, dosen di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan tidak mewajibkan semua mahasiswa menggunakan alat bantu komputer. Akan tetapi bisa menggunakan cara manual. Sehingga dalam kelas, tidak terjadi kecemburuan sosial antar mahasiswa., tidak ada perbedaan antara si kaya atau si miskin. Sehingga terjadi pemerataan pembelajaran di

Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan.

c) Dalam pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan adanya tuntutan untuk dapat tampil dan terampil dalam perkembangan IPTEK.

Di PTS/B, menyediakan fasilitas-fasilitas pendukungnya. Contohnya, mahasiswa untuk mencari informasi apapun, sudah disediakan komputer dan fasilitas internet. Sehingga dalam pembelajarannya lebih efektif, efisien, kreatif dan mengikuti perkembangan IT. Selain itu, di laboratorium Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan, sebagian peralatannya sudah menggunakan alat-alat modern yang up to date.

Sehingga lulusan-lulusan dari Pendidikan Teknik Sipil/bangunan apabila ditempatkan di bidang produksi, sudah tidak gaptek (gagap teknologi) dan diharapkan sudah menjawab kebutuhan-kebutuhan kerja di bidang industri.

d) Pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah disesuaikan dengan kebutuhan Steakholders. Pembelajaran di PTS/B di konsentrasikan bahwa lulusannya diharapkan menjadi seorang pendidik yang profesional. Yang mana, seorang pendidik yang memiliki kemampuan intelektual yang memadai, kemampuan memahami visi dan misi pendidikan, keahlian mentrasfer ilmu pengetahuan atau metodelogi pembelajaran, memahami konsep perkembangan anak/psikologi perkembangan, kemampuan mengorganisir dan problem solving, kreatif dan memiliki seni dalam mendidik. Akan tetapi pengembangan pembelajaran di PTS/B, selain menjadi guru profesional diharapkan lulusannya menjadi Teknisi bidang bangunan yang handal dan profesional. Cakap dalam bekerja, kreatif dalam berkarya, cerdas mengatasi suatu permasalahan yang ada.

e) Pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan tidak hanya memperhatikan pembelajaran untuk satu kali pertemuan atau satu

dalam jangka panjang. Karena itu, ketika memilih bidang kajian akademis dan topik, dosen sering menargetkan dalam mengatasi kelemahan mahasiswa dalam belajar, memilih subjek terkini, misalnya aspek kebaharuan segi isi, teknologi, dan pendekatan pembelajaran, memusatkan perhatian pada hal terpenting yang mendasar yang berpengaruh terhadap pembelajaran lainnya. Selain itu, dosen di PTS/B juga membuat modul. Modul tersebut memuat tujuan jangka panjang yang ingin dicapai, filosofi pembelajaran yang dianut, rancangan pembelajaran dan rancangan seluruh unit, contoh hasil kerja mahasiswa, hasil refleksi mengenai kekuatan dan kesulitan dalam pembelajaran. Pembelajarannya pun mempertimbangkan kualitas ideal yang ingin dikuasai oleh mahasiswa pada saat mereka lulus, kualitas apa yang dimiliki mahasiswa saat sekarang, dan bagaimana mengatasi kesenjangan yang ada di antaranya.

f) Pembelajaran sepanjang hayat di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan, semua dosen belum bisa maksimal untuk melaksanakannya. Karena sangat kompleknya pembelajaran sepanjang hayat ini. Bisa dilihat bahwa pembelajaran sepanjang hayat tersebut dimulai dari bayi sampai meninggal dunia. Padahal aspek-aspek dari lahir sampai meninggal dunia ini sangatlah banyak. Mulai dari pembelajaran agama (hubungan antar manusia dan penciptaNya) sampai aturan-aturan hubungan antar manusia. Semua ini tidak dapat dikaji satu persatu. Akan tetapi, minimal ada sebagian pembelajaran tersebut disampaikan di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan. Dengan kondisi tersebut untuk saling melengkapi, mahasiswa diharapkan dapat menggali pembelajaran tersebut di lingkungan sekitar.

g) Pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil Bangunan kurang seimbang antara kepentingan global, nasional dan lokal. Orientasi pembelajarannya hanya mencakup lokal dan nasional saja. Pola pikir pembelajaran mahasiswa, maksimal arahnya hanya ke nasional. Dan lulusan dari Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan kurang mampu dan

tidak mampu bersaing di tingkat internasional. Karena pembekalan dan pendekatan pembelajarannya masih sangat kurang. Untuk penguasaan IT mahasiswa di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan mampu bersaing di internasional. Akan tetapi, apabila dihadapkan dengan bahasa dan keterampilan kerja, masih di bawah standar.

Mengapa demikian? Padahal menurut pengamatan dari peneliti, mayoritas mahasiswa di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan memiliki potensi-potensi yang besar. Akan tetapi, sistem pembelajaran yang ada, kurang digarap secara maksimal. Pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan diharapkan lebih mampu memfasilitasi dan menstimulasi potensi yang dimiliki mahasiswa agar menjadi kompetensi yang dapat digunakan untuk membangun lingkungannya di era global. Pembelajaran yang mampu menghasilkan mahasiswa yang kreatif dan inovatif, mampu mengangkat potensi diri mahasiswa dan daerahnya menjadi sesuatu yang bernilai tambah. Pembelajaran yang mampu mendidik mahasiswa untuk menghadapi tantangan globalisasi dan mengelolalnya sedemikian rupa sehingga menjadi peluang untuk mendapatkan manfaat yang besar dari kondisi tersebut.

Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam pembelajaran di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan, yaitu potensi mahasiswa, kondisi lingkungan lokal, dan kondisi lingkungan global. Potensi yang dimiliki mahasiswa merupakan modal utama dalam pendidikan.

Pembelajaran yang dilaksanakan sesungguhnya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa menjadi kompetensi. Falsafahnya adalah mahasiswa belajar bukan untuk menjadi orang yang serba tahu; bukan untuk menjadi kamus berjalan;

bukan menjadi robot, tapi untuk menjadi dirinya sendiri dengan segala kekuatan dan kelemahannya. Oleh karena itu, pembelajaran yang dikembangkan harus memberi kesempatan kepada semua mahasiswa

berbeda dengan yang lain namun tetap memiliki kekuatan/kompetensi yang dapat diandalkan. Peradaban manusia berkembang karena kerja seseorang yang memiliki “kelainan” dalam hidupnya, yang mana seseorang yang berani “tampil beda”.

2. Kesesuaian pelaksanaan pembelajaran di program studi Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan UNS dengan kaidah pelaksanaan pembelajaran berdasarkan Manajemen Berbasis Sekolah di SMK.

a. Hasil Pengumpulan Data di Program Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan FKIP UNS

1). Hasil Observasi

(1). Persiapan pembelajaran

(a) Kompetensi yang dirumuskan mayoritas dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan dalam persiapan mengajar cukup jelas, cukup konkrit kompetensi sehingga mudah diamati, dan sudah tepat kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk membentuk kompetensi tersebut. Akan tetapi masih ada sebagian kecil dosen belum tepat dalam pembentukan kompetensi.

(b) Persiapan mengajar dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah sederhana dan fleksibel serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik.

(c) Kegiatan-kegiatan yang disusun dan dikembangkan dalam persiapan mengajar dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah cukup menunjang dan sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

(d) Persiapan mengajar yang dikembangkan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah cukup utuh dan menyeluruh serta jelas pencapaiannya.

(e) Di Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah cukup ada koordinasi antarkomponen pelaksana, terutama apabila pembelajaran dilaksanakan secara tim (team teaching).

(2). Pengembangan silabus pembelajaran

(a) Strategi pembelajaran dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan yang dirancang dalam silabus sudah memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran dan teori pembelajaran

(b) Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan belum cukup disesuaikan dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta didik sehingga, dalam materi pembelajaran dan kegiatan pembelajaran pada silabus dengan tingkat perkembangan peserta didik, belum mempengaruhi kebermaknaan pembelajaran.

(c) Komponen-komponen silabus yang dilakukan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah saling berhubungan secara fungsional dalam pencapaian kompetensi.

(d) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah mengadakan hubungan yang konsisten antara kopetensi dasar, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, serta teknik dan instrument penilaian.

(e) Cakupan indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian yang dilaksanakan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah cukup menunjang pencapaian kopetensi dasar.

(f) Cakupan indikator, materi pembelajaran, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian yang dilaksanakan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan masih kurang memperhatikan

(g) Keseluruhan komponen silabus yang disusun oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah cukup dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan kebutuhan masyarakat.

(h) Komponen silabus yang dilaksanakan dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah mencakup keseluruhan ranah kompetensi, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor.

(3). Strategi pembelajaran

(a) Pembelajaran yang disampaikan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah memperhatikan pengetahuan yang sudah dimiliki oleh peserta didik

(b) Pembelajaran yang disampaikan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan kurang ditekankan pada pemahaman.

(c) Pembelajaran yang disampaikan oleh dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan belum ditekankan pada upaya mempraktekan secara langsung apa-apa yang dipelajari. Akan tetapi hanya beberapa mata kuliah yang ada hubungannya dengan mata kuliah praktek saja yang di lakukan.

(d) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah mengadakan refleksi terhadap strategi pembelajaran dan pengembangan pengetahuan yang dipelajari.

(e) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah menciptakan

(e) Dosen Pendidikan Teknik Sipil/Bangunan sudah menciptakan

Dalam dokumen MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS SMK (Halaman 49-0)

Dokumen terkait