• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Deskripsi Variabel Penelitian

Sumber: Data Primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V5 dapat dilihat bahwa dari total 100% (130 orang) responden PT Gunung Bara Utama menunjukan bahwa responden dari bagian EGR lebih mendominasi dengan jumlah 36% (47 orang) dibandingkan responden dari bagian FAT yang hanya berjumlah 1% (1 orang).

B. Deskripsi Variabel Penelitian

Deskripsi data penelitian menunjukkan rekapitulasi tanggapan-tanggapan yang diberikan responden terhadap pernyataan dari gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan terdiri dari item-item pernyataan dengan empat skala yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Skor minimum adalah satu, menunjukkan bahwa responden sangat tidak setuju dengan pernyatan yang ada di

kuesioner. Skor maksimum adalah empat, menunjukkan bahwa responden sangat setuju dengan pernyatan yang ada di kuesioner.

1. Gaya Kepemimpinan Transaksional

Berikut deskripsi penilaian responden terhadap variabel penelitian:

Tabel V 6

Deskripsi Variabel Gaya Kepemimpinan Transaksional (X1)

No Pernyataan Rata-rata Kategori

1 Pimimpin memberikan pedoaman kerja kepada saya untuk melakukan pekerjaan.

3,45 Sangat Kuat

2 Pimpinan melakukan Tindakan perbaikan atas kesalahan yang saya lakukan.

3,40 Sangat Kuat

3 Pemimpin mengawas secara langsung kinerja saya agar sesuai dengan standar dan prossedur kerja yang telah ditetapkan.

3,50 Sangat Kuat

4 Pimpinan selalu memantau kesalahan yang saya lakukan dalam bekerja

3,39 Sangat Kuat

5 Pimpinan memberikan peringatan dan sanksi apabila terjadi kesalahan dalam proses kerja yang saya lakukan.

3,44 Sangat Kuat

6 Pimpinan memberikan imbalan jika saya mampu melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan dengan baik.

3,25 Kuat

7 Pemimpin saya membuat saya merasa nyaman untuk merundingkan tentang apa yang akan saya capai bila saya dapat menyelesaikan pekerjaan

3,34 Sangat Kuat

Rata-rata 3,40 Sangat Kuat

Sumber: Data Primer yang diolah 2020

Berdasarkan tabel V6 jadi dapat dilihat bahwa item Pernyataan

“Pimpinan memberikan imbalan jika saya mampu melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan dengan baik.” Mendapat nilai terendah yaitu rata-rata

3,25. Kemudian item pertanyaan “Pemimpin mengawasi secara langsung kinerja saya agar sesuai dengan standar dan prosedur kerja yang telah ditetapkan” mendapatkan rata-rata tertinggi yaitu 3,50. Sehingga secara umum variabel gaya kepemimpinan transaksional mendapat nilai total rata – rata sebesar 3.40 dengan kategori sangat kuat.

2. Gaya Kepemimpinan Transformasinal

Berikut deskripsi penilaian responden terhadap variabel penelitian:

Tabel V 7

Deskripsi Variabel Gaya Kepemimpinan Tranformasional (X2)

No Pernyataan Rata-rata Kategori

1 Pimimpin mempunyai sifat pribadi yang menyenangkan.

3,36 Sangat Kuat 2 Pemimpin memberikan visi dan misi,

serta memberikan respek dan kepercayaan

3,40 Sangat Kuat

3 Saya percaya dengan pimpinan saya sekarang.

3,46 Sangat Kuat 4 Pemimpin dapat menyatakan

tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka Panjang kedepan.

3,42 Sangat Kuat

5 Pimpinan memberikan masukan yang inovatif untuk keberhasilan

pekerjaan.

3,57 Sangat Kuat

6 Pimpinan memperlakukan karyawan secara adil.

3,56 Sangat Kuat 7 Pemimpin mendorong saya untuk

lebih kreatif.

3,46 Sangat Kuat 8 Pemimpin mampu membangkitkan

rasa percaya diri bawahanya.

3.47 Sangat Kuat 9 Pemimpin selalu memberikan

kepercayaan terhadap bawahanya.

3.51 Sangat Kuat 10 Setiap karyawan diijinkan untuk

menggunakan metode kerjanya sendiri.

3.12 Kuat

11 Pimpinan mampu , memunculkan ide

baru yang baik untuk kemajuan organisasi.

3.44 Sangat Kuat

Rata-rata 3,43 Sangat Kuat

Sumber: Data Primer yang diolah 2020

Berdasarkan tabel V7 dapat dilihat bahwa item Pernyataan “Setiap karyawan diijinkan untuk menggunakan metode kerjanya sendiri.”

Mendapat nilai terendah yaitu rata-rata 3,12. Kemudian item pernyataan

“Pimpinan memperlakukan karyawan secara adil” mendapatkan rata-rata tertinggi yaitu 3,56. Sehingga secara umum variabel gaya kepemimpinan transformasional mendapat nilai total rata – rata sebesar 3.43 dengan kategori sangat kuat.

3. Budaya Organisasi

Berikut deskripsi penilaian responden terhadap variabel penelitian:

Tabel V 8

Deskripsi Variabel Budaya Organisasi (X3)

No Pernyataan

Rata-rata

Kategori 1 Pimpinan mendorong saya untuk

meningkatkan kreativitas agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan aman.

3,38 Sangat Kuat

2 Dalam berkerja karyawan dituntut untuk berfikir inovatif dan berani dalam mengambil sebuah keputusan.

3,28 Sangat Kuat

3 Manajemen perusahaan selalu memberitahukan saya untuk lebih

memperhatikan terhadap hal detail dalam pekerjaan.

3,38 Sangat Kuat

4 Saya berusaha mengerjakan pekerjaan selalu mengharapkan hasil maksimal

3,52 Sangat Kuat

5 Dalam melakukan pekerjaan saya selalu memperhatikan perasaan orang lain.

3,38 Sangat Kuat

6 Saya berusaha menjalin kerjasama dengan

anggota satuan kerja dan dalam

melaksanakan pekerjaan, saya melakukan koordinasi dengan rekan kerja dan

pemimpin guna mencapai keberhasilan bersama.

3,66 Sangat Kuat

7 Perusahaan ini memiliki peraturan yang membimbing perilaku dan memberitahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh karyawan berdasarkan nilai-nilai yang berlaku di perusahaan.

3,51 Sangat Kuat

8 Perusahaan selalu melakukan sosialisasi terbuka mengenai visi dan misi

perusahaan.

3.22 Kuat

Rata-Rata 3.42 Sangat Kuat

Sumber: Data Primer yang diolah 2020

Berdasarkan tabel V8 dapat dilihat bahwa item Pernyataan

“Perusahaan selalu melakukan sosialisasi terbuka mengenai visi dan misi perusahaan” Mendapat nilai terendah yaitu rata-rata 3,22. Kemudian item pernyataan “Saya berusaha menjalin kerjasama dengan anggota satuan kerja dan dalam melaksanakan pekerjaan, saya melakukan koordinasi dengan rekan kerja dan pemimpin guna mencapai keberhasilan bersama”

mendapatkan rata-rata tertinggi yaitu 3,66. Sehingga secara umum variabel budaya organisasi mendapat nilai total rata – rata sebesar 3.42 dengan kategori sangat kuat.

4. Kinerja karyawan

Berikut deskripsi penilaian responden terhadap variabel penelitian:

Tabel V 9

Deskripsi Variabel Kinerja Karyawan (Y)

No Pernyataan Rata-rata Kategori

1 Saya mampu bekerja dengan tingkat pekerjaan yang banyak sesuai dengan tugas yang diberikan.

3,32 Sangat Baik

2 Skil dan kemampuan yang saya miliki sesuai dengan pekerjaan dan tugas yang saya kerjakan saat ini.

3,44 Sangat Baik

3 Saya mengerjakan suatu pekerjaan dengan penuh perhitungan, cermat, dan teliti agar mendapat hasil yang

maksimal.

3,45 Sangat Baik

4 Saya sebagai karyawan selalu bersedia bekerjasama dengan karyawan lain.

3,55 Sangat Baik

5 Saya Bekerja dengan penuh tanggung jawab.

3,54 Sangat Baik 6 Saya memiliki ketelitian dalam bekerja,

dan hal itu menjadi prioritas saya dalam bekerja.

3,55 Sangat Baik

Rata-Rata 3,47 Sangat Baik

Sumber: Data Primer yang diolah 2020

Berdasarkan tabel V9 dapat dilihat bahwa item pernyataan “Saya mampu bekerja dengan tingkat pekerjaan yang banyak sesuai dengan tugas yang diberikan” Mendapat nilai terendah yaitu rata-rata 3,32. Kemudian item pernyataan“Saya sebagai karyawan selalu bersedia bekerjasama dengan karyawan lain” dan “Saya memiliki ketelitian dalam bekerja , dan hal itu menjadi prioritas saya dalam bekerja.” mendapatkan rata-rata tertinggi yaitu 3,55 Sehingga secara umum variabel kinerja karyawan mendapat nilai total rata – rata sebesar 3.47 dengan kategori sangat baik.

C. Uji Instrument

1. Hasil Uji Validitas

Pengujian validitas instrumen penelitian dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing item yang diperoleh dengan skor total item, dengan penelitian korelasi pearson. Kriteria yang digunakan adalah nilai koefisien korelasi item total positif atau lebih besar dari r tabel maka item tersebut dinyatakan valid.

Dengan jumlah 130 responden dan nilai alpha 5% (dua sisi) diperoleh rtabel

sebesar 0,1723. Nilai rtabel ini selanjutnya digunakan untuk kriteria validitas item – item kuesioner.

a. Gaya Kepemimpinan Transaksional (X1) Tabel V 10

Hasil Uji Validitas Variabel Gaya Kepemimpinan Transaksional

Item rhitung rtabel. Keterangan

Pernyataan 1 0,609 0,1723 Valid

Pernyataan 2 0,556 0,1723 Valid

Pernyataan 3 0,679 0,1723 Valid

Pernyataan 4 0,601 0,1723 Valid

Pernyataan 5 0,577 0,1723 Valid

Pernyataan 6 0.628 0,1723 Valid

Pernyataan 7 0,649 0,1723 Valid

Sumber: Data primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V10, hasil uji validitas variabel gaya kepemimpinan transaksional terdapat 7 item pernyataan yang dinyatakan semuanya valid karena nilai rhitung dari setiap pernyataan tersebut lebih besar dari rtabel.

b. Gaya Kepemimpinan Tranformasional (X2)

Tabel V 11

Hasil uji Validitas Variabel Gaya kepemimpinan Transformasional Item rhitung rtabel. Keterangan

Pernyataan 1 0,556 0,1723 Valid

Sumber: Data primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V11, hasil uji validitas variabel gaya kepemimpinan transformasional terdapat 11 item pernyataan yang dinyatakan semuanya valid karena nilai rhitung dari setiap pernyataan tersebut lebih besar dari rtabel.

b. Budaya Organisasi (X3)

Tabel V 12

Hasil Uji Validitas Variabel Budaya Organisasi

Item Pernyataan rhitung rtabel. Keterangan

Pernyataan 1 0,680 0,1723 Valid

Pernyataan 7 0,710 0,1723 Valid

Pernyataan 8 0.669 0,1723 Valid

Sumber: Data primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V12, hasil uji validitas variabel budaya organisasi terdapat 8 item pernyataan yang dinyatakan semuanya valid karena nilai rhitung

dari setiap pernyataan tersebut lebih besar dari rtabel.

c. Kinerja Karyawan (Y)

Tabel V 13

Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan

Item Pernyataan rhitung rtabel. Keterangan

Pernyataan 1 0.580 0,1723 Valid

Pernyataan 2 0,690 0,1723 Valid

Pernyataan 3 0,745 0,1723 Valid

Pernyataan 4 0.710 0,1723 Valid

Pernyataan 5 0,754 0,1723 Valid

Pernyataan 6 0,719 0,1723 Valid

Sumber: Data primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V13, hasil uji validitas variabel budaya organisasi terdapat 6 item pernyataan yang dinyatakan semuanya valid karena nilai rhitung dari setiap pernyataan tersebut lebih besar dari rtabel.

2. Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui tingkat kehandalan jawaban responden terhadap pernyataan untuk pertanyaan dari waktu ke waktu pada setiap variabel atau konstruk menunjukkan hasil yang tetap (konsisten).

Reliabilitas hasil ukur dapat dilihat dengan melihat nilai Cronbach’s Alpha dengan bantuan program SPSS. Suatu variabel atau konstruk dinyatakan reliabel

jika nilai Cronbach Alpha ≥ 0,60 (Wiratna Sujarweni (2004). Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel V14 sebagai berikut:

Tabel V 14 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan Gaya Kepemimpinan

Transaksional

0,717 Reliabel

Gaya Kepemimpinan Tranformasional

0,851 Reliabel

Budaya Organisasi 0,772 Reliabel

Kinerja Karyawan 0,792 Reliabel

Sumber: Data Primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V14, hasil uji reliabilitas dapat diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha dari seluruh variabel yang diuji nilainya lebih besar dari 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel yaitu gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kinerja karyawan dinyatakan reliabel.

D. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Hasil pengolahan data dengan SPSS versi 22. Uji Normalitas memiliki tujuan untuk mengetahui apakah nilai residu yang dihasilkan dari regresi berdistribusi normal atau tidak dengan melihat nilai signifikansi pada tabel Kolmogorov-smirnov. Jika nilai signifikansi lebih dari 0.05 maka data berdistribusi normal. Adapun uji normalitas pada tabel berikut:

Tabel V 15

Hasil Uji Normalitas: Kinerja Karyawan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 130

Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 1.44234591 Most Extreme

Differences

Absolute .064

Positive .034

Negative -.064

Test Statistic .064

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

Sumber: Data Primer Diolah, 2020

Berdasarkan hasil pengujian normalitas pada tabel V15, dapat diketahui bahwa data tersebut berdistribusi normal. Berdasarkan pada hasil tersebut dapat dikatakan bahwa nilai Asymp sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0.200 lebih besar 0,05 yang berarti semua variabel dalam penelitian ini berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Model regresi terjadi multikolinearitas jika nilai tolerance kurang dari 0,1 dan VIF lebih dari 10. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel V16 sebagai berikut:

Tabel V 16

Hasil Uji Multikolinearitas Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)

TOTAL_X1 .537 1.861

TOTAL_X2 .475 2.104

TOTAL_X3 .563 1.776

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Berdasarkan tabel V16, dapat dilihat bahwa nilai tolerance dari variabel gaya kepemimpinan transaksional (X1) sebesar 0,537, variabel gaya kepemimpinan transformasional (X2) sebesar 0,475, dan variabel budaya organisasi (X3) sebesar 0,563. Kemudian untuk nilai VIF, variabel Gaya kepemimpinan transaksional sebesar 1,861, variabel gaya kepemimpinan transformasional sebesar 2,104 dan variabel budaya organisasi sebesar 1,776. Maka dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa korelasi antara variabel bebas menunjukan tidak terjadi multikolinearitas karena masing – masing variabel bebas memiliki nilai tolerance

> 0,01 dan nilai VIF < 10 sehingga dapat dilakukan regresi ganda.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain.

Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas terdapat pada tabel sebagai berikut:

Tabel V 17

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Model Sig

Gaya Kepemimpinan Transaksional 0.541 Gaya Kepemimpinan Tranformasional 0.271

Budaya Organisasi 0.942

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Berdasarkan tabel V17 uji heteroskedastisitas dengan uji Glejser diketahui nilai signifikansi untuk variabel gaya kepemimpinan transaksional (X1) sebesar 0.541, variabel gaya kepemimpinan transformasional (X2) sebesar 0.271, dan variabel budaya organisasi (X3) sebesar 0.942. Diketahui ketiga variabel tersebut lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas.

E. Persamaan Regresi

a. Analisis regresi linear berganda

Analisis regresi linear berganda ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas (independent): gaya kepemimpinan transaksional (X1), gaya kepemimpinan transformasional (X2), budaya organisasi (X3), dan kinerja karyawan (Y). Hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel V18 sebagai berikut:

Tabel V 18

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Model Unstandardized Coefficients B Std. Error

1 (Constant) 3.091 1.418

TOTAL_X1 0.150 0.062

TOTAL_X2 0.051 0.046

TOTAL_X3 0.450 0.064

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Berdasarkan tabel tersebut maka diperoleh persamaan regresi linier berganda Y sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Y = 3.091 + 0,150 X1 + 0, 051 X2 + 0, 450 X3

Dimana :

Y : Kinerja Karyawan a : Konstanta

X1 : Gaya Kepemimpinan Transaksional X2 : Gaya Kepemimpinan Tranformasional X3 : Budaya Organisasi

Berdasarkan tabel V18 maka dapat diketahui nilai konstanta positif sebesar 3,091, menunjukan jika variabel (gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi) sama dengan 0 maka kinerja karyawan positif sebesar 3.091. Koefisien regresi gaya kepemimpinan transaksional (X1) positif sebesar 0,150, artinya setiap 1 unit nilai (X1) akan menambah nilai (Y1) sebesar 0,150. Koefisien regresi gaya kepemimpinan transformasional (X2) positif sebesar 0,051, artinya setiap 1 unit nilai (X2) akan menambah nilai (Y1) sebesar 0,051, dan koefisien regresi budaya organisasi (X3) positif sebesar 0,450, artinya setiap 1 unit nilai X3 akan menambah nilai (Y1) sebesar 0,450.

b. Pengujian Hipotesis

i. Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas gaya kepemimpinan transaksional (X1), gaya kepemimpinan transformasional (X2) dan budaya organisasi (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu kinerja karyawan (Y). Hasil Uji t terdapat pada tabel V19 sebagai berikut:

a. Dependent Variable: TOTAL_Y Sumber: Data Primer diolah, 2020

Hasil uji signifikansi untuk gaya kepemimpinan transaksional (X1) didapatkan nilai sig lebih kecil dari α (0,05) yaitu sebesar 0,017.

berdasarkan kriteria pengujian jika nilai sig < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian gaya kepemimpinan transaksional (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y).

Hasil uji signifikansi untuk gaya kepemimpinan transformasional (X2) didapatkan nilai Sig lebih besar dari α (0,05) yaitu sebesar 0,278.

Berdasarkan kriteria pengujian jika nilai Sig < 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini dapat diartikan bahwa gaya kepemimpinan transformasional (X2) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y).

Hasil uji signifikansi untuk budaya organisasi (X3) didapatkan nilai Sig lebih kecil dari α (0,05) yaitu sebesar 0,000. Berdasarkan kriteria pengujian jika nilai Sig < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Hal ini dapat diartikan bahwa untuk budaya organisasi (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y).

ii. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas (gaya kepemimpinan transaksional (X1), gaya kepemimpinan transformasional (X2) dan budaya organisasi (X3) secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat (kinerja karyawan). hasil uji F terdapat pada tabel V20 sebagai berikut:

Tabel V 20 Hasil Uji F ANOVAa

Model Sum of

Squares Df Mean

Square F Sig.

1 Regression 346.556 3 115.519 54.237 .000b Residual 268.367 126 2.130

Total 614.923 129 Sumber : Data Primer diolah, 2020

Hasil Uji F didapatkan nilai Sig lebih kecil dari nilai α (0,05) yaitu sebesar 0,000. Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai Sig <0,05

sehingga dapat diambil kesimpulan H0 ditolak dan Ha diterima. Ini dapat diartikan gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

F. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerapkan variasi variabel dependen. Untuk menentukan kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Hasil olah data yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Tabel V 21

Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb

Model R

R Square

Adjusted

R Square Std. Error of the Estimate

1 .751a .564 .553 1.459

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Berdasarkan tabel V.22 diperoleh nilai Adjusted R Square (R2

) = 0,553. Hal

ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan besarnya pengaruh variabel gaya kepemimpinan transaksional (X1) dan gaya kepemimpinan transformasional (X2) dan budaya organisasi (X3) terhadap variabel Kinerja Karyawan (Y) sebesar 0,553 atau 55,3%. Dengan kata lain variabel yang digunakan dalam model yaitu gaya kepemimpinan transaksional (X1) dan gaya kepemimpinan transformasional (X2) dan budaya organisasi (X3) mampu menjelaskan sebesar 55,3% terhadap variasi

perubahan variabel dependen yaitu kinerja karyawan. Sedangkan sisanya sebesar 44,7% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian.

G. Pembahasan

1. Karakteristik Responden

Dalam penelitian ini, responden yang diambil berjumlah 130 orang, setelah dilakukan analisis deskripsi karakteristik responden dapat diketahui bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki dengan persentase sebesar 86,2%. Selanjutnya berdasarkan usia, mayoritas responden berusia 27-35 dengan persentase sebanyak 54,7%. Berdasarkan Pendidikan terakhir mayoritas responden memiliki Pendidikan terakhir SLTA dengan persentase sebanyak 66,2% selanjutnya berdasarkan lama bekerja di perusahaan mayoritas responden bekerja selama 1-3 tahun dengan persentase sebanyak 64%.

2. Rata-Rata Skor Tiap Variabel

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti, rata-rata skor untuk variabel gaya kepemimpinan transaksional sebesar 3,40 dan memiliki tingkat kepuasan sangat kuat pada variabel gaya kepemimpinan transaksional.

Berdasarkan variabel gaya kepemimpinan transformasional mendapat rata-rata skor sebesar 3,43 dan memiliki tingkat kepuasan sangat kuat pada variabel gaya kepemimpinan transformasional. Berdasarkan variabel budaya organisasi mendapat skor rata-rata 3,42 dan memiliki tingkat kepuasan sangat kuat pada variabel budaya organisasi. Untuk kinerja karyawan memiliki rata-rata skor

sebesar 3,47 dan memiliki tingkat kepuasan sangat baik pada variabel kinerja karyawan.

3. Pembahasan Uji Pengaruh Parsial

a. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transaksional Terhadap Kinerja Karyawan Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel gaya kepemimpinan transaksional berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan dengan sig. 0,017 lebih kecil dari 0,05. Hal ini dapat diartikan bahwa variabel gaya kepemimpinan transaksional yang kuat akan menyebabkan kinerja karyawan yang semakin baik pula. Sebaliknya jika gaya kepemimpinan transaksional lemah maka kinerja karyawan menjadi kurang maksimal. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Ariesta (2014) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan transaksional memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan.

b. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Karyawan

Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa variabel gaya kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan dengan nilai sig. sebesar 0,278 lebih besar dari 0,05. Hal ini dapat diartikan bahwa gaya kepemimpinan transformasional yang kuat akan menyebabkan kinerja karyawan semakin baik. Sebaliknya jika gaya kepemimpinan transformasional lemah maka kinerja karyawan akan menjadi kurang maksimal. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Komardi (2008) membuktikan bahwa gaya kepemimpinan

transformasional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan dalam organisasi perusahaan industri telekomunikasi artinya para pemimpin di perusahaan ini belum menimbulkan pengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan dengan baik. Namun penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Steve (2011) yang membuktikan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal tersebut menunjukan bahwa tinggi maupun rendahnya gaya kepemimpinan transformasional yang ada para pemimpin di perusahaan ini belum menimbulkan pengaruh terhadap peningkatan kinerja karyawan dengan baik.

c. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja karyawan

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel budaya organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan dengan sig. 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini dapat diartikan bahwa variabel budaya organisasi yang kuat akan menyebabkan kinerja karyawan yang semakin baik pula.

Sebaliknya jika budaya organisasi lemah maka kinerja karyawan menjadi kurang maksimal. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Lilis (2014) menyatakan budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

4. Pembahasan Uji Pengaruh Secara Simultan

Hasil Uji F diketahui bahwa gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi berpengaruh secara bersama sama (simultan) terhadap kinerja karyawan di PT Gunung Bara

Utama. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji F dengan nilai sig. sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Maka dari itu menunjukan bahwa PT Gunung Bara Utama membuat keputusan yang tepat dalam sistem gaya kepemimpinan dan penciptaan budaya organisasi sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kinerja karyawan. Gaya kepemimpinan transaksional merupakan variabel yang cukup penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Karena dengan adanya gaya kepemimpinan transaksional yang kuat akan membuat karyawan mengerti dengan tugas yang diberikan pemimpin, pemimpin memberikan arahan yang cukup baik kepada karyawannya. Gaya kepemimpinan transformasional juga merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Karena dengan adanya gaya kepemimpinan transformasional yang kuat membuat karyawan menjadi lebih percaya diri sehingga kinerja pun menjadi lebih maksimal. Selanjutnya budaya organisasi juga merupakan faktor penting juga karena budaya organisasi mengacu pada sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan dengan perusahaan yang lainya.

83 BAB V1

KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan pada bab V mengenai

“Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transaksional, Gaya Kepemimpinan Transformasional, dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan”, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Gaya kepemimpinan transaksional berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan PT. Gunung bara utama, kalimantan timur.

2. Gaya kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan PT. Gunung bara utama, kalimantan timur.

3. Budaya organisasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan PT. Gunung bara utama, kalimantan timur.

4. Gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional, dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Gunung bara utama, kalimantan timur.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh peneliti, maka saran yang akan diberikan adalah sebagai berikut:

1. Bagi Perusahaan

a. Variabel gaya kepemimpinan transaksional berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Akan tetapi dari hasil analisis deskriptif yang peneliti lakukan, “Dengan karyawan melakukan pekerjaan yang diberikan oleh pemimpin, mereka mendapatkan sebuah imbalan”

pada pernyataan 6, memperoleh nilai rata-rata paling rendah. Maka sebaiknya, untuk meningkatkan kinerja karyawan, pemimpin sebaiknya dapat lebih memberikan perhatian kepada karyawan, dalam arti pemimpin mampu memahami apa yang sebenarnya karyawan inginkan dan butuhkan sehingga pemimpin sebaiknya dapat lebih memperkuat lagi untuk gaya kepemimpinan transaksionalnya agar kinerja karyawan pun dapat lebih baik.

b. Variabel budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

b. Variabel budaya organisasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan.