• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

D. Variabel Penelitian

c. Budaya organisasi (X3)

d. Kinerja karyawan (Y) C. Waktu dan Lokasi Penelitian

Waktu Penelitian : AGUSTUS-SEPTEMBER 2020

Lokasi Penelitian : PT Gunung Bara utama berlokasi di Jl. Trans Kalimantan Kp. Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur 75775.

D. Variabel Penelitian 1. Identifikasi Variable

Variabel-Variable yang digunakan dalam penelitian ini:

a. Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya dependen variabel (terikat) (Sugiyono, 2018: 57). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan transaksional (X1), gaya kepemimpinan transformasional (X2) dan budaya organisasi (X3).

b. Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2018: 57). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan (Y).

E. Definisi Operasional dan Indikator

Definisi operasional variabel penelitian yang dimaksud untuk memahami setiap variabel penelitian sebelum dianalisis, serta sumber pengukuran yang berasal dari mana. Definisi operasional dalam penelitian adalah sebagai berikut:

Tabel III 1

Variabel Penelitian dan Indikator

No Variabel Penelitian Indikator Pernyataan 1 Gaya kepemimpinan

Transaksional adalah suatu kebutuhan atas apa yang sudah

pengarahan dari pemimpin mengenai prosedur pelaksanaan tugas dan target-target yang harus dicapai.

● Bawahan akan memperoleh imbalan dari pemimpin sesuai dengan kemampian bawahanya.

● Dimensi ini menjelaskan sikap / sifat pemimpin yang selalu melakukan pengawasan secara direktif terhadap bawahan.

● Pemimpin tidak akan segan untuk menegur, mengoreksi dan mengevaluasi langsung bawahan kinerja karyawannya.

● Pemimpin akan memberikan peringatan dan sanksi kepada bawahanya apabila terjadi kesalahan dalam proses yang dilakukan oleh bawahnya.

2 Gaya kepemimpinan Transformasional isi menanamkan rasa kepercayaan diri, menanamkan kebanggaan, meraih penghormatan dan kepercayaan. Karisma yang tinggi akan mempermudah pimpinan dalam mempengaruhi anggota dalam organisasi sehingga memperoleh

loyalitas serta kecintaan dari para anggotanya.

Inspirasional ● Mengkomunikasikan harapan tinggi menggunakan simbol untuk memfokuskan pada usaha, menggambarkan maksud penting secara sederhana.

Stimulasi intelektual

● Mendorong intelegensi rasionalitas, dan pemecahan masalah secara berhati-hati. Pimpinan akan mampu mengajak para bawahan untuk memikirkan jalan keluar suatu masalah dengan benar.

Perhatian Individu

● Memberikan perhatian pribadi, melayani karyawan secara pribadi, melatih dan menasehati. Pemimpin akan memiliki sikap yang bersahabat dengan anggotanya tanpa batasan, pemimpin akan sangat percaya kepada anggotanya sehingga anggota pun merasa nyaman dan percaya didorong untuk bersikap inovatif dan berani dalam pengambilan sebuah resiko.

Perhatian terhadap detail

● Untuk mengukur sejauh mana karyawan mampu diharapkan dapat menunjukan kecermatan analisis dan perhatian terhadap detail.

Orietasi hasil ● Manajemen berfokus lebih pada hasil bukan pada hasil Teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.

● Keputusan-keputusan manajemen memperhitungkan efek dari hasil orang-orang didalam organisasi.

Orientasi tim

● Kemampuan dalam berkerjasama dalam tim.

Keagresifan ● Sejauh mana bahwa individu atau orang-orang yang berada didalam organisasi memiliki sifat kompetitif.

kemantapan ● Diartikan bahwa aktivitas organisasi ditekankan untuk mempertahankan status quo untuk terus tumbuh dan berkembang.

4 Kinerja karyawan adalah hasil atau prestasi yang dicapai dalam rentang waktu tertentu sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.

Kualitas ● Kualitas kerja adalah seberapa baik seorang karyawan mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan.

Dimana hasil kegiatan yang dilakukan mendekati sempurna, seperti dari segi ketelitian dalam bekerja dan hasil pekerjaan yang memenuhi standar.

Kuantitas ● Kuantitas kerja adalah seberapa lama seorang pegawai bekerja dalam satu hari. Kuantitas kerja ini dapat dilihat dari kecepatan kerja setiap pegawai masing-masing.

Pelaksanaan tugas

● Pelaksanaan tugas adalah seberapa jauh karyawan mampu melakukan pekerjaanya dengan akurat dan tidak ada kesalahan.

Tanggung Jawab

● Tanggung jawab terhadap pekerjaan adalah kesadaran akan kewajiban karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang diberikan.

Kemampuan

bekerjasama

● Kemampuan bekerja sama yaitu kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain sesama anggota organisasi, misalnya:

a. Hubungan antara atasan dengan karyawan.

b. Hubungan antar sesama karyawan.

F. Pengukuran Variable

Dalam penelitian ini, alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dengan variabel-variabel yang diteliti dalam persoalan ini diukur dengan menggunakan skala Likert. Skala Likert yang digunakan pada penelitian ini ditandai dengan angka/skor 1-4, yaitu sebagai berikut:

Tabel III 2

Kinerja Karyawan

Skala

pengukuran Keterangan

1 Sangat Buruk

2 Buruk

3 Baik

4 Sangat Baik

G. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan elemen yang akan dijadikan wilayah generalisasi. Elemen populasi adalah keseluruhan subjek yang akan diukur, yang merupakan unit yang diteliti (Sugiyono, 2018:130). Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada karyawan di PT Gunung Bara Utama, yang berjumlah 216 orang.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2018:131). Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian karyawan PT Gunung Bara Utama yang berjumlah 130 orang.

H. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel untuk menentukan sampel dalam sebuah penelitian Sugiyono, 2018:133). Terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan dan dikelompokan menjadi dua yaitu probability sampling dan nonprobability sampling (Sugiyono, 2018:133).

Dalam pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah non probability sampling dimana Non probability sampling adalah Teknik

pengambilan sampel yang tidak memberikan kesempatan yang sama bagi setiap karyawan atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono, (2018:136). Teknik Nonprobability sampling ini meliputi teknik sampling purposive adalah teknik penentu sampel dengan pertimbangan tertentu Sugiyono (2018:138). Pertimbangan yang digunakan untuk menentukan sampel adalah karyawan PT Gunung Bara Utama, minimal satu tahun sebagai karyawan di perusahaan.

I. Unit Analisis.

Unit analisis dalam penelitian adalah suatu tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian. Unit analisis dalam penelitian ini individu di dalam perusahaan adalah karyawan PT Gunung Bara Utama yang berjumlah 130 orang.

J. Teknik Pengumpulan data 1. Sumber Data

a. Data primer dalam penelitian ini adalah (data yang diperoleh langsung dari sumber atau subyek yang diteliti) data primer dalam penelitian ini berupa jawaban atas pertanyaan atau pernyataan yang ada di kuesioner.

b. Data sekunder merupakan data yang sudah tercatat dalam buku ataupun suatu laporan. Data sekunder berupa sejarah, visi misi, struktur organisasi.

2. Teknik Pengumpulan Data a) Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau

pernyataan yang tertulis kepada para responden untuk jawabnya (sugiyono, 2018:219).

b) Wawancara

Wawancara dilakukan kepada pihak-pihak dari perusahaan yang mempunyai informasi tentang sejarah, jumlah karyawan.

K. Teknik Pengujian Instrument

Pengujian instrumen sangat perlu dilakukan dalam suatu penelitian dengan tujuan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini layak atau tidak. Berikut ada beberapa teknik pengujian instrumen pada penelitian ini adalah:

1. Uji validitas

Uji validitas adalah salah satu teknik untuk mengukur valid atau tidaknya sebuah kuesioner dalam mengungkapkan sesuatu yang diukur dalam kuesioner tersebut. Menurut Sugiyono, 2018:193), instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data yang diukur itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

Rumus korelasi adalah;

Keterangan :

rxy = Koefisien korelasi product moment

∑ = Jumlah skor item.

∑X = Jumlah skor total (seluruh item).

n = Jumlah responden

Hasil dikonfirmasikan dengan taraf signifikan 0,05 (5%) Sesuai jumlah yang diteliti. Menurut Sanusi (2013:77) pernyataan dinyatakan valid apabila r hasil perhitungan lebih besar dari pada nilai r dalam tabel pada alfa tertentu.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2018:193). Rumusnya adalah:

RII = 𝐾

𝑅−11 −𝜎𝑏2

𝜎𝑡2

Keterangan:

RII = Reliabilitas instrumen K = Banyaknya butir pertanyaan 𝜎𝑏2 = Jumlah Varian butir

𝜎𝑡 = Varian total

Untuk menentukan apakah instrumen itu reliabel atau tidak, dapat digunakan ketentuan berikut;

a. Jika nilai Cronbach’s Alpha (r11) ≥ 0,60 maka dinyatakan reliable.

b. Jika nilai Cronbach’s Alpha (r11) < 0,60 maka dinyatakan tidak reliable.

L. Teknik Analisis Data

1. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunya) variabel dependen, bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi. Jadi analisis regresi berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independen minimal 2 (Sugiyono, 2018:308). Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas: gaya kepemimpinan transaksional (X1), gaya kepemimpinan transformasional (X2) dan budaya organisasi (X3) terhadap variabel terikat: kinerja karyawan (Y). persamaan regresi linear berganda dirumuskan sebagai berikut (Sugiyono, 2018:308).

Y = a + b1X1+ b2X2+ b3X3

Dimana:

Y = Variabel dependen (kinerja karyawan) a = Konstanta

b1 =Koefisien regresi gaya kepemimpinan transaksional b2 = koefisien regresi gaya kepemimpinan transformasional b3 = koefisien regresi budaya organisasi

X1 = Variabel Independen (gaya kepemimpinan transaksional) X2 = Variabel Independen (gaya kepemimpinan transformasional) X3 = Variabel Independen (budaya organisasi)

M. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas mempunyai distribusi normal atau tidak (Ghozali (2006,110). Menurut Gunawan (2016:93), uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data penelitian yang diperoleh berdistribusi normal atau mendekati normal, karena data yang baik adalah data yang menyerupai distribusi normal. Penelitian ini dilakukan uji normalitas menggunakan SPSS dengan metode Kolmogorov-Smirnov.

Kolmogorov-Smirnov ini adalah dengan melihat skor Sig (Asymptotic Significance), yaitu:

a). Jika angka Sig ≥ 0,05 maka data berdistribusi normal b). Jika angka Sig < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal 2. Uji Multikolinearitas

Menurut Ghozali (2006:91), uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel bebas (independent). Jika variabel independen saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen sama dengan nol. Cara untuk mengetahui terjadinya multikolinearitas adalah dengan melihat nilai tolerance dan VIF (Variance inflation factor). Dasar pengambilan keputusan dari uji multikolinearitas adalah:

a) Jika nilai tolerance kurang dari 0,1 dan VIF lebih dari 10 maka terjadi multikolinearitas.

b) Jika nilai tolerance lebih dari 0,1 dari VIF kurang dari 10 maka tidak terjadi multikolinearitas.

3. Uji Heteroskedastisitas

Menurut Ghozali (2006:105) Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika varian berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedasitas.

Dalam pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Glejser.

Adapun dasar pengambilan keputusannya adalah:

a) Jika nilai signifikansi (Sig.) lebih besar dari 0,05, maka kesimpulannya adalah tidak terjadi gejala heteroskedasitas dalam model regresi.

b) Sebaliknya, jika nilai signifikansi (Sig.) lebih kecil dari 0,05, maka kesimpulannya adalah terjadi gejala heteroskedasitas dalam model regresi.

N. Pengujian Hipotesis

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat dengan melakukan uji t dan uji F.

a. Uji t (secara sendiri-sendiri)

Uji t dilakukan untuk melihat pengaruh yang signifikansi variabel-variabel bebas gaya kepemimpinan transaksional secara parsial terhadap variabel terikat yang dilakukan dalam uji t yaitu:

1) Menentukan formulasi hipotesis

a) Hipotesis nol (H0) Gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

b) Hipotesis alternatif (Ha) Gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

2) Menentukan tingkat signifikansi (α Tingkat signifikansi (α) menggunakan 5% (signifikansi 5% atau 0,05

3) Kriteria pengujian

a) H0 diterima (ha ditolak), jika nilai Sig > 0,05, maka gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

b) H0 ditolak (ha diterima), jika nilai Sig < 0,05, maka gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi

secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

b. Uji F (secara bersama-sama)

Uji F dilakukan untuk melihat pengaruh yang signifikan variabel-variabel bebas yaitu gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terikat yaitu kinerja karyawan. Tahapan yang dilakukan dalam uji f yaitu:

1) Menentukan formulasi hipotesis

a) Hipotesis nol (H0)Gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan

b) Hipotesis Alternatif (Ha) Gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

2) Menentukan tingkat signifikansi (α) Tingkat signifikansi (α) menggunakan 5% (signifikansi 5% atau 0,05).

3) Kriteria pengujian

a) H0 diterima (ha ditolak), jika nilai > 0,05, artinya gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara bersama-sama

tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

b) H0 ditolak (ha diterima), jika < 0,05 artinya gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan

4) Menarik kesimpulan

a) Jika h0 diterima (ha ditolak), maka gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

b) Jika h0 ditolak (ha diterima), maka gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

O. Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan variabel-variabel bebas dalam menerangkan variasi variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu.

Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel bebas (gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi) dalam menjelaskan variasi variabel terikat (kinerja karyawan) amat terbatas. Begitu pula sebaliknya, nilai yang mendekati satu berarti variasi nilai variabel-variabel bebas hampir sepenuhnya mampu memprediksi variasi nilai variabel terikat.

51 BAB IV

GAMBARAN UMUM PT GUNUNG BARA UTAMA

A. Tentang dan Sejarah PT Gunung Bara Utama

PT Gunung Bara Utama (GBU) adalah perusahaan pertambangan batubara Indonesia yang didirikan pada bulan Maret 2007 dengan total luas konsesi 5.350 Ha. Tambang PT GBU terletak di desa Mantar, kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur, Indonesia. Konsesi pertambangan GBU terletak sekitar 60 Km sebelah barat sungai Mahakam. Eksplorasi skala penuh di lokasi tersebut dimulai pada tahun 2008 dan saat ini sedang melakukan persiapan pra-penambangan untuk produksi 3Q14.

PT Gunung Bara Utama telah bermitra dengan pedagang terbesar seperti Glencore, Idemitsu dan lain-lain untuk memfasilitasi pengambilan sebagian besar produksi batubaranya. Perusahaan lain telah menunjukkan minat dalam kemitraan serupa untuk mengambil alih batubara PT Gunung Bara Utama. PT Gunung Bara Utama memahami dinamika kompleksitas pengoperasian tambang. Dengan demikian, pemegang saham dan manajemen telah menekankan pentingnya perencanaan strategis dalam organisasi:

a. Pengembangan infrastruktur berkualitas untuk menangkap penciptaan nilai diseluruh rantai pasokan pertambangan.

b. Perencanaan induk operasional

c. Menyeimbangkan kebutuhan bisnis jangka pendek dan tujuan keuangan jangka panjang.

d. Membangun kumpulan modal manusia melalui budaya proposisi nilai yang unik.

B. Lokasi PT Gunung Bara Utama

PT Gunung Bara utama berlokasi di Jl. Trans Kalimantan Kp. Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur 75775.

C. Visi dan Misi

Visi : Menjadi perusahaan pertambangan batubara terintegrasi terkemuka di Indonesia.

Misi : PT Gunung Bara Utama berfokus pada inisiatif strategis utama:

1. Operasi penambangan

Untuk memanfaatkan keahlian dalam kemampuan pemrosesan ekstraksi mineral dengan memanfaatkan teknologi canggih dan pengalaman manajemen.

2. Pengembangan SDM

Membangun kapabilitas sumber daya manusia berbasis pengetahuan dan bakat kepemimpinan di seluruh fungsi dan pangkat.

3. Penatalayanan modal

Untuk memaksimalkan laba atas investasi pemegang saham melalui budaya pemikiran berbasis nilai, analisis berbasis pengetahuan, dan pengambilan keputusan berbasis fakta.

4. Sadar ekologis

Berhati-hati dan bertindak secara bertanggung jawab terhadap alam dan dalam melestarikan manfaat jangka panjang lingkungan alam.

5. Pengembangan masyarakat

Menjadi mitra terdepan dalam transformasional pendidikan, kesehatan, pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

D. Struktur Organisasi

Dalam suatu perusahaan atau organisasi tentunya mempunyai struktur organisasi yang berbeda-beda. Struktur organisasi sendiri pun merupakan penentu bagaimana dalam suatu pekerjaan dapat dibagi-bagi atau dikelompokkan secara formal. Fungsi dan struktur organisasi itu sendiri adalah kejelasan tanggung jawab, kedudukan, mengenai jalur hubungan dan uraian tugas. Struktur organisasi PT Gunung Bara Utama.

PT Gunung Bara Utama sendiri pun memiliki 14 departemen / struktur organisasi di dalam perusahaan diantaranya adalah:

1. EGR (External & Government Relation) adalah departemen yang bertanggung jawab dalam pengelolaan hubungan external baik dengan tokoh masyarakat maupun pemerintah serta menjalankan program-program pengembangan masyarakat. EGR sendiri pun terbagi di dalam beberapa bagian, yaitu adalah:

a. Comrel dan CSR b. Land compensation c. Security

Dengan karyawan yang berjumlah 52 Orang.

2. Port Operation / Operasi Pelabuhan adalah departemen yang bertanggung jawab dalam pemuatan batubara ke kapal tongkang menggunakan alat Conveyor, dengan karyawan yang berjumlah 27 orang.

3. Shipping adalah departemen yang bertanggung jawab dalam pemuatan batubara dari kapal tongkang ke mother vessel serta memastikan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengiriman batubara, dengan jumlah karyawan 4 orang.

4. HRGS (Human Resources & General Service) adalah departemen yang terdiri dari 2 section, Human Resources adalah section yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kebijakan perusahaan, penerimaan karyawan, pengelolaan kompensasi dan benefit karyawan, sedangkan General service adalah section yang mengelola service management dan facility management. Jumlah keseluruhan karyawan 23 orang.

5. Procurement adalah departemen yang bertanggung jawab dalam proses keseluruhan pengadaan atau pembelian barang dengan jumlah karyawan 2 orang.

6. FAT (Finance Accounting & Tax) adalah departemen yang bertanggung jawab dalam pencatatan seluruh transaksi keuangan di dalam perusahaan termasuk dalam pengelolaan pembayaran pajak. Jumlah karyawan 2 orang.

7. IT (Information technology) adalah departemen yang mengelola jaringan komunikasi, baik internet, email serta komunikasi bersifat frekuensi (radio),

selain itu juga melakukan pemeliharaan terhadap aset yang berkaitan dengan IT.

8. License & Permit merupakan departemen yang bertanggung jawab dalam pengurusan izin penggunaan Kawasan hutan serta perjanjian yang menjadi tanggung jawabnya. Jumlah karyawan 5 0rang.

9. Production adalah departemen yang bertanggung jawab dalam mengawasi serta memonitor jalannya kegiatan produksi batubara oleh mitra kerja perusahaan, dengan jumlah karyawan 28 orang.

10. Coal Haul & Haul Road Maintenance adalah departemen yang bertanggung jawab dalam memastikan pengangkutan batubara dari Stockpile ke Jetty dan memastikan pemeliharaan jalan hauling. Jumlah karyawan 41 orang.

11. Engineering Department / pengembangan teknik adalah departemen yang bertanggung jawab mempersiapkan rencana dan desain penambangan mengacu pada desain jangka panjang maupun menengah sesuai dengan operasi penambangan teknis yang mencangkup rencana produksi dan estimasi kebutuhan peralatan dengan mempertimbangkan efektifitas operasi penambangan sesuai dengan standar safety dan teknis. Dengan jumlah 8 orang karyawan.

12. HSE (Health, Safety, Environment) adalah departemen yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan keselamatan dan Kesehatan kerja, melaksanakan patrol, investigasi, laporan statistic kecelakaan kerja dan kampanye keselamatan kerja. Dengan karyawan yang berjumlah 7 orang.

13. Plant terbagi menjadi 2 yakni diantaranya adalah:

a. Warehouse adalah bagian pergudangan.

b. Service Maintenance adalah yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan serta perbaikan alat.

Dengan jumlah karyawan 13 orang.

14. Survey adalah bertanggung jawab melakukan pengukuran, pengelolaan data serta perhitungan progres operasional dan memberikan panduan operasional di lapangan lapangan. Dengan jumlah 11 orang karyawan.

57

58 BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini penelitian membahas mengenai proses pengumpulan data dan pengolahan data penelitian. Untuk memperoleh data, penulis membuat kuesioner yang dibagikan dan diisi oleh seluruh karyawan termasuk pihak atasan di perusahaan PT Gunung Bara Utama.

Kuesioner ini mulai dibagikan pada tanggal 14 Agustus 2020. Kuesioner dibagikan secara secara keseluruhan, dimana dalam proses pembagian kuesioner dibagi menjadi 2 yaitu secara online dan melalui link dan secara langsung berdasarkan bidang-bidang pekerjaan masing-masing karyawan. Jumlah seluruh kuesioner yang dibagikan adalah 130 orang sebagai sampel dari 216 karyawan.

penelitian ini menguji ada atau tidaknya pengaruh variabel bebas meliputi gaya kepemimpinan transaksional (X1), gaya kepemimpinan transformasional (X2) dan budaya organisasi (X3) terhadap variabel terikat yaitu kinerja karyawan(Y). analisis kuantitatif terdiri atas uji instrumen (uji validitas dan uji reliabilitas instrumen) uji asumsi analisis regresi linier berganda. Pengolahan Data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak (software) SPSS 22 dan Microsoft Office Excel

‘2010.

A. Identitas responden

1. Jenis kelamin

Dalam penelitian ini, responden terdiri dari pria dan wanita yang ditunjukan dalam tabel dibawah ini:

Tabel V 1

Data responden berdasarkan jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki – laki 112 86,2%

Perempuan 18 13,8%

Total 130 100%

Sumber: Hasil pengelolaan Data Primer, 2020

Persentase karyawan PT Gunung Bara Utama yang ditampilkan pada tabel V1 menunjukan bahwa jumlah responden laki – laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan, yaitu dengan persentase responden laki – laki 86,2% dan persentase responden perempuan 13,8%.

2. Usia Responden

Dalam penelitian ini, peneliti membagi karakteristik responden berdasarkan kelompok usia yang dapat dilihat pada tabel V2 sebagai berikut:

Tabel V 2

Data Responden Berdasarkan Kelompok Usia Kelompok Usia Jumlah

(Orang)

Sumber: Hasil pengelolaan Data primer, 2020

Berdasarkan tabel V2 dapat dilihat bahwa dari total 100% (130 orang) responden PT Gunung Bara Utama yaitu kelompok usia 27-35 tahun mendominasi dengan jumlah 54,7%, sedangkan kelompok usia 36–44 tahun berjumlah 22,3%, dan umur >45 tahun dengan jumlah persentase paling sedikit berjumlah 9,2%.

3. Pendidikan Terakhir Responden

Pada penelitian ini pendidikan terakhir responden dikategorikan pada tabel dibawah ini:

Tabel V 3 Pendidikan Responden Pendidikan Terakhir Jumlah

(Orang)

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Persentase Pendidikan terakhir yang ditampilkan pada tabel V3 menunjukan bahwa responden yang berpendidikan SLTA dengan dengan

berjumlah 68,5% (89 orang) kemudian Pendidikan terakhir sarjana berjumlah 26,9% (35 orang).

5. Masa kerja sampai saat ini

Dalam penelitian ini masa kerja responden PT Gunung Bara Utama dikategorikan sebagai berikut:

Tabel V 4

Masa Kerja Responden Lama bekerja Jumlah

(Orang)

Presentase (%)

1 – 3 Tahun 83 64%

4 – 6 Tahun 40 31%

8 – 10 Tahun 7 5 %

TOTAL 130 100%

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Persentase masa kerja responden PT Gunung Bara Utama yang ditampilkan pada tabel V4 menunjukan bahwa responden dengan masa kerja 1 – 3 tahun lebih mendominasi dengan jumlah 64% (83 orang) dibandingkan dengan responden dengan masa kerja 8 – 10 Tahun yang berjumlah 5% (7 orang).

6. Berdasarkan Bagian / Departemen

Pada penelitian ini penelitian membagi karakteristik responden

Pada penelitian ini penelitian membagi karakteristik responden