• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

D. Struktur Organisasi

4. Sadar ekologis

Berhati-hati dan bertindak secara bertanggung jawab terhadap alam dan dalam melestarikan manfaat jangka panjang lingkungan alam.

5. Pengembangan masyarakat

Menjadi mitra terdepan dalam transformasional pendidikan, kesehatan, pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

D. Struktur Organisasi

Dalam suatu perusahaan atau organisasi tentunya mempunyai struktur organisasi yang berbeda-beda. Struktur organisasi sendiri pun merupakan penentu bagaimana dalam suatu pekerjaan dapat dibagi-bagi atau dikelompokkan secara formal. Fungsi dan struktur organisasi itu sendiri adalah kejelasan tanggung jawab, kedudukan, mengenai jalur hubungan dan uraian tugas. Struktur organisasi PT Gunung Bara Utama.

PT Gunung Bara Utama sendiri pun memiliki 14 departemen / struktur organisasi di dalam perusahaan diantaranya adalah:

1. EGR (External & Government Relation) adalah departemen yang bertanggung jawab dalam pengelolaan hubungan external baik dengan tokoh masyarakat maupun pemerintah serta menjalankan program-program pengembangan masyarakat. EGR sendiri pun terbagi di dalam beberapa bagian, yaitu adalah:

a. Comrel dan CSR b. Land compensation c. Security

Dengan karyawan yang berjumlah 52 Orang.

2. Port Operation / Operasi Pelabuhan adalah departemen yang bertanggung jawab dalam pemuatan batubara ke kapal tongkang menggunakan alat Conveyor, dengan karyawan yang berjumlah 27 orang.

3. Shipping adalah departemen yang bertanggung jawab dalam pemuatan batubara dari kapal tongkang ke mother vessel serta memastikan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengiriman batubara, dengan jumlah karyawan 4 orang.

4. HRGS (Human Resources & General Service) adalah departemen yang terdiri dari 2 section, Human Resources adalah section yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kebijakan perusahaan, penerimaan karyawan, pengelolaan kompensasi dan benefit karyawan, sedangkan General service adalah section yang mengelola service management dan facility management. Jumlah keseluruhan karyawan 23 orang.

5. Procurement adalah departemen yang bertanggung jawab dalam proses keseluruhan pengadaan atau pembelian barang dengan jumlah karyawan 2 orang.

6. FAT (Finance Accounting & Tax) adalah departemen yang bertanggung jawab dalam pencatatan seluruh transaksi keuangan di dalam perusahaan termasuk dalam pengelolaan pembayaran pajak. Jumlah karyawan 2 orang.

7. IT (Information technology) adalah departemen yang mengelola jaringan komunikasi, baik internet, email serta komunikasi bersifat frekuensi (radio),

selain itu juga melakukan pemeliharaan terhadap aset yang berkaitan dengan IT.

8. License & Permit merupakan departemen yang bertanggung jawab dalam pengurusan izin penggunaan Kawasan hutan serta perjanjian yang menjadi tanggung jawabnya. Jumlah karyawan 5 0rang.

9. Production adalah departemen yang bertanggung jawab dalam mengawasi serta memonitor jalannya kegiatan produksi batubara oleh mitra kerja perusahaan, dengan jumlah karyawan 28 orang.

10. Coal Haul & Haul Road Maintenance adalah departemen yang bertanggung jawab dalam memastikan pengangkutan batubara dari Stockpile ke Jetty dan memastikan pemeliharaan jalan hauling. Jumlah karyawan 41 orang.

11. Engineering Department / pengembangan teknik adalah departemen yang bertanggung jawab mempersiapkan rencana dan desain penambangan mengacu pada desain jangka panjang maupun menengah sesuai dengan operasi penambangan teknis yang mencangkup rencana produksi dan estimasi kebutuhan peralatan dengan mempertimbangkan efektifitas operasi penambangan sesuai dengan standar safety dan teknis. Dengan jumlah 8 orang karyawan.

12. HSE (Health, Safety, Environment) adalah departemen yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan keselamatan dan Kesehatan kerja, melaksanakan patrol, investigasi, laporan statistic kecelakaan kerja dan kampanye keselamatan kerja. Dengan karyawan yang berjumlah 7 orang.

13. Plant terbagi menjadi 2 yakni diantaranya adalah:

a. Warehouse adalah bagian pergudangan.

b. Service Maintenance adalah yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan serta perbaikan alat.

Dengan jumlah karyawan 13 orang.

14. Survey adalah bertanggung jawab melakukan pengukuran, pengelolaan data serta perhitungan progres operasional dan memberikan panduan operasional di lapangan lapangan. Dengan jumlah 11 orang karyawan.

57

58 BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini penelitian membahas mengenai proses pengumpulan data dan pengolahan data penelitian. Untuk memperoleh data, penulis membuat kuesioner yang dibagikan dan diisi oleh seluruh karyawan termasuk pihak atasan di perusahaan PT Gunung Bara Utama.

Kuesioner ini mulai dibagikan pada tanggal 14 Agustus 2020. Kuesioner dibagikan secara secara keseluruhan, dimana dalam proses pembagian kuesioner dibagi menjadi 2 yaitu secara online dan melalui link dan secara langsung berdasarkan bidang-bidang pekerjaan masing-masing karyawan. Jumlah seluruh kuesioner yang dibagikan adalah 130 orang sebagai sampel dari 216 karyawan.

penelitian ini menguji ada atau tidaknya pengaruh variabel bebas meliputi gaya kepemimpinan transaksional (X1), gaya kepemimpinan transformasional (X2) dan budaya organisasi (X3) terhadap variabel terikat yaitu kinerja karyawan(Y). analisis kuantitatif terdiri atas uji instrumen (uji validitas dan uji reliabilitas instrumen) uji asumsi analisis regresi linier berganda. Pengolahan Data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak (software) SPSS 22 dan Microsoft Office Excel

‘2010.

A. Identitas responden

1. Jenis kelamin

Dalam penelitian ini, responden terdiri dari pria dan wanita yang ditunjukan dalam tabel dibawah ini:

Tabel V 1

Data responden berdasarkan jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase

Laki – laki 112 86,2%

Perempuan 18 13,8%

Total 130 100%

Sumber: Hasil pengelolaan Data Primer, 2020

Persentase karyawan PT Gunung Bara Utama yang ditampilkan pada tabel V1 menunjukan bahwa jumlah responden laki – laki lebih banyak dibandingkan dengan perempuan, yaitu dengan persentase responden laki – laki 86,2% dan persentase responden perempuan 13,8%.

2. Usia Responden

Dalam penelitian ini, peneliti membagi karakteristik responden berdasarkan kelompok usia yang dapat dilihat pada tabel V2 sebagai berikut:

Tabel V 2

Data Responden Berdasarkan Kelompok Usia Kelompok Usia Jumlah

(Orang)

Sumber: Hasil pengelolaan Data primer, 2020

Berdasarkan tabel V2 dapat dilihat bahwa dari total 100% (130 orang) responden PT Gunung Bara Utama yaitu kelompok usia 27-35 tahun mendominasi dengan jumlah 54,7%, sedangkan kelompok usia 36–44 tahun berjumlah 22,3%, dan umur >45 tahun dengan jumlah persentase paling sedikit berjumlah 9,2%.

3. Pendidikan Terakhir Responden

Pada penelitian ini pendidikan terakhir responden dikategorikan pada tabel dibawah ini:

Tabel V 3 Pendidikan Responden Pendidikan Terakhir Jumlah

(Orang)

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Persentase Pendidikan terakhir yang ditampilkan pada tabel V3 menunjukan bahwa responden yang berpendidikan SLTA dengan dengan

berjumlah 68,5% (89 orang) kemudian Pendidikan terakhir sarjana berjumlah 26,9% (35 orang).

5. Masa kerja sampai saat ini

Dalam penelitian ini masa kerja responden PT Gunung Bara Utama dikategorikan sebagai berikut:

Tabel V 4

Masa Kerja Responden Lama bekerja Jumlah

(Orang)

Presentase (%)

1 – 3 Tahun 83 64%

4 – 6 Tahun 40 31%

8 – 10 Tahun 7 5 %

TOTAL 130 100%

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Persentase masa kerja responden PT Gunung Bara Utama yang ditampilkan pada tabel V4 menunjukan bahwa responden dengan masa kerja 1 – 3 tahun lebih mendominasi dengan jumlah 64% (83 orang) dibandingkan dengan responden dengan masa kerja 8 – 10 Tahun yang berjumlah 5% (7 orang).

6. Berdasarkan Bagian / Departemen

Pada penelitian ini penelitian membagi karakteristik responden berdasarkan unit atau bagian dalam pekerjaan yang dapat dilihat pada tabel V5 sebagai berikut:

Sumber: Data Primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V5 dapat dilihat bahwa dari total 100% (130 orang) responden PT Gunung Bara Utama menunjukan bahwa responden dari bagian EGR lebih mendominasi dengan jumlah 36% (47 orang) dibandingkan responden dari bagian FAT yang hanya berjumlah 1% (1 orang).

B. Deskripsi Variabel Penelitian

Deskripsi data penelitian menunjukkan rekapitulasi tanggapan-tanggapan yang diberikan responden terhadap pernyataan dari gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan terdiri dari item-item pernyataan dengan empat skala yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Skor minimum adalah satu, menunjukkan bahwa responden sangat tidak setuju dengan pernyatan yang ada di

kuesioner. Skor maksimum adalah empat, menunjukkan bahwa responden sangat setuju dengan pernyatan yang ada di kuesioner.

1. Gaya Kepemimpinan Transaksional

Berikut deskripsi penilaian responden terhadap variabel penelitian:

Tabel V 6

Deskripsi Variabel Gaya Kepemimpinan Transaksional (X1)

No Pernyataan Rata-rata Kategori

1 Pimimpin memberikan pedoaman kerja kepada saya untuk melakukan pekerjaan.

3,45 Sangat Kuat

2 Pimpinan melakukan Tindakan perbaikan atas kesalahan yang saya lakukan.

3,40 Sangat Kuat

3 Pemimpin mengawas secara langsung kinerja saya agar sesuai dengan standar dan prossedur kerja yang telah ditetapkan.

3,50 Sangat Kuat

4 Pimpinan selalu memantau kesalahan yang saya lakukan dalam bekerja

3,39 Sangat Kuat

5 Pimpinan memberikan peringatan dan sanksi apabila terjadi kesalahan dalam proses kerja yang saya lakukan.

3,44 Sangat Kuat

6 Pimpinan memberikan imbalan jika saya mampu melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan dengan baik.

3,25 Kuat

7 Pemimpin saya membuat saya merasa nyaman untuk merundingkan tentang apa yang akan saya capai bila saya dapat menyelesaikan pekerjaan

3,34 Sangat Kuat

Rata-rata 3,40 Sangat Kuat

Sumber: Data Primer yang diolah 2020

Berdasarkan tabel V6 jadi dapat dilihat bahwa item Pernyataan

“Pimpinan memberikan imbalan jika saya mampu melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan dengan baik.” Mendapat nilai terendah yaitu rata-rata

3,25. Kemudian item pertanyaan “Pemimpin mengawasi secara langsung kinerja saya agar sesuai dengan standar dan prosedur kerja yang telah ditetapkan” mendapatkan rata-rata tertinggi yaitu 3,50. Sehingga secara umum variabel gaya kepemimpinan transaksional mendapat nilai total rata – rata sebesar 3.40 dengan kategori sangat kuat.

2. Gaya Kepemimpinan Transformasinal

Berikut deskripsi penilaian responden terhadap variabel penelitian:

Tabel V 7

Deskripsi Variabel Gaya Kepemimpinan Tranformasional (X2)

No Pernyataan Rata-rata Kategori

1 Pimimpin mempunyai sifat pribadi yang menyenangkan.

3,36 Sangat Kuat 2 Pemimpin memberikan visi dan misi,

serta memberikan respek dan kepercayaan

3,40 Sangat Kuat

3 Saya percaya dengan pimpinan saya sekarang.

3,46 Sangat Kuat 4 Pemimpin dapat menyatakan

tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka Panjang kedepan.

3,42 Sangat Kuat

5 Pimpinan memberikan masukan yang inovatif untuk keberhasilan

pekerjaan.

3,57 Sangat Kuat

6 Pimpinan memperlakukan karyawan secara adil.

3,56 Sangat Kuat 7 Pemimpin mendorong saya untuk

lebih kreatif.

3,46 Sangat Kuat 8 Pemimpin mampu membangkitkan

rasa percaya diri bawahanya.

3.47 Sangat Kuat 9 Pemimpin selalu memberikan

kepercayaan terhadap bawahanya.

3.51 Sangat Kuat 10 Setiap karyawan diijinkan untuk

menggunakan metode kerjanya sendiri.

3.12 Kuat

11 Pimpinan mampu , memunculkan ide

baru yang baik untuk kemajuan organisasi.

3.44 Sangat Kuat

Rata-rata 3,43 Sangat Kuat

Sumber: Data Primer yang diolah 2020

Berdasarkan tabel V7 dapat dilihat bahwa item Pernyataan “Setiap karyawan diijinkan untuk menggunakan metode kerjanya sendiri.”

Mendapat nilai terendah yaitu rata-rata 3,12. Kemudian item pernyataan

“Pimpinan memperlakukan karyawan secara adil” mendapatkan rata-rata tertinggi yaitu 3,56. Sehingga secara umum variabel gaya kepemimpinan transformasional mendapat nilai total rata – rata sebesar 3.43 dengan kategori sangat kuat.

3. Budaya Organisasi

Berikut deskripsi penilaian responden terhadap variabel penelitian:

Tabel V 8

Deskripsi Variabel Budaya Organisasi (X3)

No Pernyataan

Rata-rata

Kategori 1 Pimpinan mendorong saya untuk

meningkatkan kreativitas agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat dan aman.

3,38 Sangat Kuat

2 Dalam berkerja karyawan dituntut untuk berfikir inovatif dan berani dalam mengambil sebuah keputusan.

3,28 Sangat Kuat

3 Manajemen perusahaan selalu memberitahukan saya untuk lebih

memperhatikan terhadap hal detail dalam pekerjaan.

3,38 Sangat Kuat

4 Saya berusaha mengerjakan pekerjaan selalu mengharapkan hasil maksimal

3,52 Sangat Kuat

5 Dalam melakukan pekerjaan saya selalu memperhatikan perasaan orang lain.

3,38 Sangat Kuat

6 Saya berusaha menjalin kerjasama dengan

anggota satuan kerja dan dalam

melaksanakan pekerjaan, saya melakukan koordinasi dengan rekan kerja dan

pemimpin guna mencapai keberhasilan bersama.

3,66 Sangat Kuat

7 Perusahaan ini memiliki peraturan yang membimbing perilaku dan memberitahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh karyawan berdasarkan nilai-nilai yang berlaku di perusahaan.

3,51 Sangat Kuat

8 Perusahaan selalu melakukan sosialisasi terbuka mengenai visi dan misi

perusahaan.

3.22 Kuat

Rata-Rata 3.42 Sangat Kuat

Sumber: Data Primer yang diolah 2020

Berdasarkan tabel V8 dapat dilihat bahwa item Pernyataan

“Perusahaan selalu melakukan sosialisasi terbuka mengenai visi dan misi perusahaan” Mendapat nilai terendah yaitu rata-rata 3,22. Kemudian item pernyataan “Saya berusaha menjalin kerjasama dengan anggota satuan kerja dan dalam melaksanakan pekerjaan, saya melakukan koordinasi dengan rekan kerja dan pemimpin guna mencapai keberhasilan bersama”

mendapatkan rata-rata tertinggi yaitu 3,66. Sehingga secara umum variabel budaya organisasi mendapat nilai total rata – rata sebesar 3.42 dengan kategori sangat kuat.

4. Kinerja karyawan

Berikut deskripsi penilaian responden terhadap variabel penelitian:

Tabel V 9

Deskripsi Variabel Kinerja Karyawan (Y)

No Pernyataan Rata-rata Kategori

1 Saya mampu bekerja dengan tingkat pekerjaan yang banyak sesuai dengan tugas yang diberikan.

3,32 Sangat Baik

2 Skil dan kemampuan yang saya miliki sesuai dengan pekerjaan dan tugas yang saya kerjakan saat ini.

3,44 Sangat Baik

3 Saya mengerjakan suatu pekerjaan dengan penuh perhitungan, cermat, dan teliti agar mendapat hasil yang

maksimal.

3,45 Sangat Baik

4 Saya sebagai karyawan selalu bersedia bekerjasama dengan karyawan lain.

3,55 Sangat Baik

5 Saya Bekerja dengan penuh tanggung jawab.

3,54 Sangat Baik 6 Saya memiliki ketelitian dalam bekerja,

dan hal itu menjadi prioritas saya dalam bekerja.

3,55 Sangat Baik

Rata-Rata 3,47 Sangat Baik

Sumber: Data Primer yang diolah 2020

Berdasarkan tabel V9 dapat dilihat bahwa item pernyataan “Saya mampu bekerja dengan tingkat pekerjaan yang banyak sesuai dengan tugas yang diberikan” Mendapat nilai terendah yaitu rata-rata 3,32. Kemudian item pernyataan“Saya sebagai karyawan selalu bersedia bekerjasama dengan karyawan lain” dan “Saya memiliki ketelitian dalam bekerja , dan hal itu menjadi prioritas saya dalam bekerja.” mendapatkan rata-rata tertinggi yaitu 3,55 Sehingga secara umum variabel kinerja karyawan mendapat nilai total rata – rata sebesar 3.47 dengan kategori sangat baik.

C. Uji Instrument

1. Hasil Uji Validitas

Pengujian validitas instrumen penelitian dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing item yang diperoleh dengan skor total item, dengan penelitian korelasi pearson. Kriteria yang digunakan adalah nilai koefisien korelasi item total positif atau lebih besar dari r tabel maka item tersebut dinyatakan valid.

Dengan jumlah 130 responden dan nilai alpha 5% (dua sisi) diperoleh rtabel

sebesar 0,1723. Nilai rtabel ini selanjutnya digunakan untuk kriteria validitas item – item kuesioner.

a. Gaya Kepemimpinan Transaksional (X1) Tabel V 10

Hasil Uji Validitas Variabel Gaya Kepemimpinan Transaksional

Item rhitung rtabel. Keterangan

Pernyataan 1 0,609 0,1723 Valid

Pernyataan 2 0,556 0,1723 Valid

Pernyataan 3 0,679 0,1723 Valid

Pernyataan 4 0,601 0,1723 Valid

Pernyataan 5 0,577 0,1723 Valid

Pernyataan 6 0.628 0,1723 Valid

Pernyataan 7 0,649 0,1723 Valid

Sumber: Data primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V10, hasil uji validitas variabel gaya kepemimpinan transaksional terdapat 7 item pernyataan yang dinyatakan semuanya valid karena nilai rhitung dari setiap pernyataan tersebut lebih besar dari rtabel.

b. Gaya Kepemimpinan Tranformasional (X2)

Tabel V 11

Hasil uji Validitas Variabel Gaya kepemimpinan Transformasional Item rhitung rtabel. Keterangan

Pernyataan 1 0,556 0,1723 Valid

Sumber: Data primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V11, hasil uji validitas variabel gaya kepemimpinan transformasional terdapat 11 item pernyataan yang dinyatakan semuanya valid karena nilai rhitung dari setiap pernyataan tersebut lebih besar dari rtabel.

b. Budaya Organisasi (X3)

Tabel V 12

Hasil Uji Validitas Variabel Budaya Organisasi

Item Pernyataan rhitung rtabel. Keterangan

Pernyataan 1 0,680 0,1723 Valid

Pernyataan 7 0,710 0,1723 Valid

Pernyataan 8 0.669 0,1723 Valid

Sumber: Data primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V12, hasil uji validitas variabel budaya organisasi terdapat 8 item pernyataan yang dinyatakan semuanya valid karena nilai rhitung

dari setiap pernyataan tersebut lebih besar dari rtabel.

c. Kinerja Karyawan (Y)

Tabel V 13

Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan

Item Pernyataan rhitung rtabel. Keterangan

Pernyataan 1 0.580 0,1723 Valid

Pernyataan 2 0,690 0,1723 Valid

Pernyataan 3 0,745 0,1723 Valid

Pernyataan 4 0.710 0,1723 Valid

Pernyataan 5 0,754 0,1723 Valid

Pernyataan 6 0,719 0,1723 Valid

Sumber: Data primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V13, hasil uji validitas variabel budaya organisasi terdapat 6 item pernyataan yang dinyatakan semuanya valid karena nilai rhitung dari setiap pernyataan tersebut lebih besar dari rtabel.

2. Hasil Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui tingkat kehandalan jawaban responden terhadap pernyataan untuk pertanyaan dari waktu ke waktu pada setiap variabel atau konstruk menunjukkan hasil yang tetap (konsisten).

Reliabilitas hasil ukur dapat dilihat dengan melihat nilai Cronbach’s Alpha dengan bantuan program SPSS. Suatu variabel atau konstruk dinyatakan reliabel

jika nilai Cronbach Alpha ≥ 0,60 (Wiratna Sujarweni (2004). Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel V14 sebagai berikut:

Tabel V 14 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan Gaya Kepemimpinan

Transaksional

0,717 Reliabel

Gaya Kepemimpinan Tranformasional

0,851 Reliabel

Budaya Organisasi 0,772 Reliabel

Kinerja Karyawan 0,792 Reliabel

Sumber: Data Primer diperoleh, 2020

Berdasarkan tabel V14, hasil uji reliabilitas dapat diketahui bahwa nilai Cronbach’s Alpha dari seluruh variabel yang diuji nilainya lebih besar dari 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel yaitu gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan kinerja karyawan dinyatakan reliabel.

D. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Hasil pengolahan data dengan SPSS versi 22. Uji Normalitas memiliki tujuan untuk mengetahui apakah nilai residu yang dihasilkan dari regresi berdistribusi normal atau tidak dengan melihat nilai signifikansi pada tabel Kolmogorov-smirnov. Jika nilai signifikansi lebih dari 0.05 maka data berdistribusi normal. Adapun uji normalitas pada tabel berikut:

Tabel V 15

Hasil Uji Normalitas: Kinerja Karyawan One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 130

Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 1.44234591 Most Extreme

Differences

Absolute .064

Positive .034

Negative -.064

Test Statistic .064

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

Sumber: Data Primer Diolah, 2020

Berdasarkan hasil pengujian normalitas pada tabel V15, dapat diketahui bahwa data tersebut berdistribusi normal. Berdasarkan pada hasil tersebut dapat dikatakan bahwa nilai Asymp sig. (2-tailed) yaitu sebesar 0.200 lebih besar 0,05 yang berarti semua variabel dalam penelitian ini berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Model regresi terjadi multikolinearitas jika nilai tolerance kurang dari 0,1 dan VIF lebih dari 10. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel V16 sebagai berikut:

Tabel V 16

Hasil Uji Multikolinearitas Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)

TOTAL_X1 .537 1.861

TOTAL_X2 .475 2.104

TOTAL_X3 .563 1.776

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Berdasarkan tabel V16, dapat dilihat bahwa nilai tolerance dari variabel gaya kepemimpinan transaksional (X1) sebesar 0,537, variabel gaya kepemimpinan transformasional (X2) sebesar 0,475, dan variabel budaya organisasi (X3) sebesar 0,563. Kemudian untuk nilai VIF, variabel Gaya kepemimpinan transaksional sebesar 1,861, variabel gaya kepemimpinan transformasional sebesar 2,104 dan variabel budaya organisasi sebesar 1,776. Maka dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa korelasi antara variabel bebas menunjukan tidak terjadi multikolinearitas karena masing – masing variabel bebas memiliki nilai tolerance

> 0,01 dan nilai VIF < 10 sehingga dapat dilakukan regresi ganda.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain.

Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas terdapat pada tabel sebagai berikut:

Tabel V 17

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Model Sig

Gaya Kepemimpinan Transaksional 0.541 Gaya Kepemimpinan Tranformasional 0.271

Budaya Organisasi 0.942

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Berdasarkan tabel V17 uji heteroskedastisitas dengan uji Glejser diketahui nilai signifikansi untuk variabel gaya kepemimpinan transaksional (X1) sebesar 0.541, variabel gaya kepemimpinan transformasional (X2) sebesar 0.271, dan variabel budaya organisasi (X3) sebesar 0.942. Diketahui ketiga variabel tersebut lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas.

E. Persamaan Regresi

a. Analisis regresi linear berganda

Analisis regresi linear berganda ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas (independent): gaya kepemimpinan transaksional (X1), gaya kepemimpinan transformasional (X2), budaya organisasi (X3), dan kinerja karyawan (Y). Hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel V18 sebagai berikut:

Tabel V 18

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Model Unstandardized Coefficients B Std. Error

1 (Constant) 3.091 1.418

TOTAL_X1 0.150 0.062

TOTAL_X2 0.051 0.046

TOTAL_X3 0.450 0.064

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Berdasarkan tabel tersebut maka diperoleh persamaan regresi linier berganda Y sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3

Y = 3.091 + 0,150 X1 + 0, 051 X2 + 0, 450 X3

Dimana :

Y : Kinerja Karyawan a : Konstanta

X1 : Gaya Kepemimpinan Transaksional X2 : Gaya Kepemimpinan Tranformasional X3 : Budaya Organisasi

Berdasarkan tabel V18 maka dapat diketahui nilai konstanta positif sebesar 3,091, menunjukan jika variabel (gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi) sama dengan 0 maka kinerja karyawan positif sebesar 3.091. Koefisien regresi gaya kepemimpinan transaksional (X1) positif sebesar 0,150, artinya setiap 1 unit nilai (X1) akan menambah nilai (Y1) sebesar 0,150. Koefisien regresi gaya kepemimpinan transformasional (X2) positif sebesar 0,051, artinya setiap 1 unit nilai (X2) akan menambah nilai (Y1) sebesar 0,051, dan koefisien regresi budaya organisasi (X3) positif sebesar 0,450, artinya setiap 1 unit nilai X3 akan menambah nilai (Y1) sebesar 0,450.

b. Pengujian Hipotesis

i. Uji t

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas gaya kepemimpinan transaksional (X1), gaya kepemimpinan transformasional (X2) dan budaya organisasi (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat yaitu kinerja karyawan (Y). Hasil Uji t terdapat pada tabel V19 sebagai berikut:

a. Dependent Variable: TOTAL_Y Sumber: Data Primer diolah, 2020

Hasil uji signifikansi untuk gaya kepemimpinan transaksional (X1) didapatkan nilai sig lebih kecil dari α (0,05) yaitu sebesar 0,017.

berdasarkan kriteria pengujian jika nilai sig < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian gaya kepemimpinan transaksional (X1) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y).

Hasil uji signifikansi untuk gaya kepemimpinan transformasional (X2) didapatkan nilai Sig lebih besar dari α (0,05) yaitu sebesar 0,278.

Berdasarkan kriteria pengujian jika nilai Sig < 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini dapat diartikan bahwa gaya kepemimpinan transformasional (X2) secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y).

Hasil uji signifikansi untuk budaya organisasi (X3) didapatkan nilai Sig lebih kecil dari α (0,05) yaitu sebesar 0,000. Berdasarkan kriteria pengujian jika nilai Sig < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Hal ini dapat diartikan bahwa untuk budaya organisasi (X3) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y).

ii. Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas (gaya kepemimpinan transaksional (X1), gaya kepemimpinan transformasional (X2) dan budaya organisasi (X3) secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat (kinerja karyawan). hasil uji F terdapat pada tabel V20 sebagai berikut:

Tabel V 20 Hasil Uji F ANOVAa

Model Sum of

Squares Df Mean

Square F Sig.

1 Regression 346.556 3 115.519 54.237 .000b Residual 268.367 126 2.130

Total 614.923 129 Sumber : Data Primer diolah, 2020

Hasil Uji F didapatkan nilai Sig lebih kecil dari nilai α (0,05) yaitu sebesar 0,000. Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai Sig <0,05

sehingga dapat diambil kesimpulan H0 ditolak dan Ha diterima. Ini dapat diartikan gaya kepemimpinan transaksional, gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi secara bersama-sama (simultan) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.

F. Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model regresi dalam menerapkan variasi variabel dependen. Untuk menentukan kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Hasil olah data yang diperoleh adalah sebagai berikut:

Tabel V 21

Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb

Model R

R Square

Adjusted

R Square Std. Error of the Estimate

1 .751a .564 .553 1.459

Sumber: Data Primer diolah, 2020

Sumber: Data Primer diolah, 2020