HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Deskriptif Prosentase
a. Partisipasi kepala keluarga dalam perbaikan sanitasi lingkungan permukiman
Tingkat partisipasi kepala keluarga dalam perbaikan sanitasi lingkungan permukiman akan dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase. Tujuannya untuk memperjelas gambaran terhadap variabel-variabel penelitian tantang tingkat partisipasi kepala keluarga dalam tahap sosialisasi dan pelaksanaan program perbaikan sanitasi lingkungan permukiman.
Hasil pengukuran variabel tingkat partisipasi kepala keluarga dengan dua subvariabel yaitu tahap sosialisasi program dan pelaksanaan
program perbaikan sanitasi lingkungan permukiman menggunakan 17 item pertanyaan dari angket pertama dengan kisaran aktual 25% - 100%, dengan rata-rata sebesar 69,00%, dihasilkan empat kategori yaitu 25,00% - 43,75% termasuk kategori sangat rendah, 43,76% - 62,50% termasuk kategori rendah, 62,51% -81,25% termasuk kategori tinggi, dan 81,26% - 100% termasuk kategori sangat tinggi. Hasil persentase tingkat partisipasi kepala keluarga menunjukkan nilai rata-rata 69,00%, dapat diketahui tingkat partisipasi kepala keluarga termasuk dalam kategori tinggi. Secara rinci hasil analisis deskripsi variabel tingkat partisipasi kepala keluarga dapat dilihat dalam tabel 4.8 berikut ini.
Tabel 4.8. Distribusi Variabel Tingkat Partisipasi Kepala Keluarga.
NO Interval Kriteria Jumlah
Skor(%) Frekuensi Persen
1 81,26 – 100 Sangat tinggi 7 7.29
2 62,51 – 81,25 Tinggi 69 71.88
3 43,76 – 62,50 Rendah 20 20.83
4 25,00 – 43,75 Sangat rendah 0 0
Jumlah 96 100
Sumber : Analisis Data Primer 2013 (Lampiran 8)
Berdasarkan pada tabel 4.8 diatas, dapat diperoleh gambaran tingkat partisipasi kepala keluarga, sebanyak 69 responden (71.88%) memiliki partisipasi yang tinggi dan 20 responden (20.83%) memiliki partisipasi rendah, kemudian 7 responden (7.29%) memiliki partisipasi sangat tinggi.
Partisipasi kepala keluarga dalam perbaikan sanitasi lingkungan prmukiman dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap sosialisasi dan pelaksanaan program. Gambaran tahap sosialisasi dan pelaksanaan program dapat dilihat secara rinci berikut ini:
1) Partisipasi dalam tahap sosialisasi dan pembinaan program perbaikan sanitasi lingkungan permukiman
Partisipasi kepala keluarga dalam tahap sosialisasi dan pembinaan adalah partisipasi kepala keluarga dalam menerima dan menyampaikan informasi berkaitan dengan program dalam perbaikan sanitasi lingkungan permukiman serta pelaksanaan program tersebut. Tingkat partisipasi kepala keluarga dalam tahap sosialisasi program dalam perbaikan sanitasi lingkungan permukiman ini didapat dari angket untuk kepala keluarga dengan jumlah soal 10 yang tertuang dalam soal nomor 1 hingga nomor 10 kisaran aktual 25% - 100% dengan rata-rata 72,00% dihasilkan empat kategori yaitu 25,00% - 43,75% termasuk kategori sangat rendah, 43,76% - 62,50% termasuk kategori rendah, 62,51% -81,25% termasuk kategori tinggi, dan 81,26% - 100% termasuk kategori sangat tinggi, dilihat dari rata-rata tingkat partisipasi kepala keluarga dalam tahap sosialisasi adalah tinggi. Distribusi tingkat partisipasi kepala keluarga dalam tahap sosialisasi program dalam perbaikan sanitasi lingkungan permukiman di Kelurahan Rowosari, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.9. Distribusi Tingkat Partisipasi Kepala Keluarga dalam Sosialisasi dan Pembinaan Program Perbaikan Sanitasi Lingkungan Permukiman
NO Interval Kriteria Jumlah
Skor(%) Frekuensi Persen
1 81,26 – 100 Sangat tinggi 15 15.63
2 62,51 – 81,25 Tinggi 61 63.54
3 43,76 – 62,50 Rendah 20 20.83
4 25,00 – 43,75 Sangat rendah 0 0
Jumlah 96 100
Sumber : Analisis Data Primer, 2013 (Lampiran 8)
Berdasarkan tabel diatas, diperoleh gambaran tingkat partisipasi kepala keluarga dalam tahap sosialisasi dan pembinaan program perbaikan sanitasi lingkungan permukiman, sebanyak 61 responden (63,54%) memiliki tigkat partisipasi tinggi dalam sosialisasi dan pembinaan program, kemudian 20 responden (20,83%) memiliki tingkat partisipasi rendah dan 15 responden (15,63%) memiliki partisipasi sangat tinggi.
2) Partisipasi kepala keluarga dalam pelaksanaan program perbaikan sanitasi lingkungan permukiman
Partisipasi kepala keluarga dalam pelaksanaan program perbaikan sanitasi lingkungan permukiman adalah keikutsertaan kepala keluarga dan keluarganya dalam melaksanakan program-program yang telah direncanakan untuk dilaksanakan di lingkungan permukiman di Kelurahan Rowosari. Tingkat partisipasi kepala keluarga dalam tahap pelaksanaan program diperoleh dari hasil angket
yang terdapat pada soal nomor 11 hingga 17 kisaran aktual 25% - 100% dengan rata-rata 65,00% dihasilkan empat kategori yaitu 25,00% - 43,75% termasuk kategori sangat rendah, 43,76% - 62,50% termasuk kategori rendah, 62,51% -81,25% termasuk kategori tinggi, dan 81,26% - 100% termasuk kategori sangat tinggi, dilihat dari rata-rata yaitu 65,00% tingkat partisipasi kepala keluarga dalam tahap pelaksanaan adalah tinggi. Distribusi partisipasi kepala keluarga dalam tahap pelaksanaan program perbaikan sanitasi lingkungan permukiman dapat dilihat pada tabel 4.10 berikut ini.
Tabel 4.10. Distribusi Tingkat Partisipasi Kepala Keluarga dalam Pelaksanaan Program Perbaikan Sanitasi Lingkungan Permukiman
NO Interval Kriteria Jumlah
Skor(%) Frekuensi Persen
1 81,26 – 100 Sangat tinggi 11 11.46
2 62,51 – 81,25 Tinggi 48 50.00
3 43,76 – 62,50 Rendah 28 29.17
4 25,00 – 43,75 Sangat rendah 9 9.37
Jumlah 96 100
Sumber : Analisis Data Primer 2013 (Lampiran 8)
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa tingkat partisipasi kepala keluarga dalam tahap pelaksanaan program perbaikan sanitasi lingkungan permukiman sebanyak 48 responden (50,00%) memiliki tigkat partisipasi tinggi dalam pelaksanaan program, kemudian 28 responden (29,17%) memiliki tingkat partisipasi rendah dan 11 responden (11,46%) memiliki partisipasi
sangat tinggi, 9 responden (9,37%) memiliki partisipasi sangat rendah. Dalam tahap pelaksanaan masih ada kepala keluarga yang memiliki tingkat partisipasi sangat rendah kemungkinan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan kepala keluarga mengenai pentingnya sanitasi lingkungan.
d. Faktor – faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat partisipasi antar kepala keluarga dalam perbaikan sanitasi lingkungan permukiman.
Dalam penelitian ini, peneliti akan menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi perbedaan tingkat partisipasi kepala keluarga dalam perbaikan sanitasi lingkungan permukiman yaitu tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan dan tingkat kesadaran kepala keluarga menggunakan deskriptif prosentase.
1) Tingkat pendidikan
Tabel 4.11. Distribusi Tingkat Pendidikan Kepala Keluarga di Kelurahan Rowosari No Tingkat Pendidikan f % 1 Perguruan Tinggi 17 17.71 2 SMA /sederajat 38 39.58 3 SMP /sederajat 15 15.63 4 SD /sederajat 12 12.5 5 Tidak Sekolah 14 14.58 Jumlah 96 100
Berdasarkan tabel 4.11. diatas, dapat diperoleh gambaran, tingkat pendidikan Kepala Keluarga di Kelurahan Rowosari bervariasi, yaitu 38 responden (39,58%) tamat SMA/sederajat, 17 responden (17,71%) tamat Perguruan Tinggi, 15 responden (15,63%) tamat SMP/sederajat, 12 responden (12,5%) tamat SD/sederajat, dan 14 responden (14,58%) tidak sekolah.
2) Tingkat kesadaran
Tingkat kesadaran dalam penelitian ini adalah tingkat kesadaran kepala keluarga dalam mewujudkan sanitasi lingkungan yang baik di Kelurahan Rowosari. Tingkat kesadaran kepala keluarga dalam mewujudkan sanitasi lingkungan yang baik diperoleh dari hasil angket kedua yang terdapat pada soal nomor 1 hingga 21 kisaran aktual 25% - 100% dengan rata-rata 72,00% dihasilkan empat kategori yaitu 25,00% - 43,75% termasuk kategori sangat rendah, 43,76% - 62,50% termasuk kategori rendah, 62,51% -81,25% termasuk kategori tinggi, dan 81,26% - 100% termasuk kategori sangat tinggi, dilihat dari rata-rata yaitu 72,00% tingkat kesadaran kepala keluarga dalam mewujudkan sanitasi lingkungan yang baik adalah tinggi. Secara rinci hasil analisis deskripsi subvariabel tingkat kesadaran kepala keluarga dapat dilihat dalam tabel 4.12 berikut ini.
Tabel 4.12. Distribusi Tingkat Kesadaran Kepala Keluarga dalam Mewujudkan Sanitasi Lingkungan yang Baik
NO Interval Kriteria Jumlah
Skor(%) Frekuensi Persen
1 81,26 – 100 Sangat tinggi 10 10.42
2 62,51 – 81,25 Tinggi 72 75.00
3 43,76 – 62,50 Rendah 14 14.58
4 25,00 – 43,75 Sangat rendah 0 0
Jumlah 96 100
Sumber : Analisis Data Primer 2013 (Lampiran 8)
Berdasarkan tabel 4.12 diatas, dapat diketahui bahwa 72 responden (75.00%) memiliki tingkat kesadaran tinggi dalam mewujudkan sanitasi lingkungan yang baik, sebanyak 14 responden (14.58%) memiliki tingkat kesadaran rendah dalam mewujudkan sanitasi lingkungan yang baik, kemudian sebanyak 10 responden (10,42%) memiliki tingkat kesadaran sangat tinggi dalam mewujudkan sanitasi lingkungan yang baik.
3) Tingkat pengetahuan
Tingkat pengetahuan dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang sanitasi. Tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang sanitasi diperoleh dari hasil angket ketiga yang terdapat pada soal nomor 1 hingga 15 dengan pilihan benar dan salah. Dari 15 soal terdiri dari pengetahuan tentang pengelolaan air bersih, pengelolaan MCK, pengelolaan sampah, pengelolaan air limbah rumah tangga dan pengelolaan saluran drainase. Secara rinci analisis deskripsi persentase dari
angket pada penelitian ini dapat dilihat dari tabel berikut ini: i. Pengetahuan tentang pengelolaan air bersih
Pengetahuan kepala keluarga tentang pengelolaan air bersih pada angket ketiga diukur dengan dua pernyataan, salah satunya adalah soal sebagai berikut:
Tabel 4.13. Pengetahuan Tentang Pengelolaan Air Bersih No
Soal Pernyataan B S Jml
3. Air bersih dan air layak minum
merupakan dua hal yang berbeda. 65 31 96
Prosentase (%) 67.7 32.3 100
Sumber : Analisis Data Primer Tahun 2013.
Dilihat dari tabel di atas, pengetahuan kepala keluarga tentang pengelolaan air bersih sudah tinggi karena 67,7% responden menjawab jawaban yang benar dan 32,3% responden menjawab jawaban yang salah. Penjelasan dari pernyataan tersebut adalah sebagai berikut, tidak semua air bersih layak untuk diminum. Tapi air yang layak minum dipastikan merupakan air bersih, lebih jelasnya basa dibuka pada landasan teori halaman 18 - 19.
ii. Pengetahuan tentang pengelolaan MCK
Tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang pengelolaan MCK diukur dengan tiga pernyataan, salah satu soalnya dapat dilihat pada tabel 4.14 :
Tabel 4.14. Pengetahuan Tentang MCK No
Soal Pernyataan B S Jml
5. MCK merupakan singkatan dari
mandi cuci keramas 39 57 96
Prosentase (%) 40.62 59.38 100
Sumber : Analisis Data Primer Tahun 2013.
Jawaban yang benar dari pernyataan diatas adalah MCK singkatan dari mandi cuci kakus, tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang singkatan MCK di kelurahan rowosari sudah tinggi, dapat dilihat pada tabel, 59.38% responden menjawab pernyataan dengan tepat yaitu jawaban salah, dan masih ada 40,62% kepala keluarga yang masih bingung dengan singkatan dari MCK.
iii. Pengetahuan tentang pengelolaan sampah
Tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang pengelolaan sampah diukur dengan tiga pernyataan, salah satu soalnya dapat dilihat pada tabel 4.15 :
Tabel 4.15. Pengetahuan Tentang Pengelolaan Sampah No
Soal Pernyataan B S Jml
9. Tujuan dari dibangunnya tempat sampah disetiap RW adalah agar warga tidak lagi membuang sampah di sembarang tempat dan di sungai.
81 15 96
Prosentase (%) 84.38 15.62 100
Sumber : Analisis Data Primer Tahun 2013.
Dilihat dari tabel 4.15. sebanyak 84,38% responden menjawab jawaban yang tepat, yaitu jawaban benar dan 15,62% menjawab salah. Fakta di lapangan walaupun sebagian besar kepala keluarga tahu tujuan dibuatnya tempat sampah di RW agar masyarakat tidak membuang sampah disembarang tempat dan di sungai tapi mereka masih saja ada yang membuang sampah disembarang tempat dan di sungai. Alasan mereka tidak membuang sampah ke tempat pembuangan sampah adalah jauhnya lokasi tempat sampah dengan pemukiman warga.
iv. Pengetahuan tentang pengelolaan air limbah rumah tangga
Tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang pengelolaan limbah rumah tangga diukur dengan tiga pernyataan, salah satu pernyataan dapat dilihat pada tabel 4.16 :
Tabel 4.16. Pengetahuan Tentang Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga
No
Soal Pernyataan B S Jml
13. Pengelolaan air limbah yang baik adalah dengan cara dibuang ke tanah supaya kering.
48 48 96
Prosentase (%) 50.00 50.00 100
Sumber : Analisis Data Primer Tahun 2013.
Dari 96 responden sebanyak 50,00% responden menjawab jawaban yang tepat yaitu jawaban salah dan 50,00% sisanya menjawab jawaban ang kurang tepat yaitu jawaban benar. Fakta dilapangan masih banyak warga yang hanya membuat saluran membuangan limbah dengan cara membuat lubang di tanah, sehingga air limbah mencemari air sumur, mereka menganggap cara itu adalah cara yang paling mudah dan murah. Ada juga masyarakat yang sudah membuat saluran air limbah dengan cara menyemen tanah agar air limbah tidak menyerap ke tanah, kemudian disalurkan ke saluran pembuangan limbah utama di RW mereka.
v. Pengetahuan tentang pengelolaan saluran drainase
Tingkat pengetahuan kepala keluarga tentang pengelolaan saluran drainase diukur dengan dua pernyataan, salah satu pernyataan dapat dilihat pada tabel 4.17 :
Tabel 4.17. Pengetahuan Tentang Pengelolaan Saluran Drainase No
Soal Pernyataan B S Jml
14. Drainase permukiman mencakup tentang pengelolaan air limpasan yang berasal dari ar hujan yang berlebihan.
66 30 96
Prosentase (%) 68.75 31.25 100
Sumber : Analisis Data Primer Tahun 2013.
Dilihat dari tabel di atas, pengetahuan kepala keluarga tentang pengelolaan saluran drainase sudah tinggi karena 68,75% responden menjawab jawaban yang benar dan 31,25% responden menjawab jawaban yang salah. Fakta dilapangan warga merasa terbantu dengan adanya saluran drainase, dulu sebelum dibangun saluran drainase di kanan kiri jalan dimusim penghujan rumah warga sering kebanjiran limpasan air hujan yang berlebihan. Setelah ada saluran drainase rumah warga sudah tidak pernah kebanjiran, dan tidak ada genangan air hujan di jalanan.
2. Uji Normalitas Data
Pengujian normalitas dilakukan dengan menggunakan aplikasi spss 16 dengan dilakukan analisis untuk setiap variabelnya, guna diketahui apakah data dari setiap variabel memiliki distribusi normal atau tidak, syarat data
memiliki distribusi normal adalah data yang memiliki taraf signifikasi dibawah 0,05.
a. Variabel Tingkat Partisipasi Kepala Keluarga
Untuk mengetahui apakah tingkat partisipasi kepala keluarga memilki distribusi normal atau tidak, maka perlu dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji kolmogorov-smimov.
Tabel 4.18. Uji Normalitas Variabel Tingkat Partisipasi Kepala Keluarga Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statist
ic df Sig. Statistic df Sig.
T_Partisipas
i .097 96 .025 .979 96 .138
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan uji kolmogorov-smimov variabel tingkat partisipasi kepala keluarga memiliki taraf signifikasi sebesar 0,025 < 0,05, sehingga dapat diketahui bahwa variabel tingkat partisipasi kepala keluarga memiliki distribusi normal.
Untuk mengetahui apakah tingkat pendidikan kepala keluarga memilki distribusi normal atau tidak, maka perlu dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji kolmogorov-smimov.
Tabel 4.19. Uji Normalitas Variabel Tingkat Pendidikani Kepala K e l u a r g a
Berdasarkan uji kolmogorov-smimov variabel tingkat pendidikan kepala keluarga memiliki taraf signifikasi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga dapat diketahui bahwa variabel tingkat pendidikan kepala keluarga memiliki distribusi normal.
e. Variabel Tingkat Kesadaran Kepala Keluarga
Untuk mengetahui apakah tingkat kesadaran kepala keluarga memilki distribusi normal atau tidak, maka perlu dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji kolmogorov-smimov.
Tabel 4.20. Uji Normalitas Variabel Tingkat Kesadaran Kepala Keluarga Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic df Sig. T_Pendidik
an .267 96 .000 .863 96 .000
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic df Sig. T_Kesadar
an .098 96 .022 .987 96 .179
a. Lilliefors Significance Correction
Berdasarkan uji kolmogorov-smimov variabel tingkat kesadaran kepala keluarga memiliki taraf signifikasi sebesar 0,022 < 0,05, sehingga dapat diketahui bahwa variabel tingkat kesadaran kepala keluarga memiliki distribusi normal.