• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

Percobaan 2 Deteksi Vigor Daya Simpan 26 Galur Padi Gogo

Percobaan ini dilakukan untuk mendeteksi vigor daya simpan 26 galur padi gogo menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan dua faktor yaitu galur padi gogo dan perendaman dalam etanol 96%. Deteksi vigor dilakukan dengan metode terpilih yaitu dengan merendam galur padi gogo ke dalam etanol 96% selama 0 menit dan 3 menit 24 detik. Setiap perlakuan terdiri atas 50 butir benih dan diulang sebanyak 3 kali. Data yang diperoleh akan diuji dengan uji F, dimana apabila menunjukkan pengaruh nyata akan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada selang kepercayaan 95% (Gomez & Gomez 1995).

Model linear yang digunakan adalah:

Yijk = µ + Ki+ αj+ βk+ αjβk+ εijk

dimana :

Yijk = nilai pengamatan pada perendaman dalam etanol ke-j, varietas ke-k, dan kelompok ke-i

µ = nilai tengah pengamatan

Ki = pengaruh kelompok ke-i (i = 1, 2, 3)

16

βk = pengaruh perlakuan galur ke-k (k = 1, 2, .... 26)

αjβk = pengaruh interaksi perlakuan perendaman dalam etanol ke-j dan galur ke-k εij = pengaruh galat percobaan ke-ijk

Pelaksanaan Penelitian

Percobaan 1 Penetapan Metode Pengusangan Cepat untuk Mengidentifikasi Vigor Daya Simpan Padi Gogo

Pengusangan cepat fisik

Masing-masing varietas benih padi gogo dikemas dalam kantong strimin kemudian dimasukkan ke dalam alat pengusangan cepat fisik pada suhu 43-45 oC, RH 100% selama 0, 12, 24, 36, 48, 60, 72, 84, 96, 108, dan 120 jam. Benih yang telah diusangkan selanjutnya dikecambahkan menggunakan metode Uji Di atas Kertas (UDK) yaitu menanam benih 50 butir dalam box pengecambahan yang telah diisi dengan empat lembar kertas towel yang telah dibasahkan kemudian dikecambahkan pada suhu ruang. Variabel yang diamati adalah daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan laju pertumbuhan kecambah.

Penguapan dengan Etanol 96%

Masing-masing varietas benih padi gogo dikemas dalam kantong strimin kemudian dimasukkan ke dalam box pengusangan yaitu wadah plastik berbentuk silinder dengan diameter 27 cm dan tinggi 27 cm, di dalamnya terdapat tiga gelas kaca yang masing-masing berisi 300 ml etanol 96%. Kawat kasa diletakkan di atas gelas sebagai tempat meletakkan benih. Benih kemudian diuapi etanol selama 0, 20, 40, 60, 80, 100, 120, 140, 160, 180, dan 200 menit. Benih yang telah mendapat perlakuan penguapan dengan etanol 96% selanjutnya dikecambahkan menggunakan metode UDK dan diletakkan pada suhu ruang. Variabel yang diamati adalah daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan laju pertumbuhan kecambah.

Perendaman dalam Etanol 96%

Masing-masing varietas padi gogo dimasukkan dalam kantong strimin kemudian direndam dalam etanol. Lamanya perendaman adalah 0, 2, 4, 6, 8, 10,

12, 14, 16, 18, dan 20 menit. Benih yang telah direndam dalam etanol 96% kemudian dikeringanginkan, selanjutnya dikecambahkan menggunakan metode UDK dan diletakkan pada suhu ruang. Variabel yang diamati adalah daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh, dan laju pertumbuhan kecambah.

Pengaruh Metode Pengusangan Cepat Terpilih (Perendaman dalam Larutan Etanol) Terhadap Mutu Fisiologi dan Fisikokimiawi Benih

Metode yang dipilih selain diaplikasikan pada percobaan kedua yaitu terhadap 26 galur padi gogo, juga dilakukan terhadap kelima varietas yang digunakan pada percobaan pertama. Masing-masing varietas padi gogo dimasukkan dalam kantong strimin kemudian direndam dalam etanol selama 0 menit dan 3 menit 24 detik, kemudian dikeringanginkan, selanjutnya dikecambahkan menggunakan metode UDK dan diletakkan pada suhu ruang. Variabel yang diamati adalah daya berkecambah dan kecepatan tumbuh. Perubahan fisikokimiawi diamati melalui uji daya hantar listrik dan kebocoran hasil metabolisme meliputi kebocoran protein, kebocoran total gula dan kebocoran fosfor.

Percobaan 2 Deteksi Vigor Daya Simpan 26 Galur Padi Gogo

Pada percobaan ini 26 galur padi gogo diusangkan berdasarkan metode yang terpilih yaitu direndam dalam larutan etanol 96% selama 3 menit 24 detik. Benih yang telah direndam dalam etanol 96% selanjutnya ditanam dengan metode UDK dan dikecambahkan pada suhu ruang. Variabel yang diamati adalah daya berkecambah, delta daya berkecambah (selisih antara daya berkecambah kontrol dan perlakuan), kecepatan tumbuh benih, dan delta kecepatan tumbuh (selisih antara kecepatan tumbuh kontrol dan perlakuan).

Pengamatan Variabel yang diamati adalah :

Daya Berkecambah (DB)

Pengamatan dilakukan terhadap kecambah normal pada hari kelima dan ketujuh. Daya berkecambah dihitung dengan rumus :

18

Keterangan:

∑ KN I = Jumlah kecambah normal pada hari kelima setelah dikecambahkan ∑ KN II = Jumlah kecambah normal pada hari ketujuh setelah dikecambahkan

Indeks Vigor (IV)

Indeks vigor dinilai berdasarkan persentase kecambah normal yang muncul pada pengamatan hitungan pertama (hari ke-5).

Kecepatan Tumbuh (KCT)

Pengamatan dilakukan setiap hari terhadap persentase kecambah normal dibagi dengan etmal. Nilai etmal kumulatif dimulai saat benih ditanam sampai dengan waktu pengamatan dan dihitung dengan rumus penentuan kecepatan tumbuh (Sadjad et al. 1999).

Keterangan:

KCT = kecepatan tumbuh

N = persentase kecambah normal

t = etmal (jumlah jam dari saat tanam dibagi 24 jam) tn = waktu akhir pengamatan

Laju Pertumbuhan Kecambah (LPK)

Keterangan:

LPK = laju pertumbuhan kecambah

∑BKKN = jumlah berat kering kecambah normal ∑KN = jumlah kecambah normal

Daya Hantar Listrik (DHL)

Pengukuran daya hantar listrik (µMhos/cm/g) dilakukan dengan cara mengukur air rendaman dari 100 butir benih padi dalam 50 ml aquabidest dalam wadah yang ditutup rapat selama 24 jam pada suhu 20 oC. Selain itu juga disiapkan blangko, yaitu 50 ml aquabidest tanpa benih yang juga diletakkan dalam wadah yang ditutup rapat selama 24 jam. Air rendaman diukur daya hantar listriknya dengan conductivity meter. Hasil pengukuran tersebut dibagi dengan berat benih. Daya hantar listrik diukur dengan menggunakan rumus:

Kebocoran Protein

Benih sebanyak 100 butir direndam dalam 50 ml aquabidest selama 24 jam pada suhu 20 0C. Benih yang direndam kemudian dipisahkan dari air rendamannya. Air rendaman benih kemudian dianalisis kandungan proteinnya menggunakan metode Lowry. Air rendaman benih sebanyak 1 ml ditambahkan dengan 0.9 ml reagent A (1.97 g garam rochelle, 85.85 g Na2CO3, dan 500 ml NaOH 1 N yang dilarutkan dalam aquadest hingga volumenya mencapai 1 liter) kemudian dikocok dan diinkubasi selama 10 menit pada suhu 50 oC. Setelah itu didinginkan kemudian ditambahkan 0.10 ml reagent B (19.76 g garam rochelle, 9.99 g CuSO4.5H2O, dan 10 ml NaOH yang dilarutkan dalam aguadest hingga volumenya menjadi 100 ml), kemudian dikocok dan diinkubasi 10 menit pada suhu ruang. Larutan kemudian ditambahkan dengan 3 ml reagent C (1 ml Folin-Ciocalteau yang dilarutkan dengan 15 ml aquadest) kemudian dikocok dan diinkubasi selama 10 menit pada suhu 50 oC. Larutan kemudian didinginkan, kemudian diukur absorbannya pada panjang gelombang 650 nm menggunakan spektrofotometer.

20

Keterangan:

A = protein dalam air rendaman benih B = volume air rendaman benih W = berat benih

fp = faktor pengenceran

Kebocoran Total Gula

Benih sebanyak 100 butir direndam dalam 50 ml aquabidest selama 24 jam pada suhu 20 0C. Benih yang direndam kemudian dipisahkan dari air rendamannya. Total gula air rendaman benih dianalisis menggunakan metode anthrone. Air rendaman benih 1 ml ditambah dengan reagent anthrone sebanyak 4 ml, kemudian dipanaskan selama 8 menit. Setelah larutan dingin, dibaca absorbannya pada panjang gelombang 630 nm menggunakan spektofotometer.

Keterangan:

A = total gula dalam air rendaman benih B = volume air rendaman benih

W = berat benih

fp = faktor pengenceran

Kebocoran Fosfor

Benih sebanyak 100 butir direndam dalam aquabidest selama 24 jam pada suhu 20 0C. Benih yang direndam kemudian dipisahkan dari air rendamannya. Kandungan fosfor air rendaman benih dianalisis menggunakan metode kalorimetri. Air rendaman benih sebanyak 5 ml dimasukkan dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan dengan 5 ml larutan PB dan 5 tetes laruran pereduksi PC lalu dikocok. Setelah tercampur, didiamkan selama 15 menit, kemudian dibaca absorbannya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 660 nm.

Keterangan:

A = fosfor dalam air rendaman benih B = volume air rendaman benih W = berat benih

Dokumen terkait