• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dewan Ketahanan Pangan

Dalam dokumen LAP TAHUNAN BKP 2016 (Halaman 91-97)

Dewan Ketahanan Pangan (DKP) merupakan lembaga non-struktural yang dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2006 dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Ketua, Menteri Pertanian sebagai Ketua Harian, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan sebagai Sekretaris, dengan anggota DKP terdiri dari 12 kementerian dan 2 lembaga non kementerian. DKP mengemban fungsi koordinasi untuk mensinergikan kebijakan dan program ketahanan pangan lintas sektoral (pemerintah, pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, dan masyarakat) dengan tugas: (1) merumuskan kebijakan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional yang meliputi aspek penyediaan pangan, distribusi pangan, cadangan pangan, penganekaragaman pangan, pencegahan dan penanggulangan masalah pangan dan gizi; dan (2) melaksanakan evaluasi dan pengendalian pelaksanaan pemantapan ketahanan pangan nasional. Koordinasi fungsional DKP diarahkan untuk menghimpun kekuatan bersama berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) yang memiliki komitmen tinggi pada isu ketahanan pangan. untuk menciptakan kekuatan yang lebih besar dalam mencapai tujuan bersama yaitu mengikis kelaparan dan kemiskinan. Selain itu, juga untuk menjembatani implementasi pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dan kebijakan-kebijakan pendukung sampai ketingkat pemerintah Kabupaten/Kota dan seluruh masyarakat yang bergerak dalam kegiatan produksi, pengolahan, pemasaran dan konsumsi pangan, sehingga perwujudan ketahanan pangan menyentuh seluruh sendi

kehidupan manusia.

Pelaksanaan koordinasi fungsional antara Pemerintah dengan Pemerintah Daerah melalui forum DKP sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 83 Tahun 2006 dilakukan melalui wadah: (1) Sidang Regional DKP yang penyelenggaraannya dilakukan setiap tahun, dan (2) Konferensi DKP yang merupakan pertemuan dua tahunan.

Berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kelompok Kerja DKP dirasakan memberikan kontribusi dalam pemantapan ketahanan pangan nasional dengan memberikan masukan dan saran serta merumuskan kebijakan ketahanan pangan kepada DKP. Keberadaan DKP dalam menanggapi isu-isu ketahanan pangan seperti: upaya percepatan diversifikasi pangan, penanganan kerawanan pangan, penanggulangan konversi lahan pertanian, strategi penyediaan cadangan pangan, keamanan pangan, penguatan kelembagaan pangan, pengembangan industri pangan berbasis bahan lokal untuk mendukung penganekaragaman pangan, stabilisasi harga pangan, distribusi pangan yang efektif, dan lain-lain.

Isu-isu tersebut ditindaklanjuti dalam pelaksanaan kegiatan Dewan Ketahanan Pangan yang bersifat analisis dan koordinatif melalui Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan, serta rapat- rapat koordinasi Pokja DKP, baik Pokja Ahli, Pokja Khusus, maupun Pokja Teknis pada tahun 2016.

4.2.1 Sidang Regional (Sireg) Dewan Ketahanan Pangan

Kabupaten/Kota Wilayah Barat Indonesia

Sireg Dewan Ketahanan Pangan Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota Wilayah Barat Indonesia tahun 2016 telah dilaksanakan pada tanggal 16 - 18 Mei 2016 di Surabaya - Jawa Timur, dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian selaku Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan, dan dihadiri 350 peserta yang terdiri dari Ketua DKP Kabupaten/Kota (Bupati/Walikota, Wakil Bupati/Walikota, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah), Sekretaris DKP Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Anggota dan Pokja DKP

Provinsi dan Kabupaten/Kota. Sireg dipimpin oleh Wakil Bupati Karo-Sumatera Utara, sebagai Ketua, Bupati Samosir-Sumatera Utara sebagai Wakil Ketua, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Selatan sebagai Sekretaris Sidang.

Sireg Dewan Ketahanan Pangan Wilayah Barat menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain yaitu menyinergikan pembangunan pangan dan gizi di wilayah Sumatera dan sekitarnya.

4.2.2 Sidang Regional (Sireg) Dewan Ketahanan Pangan

Kabupaten/Kota Wilayah Tengah Indonesia

Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan/Kota Wilayah Tengah Indonesia dilaksanakan pada tanggal dan tanggal 25 - 27 Mei 2016 di Kota Palembang – Sumatera Selatan (Sireg Wilayah Tengah), dengan tema Sinergitas Program Pangan dan Gizi menuju Kedaulatan

Pangan Nasional.Sireg DKP ini dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian selaku Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan, dihadiri oleh Ketua Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota (Bupati/Walikota, Wakil Bupati/Wakil Walikota, Sekda, dan Asisten Sekretaris Daerah) dari wilayah Jawa dan Kalimantan. Sireg ini juga dihadiri oleh Kepala BKP Provinsi dan Kabupaten/Kota selaku Sekretaris DKP Provinsi dan Kabupaten/Kota dari wilayah Jawa dan Sumatera serta Kelompok Kerja (Pokja) DKP.Sireg Dewan Ketahanan Pangan dipimpin oleh Wakil Bupati Banyumas, Jawa Tengah selaku Ketua, Wakil Bupati Purbalingga selaku Wakil Ketua, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kalimantan Barat sebagai Sekretaris Sidang. Sireg Dewan Ketahanan Pangan Wilayah Tengah menghasilkan beberapa komitmen yang telah dirumuskan dalam bentuk Rumusan Kesepakatan Ketua DKP Kabupaten/Kota Wilayah Jawa dan Kalimantan, yang antara lain berisi tentang upaya peningkatan produksi pangan, stabilisasi pasokan dan harga pangan, pemenuhan pangan dan perbaikan gizi masyarakat, serta peningkatan peran kelembagaan pangan dan gizi.

Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan/Kota Wilayah Tengah Indonesia

4.2.3 Sidang Regional (Sireg) Dewan Ketahanan Pangan

Kabupaten/Kota Wilayah Timur Indonesia

Sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan/Kota Wilayah Timur Indonesia dilaksanakan pada tanggal 2 - 4 Agustus 2016 di Kota Pontianak – Kalimantan Barat, dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat selaku Ketua DKP Provinsi Kalimantan Barat bersama dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian selaku Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan, dan dihadiri oleh para Bupati dan Walikota selaku Ketua DKP Kabupaten/Kota serta Sekretaris DKP tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari Papua, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali. Sireg DKP tahun 2016 mengangkat tema “Sinergi Program Aksi Pangan dan Gizi Menuju Kedaulatan Pangan Nasional”. Sireg DKP Timur dipimpin oleh Bupati Buru Selatan selaku Ketua, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur selaku Wakil, dan Bupati Bolaang Mongondow Selatan selaku Sekretaris dan dibantu oleh Kepala BKP Sulawesi Tengah.

Sireg menghasilkan suatu rumusan kesepakatan yang merupakan komitmen dari para Bupati dan Walikota selaku Ketua DKP

Kabupaten/Kota untuk menyinergikan program aksi pangan dan gizi di daerah dalam rangka mendukung peningkatan kedaulatan pangan nasional. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa wilayah timur Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam penyediaan pangan. Hal ini juga perlu diperkuat melalui pengembangan sektor keterjangkauan pangan yang mencakup bidang distribusi, akses, hingga stabilitas pasokan dan harga pangan sehingga peredarannya terkendali sepanjang waktu hingga ke seluruh penjuru negeri. Disamping itu, dalam rangka memenuhi kebutuhan kebutuhan gizi masyarakat perlu dilakukan upaya peningkatan konsumsi pangan lokal sumber karbohidrat serta buah dan sayur sebagai sumber vitamin. Sedangkan pemenuhan kebutuhan protein bisa diperoleh dari ikan dan pengembangan usaha-usaha peternakan. Untuk itu, Sireg mengharapkan adanya dukungan strategis dari pemerintah pusat baik dalam hal infrastruktur maupun pengembangan sumber daya manusia sehingga pembangunan di wilayah timur Indonesia dapat berlangsung dengan cepat dan terarah sesuai rencana. Begitu pula dengan penguatan kelembagaan pangan di tingkat pusat dan daerah yang perlu dioptimalkan sebagai ujung tombak mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan nasional.

Dalam dokumen LAP TAHUNAN BKP 2016 (Halaman 91-97)

Dokumen terkait