• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Rawatan ICU 72 Jam dengan Kejadian DVT

BAB 4 HASIL PENELITIAN

4.1 Karakteristik Subjek Penelitian

4.1.7 Hubungan Rawatan ICU 72 Jam dengan Kejadian DVT

Setelah melakukan pencatatan data, maka kedua variabel data dilakukan analisis. Analisis data dilakukan dengan SPSS dan menggunakan uji Friedmann. Uji ini dilakukan karena data pada penelitian ini merupakan data non- parametrik. Hasil analisis kedua hubungan ini dapat dilihat pada tabel 4.7. dibawah ini.

Tabel 4.7. Analisa Kejadian DVT pada hari pertama (T1) sampai hari ketiga (T3)

df F

DVT T1 36

DVT T2 36 3,945

DVT T3 36 32,192

Nilai asymp sig 0,001

*Friedman Test

Kedua variabel merupakan data yang terdistribusi tidak normal atau data non-parametrik. Data non- parametrik pada penelitian kali ini dianalisis dengan menggunakan uji Friedmann. Pada analisis di atas nilai asymp sig (p value) ialah 0,001. Maka hasil analisis adalah kedua variabel memiliki hubungan yang signifikan, (p value < 0,05; CI: 95% ). Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian antara rawatan 72 jam pasien ICU yang menggunakan ventilasi mekanik memiliki hubungan signifikan dengan kejadian DVT.

Tabel 4. 8 Relative Risk

Faktor Resiko

Ya Tidak

10 -

29 -

Dari tabel ini dapat disimpulkan bahwa pasien yang menggunakan ventilasi mekanik dan ditemukan DVT sebesar 10 orang. Pasien yang menggunakan ventilasi mekanik dan yang tidak ditemukan DVT sebesar 29 orang. Dari tabel diatas dapat dihitung angka relative risk sebesar 3. Dan odd ratio sebesar 9 yang dapat diartikan bahwa pada kelompok dengan faktor resiko memiliki kecenderungan terjadi DVT 9 kali lipat diandingkan kelompok tanpa faktor resiko.

BAB 5 PEMBAHASAN

Trombosis vena dalam (deep vein thrombosis) atau DVT merupakan formasi dari thrombus atau bekuan darah yang secara umum sering sekali menyerang vena dalam terutama ekstremitas bawah (seperti vena di betis, femoral dan poplitea) atau vena dalam di daerah pelvis. Pasien dengan penyakit kritis memiliki faktor risiko yang cukup besar untuk insidensi DVT. Beberapa penelitian menuliskan insidensi pasien mengalami DVT pada perawatan ICU general sekitar 8% hingga 40%.1,2

Penelitian kali ini dilakukan di RSUP Haji Adam Malik Medan, yang melibatkan 39 sampel. Sampel merupakan pasien yang dirawat di ICU dan dipantau selama 72 jam untuk melihat gambaran DVT yang terjadi setelah perawatan selama 72 jam. Kriteria inklusi pada penelitian kali ini adalah pasien yang menggunakan ventilasi mekanik. Tidak ditemukan adanya pasien yang drop out atau dikeluarkan dari penelitian ini, atau dengan kata lain pasien yang mengalami DVT kurang dari 72 jam dan harus dilakukan rescue atau pemberian antikoagulan sebelum 72 jam.

Penegakan diagnosis DVT pada penelitian kali ini dilakukan dengan pemeriksaan USG Doppler.

Pasien rawatan ICU pada sampel penelitian kali ini, jumlah laki-laki cenderung lebih banyak dibandingkan dengan jumlah sampel wanita. Pada dasarnya tidak ada teori pasti mengenai populasi jenis kelamin yang berhubungan dengan rawatan ICU. Penelitian yang dilakukan oleh Larson Emma, et al di Scandinavian mengasumsikan bahwa penyakit kritis pada pasien yang harus dirawat di intensive care unit berdasarkan keparahan penyakit nya, bergantung pada komorbiditas dan bukan pada usia, sosial- ekonomi maupun jenis kelamin. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Valentine et al, di Austria bahwa laki-laki lebih besar jumlahnya dalam perawatan ICU dibandingkan dengan wanita, yang dikukur dari parameter keparahan penyakit, selain itu juga didukung dengan studi yang dilakukan di Swedia bahwa 60% dari ICU diisi oleh pasien laki-laki. Penelitian di Swedia dan

Kanada membahas mengenai keterkaitan jenis kelamin dengan rawatan ICU pada pasien dengan penyakit jantung koroner. Dilihat bahwa wanita lebih memberikan reaksi yang progresif baik pada pemberian obat aspirin dan lain-lain sehingga mengurangi kebutuhan terhadap perawatan ICU dan memberikan reaksi cepat untuk melakukan pengobatan secara rawat jalan. Pada wanita juga, kebutuhan terhadap fibrinolisis dan perutaneus coronary intervention lebih rendah dibandingkan dengan pria, sehingga perawatan intens lebih dibutuhkan pada pria dibandingkan wanita.

Pembahasan tentang ini hingga saat ini pada dasarnya masih bias dan membutuhkan penelitian dengan parameter yang lebih pasti. 41

Berdasarkan usia, pada penelitian ini ditemukan bahwa usia yang paling banyak ditemukan adalah usia 48- 62 tahun. Kelompok usia ini ditemukan sebanyak 15 orang (38,5%) dari keseluruhan total sampel. Penelitian ini juga sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Garland et al, usia merupakan faktor dependen terhadap perawatan ICU. Semakin tua usia, maka ditemukan lama rawatan ICU pada rumah sakit akan semakin lama. Pada penelitian ini populasi ini rata-rata usia yang ditemukan adalah 64.5 ± 16.4 tahun. Penelitian ini menunjukkan hasil yang sama pada studi kali ini. Usia merupakan unmodified factor yang sangat mempengaruhi kesehatan pasien dan angka kesembuhan terhadap sebuah penyakit. Secara teoritis usia akan semakin meningkatkan angka kesakitan dan keparahan pada suatu penyakit, oleh karena beberapa organ dengan fungsi yang penting menunjukkan penurunan fungsi. Selain itu, tidak menutup kemungkinan sebenarnya ada banyak faktor eksternal lain yang mempengaruhi usia terhadap lama rawatan ICU. 42

Stratifikasi risiko ini tidak dapat menggambarkan atau menjadi penentu terhadap tindakan terapi pada DVT. Dianjurkan pemeriksaan dengan usg untuk memastikan diagnosis yang akurat. 42

Pada pemeriksaan DVT hari pertama, kedua dan ketiga ditemukan hasil negatif pada hari pertama dan kedua. Pada hari ketiga ditemukan DVT (+) pada hari ketiga, yaitu pada 10 sampel dari 39 sampel yang diteliti. Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Boddi Marie et al. Pada 48 jam pertama perawatan pasien di ICU

tidak ditemukan adanya DVT. Hasil positif dan ditemukannya insidensi DVT pada hari ketiga atau 72 jam setelah perawatan ICU. Kondisi ini terjadi oleh karena pada 72 jam perawatan ICU, terutama dengan menggunakan ventilasi mekanik ditemukan ketidakseimbangan faktor protrombotik dan anti-trombotik sehingga menyebabkan kerusakan fungsi hemostasis. Faktor lain yang juga diakui banyak memberikan efek terhadap terjadinya DVT adalah faktor stasi dari pasien efek dari anastesia general dalam pemasangan ventilasi mekanik. Berdasarkan jenis kelamin DVT, pada peneltiian ini ditemukan 60% pada pria, lebih banyak ditemukan pada pria dibandingkan dengan wanita. Studi ini juga sama ditemukan pada studi yang dilakukan oleh Roach et al. Laki-laki memiliki risiko lebih besar untuk mengalami DVT dibandingkan wanita. Rekurensi juga terjadi sekitar 10% lebih banyak dibandingkan wanita. Hal ini secara fisiologis terjadi karena wanita memiliki faktor hormonal yang sebagai faktor protektif untuk terhindar dari kejadian DVT. Estrogen berperan sebagai regulasi utama inflamasi, koagulasi dan inhibisi terhadap respons cedera vaskular, yang menurunkan formasi klot. Pada pria, walaupun bukan merupakan penyebab yang tidak langsung, testosterone akan meningkatkan hematokrit. Hematokrit yang meningkat akan cenderung meningkatkan kejadian DVT atau VTE. 40,44

Hasil penelitian terhadap insidensi DVT 72 jam juga semakin diperkuat dengan hasil analisis hubungan kedua variabel insidensi DVT dan rawatan ICU selama 72 jam. Analisis dilakukan dengan analisis friedman pada lebih dari dua kelompok, dan data pada penelitian kali ini merupakan data non-parametrik.

Beberapa penelitian menuliskan insidensi atau prevalensi kejadian DVT tidak dapat di kalkulasi hanya dengan menggunakan skoring. Pemeriksaan faktor risiko pada DVT juga harus diperhitungkan, bukan hanya pada profil trombofilik pada masing-masing pasien yang masuk ICU, dengan perbedaan tindakan medis, surgikal dan pasien. Stratifikasi risiko ini cenderung sangat dinamis dan sangat mempengaruhi hasil penelitian. Bahkan pada beberapa studi, sekalipun telah diberikan beberapa tombofilaksis, namun tetap ditemukan insidensi DVT yang bermakna. Kondisi ini

juga disebabkan oleh pada masing-masing trombofilaksis memiliki variasi dalam threshold yang sangat sulit dideteksi dibandingkan dengan beberapa dosis antikoagulan. Namun demikian, hingga saat ini ICU merupakan garis utama untuk pemberian profilaksis terhadap DVT. 40

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan

1. Karakteristik subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin, ditemukan sampel dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 22 orang (56,4%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak 17 orang (43,6%)

2. Distribusi pasien berdasarkan kelompok usia ialah ditemukan sampel dengan kelompok usia 18-32 tahun sebanyak 8 orang (20,5%), 33-47 tahun sebanyak 9 orang (23,1%), usia 48-62 tahun sebanyak 15 orang (38,5%) dan diatas 62 tahun sebanyak 7 orang (17,9%). Kelompok usia paling banyak pada sampel adalah 15 orang (38,5%).

3. Tidak ditemukan kejadian DVT pada hari rawatan pertama dan kedua rawatan ICU.

4. Kejadian DVT pada hari rawatan ketiga di ICU ditemukan sebanyak 10 orang (25,6%) dari 39 sampel. Kejadian DVT pada laki laki sebanyak 6 orang (60%) dari total jumlah kejadian DVT, dan 4 orang (40%) pada wanita.

5. Ditemukan hubungan antara pasien rawatan ICU selama 72 jam yang menggunakan ventilasi mekanik dengan kejadian DVT pada penelitian kali ini. (p value : 0,001, pvalue <0,005)

6.2. Saran

1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih banyak dan bervariasi

2. Perhatian terhadap berbagai faktor risiko lain juga harus dilakukan pada penelitian selanjutnya untuk mengurangi bias dari penelitian.

3. Pemberian trombofilaksis dan dosis harus dijadikan sebagai perbandingan untuk melihat angka kesembuhan dan insidensi

4. Identifikasi variasi pasien, baik trauma maupun nontrauma harus dibedakan karena memiliki nilai risiko yang berbeda untuk DVT.

DAFTAR PUSTAKA

1. Kesieme Emeka, Kesieme Chineye, Jebbin Nje, et al. Deep vein thrombosis: a clinical review. Journal of Blood Medicine. 2011;(2): 56-59p

2. Stone Jonathan, Hangge Patrick, Albawi Hassan, et al. Deep vein thrombosis:

pathogenesis, diagnosis, and medical management. Cardiovaskular Diagnosis and Therapy. 2007; 7(3): 276-284p

3. Obbas Abdulrahman, Ju Weina, Sun Dahui, et al. Review Article: Deep venous thrombosis: a literature review. Int J Clincal Medicine. 2018;11(3):1551-1561p

4. Malato Alessandra, Dentali Francesco, Siragusa Sergio, et al. The impact of deep vein thrombosis in critically ill patients: a meta-analysis of major clinical outcomes. Blood Transfus 2015; 13: 559-568p

5. Miri Muhammad, Goharani Reza, Sistanizad Mohammad. Deep Vein Thrombosis among Intensive Care Unit Patients; an Epidemiologic Study.

Emergency Open Research. 2017; 5 (1):13p

6. Kearon Clive. Natural History of Deep Vein Thrombosis. American Heart Association. 2003. P 22-27

7. Mazzolai Lucia, Aboyans Victor, Walter Ageno, et al. Diagnosis and management of acute deep vein thrombosis: a joint consensus document from the European society of cardiology working groups of aorta and peripheral circulation and pulmonary circulation and right ventricular function. European Society of Cardiology. 2017: p 1-13

8. Liverpool Hospital. Drug Guideline Title: DVT Prophylaxis in Intensive Care.

Health South Western Sidney Local Health District. 2018: p 1-5

9. Wilbur Jason, Shian Brian. Deep Venous Thrombosis and Pulmonary Embolism: Current Therapy. 2017; 95(5): 295-301p

10. Minet Clemence, Potton Leila, Bonadona Agnes, et al. Venous thromboembolism in the ICU: main characteristics, diagnosis and thromboprophylaxis. Critical Care. 2015; 19: p 1-9

11. Chatsis Verla, Visitini Sarah. Early Mobilization for Patients with Venous Thromboembolism: A Review of Clinical Effectiveness and Guidelines.

CADTH. 2018; p1-18

12. Danang Anugrah. Pengaruh Pemberian Heparin Intravena Sebagai Profilaksis Deep Vein Thrombosis Terhadap Kadar Fibrinogen. UNDIP. 2012: p 1-20

13. K McLendon, M Attia. Deep Vein Thrombosis Risk Factor. NCBI. 2018: p 1-10

14. Henke K Peter, Meissner H Mark, Wakefield Thomas. Veinforum. 2018: p1-7 15. Reyes Nimia, Beckeman Micele, Abe Karon. Deep Vein Thrombosis &

Pulmonary Embolism. CDC. 2018: p 1-6

16. R Othieno, E Okpo, R Foster. Home versus in-patient treatment for deep vein thrombosis (Review). 2018: p 1-4

17. Adriani Rani, Wahid Irza. Laporan Kasus: Trombosis Vena Dalam dan Defisiensi Protein S. Jurnal Kesehatan Andalas. 2018; 7(4): 100-103p

18. Ten Arina, Hoek Cate. Prevention and treatment of the post-thrombotic syndrome. RPTH. 2018; 2: 200-209p

19. Nisio Marcello, Van Nick , Buller Harry. Deep vein thrombosis and pulmonary embolism. Thelancet. 2016; 6376(16): p 1-7

20. Needleman Laurence, Cronan John, Lili Michael, et al. Ultrasound for Lower Extremity Deep Venous Thrombosis. 2018; 137: p1505-1515

21. Rose Anne, Trapskin Phillip. Venous Thromboembolism Diagnosis and Treatment – Adult – Inpatient/Ambulatory/Emergency Departement -Clinical Practice Guideline. UW Health. 2018:p 1-20

22. Lim Wendy, Le Gal George, Bates Shanonn. American Society of Hematology 2018 guidelines for management of venous thromboembolism: diagnosis of venous thromboembolism. BloodAdvances. 2018; 2(22): p1-22

23. Gatot D, Mardia I. Differences of wells scores accuracy, caprini scores and padua scores in deep vein thrombosis diagnosis. IOP. 2018; 2018(125); p 1-10

24. Silveira Patricia, K Ivan, Goldhaber Samuel, et al. Performance of Wells Score for Deep Vein Thrombosis in the Inpatient Setting. JamaInternalMedicine.

2015; 75(7): p1112-1117

25. M Baker, Cruz Dela J. Deep Venous Thrombosis Ultrasound Evaluation.

NCBI. 2018; p 1-10

26. Adam Awadalla, Yousef Mohammad, Wahab Babiker, et al. Duplex ultrasound for evaluation of deep venous blood flow in fractured lower extremities. Polish Journal of Radiology. 2018; 83: p47-53

27. Riva Nicoleta, Righini Marc, Camparose Giuseppe, et al. Accuracy of age-adjusted D-dimer to rule out deep vein thrombosis in the elderly. NCBI. 2018;

18: p1-20

28. Adam Soheir, Key S Nigel, Greenburg Charles. D-dimer antigen: current concepts and future prospects. Blood Journal. 2019; 113(13): p2879-2885

29. Miri Mir, Goharani Reza, Sistanizad Mohammad, Deep Vein Trombosis among Intensive Care Unit Patients, an Epidemiologic Study. Emergency.

2017; 5(1): e13.

29. Francis Samuel, Limakakeng Alexander, Zheng Hui, et al. Highly Elevated Quantitative D-Dimer Assay Values Increase the Likelihood of Venous Thromboembolism. Thieme Open Acsess. 2019; 3(1): 1-7p

30. Ryu Hyeong, Won Min Sang, Ho Kim Jae, et al. Diagnostic Significance of Fibrin Degradation Products and D-Dimer in Patients With Breast Cancer-Related Lymphedema. Arm. 2019; 43(1): p81-86

31. Palareti Gualtiero, Cosmi Benile, Legnani Cristina, et al. D-dimer to guide the duration of anticoagulation in patients with venous thromboembolism: a management study. Blood Journal. 2014; 124(2): p196-203

32. Thaler Johanes, Pabinger Inggrid, Cihan Ay. Anticoagulant treatment of deep vein thrombosis and pulmonary embolism: the present state of the art. Frontiers Cardiovascular Medicine. 2015; 30(2): p1-7

33. Perhimpunan Dokter Spesialis Kardivaskular Indonesia. Panduan Praktik Klinis: Trombosis Vena Dalam. 2016; p277-280

34. Kouka Nabel, Nass Len, Feist William. Pharmacological and Non-Pharmacological Management Methods of DVT and Pulmonary Embolism.

Research Gate. 2018: p 1-7

35 Behera Shailaja, Khrisnakumar Mathagi, Philip Mariamma, et al. Incidence of Deep Vein Thrombosis in Neurointensive Care Unit Patients—Does Prophylaxis Modality Make Any Difference?. IJCCM. 2019; 23(1):p 43-46

36. Beitland Sigrid, Wimmer Henning, Lorensten Torleif, et al. Venous thromboembolism in the critically ill: A prospective observational study of occurrence, risk factors and outcome. 2018: p1-9

37. Hamada SR, Espina C, Buaron R, et al. High level of venous thromboembolism in critically ill trauma patients despite early and well‑ driven thromboprophylaxis protocol. Intennsive Care. 2017; 7(97): p 1-9

38. Lawall Hoger, Obaracker Ralph, Zemmrich Claudia. Prevalence of deep vein thrombosis in acutely admitted ambulatory non-surgical intensive care unit patients. BMC Research Note. 2014; 7(431): p 1-10

39. Benes Jan. The Prevalence Incidence of DVT. Clinical Gov Trial. 2019: p 1-2 40. Boddi Maria, Peris Andriano. Deep Vein Thrombosis in Intensive Care.

Springer. 2016: p 1-15

41. Larsson et al. Scandinavian Journal of Trauma, Resuscitation and Emergency Medicine. 2015: (23); 108-115

42. Garland et al. Epidemiology of critically ill patients in intensive care units: a population-based observational study. Critical Care. 2013: 17(212); 1-7p

43. Modi Shrey et al, Wells criteria for DVT is a reliable clinical tool to assess the risk of deep venous thrombosis in trauma patients. Word Journal of Emergency Surgery. 2016: 11(24); 1-6p

44. Roach REJ et al. Differential risks in men and women for first and recurrent venous thrombosis: the role of genes and environment. Journal of Thrombosis and Haemostasis. 2014: 12; 1593-1600p

Lampiran 1

Riwayat Hidup Peneliti

Nama : dr. Okky Hudaya

Tempat / Tgl Lahir : Medan, 27 Oktober 1989

Agama : Islam

Alamat Rumah : Komp. Johor Indah Permai blok V no 22, Medan

Nama Ayah : H. Nurhasan, SE

Nama Ibu : Hj. Teti Kusmiati, SE

Status Tingkatan : Semester 7

No Hp : 081222237936

Riwayat Pendidikan

1995 - 2001 : SD Bhayangkari, Medan 2001 - 2004 : SMP Harapan 1, Medan 2004 - 2007 : SMU Harapan 1, Medan

2007 - 2014 : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara 2015 – Sekarang : PPDS-1 Anestesiologi dan Terapi Intensif FK- USU Deskripsi Tugas : Mengolah dan menganalisa data

Lampiran 2

JADWAL TAHAPAN PENELITIAN

NO Tahapan Penelitian Rencana

1 Bimbingan Proposal Mei - Juni 2019

2 Seminar Proposal Juni 2019

3 Perbaikan Proposal Juni 2019

4 Komisi Etik Penelitian Juli 2019

5 Pengumpulan Data Agustus – September

2019

6 Pengolahan dan Analisa Data Oktober 2019

7 Bimbingan Penyusunan laporan Akhir November 2019

8 Seminar Akhir Penelitian November 2019

9 Perbaikan Laporan Akhir Penelitian November 2019

Lampiran 3

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (Informed Consent)

Saya yang namanya tersebut dibawah ini:

Nama :

Umur :

Jenis Kelamin :

Alamat :

Setelah mendapatkan keterangan dan penjelasan mengenai penelitian berjudul:

“Kejadian DVT Pada Pasien Rawatan 72 jam di ICU Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan” secara lengkap dan saya memahaminya maka dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan saya menandatangani dan menyatakan bersedia berpartisipasi pada penelitian ini. Partisipasi saya dalam penelitian ini bersifat sukarela dan tanpa paksaan, maupun tekanan dari pihak manapun dan dapat mengundurkan diri sewaktu-waktu.

Medan, / / 2019 Peserta Penelitian

Dokter Peneliti

____________________

dr. Okky Hudaya

Dept. Anestesiologi Dan terapi Intensif FK USU-RSHAM Telp. 081222237936

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBYEK PENELITIAN Bpk - Ibu Yth,

Nama saya dr. Okky Hudaya, saat ini saya sedang menjalani program pendidikan dokter spesialis Anestesiologi dan terapi Intensif di Fakultas Kedokteran – Universitas Sumatera Utara.

Saat ini saya sedang melakukan penelitian yang berjudul :

HUBUNGAN ANTARA PASIEN RAWATAN ICU 72 JAM YANG MENGGUNAKAN VENTILASI MEKANIK DI ICU RSUP. HAJI ADAM MALIK MEDAN

Tata cara penelitianya sebagai berikut:

Setelah mendapat persetujuan dari komisi etik untuk melakukan penelitian, penelitian dimulai dengan mengumpulkan sampel. Saat pasien sudah hari rawatan 72 jam di ruang ICU maka akan dilakukan pemeriksaan pada daerah paha pasien dengan menggunakan USG.

Penelitian ini dilakukan oleh saya sendiri. Penelitian ini sendiri tidak memiliki efek samping. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka terjadinya DVT setelah hari rawatan 72 jam di ICU Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan.

Pada penelitian ini, saya hanya mengambil data apakah pasien mengalami DVT setelah hari rawatan 72 jam di ICU selanjutnya data tersebut dianalisa menurut statistika. Kerahasiaan pribadi bapak/ibu tetap saya pelihara. Penelitian ini tidak berbahaya, dan biaya penelitian ini sepenuhnya tidak dibebankan kepada bapak-ibu, Penelitian ini dilakukan secara sukarela dan tanpa ada paksaan dari mana pun, dan bapak/ibu dapat mengundurkan diri sewaktu-waktu. Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini, diharapkan bapak-ibu yang bersedia ikut sebagai subjek penelitian dalam penelitian ini dapat mengisi lembar persetujuan turut serta dalam penelitian yang telah disiapkan.

Terimakasih saya ucapkan kepada bapak dan ibu yang telah berpartisipasi di dalam penelitian ini. Jika selama menjalani penelitian ini terdapat hal-hal yang kurang jelas maka bapak/ibu dapat menghubungi dr. Okky Hudaya di Departemen Anestesiologi dan Terapi intensif FK-USU. Apabila sewaktu-waktu bapak-ibu ingin bertanya mengenai penelitian, bapak/ibu dapat menghubungi saya di No 081222237936. Terima kasih.

Medan, Juni 2019 Hormat saya

dr. Okky Hudaya

RSUP H. Adam Malik- FK USU

FORMULIR PERSETUJUAN MENGIKUTI PENELITIAN (FORMULIR INFORMED CONSENT)

Peneliti Utama : dr. Okky Hudaya Pemberi Informasi :

JENIS INFORMASI ISI INFORMASI TANDAI

1 Judul Penelitian Gambaran Kejadian DVT pada pasien paska rawatan 72 jam di ICU Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan

2 Tujuan penelitian Untuk mengetahui angka kejadian DVT pada pasien paska rawatan 72 jam di ICU Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan 3 Cara & Prosedur

Penelitian

1. Cara kerja penelitian ini yaitu:

2. Setelah mendapat persetujuan dari komisi etik untuk melakukan penelitian, penelitian dimulai dengan mengumpulkan subyek penelitian sesuai kriteria inklusi dan eksklusi.

3. Setelah mendapat penjelasan mengenai tujuan, manfaat dan prosedur penelitian serta menandatangani persetujuan untuk mengikuti penelitian, dilakukan wawancara dengan kuesioner untuk mengetahui data yang dibutuhkan

Jenis Kelamian : Tgl. Lahir :

peneliti.

4. Kemudian dilakukan penilaian dengan menggunakan USG pada pasien paska rawatan 72 jam di ICU

5. Data kemudian dicatat pada masing-masing grup eksprimental

6. Dilakukan analisi data dengan SPSS 4 Jumlah Subyek 18 Orang

3. Manfaat Pelayanan Masyarakat:

Untuk mengurangi angka kejadian DVT pada pasien rawatan di ICU

7 Risiko & efek samping dalam penelitian

Pada umumnya, penelitian ini tidak akan menimbulkan hal-hal yang berbahaya bagi Bapak/Ibu/Saudara/i sekalian.

Bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama penelitian berlangsung, yang disebabkan oleh perlakuan yang dilakukan pada penelitian ini, dapat menghubungi Saya, dr. Okky Hudaya (telp: 081222237936).

Seluruh biaya yang timbul untuk penelitian ini serta akibat yang muncul dari penelitian ini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pembimbing Penelitian dan Saya sendiri sebagai peneliti. Penelitian akan diawasi dan disupervisi oleh dokter ahli di bagian

Seluruh Data Bapak/Ibu akan dirahasiakan terhadap hasil penelitian ini. Data yang kami ambil merupakan hasil penelitian kami dan variable variable penelitian yang terkait 12 Biaya yang Seluruh biaya yang berkaitan diluar prosedur

ditanggung oleh peneliti

normal akan ditanggung oleh peneliti, biaya penelitian terlampir

Setelah mendengarkan penjelasan pada halaman 1 dan 2 mengenai penelitian yang akan dilakukan oleh : dr. Okky Hudaya dengan judul :

HUBUNGAN ANTARA PASIEN RAWATAN ICU 72 JAM YANG MENGGUNAKAN VENTILASI MEKANIK DI ICU RSUP. HAJI ADAM MALIK MEDAN

informasi tersebut sudah saya pahami dengan baik.

Dengan menandatangani formulir ini saya menyetujui untuk diikutsertakan dalam penelitian di atas dengan suka rela tanpa paksaan daripihak manapun. Apabila suatu waktu saya merasa dirugikan dalam bentuk apapun, saya berhak membatalkan persetujuan ini

Nama dan Tanda Tangan saksi/wali Tanggal

--- Nama dan tanda tangan peneliti

Lampiran 5 Data Penelitian

Nama :

Jenis Kelamin :

Usia :

TB :

PBW :

Masuk ICU Tanggal :

Gambaran USG :

Lampiran 6

ANGGARAN PENELITIAN

Taksasi dana yang diperlukan selama penelitian

Bahan dan peralatan penelitian

Jelly = Rp 500.000,-

Pengadaan literature = Rp 1.000.000,-

Konsumsi proposal dan seminar = Rp 1.000.000,-

Konsumsi proposal dan seminar = Rp 1.000.000,-

Dokumen terkait