BAB V PENUTUP
5. Pengaturan ( organizing )
3.5. Diagram Alir Metode Penelitian
64 Gambar. Diagram Alir Penelitian Pencemaran Udara
65 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1. Gambaran Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin
4.1.1. Sejarah Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin
Sejarah perkembangan komersial di Indonesia dirintis setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, kemudian dengan sebuah pesawat terbang DC-3 ( Dacota ) sumbangan dari masyarakat Aceh, dengan Nomor registrasi RI-001’ seulawa ‘ sebagai modal pesawat angkutan penumpang pertama dikembangkan perusahaan pemerintah garuda indonesia airways. Setelah memiliki pesawat terbang di resmikan dengan nama PT.Garuda Indonesia dan Merpati Nusantara airlines. Dibidang angkutan udara penumpan dan kargo untuk penerbangan dan Nasional juga mengalami kemajuan.
Bandara Hasanuddin dibangun pada tahun 1935 oleh Pemerintah Hindia Belanda, dengan nama Kadieng Terbang Field dan terletak sekitar 22 kilometer di utara kota. Sebuah landasan pacu lapangan terbang dengan rumput berukuran 1.600 mx 45 m (Runway 08-26) diresmikan pada tanggal 27 September 1937, ditandai dengan penerbangan komersial yang menghubungkan Singapura dengan Douglas Aircraft D2/F6 perusahaan KNILM (Koninklijke Nederlands Indische Luchtvaart Maatschappij). Pada tahun 1942, pemerintah Jepang memperluas lapangan menggunakan POW tenaga kerja dan berganti nama menjadi bidang Lapangan Mandai.Pada tahun 1945, mitra pemerintah Belanda membangun landasan pacu baru.
66 Pada tahun 1950, Pemerintah Indonesia Departemen Pekerjaan Umum, Bagian Flying Field, mengambil alih lapangan, dan itu dipindahkan ke Penerbangan Sipil, kini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada tahun 1955, yang memperpanjang landasan pacu 2.345 mx 45m dan berganti nama menjadi bandara Air Mandai. Pada tahun 1980, 13-31 landasan pacu dibangun-2500 mx 45 m, itu di tahun ini, bahwa Pelabuhan Udara Mandai berubah menjadi Air Port Hasanuddin, dan pada tahun 1981 ini kembali berganti nama menjadi Bandara Embarkasi / debarkasi haji pada tahun 1985 dan Pelabuhan Hasanuddin Air berubah nama menjadi Bandara Hasanuddin.
Pada tanggal 3 Maret 1987, pengelolaan Bandara Hasanuddin dipindahkan dari Direktorat Jenderal Transportasi Udara ke Perum Angkasa Pura I, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1/1987 tanggal 9 Januari 1987. Pada tanggal 1 Januari 1993 berubah status menjadi PT (Persero) Angkasa Pura I. Pada tanggal 30 Oktober 1994, Bandara Hasanuddin berubah menjadi Bandar Udara Internasional sesuai dengan keputusan Menteri Perhubungan, KM Nomor 61/1994 tanggal 7 Januari 1995, dan diresmikan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan yang ditandai dengan penerbangan oleh Malaysia Airlines langsung dari Kuala Lumpur ke Bandara Hasanuddin Makassar, kemudian diikuti dengan Silk Air penerbangan yang menghubungkan Singapura dengan Hasanuddin. Sejak tahun 1990, Bandara Hasanuddin juga digunakan sebagai embarkasi / debarkasi langsung dari ziarah ke Jeddah. Bandar Udara Internasional Hasanuddin sejak tahun 2006 juga melayani pengendalian lalu lintas penerbangan wilayah Timur Indonesia , yang meliputi wilayah udara bagian barat Kalimantan sampai ke perbatasan
67 Negara Papua Nugini di timur, dan dari perbatasan wilayah Udara Australia ke selatan ke perbatasan wilayah Filipina.
Pada tanggal 20 Agustus 2008 terminal baru Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar beroperasi. Memiliki luas terminal 5 kali lebih besar dari yang lama dan dapat menampung sebagian besar jenis pesawat dari pesawat kecil sampai kelas Boeing 747. Bandara baru ini dilengkapi dengan fasilitas terbaik diantaranya landasan pacu 3100 m, 6 buah garbarata, terminal penumpang yang dapat menampung 7 juta penumpang pertahun dan parkir kendaraan bermotor untuk 1100 mobil dan 400 motor.
4.1.2. Letak Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin
Bandar Udara Sultan Hasanuddin terletak di Provinsi Sulawesi Selatan tepatnya di jalan Bandar Udara Hasanuddin-Mandai Makassar. Jarak dari kota Makassar 22 km dan termasuk kelas penerbangan internasional IA yang dikelolah oleh PT. Angkasa Pura I
4.1.3. Hasil Prediksi arus penumpang dan Proyeksi pesawat.
Hasil prediksi arus penumpang dan pergerakan pesawat berdasarkan pemodelan regresi dapat dilihat di bawah ini :
68 Proyeksi Pertumbuhan Penumpang Datang (Domestik dan Internasional)
Sumber : Airports. P. A. 2012. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, (Online), from : http://www.angkasapura1.co.id/
0 1,000,000 2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000 6,000,000
Jumlah Penumpang
Tahun
Forecasting PT.Angkasa Pura I Linear (Forecasting)
69 0
500,000 1,000,000 1,500,000 2,000,000 2,500,000 3,000,000 3,500,000 4,000,000 4,500,000 5,000,000
Jumlah Penumpang
Tahun
Forecasting PT.Angkasa Pura I Linear (Forecasting)
Proyeksi pertumbuhan penumpang berangkat ( Domestik dan Internasional )
Sumber : Airports. P. A. 2012. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, (Online), from : http://www.angkasapura1.co.id/
70 Proyeksi pertumbuhan pesawat datang ( Domestik dan Internasional )
Sumber : Airports. P. A. 2012. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, (Online), from : http://www.angkasapura1.co.id/
0 10,000 20,000 30,000 40,000 50,000 60,000 70,000
Jumlah Pesawat
Tahun
Forecasting PT.Angkasa Pura I Linear (Forecasting)
71 Grafik Batang Pertumbuhan Penumpang Datang
Sumber : Airports. P. A. 2012. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, (Online), from : http://www.angkasapura1.co.id/
0 2 4 6 8 10 12 14
2012 2013 2014 2015
Series 3 Series 2 Series 1
72 Proyeksi pertumbuhan penumpang berangkat.
Sumber : Airports. P. A. 2012. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, (Online), from : http://www.angkasapura1.co.id/
0 2 4 6 8 10 12 14
2012 2013 2014 2015
Series 3 Series 2 Series 1
73 Proyeksi pertumbuhan pesawat datang
Sumber : Airports. P. A. 2012. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, (Online), from : http://www.angkasapura1.co.id/
0 2 4 6 8 10 12 14
2012 2013 2014 2015
Series 3 Series 2 Series 1
74 Proyeksi pertumbuhan pesawat pergi
Sumber : Airports. P. A. 2012. Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, (Online), from : http://www.angkasapura1.co.id/
0 2 4 6 8 10 12 14
2012 2013 2014 2015
Series 3 Series 2 Series 1
75 4.2. Hasil Penelitian
4.2.1. Titik-Titik Penelitian
Penelitian dilakukan di beberapa titik mulai tanggal 23-24 Maret 2015 pada lokasi Ruang Tunggu Kanan ( B2 ) di laksanakan dari pukul 13.00 – 14.00 Wita. Ruang Tunggu Kiri ( B3 ) di laksakan dari pukul 13.00 - 14.00 Wita. Ruang tunggu Kedatangan 1 ( B4 ) dilaksakan dari pukul 14.10 – 15.10 Wita. Perumahan ( B5 ) dilaksanakan dari pukul 09.15 – 10.15 Wita. Ruang kedatangan 2 ( B6 ) dilaksanakan pada pukul 10.20 – 11.20 Wita. Ruang Basement ( B7 ) dilaksakan pada pukul 10.20 – 11.11.20 Wita. Peralatan Parkir dilaksanakan pada pukul 13.35 – 14.35 Wita. Lebih lekapnya terterah pada tabel sebagai berikut Tabel tempat dan waktu penelitian.
No TITIK PENELITIAN
WAKTU
STAR FINIS
1 Ruang Tunggu Kanan 13.00 Wita 14.00 Wita 2 Ruang Tunggu Kiri 13.00 Wita 14.00 Wita 3 Ruang Kedatangan 1 14.10 Wita 15.10 Wita 4 Perumahan ( B5 ) 09.15 Wita 10.15 Wita 5 Ruang Kedatangan 2 10.20 Wita 11.20 Wita 6 Ruang Basement 10.20 Wita 11.20 Wita 7 Peralatan Parkir 13.35Wita 14.35 Wita Sumber : Data penelitian
Ada tiga unsur yang di teliti yaitu Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2) dan Karbon Monoksida (CO). Banyaknya kandungan Sulfur
76 Dioksida (SO2) di udara di pengaruhi oleh kualitas bahan bakar yang di pakai oleh pesawat udara dan kendaraan darat. Sedangkan kandungan Karbon Monoksida (CO) dipengaruhi oleh kualitas pembakaran atau ketidak sempurnanya pembakaran pada pesawat udara dan kendaraan darat akan mengakibatnya tingginya jumlah Karbon Monoksida (CO) di udara. Polusi udara yang terjadi antara lain dipengaruhi oleh ke tiga unsur tersebut.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan Sulfur Dioksida (SO2) lebih tinggi pada area kedatangan di basement, menyusul area apron.
Demikian pula terhadap kandungan Nitrogen Dioksida (NO2) dan Karbon Monoksida (CO), lebih tinggi pada area ruang tunggu kedatangan basement, menyusul area apron. Dapat disimpulkan bahwa polusi udara di area kedatangan basement diakibatkan oleh asap rokok oleh karena di area ini tidak disiapkan ruang merokok dan polusi udara di area apron diakibatkan oleh asap pesawat udara.
Kandungan Sulfur Dioksida (SO2) tertinggi di area pelataran parkir darat sebesar 17,377 µg/Nm3, kandungan Nitrogen Dioksida (NO2) tertinggi di area pelataran parkir darat sebesar 24,312 µg/Nm3, sedangkan kandungan Karbon Monoksida (CO) juga tetinggi di area pelataran parkir darat sebesar 29,656 µg/Nm3.
. Masyarakat secara teoritis merasakan efeknya tingkat polusi udara ketika ada pemberitahiuan melalui media masa dan media informasi lain serta penyuluhan dampak polusi uadara yang di lakukan oleh pihak bandara dan pemeritah kota.
77 Dalam kurun waktu yang lama akan semakin banyak polusi udara yang mempengaruhi lingkungan ini diakibatkan penambahan armada penerbangan dan kesibukan jam terbang pesawat. Sekarang menjadi tolak ukur masa depan sehingga dalam kontrak hidup kesehatan menjadi pedoman atas terjadinya polusi udara tersebut.
Polusi udara bukan hal baru lagi bagi kita sehingga terasa ini menjadi alternatif hidup yang perlu didesain serapi dan seserius mungkin sehingga penduduk tidak merasa terganggu atas polusi udara yang terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka berada.
78 4.2.2. Hasil Uji Laboratorium
1. Ruang Tunggu Kanan ( B2 )
Laporan Hasil Uji Nomor: N.0156 / UA / LHU / BBK3-MKS / III / 2015
Jenis Contoh : Udara Ambien
Nama Pelanggan : Bandara Sultan Hasanuddin
Alamat : Kabupaten Maros
Tanggal/Jam Pengambilan : 24 Maret 2015 /13.00-14.00 Wita Lokasi / Titik Pengambilan : Ruang Tunggu Kanan ( B2 )
Tititk Koordinat : -
Setelah Dilakukan Pengujian Diperoleh Hasil Sebagai Berikut :
No Parameter Satuan Baku
Mutu Hasil Spesifikasi Metode 1. Sulfur Dioksida (SO2) µg/𝑚3 900 8,737 SNI
19-7119.7-2005
2. Nitrogen Dioksida( NO2) µg/𝑚3 400 11,121 SNI 19-7119.2-2005
3. Karbon Monoksida (CO) µg/𝑚3 30000 19,875 Spektrofotometrik
Sumber Data. Hasil Lab Dan Penelitian.
79 2. Ruang Tunggu Kiri ( B3 ).
Laporan Hasil Uji Nomor: N.0157 / UA / LHU / BBK3-MKS / III / 2015
Jenis Contoh : Udara Ambien
Nama Pelanggan : Bandara Sultan Hasanuddin
Alamat : Kabupaten Maros
Tanggal/Jam Pengambilan : 24 Maret 2015 /13.00-14.00 Wita Lokasi / Titik Pengambilan : Ruang Tunggu Kiri ( B3 )
Tititk Koordinat : -
Setelah Dilakukan Pengujian Diperoleh Hasil Sebagai Berikut :
No Parameter Satuan Baku
Mutu Hasil Spesifikasi Metode 1. Sulfur Dioksida (SO2) µg/𝑚3 900 9,370 SNI
19-7119.7-2005
2. Nitrogen Dioksida( NO2) µg/𝑚3 400 12,820 SNI 19-7119.2-2005
3. Karbon Monoksida (CO) µg/𝑚3 30000 23,662 Spektrofotometrik
Sumber Data. Hasil Lab Dan Penelitian
80 3. Ruang Kedatangan 1 ( B4 )
Laporan Hasil Uji Nomor: N.0158 / UA / LHU / BBK3-MKS / III / 2015
Jenis Contoh : Udara Ambien
Nama Pelanggan : Bandara Sultan Hasanuddin
Alamat : Kabupaten Maros
Tanggal/Jam Pengambilan : 24 Maret 2015 /14.10-15.10 Wita
Lokasi / Titik Pengambilan : Ruang Kedatangan 1 ( B4 ) Tititk Koordinat : -
Setelah Dilakukan Pengujian Diperoleh Hasil Sebagai Berikut :
No Parameter Satuan
Baku Mutu
Hasil
Spesifikasi Metode 1. Sulfur Dioksida (SO2) µg/𝑚3 900 13,969 SNI
19-7119.7-2005
2. Nitrogen Dioksida( NO2) µg/𝑚3 400 18,403 SNI 19-7119.2-2005
3. Karbon Monoksida (CO) µg/𝑚3 30000 25,555 Spektrofotometrik
Sumber Data. Hasil Lab Dan Penelitian.
81 4. Perumahan ( B5 )
Laporan Hasil Uji Nomor: N.0159 / UA / LHU / BBK3-MKS / III / 2015
Jenis Contoh : Udara Ambien
Nama Pelanggan : Bandara Sultan Hasanuddin
Alamat : Kabupaten Maros
Tanggal/Jam Pengambilan : 24 Maret 2015 /09.15-10.15 Wita
Lokasi / Titik Pengambilan : Perumahan ( B5 ) Tititk Koordinat : -
Setelah Dilakukan Pengujian Diperoleh Hasil Sebagai Berikut :
No Parameter Satuan Baku
Mutu Hasil Spesifikasi Metode 1. Sulfur Dioksida (SO2) µg/𝑚3 900 12,947 SNI
19-7119.7-2005
2. Nitrogen Dioksida( NO2) µg/𝑚3 400 16,670 SNI 19-7119.2-2005
3. Karbon Monoksida (CO) µg/𝑚3 30000 24,609 Spektrofotometrik
Sumber Data. Hasil Lab Dan Penelitian
82 5. Ruang Kedatangan 2 ( B6 ).
Laporan Hasil Uji Nomor: N.0160 / UA / LHU / BBK3-MKS / III / 2015
Jenis Contoh : Udara Ambien
Nama Pelanggan : Bandara Sultan Hasanuddin
Alamat : Kabupaten Maros
Tanggal/Jam Pengambilan : 24 Maret 2015 /10.20-11.20 Wita Lokasi / Titik Pengambilan : Ruang Kedatangan 2 ( B6 )
Tititk Koordinat : -
Setelah Dilakukan Pengujian Diperoleh Hasil Sebagai Berikut :
No Parameter Satuan Baku
Mutu Hasil Spesifikasi Metode 1. Sulfur Dioksida (SO2) µg/𝑚3 900 14,310 SNI
19-7119.7-2005
2. Nitrogen Dioksida( NO2) µg/𝑚3 400 18,095 SNI 19-7119.2-2005
3. Karbon Monoksida (CO) µg/𝑚3 30000 26,817 Spektrofotometrik
Sumber Data. Hasil Lab Dan Penelitian
83 6. Ruang Basement ( B7 )
Laporan Hasil Uji Nomor: N.0161 / UA / LHU / BBK3-MKS / III / 2015
Jenis Contoh : Udara Ambien
Nama Pelanggan : Bandara Sultan Hasanuddin
Alamat : Kabupaten Maros
Tanggal/Jam Pengambilan : 24 Maret 2015 /10.20-11-20 Wita
Lokasi / Titik Pengambilan : Basement ( B7 ) Tititk Koordinat : -
Setelah Dilakukan Pengujian Diperoleh Hasil Sebagai Berikut :
No Parameter Satuan Baku
Mutu Hasil Spesifikasi Metode 1. Sulfur Dioksida (SO2) µg/𝑚3 900 16,014 SNI
19-7119.7-2005
2. Nitrogen Dioksida( NO2) µg/𝑚3 400 22,137 SNI 19-7119.2-2005
3. Karbon Monoksida (CO) µg/𝑚3 30000 27,132 Spektrofotometrik
Sumber Data. Hasil Lab Dan Penelitian
84 7. Peralatan Parkir.
Laporan Hasil Uji Nomor: N.0162 / UA / LHU / BBK3-MKS / III / 2015
Jenis Contoh : Udara Ambien
Nama Pelanggan : Bandara Sultan Hasanuddin
Alamat : Kabupaten Maros
Tanggal/Jam Pengambilan : 24 Maret 2015 /09.15-10.15 Wita
Lokasi / Titik Pengambilan : Peralatan Parkir.
Tititk Koordinat : -
Setelah Dilakukan Pengujian Diperoleh Hasil Sebagai Berikut :
No Parameter Satuan Baku
Mutu Hasil Spesifikasi Metode 1. Sulfur Dioksida (SO2) µg/𝑚3 900 17,377 SNI
19-7119.7-2005
2. Nitrogen Dioksida( NO2) µg/𝑚3 400 24,312 SNI 19-7119.2-2005
3. Karbon Monoksida (CO) µg/𝑚3 30000 29,656 Spektrofotometrik
Sumber Data. Hasil Lab Dan Penelitian
85 4.3. Pembahasan
4.3.1. Laporan Hasil Uji Ambien 2014 Angkasa Pura I
PT.Angkasa Pura I melakukan pengujian terhadap Polusi Udara Ambien pada tanggal 22 Oktober 2014. Pengujian dilakukan pada 2 titik, yaitu di apron dan parkir terminal penumpang. Untuk membandingkan hasil analisis Penelitian dan pengujian PT.Angkasa Pura I, dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel Perbandingan Hasil Analisis Penelitian dan Pengujian PT.Angkasa Pura I Terhadap Udara Ambien
No Parameter Satuan Hasil
Penelitian
PT.Angkasa Pura I
Spesifikasi Metode
Titik Pengambilan: Apron 1 Sulfur
Dioksida (SO2)
µg/Nm3 16,462 21,413 SNI 19-7119.7-2005 2 Nitrogen Dioksida
(NO2) ` 23,659 31,055 SNI
19-7119.2-2006 3 Karbon
Monoksida (CO) µg/Nm3 28,896 39,938 Spektro-fotometrik
Titik Pengambilan: Pelataran Parkir Penumpang 1 Sulfur
Dioksida (SO2) µg/Nm3 17,377 17,614 SNI 19-7119.7-2005 2 Nitrogen Dioksida
(NO2) µg/Nm3 24,312 21,963 SNI
19-7119.2-2006 3 Karbon
Monoksida (CO µg/Nm3 29,656 29,554 Spektro-fotometrik
Sumber: Hasil Analisis Penelitian dan Pengujian PT.Angkasa Pura I
86 Tingkat polusi udara dari ketiga parameter yang dianalisis, semuanya tertinggi pada titik pelataran parkir darat. Hasil analisis ini jika dibandingkan dengan pengujian PT. Angkasa Pura I yang hasilnya yaitu parameter Sulfur Dioksida (SO2) sebesar 17,377 µg/Nm3 dan 17,614 µg/Nm3, parameter Nitrogen Dioksida (NO2) sebesar 24,312 µg/Nm3 dan 21,963 µg/Nm3, parameter Karbon Dioksida (CO) sebesar 29,656 µg/Nm3dan 29,554 µg/Nm3. Kedua hasil tersebut memperlihatkan nilai yang tidak terlalu jauh berbeda.
Kandungan unsur polusi ketiga parameter ini masih dibawah ambang batas tingkat polusi udara sesuai baku mutu udara ambien (Peraturan Pemerintah No.41 tahun 1999 tgl. 26 Mei 1999 tentang pengendalian pencemaran udara).
87 4.2.3. Parkiran Penumpang 20014
Jenis contoh : Udara Ambien Lingkungan Kerja Nama Pelanggang : PT.Angkasa Pura I Makassar
Alamat : Jl.Bandara Lama,Kab.Maros
Tanggal/Jam Pengambilan : 09 Oktober 2014/12.30-13.30 Wita Lokasi Pengambilan Sampel : Parkir Penumpang C.5 Bandara Sultan
Hasanuddin PT.Angkasa Pura I Titik Koordinat : S:05004’34.018” E:119032’43.916”
Setelah dilakukan pengujian diperoleh hasil sebagai berikut :
No Parameter Satuan
Baku Mutu
Hasil
Spesifikasi Metode
1
Silfur Dionoksida (SO2 )
µg/𝑚3 900 17.614
SNI 19-7119.7-2005
2
Nitrogen Dioksida (NO2)
µg/𝑚3 400 21.963
SNI 19-7119.2-2005
3
Karbon Monoksida ( CO )
µg/𝑚3 30000 29.554
Spektrofotome trik Sumber Laporan Hasil Uji No...N.0390/UA/LHU/BBK3-MKS/X/2014
88 4.2.4. Apron 2014
Jenis contoh : Udara Ambien
Nama Pelanggang : PT.Angkasa Pura I Makassar
Alamat : Jl.Bandara Lama,Kab.Maros
Tanggal/Jam Pengambilan : 09 Oktober 2014/12.30-13.30 Wita Lokasi Pengambilan Sampel : Apron P/5.19 PT.Angkasa Pura I Titik Koordinat : S:05004’55.10” E:119032’40.03”
Setelah dilakukan pengujian diperoleh hasil sebagai berikut :
No Parameter Satuan
Baku Mutu
Hasil
Spesifikasi Metode
1
Silfur Dionoksida (SO2 )
µg/𝑚3 900 21.413
SNI 19-7119.7-2005
2
Nitrogen Dioksida (NO2)
µg/𝑚3 400 31.055
SNI 19-7119.2-2005
3
Karbon Monoksida ( CO )
µg/𝑚3 30000 39.938
Spektrofotome trik Sumber Laporan Hasil Uji No...N.0390/UA/LHU/BBK3-MKS/X/2014
89 BAB V
PENUTUP
5.1. KESIMPULAN DAN SARAN