• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS TINGKAT POLUSI UDARA AKIBAT AKTIFITAS BANDARA PADA BANDAR UDARA INTERNAASIONAL SULTAN HASANUDDIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS TINGKAT POLUSI UDARA AKIBAT AKTIFITAS BANDARA PADA BANDAR UDARA INTERNAASIONAL SULTAN HASANUDDIN"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS TINGKAT POLUSI UDARA AKIBAT AKTIFITAS BANDARA PADA BANDAR UDARA INTERNAASIONAL SULTAN

HASANUDDIN

SKRIPSI

Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat sarjana S-1

Oleh :

Rustam Latuamury 45 09 041 043

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR

2016

(2)
(3)
(4)
(5)

RIWAYAT HIDUP PENULIS

Nama : Rustam Latuamury

Ttl : Negeri Pelauw 21 Desember 1987 Alamat : Jl. Sukaria 8A

Agama : Islam

Riwayat Pendidikan

1. Sekolah Dasar Inpres 2 Negeri Pelauw ( 1994-2000 ) 2. SMPN 1 Pulau Haruku ( 2000-2003 )

3. SMAN 1 Pulau Haruku ( 2003-2006 )

(6)

ABSTRAK Rustam Latuamury

ANALISIS POLUSI UDARA AKIBAT AKTIFITAS BANDARA PADA BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN

Maksud dan tujuan dari penelitian adalah untuk a). Mengetahui tingkat polusi udara yang terjadi dibandara akibat aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin; b). Untuk mengetahui bagaimana menganalisa tingkat polusi uadara yang terjadi di Bandara akibat aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin c).Mengetahui apakah polusi udara mengganggu masyarakat akibat aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin;.

Metode penelitian berupa penelitiann survey dengan pendekatan kuantitatif.

Penelitian dilakukan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan dilakukan selama 3 bulan. Pengambilan titik sampel tingkat polusi udara dilakukan pada 7 titk diantaranya ; ruang tunggu kanan, ruang tunggu kiri, ruang kedatangan I, ruang kedatangan II, ruang basement, peralatan parkir, perumahan

Dalam bab metodelogi penelitian menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan pada penelitian tugas akhir untuk beberapa item pekerjaan selama penelitian tugas akhir.

Bab hasil dan pembahasan ini menjelaskan hasil dan pembahasan akhir penelitian tugas akhir. Hal tersebut menjelaskan antara lain deskripsi kondisi objek dan permasalahannya, uraian aktivitas dan evaluasi penelitian tugas akhir serta penjadwalan saat penelitian tugas akhir.

Kata kunci : Polusi Udara, Aktifitas Bandar Udara, Bandar Udara

(7)

KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum Wr. Wb,

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segalah limpahan rahmat dan karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ ANALISIS TINGKAT POLUSI UDARA AKIBAT AKTIFITAS BANDARA PADA BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN

“ Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana di “Universitas “BOSOWA”.

Selesainya penyusunan Skripsi ini, menjadi kewajiban penulis untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak, yang secara langsung meupun tidak lansung telah mendorong, memberi semangat dan membantu penulis sampai tersusunnya Skripsi ini.

Penulis sampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada Ayahanda tersayang dan Ibunda tercinta, atas pengertian, kesabaran dan bantuan mereka, sehingga selain tugas penulis untuk memenuhi kewajiban sebagai Anak, penulis masih sempat melakukan studi dan penelitian sampai selesainya penyusunan Skripsi ini. Demikian juga terima kasih kepada istriku tercinta dan anakku tersayang yang telah memberikan dorongan moril dan kasih sayang yang mendalam sehinggga dalam proses penyusunan skipsi penulis merasa ada hal yang terindah yang terselip dalam hati yang membawah semangat dan dorongan yang instan dalam warna warni kehidupan, terima kasih juga penulis sampaikan kepada Bung Chino Tualeka, Bung Kelvin Talaohu, Bung Rizal alkatiri Tuahena,

(8)

bung Arop Tuahena ,Bung Bravo Tuahena, Bung Predy Latuconsina, Bung Fandy Talaohu,Bung Achit Angkotasan, Bung Suktu Tualeka, Bung Rais Latuconsina, Bung Faten Tuahena, Bung Ricko Tuasikal, Bung Farel Latuconsina, Bung Resy sahubawa, Bung Jastin Tuankotta dan teman teman HIPPMAP makassar yang tak sempat penulis sebutkan satu persatu yang senantiasa turut memberikan dorongan dan dukungan dalam segala usaha dan doa dalam menyelesaikan Skripsi ini.

Rasa terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan oleh penulis kepada Ir. M. Natsir Abduh, Msi, dan Ir. H. Abd. Rahim Nurdin,MT yang bertindak sebagai Dosen Pembimbing I, dan Dosen Pembimbing II Dalam kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih yang setinggi tingginya kepada Dekan Fakultas Teknik, Para Pembantu Dekan, Staf Fakultas Teknik Universitas “BOSOWA” Makassar. Bapak Ketua, Sekretaris, Staf Pengajar Jurusan Sipil Universitas “BOSAWA” Makassar,yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti Program Sarjana di Universitas BOSOWA”.

Pada kesempatan ini pula penulis juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Provinsi Sulawesi Selatan dan General Manager PT.Angkasa Pura I Cabang Bandara Sultan Hasanuddin Makassar beserta staf, rekan – rekan sekerja di BMG Makassar ,dan rekan-rekan Mahasiswa Universitas “45 Makassar” Angkatan 2009. Serta semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu yang telah membantu kelancaran dalam penyelesaian Skripsi ini.

(9)

Akhirnya penulis berharap bahwa Skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak dan mudah-mudahan Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua. Amiin Yaa Rabb.

Wassalamu’alaikum wr. wb....

Makassar, 2016

Rustam Latuamury

(10)

iv DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GRAFIK ... vii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Batasan Masalah ... 6

1.4 Maksud Dan Tujuan Penelitian ... 6

1.5 Manfaat Penelitian ... 6

1.6 Sistematika Penulisan... ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Aktifitas Bandar Udara Terhadap Lingkungan ... 9

2.1.1. Pengertian Polusi Udara ... 9

2.1.2. Peran Bandar Udara ... 11

2.1.3.Dampak dan Teknik Operasional Pengelolaan pencemaran ... 12

2.1.4. Klasifikasi Polusi Udara ... 16

2.1.5. Dilema Aktifitas Bandar Udara Terhadap Lingkungan . 21 2.2 Arti Transportasi dan Keputusan Kebandarudaraan ... 22

2.2.1. Arti Transportasi ... 22

2.2.2. Keputusan tentang kebandarudaraan... ... 23

2.3. Dampak penggunaan bahan bakar pada pesawat tebang ... 25

2.3.1. Sumber Polusi Udara... ... 25

2.3.2. Pengkajian Polusi Udara... ... 26

2.3.3. Dampak Terhadap Manusia ... 27

(11)

v

2.3.4. Dampak Polusi Udara Terhadap Kesehatan ... 28

2.3.5. Indeks Standar Kualitas Udara ... 29

2.3.6. Indeks Standar Pencemaran ... 30

2.3.7. Angka dan Katagori ISPU Serta Grafik ISPU ... 31

2.4. Dampak Polusi Udara Di Bandara Sultan Hasanuddin... 35

2.4.1. Tingkatan Bahaya Kesehatan ... 35

2.4.2. Dampak Terhadap Tanaman ... 40

2.4.3. Dampak Terhadap Air ... 40

2.4.4. Dampak Terhadap Tanah ... 42

2.4.5. Manfaat Penilitian ... 44

2.4.6. Mengantisifasi tingkat Pencemaran ... 45

2.5. Acuan Pengelolaan Bandara ... 49

2.5.1. Peraturan Dalam Pengelolaan Bandara ... 49

2.5.2. Penetapan dan Persyaratan Bandar Udara ... 49

2.5.3. Permohonan ... 50

2.5.4. Sistem Bandar Udara ... 52

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Dan Lokasi Penelitian ... 59

3.1.1. Jenis... ... 59

3.1.2. Lokasi dan waktu penilitian ... 60

3.2. Populasi Dan Sampel ... 60

3.2.1. Populasi ... 60

3.2.2. Sampel ... 61

3.3. Data dan sumber data ... 61

3.3.1. Data primer ... 62

3.3.2. Data sekunder ... 62

3.4. Teknik pengumpulan data ... 63

3.4.1 . Dokumentasi dan Opservasi... ... 63

(12)

vi

3.5. Diagram Alir Metode Penelitian ... 64

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN 4.1. Gambaran Bandar Udara Int.Sultan Hasanuddin ... 65

4.1.1. Sejarah Bandar Udara Int.Sultan Hasanuddin ... 65

4.1.2. Letak Bandar Udara Int. Sultan Hasanuddin ... 67

4.1.3. Hasil Prediksi arus penumpang dan Proyeksi Pesawat ... 67

4.2. Hasil Penelitian ... 74

4.2.1. Titik-titik penelitian ... 74

4.2.2. Hasil uji Laboratorium ... 78

4.3. Pembahasan ... 85

4.3.1. Hasil Uji Ambien 2014 Angkasa Pura I ... 85

BAB V PENUTUP 5.1. KESIMPULAN DAN SARAN... 89

5.1.1. Kesimpulan ... 89

5.1.2. Saran ... 90 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(13)

vi

DAFTAR TABEL

1. Indeks Standar Pencemaran ... 30

2. Parameter Dasar Indeks Standar Pencemaran ... 31

3. Angkah Dan Kategori Standar Pencemaran Udara ... 32

4. Tabel Polutan Standar Indeks ... 35

5. Tabel Acuan Aerodrome ... 46

6. Tabel Kode Acuan Bandar Udara FAA ... 47

7. Tabel Spesifikasi Runway dan Runway Strip ... 48

8. Tabel Standar Baku Mutu ... 56

9. Tabel Data Dan Sumber Data ... 61

10. Tabel Tempat dan Waktu Penelitian ... 75

11. Tabel Laporan Hasil Uji Ruang Tunggu Kanan ... 78

12. Tabel Laporan Hasil Uji Ruang Tunggu kiri ... 79

13. Tabel Laporan Hasil Uji Ruang Kedatangan I ... 80

14. Tabel Laporan Hasil Uji perumahan ... 81

15. Tabel Laporan Hasil Uji Ruang Kedatangan II ... 82

16. Tabel Laporan Hasil Uji ruang Basement ... 83

17. Tabel Laporan Hasil Uji peralatan Parkir ... 84

18. Tabel Perbandingan Hasil Analisis Penelitian PT.Angkasa Pura I ... 85

19. Tabel Parkir Penumpang 2014 ... 87

20. Tabel Apron 2014 ... 88

(14)

vi

DAFTAR GRAFIK

1. Grafik Batas Indek Standar Pencemaran Udara Dalam Satuan Matriks

( Sulfur Dioksida)... 33

2. Grafik Batas Indek Standar Pencemaran Udara Dalam Satuan Matriks ( Carbon Monoksida ) ... 34

3. Grafik Batas Indek standar Pencemaran Udara Dalam Satuan Matriks ( Nitrogen Dioksida )... .... 34

4. Grafik Proyeksi Pertumbuhan Penumpang Datang... 68

5. Proyeksi Pertumbuhan Penumpang Berangkat... 69

6. Proyeksi Pertumbuhan Pesawat Datang (Domestik Dan Internasional) .... 70

7. Grafik Batang Pertumbuhan Penumpang Datang ...71

8. Grafik Batang Pertumbuhan Penumpang Berangkat... 72

9. Grafik Batang Pertumbuhan Pesawat Datang... 73

10. Grafik Batang Pertumbuhan Pesawat Berangkat... 74

(15)

1 BAB I

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pembangunan suatu wilayah membutuhkan jasa angkuatan yang memadai, salah satu jasa transportasi yang sering di gunakan saat ini adalah transportasi menggunakan pesawat udara yang memerlukan infrastruktur pendukung berupa bandar udara. Bandar udara berskala besar untuk pengusahaannya di kelola oleh PT.Angkasa Pura yang merupakan Badan Usaha Milik Negara dibawahi oleh Depertemen Perhubungan.

Transportasi udara merupakan moda transportasi yang cepat dan efisien.Kelancaran kegiatan transportasi tersebut didukung oleh ketersediaan bandar udara yang baik. Bandar udara (bandara), merupakan lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara, naik turun penumpang, dan bongkar muat kargo, serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan.

Sebelum tahun 1960-an rencana induk bandara dikembangkan berdasarkan kebutuhan-kebutuhan penerbangan lokal. Namun sesudah tahun 1960-an rencana tersebut telah digabungkan ke dalam suatu rencana induk bandara yang tidak hanya memperhitungkan kebutuhan-kebutuhan di suatu daerah, wilayah, propinsi atau negara. Agar usaha-usaha perencanaan bandara untuk masa depan berhasil dengan baik, usaha-usaha itu harus didasarkan kepada pedoman-pedoman yang dibuat berdasarkan pada rencana induk dan sistem bandara yang menyeluruh, baik berdasarkan peraturan FAA, ICAO ataupun Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

(16)

2 Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan dan Kepmen Perhubungan No. KM 44 Tahun 2002 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional.

Fungsi dan peran transportasi sangat penting dalam kehidupan manusia yaitu sebagai pendorong, penggerak dan penunjang kegiatan pembangunan dalam segala sektor, baik sektor perhubungan, perdagangan, sosial ekonomi maupun lingkungan.

Fungsi transportasi adalah mampu menghasilkan jasa transportasi yang handal, lancar aman, nyaman dan berkemampuan tinggi serta diselenggarakan secara terpadu, tertib, efektif dan efesien. Sedangkan peranannya adalah menunjang dalam menggerakkan dinamika pembangunan, memperlancar mobilitas manusia barang dan jasa serta mendukung peningkatan hubungan secara nasional dan internasional. Sub sektor ini juga memegang peranan yang penting terhadap pengembangan bidang sosial, ekonomi dan lingkungan. Bertolak dari kebutuhan akan prasarana dan sarana transportasi udara yang cepat, aman ,dan nyaman sebagai upaya untuk memperlancar arus transportasi barang dan manusia maka perlu adanya dukungan dari semua pihak. Untuk menuju kearah penyelenggara kegiatan bandar udara secara efektif dan efesian , dibutukan secara teknis, ekonomis dan lingkungan pertimbangan tersebut antara lain:

1. Kondisi sekarang dan perkiraan ke depan dari sistim bandar udara secara teknis dan operasional dapat di pertanggung jawabkan.

2. Indikasi awal dan akan datang mengenai dampak lingkungan yang akan terjadi di lingkungan bandar udara.

(17)

3 Bandar udara harus di rancang dengan baik sehingga sesuai dengan lingkungan sekitarnya, Mengingat potensi dampak lingkungan yang timbul dari kegiatan ini, maka sebagai upaya dalam melakukan pengendalian dampak lingkungan, baik pada saat pra konstruksi, konstruksi, dan operasi bandar udara tersebut, diperlukan perencanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam dokumen pengelolaan lingkungan (dokumen AMDAL maupun UKL/UPL). Sebagai salah satu acuan dalam melakukan penilaian dokumen pengelolaan lingkungan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup menerbitkan Panduan Penilaian AMDAL atau UKL/UPL untuk kegiatan pembangunan bandar udara. Diharapkan, panduan ini akan dapat bermanfaat bagi anggota Komisi Penilain AMDAL dan instansi yang mengawasi pelaksanaan AMDAL dan UKL-UPL sebagai gambaran proses pembangunan Bandar udara..

Perencanaan Bandar Udara harus di lakukan dalam konteks rencana regional secara menyeluruh. Lokasi , ukuran dan konigurasi harus di sesuaikan dengan pola pengembangan pemukiman yang sudah ada dan yang direncanakan dengan pertimbangan pengaruh terhadap lingkungan.

Pengoperasian Bandar Udara tidak hanya di fokuskan pada pergerakan penumpang dan barang, sistim kontrol kualitas lingkungan harus di berikan prioritas tinggi. Dampak pembangunan Bandar Udara dan fasilitas umum terhadap lingkungan hanya dapat sedikit perhatian.

Keberatan mengenai isu lingkungan hidup sangat jarang, dan baru

(18)

4 pada akhir-akhir ini masyakat mulai peduli dampak pengoperasian Bandar Udara terhadap lingkungan.

Di lain sisi Bandar Udara juga merupakan gerbang suatu negara yang menjadi akses untuk berbagai asfek politik, sosial-budaya, ekonomi dan wisata. Disamping itu pula bandara banyak membantu dalam pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar, akan tetapi di sisi lain memiliki dampak negatif. Pengoperasian bandar udara diperlukan sistem kontrol kualitas lingkungan menjadi prioritas tinggi. Aktifitas pesawat udara dan kendaraan bermotor di bandar udara Sultan Hasanuddin mengganggu masyarakat sekitar Bandar Udara, yaitu akan menurunkan mutu udara dengan konsentrasi zat-zat sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NO2), carbon monoksida (CO), dan berbagai bentuk senyawa organik beracun lainnya.

Umumnya polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap yang berasal dari proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, yang di hasilkan dari mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik, dan kendaraan bermotor. Selain itu, gas dan asap tersebut merupakan hasil oksidasi dari beberapa unsur penyusunan bahan bakar, yaitu CO ( karbon monoksida ) SO2 (sulfur dioksida) dan NO2 ( nitrogen dioksida ).Faktor-faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, di antaranya pencemaran yang di timbulkan oleh sumber- sumber alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama.

(19)

5 Undang-Undang No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pasal 1 ayat 1 dikatakan bahwa Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang, dan semua benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya. Sedangkan pasal 1 ayat 2 menyatakana bahwa upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakan hukum. Kedua landasan hukum diatas memperlihatkan peranan manusia yang berinteraksi dengan lingkungan melalui berbagai upaya, sehingga manusia dengan kemampuannya dapat menguasai dan merubah alam serta menciptakannya demi mendukung kehidupan manusia sendiri.

Peraturan Pemerintah RI No.40 tahun 2012, Tentang Penggunaan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandar Udara pasal 1, mendefenisikan bahwa Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan Bandar Udara dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan fungsi keselamatan, keamanan, kelancaran, dan ketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargo dan/atau pos, tempat perpindahan intra dan/atau antarmoda serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

(20)

6 1.2. Rumusan Masalah.

Mengacu pada latar belakang yang di uraikan sebelumnya maka masalah yang muncul adalah sebagai berikut :

a).Apakah polusi udara mengganggu masyarakat akibat aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin ?

b).Berapakah tingkat Polusi udara yang terjadi di bandara akibat aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin ?

c).Bagaimanakah menganalisa tingkat Polusi udara di bandara akibat aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin ?

1.3. Batasan Masalah.

Berdasarkan identifikasih masalah diatas, maka batasan masalah yang muncul adalah sebagai berikut : Penelitian dilakukan dalam area bandar udara meliputi ruang tunggu, afron, ruang keberangkatan, basement, Tempat parkir, dan lokasi pemukiman warga yang berdekatan dengan area bandara (Sudiang)

1.4. Maksud Dan Tujuan Penilitian.

Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk

a). Mengetahui tingkat polusi udara yang terjadi dibandara akibat aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin.

b). Untuk mengetahui bagaimana menganalisa tingkat polusi uadara yang terjadi di Bandara akibat aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin.

c). Mengetahui apakah polusi udara mengganggu masyarakat akibat aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin.

(21)

7 1.5. Manfaat Penelitian.

Manfaat yang didapat dari penelitian ini adalah :

a). Ditemukannya tingkat polusi udara, pengaruh polusi udara dan analisa tingkat polusi udara di Bandar udara internasional Sultan Hasanuddin.

b). Dijadikan bahan masukan buat kita dalam mengantisipasi tingkat polusi udara dibandar udara Sultan Hasanuddin akibat aktifitas di Bandara.

1.6. Sistematika Penulisan

Penulisan laporan penelitian tugas akhir ini terdiri dari beberapa bab, dimana masing-masing bab membahas masalah tersendiri. Selanjutnya sistematika laporan ini sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini membahas mengenai latar belakang , identifikasi permasalahan objek tugas akhir , maksud dan tujuan , batasan masalah dan bagai mana sistematika penulisannya.

BAB II LANDASAN TEORITIS

Bab ini menjelaskan suatu landasan teori dari suatu penelitian tertentu atau karya ilmiah sering juga disebut sebagai studi literatur atau tinjauan pustaka.

(22)

8 BAB III METODELOGI PENELITIAN

Dalam bab ini menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan pada penelitian tugas akhir untuk beberapa item pekerjaan selama penelitian tugas akhir.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menjelaskan hasil dan pembahasan akhir penelitian tugas akhir.

Hal tersebut menjelaskan antara lain deskripsi kondisi objek dan

permasalahannya, uraian aktivitas dan evaluasi penelitian tugas akhir serta penjadwalan saat penelitian tugas akhir.

BAB V PENUTUP

Dalam bab ini berisi hasil data analisis yang telah dilakukan pada bab sebelumnya yang merupakan kesimpulan dari hasil analisis data yang telah dilakukan. Selain itu itu juga saran atau rekomendasi yang akan di berikan kepada pihak terkait sehubungan dengan hasil tugas akhir ini.

LAMPIRAN

GAMBAR PENELITIAN TUGAS AKHIR

(23)

9 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Istilah Kebandarudaraan

2.1.1. Beberapa Istilah Kebandarudaraan Yang Perluh Diketahui a. Airport

Area daratan atau air yang secara regular dipergunakan untuk kegiatan teke- off and landing pesawat udara. Diperlengkapi dengan fasilitas untuk pendaratan, dilengkapi dengan fasilitas keamanan dan terminal building untuk mengakomodasikan keperluan penumpang dan barang dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi.

b. Kebandarudaraan

Meliputih segalah sesuatu yang berkaitan dengan penyelengaraan bandar udara dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan fungsi sebagai bandara dalam menunjang kelancaran keamanan dan ketertiban arus lalulintas pesawat udara, penumpang, barang dan pos.

c. Airfield

Area daratan atau air yang dapat di gunakan untuk kegiatan take-off and landing pesawat udara. Fasilitas untuk pendaratan, parkir pesawat perbaikan pesawat dan terminal building untuk mengakomodasi keperluan penumpang pesawat.

(24)

10 d. Aerodrom

Area tertentu baik darat maupun air ( meliputih bangunan sarana dan prasarana, instalasi insfrastruktur, dan peralatan penunjang )

2.1. Aktifitas Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.

2.1.1.Pengertian Polusi udara.

Emil Salim ( 2005 ), Polusi udara di artikan sebagai keadaan atmosfir, dimana satu atau lebih bahan-bahan polusi yang jumlah dan kosentrasinya dapat membahayakan kesehatan mahluk hidup, merusak properti, mengurangi kenyamanan di udara. Berdasarkan definisi ini maka segalah bahan padat, gas, dan cair yang ada di udara dapat menimbulkan rasa tidak nyaman disebut polutan udara.

Mukono ( 2006 ), di katakan Polusi udara adalah bertambahnya bahan atau substrat fisik atau kimia ke dalam lingkungan udara normal yang mencapai jumlah tertentu, sehingga dapat di deteksi oleh manusia ( atau yang dapat di hitung dan di ukur ) serta dapat memberikan efek pada manusia, binatang, vegetasi, dan material karena ulah manusia (man made).

Pencemaran dapat terjadi di rumah, ruang-ruang sekolah ataupun ruang-ruang perkotaan, maka disebut sebagai pencemaran dalam ruang ( indoor pollution ). Sedangkan bila pencemarannya terjadi di lingkungan rumah, perkotaan, bahkan regional maka di sebut sebagai pencemaran di luar ruangan ( out door pollution ). Masuknya atau tercampurnya unsur- unsur berbahaya kedalam atmosfir dalam jumlah dan kosentrasi tertentu, baik berupa bahan padat, gas dan cair yang ada di udara yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman disebut polutan udara.

(25)

11 Pencemaran Udara atau polusi udara adalah kehadiran satu atau lebih subtansi fisik, kimia atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang membahayakan kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan atau merusak property ( EPA, 2009 ).

Sedangkan menurut pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang pengendalian Polusi udara, pasal 1, polusi udara adalah masuk atau dimasuknya zat, energy, dari komponen lain kedalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya.

Undang-Undang No. 32 tahun 2009, dikatakan bahwa pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Emil Salim (1985), menyatakan bahwa lingkungan hidup adalah semua benda, daya, kondisi, keadaan, dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempunyai hal-hal yang hidup termasuk kehidupan manusia. Sedangkan pengertian pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya yang dilakukan dalam melestarikan lingkungan dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. .

Sehubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam agar lingkungan tetap lestari, maka harus diperhatikan tatanan/tata cara lingkungan itu sendiri. Dalam hal ini manusialah yang paling tepat sebagai pengelolanya karena manusia memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan

(26)

12 organisme lain. Manusia mampu merombak, memperbaiki, dan mengkondisikan lingkungan seperti yang dikehendakinya, seperti:

a. Manusia mampu berpikir serta meramalkan keadaan yang akan datang.

b. Manusia memiliki ilmu dan teknologi.

c. Manusia memiliki akal dan budi sehingga dapat memilih sesuatu yang baik.

2.1.2. Peran Bandar Udara

Bandar udara memiliki peran sebagai:

1. Simpul dalam jaringan transportasi udara yang digambarkan sebagai titik lokasi bandar udara yang menjadi pertemuan beberapa jaringan dan rute penerbangan sesuai hierarki bandar udara;

2. Pintu gerbang kegiatan perekonomian dalam upaya pemerataanpembangunan, pertumbuhan dan stabilitas ekonomi sertakeselarasan pembangunan nasional dan pembangunan daerah yang digambarkan sebagai lokasi dan wilayah di sekitar bandar udara yang menjadi pintu masuk dan keluar kegiatan perekonomian;

3. Tempat kegiatan alih moda transportasi, dalam bentuk interkoneksi antar moda pada simpul transportasi guna memenuhi tuntutan peningkatan kualitas pelayanan yang terpadu dan berkesinambungan yang digambarkan sebagai tempat perpindahan moda transportasi udara ke moda transportasi lain atau sebaliknya.

4. Pendorong dan penunjang kegiatan industri, perdagangan dan/atau pariwisata dalam menggerakan dinamika pembangunan nasional, serta keterpaduan dengan sektor pembangunan lainnya, digambarkan sebagai

(27)

13 lokasi bandar udara yang memudahkan transportasi udara pada wilayah di sekitamya.

5. Pembuka isolasi daerah, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang dapat membuka daerah terisolir karena kondisi geografis dan/atau karena sulitnya moda transportasi lain.

6. Pengembangan daerah perbatasan, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang memperhatikan tingkat prioritas pengembangan daerah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia di kepulauan dan/atau di daratan.

7. Penanganan bencana, digambarkan dengan lokasi bandar udara yang memperhatikan kemudahan transportasi udara untuk penanganan bencana alam pada wilayah sekitarnya.

8. Prasarana memperkokoh Wawasan Nusantara dan kedaulatan negara, digambarkan dengan titik-titik lokasi bandar udara yang dihubungkan dengan jaringan dan rute penerbangan yang mempersatukan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2.1.3. Dampak dan Teknik Operasional Pengelolaan Pencemaran.

Pada prinsipnya peraturan pengelolaan aspek lingkungan berupa peraturan-peraturan yang merupakan dasar hukum pengelolaan aspek lingkungan sebagai acuan untuk menentukan kulitas lingkungan hidup di Bandar Udara akan dilakukan kajian standar lingkungan hidup yang berlaku di Bandar Udara. Di Indonesia standar lingkungan hidup berunjuk pada UU no. 24 tahun1992 tentang kebandarudaraan, keputusan Mentri Perhubungan KM no.44,45 dan 48 tahun 2002 tentang penyelenggaraan bandar udara

(28)

14 umum, keputusan Mentri Lingkungan Hidup KM no.17 tahun 2001 tentang jenis rencana usaha dan kegiatan yang wajib dilengkapi dengan analisis mengenai dampak lingkungan.

Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara sadar, terencana yang memadukan komponen lingkungan hidup kedalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejateraan dan mutu hidup generasi masa kini dan masa depan.

Usaha kerja sama dilakukan oleh semua pelaku pembangunan ( pemerinta provinsi, masyarakat dan kalangan swasta ) secara bersama- sama dalam pengelolaan lingkungan memiliki tujuan akhir tercapainya peningkatan kesehatan masyarakat.

Untuk tatanan pemerintah provinsi Sulawesi selatan, tingkat kesadaran dalam menjaga kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan harus ditingkatkan, usaha-usaha peningkatan dan pengembangan kea rah konservasi alam yang sudah diimplementasikan dalam setiap kegiatan pembangunan harus dipertahankan begitu juga komitmen pemerintah provinsi Sulawesi selatan dalam perencanaan program-program yang mengandung upaya-upaya konservasi sumberdaya alam dan kelestarian lingkungan terutama pada pengoperasian pesawat terbang di bandara Sultan Hasanuddin dalam pengalokasian dana bagi upaya pengelolaan , pemeliharaan, penyelamatan dan pemulihan lingkungan serta dalam mengatasi permasalahan lingkungan.

Untuk tatanan swasta, komitmen terhadap pengelolaan lingkungan masih terlihat relative rendah karena masih banyak pelaku kegiatan (

(29)

15 industry, perdagangan dan jasa ) yang belum menerapkan kaidah-kaidah konservasi sumberdaya alam dan lingkungan dalam proses kegiatannya.

Masih terlihat terjadi kecenderungan yang signifikan dari pelaku kegiatan untuk hanya mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa mengindahkan azas keberlanjutan. Namun demikan telah ada pula bisnis yang menerapkan kaidah-kaidah ramah lingkungan seperti beberapa perusahaan telah menerapkan sistem manajemen lingkungan.

Untuk tatanan masyarakat, masih terdapat variasi tingkat pemahaman yang signifikan terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Perbedaan pahaman tersebut disebabkan adanya perbedaan tingkat pendidikan, tingkat kesejateraan masyarakat, kultur budaya setempat, dan keragaman demografis. Secara garis besar tingkat pahaman masyarakat belum terlihat cukup baik dan merata sehingga dirasakan perlu untuk melakukan upaya pelibatan masyarakat dalam upaya pengelolaan lingkungan telah mulai tumbuh seperti yang diindikasikan dalam keterlibatan masyarakat pada gerak rehabilitasi lahan penghijauan dengan kegiatan penanaman tanaman pada lahan-lahan kristis.

Pencemaran udara dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan alam, antara lain; hujan asam, penipisan lapisan ozon dan pemanasan global.

Upaya pencegahan polusi sebagai upaya penerapan yang kontinu dari suatu strategi pengelolaan lingkungan yang integral preventif terhadap proses dan produk termasuk usaha jasa untuk mengurangi terjadinya resiko terhadap manusia dan lingkungan.

(30)

16 Teknik operasional pengelolaan pencemaran :

a). Sumber dampak.

Pada hakekatnya polusi udara mengganggu aktifitas dan kesehatan penduduk, apalagi penduduk yang berkediaman didekat wilayah bandara.

Hal ini dirasakan pada penduduk Sudiang yang kesehariannya terkena dampak pencemaran udara akibat aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Dampak dari polusi udara terhadap diri manusia adalah seperti batuk dan penyakit pernapasan ( Bronkhitis, Empisema, Dan kemungkinan Kangker Paru-Paru ). Pemerintah Kota dan Pengelola bandara ( Angkasa Pura I ) harus mengambil alternatif pencegahan sejak dini dan mencegah dampak yang berkepanjangan serta mencari solusi atas dampak polusi udara tersebut. Hal ini di karenakan beberapa tahun kedepan akan semakin banyak penduduk yang akan menempati posisi tempat tinggal didekat area bandara tepatnya didaerah perumahan sudiang.

Sumber dampak berasal dari transportasi udara akibat pengoperasian pesawat udara dan kendaraan darat yaitu aktifitas kendaraan darat dari dan yang menujuh bandar udara. Jenis dampak yang terjadi berupa penurunan kualitas udara melalui kandungan SO2, NO2, CO..

Secara garis besar sumber polusi uadara dapat di bagi dua, kategorinya sebagai berikut ( EPA, 2009 ) :

1. Anthrogenic ( aktivitas manusia ) terutama yang berkaitan dengan pembakaran.

2. Sumber alam.

(31)

17 b). Pengukuran.

Penilaian mengacu kepada Peraturan Pemerintah RI No. 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Dalam Ensiklopedia; ( 2002 ) teknik pengelolaan pencemaran lingkungan hidup diantaranya adalah :

1. Proses, cara, perbuatan mengelola.

2. Proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakan tenaga orang lain.

3. Proses membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan organisasi.

4. Proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat didalam kebijaksanaan dan penciptaan tujuan.

2.1.4. Klasifikasi Polusi Udara.

1. Polusi Primer

Polusi primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara atau polutan yang dikeluarkan dari sumber tertentu, dan dapat berupa:

a. Gas, terdiri dari :

1. Senyawa karbon yaitu hidrokarbon, hidrokarbon teroksigenasi, dan karbon oksida (CO) karena ia merupakan hasil dari pembakaran.

2. Senyawa sulfur, yaitu oksida.

3. Senyawa halogen, yaitu flour, klorin, hydrogen klorida, hidrokarbon terklorinasi, dan bromin.

b. Partikel.

(32)

18 2. Polusi Sekunder.

Polusi sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer sekunder yang biasanya terjadi karena reaksi dari dua atau lebih bahan kimia di udara, misalnya reaksi foto kimia. Sebagai contoh adalah disosiasi NO2 yang menghasilkan NO2 dan CO radikal. Proses kecepatan dan arah reaksinya dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

a) Konsentrasi relative dari bahan reaktran.

b) Derajat fotoaktivasi.

c) Kondisi iklim.

d) Topografi lokal dan adanya embun.

3. Hujan Asam

Hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris. Hujan asam adalah hujan yang memiliki kandungan pH (derajat keasaman) kurang dari 5,6. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:

1. Mempengaruhi kualitas air permukaan.

2. Merusak tanaman.

3. Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan.

4. Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan.

(33)

19 SO2 dan NO2 yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil (kendaraan bermotor) dan pembakaran batubara (pabrik dan pembangkit energi listrik) akan menguap ke udara. Sebagian lainnya bercampur dengan O2 yang dihirup oleh makhluk hidup dan sisanya akan langsung mengendap di tanah sehingga mencemari air dan mineral tanah.

4. Penipisan Lapisan Ozon

Ozon (O3) adalah senyawa kimia yang memiliki 3 ikatan yang tidak stabil. Di atmosfer, ozon terbentuk secara alami dan terletak di lapisan stratosfer pada ketinggian 15-60 km di atas permukaan bumi. Fungsi lapisan adalah untuk melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan sinar matahari dan berbahaya bagi kehidupan. Zat kimia buatan manusia yang disebut sebagai ODS (Ozone Depleting Substances) atau BPO (Bahan Perusak Ozon) ternyata mampu merusak lapisan ozon sehingga akhirnya lapisan ozon menipis.

Lapisan ozon yang berada distratosfer merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi menyaring radiasi ultraviolet dari matahari.

Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahari tidak tersaring dan dapat mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman.

Ozon merupakan oksidasi foto kimia dalam trofosfer. Terbentuk akibat reaksi fotokimia dengan bantuan polutan lain seperti NO2 dan lain-lain.

Dampak jangka pendeknya dapat imflasi peradangan pada paru dan

(34)

20 mengganggu fungsi pertahanan paru dan kardiovaskular, dampak jangka panjang dapat menginduksi terjadinya asma , bahkan fibrosis paru.

Penelitian epidemiologis menunjukan dampak ozon yang tinggi dapat meningkatkan jumlah eksaserbasi atau serangan asma ( Gold, 2005 ).

5. Pemanasan Global

Kapasitas CO yang tinggi di lapisan atmosfer dapat menghalangi pantulan panas dari bumi ke atmosfer sehingga permukaan bumi menjadi lebih panas. Peristiwa ini disebut dengan efek rumah kaca. Efek rumah kaca ini mempengaruhi terjadinya kenaikan suhu udara di bumi (pemanasan global). Pemanasan global adalah kenaikan suhu rata-rata di seluruh dunia dan menimbulkan dampak berupa berubahnya pola iklim.Kadar CO yang tinggi di lapisan atmosfer dapat menghalangi pantulan panas dari bumi ke atmosfer sehingga permukaan bumi menjadi lebih panas.Peristiwa ini disebut dengan efek rumah kaca. Efek rumah kaca mempengaruhi terjadinya kenaikan suhu udara di bumi (pemanasan global) yang disebabkan oleh keberadaan CO, metana, ozon, dan NO2 di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2012 Tentang Pembangunan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Bandar Udara pasal 31, manyatakan bahwa badan usaha bandar udara atau unit penyelenggara bandar udara wajib menjaga ambang batas kebisingan dan

(35)

21 pencemaran lingkungan di bandara dan sekitarnya sesuai dengan ambang batas dan baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Selanjutnya dalam pasal 38 dikatakan bahwa pencemaran lingkungan dapat disebabkan oleh:

1. Emisi gas buang dan kebisingan pengoperasian pesawat udara;

2. Emisi gas buang dan kebisingan dari peralatan dan/atau kendaraan bermotor;

3. Air limbah yang ditimbulkan dari pembangunan, operasional dan perawatan Bandar udara dan pesawat udara;

4. Limbah padat yang ditimbulkan dari pembangunan, operasional dan perawatan bandar udara dan pesawat udara;

5. Zat kimia yang ditimbulkan dari pembangunan, operasional dan perawatan bandar udara dan pesawat udara.

Dalam pasal 43 dan pasal 44, dikatakan bahwa untuk menjaga ambang batas kebisingan dan pencemaran lingkungan, badan usaha bandar udara atau unit penyelenggara bandar udara wajib melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup bandar udara dilaksanakan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Beberapa komponen yang perlu dilakukan dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan bandar udara, sebagai berikut:

1. Menjaga kualitas udara;

2. Mengoptimalkan penggunaan dan penghematan energi;

3. Mengendalikan kebisingan;

4. Menjaga kualitas air;

(36)

22 5. Menjaga kualitas tanah dan mengendalikan pencemaran tanah akibat air

limbah dan limbah padat; dan

6. Mengendalikan dan mengolah air limbah dan limbah padat agar sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan Pemerintah dan dapat dimanfaatkan kembali.

2.1.5. Dilema aktifitas Bandar Udara terhadap lingkungan.

Dunia penerbangan menghadapi dilema terhadap lingkungan atmosfer.

Pesawat udara yang terbang rendah ( sekitar 1800.m ) tidak efisien dalam penggunaan bahan bakar yang berarti polutan udara yang dihasilkan semakin meningkat. Jika pesawat udara terbang pada ketinggian yang relatif tinggi, pesawat akan efesien dalam penggunaan bahan bakar, tetapi menghasilkan constans. Constans terbentuk pada atmosfer yang basah ( sangat dingin ) efektivitas penggunaan bahan bakar pada pesawat tidak saja berdampak pada terbentuknya constans atau contrails juga emisi NO2 harus berkurang 12%.

Menurut Budiyono ( 2000 ). Jenis zat polutan udara yang merusak ozon sangat tergantung pada ketinggian. Diketinggian mesopause ( perbatasan antara lapisan termosfer dengan lapisan mososfer ) sekitar 80-85 km diatas permukaan bumi, molekul lapisan ozon dirusak dan mendapat gangguan dari gugus hydrogen. Metana termasuk dalam gugus hydrogen. Sampai saat ini ketinggian yang dijangkau oleh pesawat udara adalah 60-80 km dari permukaan bumi. Pada ketinggian antara 20 sampai dengan 40 km di atas permukaan bumi (pada lapisan stratosfer) molekul ozon dirusak oleh oksida nitrogen ( NO2 ). Bahan bakar fosil pada umumnya dan avtur pada

(37)

23 khususnya disamping mengandung unsur karbon juga mengandung unsur nitrogen (NO2 ). Hal ini dikarenakan nitrogen menduduki persentase terbesar dalam susunan kimia atmosfer yaitu sebesar 78 % sehingga dalam bahan bakar juga terdapat unsur nitrogen. NO2 yang diemisikan pada ketinggian 9 km sampai 13 km akan mengganggu keseimbangan panas sistem atmosfer- bumi. Pembakaran (oksi-dasi) bahan bakar fosil juga nantinya akan menghasilkan NO2.

2.2. Arti Transportasi dan Keputusan Kebandarudaraan.

2.2.1. Arti Transportasi.

Transportasi dapat di artikan sebagai tempat pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ( origin ) ke tempat tujuan ( destination ).

Dalam kegiatan transportasi di perlukan 4 komponen yakni : 1. Tersedianya muatan yang di angkut.

2. Terdapannya kendaraan sebagai angkutannya.

3. Adanya jalan yang di lalui ( Rute ).

4. Terminal.

Bandar udara juga merupakan kawasan di daratan dan/atau di perairan dengan batas- batas tertentu yang di gunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang dan tempat pemindahan Intra dan Antar modah transportasi, yang di lengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.

Menurut PP 71/1996 kebandarudaraan yang dimaksud dengan bandar udara adalah lapangan terbang yang di gunakan untuk mendarat dan lepas

(38)

24 landas pesawat udara, naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang dan atau pos, serta di lengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi. Untuk keperluan penetapan standar- standar rancangan geometri untuk berbagai ukuran bandar udara dan fungsi- fungsi yang di layani, digunakan kode-kode angka dan huruf untuk klasifikasi bandar udara.

Ada dua klasifikasi bandar udara yaitu berdasarkan ICAO ( International Civil Aviaton Organization ) dan FAA ( Federal Aviaton Administration ).Saat ini ICAO mengunakan kode acuan dua unsur untuk mengkasifikasi standar desain geometrik bandar udara. Unsur kode itu terdiri dari penetapan angka dan huruf. Nomor kode 1 sampai 4 mengklasifikasikan panjang landasan pacu yang tersedia dan huruf kode A sampai E mengklasifikasi lebar bentang sayap dan bentang roda. Pendaratan pertama sebelah luar untuk pesawat yang merupakan dasar perancangan bandar udara.

2.2.2. Keputusan tentang kebandarudaraan.

Berdasarkan KM No.72 Tahun 2009 tentang rencana induk Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Provinsi Sulawesi selatan menimbang

a. Bahwah dalam undang-undang No.1 Tahun 2009 tentang penerbangan dan peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang kebandarudaraan, diatur mengenai rencana induk Bandar udara yang merupakan pedoman untuk pembangunan dan pengembangan Bandar udara guna menjamin kelangsungan dan kelancaran penyelenggaraan

(39)

25 Bandar udara dan keselamatan operasional penerbangan dengan peraturan mentri perhubungan.

b. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perluh menetapkan Peraturan Mentri Perhubungan tentang Rencana Induk Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, provinsi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan statusnya, kegiatan bandara dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu: Bandar Udara Umum, merupakan Bandar udara yang digunakan untuk melayani kepentingan umum; Bandar Udara Khusus, merupakan bandar udara yang digunakan untuk melayani kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan tertentu. Kegiatan kebandarudaraan dapat diselenggarakan secara langsung oleh pemerintah, baik pusat maupun pemerintah daerah, maupun melalui badan usaha kebandarudaraan atau perusahaan tertentu. Secara prinsip, pemrakarsa sebagai penanggungjawab kegiatan harus jelas, sehingga dalam pengelolaan dampak lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan kebandarudaraan akan dapat tertangani dengan baik. Sesuai dengan fasilitas bandar udara, kegiatan operasional Bandar udara, dan jenis pengendalian ruang udara di sekitar Bandar udara (Tingkat Pelayanan Lalu lintar Udara).

Mengingat bandara sebagai pintu gerbang suatu negara, maka berdasarkan penggunaannya, bandara dibagi menjadi bandara terbuka yang melayani perjalanan internasional dan bandara tidak terbuka yang hanya melayani perjalanan domestik. Selain itu, berdasarkan fungsi simpul dalam jaringan transportasi udara, bandara dibedakan menjadi Bandar Udara Penyebaran, dan Bandar Udara Bukan Penyebaran. Pembedaan bandar

(40)

26 udara tersebut ditentukan berdasarkan penilaian atas kriteria sebagai berikut (PP 07/2001): Status kota dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang meliputi:

1. Pusat Kegiatan Nasional (PKN);

2. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW);

3. Pusat Kegiatan Lokal (PKL).

Status Penggunaan Bandar Udara yang meliputi : 1. Internasional.

2. Domestik.

Jumlah kepadatan penumpang yang meliputi:

1. Datang dan berangkat.

2. Transit.

3. Frekuensi penerbangan.

Rute penerbangan yang meliputi : 1. Rute penerbangan dalam negeri.

2. Rute penerbangan luar negeri.

3. Rute dalam negeri yang menjadi cakupannya

Oleh karena itu akan dilakukan penelitian mengenai polusi udara yang diakibatkan oleh aktifitas di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.

2.3. Dampak penggunaan bahan bakar pada pesawat tebang.

2.3.1. Sumber Polusi Udara.

Polusi udara yang bersumber dari transportasi darat telah banyak dikaji.

Sebaliknya sumber polusi udara dari transportasi udara belum banyak di

(41)

27 ketahui, hal ini mungkin di karenakan mo lode observasi dan pengukuran polutan udara ( zat pencemar ) dari limbah transportasi udara adalah sulit dan memakan biaya yang relatif tinggi serta belum di anggap sebagai suatu ancaman. Perbedaan antara jenis transportasi ( darat dan udara ) terdapat bahan bakar yang digunakan. Bahan bakar transportasi darat didominasi oleh solar dan bensin, sedangkan pesawat terbang menggunakan avtur ( jet fuer ) sebagai bahan bakarnya atau jenis korosine. Solar bensin dan Avtur adalah bahan bakar fosil yang bersumber pada tambang minyak bumi, polutan udara yang dihasilkan oleh pesawat adalah karbon monoksida (CO),Nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2)

2.3.2. Pengkajian Polusi Udara.

Pengkajian polusi udara dari transportasi udara perlu dilakukan karena pertama, secara kasat mata transportasi udara berjarak lebih dekat mencemari udara karena dibuang pada lapisan bagian atas troposfer dan lapisan bagian bawah statosfer 19-13 km dari permukaan bumi mendekati lapisan ozon. Sampai saat ini ketinggian yang dapat di jangkau oleh sebagian pesawat udara adalah 60-80 km dari permukaan bumi. Tidak seperti transportasi darat yang masih bersentuhan langsung dengan permukaan tanah. Kedua polutan udara dari sumber transportasi darat dapat diabsorbsi oleh vegetasi polutan yang dihasilkan transportasi udara tidak ada yang mengabsorbsinya, CO yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil transportasi darat dapat diabsorbsi oleh tumbuhan hijau ( jika proporsi antara CO dengan tumbuhan hijau seimbang). Kelebihan CO diudara yang tidak dapat diabsorbsi lagi oleh tumbuhan hijau mengakibatkan banyak CO

(42)

28 diatmosfer dan berperan sebagai gas rumah kaca yang semakin memanasi bumi, hanya air hujan yang mampuh mencuci polutan udara yang terapung- apung diatmosfer yang agak jauh dari permukaan.

Polusi udara memang sebuah kondisi yang sangat memprihatinkan.

Polusi udara sangat berpengaruh terhadap kesehatan manusia dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek akan mengakibatkan berkurangnya aktivitas harian karena sakit yang meningkatkan resiko atau memperberat gejala asma dan alergi, gejala akut (batuk, sesak, infeksi saluran pernapasan). Tidak hanya manusia yang merasakan dampak kesehatan menjadi buruk, ternyata ekosistem lainyapun bisa terkena penyakit yang menyerang organ tubuhnya. Sehingga dapat menyebabkan kematian bagi seluruh makhluk hidup sebagai akibat dari jangka panjangnya.

2.3.3. Dampak Terhadap Manusia.

Sejauh yang terlihat dan dirasakan tingkat polusi udara secara garis besar telah dirasakan oleh masyarakat serta merasa resa dengan aktifitas bandara karena efek polusi udara yang mengganggu dan membahanyakan kesehatan serta berujung pada maut atau kematian.

Masyarakat perpendapat akan semakin para dan tidak bisa teratasi polusi udara jika pihak bandara tidak mencari solusi atas dampak polusi udara, ini menjadi keluhan Masyarakat yang harus ditangani dengan serius.

Tingkat polusi udara terasa kecil dan sederhana jika masyarakat acu tak acu mengenai dampak dampaknya, sedangkan ini merupakan dampak yang serius yang perluh didesain secara detail dan seefesien mungkin

(43)

29 sehingga masyarakat merasa nyaman dan terasa terhindar dari bahaya polusi udara.

2.3.4. Dampak polusi udara terhadap kesehatan.

Polusi udara dapat membahayakan kesehatan terganggu diakibat emisi gas buang yang dihasilkan dari pasawat terbang. Dikuatirkan tahun-tahun kedepan akan ada penambahan armada pesawat terbang yang beroperasi dibandara akibat permintaan penumpang menyebabkan bertambah pula polusi udara yang akan terjadi di sekitar wilayah bandara.

Pada prinsipnya akan ada dilema yang akan dihadapi masyarakat disebabkan emisi gas buang. Faktor ini yang harus dilihat dan dicari solusinya atas emisi yang terjadi kedepan nanti , sehingga sesuai dengan baku mutu pencemaran udara dan dasar- dasar operasional kebandar udaraan.

Setiap pengoperasian Bandara yang terjadi membuat masyarakat merasa terganggu dikarenakan bertambah lajur jadwal penerbangan. Belum lagi yang akan terjadi jika aransemen kebandar udaraan ini memproduksi atau menambahkan angka jadwal penembahan penerbangan dikarenakan makin banyak masyarakat melakukan perjalan menggunakan pesawat terbang.

Akhir-akhir ini dalam pelaksanaan aktifitas lajurnya penerbangan dibutuhkan kejelihan agar dapat menetralisir dampak emisi gas buang yang mengakibatkan polusi udara dalam lintasan dan grafik yang semakin meningkat.

Pada hakekatnya grafik angkah kenaikan polusi udara yang terjadi di sekitaran wilayah bandara harus mendapat evaluasi dan perhatian khusus

(44)

30 agar dapat diketahui dampaknya dan diketahui solusi atau penanganannya, sehingga tidak merugikan masyarakat pada umumnya.

2.3.5. Indek Standar Kualitas Udara.

Salah satu kegiatan dalam menganalisa polusi udara adalah pemantauan kualitas udara ambien. Pemantauan kualitas ambien memiliki peran yang sangat penting dalam penentuan tercemar atau tidaknya udara pada lokasi pengukuran. Sistem pemantauan udara dari sisi teknik pengambilan sampel dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu metode manual dan metode otomatis.

Indeks standar kualitas udara yang dipergunakan secara resmi di Indonesia adalah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : KEP 45 / MENLH / 1997 Tentang Indeks Standar Pencemar Udara. Dalam keputusan tersebut yang dipergunakan sebagai bahan pertimbangan diantaranya : bahwa untuk memberikan kemudahan dari keseragaman informasi kualitas udara ambien kepada masyarakat di lokasi dan waktu tertentu serta sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan upaya-upaya pengendalian pencemaran udara perlu disusun Indeks Standar Pencemar Udara.

Indeks Standar Pencemar Udara adalah angka yang tidak mempunyai satuan yang menggambarkan kondisi kualitas udara ambien di lokasi dan waktu tertentu yang didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainnya. Indeks Standar Pencemar Udara ditetapkan dengan cara mengubah kadar pencemar udara yang terukur menjadi suatu angka yang tidak berdimensi.

(45)

31 2.3.6. Indeks Standar Pencemaran.

Rentang indeks standar pencemar udara dapat dilihat pada tabel .

KATEGORI RENTANG PENJELASAN

Baik 0-50 µg/𝑚3 Tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan Manusia atau Hewan dan tidak berpengaruh pada Tumbuhan bangunan atau nilai estetika.

Sedang 51-100 µg/𝑚3 Tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitive dan nilai estetika.

Tidak Sehat 101-199 µg/𝑚3 Tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitive atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan atau nilai estetika.

Sangat Tidak Sehat

200-299 µg/𝑚3 Tingkat kualitas udara yang merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Berbahaya 300- lebih µg/𝑚3 Tingkat kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan yang serius.

Data Indeks Standar Pencemar Udara diperoleh dari pengoperasian Bandar udara Pemantaua Kualitas Udara Ambien Otomatis. Sedangkan Parameter Indeks Standar Pencemar Udara meliputi :

a. Karbon monoksida (CO) b. Sulfur dioksida (SO2).

(46)

32 c. Nitrogen dioksida (NO2.).

Perhitungan dan pelaporan serta informasi Indeks Standar Pencemar Udara ditetapkan oleh Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan, yaitu Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No. 107 Tahun 1997 Tanggal 21 November 1997.

Keputusan kepala badan pengendalian dampak lingkungan, memuat diantaranya adalah : Parameter-parameter dasar untuk indeks standar pencemar udara (Ispu) dan periode waktu pengukuran, selengkapnya dapat dilihat pada tabel

Tabel . Parameter-Parameter Dasar Untuk Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Dan Periode Waktu Pengukuran.

No PARAMETER WAKTU PENGUKURAN

1. Sulfur Dioksida (SO2) 30 Menit ( Periode pengukuran rata-rata ) 2. Carbon Monoksida (CO) 30 Menit ( Periode pengukuran rata-rata ) 3. Nitrogen Dioksida (NO2 ) 30 Menit ( periode pengukuran rata-rata )

2.3.7. Angka dan kategori ISPU Serta Grafik ISPU

Angka dan Kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), selengkapnya dapat dilihat pada tabel .

(47)

33 ANGKA DAN KATEGORI INDEKS STANDAR PENCEMAR UDARA (ISPU).

INDEKS KATEGORI

1 µg/𝑚3- 50 µg/𝑚3 Baik

51 µg/𝑚3 - 100 µg/𝑚3 Sedang

101 µg/𝑚3 - 199 µg/𝑚3 Tdak sehat 200 µg/𝑚3 - 299 µg/𝑚3 Sangat Tidak Sehat

300 µg/𝑚3- lebih Berbahaya

(48)

34 BENTUK GRAFIK

Batas Indeks Pencemaran Udara dalam Satuan Matriks.

(49)

35

(50)

36 Polutan Standar Indeks (PSI) merupakan index yang dipakai sebagai acuan dari Index Standar Pencemar Udara (ISPU). Polutan Standar Indeks (PSI) dipergunakan oleh beberapa Negara, diantaranya Amerika Serikat. Metode perhitungan yang dipergunakan dalam Polutan Standar Indeks berprinsip pada tingkat efek yang ditimbulkan terhadap manusia dan lingkungan oleh karena pemaparan suatu parameter polutan. Tingkat efek yang ditimbulkannya dianggap konstan untuk setiap konsentrasi pemaparan polutan tertentu. Parameter- parameter yang dipergunakan dalam Polutan Standar Indeks (PSI) adalah seperti dalam table.

NO PARAMETER WAKTU PENGUKURAN

1. Sulfur Dioksida ( SO2 ) 30 menit periode pengukuran rata 2. Carbon Monoksida (CO) 30 menit periode pengukuran rata 3. Nitrogen Dioksida (NO2) 30 menit periode pengukuran rata

2.4. Dampak Polusi Udara Di Bandara Sultan Hasanuddin.

2..4.1. Tingkatan Bahaya Kesehatan.

Ancaman kesehatan terhadap bahaya polusi udara membuat penduduk menjadi resah karena wilayah tempat tinggal jarang sekali mendapatkan perhatian khusus dari pihak terkait dalam penanggulangan polusi udara yang terjadi di tempat tinggal mereka. Alansan kongkrit ini menuai kontroversi dalam benak penduduk sebab Kesehatan sebagai taruhannya. Dari berbagai alasan ini membuat adanya penduduk mendapatkan stres dan mulai mengkritisi pihak bandara dalam ruanglingkup penanganan pulusi udara di tempat tinggal mereka. Kendati demikian tidak ada respon dari pihak

(51)

37 bandara ataupun pemerintah dalam menghadirkan berbagai solusi polusi udara sehingga dalam jeda waktu yang lama di takutkan akan semakin parah dan tidak dapat di selesaikan.

Selain itu, di udara karbon monoksida ( CO ) terdapat dalam jumlah yang sangat sedikit, hanya sekitar 0,1 ppm. Sudah sejak lama diketahui bahwa gas CO dalam jumlah banyak ( Konsentrasi tinggi ) dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan juga dapat menimbulkan kematian

Karbon monoksida ( CO ) apabila terhirup dalam paru-paru akan ikut peredaran darah dan akan menghalangi masuknya oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini dapat terjadi karena gas CO besifat racun, ikut bereaksi secara metabolisme dengan darah ( Hemoglobin ).

Ikatan karbon monoksida dengan darah lebih stabil dari pada ikatan oksigen dengan darah. Keadaan ini menyebabkan darah menjadi mudah menangkap gas CO dan menyebabkan fungsi vital sebagai pengangkut oksigenterganggu.

Dalam keadaan normal konsentrasi CO di dalam darah berkisar antara 0,2% sampai 1,0% dan rata-rata sekitar 0,5%. Disamping itu kadar CO dalam darah dapat seimbang selama kadar CO di atmosfer tidak meningkat dan kecepatan pernapasan tetap konstan.

Substansi Polusi Udara yang terdapat di udara dapat masuk dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat Polusi ke dalam tubuh tergantung pada jenis Polusi. Partikuler yang berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikuler berukuran keci dan gas dapat mencapai paru-paru . Dari paru-paru zat polusi di serap

(52)

38 oleh sistim peredaran darah dan menyebarkan ke seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang sering di jumpai adalah ISPA ( Inpeksi saluran pernapasan akut ), termasuk di antaranya asma, bronkitis dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat polusi di kategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.

Dalam mengetahui tingkat polusi udara yang terjadi maka dilakukan Program perencanaan polusi udara dalam hal ini adalah program-program yang dirancang untuk mengetahui pencegahan pencemaran udara diwilayah Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, sumber dampak berasal dari pengoperasian pesawat udara saat lepas landas maupun saat akan mendarat.

Upaya pengelolaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh Angkasa Pura I selaku pengelolah Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar adalah melakukan penanaman dan penghijauan dilingkungan Bandara, walaupun belum ada program khusus untuk mengurangi penggunaan gas-gas rumah kaca dengan cara menggunakan anergi alternatif dengan memasang panel-penel solar cell. Solar cell dapat mengurangi ketergantungan pembangkit listrik dengan menggunakan sollar dapat mengurangi emisi gas CO. Untuk Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar dapat dikatakan pengelolaan lingkungan baru dilakukan setelah timbul emisi.

Peran serta masyarakat untuk mendukung pengelolaan aspek lingkungan bandar udara adalah ikut serta bertanggung jawab untuk mewujudkan Bandar Udara yang nyaman baik bagi diri sendiri maupun lingkungan.

(53)

39 Mengacu pada baku mutu udara ambien hasil kualitas udara di sekitaran bandar udara Sultan Hasanuddin cukup baik, kegiatan lalulintas pesawat dan kegiatan penunjang belum banyak berpengaruh terhadap kualitas udara di sekitar Bandara.

Pencemaran Menurut hasil pengukuran pada titik pengambilan sampel masih pada tingkat baku mutu yang telah ditentukan. Artinya belum terjadi pencemaran lingkungan yang berarti dari kegiatan operasional bandar udara.

Pencemaran udara di Bandar Udara umumnya terjadi akibat kegiatan pergerakan pesawat udara ( termasuk kegiatan transportasi untuk penumpang dan barang). Hal ini berdampak pada penurunan kualitas udara melalui kandungan CO, SO2, NO2.

Untuk menghindari polusi udara di Bandara Sultan Hasanuddin maka upaya yang di lakukan adalah baru dalam tahapan penghijauan pada zona penyangga dilakukan disekitar bandar udara untuk menetralisir kandungan bahan pencemar udara yang dihasilkan oleh kegiatan di bandara.

Mekanisme dampak polusi udara terhadap kesehatan, secara terjadinya gangguan kesehatan akibat polusi udara dapat di jelaskan sebagai berikut :

1. Timbulnya reaksi radang inflasi pada par ( Ruckerl R et al,..2007 )

2. Terbentuknya radikal bebas atau stress oksidatif, misalnya PAH ( Polyaromatic Hydrocarbons) ( Kai-jen Chuang et al,..2007 )

3. Modifikasi ikatan kovalen terhadap protein penting intraseluler seperti enzim-enzim yang bekerja dalam tubuh ( Kai-jen Chuang et al,..2007 ).

4. Komponen biologis yang menginduksi inflamasi peradangan dan gangguan system imutasi tubuh (Kai-jen Chuang et al,..2007 ).

(54)

40 5. Stimulasi system saraf otonom dan nosioreseptor yang mengatur kerja

jantung dan sesak napas.

6. Efek adjuvant ( tidak secara langsung mengaktifkan system imun ) terhadap terhadap system imutasi tubuh ( Unni Cecilie Nygaard, 2005 ) 7. Efek procuagulant yang dapat mengganggu sirkulasi darah dan

memudahkan penyebaran polusi keseluruh tubuh ( Gilmour et al 2005 ).

Ganguan polusi udara akibat polusi atau pencemaran akan mempengaruhi segi kehidupan manusia baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Gangguan jangka pendek ( Yusad, 2004 ) antara lain :

1. Perawatan di Rumah Sakit, kunjungan ke UGD atau kunjungan rutin dokter, akibat penyakit yang terkait dengan pernapasan.

2. Berkurangnya aktifitas harian akibat sakit.

3. Jumlah absensi ( pekerjaan ataupun sekolah ).

4. Gejala akut ( batuk, sesak, inpeksi saluran pernapasan ).

5. Perubahan fisiologis ( seperti fungsi paru-paru dan tekanan darah )

Sedangkan gangguan kesehatan akibat polusi ini akan berpengaruh jangka panjang ( Rob Beelen, 2009 ) pada beberapa hal sebagai berikut :

1. Kematian seseorang karena penyakit pernapasan.

2. Meningkatnya masalah penyakit Paru-paru Kronuk ( Asma atau penyakit paru osbtruktif kronis ).

3. Gangguan pertumbuhan dan perkembanganjanin 4. Kanker.

(55)

41 2.4.2. Dampak Terhadap Tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat Polusi udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikuler yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosistesis.

2.4.3. Dampak Terhadap Air

Air tercemar apa bila air tersebut telah menyimpang dari keadaan normalnya. Ukuran air tersebut bersih dan tidak tercemar tidak di tentukan oleh kemurnian air.

1. Indikator Polusi air.

Indikator polusi air atau tanda air tercemar adalah adanya perubahan yang dapat di amati melalui :

a. Meningkatnya radioaktivitas lingkungan b. Adanya mikroorganisme

c. Timbilnya endapan, Koloidal, bahan terlarut d. Adanya perubahan warna

e. Adanya perubahan pH atau konsentrasi ion hidrogen f. Adanya perubahan suhu

(56)

42 2. Komponen Polusi Air.

Erat kaitannya dengan masalah indikator Polusi air, ternyata komponen-komponen polusi air ikut menentukan bagaimana indikator tersebut terjadi. Kompnen Polusi adalah :

a. Bahan buangan zat kimia b. Bahan buangan organik

c. Bahan pembuangan cairan berminyak d. Bahan padat

e. Bahan buangan anorganik

f. Bahan buangan olahan bahan makanan g. Bahan buangan zat panas

1. Dampak Polusi air.

Air yang terkena polusi mengakibatkan kerugian besar bagi manusia.

Kerugian yang di sebabkan oleh polusi air dapat berupa : a. Air tidak bermanfaat lagi.

Air tidak dapat di manfaatkan lagi akibat polusi air merupakan kerugian yang terasa secara langsung oleh manusia. Kerugian langsung ini umumnya disebabkan oleh terjadinya polusi air oleh berbagai macam komponen- komponen.

Bentuk kerugian langsung antara lain dapat berupa :

1. Air tidak dapat lagi di gunakan lagi untuk keperluan rumah tangga.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan kognitif siswa dengan menggunakan model pembelajaran Computer Assited Learning ( Video Tutorial )

Alhamdulillah, segala puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang

Dari 50 citra, 49 citra teridentifikasi sebagai citra dengan jenis kerusakan retak, sementara 1 citra teridentifikasi sebagai lubang. Sementara 2 citra

Laporan Penelitian Arkeologi: Eksplorasi Situs dan Cagar Budaya di Kabupaten Wonosobo dan Sekitarnya Jawa Tengah. Yogyakarta: Balai

Aktualisasi pancasila dalam kehidupan bermasyarakat sesuai dengan sila ke V tercermin dari pemerataan dalam konteks keadilan bersama. Dari aktualisasi pancasila

Di dalam proses implementasi teknik dasar bermain trompet, penulis mencoba memfokuskan mahasiswa agar bisa lebih tepat dan tidak sembarangan dalam meniup trompet

Melalui modifikasi blog terutama dengan modifikasi tampilan header sidebar blog, maka blog akan terlihat lebih menarik dan dampaknya akan mendatangkan banyak

• Operating Events adalah suatu aktivitas operasi yang dilaksanakan di dalam proses bisnis untuk menyediakan barang dan jasa untuk konsumen.. • Information Events termasuk